Anda di halaman 1dari 182

PANDUAN BELAJAR

UNBK SMK
Teori Kejuruan Bidang Keahlian
Keperawatan
Disusun berdasarkan kisi-kisi UNBK SMK Bidang Keahlian Keperawatan tahun
ajaran 2018/2019

Imam Maula Fikri, S.Kep


PANDUAN BELAJAR UNBK SMK
Teori Kejuruan Bidang Keahlian Keperawatan

Panduan Belajar UNBK SMK Teori Kejuruan Bidang Keahlian Keperawatan | 1


PANDUAN BELAJAR UNBK SMK
Teori Kejuruan Bidang Keahlian Keperawatan

Penulis : Imam Maula Fikri, S.Kep


Editor : Salsabila

Diterbitkan Tanpa Penerbit


Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang (Itupun Jika Undang-Undangnya Berlaku)
Tidak Diperjual Belikan
TAPI BOLEH DISEBARLUASKAN SELUAS-LUASNYA SELAMA
DIANGGAP BERMANFAAT
Dipropagandakan melalui : catatanmaulafikri.com
Cetakan pertama : 2019

Panduan Belajar UNBK SMK Teori Kejuruan Bidang Keahlian Keperawatan | 2


Kata Pengantar
Tiga tahun terakhir saya memilih menjalani hari-hari sebagai guru SMK
Kesehatan Bidang Keahlian Keperawatan. Dalam masa itu, saya dipercaya untuk
mengampu pengayaan untuk persiapan UNBK siswa/i kelas XII. Ada satu
tantangan yang harus saya hadapi dalam mempersiapkan siswa/i kelas XII, yakni
terdapat 8 mata pelajaran produktif (jika mengacu pada Kurikulum 2013 edisi
rivis 2017) yang diujikan dalam satu jadwal ujian, UNBK Produktif, yang
berjumlah 40 butir soal.

Itu artinya ada tidak kurang dari 100 kompetensi dasar yang dipelajari
selama tiga tahun, yang harus ditebak mana yang akan masuk ke dalam 40 soal
ujian. Namun seiring berjalannya waktu, saya mendapatkan kemudahan dengan
adanya kisi-kisi yang beredar di kalangan tenaga pendidik. Atas dasar kisi-kisi
itulah, buku “Panduan Belajar UNBK SMK Teori Kejuruan Bidang Keahlian
Keperawatan” ini disusun. Selain berisi kumpulan ringkasan teori dari kisi-kisi
yang beredar dua tahun terakhir, buku ini juga dilengkapi teori pengayaan yang
didasarkan pada soal-soal simulasi, Try Out, dan UN tahun 2016. Juga
dilaengkapi latihan soal dan pembahasannya, dari sumber yang sama.

Meskipun begitu, diharapkan para siswa terbiasa untuk menjawab soal


tanpa melihat pembahasan soal terlebih dahulu. Akhir kata, saya ucapkan terima
kasih untuk keluarga serta semua orang yang terlibat dalam penyusunan buku
panduan pembelajaran ini.

Penulis

Panduan Belajar UNBK SMK Teori Kejuruan Bidang Keahlian Keperawatan | 3


Daftar Isi
Kata Pengantar ________________________ 3
Daftar Isi ________________________ 4
Bagian I ________________________ 6
Anatomi Fisiologi
• Anatomi, Fisiologi, Patologi Dasar ________________________ 7
• Kebutuhan Dasar Manusia ________________________ 12
• Sistem Gastrointestinal ________________________ 14
• Sistem Respiratori ________________________ 18
• Sistem Reproduksi ________________________ 25
Bagian II ________________________ 37
Keterampilan Keperawatan
• Pengenalan Obat ________________________ 38
• Nutrisi dan Zat Gizi ________________________ 46
• Pemeriksaan Penunjang ________________________ 54
• Komunikasi Terapeutik ________________________ 63
Bagian III ________________________ 71
Konsep Dasar Keperawatan
• Konsep Sehat-Sakit ________________________ 72
• Konsep Adaptasi Stress ________________________ 74
• Konsep Keperawatan Komunitas ________________________ 79
• Pelayanan Keperawatan ________________________ 84
• K3LH ________________________ 87
• Tumbuh Kembang Manusia ________________________ 92
Bagian IV ________________________ 96
Keterampilan Dasar Tindakan
Keperawatan
• Pemeriksaan Tanda-Tanda Vital ________________________ 97
• Mobilisasi Pasien ________________________ 104
• Dokumentasi Keperawatan ________________________ 109
Materi Pengayaan ________________________ 116
• Kehilangan dan Berduka ________________________ 117
• Kehamilan dan Persalinan ________________________ 126

Panduan Belajar UNBK SMK Teori Kejuruan Bidang Keahlian Keperawatan | 4


• Tumbuh Kembang Remaja ________________________ 129
• Kode Etik dan Prinsip Etik ________________________ 131
Keperawatan
Latihan Soal ________________________ 135
• Latihan Soal I ________________________ 136
• Latihan Soal II ________________________ 146
• Latihan Soal III ________________________ 155
• Pembahasan Latihan Soal I ________________________ 164
• Pembahasan Latihan Soal II ________________________ 171
• Pembahasan Latihan Soal III ________________________ 177

Panduan Belajar UNBK SMK Teori Kejuruan Bidang Keahlian Keperawatan | 5


BAGIAN I

ANATOMI FISIOLOGI

ANATOMI, FISIOLOGI, PATOLOGI DASAR

Panduan Belajar UNBK SMK Teori Kejuruan Bidang Keahlian Keperawatan | 6


A. Anatomi
Tubuh manusia tersusun dari banyak komponen. dari tingkat
sistem hingga tingkat seluler. Sel merupakan unit terkecil dari tubuh
manusia. Susunan sel terdiri dari membran sel, plasma, dan inti sel.
Membran sel merupakan kulit bagi sel yang sekaligus menjadi pelindung
bagi sel. Selain itu, membran sel juga menjadi alat transportasi bagi sel.
Karena melalui membran inilah terjadi masuk dan keluarnya zat-zat yang
dibutuhkan oleh sel.
Tidak semua zat dapat masuk dan keluar sel manusia. Membran
yang berfungsi melakukan transport zat memiliki kemampuan
permeabilitas. Satu kemampuan yang dimiliki oleh membran sel dalam
menyaring partikel-partikel yang akan melalui membran sel. Bagian
selanjutnya dari sel adalah sitoplasma dan organel sel. Sitoplasma
merupakan bagian cair dalam sel yang tersusun dari 90 persen air. Cairan
ini berfungsi dalam melarutkan zat-zat kimia dan menjadi tempat
terjadinya reaksi kimia.
Adapun organel sel merupakan benda-benda solid yang ada di
dalam sitoplasma. Organel sel ini juga berperan dalam menjalankan
kehidupan seluler. Beberapa organel sel antara lain
• Retikulum endoplasma (RE).
• Ribosom
• Mitokondria
• Lisosom
• Badan Golgi
• Sentrosom
• Plastisida
• Vakuola
• Mikrotubulus
• Mikrofilamen
• Peroksisom

Panduan Belajar UNBK SMK Teori Kejuruan Bidang Keahlian Keperawatan | 7


Bagian paling dalam dari sel adalah inti sel atau nukleus. Nukleus
berukuran lebih besar dari organel sel. Nukleus bekerja sebagai pusat
pengatur dan pengendali aktivitas sel. Karena di dalamnya terdapat
benang-benang kromosom. Diantara benang-benang kromosom itulah
terdapat kode genetik yang kemudian disebut DNA. DNA bekerja dengan
mensintesa protein-protein yang dibutuhkan dalam metabolisme tubuh
manusia. Tugas nukleus pun tidak hanya metabolisme seluler, namun juga
hingga pembelahan sel.

Uraian di atas merupakan gambaran singkat dari unit terkecil tubuh


manusia. Dari kumpulan sel yang ada, sel-sel tersebut membentuk unit
yang lebih besar disebut jaringan. Satu unit yang terdiri dari kumpulan sel-
sel yang membangun tubuh manusia. Manusia sendiri memiliki empat
jenis jaringan, yaitu :

• Jaringan otot
Merupakan jaringan lunak pada tubuh yang berperan dalam
pergerakan tubuh manusia. Jaringan otot terdiri dari sel-sel
panjang dan berserat yang dapat berkontraksi dan membesar.
Hal ini memudahkan otot ketika melakukan pergerakan.
• Jaringan epitel
Jaringan ini tersusun dari sel epitel, sel-sel yang berbentuk rata
atau gepeng, kubus atau kolom. Sel-sel tersebut saling
menempel dengan erat sehingga membuat lembaran tunggal
atau berlapis. Sel-sel ini banyak ditemukan pada organ dalam
dan organ berongga. Peran dari sel epitel adalah sekresi,
penyerapan selektif, transport seluler, dan perasa.
• Jaringan ikat
Jaringan ini berfungsi untuk memberikan dukungan (support)
untuk organ di sekitarnya sehingga tetap bertautan. Beberapa
jaringan ikat adalah adiposa (lemak), serat kolagen yang
menyusun tendon dan ligamen, serta kartilago dan tulang.

Panduan Belajar UNBK SMK Teori Kejuruan Bidang Keahlian Keperawatan | 8


• Jaringan saraf
Jaringan ini terdiri dari sel-sel yang unik. Saling berhubungan
satu sama lain sehingga menyususn sistem saraf. Kerja dari
jaringan saraf seperti sirkuit listrik yang berperan
menghantarkan impuls (kelistrikan) sebagai bagian dari proses
aktifitas kita seperti meraba, menghirup, mengecap.

