Anda di halaman 1dari 8

MAKALAH

TEKNIK LABORATORIUM

Observasi Laboratorium Anorganik di Jurusan Kimia


Universitas Negeri Surabaya

Dosen Pengampu :

Dr. Yuliani, M.Si

Disusun Oleh :

1. Deviko Mardyansah (17030244010)


2. Muflikhatul A’la (17030244011)
3. Lintang Aurelia Syahri (17030244024)
4. Annisa Arifatuz Z (17030244029)

JURUSAN BIOLOGI

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA

2018
BAB 1

Pendahuluan

A. Latar Belakang
Laboratorium merupakan suatu tempat dimana suatu percobaan dan
penyelidikan dilakukan. Dalam arti sempit laboratorium sering diartikan
sebagai tempat yang berupa gedung yang dibatasi oleh dinding dan atap
yang di dalamnya terdapat sejumlah alat dan bahan praktikum. Dalam
pembelajaran biologi laboratorium dapat berupa ruang terbuka atau alam
terbuka. Misalnya kebun botani. Namun dalam tulisan ini pengelolaan
laboratorium hanya dibatasi pada laboratorium berupa ruang tertutup yang
ada di sekolah menengah ke atas. Dalam pendidikan Sains kegiatan
laboratorium merupakan bagian integral dari kegiatan belajar mengajar,
khususnya biologi. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya peranan
kegiatan laboratorium untuk mencapai tujuan pendidikan sains. Woolnough
& Allsop (dalam NuryaniRustaman, 2005), mengemukakan empat alasan
mengenai pentingnya praktikum sains. Pertama, praktikum
membangkitkan motivasi belajar sains. Belajar mahasiswa dipengaruhi oleh
motivasi mahasiswa yang termotivasi untuk belajar akan bersunguh-
sungguh dalam mempelajari sesuatu. Melalui kegiatan laboratorium,
mahasiswa diberi kesempatan untuk memenuhi dorongan rasa ingin tahu
dan ingin bisa.
Prinsip ini akan menunjang kegiatan praktikum dimana mahasiswa
menemukan pengetahuan melalui eksplorasinya terhadap alam. Kedua,
praktikum mengembangkan keterampilan dasar melakukan eksperimen.
Melakukan eksperimen merupakan kegiatan yang banyak dilakukan oleh
para ilmuwan. Dengan kegiatan praktikum mahasiswa dilatih untuk
mengembangkan keterampilan dasar melakukan eksperimen dengan
melatih kemampuan mereka dalam mengobservasi dengan cermat,
mengukur secara akurat dengan alat ukur yang sederhana atau lebih
canggih, menggunakan dan menangani alat secara aman, merancang,
melakukan dan menginterprestasikan eksperimen. Ketiga, praktikum
menjadi wahana belajar pendekatan ilmiah. Banyak para pakar pendidikan
sains menyakini bahwa cara yang terbaik untuk belajar pendekatan ilmiah
adalah dengan menjadikan mahasiswa sebagai scientis. Mengetahui
pentingnya kegiatan praktikum, maka kondisi tempat praktium atau yang
disebut laboratorim haruslah memenuhi standar yang telah ditentukan
supaya kegiatan praktikum berjalan dengan lancar. Laboratorium
dilengkapi peralatan untuk melangsungkan eksperimen didalam sains atau
melakukan pengujian dan analisis. Tidak hanya kondisi gedung yang baik,
tetapi sarana dan prasarana yang tersedia dalam laboratorium
harusmendukung kegiatan praktikum itu sendiri. Bagaimana bentuk
laboratorium itu, bagian-bagian apa yang harus ada agar semua
memberikan kemudahan bagi mahasiswa dalam belajar maupun
mengerjakan tugas-tugasnya. Tata ruang laboratorium biologi berarti
bagaimana menyusun semua peralatan dalam laboratorium, baik meja,
kursi, lemari, maupun peralatan lain sesuai dengan kegiatan belajar
mengajar pada waktu itu. Permasalahan yang timbul di laboratorium yang
berupa kelayakan gedung, kelengkapan alat, serta tata peletakan sarana
dan prasarana dalam laboratorium yang melatar belakangi kegiatan
observasi di Laboratorium Anorganik.
B. Tujuan
1. Melaporkan hasil observasi kelompok dalam mengamati
Laboratorium Anorganik
2. Menganalisis pengelolaan Laboratorium Anorganik di Jurusan Kimia
Universitas Negeri Surabaya.
BAB 2

Isi

A. Struktur Organisasi

Agar kesinambungan dan daya guna laboratorium dapat


dipertahankan, laboratorium perlu dikelola secara baik. Salah satu bagian dari
pengelolaan laboratorium ini adalah staf atau personal laboratorium. Struktur
organisasi dan pengelolaan laboratorium adalah sebagai berikut: Staf atau
personal Laboratorium mempunyai tanggung jawab terhadap efektifitas dan
efesiensi laboratorium termasuk fasilitas, alat-alat dan bahan-bahan
praktikum. Di Perguruan Tinggi yang bertindak sebagai penanggung jawab
laboratorium adalah kepala laboratorium yang diangkat oleh Ketua Jurusan
atau Pimpinan Perguruan Tinggi, tergantung status laboratoriumnya, apakah
Laboratorium Pusat atau Laboratorium Jurusan. Selain pengelola
Laboratorium biasanya terdapat pula seorang Teknisi Laboratorium. Tugas
Teknisi Laboratorum membantu penyiapan bahan-bahan/alat-alat praktikum,
pengecekan secara periodik, pemeliharaan dan penyimpanan alat dan bahan.
Agar kinerja pengelola laboratorium berjalan baik, perlu disusun struktur
organisasi laboratorium.
B. Tata Tertib

