Anda di halaman 1dari 20

LEMBAR KEGIATAN

HOME VISIT

Dengan judul

POST STROKE + HIPERTENSI DERAJAT II

Oleh:

Miranda A. J. Makalew

15014101306

Masa KKM :

12 Juni – 23 Juli 2017

Telah dilaksanakan pada Kamis, 22 Juni 2017

Bertempat di Paal IV Lk. IV

Pembimbing I Pembimbing II

dr. Iyone Siagian, M.Kes, DK dr. A. J. Pandelaki, DK

1
Portofolio Home Visit
No. ID dan Nama Peserta : Yunus Wedo
Topik : Post stroke + hipertensi derajat II
Nama Pasien : Ibu YW No. RM :
Tanggal Kunjungan : 22 Juni 2017 Pendamping :
Tempat : Puskesmas Tikala Baru
□ Keilmuan □ Keterampilan □ Penyegaran □ Tinjauan Pustaka
□ Diagnostik □ Manajemen □ Masalah □ Istimewa
□ Neonatus □ Bayi □ Anak □ Remaja □ Dewasa □ Lansia □ Bumil
□ Deskripsi : Laki-laki, 67 tahun dengan keluhan kelemahan anggota gerak bagian kanan
□ Tujuan : Edukasi dan konseling tentang stroke dan hipertensi
Bahan
□ Tinjauan Pustaka □ Riset □ Kasus □ Audit
Bahasan :
Cara
□ Diskusi □ Presentasi dan Diskusi □ E-mail □ Pos
Membahas :
Data
Nama : Bapak Yunus Wedo TTL / Umur : - / 67 tahun
Pasien :
Alamat :
Nama Klinik : Puskesmas Tikala Baru Telp :
Paal IV Lk. IV
Data Utama untuk Bahan Diskusi :
1. Diagnosis / Gambaran Klinis :
Post stroke + hipertensi derajat II. Keadaan umum tampak sakit ringan dengan keluhan
utama kelemahan anggota gerak bagian kanan tiba-tiba sejak 3 tahun yang lalu.
2. Riwayat Pengobatan :
Pasien pernah mengkonsumsi aspirin, amlodipin, citicoline dan baclofen selama 1
minggu setelah serangan stroke pertama. Saat ini pasien tidak mengkonsumsi obat
apapun.
3. Riwayat Kesehatan / Penyakit :
Pasien mengeluh kelemahan anggota gerak bagian kanan tiba-tiba sejak 3 tahun yang
lalu. Kemudian pasien dibawa ke RS Pancaran Kasih dan dirawat selama 1 minggu.
Awalnya tangan dan kaki bagian kanan pasien masih dapat bergerak sedikit namun
sejak 1 tahun yang lalu setelah mendapat serangan stroke yang kedua kalinya pasien
tidak dapat menggerakkan anggota geraknya sama sekali.
4. Riwayat Keluarga :
Hanya pasien yang terkena penyakit seperti ini.

2
5. Riwayat Pekerjaan :
Buruh
6. Kondisi Lingkungan Sosial dan Fisik :
Hubungan dengan tetangga dan orang sekitar baik, tidak ada masalah baik di rumah
maupun di masyarakat. Pasien tinggal di kawasan pemukiman yang tidak terlalu padat.
Kebutuhan keluarga cukup terpenuhi.
7. Lain-lain :
Pasien memiliki riwayat kebiasaan merokok 1 bungkus rokok sejak pasien berumur 20
tahun kemudian berhenti saat pasien mendapat serangan stroke pertama di tahun 2014.

Rangkuman Portofolio
1. Subjektif :
Pada anamnesis didapatkan keluhan utama kelemahan anggota gerak bagian kanan tiba-
tiba sejak 3 tahun yang lalu. Awalnya tangan dan kaki bagian kanan pasien masih dapat
bergerak sedikit namun sejak 1 tahun yang lalu setelah mendapat serangan stroke yang
kedua kalinya pasien tidak dapat menggerakkan anggota geraknya sama sekali. Riwayat