Kemudian jaringan-jaringan tersebut akan membentuk organ dan


sistem tubuh. Organ-organ itulah yang menjalankan kehidupan manusia,
seperti otak, mata, lambung, pembuluh darah, jantung, dan lain
sebagainya. Setiap organ memiliki fungsi masing-masing, meskipun jika
dilihat secara sistemik fungsi-fungsi tersebut saling berhubungan. Untuk
itu, dalam tubuh manusia terdapat banyak sistem. Namun yang dibahas
dalam buku (Pada BAB selanjutnya) ini hanya beberapa sistem saja, dan
dibahas secara singkat.

B. Fisiologi

Fisiologi adalah ilmu yang mempelajari tentang fungsi normal


tubuh, terdiri dari kata physis dan logos. Dalam istilah lain fisiologi juga
disebut dengan ilmu faal. Seperti yang disebutkan sebelumnya, tubuh
manusia memiliki fungsi sesuai dengan sistemnya. Sistem jantung dan
pembuluh darah berfungsi menyebarkan darah yang mengangkut unsur-
unsur penting bagi hidup manusia. Begitu juga dengan sistem
pencernaaan, yang menjadi gerbang masuknya nutrisi ke dalam tubuh.

Segala fungsi normal tubuh tersebut pada akhirnya akan membuat


tubuh berada dalam kondisi yang ideal, atau yang biasa disebut
homeostatis. Satu kondisi pemeliharaan keadaan lingkungan internal yang
stabil dinamik. Dinamik berarti perubahan terjadi terus menerus, namun
dari perubahan tersebut tidak menyimpang dari nilai konstan atau tetap.
Homesotatis ini bekerja hingga tingkat selular, karena sel pun berperan
dalam mempertahankan kondisi tersebut.

Panduan Belajar UNBK SMK Teori Kejuruan Bidang Keahlian Keperawatan | 9


Sebagai contoh, kehilangan cairan intraselular dapat memicu
terjadinya dehidrasi. Kehilangan cairan tersebut bisa dipicu karena
pengeluaran panas berlebih atau ada ketidak seimbangan cairan. Juga
dapat dipicu dengan kondisi eksternal yang dapat membuat sel melakukan
transportasi cairan. Begitu pun dengan sistem-sitem lainnya. Pada kondisi
tidak normal tersebut akhirnya bisa memicu apa yang dinamakan kondisi
patologis.

C. Patologi

Patologi merupakan cabang ilmu dalam rumpun ilmu kedokteran


yang berkaitan dengan kelainan pada tubuh manusia. Maka patologi
adalah kajian dan diagnosis penyakit melalui pemeriksaan organ, jaringan,
cairan tubuh, dan seluruh tubuh (autopsi). Patologi medis sendiri dibagi
menjadi dua kelompok ilmu, patologi anatomi dan patologi klinik.
Patologi anatomi merupakan spesialisasi medis yang berurusan dengan
diagnosis penyakit berdasarkan pada pemeriksaan kasar, mikroskopik, dan
molekuler atas organ, jaringan dan sel.

Sementara patologi klinis merupakan ilmu kedokteran yang


mempelajari tentang diagnosis dan terapi. Adanya kelainan baik secara
anatomi juga fisiologi manusia, diakibatkan adanya satu agen patogen,
seperti virus atau bakteri. Agen patogen tersebut memunculkan
patogenesis. Yaitu proses dimana mekanisme infeksi dan mekanisme
perkembangan satu penyakit. Dari proses itulah muncul istilah riwayat
alamiah penyakit yang terdiri dari beberapa tahapan.

• Prepatogenesis. Merupakan tahap di mana terjadinya interaksi


antara penjamu dengan bibit penyakit. Namun belum muncul
tanda-tanda penyakit dan daya tahan tubuh penjamu masih
kuat dan dapat menolak penyakit.
• Tahap inkubasi. Merupakan tenggang waktu antara
masuknya bibit penyakit ke dalam tubuh yang peka terhadap
penyakit hingga munculnya gejala penyakit. Masa inkubasi

Panduan Belajar UNBK SMK Teori Kejuruan Bidang Keahlian Keperawatan | 10


masing-masing penyakit berbeda tergantung pada virulensi
agen yang menginvasi inangnya.
• Tahap patogenesis. Tahap ini dimulai ketika gejala-gejala
penyakit sudah timbul. Mulai dari gejala ringan hingga berat,
tergantng keparahan dan penanganan dari kondisi tersebut.
Masa ini biasanya mengganggu aktifitas sehari-hari manusia
• Pasca pathogenesis. Merupakan tahap akhir dari riwayat
perjalan penyakit. Pada tahap ini pasien dapat sembuh
sempurna, sembuh dengan cacat atau menjadi pembawa
penyakit (karier).

Panduan Belajar UNBK SMK Teori Kejuruan Bidang Keahlian Keperawatan | 11


KEBUTUHAN DASAR MANUSIA

Manusia sebagai makhluk hidup memiliki berbagai kebutuhan


untuk menjalani hidupnya. Hal-hal tersebut kemudian disebut juga dengan
kebutuhan dasar manusia. Adapun teori yang paling sering dan paling
banyak digunkan untuk menjabarkan kebutuhan dasar manusia ini adalah
Hierarchy of Needs milik Abraham Maslow. Lima kebutuhan yang harus
dipenuhi manusia sebagai makhluk bio-psiko-sosio-spiritual antara lain.

1. Kebutuhan Fisiologis (Physiological)


Kebutuhan ini merupakan kebutuhan paling dasar harus dipenuhi
manusia. Kebutuhan ini berhubungan dengan fisik dan fungsi tubuh
dari manusia sebagai makhluk hidup. Beberapa kebutuhan fisiologis
adalah makan, minum, bernapas, beristirahat, kebutuhan seksual, dan
lain sebagainya. Kebutuhan paling dasar ini harus bisa dipenuhi
manusia agar bisa memenuhi kebutuhan tingkat selanjutnya.
2. Kebutuhan rasa aman dan perlindungan (Safety and Security
needs)
Rasa aman dan perlindungan merupakan kebutuhan tingkat selanjutnya
dari kebutuhan dasar manusia menurut Maslow. Sebagai makhluk
hidup, manusia perlu merasakan aman dan terlindungi. Untuk itu
manusia akan mencari proteksi dari berbagai macam ancaman yang
berpotensi mengganggunya.

Panduan Belajar UNBK SMK Teori Kejuruan Bidang Keahlian Keperawatan | 12


3. Kebutuhan kasih sayang dan rasa memiliki (love dan belonging
needs)
Rasa kasih sayang dan ingin memiliki atau dimiliki adalah kebutuhan
selanjutnya dari kebutuhan dasar manusia. Tentunya setelah dua
kebutuhan sebelumnya terpenuhi, khususnya kebutuhan perlindungan
diri. Untuk itu manusia akan lebih cenderung mencari teman atau
bahkan pasangan. Seperti teori Aristoteles bahwa manusia adalah zoon
politicon, makhluk yang berkelompo atau bersosial.
4. Kebutuhan akan harga diri (Self Esteem Needs)
Setelah rasa memiliki dapat dirasakan manusia, maka tingkat
selanjutnya dari kebutuhan dasar manusia adalah rasa dihargai.
Maslow sendiri membagi rasa dihargai ini menjadi dua bagian lower
one dan higher one. Lower one berkaitan dengan kebutuhan seperti
status, atensi, dan reputasi. Sementara higher one berkaitan dengan
kepercayaan diri, kompetensi, prestasi, kemandirian dan kebebasan.
5. Kebutuhan aktualisasi diri (Self Actualization)
Aktualisasi diri merupakan kebutuhan tertinggi dalam hirarki
kebutuhan Maslow. Aktualisasi diri terjadi ketika seseorang mampu
memanfaatkan faktor potensialnya secara sempurna. Kebutuhan ini
tentunya hanya bisa dicapai jika kebutuhan primer yang ada pada
tingkat sebelumnya sudah terpenuhi secara sempurna.

Panduan Belajar UNBK SMK Teori Kejuruan Bidang Keahlian Keperawatan | 13


SISTEM GASTROINTESTINAL
A. Anatomi Fisiologi
Sistem gastrointestinal dalam bahasa indonesia adalah sistem
pencernaan. Sistem ini merupakan sistem terpanjang dalam sistem tubuh
manusia. Diawali dengan rongga mulut yang di dalamnya terdapat kelenjar
saliva juga gigi geligi. Kelenjar saliva menghasilkan air liur yang juga
memiliki enzim ptialin. Enzim ini merupakan bagian dari enzim amilase,
yang dihasilkan oleh kelenjar saliva. Kelenjar yang berada di bawah lidah,
rahang bawah serta belakang telinga.
Kerja enzim ptialin ini merubah karbohidrat atau bongkahan pati
lain menjadi bagian-bagian lebih kecil dalam bentuk glukosa sederhana.
Dalam rongga mulut, makanan dicerna secara mekanis juga kimiawi. Gigi
berfungsi merobek dan memotong makanan yang kita makan menjadi
bentuk kecil lalu dipecah oleh enzim. Makanan tersebut dilumasi
kemudian menjadi bolus untuk didorong menuju saluran selanjutnya.
Ketika gerakan menelan dilakukan, epiglotis menutup saluran
udara, sehingga tidak terjadi tersedak. Lalu bolus didorong menuju
esopagus, satu saluran penghubung antara mulut dan lambung. Sebuah
organ berongga yang tersusun dari jaringan otot halus yang mampu
berkontraksi dan menghasilkan gerak peristaltik. Pada ujung esopagus,
terdapat cincin otot yang bisa mencegah makanan refluks, dinamakan
esophageal spinchter.
Ketika bolus melewati spincter ini, maka spinchter akan membuka
dan bolus masuk ke dalam lambung. Lambung merupakan organ
pencernaan selajutnya, berupa organ yang tersusun dari jaringan otot halus
dan berbentuk seperti huruf J. Lambung terletak diantara esopagus dan
usus halus bagian atas. Di dalam usus, bolus dipecah secara kimia dan
mekanis. Bolus dipecah oleh asam lambung dan beberapa enzim seperti
pepsin. Bolus juga dicerna melalui gerakan persitaltik lambung.
Setelah tercerna bolus berubah menjadi lebih halus bernama chyme
atau kimus. Tidak hanya mencerna, lambung juga berfungsi menyimpan
makanan yang kita telan sebelum akhirnya dilanjutkan ke organ usus.