Tata tertib laboratorium merupakan serangkaian aturan yang di buat


oleh pihak pengelola laboratorium untuk menjamin terlaksananya tata kelola
laboratorium yang baik sehingga dapat memberikan manfaat yang besar bagi
para civitas akademika. Tata tertib laboratorium ini harus dipatuhi oleh semua
pihak yang terlibat di laboratorium karena di laboratorium terdapat berbagai
alat yang memilki nilai inventaris besar serta bahan-bahan kimia yang dapat
menimbulkan bahaya.

Dalam sistem managemen mutu laboratorium, tata tertib laboratorium


sangat penting dalam menjaga keteraturan dalam laboratorium yang disusun
berdasarkan 4 aspek yang harus dipatuhi yaitu mengenai peralatan, bahan-
bahan kimia, aturan kerja, dan keselamatan kerja di laboratorium. Tata tertib
ini berlaku bagi semua pihak yang menggunakan laboratorium dengan tujuan
agar kegiatan laboratorium berjalan lancar. Tata tertib laboratorium ini dibuat
sebagai bentuk kepedulian terhadap pengguna laboratorium dan lingkungan
sehingga keselamatan pengguna terjaga dan lingkungan tidak tercemar.
Dengan diterapkannya tata tertib ini dapat membangun kedisiplinan bagi para
pengguna laboratorium ketika bekerja serta dapat membangun mutu
pelayanan laboratorium yang lebih baik.

Akan tetapi di laboratorium anorganik kimia, kami tidak menjumpai


tata tertib semestinya untuk berlangsungnya kegiatan praktikum. Di
laboratorium tersebut hanya terdapat simbol-simbol peringatan saat
melaksanakan praktikum.
C. Tata Ruang Laboratorium
Laboratorium anorganik terletak di gedung kimia lantai 3 ruang C5.03.03.
Didalam laboratorium tersebut terdapat ruang dosen, ruang laboratorium,
ruang kelas. Untuk mendukung hasil pembelajaran yang maksimal, tentu saja
sebuah ruangan laboratorium memerlukan sebuah rancangan tata ruang yang
baik agar setiap proses praktikum dapat berjalan dengan lancar. Dari hasil
observasi yang kami lakukan, tata letak laboratorium anorganik sudah baik
akan tetapi alangkah baiknya didekat pintu masuk diberi ruang persiapan
praktikan agar bisa langsung menuju tempat praktikum. Untuk penempatan
almari alat dan bahan sudah baik. Akan tetapi masih ada alat dan bahan yang
berantakan disekitar tempat praktikum. Sebaiknya setelah alat dan bahan
dipakai praktikum, langsung dikembalikan ke almari khusus tempatnya. Hal
tersebut dapat menghindari kesalahan saat praktikum saat mengambil bahan
praktikum.
D. Sarana dan Prasarana
E. Fasilitas Umum

Menurut Wirjosoemarto dkk (2004: 44) fasilitas Laboratorium adalah


sebagai berikut: laboratorium yang baik harus dilengkapi dengan berbagai
fasilitas untuk memudahkan pemakaian laboratorium dalam melakukan
aktivitasnya. Fasilitas tersebut ada yang berupa fasilitas umum dan fasilitas
khusus. Fasilitas umum merupakan fasilitas yang dapat digunakan oleh semua
pemakai Laboratorium contohnya penerangan, ventilasi, air, bak cuci (sinks),
aliran listrik dan gas. Fasilitas khusus berupa peralatan dan mable, contohnya
meja siswa/mahasiswa, meja guru/dosen, kursi, papan tulis, lemari alat,
lemari bahan, ruang timbang, lemari asam, perlengkapan P3K, pemadam
kebakaran dan lain-lain. Menurut Wicahyono (2003:30), untuk menentukan
apakah suatu ruangan itu cocok atau tidak untuk dijadikan laboratorium, kita
perlu memperhatikan beberapa hal seperti arah angin, dan arah datangnya
cahaya. Apabila memungkinkan, ruangan Laboratorium sebaiknya terpisah
dari bangunan ruangan kelas. Hal ini perlu untuk menghindari terganggunya
proses belajar mengajar di kelas yang dekat dengan laboratorium akibat dari
kegiatan yang berlangsung di laboratorium, baik suara atau bau yang
ditimbulkan (Nurdin, Wira Bahari.2010).

F. Administrasi Laboratorium

G. Penataan, Pelayanan, dan Perawatan Laboratorium


H.
BAB 3
Penutup
A. Simpulan
B. Saran