Anda di halaman 1dari 5

http://www.nafiun.

com/2012/12/sistem-pernapasan-pada-amfibi-fase-inspirasi-
ekspirasi.html

Fase Insiprasi Ekspirasi Sistem Pernapasan pada Amfibi - Katak muda


(berudu) menggunakan insang untuk mengambil O2 yang terlarut dalam air.
Setelah berumur lebih kurang 12 hari, insang luar diganti dengan insang
dalam. Setelah dewasa, katak bernapas menggunakan selaput rongga mulut,
paru-paru, dan kulit. Selaput rongga mulut dapat berfungsi sebagai
alat pernapasan karena tipis dan banyak terdapat kapiler yang bermuara di
tempat itu. Pada saat terjadi gerakan rongga mulut dan faring, lubang hidung
terbuka dan glotis tertutup, sehingga udara berada di rongga mulut dan
berdifusi masuk melalui selaput rongga mulut yang tipis. Pernapasan dengan
kulit dilakukan secara difusi. Hal ini karena kulit katak tipis, selalu lembap, dan
mengandung banyak kapiler darah. Pernapasan dengan kulit
berlangsung secara efektif baik di air maupun di darat. Oksigen (O2)
yang masuk lewat kulit akan diangkut melalui vena kulit paru-paru (vena pulmo
kutanea) menuju ke jantung untuk diedarkan ke seluruh tubuh. Sebaliknya
karbon dioksida (CO2) dari jaringan akan dibawa ke jantung, dari jantung
dipompa ke kulit dan paru-paru melalui arteri kulit paru-paru (arteri
pulmo kutanea). Dengan demikian, pertukaran oksigen dan karbondioksida
terjadi di kulit.

Katak juga bernapas dengan paru-paru, tetapi belum sebaik paru-paru


Mammalia. Perhatikan Gambar 1. 

Gambar 1. Bentuk paru-paru pada


Amfibi
Paru-paru katak berupa sepasang kantung tipis yang elastis sehingga udara
pernapasan dapat berdifusi, dan dindingnya banyak dikelilingi kapiler darah
sehingga paru-paru katak berwarna kemerahan. Paru-paru dengan rongga
mulut dihubungkan oleh bronkus yang pendek. Seperti pada ikan, pernapasan
pada katak meliputi proses inspirasi dan ekspirasi yang berlangsung pada saat
mulut dalam keadaan tertutup. Mekanisme pernapasan ini diatur oleh otot-
otot pernapasan, yaitu: otot rahang bawah (submandibularis), sternohioideus,
geniohioideus, dan otot perut. Perhatikan Gambar 2.

Gambar 2. Skema mekanisme pernapasan pada katak


Mekanisme inspirasi dan ekspirasi dijelaskan seperti berikut.

1) Fase inspirasi

Fase inspirasi terjadi bila otot sternohioideus berkontraksi sehingga rongga


mulut membesar, akibatnya oksigen masuk melalui koane (celah
hidung). Setelah itu, koane menutup, otot submandibularis dan otot
geniohioideus berkontraksi, sehingga rongga mulut mengecil. Mengecilnya
rongga mulut mendorong oksigen masuk ke paru-paru lewat celah-celah.
Dalam paru-paru terjadi pertukaran gas, oksigen diikat oleh darah yang berada
dalam kapiler dinding paru-paru, dan sebaliknya karbon dioksida dilepaskan ke
lingkungan.

2) Fase ekspirasi

Mekanisme ekspirasi terjadi setelah pertukaran gas di dalam paru-paru, otot


rahang bawah mengendur atau berelaksasi, sementara otot perut dan
sternohioideus berkontraksi. Hal ini mengakibatkan paru-paru
mengecil, sehingga udara tertekan keluar dan masuk ke dalam rongga mulut.
Selanjutnya koane membuka, sedangkan celah tekak menutup, sehingga terjadi
kontraksi otot rahang bawah yang diikuti berkontraksinya otot
geniohioideus. Akibatnya, rongga mulut mengecil dan udara yang kaya karbon
dioksida terdorong keluar melalui koane.
https://gim-bi.com/sistem-pernapasan-pada-hewan-lengkap/

katak. Pada saat katak masih berupa larva, maka katak akan bernapas dengan
menggunakan insang luar.

Sedangkan ketika katak masih berupa berudu bernapas dengan menggunakan


insang dalam. Sedangkan ketika katak telah tumbuh menjadi dewasa, katak
bernapas dengan paru-paru dan kulit.

Perlu diketahui bahwa katak dewasa, memiliki 2 buah kantung berdinding tipis
dan juga elastis yang banyak mengandung kapiler darah. kedua kantung paru-
paru ini biasanya saling berhubungan dengan bronkus pendek.