3
hipertensi sejak 3 tahun lalu, riwayat DM dan penyakit jantung disangkal.
2. Objektif :
Keadaan Umum : Tampak sakit ringan
Kesadaran : Compos Mentis
Tanda Vital :
 TD : 170/100 mmHg
 N : 68 x/m
 R : 20 x/m
 S : 36,5o C
 BB : 45 kg
 TB : 152 cm
 IMT : 19,5 kg/m2
 Status Gizi menurut WHO : Ideal
 Kepala/leher: Konjungtiva anemis (-), sklera ikterik (-)
 Thoraks: Dalam batas normal
 Abdomen: Dalam batas normal
 Pemeriksaan neurologi
- GCS : E4V5M6
- Pupil bulat, isokor diameter 3mm/3mm, refleks cahaya +/+
- Tanda rangsang meningeal : kaku kuduk (-), laseque >70/>70, kernig
>135/135
- Nn. Cranialis : paresis (-)
- St. Motorik : kesan hemiparesis dekstra
- Kekuatan otot : - 1111
Tonus
5555otot : ↓ N
1111 5555 ↓ N

+ + - -
- Refleks fisiologis : - Refleks
+ +patologis : - -

- St. Sensorik : normoestesi


- St. Otonom : inkontinensia uri et alvi (-)
3. Assesment :
Post stroke + hipertensi derajat II

4
4. Plan :
Pengobatan : -
Kontrol : Tekanan darah
Edukasi : Penyakit yang diderita. Kontrol ke puskesmas terdekat untuk mendapatkan
pemeriksaan dan obat. Menjaga pola makan (diet rendah garam, lemak) serta olahraga
sesuai usia.

KATA PENGANTAR

Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas berkat dan rahmatNya penulis
dapat menyelesaikan laporan home visit ini yang berjudul “Post Stroke + Hipertensi
derajat II” di Puskesmas Tikala Baru.
Adapun laporan home visit ini dibuat sebagai tugas penunjang selama masa
kepaniteraan klinik madya di Bagian Ilmu Kedokteran Komunitas Fakultas

5
Kedokteran Universitas Sam Ratulangi dan juga saat ditugaskan di Puskesmas Tikala
Baru.
Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan laporan penyuluhan ini masih
terdapat beberapa kekurangan, maka diharapkan adanya kritik dan saran yang
membangun dari para pembaca demi kesempurnaan laporan penyuluhan ini.
Akhir kata penulis mengucapkan terima kasih, semoga laporan home visit ini
bermanfaat pembaca dan bagi kita semua.

Penulis

6
DAFTAR ISI

Lembar Pengesahan ............................................................................................ 1


Portofolio Home Visit …………………………………………………………... 2
Rangkuman Home Visit ………….……………………………………………... 4
Kata Pengantar ............................................................................................ 6
Daftar Isi ........................................................................................................ 7
Bab I Pendahuluan ............................................................................................ 8
Bab II Laporan Home Visit .............................................................................. 10
Bab III Penutup ………………………...................................................... 18
Daftar Pustaka .......................................................................................... 19
Lampiran ….................................................................................................. 20