Panduan Belajar UNBK SMK Teori Kejuruan Bidang Keahlian Keperawatan | 14


Setelah menjadi kimus, lambung mendorong makanan melewati pyrolic
spinchter, cincin otot yang menghubungkan bagian bawah lambung
dengan usus. Dalam prosesnya, ada waktu antara 4 hingga 6 jam sebelum
makanan masuk ke usus halus dan lambung dikosongkan.
Setelah melewati lambung, makanan masuk ke dalam usus halus.
Usus halus merupakan organ dari jaringan otot halus yang memiliki
panjang 10 meter dengan tiga bagian. Bagian-bagian tersebut adalah usus
12 jari atau duodenum, kemudian jejunum di bagian tengah, dan terakhir
illeum di bagian akhir. Di dalam usus halus, makanan dicerna kembali.
pati dan gula di pecah oleh enzim kemudian dikirimkan menuju pankreas
dan hati. Di dalam pankreas karbohidrat, lemak, dan protein dipecah oleh
enzim khusus. Hati sendiri menghasilkan empedu yang disimpan di
kantung empedu. Empedu ini membuat molekul lemak mudah larut dan
diserap oleh tubuh.
Selain penceranaan yang terjadi di hati dan pankreas, di dalam usus
halus pun terjadi penyerapan nutrisi yang dilakukan oleh microvilli.
Setelah proses penyerapan dilakukan usus halus, makanan masuk ke dalam
usus besar. Satu organ berongga yang berbentuk huruf U terbalik yang
tersusun dari jaringan otot polos. Organ ini berawal dari sisi kanan tubuh
sebelah bawah dan berakhir di sisi kiri tubuh sebelah bawah. Terdiri dari
tiga bagian, sekum (caecum), kolon dan rektum. Total panjang tiga bagian
itu adalah 5 hingga enam meter.
Setelah melewati proses pencernaan di usus halus, makanan masuk
ke dalam sekum, rongga pertama usus besar. Rongga ini mempermudah
makanan untuk dilanjutkan ke usus besar atau colon yang terdiri dari colon
ascending, transversum dan descending. Di dalam colon, cairan dan garam
diserap dari limbah makanan yang akan dibuang. Setelah melewati colon,
maka limbah makanan akan disimpan di dalam rektum sebelum dibuang
melalui anus.
Ketika rektum penuh oleh feses maka rektum akan mengirimkan
impuls berupa sensasi ingin buang air besar. Ketika sensasi itu muncul,
maka manusia diperintahkan otak untuk membuangnya melalui anus. Lalu,

Panduan Belajar UNBK SMK Teori Kejuruan Bidang Keahlian Keperawatan | 15


sfingter ani interna, satu cincin otot involunteer yang berfungsi membuka
organ anus bagian atas ketika feses akan dibuang. Setelah itu, sfingter
eksterna ani akan terbuka, jika feses sudah siap untuk dibuang. Kedua
cincin otot itu bekerja di bawah pengaruh sadar, atau dalam istilah lain
sesuai perintah otak.
B. Patologi Sistem Cerna

Dari uraian tentang anatomi dan fisiologi di atas, maka dapat


disimpulkan di sepanjang sistem itu pula, manusia berpotensi mengalami
masalah. Baik secara anatomis, ataupun secara fisiologis. Baik bawaan
(kongenital) ataupun didapat (accuired). Pada beberapa kondisi hal
tersebut dapat mengganggu, dan di kehidupan sehari-hari kelainan ini
banyak ditemukan di masyarakat. Antara lain:

1. Diare
Diare merupakan gangguan yang sering ditemui di masyarakat.
Kondisi ini dapat terjadi karena masuknya makanan yang
terkontaminasi bakteri. Infeksi bakteri dapat menyebabkan reaksi
inflamasi dan imunologis. Kemudian memunculkan gejala nyeri
perut hebat, frekuensi BAB menjadi lebih sering, pada beberapa
keterangan, BAB 3 kali dalam sehari atau lebih dimasukan dalam
kategori diare. Biasanya juga disertai mual, mutah dan mungkin
juga ada peningkatan suhu tubuh.
Diare menjadi kondisi yang membahayakan jika tidak ditangani
dengan serius. Sebab diare akan memicu kondisi dehidrasi dari
ringan hingga berat akibat kehilangan cairan yang terus menerus.
Pada kondisi yang lebih parah, diare dapat menyebabkan
kehilangan berat badan yang drastis hingga terdapatnya darah
dalam feses.
2. Hemoroid
Hemoroid dalam istilah awam disebut ambeien atau wasir. Ini
merupakan kondisi peradangan pada pembuluh darah yang terdapat
di lubang anus. Peradangan ini membuat seseorang enggan buang

Panduan Belajar UNBK SMK Teori Kejuruan Bidang Keahlian Keperawatan | 16


air besar karena adanya nyeri yang ditimbulkan. Namun jika tidak
melakukan buang air besar, justru resiko keparahan akan semakin
meningkat.
Kondisi ini dapat diakibatkan karena mengedan yang dipaksakan,
sembelit yang parah juga diare.
3. Gastritis
Gastritis merupakan kondisi peradangan yang terjadi pada dinding
lambung. Peradangan ini dapat diakibatkan oleh kelebihan cairan
asam lambung, infeksi, stress psikologis, ataupun penggunaan
obat-obatan anti peradangan. Gastritis memicu adanya mual,
muntah, perut kembung, nyeri perut, nafsu makan, atau bahkan
heartburn yaitu rasa panas seperti terbakar di bagian dada.
4. Radang Usus Buntu
Kondisi ini sering ditemui di masyarakat. Dalam istilah medis hal
ini disebut dengan apendisitis atau adanya peradangan pada
apendix. Peradangan tersebut bisa diakibatkan karena adanya
sumbatan pada apendix oleh tinja, benda asing, adanya infeksi atau
keganasan. Peradangan itu lalu memicu timbulnya gejala nyeri di
perut kuartal III terutama di dekat pusar atau bahkan mungkin
menyebar. Lalu muncul mual, muntah, disertai kesulitan buang
gas. Juga mungkin menyebabkan kram perut hingga kehilangan
nafsu makan.
5. Batu Empedu
Batu empedu meruapakan endapan keras sisa metabolisme yang
terdapat di kandung empedu. Endapan ini dapat terbentuk dari
banyaknya kolesterol atau zat sisa empedu, ataupun empedu yang
tidak kosong dengan baik. Endapan ini dapat menyumbat saluran
empedu dan dapat memunculkan gejala nyeri di perut bagian kanan
atas.

Panduan Belajar UNBK SMK Teori Kejuruan Bidang Keahlian Keperawatan | 17


SISTEM RESPIRATORI

A. Anatomi Fisiologi Sistem Pernafasan


Pernafasan (respirasi) adalah aktivitas menghirup udara dari luar
yang mengandung oksigen ke dalam tubuh serta menghembuskan udara
yang banyak mengandung karbondioksida, sebagai sisa dari oksidasi,
keluar dari tubuh. Penghisapan udara ini disebut inspirasi dan
menghembuskanya disebut ekspirasi. Inspirasi diawali dengan masuknya
udara ke dalam hidung (nasal) yang merupakan saluran udara pertama,
mempunyai dua lubang (cavum nasal), dipisahkan oleh sekat hidung
(septum nasi). Di dalamnya terdapat bulu-bulu atau yang dikenal dengan
istilah silia yang berguna untuk menyaring udara, debu dan kotoran-
kotoran yang masuk ke dalam lubang hidung, menghangatkan udara serta
menjaga kelembababannya.
Hidung juga terbentuk dari otot dan tulang rawan, lalu di lapisan
dalam terdapat selaput lendir yang dinamakan konka nasalis. Terdiri dari
tiga bagian, Konka Nasalis Inferior (bagian bawah), Konka Nasalis Media
(bagian tengah), dan Konka Nasalis Superior (bagian atas). Setelah
melewati rongga hidung, maka udara akan masuk ke dalam faring. Satu
rongga persimpangan antara jalan pernapasan dan jalan makanan. Terdapat
di bawah dasar tengkorak, di belakang rongga hidung dan mulut sebelah
depan ruas tulang leher. Rongga faring dibagi dalam 3 bagian, nasofaring,
orofaring, dan laringofaring.
Setelah melewati orofaring atau nasofaring, udara akan melewati
laringofaring untuk kemudian masuk ke dalam laring. Laring adalah
saluran udara yang bertindak sebagai pembentuk suara yang terletak di
depan bagian faring sampai ketinggian vertebra servikalis dan masuk ke
dalam trakea dibawahnya. Pangkal tenggorokan itu dapat ditutup oleh
sebuah katup yang disebut epiglotis, yang terdiri dari tulang-tulang rawan
yang berfungsi menahan makanan masuk ke dalam laring ketika kita
menelan makanan dengan menutupi laring.
Setelah melawati laring, maka udara akan masuk ke dalam trakea.
Satu organ yang terbentuk dari tulang rawan berbentuk seperti cincin yang