Ketika bernapas, terjadi proses penambahan udara saat otot rahang bawah katak
sedang mengendur. Sedangkan otot sterno hiodiesus mengalami kontraksi
sehingga udara dapat masuk ke rongga mulut.

Setelah melalui rongga mulut, maka udara akan masuk menuju paru-paru dan
akan terjadi proses pertukaran gas.

Fase ekspirasi, otot hiodiesus dan otot perut akan mengalami kontraksi sehingga
volume rongga perut mengecil dan udara pun dapat keluar dari paru-paru.

Hewan yang termasuk reptil salah satunya adalah ular. Alat pernapasan ular yaitu
paru-paru. Ular bernapas melalui beberapa organ penting dimulai dari trakea,
bronkus, kantung udara, dan akhirnya paru-paru.

Sistem pernapasan pada hewan reptil biasanya berupa paru-paru dan juga
cenderung mirip dengan aves dengan saluran pernapasan yang terdiri dari
lubang hidung, bronkus, dan juga paru-paru.

Contoh lainnya dari hewan reptil adalah kadal, buaya, kura-kura, dan sebagainya.
Secara umum, proses respirasi dari hewan reptil ketika melakukan fase inspirasi
dan ekspirasi sungguhlah identik dengan proses pernapasan yang terjadi pada
hewan mamalia.

Saat fase inspirasi, tulang rusuk akan terangkat dan merenggang sehingga


volume rongga dada pun pastinya akan semakin besar. Membesarnya volume
rongga dada membuat udara luar masuk ke paru-paru.
Saat fase ekspirasi, tulang rusuk akan melemas dan melakukan relaksasi
sehingga volume rongga dada pun pastinya akan semakin kecil. Hal ini membuat
udara yang berada di paru-paru keluar menuju saluran pernapasan.
Khusus hewan reptil yang juga dapat hidup di air semisal buaya, maka akan
terdapat katup pada lubang hidung, batang tenggorok, dan kerongkongan
mereka sehingga ketika buaya menyelam ke dalam air, air tersebut tidak dapat
memasuki saluran pernapasan ataupun sistem pencernaan buaya.

Pada kura-kura, proses pernapasan dilakukan oleh paru-paru yang dibantu oleh
semacam lapisan kulit tipis, dengan banyak kapiler darah disekitar daerah kloaka.

Sistem pernapasan yang selanjutnya akan dibahas adalah sistem pernapasan


pada hewan Aves. Hewan yang termasuk ke dalam spesies aves ini diantaranya
adalah hewan unggas semacam berbagai jenis burung.

alat pernapasan yang dimiliki oleh aves adalah 2 lubang hidung, Paru-
paru yang terhubung dengan kantong udara, Trakea atau batang
tenggorok,Faring yang akan menghubungkan rongga mulut dengan
trakea, Kantong udara (pundi-pundi udara) depan, dan belakang.
memangnya kantong udara termasuk alat pernapasan juga? Yup, betul sekali.
Karena kantong udara memiliki fungsi sebagai alat pernapasan saat terbang,
selain itu juga dapat membantu memperbesar ruang siring hingga memperkeras
suara, mengatur berat jenis tubuh, dan mengatur suhu tubuh.

Secara umum, sistem pernapasan pada hewan ini dapat dibedakan menjadi 2.
Yaitu ketika sedang terbang, dan ketika sedang tidak terbang.
Ketika sedang terbang:

 Fase ekspirasi– ketika terbang terjadi pada waktu sayap diturunkan.


kantung udara pangkal lengan mengempis, sampai kantung udara dada
mengembang dan mendorong udara keluar, sampai terjadi pergantian
udara.
 Fase inspirasi – ketika terbang terjadi pada waktu sayap diangkat. kantung
udara pangkal lengan mengembang, hingga udara masuk ke kantung
udara perut. lalu udara dialirkan ke paru-paru dan sebagian masuk ke
dalam kantung udara, sampai darah mampu mengambil oksigen dari paru-
paru.
Ketika sedang tidak terbang:

 Fase Ekspirasi – Proses ini terjadi saat melemasnya rongga dada, hal ini
akan membuat tekanan pada paru-paru meningkat. Sehingga
menyebabkan udara keluar dari paru-paru menuju sistem pernafasan.
 Fase Inspirasi – Pertama-tama, otot antar tulang rusuk berkontraksi, maka
rongga dada akan membesar. Hal ini menyebabkan udara dapat masuk ke
dalam paru-paru. Sebagian dari udara akan diteruskan melalui pundi-pundi
udara.

http://blogahmadabbas.blogspot.com/2015/04/perbandingan-sistem-respirasi-pada.html