7
BAB I
PENDAHULUAN

Kesehatan merupakan hal yang sangat penting agar manusia dapat bertahan hidup dan
melakukan aktivitas. Pentingnya kesehatan ini mendorong pemerintah untuk mendirikan layanan
kesehatan, agar masyarakat dapat mengakses kebutuhan kesehatan. Layanan kesehatan salah satu
jenis layanan publik merupakan ujung tombak dalam pembangunan kesehatan masyarakat.
Pemerintah mendirikan lembaga kesehatan seperti Puskesmas, Rumah Sakit Umum
Daerah dan Rumah Sakit Umum Pusat. Lembaga kesehatan yang sering diakses oleh masyarakat
adalah Puskesmas. Puskesmas memberikan pelayanan lini pertama pada masyarakat, dan
dilanjutkan ke jenjang berikutnya apabila ada indikasi untuk dirujuk.
Dokter keluarga merupakan bagian utama dari pelayanan kesehatan primer. Dokter
keluarga merupakan dokter tempat kontak pertama dan kelanjutannya dengan pasien guna
menyelesaikan secara komprehensif dan terpadu semua masalah sedini dan sedapat mungkin
dengan mengutamakan pencegahan dan pemantauan berkala pada penyakit kronis. Pelayanan
yang disediakan dokter keluarga ialah pelayanan medis tingkat pertama untuk semua orang yang
bersifat paripurna (comprehensive), yaitu termasuk pemeliharaan dan peningkatan kesehatan
(promotive), pencegahan penyakit dan proteksi khusus (preventive and specific protection),
pemulihan kesehatan (curative), pencegahan kecacatan (disability limitation) dan rehabilitasi
setelah sakit (rehabilitation) dengan memperhatikan kemampuan sosial serta sesuai dengan
mediko legal etika kedokteran.1
Home Visit merupakan kedatangan petugas kesehatan ke rumah pasien untuk lebih
mengenal kehidupan pasien serta memberikan pertolongan kedokteran kepada pasien di rumah.
Manfaat dari Home visit ini adalah untuk meningkatkan pemahaman dokter tentang pasien serta
meningkatkan hubungan antara dokter dan pasien. Pada home visit kita akan melalukan
peninjauan terhadap lingkungan, keadaan ekonomi, keadaan keluarga dan hubungan sosial
pasien di lingkungan tempat tinggalnya, pemberian informasi dan edukasi kepada pihak
keluarga.
Stroke adalah gangguan fungsional otak fokal maupun global akut, lebih dari 24 jam,
berasal dari gangguan aliran darah otak dan bukan disebabkan oleh gangguan peredaran darah
otak sepintas, tumor otak, stroke sekunder karena trauma maupun infeksi.2

8
Tenaga medis atau dokter yang terlibat di unit gawat darurat atau pada fasilitas
prahospital harus mengerti tentang gejala stroke akut dan penanganan pertama yang cepat dan
benar. Pendidikan berkesinambungan perlu dilakukan terhadap masyarakat tentang pengenalan
atau deteksi dini stroke. Jadi keterlambatan pertolongan pada fase prahospital harus dihindari
dengan pengenalan keluhan dan gejala stroke bagi pasien dan orang terdekat. Pada setiap
kesempatan pengetahuan mengenai keluhan stroke, terutama pada kelompok risiko tinggi
(hipertensi, atrial fibrilasi, kejadian vaskuler lain dan diabetes) perlu disebarluaskan.
Keterlambatan manajemen stroke akut dapat terjadi pada beberapa tingkat. Pada tingkat
populasi, hal ini dapat terjadi karena ketidaktahuan keluhan stroke dan kontak pelayanan gawat
darurat.3
Hipertensi merupakan penyakit yang dapat dicegah apabila faktor resiko bisa kita
kendalikan. Beberapa faktor risiko yang mendorong timbulnya kenaikan tekanan darah antara
lain Pola hidup seperti merokok, asupan garam berlebih, obesitas, aktivitas fisik, dan stress,
faktor genetis dan usia, ketidakseimbangan antara modulator vasokontriksi dan vasodilatasi, serta
sistem renin, angiotensin, dan aldosterone.4,5
Dalam rangka meningkatkan mutu dan pelayanan kesehatan, maka diperlukan home visit
ini dalam membina hubungan kerjasama yang baik antara petugas kesehatan dengan anggota
keluarga penderita. Home visit kali ini akan membahas tentang stroke dan hipertensi derajat II.

9
BAB II
LAPORAN HOME VISIT

A. IDENTITAS PASIEN
Nama : Bapak Y.W
Jenis Kelamin : Laki-laki
Alamat : Paal IV Lk. IV
Agama : Kristen Protestan
Pekerjaan : Buruh
Bangsa : Indonesia
Status Pernikahan : Duda
Tanggal Kunjungan : Kamis, 22 Juni 2017

B. STRUKTUR KELUARGA / GENOGRAM

: Pasien

: Laki-laki

: Perempuan

10
C. KARAKTERISTIK DEMOGRAFI KELUARGA
Pasien
No. Nama Kedudukan L/P Pekerjaan
Klinik

1. Y.W Suami L Buruh Tidak

2. M.A† Istri L - Tidak

3. J.W Anak L Wiraswasta Tidak

4. T.W Anak P IRT Tidak

5. D.W Anak P IRT Ya

6. S.W Anak L Karwayan Tidak

7. N.W Anak L Wiraswasta Tidak

8. C.W Anak L Polisi Tidak

9. P.W Anak P IRT Tidak

10. R.W Anak P Mahasiswi Tidak

D. KEADAAN RUMAH DAN LINGKUNGAN


1. Kepemilikan rumah : Milik pribadi
2. Ukuran rumah : Luas ± 5 x 6 m2
3. Daerah rumah : Tidak padat
4. Bertingkat/tidak : Tidak
5. Ruang tamu : 1 ruang
6. Ruang keluarga : -
7. Kamar tidur : 2 ruang

