Anda di halaman 1dari 3

1.

Bagaimana pengaruh spesies invasif di kawasan pulau-pulau kecil sehingga menjadi perhatian
konservasi yang sangat penting bagi keberadaan semut

endemik tersebut?

2. Bagaimana pola distribusi spatial dan kemelimpahan invasif spesies terhadap

keberadaan semut endemic di kawasan tersebut?

3. Bagaimana pengaruh fragmentasi habitat terhadap kemelimpahan semut

endemik?

4. Setelah mengetahui pengaruh adanya fragmentasi habitat dan adanya invasive

spesies bagi semut endemik, bagaimana upaya penelitian dan tindakan

sederhana yang bisa dilakukan oleh Anda sebagai mahasiswa Biologi?

Jawab

Dampak Invasiv Species Semut pada Pembentukan Struktur Komunitas

Semut di Kawasan Pulau-Pulau Kecil di Indonesia.

1. Spesies semut invasif asing adalah utama ancaman terhadap keanekaragaman hayati lokal
khususnya semut asli di daerah tertentu (Holway et al. 2002). Sebagai spesies antropilik,
semut invasif memiliki kemampuan untuk menempati habitat yang dimodifikasi manusia,
mis. Di perkotaan habitat (Gibb & Hochli 2002), kemampuan untuk bersarang dalam
struktur manusia (Schultz & McGlynn 2000) dan mudah tersebar oleh manusia. Karena
itu, dengan sangat cepat mekanisme adaptif dan berdaya saing tinggi kemampuan, semut
invasif negatif berdampak pada keberadaan semut lokal. Misalnya, spesies invasif
Linepithema humile (semut Argentina) memiliki komunitas semut asli yang sangat
terpengaruh di habitat semak belukar yang terfragmentasi di Indonesia California Selatan
(Suarez et al. 1998).

1. Pada spesies semut invasif sekaligus sebagai spesies antropilik, semut

invasif memiliki kemampuan untuk menempati habitat yang termodifikasi

pada habitat manusia misalnya perkotaan, sehingga semut ini memiliki

mekanisme adaptif dan berdaya saing tinggi dalam hal konservasi.

Kombinasi spesies invasif dan fragmentasi habitat akan berpengaruh

signifikan pada pengurangan spesies semut lokal.


2. Pada pola distribusi spatial tepatnya dalam fragmentasi di semak belukar,

semut asli tergantikan oleh semut invasif dikarenakan fragmentasi habitat

belukar dapat memfasilitasi terbentuknya semut antivasif. Semut dapat

memiliki dampak negatif yang besarpada spesies lokal sejak kelangsungan

hidupspesies sangat dibatasi olehketersediaan sumber daya alam terbatas

dan ruang . Invasif spesies di pulau kecil dapat dipindahkan spesies asli

dan bentuk biotikhomogenisasi yang membuat populasi spesies asli

terutama rentan kepunahan. Semut invasif yang paling banyak ditemukan

di Untung Jawa.

Fragmentasi habitat memfasilitasi pembentukan semut invasif (Holway et. Al. 2002).

Di pulau kecil, habitatnya fragmentasi dan terjadinya invasif semut dapat memiliki dampak

negatif yang besar pada spesies lokal sejak kelangsungan hidup spesies sangat dibatasi oleh

ketersediaan sumber daya alam terbatas dan ruang (Donlan & Wilcox 2008). Invasif spesies di

pulau kecil dapat dipindahkan spesies asli dan bentuk biotik homogenisasi yang membuat

populasi spesies asli terutama rentan kepunahan (mis. Cole et al. (1992), yang terjadinya

Hypoponera opaciceps

dan Solenopsis papuana disebabkan menghilang semut asli di Hawaii Kepulauan). Sebagai

konsekuensi, invasi ini dapat mempengaruhi untuk mengubah ekologis berfungsi pada seluruh

ekosistem di kecil pulau. Penelitian ini menyelidiki Implikasi semut invasif terhadap semut lokal

komunitas di Kepulauan Seribu Kepulauan, Indonesia yang belum pernah telah dilakukan di

daerah ini. Itu kepulauan ini terletak di laut utara Teluk Jakarta dan terdiri dari 160 pulau-pulau

unik dengan ukuran kurang dari 1 km2 (Alamsyah 2003). Meskipun nomor ini tidak termasuk

beberapa pulau yang dimiliki telah menghilang beberapa tahun yang lalu (UNESCO 1997).

Beberapa pulau di Bali Tempat perlindungan telah dramatis dimodifikasi dan digunakan untuk
tempat tinggal dan pariwisata dan itu akan membawa ancaman baru bagi banyak orang spesies

semut (beberapa di antaranya mungkin endemik) melalui modifikasi habitat dan migrasi spesies

invasif dari tempat lain. Penelitian sebelumnya oleh Rizali et al. (2008) menunjukkan bahwa

manusia kegiatan telah membantu distribusi spesies semut alien invasif Anoplolepis gracilipes

dan Solenopsis geminate di beberapa pulau kecil Seribu Kepulauan.

3. Semut invasif dapat hidup pada habitat manusia seperti perkotaan, hal ini

dapat berdampak positif bagi semut invasif karena dapat berdaya saing

tinggi dalam hal konservasi, namun juga berdampak negatif bagi semut

lokal karena keberadaannya yang semakin berkurang dan tergantikan oleh

semut invasif. Semut invasif yang memiliki kemampuan dalam menempati

dan mendominasi di habitat baru, sebagai akibatnya menyebabkan

menghilang komunitas semut lokal dan bahkan menjadi punah karena

tidak dapat bersaing dengan spesies invasive.

4. Upaya penelitian dan tindakan sederhana yang dapat dilakukan sebagai mahasiswa biologi yakni turut
melestarikan semut endemik dengan cara tidak memfasilitasi pembentukan semut invasiv pada habitat
semak belukar karena hal tersebut dapat memusnahkan semut lokal yang ada di pulau tersebut.

penelitian mengenai spesies tumbuhan asing invasif tersebut, sebagai salah satu upaya preventif dalam
melindungi semut local di pulau tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi komposisi dan
keanekaragaman spesies semut invasive dan mengetahui pola penyebaran dan asosiasi spesies semut
invasive.