Panduan Belajar UNBK SMK Teori Kejuruan Bidang Keahlian Keperawatan | 18


tersususn sebanyak 16-20 cincin. Bagian dalam diliputi oleh selaput lendir
yang berbulu getar yang disebut silia, hanya bergerak ke arah luar.
Panjang trakea berkisar 9-11 cm dan pada bagian belakang terdiri dari
jaringan ikat yang dilapisi oleh otot polos. Sel-sel bersilia gunanya untuk
mengeluarkan benda-benda asing yang masuk bersama-sama dengan udara
pernafasan. Selanjutnya, trakea akan terbelah menjadi dua bagian. Yang
mana bagian-bagian tersebut kemudian dinamakan dengan bronkus.
Adapun organ pemisah trakea menjadi bronkus kiri dan kanan disebut
karina.
Bronkus kemudian bercabang kembali menjadi bronkiolus, yaitu
organ percabangan dari bronkus. Udara mengalir melalui rongga ini
hingga masuk ke dalam cabangnya yang lain, bronkiolus terminalis. Pada
bagian ini, bronkiolus kembali terpecah menjadi beberapa percabangan
sebelum masuk rongga terakhir. Jika udara sudah melewati bronkiolus
terminalis, maka udara masuk ke dalam rongga yang dinamakan
bronkiolus respiratori. Satu rongga terakhir dari bronkiolus yang langsung
menempel pada bagian alveolus, yang diawali dengan adanya ductus
alveolus.
Pada bagian akhir pernafasan manusia, udara masuk ke dalam
alveolus. Organ yang berfungsi melakukan difusi antara oksigen dengan
karbon dioksida di dalam tubuh. Di dalam tubuh manusia sendiri, terdapat
sekitar 300 juta alveolus yang luasnya setara 70 meter persegi kertas.
Organ ini terdapat di dalam paru-paru. Alveolus dilapisi oleh sel-sel epitel
sebagai dindingnya. Lalu di bagian tengah terdapat sel-sel yang aktif
melakukan metabolisme dan mensekresikan surfaktan. Satu protein yang
melapisi permukaan dalam dan mencegah alveolar kollaps. Dan terakhir,
di dalamnya terdapat makrofag yang bekerja melakukan fagositosis
sebagai mekanisme pertahanan.
Alveolar sendiri terdapat di dalam satu organ yang dinamakan
paru-paru. Paru-paru merupakan organ elastis yang berbentuk kerucut dan
terletak di dalam rongga dada yang dilindungi oleh thoraks. Kedua paru
dipisahkan oleh mediastinum sentral yang diisi oleh jantung dan beberapa

Panduan Belajar UNBK SMK Teori Kejuruan Bidang Keahlian Keperawatan | 19


pembuluh darah besar. Secara anatomis, paru-paru memiliki apeks, bagian
ujung atas paru-paru, dan basis yang merupakan penampang paru-paru
bagian bawah dengan luas lebih lebar. Paru-paru kanan memiliki 3 lobus
dan paru-kiri memiliki 2 lobus. Di bagian luar, paru-paru dilindungi oleh
satu selaput tipis yang dinamakan pleura. Pleura tersusun dari kolagen
dan jaringan elastis lainnya.
Pleura memiliki dua bagian. Selaput bagian dalam yang
melindungi lapang paru dinamakan pleura viseralis (pleura visceral),
sementara selaput yang melindungi paru-paru dari luar disebut pleura
parietal. Diantara pleura visceral dan pleura parietal terdapat satu rongga
yang berisis cairan pleura. Cairan parietal ini berfungsi saat paru-paru
mengembang ketika melakukan pernapasan. Sehingga kompliansi paru
berjalan dengan sempurna.
Selama melakukan ekspirasi dan inspirasi, paru-paru dibantu oleh
beberapa organ tamabahan. Satu diantaranya adalah otot pernafasan.
Selama melakukan inspirasi dan ekspsirasi, paru-paru terbantu dengan
adanya otot diafragma. Satu otot yang berada di bawah rongga dada yang
membentuk kubah otot. Otot ini juga menjadi pemisah antara rongga perut
dan rongga dada. Selanjutnya terdapat otot intercostalis yang juga
membantu proses bernafas. Otot ini adalah otot-otot yang terdapat diantara
tulang dada manusia. Terakhir adalah otot abdominal atau otot perut yang
dapat membantu diafragma ketika berkontraksi mengambil oksigen dari
luar dan berelaksasi ketika mengeluarkan karbon dioksida.
Setelah terjadi pertukaran gas di alveoli, maka oksigen akan masuk
ke dalam sirkulasi darah. Jika di dalam pertukaran gas di alveoli antara
oksigen dan karbon dioksida disebut peredaran darah pulmonar. Maka
peredaran darah dari paru menuju ke seluruh tubuh dinamakan peredaran
darah sistemik atau peredaran darah besar. Melalui peredaran darah
sistemik itulah oksigen didistribusikan.
B. Patologi Sistem Pernafasan
Jika dilihat secara anatomis, maka kelainan pada pernafasan tidak
hanya terjadi dalam salurannya saja. Tetapi bisa juga terjadi pada bagian

Panduan Belajar UNBK SMK Teori Kejuruan Bidang Keahlian Keperawatan | 20


otot penunjang. atau tulang dada yang melindungi paru. Kerusakan pada
daerah tersebut tentunya dapat mempengaruhi kerja paru dalam
menangkap oksigen dari luar. Selain itu, kelainan pada bagian pleura atau
cairannya pun bisa mengganggu kompliansi paru ketika melakukan proses
pernafasan.
Namun secara umum, ada beberapa kondisi yang sering dialami
oleh masyarakat umum yang berkaitan dengan sistem respirasi. Antara lain
adalah :
1. Flu (influenza)
Influenza adalah kondisi yang umum terjadi pada
masyarakat umum. Penyebab utamanya adalah menurunnya
daya tahan tubuh manusia itu sendiri. Secara eksternal,
influenza disebabkan oleh virus yang menular melalui droplet.
Penularan bisa melalui kontak langsung ke cairan atau melalui
cairan yang keluar dari penderita saat batuk atau bersin. Ketika
seseorang terjangkiti penyakit ini, maka rongga hidung akan
mensekresikan sejumlah cairan sebagai bentuk pertahanan
tubuh akibat rekasi inflamasi. Cairan ini kemudian disebut
sekret dan bisa mengganggu bersihan jalan nafas. Kenyamanan
seseorang ketika bernafas dapat terganggu ketika kondisi ini
dialami.
2. Faringitis
Selanjutnya adalah infeksi pada faring atau biasanya
disebut faringitis. Selain karena infeksi mikroorganisme,
kondisi ini juga dapat dipicu karena adanya alergi atau iritasi
pada tenggorokan. Jika faringitis disebabkan adanya infeksi
biasanya terjadi bersamaan dengan influenza. Virus yang
menyebabakan tubuh influenza dapat menyebar dan
menginvasi faring sehingga terjadi inflamasi. Ketika terjadi
inflamasi, faring pun akan mengeluarkan sekresi yang
berlebihan yang kemudian menjadi reak atau dahak. Faringitis
juga dapat menyebabkan nyeri saat menelan serta peningkatan

Panduan Belajar UNBK SMK Teori Kejuruan Bidang Keahlian Keperawatan | 21


suhu tubuh. Juga ditemukan kemerahan pada tenggorokan
ketika dilakukan pemeriksaan fisik, dan dapat menyebabkan
pembengkakan kelenjar getah bening.
3. Laringitis
Laringitis merupakan peradangan yang terjadi pada kotak
pita suara yang ada di dalam tenggorokan atau laring.
Penyebabnya macam-macam mulai dari infeksi, alergi,
kerusakan anatomis, ataupun iritasi zat iritan seperti asap rokok
atau alkohol. Secara umum, laringitis dapat menyebabkan
batuk, demam, suara serak, hingga kehilangan suara.
4. Asma
Asma adalah kondisi selanjutnya yang biasanya terjadi di
kalangan masyarakat umum. Asma terjadi karena adanya
penyempitan jalan nafas hingga menimbulkan suara wheezing
atau mengi. Sesak napas menjadi tanda umum dari penyakit ini.
Sesak dari ringan hingga berat yang ditandai dengan
bergeraknya otot napas tambahan dan disertai atau tanpa
disertai pernapasan mulut dan napas cuping hidung. Asma
biasanya diturunkan, dan pemicunya secara umum adalah
reaksi autoimun yang memunculkan reaksi inflamasi. Tapi
beberapa kondisi juga dapat memicunya seperti infeksi saluran
pernafasan, atau paparan zat iritan.
5. Bronkitis
Sesuai dengan namanya, gangguan saluran nafas ini terjadi
karena adanya inflamasi di bronkus. Bronkitis dibagi menjadi
bronkitis akut dan bronkitis kronis. Bronkitis akut biasanya
dialami oleh anak usia di bawah 5 tahun. Sementara brontikis
kronis biasanya dialami oleh mereka yang berusia di atas 40
tahun. Bronkitis kronis sendiri termasuk ke dalam penyakit
paru ostruktif kronis (PPOK). Seringnya penyakit ini
disebabkan oleh infeksi virus influenza. Tapi pada kondisi
kronis, dapat dipicu karena adanya gaya hidup yang tidak sehat