11
8. Kamar mandi/WC : 1 ruang
9. Dapur : 1 ruang
10. Dinding rumah : Tripleks
11. Ventilasi rumah : Ada
12. Lantai rumah : Beton
13. Atap rumah : Seng
14. Sumur/sumber air : Sumur
15. Sumber/listrik : Perusahaan Listrik Negara (PLN)
16. Pengolahan sampah : Dibakar
17. Jumlah penghuni rumah : 5 orang

E. DENAH RUMAH

Dapur Kamar

Ruang tamu
Kamar
WC

Teras

F. PEMERIKSAAN FISIK UMUM


1. Keadaan Umum : Tampak sakit ringan
2. Kesadaran : Compos Mentis
3. Tanda Vital :
 TD : 170/100 mmHg
 N : 68 x/m
 R : 20 x/m
 S : 36,5o C

12
 BB : 45 kg
 TB : 152 cm
 IMT : 19,5 kg/m2
 Status Gizi menurut WHO : Ideal
4. Kulit : Sawo matang, ikterik (-), sianosis (-), pucat (-), venektasi (-),
petechie (-), spider nevi (-)
5. Kepala : Bentuk normocephal, luka (-), keriput (+), macula (-), atrofi m.
temporalis (-), papula (-), nodula (-), kelainan mimic wajah/ bells
palsy (-)
6. Mata : Konjungtiva anemi (-/-), Sklera ikterik (-/-), pupil isokor (+/+),
reflek kornea (+/+), radang (-), mata cekung (-/-)
7. Hidung : Napas cuping hidung (-), sekret (-), epistaksis (-), deformitas hidung
(-), hiperpigmentasi (-)
8. Mulut : Bibir kering (-), lidah kotor (-), papil lidah atrofi (-), tremor (-)
9. Telinga : Nyeri tekan mastoid (-), secret (-), cuping telinga dalam batas normal
10. Tenggorokan : Tonsil T1-T1, hiperemis (-)
11. Leher : Trakea di tengah, pembesaran kelenjar tiroid (-), pembesaran
kelenjar limfe (-), lesi pada kulit (-)
12. Thoraks : Dalam batas normal
13. Abdomen : Dalam batas normal
14. Pemeriksaan neurologis :
- GCS : E4V5M6
- Pupil bulat, isokor diameter 3mm/3mm, refleks cahaya +/+
- Tanda rangsang meningeal : kaku kuduk (-), laseque >70/>70, kernig >135/135
- Nn. Cranialis : paresis (-)
- Status Motorik : kesan hemiparesis dekstra
↓ N
- Kekuatan otot : 1111
1111
-5555
Tonus otot :
5555 ↓ N

- Refleks fisiologis : - Refleks


+ + patologis : -
-
-
-
+ +
- Status Sensorik : normoestesi
- Status Otonom : inkontinensia uri et alvi (-)

13
G. PENETAPAN MASALAH PASIEN
1. Riwayat medis
 Darah tinggi : Ada (sejak ± 3 tahun yang lalu)
 Sakit gula : disangkal
 Kolesterol : disangkal
 Asam Urat : disangkal
 Alergi obat/makanan/benda : disangkal
 Riwayat sesak : disangkal
 Riwayat batuk lama : disangkal
 Riwayat penyakit jantung : disangkal
 Riwayat penyakit tulang : disangkal
2. Riwayat Penyakit Sekarang
Pasien mengeluh kelemahan anggota gerak bagian kanan tiba-tiba sejak 3 tahun yang
lalu. Awalnya tangan dan kaki bagian kanan pasien masih dapat bergerak sedikit namun
sejak 1 tahun yang lalu setelah mendapat serangan stroke yang kedua kalinya pasien
tidak dapat menggerakkan anggota geraknya sama sekali
3. Riwayat Pengobatan
Pasien pernah mengkonsumsi aspirin, amlodipin, citicoline dan baclofen selama 1
minggu setelah serangan stroke pertama. Saat ini pasien tidak mengkonsumsi obat
apapun.
4. Riwayat Penyakit Keluarga
Hanya penderita yang terkena penyakit seperti ini.
5. Riwayat Kebiasaan
Pasien memiliki riwayat kebiasaan merokok 1 bungkus rokok sejak pasien berumur 20
tahun kemudian berhenti saat pasien mendapat serangan stroke pertama di tahun 2014.
Riwayat kebiasaan konsumsi alkohol disangkal.

