Anda di halaman 1dari 9

MAKALAH PEMERIKSAAN BIAYA DIBAYAR DIMUKA

AUDITING 2

KELAS B

Dosen Pengampu :     Dra Hendy Widiastoeti, MM

Disusun oleh

Wardatul Hasanah 1221700162

Disusun oleh : Kelompok 6

1. Ananda Aqila 1221700020


2. Kurniawati 1221700147
3. Wardatul Hasanah 1221700162
4. Putri Ayu Vinaliasari 1221700170
5. Saskia Irawan 1221700172

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

PRODI AKUNTANSI

TAHUN AJARAN 2019

UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 SURABAYA


BAB I
PENDAHLUAN
1.1 Latar Belakang
Biaya dibayar dimuka merupakan biaya-biaya yang belum merupakan kewajiban perusahaan
untuk membayarnya pada periode yang bersangkutan, tapi perusahaan sudah membayarnya terlebih
dahulu. Karena jumlah yang dibayarkan tersebut belum merupakan beban perusahaan untuk periode
yang bersangkutan, maka jumlah yang telah dibayarkan tersebut merupakan uang muka dan
termasuk dalam Aktiva Lancar (Current Assets).Biaya dibayar dimuka dimaksudkan sebagai biaya
yang telah terjadi, yang akan digunakan untuk aktivitas perusahaan yang akan datang. Pajak dibayar
di muka adalah pajak yang dibayar oleh perusahaan setiap bulan atau dipotong/dipungut oleh pihak
ketiga dan akan diperhitungkan sebagai kredit pajak di akhir tahun (untuk pajakpenghasilan) atau di
akhir bulan (untuk PPN).Pemeriksaan biaya dibayar dimuka danpajak dibayar dimuka juga
mempunyai tujuan dan prosedur pemeriksaan yang dilakukansecara tersendiri.

1.2 Rumusan Masalah


Berdasarkan latar belakang tersebut di atas maka terdapat rumusan masalah sebagai berikut.
1) Apakah jenis-jenis biaya dibayar di muka dan pajak dibayar di muka?
2) Apakah sifat dan contoh biaya dibayar di muka dan pajak dibayar di muka?
3) Apakah tujuan pemeriksaan biaya dan pajak dibayar di muka?
4) Apakah prosedur pemeriksaan biaya dan pajak dibayar di muka?
5) Bagaimana jika prepaid tax tidak didukung oleh bukti pemotongan pajak atau bukti setara
pajak?

1.3 Tujuan
Untuk itu adapun tujuan makalah ini dibuat yaitu adalah sebagai berikut.
1) Untuk mengetahui jenis-jenis biaya dibayar di muka dan pajak dibayar di muka.
2) Untuk mengetahui sifat dan contoh biaya dibayar di muka dan pajak dibayar di muka.
3) Untuk mengetahui tujuan pemeriksaan biaya dan pajak dibayar di muka.
4) Untuk mengetahui prosedur pemeriksaan biaya dan pajak dibayar di muka.
5) Untuk mengetahui jika prepaid tax tidak didukung oleh bukti pemotongan pajak atau bukti
setara pajak.

2
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Jenis-Jenis Biaya Dibayar Di Muka dan Pajak Dibayar Di Muka


Jenis-Jenis Biaya Dibayar Dimuka antara lain :
1. Biaya Sewa Dibayar Dimuka (Prepaid Rent) yaitu :
 Biaya Sewa Gedung Kantor Dibayar Dimuka
 Biaya Sewa Kendaraan Dibayar Dimuka
 Biaya Sewa Alat Berat Dibayar Dimuka
 Biaya Sewa Mesin Dibayar Dimuka
2. Biaya Asuransi Dibayar Dimuka (Prepaid Insurance). 
3. Biaya Gaji Dibayar Dimuka (Prepaid Salaries).
4. Biaya Bunga Dibayar Dimuka (Prepaid Interest).
5. Pajak Penghasilan (PPh) dibayar dimuka yaitu :
 Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 21 Dibayar dimuka.
 Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 Dibayar dimuka.
 Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 23 Dibayar dimuka.
 Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 24 Dibayar dimuka.
 Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 25 Dibayar dimuka.
6. Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Dibayar Dimuka