Panduan Belajar UNBK SMK Teori Kejuruan Bidang Keahlian Keperawatan | 22


seperti merokok atau terpapar zat iritan dalam jangka waktu
yang panjang. Bronkitis biasanya akan menimbulkan gejala
batuk baik berdahak ataupun tidak. Jika berdahak, maka warna
dahak dapat berwarna putih bening hingga kehijauan. Selain itu
dapat muncul juga demam, sakit tenggorkan, sesak napas, sakit
kepala, hidung tersumbat, dan lemas. Pada kondisi kronis dapat
menimbulkan batuk darah, penurunan berat badan hingga
penurunan kesadaran.
6. Emfisema
Emfisema adalah kondisi rusaknya kantong udara di paru-
paru (alveolus). Pada kondisi yang sangat parah, alveolus akan
pecah lalu membentuk kantong udara yang besar di dalam paru.
Akibatnya luas lapang paru menyempit sehingga suplai oksigen
yang disalurkan melalui darah berkurang. Kondisi ini memicu
timbulnya sesak napas atau napas menjadi pendek, cepat lelah,
dan muncul sianosis pada ujung kuku atau bibir. Selain itu juga
akan muncul batuk, berat badan menurun, jantung yang
berdebar hingga kondisi depresi. Gejala ini kerap baru terlihat
di kisaran usia 40 hingga 60 tahun. Namun potensi itu bisa
muncul sejak dini karena paparan agen penyakit yang
berlangsung lama. Penyebab emfisema adalah zat iritan yang
terhirup ke dalam sistem nafas seperti asap rokok, polusi udara,
atau iritan kimia lain.
7. Pneumonia
Di masyarakat umum, pneumonia juga biasa disebut
dengan paru-paru basah. Pneumonia adalah infeksi yang
menyebabkan peradangan pada kantong-kantong udara di salah
satu atau kedua paru. Kantong paru atau alveoli tersebut akan
mengeluarkan cairan akibat proses inflamasi tersebut, bahkan
dapat berupa nanah. Alveoli yang dipenuhi cairan akan
menyebabkan sesak napas, batuk berdahak, demam, dan
menggigil. Pneumonia biasanya diakibatkan oleh infeksi

Panduan Belajar UNBK SMK Teori Kejuruan Bidang Keahlian Keperawatan | 23


mikroorganisme baik bakteri, virus ataupun jamur. Gejala lain
yang mungkin muncul pada penderita pneumonia adalah nyeri
dada ketika batuk, mual atau muntah, diare, selara makan
menurun, lemas, dan detak jantung menjadi lebih cepat.

Panduan Belajar UNBK SMK Teori Kejuruan Bidang Keahlian Keperawatan | 24


SISTEM REPRODUKSI

A. Sistem Reproduksi Wanita

Figure 1 sistem reproduksi wanita. sumber:googleimage

Secara garis besar, sistem reproduksi wanita dibagi menjadi dua bagian.
Sistem reproduksi interna dan sistem reproduksi eksterna. Organ interna
sistem reproduksi wanita pun ada beberapa macam dan fungsinya. Berikut ini
adalah bagian-bagian sistem reproduksi interna wanita.

1. Ovarium
Organ ini juga biasa disebut dengan indung telur. Karena fungsi utama
dari organ ini adalah memproduksi hormon seksual wanita yang antara
lain ovum, estrogen dan progsteron. Secara anatomis, organ ini terdapat di
rongga sebelah kanan dan kiri panggul, yang bersebelahan dengan bagian
atas rahim.
2. Tuba Fallopi
Ovum dan hormon yang dihasilkan oleh ovarium akan dibawa menuju
rahim melalui tuba fallopi. Tuba ini merupakan saluran bercorong yang
masing-masing membentang dari sisi kiri dan sisi kanan dari ujung atas
rahim menuju ovarium. Ovarium dan beberapa hormon yang masuk
melalui tuba fallopi akan dibawa menuju endometrium untuk disimpan di
dalam rahim.
3. Uterus (rahim)
Organ ini merupakan organ berongga tempat dimana embrio akan
bertumbuh menjadi janin. Tersusun dari jaringan otot yang mampu
berkontraksi untuk membantu proses persalinan. Dinding rahim bagian

Panduan Belajar UNBK SMK Teori Kejuruan Bidang Keahlian Keperawatan | 25


dalam kemudian disebut dengan endometrium. Bagian atas rahim yang
kemudian akan teraba ketika pemeriksaan Antenatal disebut fundus.
Sedangkan bagian bawah rahim yang menyambungkannya dengan organ
reproduksi eksterna disebut leher rahim atau serviks.

Dinding uterus terdiri dari tiga lapisan :

• Perimetrium

Meliputi dinding rahim bagian luar. Menutupi bagian luar uterus.


Merupakan penebalan yang diisi jaringan ikat dan pembuluh darah
limfe dan urat syaraf. Perimetrium meliputi tuba dan mencapai
dinding abdomen.

• Lapisan otot (Myometrium)

Susunan otot rahim terdiri dari tiga lapisan yaitu lapisan luar, lapisan
tengah, dan lapisan dalam. Pada lapisan tengah membentuk lapisan
tebal anyaman serabut otot rahim. Lapisan tengah ditembus oleh
pembuluh darah arteri dan vena. Lengkungan serabut otot ini
membentuk angka delapan sehingga saat terjadi kontraksi pembuluh
darah terjepit rapat, dengan demikian pendarahan dapat terhenti.

Makin kearah serviks, otot rahim makin berkurang, dan jaringan


ikatnya bertambah. Bagian rahim yang terletak antara osteum uteri
internum anatomikum, yang merupakan batas dari kavum uteri dan
kanalis servikalis dengan osteum uteri histologikum (dimana terjadi
perubahan selaput lendir kavum uteri menjadi selaput lendir serviks)
disebut isthmus. Isthmus uteri ini akan menjadi segmen bawah rahim
dan meregang saat persalinan.

• Endometrium
Pada endometrium terdapat lubang kecil yang merupakan muara dari
kelenjar endometrium. Variasi tebal, tipisnya, dan fase pengeluaran
lendir endometrium ditentukan oleh perubahan hormonal dalam siklus

Panduan Belajar UNBK SMK Teori Kejuruan Bidang Keahlian Keperawatan | 26


menstruasi. Pada saat konsepsi endometrium mengalami perubahan
menjadi desidua, sehingga memungkinkan terjadi implantasi (nidasi).

Adapun untuk organ reproduksi wanita bagian luar terdiri dari :

1. Vagina
Selama ini terjadi kesalahan persepsi di masyarakat ketika menjelaskan
tentang organ reproduksi eskterna wanita. Organ paling luar yang tampak
dari sistem reproduksi wanita adalah vulva bukan vagina. Vagina sendiri
terdapat di dalam tubuh di belakang kandung kemih dan posisinya lebih
rendah dari rahim. Vagina berfungsi sebagai jalan keluar darah saat
menstruasi dan jalan lahir dari bayi ketika proses persalinan berlangsung.
Melalui vagina pula sperma laki-laki yang akan membuahi masuk ke
dalam rahim.

2. Vulva
Vulva merupakan tampak luar dari vagina yang terdiri dari labia mayora,
labia minora, vestibulum, himen, dan klitoris. Berikut ini penjelasan dari
masing-masing organ tersebut.

Panduan Belajar UNBK SMK Teori Kejuruan Bidang Keahlian Keperawatan | 27


• Labia Mayora

Merupakan kelanjutan dari mons veneris, berbentuk lonjong. Kedua


bibir ini bertemu di bagian bawah dan membentuk perineum. Labia
mayora bagian luar tertutup rambut, yang merupakan kelanjutan dari
rambut pada mons veneris. Labia mayora bagian dalam tanpa rambut,
merupakan selaput yang mengandung kelenjar sebasea. Ukuran labia
mayora pada wanita dewasa adalah panjang 7- 8 cm, lebar 2 – 3 cm,
tebal 1 – 1,5 cm. Pada anak-anak dan nullipara kedua labia mayora
sangat berdekatan.

• Labia Minora

Bibir kecil yang merupakan lipatan bagian dalam bibir besar (labia
mayora), tanpa rambut. Setiap labia minora terdiri dari suatu jaringan
tipis yang lembab dan berwarna kemerahan. Bagian atas labia minora
akan bersatu membentuk preputium dan frenulum clitoridis, sementara
bagian. Di Bibir kecil ini mengelilingi orifisium vagina bawahnya akan
bersatu membentuk fourchett.

• Klitoris

Merupakan bagian penting alat reproduksi luar yang bersifat erektil.


Glans clitoridis mengandung banyak pembuluh darah dan serat saraf
sensoris sehingga sangat sensitif. Analog dengan penis pada laki-laki.
Terdiri dari glans, corpus dan 2 buah crura, dengan panjang rata-rata
tidak melebihi 2 cm.

• Vestibulum (serambi)

Merupakan rongga yang berada di antara bibir kecil (labia minora).


Pada vestibula terdapat 6 buah lubang, yaitu orifisium uretra eksterna,
introitus vagina, 2 buah muara kelenjar Bartholini, dan 2 buah muara
kelenjar paraurethral. Kelenjar bartholini berfungsi untuk
mensekresikan cairan mukoid ketika terjadi rangsangan seksual.