6. Riwayat Sosial Ekonomi

14
Hubungan dengan tetangga dan orang sekitar baik, tidak ada masalah baik di rumah
maupun di masyarakat. Pasien tinggal di kawasan pemukiman yang tidak terlalu padat.
Kebutuhan keluarga cukup terpenuhi.
7. Riwayat Gizi
Pasien memiliki berat badan 45 kg, tinggi badan 152 cm, dan indeks massa tubuh 19,5
kg/m2, sehingga status gizi ideal.
8. Diagnosis holistik (biopsikososial)
Personal : Kelemahan anggota gerak
Klinis : Post stroke
Faktor Internal : Tidak ada riwayat genetik
Faktor Perilaku : Merokok
Psikososial : Pasien saat ini tinggal bersama anaknya

H. PENANGANAN
1. Edukasi2,5
1. Memberikan edukasi pada pasien tentang penyakit stroke dan hipertensi
2. Hindari informasi yang terlalu banyak dalam waktu singkat
3. Memberikan pengetahuan kepada pasien tentang komplikasi stroke dan
hipertensi serta bagaimana cara mencegah terjadinya komplikasi
4. Memberikan nasehat kepada penderita agar tidak cemas dan kecil hati
5. Memberikan motivasi/penghargaan atas hasil pola hidup yang dicapai dalam
mengendalikan penyakit
6. Memberikan motivasi untuk berobat dan kontrol ke puskesmas terdekat

2. Pengobatan3,4
Pengobatan stroke meliputi :
Penatalaksanaan Umum
A. Umum :
Ditujukan terhadap fungsi vital: paru-paru, jantung, ginjal, keseimbangan
elektrolit dan cairan, gizi, higiene.

15
B. Khusus
- Pencegahan dan pengobatan komplikasi
- Rehabilitasi
- Pencegahan stroke : tindakan promotif, primer dan sekunder
Penatalaksanaan Khusus
A. Stroke iskemik / infark :
- Anti agregasi platelet : Aspirin, tiklopidin, klopidogrel, dipiridamol, cilostazol
- Trombolitik : rt-PA (harus memenuhi kriteria inklusi)
- Antikoagulan : heparin, LMWH, heparinoid (untuk stroke emboli)
- Neuroprotektan
B. Perdarahan subarakhnoid :
- Antivasospasme : Nimodipin
- Neuroprotektan
C. Perdarahan intraserebral :
Konservatif:
- Memperbaiki faal hemostasis (bila ada gangguan faal hemostasis)
- Mencegah / mengatasi vasospasme otak akibat perdarahan : Nimodipine
- Neuroprotektan
Operatif : Dilakukan pada kasus yang indikatif/memungkinkan:
- Volume perdarahan lebih dari 30 cc atau diameter > 3 cm pada fossa posterior.
- Letak lobar dan kortikal dengan tanda-tanda peninggian TIK akut dan
ancaman herniasi otak
- Perdarahan serebellum
- Hidrosefalus akibat perdarahan intraventrikel atau serebellum
- GCS > 7
Terapi Komplikasi
- Antiedema : larutan Manitol 20%
- Antibiotika, Antidepresan, Antikonvulsan : atas indikasi
- Anti trombosis vena dalam dan emboli paru.