2.2 Sifat dan Contoh Biaya Dibayar Di Muka dan Pajak Dibayar Di Muka
Sifat Biaya Dibayar Dimuka Menurut Sak
Biaya Dibayar Dimuka dimaksudkan sebagai biaya yang telah terjadi, yang akan digunakan
untuk aktivitas perusahaan yang akan datang. Bagian dari Biaya Dibayar Dimuka yang akan
memberikan manfaat untuk beberapa periode kegiatan diklasifikasikan sebagai aktiva tak lancar
Contoh Biaya Dibayar Di Muka
 Premi asuransi (prepaid insurance)
 Sewa Dibayar Dimuka untuk masa satu tahun yang akan datang (prepaid rent)
 Biaya lain-lain Dibayar Dimuka (prepaid others), misalnya : biaya iklan di radio dll
berdasarkan kontrak, barang untuk promosi

3
Pengertian Pajak Dibayar Di Muka
Pajak yang dibayar oleh perusahaan setiap bulan atau dipotong/dipungut oleh pihak ketiga dan
akan diperhitungkan sebagai kredit pajak di akhir tahun (untuk pajak penghasilan) atau di akhir
bulan (untuk PPN)
Contoh Pajak Dibayar DiMuka
 PPh 22 (dari import barang)
 PPh 23 (dari bunga, dividen, royalti, management fee)
 PPh 25 (setoran masa pajak penghasilan)
 PPN Masukan (Pajak Pertambahan Nilai yang dipungut oleh pengusaha kena pajak pada
waktu perusahaan membeli barang atau jasa kena pajak)

2.3 Tujuan Pemeriksaan Biaya dan Pajak Dibayar Di Muka


Berikut adalah tujuan pemeriksaan biaya dan pajak dibayar di muka adalah sebagai berikut.
1. Memeriksa keberadaan internal control biaya dan pajak dibayar dimuka
2. Memeriksa apakah biaya yang mempunyai kegunaan untuk tahun berikutnya sudah dicatat
sebagai biaya dibayar dimuka
3. Memeriksa apakah biaya dibayar dimuka yang mempunyai kegunaan untuk tahun berjalan
sudah dicatat sebagai biaya tahun berjalan
4. Memeriksa apakah pajak dibayar di muka didukung oleh bukti setoran/pemungutan pajak
yang sah dan lengkap sehingga bisa diperhitungkan sebagai kredit pajak pada akhir periode.
5. Memeriksa kesesuaian penyajian biaya dan pajak dibayar dimuka dalam laporan keuangan
dengan PABU/PSAK

2.4 Prosedur Pemeriksaan Biaya dan Pajak Dibayar Dimuka


Menurut Soekrisno Agoes (2012:169), Prosedur pemeriksaan dibagi atas prosedur compliance
test dan  prosedur subtantive test. Pembahasan prosedur pemeriksaan untuk substantive test akan
dibagi dalam beberapa bagian, yaitu sewa dibayar di muka, premi asuransi dibayar di muka, biaya
advertensi dibayar di muka dan pajak dibayar di muka.
1. Prosedur Pemeriksaan Untuk Compliance Test :
(1) Pelajari dan evaluasi internal control atas pajak yang dibayar di muka:

4
a. Dalam hal ini internal control questionnaires yang dipergunakan tercakup
dalam internal control questionnairesatas pengeluaran kas dan bank :
 Apakah setiap pembayaran yang menyangkut pajak dibayar di muka didukung oleh
bukti-bukti sah dan lengkap.
 Apakah pembayaran tersebut diotorisasi oleh pejabat perusahaan yang berwenang.
 Apakah bukti setoran pajak, faktur pajak masukan, bukti pemotongan pajak oleh pihak
ketiga di file dengan baik dan rapi.
 Apakah lease agreement, insurance policy di file dengan baik dan rapi.
(2) Lakukan test transaksi ( compliance test ) atas biaya dan pajak dibayar di muka. Yang
digunakan sebagai sample biasanya adalah bukti pengeluaran kas dan bank
dan samplecukup dipilih secara random.
(3) Tarik kesimpulan mengenai internal control atas biaya dan pajak dibayar di muka.
Jika dari test transaksi auditor tidak menemukan sesuatu kesalahan, maka auditor bisa
menyimpulkan bahwa internal control atas pajak dibayar dimuka berjalan efektif. Karena itu
subtantive test atas perkiraan pajak dibayar di muka bisa di persempit.
2. Prosedur Pemeriksaan Subtantive Sewa Dibayar di Muka (Prepaid Rent)
1. Minta rincian (schedule) prepaid rent per tanggal neraca.
2. Check ketelitian perhitungan mathematic (mathematical accuracy).
3. Cocokkan saldo prepaid rent per tanggal neraca dengan saldo buku besar (general
ledger) prepaid rent.
4. Cocokkan saldo awal prepaid rent dengan kertas kerja pemeriksaan tahun lalu.
5. Lakukkan vouching untuk pembayaran prepaid rent di tahun berjalan dan
pemeriksaan lease agreement ( jika sudah dilakukan di compaliance test,refer ke kertas
kerja compliance test ).
6. Tie-upltie-in (cocokkan) total yang dibebankan sebagai biaya sewa ke buku besar biaya
sewa.
Dalam hal ada biaya sewa yang langsung dibebankan ke perkiraan biaya sewa (tanpa
melalui prepaid rent), jumlah biaya sewa di buku besar akan terlihat lebih besar.
3. Prosedur Pemeriksaan Substantive Premi Asuransi Dibayar di Muka (Prepaid
Insurance)
1. Minta rincian prepaid insurance per tanggal neraca.

5
2. Check mathematical accuracy.
3. Cocokkan saldo prepaid insurance per tanggal neraca dengan saldo buku besar (general
ledger) prepaid insurance.
4. Cocokkan saldo awal prepaid insurance dengan kertas kerja pemeriksaan tahun lalu.
5. Lakukkan vouching untuk pembayaran premi asuransi di tahun berjalan, perhatikan
apakah ada discount untuk pembayaran tersebut.
6. Periksa polis asuransi dan cocokkan data dalam polis asuransi dengan rincian prepaid
insurance.
7. Tie-up total yang dibebankan sebagai biaya asuransi  ke buku besar biaya asuransi.
8. Periksa apakah nilai pertanggungan ( insurance coverage ) cukup atau tidak dalam arti
tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil.
9. Perhatikan apakah di dalam polis asuransi terdapat BANKER’S CLAUSE, maksudnya
apakah dalam polis asuransi tersebut ada salah satu pasal yang menyebutkan bahwa kalau
terjadi klaim, karena yang diasuransikan terbakar atau hilang, maka ganti rugi harus
dibayarkan kepada bank.
10. Buat usulan audit adjustment jika diperlukan.
4. Prosedur Pemeriksaan Substantive Prepaid Advertising 
(1) Minta rincian prepaid Advertising per tanggal neraca.
(2) Check footing dan cocokkan saldo akhir prepaid advertising ke buku besar dan saldo awal
ke kertas kerja pemeriksaan tahun lalu.
(3) Periksa bukti pembayaran dan surat perjanjian ( untuk iklan di tv/radio/bill board ) dan
bukti pembelian ( untuk barang-barang souvenir ).
(4) Periksa kebenaran pembebanan ke biaya; untuk barang-barang souvenir harus
dilakukan stock opname ( perhitungan fisik ) pada akhir tahun.
5. Prosedur Pemeriksaan Subtantive Prepaid Taxes 
(1) Minta rincian prepaid taxes pertanggal neraca (rincian bisa per jenis pajak atau di
campur).
(2) Check footing dan cocokan saldonya dengan buku besar.
(3) Untuk pajak penghasilan, bandingkan angka prepaid taxes di rincian dengan SPT PPH
Badan.