Panduan Belajar UNBK SMK Teori Kejuruan Bidang Keahlian Keperawatan | 28


Kelenjar bartholini juga menghalangi masuknya bakteri Neisseria
gonorhoeae maupun bakteri-bakteri patogen

• Himen (selaput dara)

Terdiri dari jaringan ikat kolagen. Lapisan tipis ini yang menutupi
sabagian besar dari liang senggama, di tengahnya berlubang supaya
kotoran menstruasi dapat mengalir keluar. Bentuk dari himen dari
masing-masing wanita berbeda-beda, ada yang berbentuk seperti bulan
sabit, konsistensi ada yang kaku dan ada lunak, lubangnya ada yang
seujung jari, ada yang dapat dilalui satu jari. Saat melakukan coitus
pertama sekali dapat terjadi robekan, biasanya pada bagian posterior

• Perineum

Terletak di antara vulva dan anus, panjangnya kurang lebih 4 cm.


Dibatasi oleh otot-otot muskulus levator ani dan muskulus coccygeus.
Otot-otot berfungsi untuk menjaga kerja dari sphincter ani.

B. Fisiologi Sistem Reproduksi Wanita

Sistem reproduksi wanita menghasilkan beberapa hormon yang


fungsinya mengatur kesiapan seorang wanita untuk menerima fertilisasi. Selain
itu, juga menjadi pemicu bertumbuhnya tanda seksual sekunder pada wanita.
Berikut ini beberapa hormon yang dihasilkan wanita beserta fungsinya.

• Hormon FSH yang berfungsi untuk merangsang pertumbuhan sel-sel


folikel sekitar sel ovum.
• Hormon Estrogen yang berfungsi merangsang sekresi hormon
Luteinizing Hormon disingkat LH.
• Hormon LH yang berfungsi merangsang terjadinya ovulasi (yaitu
proses pematangan sel ovum).
• Hormon progesteron yang berfungsi untuk menghambat sekresi FSH
dan LH

Panduan Belajar UNBK SMK Teori Kejuruan Bidang Keahlian Keperawatan | 29


Pada masa pubertas terjadi pertumbuhan folikel primordial ovarium
yang mengeluarkan hormon estrogen. Pengeluaran hormon ini menumbuhkan
tanda seks sekunder pada wanita seperti pembesaran payudara, pertumbuhan
rambut pubis, pertumbuhan rambut ketiak, dan akhirnya terjadi pengeluaran
darah menstruasi pertama yang disebut menarche.

C. Siklus Menstruasi

Secara garis besar, siklus mnstruasi terbagi menjadi empat fase. Wanita
yang sehat dan tidak hamil, setiap bulan akan mengeluarkan darah dari alat
kandungannya.

1. Stadium menstruasi (Desquamasi), dimana endometrium terlepas dari


rahim dan adanya pendarahan selama 4 hari.
2. Staduim prosmenstruum (regenerasi), dimana terjadi proses terbentuknya
endometrium secara bertahap selama 4 hari
3. Stadium intermenstruum (proliferasi), penebalan endometrium dan
kelenjar tumbuhnya lebih cepat.
4. Stadium praemenstruum (sekresi), perubahan kelenjar dan adanya
penimbunan glikogen guna mempersiapkan endometrium.
D. Anatomi Fisiologi
Sistem Reproduksi Pria

Seperti halnya alat


reproduksi wanita, alat
reproduksi laki-laki pun terbagi
menjadi dua yakni organ bagian
dalam dan organ bagian luar.
Organ bagian luar terdiri dari penis dan skrotum. Sementara organ bagian
dalam terdiri dari testis, saluran reproduksi, serta kelenjar kelamin. Berikut
ini penjelasan dari masing-masing bagian tersebut.

1. Penis
Merupakan alat kelamin pria yang secara anatomis memiliki beberapa
bagian antara lain, radix atau akar penis yang menempel pada dinding

Panduan Belajar UNBK SMK Teori Kejuruan Bidang Keahlian Keperawatan | 30


perut. Kemudian batang penis atau disebut corvus, dan bagian ujung
penis disebut dengan glan penis. Pada ujung glan penis terdapat kulit
yang dinamakan preputium. Pada laki-laki kulit ini disarankan untuk
dibuang melalui tindakan sirkumsisi atau disunat. Hal ini bertujuan
untuk meminimalisir resiko terjadinya infeksi saluran kemih pada pria.
Pada corvus terdapat tiga rongga yang memilik peran yang erektil
ketika rongga tersebut berisi darah. Dua rongga dinamakan corpus
cavernosa yang terletak sejajar dan satu rongga di bawah rongga yang
sejajar tersebut dinamakan corvus spongiosa. Ketika terjadi
rangsangan seksual pada laki-laki, maka korpus ini akan bekerja
karena aliran darah lebih banyak sehingga terjadi pembesaran ukuran
pada penis. Di dalam corvus spongiosa sendiri terdapat satu saluran
yang disebut uretra. Saluran tersebut berfungsi untuk membuang sisa
metabolisme berupa urin, dan saluran reproduksi pria.
2. Skrotum
Skrotum merupakan kantung yang tersusun dari kulit dan otot yang
mengelilingi dan melindungi testis. Skrotum juga bertindak sebagai
sistem pengontrol suhu untuk testis. Tujuan dari pengontrolan suhu ini
adalah supaya sperma terbentuk secara normal, testis harus memiliki
suhu yang sedikit lebih rendah dibandingkan dengan suhu tubuh. Otot
kremaster pada dinding skrotum akan mengendur atau mengencang
sehingga testis menggantung lebih jauh dari tubuh (dan suhunya
menjadi lebih dingin) atau lebih dekat ke tubuh (dan suhunya menjadi
lebih hangat). Secara anatomis, skrotum terletak diantara penis dan
anus serta di depan perineum

Adapun organ dalam dari sistem reproduksi pria antara lain :

1. Testis

Testis berbentuk lonjong dengan ukuran sebesar buah zaitun dan


terletak di dalam skrotum. Biasanya testis kiri agak lebih rendah dari testis
kanan. Testis terletak di luar tubuh meskipun secara kasat mata terbungkus

Panduan Belajar UNBK SMK Teori Kejuruan Bidang Keahlian Keperawatan | 31


skrotum. Testis secara fisiologis menghasilkan Follicle Stimulating
Hormone (FSH) dan Luteinizing Hormone (LH) juga hormon testosterone.

2. Vas deferens

Vas deferens merupakan saluran yang membawa sperma yang


dihasilkan oleh testis. Saluran ini berjalan ke bagian belakang prostat lalu
masuk ke dalam uretra dan membentuk duktus ejakulatorius. Fungsi dari
vas deferens ini adalah sebagai saluran tempat jalannya sperma dari
epididimis, sperma yang dihasilkan testis akan disimpan sementara di
epididimis, menuju kantung semen.

3. Epididimis

Epididmis merupakan satu organ yang menempel di bagian atas testis.


Organ ini berfungsi untuk menyimpan sementara sperma sebelum
disalurkan melalui vas deferens.

4. Vesikula seminalis
Merupakan kelenjar yang terdapat di bawah kandung kemih pria
letaknya persis di depan kelenjar prostat dan di depan rektum. Fungsi dari
kelenjar ini adalah menghasilkan fruktosa, salah satu bentuk gula, yang
bisa memberi energi pada sperma untuk bergerak. Ketika air mani berisi
sperma sudah siap, vesikula seminalis ikut berperan mendorong cairan
tersebut keluar.
5. Kelenjar Prostat

Kelenjar prostat terletak di bawah kandung kemih di dalam pinggul


dan mengelilingi bagian tengah dari uretra. Biasanya ukurannya sebesar
walnut dan akan membesar sejalan dengan pertambahan usia. Prostat
mengeluarkan cairan yang bercampur sekret dari testis. Secara fisiologis,
fungsi prostat antara lain, menambah cairan alkalis pada cairan seminalis
yang berguna untuk menlindungi spermatozoa terhadap sifat asam yang
terapat pada uretra dan vagina.

Panduan Belajar UNBK SMK Teori Kejuruan Bidang Keahlian Keperawatan | 32


E. Fisiologi Sistem Reproduksi Pria
Sama halnya dengan reproduksi wanita, pada sistem reproduksi
pria pun membutuhkan dan menghasilkan beberapa hormon. Hormon-
hormon tersebut anatara lain :
1. Testosteron
Hormon yang diproduksi oleh sel leydig yang terletak di dalam testis.
Sel tersebut berada diantara tubulus seminiferus. Hormon ini penting
untuk pembelahan sel-sel germinal untuk membentuk sperma.
Terutama pembelahan meiosis untuk membentuk spermatosis
sekunder.
2. Luteinzing Hormon (LH)
Hormon ini disekresikan oleh kelenjar hipofisis anterior. Fungsi dari
hormon ini adalah untuk menstimulasi sel leydig yang berperan dalam
produksi testosteron
3. Follicle Stimulating Hormon (FSH)
Sama halnya dengan LH, FSH pun disekresikan oleh kelenjar hipofisis
anterior. Adapun fungsi dari hormon ini adalah menstimulasi sel-sel
sertoli. Dengan adanya stimulasi ini, maka proses perubahan spermatid
menjadi sperma dapat terjadi.
4. Estrogen
Hormon ini dibetnuk sel-sel setroli. Sel setroli juga mengeluarkan
senyawa protein pengikat androgen serta mengikat estrogen dan
progesteron serta membawa keduanya ke dalam cairan pada tubulus
seminiferus. Kedua sperma ini berperan dalam pematangan sperma
5. Hormon Pertumbuhan
Hormon ini dibutuhkan dalam proses pembelahan awal pada
spermatogenesis. Hormon ini juga dihasilkan dari kelenjar hipofisis.
F. Masalah Yang Umum Pada Sistem Reproduksi
Berikut ini adalah beberapa masalah yang mungkin muncul pada
sistem reproduksi baik pria ataupun wanita.