Pengobatan hipertensi biasanya dikombinasikan dengan beberapa obat :

16
- Diuretik {Tablet Hydrochlorothiazide (HCT), Lasix (Furosemide)}.
Merupakan golongan obat hipertensi dengan proses pengeluaran cairan tubuh via
urine. Tetapi karena potasium berkemungkinan terbuang dalam cairan urine, maka
pengontrolan konsumsi potasium harus dilakukan.
- Beta-blockers {Atenolol (Tenorim), Capoten (Captopril)}. Merupakan obat
yang dipakai dalam upaya pengontrolan tekanan darah melalui proses memperlambat
kerja jantung dan memperlebar (vasodilatasi) pembuluh darah.
- Calcium channel blockers {Norvasc (amlopidine), Angiotensinconverting
enzyme (ACE)}. Merupakan salah satu obat yang biasa dipakai dalam pengontrolan
darah tinggi atau Hipertensi melalui proses rileksasi pembuluh darah yang juga
memperlebar pembuluh darah.

3. Pencegahan dan Anjuran3,4,5


Langkah penting dalam mencegah dan pengobatan stroke dan hipertensi adalah gaya
hidup sehat. Kita dapat menurunkan tekanan darah dengan perubahan gaya hidup berikut
ini :
1. Menurunkan berat badan berlebih jika kelebihan berat badan atau obesitas.
2. Makan makanan yang sehat, makan lebih banyak buah, sayuran, dan produk susu
rendah lemak, kurang lemak jenuh dan lemak total
3. Mengurangi jumlah natrium dalam diet kurang dari 1.500 miligram per hari.
4. Olahraga sesuai usia
5. Hindari penyebab hipertensi dan stroke : penggunaan obat-obatan seperti
golongan kortikosteroid (kortison) dan beberapa obat hormon, termasuk
beberapa obat antiradang (anti-inflammasi) secara terus menerus (sering) dapat
meningkatkan tekanan darah seseorang. Merokok juga merupakan salah satu
faktor penyebab terjadinya peningkatan tekanan darah tinggi dan stroke.

17
BAB III
PENUTUP

Stroke dan hipertensi merupakan penyakit yang dapat dicegah apabila faktor resiko bisa
kita kendalikan. Banyak faktor yang dapat meningkatkan resiko tersebut antara lain pada home
visit ini yaitu kebiasaan merokok dan tekanan darah yang tidak terkontrol. Pencegahan pada
stroke meliputi upaya perbaikan gaya hidup dan pengendalian berbagai faktor risiko. Oleh karena
itu pada home visit kali ini di harapkan pasien untuk memperbaiki gaya hidup memilih makanan
yang sehat, rendah lemak dan garam dan hindari rokok dan alkohol berlebih. Diharapkan juga
kepada pasien agar mengontrol tekanan darah dengan cara memeriksakan diri ke dokter atau
puskesmas dan meminum obat sesuai anjuran. Hal ini dilakukan untuk menurunkan resiko
komplikasi yang bisa terjadi pada stroke dan hipertensi.
Kepada petugas dalam home visit ini dapat bermanfaat dalam meningkatkan mutu dan
pelayanan. Hal ini dibutuhkan untuk meningkatkan hubungan kerjasama yang baik antara
petugas kesehatan dengan anggota keluarga, aspek yang dinilai pada home visit ini antara lain
peninjauan terhadap lingkungan, keadaan ekonomi, keadaan keluarga dan hubungan sosial
pasien di lingkungan tempat tinggalnya, pemberian informasi dan edukasi kepada pihak
keluarga.

18
DAFTAR PUSTAKA

1. Azwar A. Pengantar pelayanan dokter keluarga. Jakarta: Yayasan Penerbit IDI. 1996.
2. Setyopranoto I. Stroke: gejala dan penatalaksanaan. CDK 185. 2011;38:247-250.
3. Misbach JH, Lamsudin R, Allah A, et al. Guideline stroke 2011. Jakarta: PERDOSSI.
2011.
4. Yogiantoro, Mohammad. Hipertensi Esensial. In: Sudoyo dkk (ed). Buku Ajar Ilmu
Peyakit Dalam Jilid I Edisi IV. Jakarta: FKUI. 2006. h. 610-14.
5. Tjokronegoro dan H. Utama.Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam II. In: E. Susalit, E.J.
Kapojos, dan H.R. Lubis ed. Hipertensi Primer. Jakarta: Gaya Baru; 2001. P: 453-456.

19
LAMPIRAN

20