6
(4) Untuk Pajak Pertambahan nilai (PPN Masukan), bandingkan angka prepaid taxes di
rincian dengan SPT Masa (SPM)
Didalam top schedule biasanya si auditor harus mencantumkan kesimpulan dari hasil
pemeriksaan atas perkiraan tersebut, apakah menurut pendapat auditor, perkiraan tersebut disajikan
secara wajar atau tidak.
Menurut SAK ETAP (IAI,2009:86,87):
Untuk sewa operasi, lease menggunakan hal-hal berikut :
a. Jumlah pembayaran sewa yang harus diabayar selama masa sewa.
b. Jumlah pembayaran sewa selama periode berjalan yang diakui sebagai beban sewa
c. Jaminan yang diberikan sehubungan dengan transaksi sewa
d. Keuntungan atau kerugian yang ditangguhkan beserta amortisasinya sehubungan dengan
transaksi jual dan sewa balik
e. Ikatan-ikatan penting yaang dipersyaratkan dalam perjanjian sewa.
Sedangkan bagi lessor, pembayaran sewa selama tahun berjalan dari lessee harus diakui
sebagai pendapatan sewa. Pendapatan sewa harus diakui dan diukur berdasarkan metode garis lurus
sepanjang masa sewa, meskipun pembayaran sewa guna usaha mungkin dilakukan dalam jumlah
yang tidak sama setiap periode.

2.5 Prepaid Tax Tidak Didukung Oleh Bukti Pemotongan Pajak atau Bukti Setara Pajak

Pada dasarnya prepaid tax atau kredit pajak dapat diakui bilamana ada bukti fisiknya. Artinya
kolektabilitas bukti potong atau surat setoran pajak menjadi penting. Lantas bagaimana bila pada
tanggal tutup buku bukti potong belum diterima lengkap sementara saat mencatat transaksi piutang
dan pelunasan telah diakui pemotongan Pajak Penghasilannya.
Mengacu kepada prinsip konservatisme, atas bukti potong yang belum diterima pada akhir
tahun buku haruslah dikoreksi kembali, dikembalikan kepada akun piutangnya. Hal ini dilakukan
agar ada sinkronisasi antara bukti potong fisik dengan prepaid tax pada akun general ledger.
Bagaimana bila saat pembuatan SPT Tahunan Pajak Penghasilan Badan / Orang Pribadi baru
diperoleh bukti pemotongan atau pemungutan Pajak Penghasilan yang sebelumnya belum
terkumpul? Karena pengkreditan Pajak Penghasilan mengacu kepada bukti fisik, maka yang
dilaporkan adalah yang sesuai dengan bukti fisiknya baik berupa surat setoran pajak atau bukti
pemotongan/pemungutan Pajak Penghasilan.
7
Bagaimana pencatatan bukti pemotongan atau pemungutan Pajak Penghasilan yang diperoleh
setelah tutup tahun buku. Sejalan dengan dibebankannya kredit pajak yang belum diperoleh bukti
pemotongan/pemungutannya, maka saat diterimanya bukti potong setelah tutup buku, dicatat
sebagai penghasilan lainnya.

8
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Biaya dibayar muka dimaksudkan sebagai biaya yang telah terjadi, yang akan digunakan untuk
aktivitas perusahaan yang akan datang. Pajak dibayar di muka adalah pajak yang dibayar oleh
perusahaan setiap bulan atau dipotong/dipungut oleh pihak ketiga dan akan diperhitungkan sebagai
kredit pajak di akhir tahun (untuk pajak penghasilan) atau di akhir bulan (untuk PPN). Disamping
itu, perusahaan tetap harus melakukan pemeriksaan terhadap biaya dibayar di muka dan pajak
dibayar di muka sesuai dengan prosedur pemeriksaan biaya dibayar di muka dan pajak dibayar di
muka yang berlaku.

Anda mungkin juga menyukai