Panduan Belajar UNBK SMK Teori Kejuruan Bidang Keahlian Keperawatan | 33


1. Gangguan Menstruasi

Gangguan ini bisa berupa amenore primer dan juga amenore sekunder.
Amenore primer merupakan gejala dimana menstruasi tidak terjadi hingga
usia 17 tahun dan unsur seksual sekunder juga tidak berkembang.
Sementara itu, amenore sekunder adalah tidak proses menstruasi selama 3
hingga 6 bulan pada wanita yang telah mengalami siklus menstruasi
sebelumnya.

2. Kanker Serviks

Kanker serviks adalah kanker yang terjadi pada serviks (leher rahim)
yang disebabkan oleh virus HPV (Human papilloma virus). Tanda dan
gejala dari penyakit ini adalah, keluar darah dari vagina, sakit pada bagian
panggul ketika melakukan hubungan seksual, keputihan yang tidak normal
seperti berbau. Ketiga hal tersebut dapat menjadi tanda dan gejala awal
terjadinya kanker serviks

3. AIDS

Penyakit ini menyerang baik pria maupun wanita. AIDS atau Acquired
Immuno Deficiency Syndrome adalah penyakit yang merusak sistem imun
pada manusia dengan menyerang sel darah putih. Sampai sekarang
penyakit ini belum bisa disembuhkan bahkan vaksinnya belum ditemukan
sehingga sangat berbahaya dan mematikan, namun biasanya ditangan
dengan anti retrovirus. AIDS disebabkan oleh virus HIV (Human
immunodeficiency virus).

Pada fase pertama munculnya AIDS, penderita mengalami gejala sakit


kepala, sariawan, kelelahan, radang tenggorokan, hilang nafsu makan,
nyeri otot, ruam, pembesaran kelenjar getah bening, hingga berkeringat.
Gejala ini bisa berlangsung hingga dua minggu sebelum masuk fase
selanjutnya. Pada fase selanjutnya, pasien akan mudah sakit dan tubuh
tidak bisa melawannya. Kemudian pada tahap ketiga akan muncul gejala
seperti infeksi jamur pada mulut dan tenggorokan, pneumonia,

Panduan Belajar UNBK SMK Teori Kejuruan Bidang Keahlian Keperawatan | 34


toksoplasmosis, meningitis, tuberkolosis, kanker seperti limfoma dan
sarkoma.

4. Epididimitis

Penyakit ini menyerang pria. Epididimitis adalah peradangan pada


saluran epididimis yang disebabkan oleh infeksi atau karena terkena
penyakit menular seksual (PMS). Tanda dan gejala epididmitis antara lain

• Skrotum akan membengkak, terasa hangat, dan nyeri saat


disentuh.
• Nyeri pada testis, biasanya di salah satu satu sisi.
• Darah pada cairan sperma.
• Nyeri saat buang air kecil.
• Sering ingin buang air kecil dan selalu merasa tidak tuntas.
• Muncul benjolan di sekitar testis yang disebabkan karena
penumpukan cairan.
• Ujung penis mengeluarkan cairan tidak normal, biasanya
terkait dengan penyakit menular seksual
• Nyeri saat ejakulasi atau berhubungan seksual.
• Rasa tidak nyaman atau nyeri pada perut bagian bawah atau
sekitar panggul.
• Pembesaran kelenjar getah bening di pangkal paha.
• Demam.
5. Sifilis

Sifilis adalah penyakit kelamin yang disebabkan oleh bakteri


Treponema pallidium yang menyerang alat kelamin pria dan ditandai
dengan berbagai gejala yaitu:

• Luka pada alat kelamin, rektum, lidah, dan bibir.


• Pembengkakan getah bening pada bagian paha.
• Bercak-bercak di seluruh tubuh.

Panduan Belajar UNBK SMK Teori Kejuruan Bidang Keahlian Keperawatan | 35


• Tulang dan sendi terasa nyeri ruam pada tubuh terutama pada
bagian tangan dan telapak kaki.
6. Herpes Genetalis (Herpes Simplex)
Herpes adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus herpes yang
ditandai dengan :
• Luka yang terbuka dan terlihat merah tanpa disertai rasa sakit,
gatal, atau geli.
• Sensasi rasa sakit, gatal, atau geli di sekitar daerah genital atau
daerah anal.
• Luka melepuh yang kemudian pecah dan terbuka di sekitar
genital, rektum, paha, dan bokong.
• Merasakan sakit saat membuang air kecil.
• Sakit punggung bawah.
• Mengalami gejala-gejala flu seperti demam, kehilangan nafsu
makan, dan kelelahan.
• Luka terbuka atau melepuh pada leher rahim.
• Adanya cairan yang keluar dari vagina.
7. Gonore

Penyakit gonore atau yang biasa disebut kencing nanah disebabkan


oleh bakteri. Gejala penyakit ini adalah keluarnya cairan seperti nanah
dari saluran kelamin, muncul rasa panas, dan sering buang air kecil.
Bakteri yang menyebabkan gonore dapat menyebar ke seluruh tubuh
sehingga menyebabkan rasa nyeri pada persendian dan dapat
mengakibatkan kemandulan.

Panduan Belajar UNBK SMK Teori Kejuruan Bidang Keahlian Keperawatan | 36


BAGIAN II
KETERAMPILAN KEPERAWATAN

Panduan Belajar UNBK SMK Teori Kejuruan Bidang Keahlian Keperawatan | 37


PENGENALAN OBAT
A. Definisi dan Kerja Obat

Obat merupakan hal yang sering ditemui dalam kehidupan sehari-hari.


Menurut Undang-Undang Kesehatan RI, yang dimaksud obat adalah suatu
bahan atau bahan-bahan yang dimaksudkan untuk dipergunakan dalam
menetapkan diagnosa, mencegah, mengurangi, menghilangkan,
menyembuhkan, penyakit atau gejala penyakit. Dalam referensi lain
disebutkan bahwa obat adalah semua bahan baik tunggal ataupun campuran
yang dipergunakan oleh semua makhluk untuk bagian dalam maupun luar
tubuh guna mencegah, meringankan, ataupun menyembuhkan penyakit.

Selain dua definisi di atas, obat juga didefinisikan sebagai senyawa yang
digunakan untuk mencegah, mengobati, mendiagnosis, penyakit atau
gangguan, atau menimbulkan suatu kondisi tertentu. Seperti membuat infertile
atau melumpuhkan otot rangka selama pembedahan. Dari ketiga definisi
tersebut, dapat disimpulkan bahwa obat adalah bahan atau senyawa baik
tunggal maupun campuran yang digunakan untuk kebutuhan kesehatan
manusia. seperti mencegah penyakit, mengobati penyakit, menghilangkan
gejala, hingga membuat kondisi tertenntu pada tubuh manusia.

Pengertian-pengertian tersebut merupakan pengertian obat secara umum.


Kemudian terdapat beberapa definisi khusus untuk menjelaskan obat-obat
tertentu. Berikut beberapa definisi khusus tersebut.

1. Obat jadi merupakan obat dalam keadaan murni atau campuran


dalam benetuk serbuk, cairan, salep, tablet, pil, supositoria, atau
bentuk lain yang mempunyai teknis sesuai dengan Farmakope
Indonesia atau buku lain yang ditetapkan oleh pemerintah.
2. Obat paten merupakan obat jadi dengan nama dagang yang terdaftar
atas nama si pembuat yang dikuasakannya dan dijual dalam bungkus
asli dari pabrik yang memproduksinya.

Panduan Belajar UNBK SMK Teori Kejuruan Bidang Keahlian Keperawatan | 38


3. Obat asli adalah obat yang didapat langsung dari bahan-bahan
alamiah Indonesia, terolah secara sederhana atas dasar pengalaman
dan digunakan dalam pengobatan tradisional.
4. Obat esensial merupakan obat yang paling dibutuhkan untuk
pelayanan kesehatan masyarakat terbanyak dan tercantum dalam
daftar obat esensial yang ditetapkan menteri kesehatan RI.
5. Obat generik merupakan obat dengan nama resmi yang ditetapkan
dalam Farmakope Indonesia untuk zat berkhasiat yang
dikandungnya.

Obat yang masuk ke dalam tubuh manusia akan mengelami beberapa


proses sebelum memunculkan reaksi terhadap tubuh. obat yang masuk akan
mengalami pemecahan di dalam tubuh. Setelah itu obat akan diabsorpsi oleh
tubuh lalu didistribusikan melalui aliran darah. Obat pun akan mengalami
metabolisme dan zat sisa metabolisme akan dibuang ke luar tubuh melalui
mekanisme ekskresi. Setelah itu, obat akan bekerja dengan adanya interaksi
obat dengan reseptor di organ sasaran. Sehingga timbulah efek yang
diinginkan.

Efek obat akan timbul dengan dosis yang sesuai. Dosis merupakan
konsentrasi obat yang diberikan kepada manusia. Penghitungan dosis
dipengaruhi oleh beberapa hal, yang antara lain :

• Umur
• Berat badan
• Luas permukaan tubuh
• Jenis kelamin
• Status patologi
• Toleransi terhadap obat
• Waktu penggunaan obat
B. Penggolongan Obat

Dalam pembelajaran farmakologi dasar, obat-obatan dibuatkan klasifikasi.


Obat dibagi menjadi enam golongan yaitu, obat bebas, obat bebas terbatas,

Panduan Belajar UNBK SMK Teori Kejuruan Bidang Keahlian Keperawatan | 39


obat wajib apotik, obat keras, psikotropika, dan narkotika. Berikut
penjelasannya.

1. Obat bebas
Obat bebas merupakan golongan
obat yang dalam penggunaannya
tidak membahayakan dan dapat
digunakan tanpa resep dokter. Obat
golongan ini dapat ditemukan di
apotek, toko obat berizin ataupun
warung-warung kecil. Pada kemasan obat bebas akan ditemukan tanda
khusus lingkaran berwarna hijau dengan garis tepi berwarna hitam.
Beberapa contoh obat bebas ini adalah Vitamin C, Vitamin B
kompleks, bedak salycil, dan beberapa obat lain.
2. Obat Bebas Terbatas
Obat bebas terbatas berarti obat-obatan jenis ini aman digunakan pada
batasan tertentu. Obat jenis ini juga dapat
ditemukan di apotek, toko obat berizin ataupun
warung-warung kecil. Pada kemasan obat jenis
ini akan ditemukan lingkaran biru dengan
garis tepi hitam sebagai tanda. Disertai dengan
peringatan yang ditulis dengan P1 hinnga P6. Berikut ini adalah
penjelasan dari P1 hingga P6 tersebut.
P1 : Awas obat keras, bacalah aturan pakai
P2 : Awas obat keras hanya untuk kumur jangan ditelan
P3 : Awas obat keras hanya untuk bagian luar badan
P4 : Awas obat keras hanya untuk dibakar
P5 : Awas obat keras. Tidak boleh ditelan
P6 : Awas obat keras, obat wasir jangan ditelan
3. Obat Wajib Apotek
Obat wajib apotek merupakan obat keras yang dapat diserahkan tanpa
resep dokter oleh apoteker di apotek. Dengan adanya obat ini

Panduan Belajar UNBK SMK Teori Kejuruan Bidang Keahlian Keperawatan | 40


diharapkan masyarakat mampu menolong dirinya sendiri guna
mengatasi masalah kesehatan secara tepat, aman dan rasional.
4. Obat keras
Obat keras merupakan obat yang penggunaannya harus di bawah
pengawasan dokter. Artinya masyarakat tidak
bisa membeli obat ini tanpa adanya resep dari
dokter. Pada kemasannya, obat keras diberi
tanda dengan lingkaran berwarna merah dengan
huruf K berwarna hitam. Contoh obat ini antara
lain antibiotika atau obat-obatan injeksi.
5. Psikotropika
Obat psikotropika merupakan obat yang digunakan untuk pengobatan
yang menyangkut masalah kejiwaan atau mental. Sayangnya, obat ini
banyak disalah gunakan oleh sebagian masyarakat. Untuk
mendapatkan obat ini harus dengan resep dokter, karena obat ini
penggunaannya diawasi. Contoh dari obat ini antara lain tablet valium,
Valisanbe, Dumolid, Mogadon
6. Narkotika
Dalam Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 disebutkan bahwa
narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan
tanaman, baik sintetis maupun semi sintetis yang dapat menyebabkan
penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi
sampai menghilangkan rasa nyeri, dan dapat menimbulkan
ketergantungan. Sama seperti psikotropika, obat-obatan ini pun banyak
disalahgunakan, meski penggunaan obat ini sudah diawasi.
Penggunaannya harus dengan resep dokter. Beberapa contoh dari obat
ini adalah morfin dan kodein.
C. Pemberian Obat
Obat masuk ke dalam tubuh manusia melalui banyak cara, kemudian
disebut dengan rute pemberian obat. Ada beberapa rute yang dapat
digunakan untuk memasukan obat ke dalam tubuh. Sebelum kita berbicara
tentang rute pemberian obat tersebut, kita harus tahu prinsip dalam

Panduan Belajar UNBK SMK Teori Kejuruan Bidang Keahlian Keperawatan | 41


pemberian obat. Ada prinsip enam benar pemberian obat. Berikut ini
penjelasannya :
1. Benar pasien
Ketika perawat akan memberikan obat kepada pasien, perawat
harus memastikan bahwa pasien yang akan diberikan obat adalah
pasien yang benar. Cara yang bisa dilakukan untuk memastikan itu
adalah dengan memeriksa gelang pasien, atau menyapa dan
memanggil pasien sebelum memberikan obat.
2. Benar obat
Setelah memastikan bahwa sudah benar pasien, selanjutnya
perawat memastikan obat yang akan diberikan sudah tepat. Hal ini
dapat dilakukan dengan melakukan cek pada label obat. Setiap obat
yang akan diberikan, termasuk yang melalui intravena, akan
diberikan label sesuai dengan terapi yang sudah ditentukan.
3. Benar dosis
Dosis merupakan takaran pengobatan yang harus diberikan untuk
jangka waktu tertentu. Setiap pasien yang diberikan obat sesuai
dosisnya. Meski obat yang diberikan sama, namun dosis bisa
berbeda, karena penentuan dosis dipengaruhi oleh beberapa hal.
Untuk itu perawat harus memastikan bahwa dosis yang akan
diberikan sesuai, agar terapi yang didapatkan juga sesuai.
4. Benar cara/rute
Obat tidak hanya diberikan melalui mulut, atau oral. Ada beberapa
rute yang harus diketahui perawat. Rute pemberian obat juga
berpengaruh pada proses penyerapan obat dan tentunya akan
berpengaruh pada kinerja serta efek obat. Untuk itu perawat perlu
memastikan rute pemberian obat yang harus digunakan.
5. Benar waktu
Obat memerlukan waktu hingga dia bisa bereaksi di dalam tubuh
manusia. Hal tersebut bergantung pada beberapa hal seperti sifat
kelarutan obat, cara pemberian dan kemampuan tubuh. Karena itu,
lazimnya obat diresepkan sesuai dengan waktu efektivitas tersebut.

Panduan Belajar UNBK SMK Teori Kejuruan Bidang Keahlian Keperawatan | 42


Perawat harus memastikan hal ini agar efek obat dapat dirasakan
lebih tepat.
6. Benar dokumentasi
Dokumentasi merupakan tanggung jawab dan tanggung gugat
perawat atas profesinya. Untuk itu, setelah pemberian obat,
perawat harus selalu mendokumentasikan tindakannya. Termasuk
di dalamnya jenis obat, dosis obat, waktu pemberian obat, rute
pemberian obat dan reaksi pasien selama pemberian obat.

Seperti dijelaskan sebelumnya, pemberian obat diberikan dengan berbagai


cara atau rute. Pemilihan rute tersebut ditentukan berdasarkan tiga faktor
utama yaitu bagian tubuh yang perlu diobati, reaksi obat dalam tubuh, serta
kandungan obat. Berikut ini penjelasan dari beberapa rute pemberian obat
yang mungkin diberikan kepada pasien.

1. Oral
Pemberian obat melalui mulut atau oral merupakan pemberian yang
paling umum digunakan. Rute ini terbilang mudah, murah, dan aman.
Obat yang masuk melalui rute oral akan diedarkan ke seluruh tubuh
melalui darah setelah mengalami proses metabolisme dalam sistem
pencernaan tubuh.
2. Parenteral
Rute parenteral berarti pemberian obat tidak melalui oral (enteral),
tetapi melalui jalur perifer. Ada beberapa teknik pemberian rute
parenteral ini. Beberapa diantaranya adalah :
• Subkutan. Pada teknik ini, obat diberikan ke dalam jaringan lemak
manusia yang berada tepat di bawah kulit. Pemberiannya dilakukan
dengan suntikan yang ditusukan pada kulit dengan kemiringan 45º
hingga 90º tergantung kepada ukuran jarum yang digunakan.
Lokasi penusukan yang dipilih adalah bagian tubuh yang memiliki
jaringan lemak yang cukup banyak seperti perut (abdomen) atau
bokong (gluteal). Insulin adalah salah satu contoh obat yang
diberikan secara subkutan.

Panduan Belajar UNBK SMK Teori Kejuruan Bidang Keahlian Keperawatan | 43


• Intramuskular. Pemberian obat intramuskular berarti memberikan
obat injeksi melalui jaringan otot. Bagian tubuh yang biasanya
menjadi lokasi penyuntikan adalah otot lengan atas, paha, atau
bokong.
• Intravena. Pemberian obat intravena merupakan injeksi obat
melalui jalur pembuluh darah vena. Obat masuk melalui fungsi
vena dengan spuit yang disesuaikan. Obat juga bisa dimasukan
melalui port infus yang terpasang pada pembuluh darah pasien.
3. Topikal
Obat-obatan topikal merupakan obat-obatan yang diserap secara
langsung oleh permukaan tubuh, terutama kulit. Obat yang diberikan
secara topical akan langsung dirasakan efeknya oleh bagian tubuh yang
membutuhkan. Pemberian jenis obat ini juga lebih sedikit memberikan
efek samping. Contoh dari obat topical adalah salep, losion, krim,
bdak, gel, dan plester.
4. Supositoria
Pemberian obat supositoria merupakan pemberian obat melalui rektal.
Pemberian obat dengan rute ini biasanya diberikan pada pasien yang
tidak bisa meminum obat secara langsung, mual parah, puasa sebelum
operasi, atau kondisi-kondisi tertentu yang mengharuskan obat masuk
melalui rektal. Obat-obatan supositoria berbentuk padat dan
mengandung sejenis zat lilin yang mudah terurai begitu berada di
dalam rectum. Dinding rectum tersusun dari permukaan tipis yang
banyak mengandung pembuluh darah dan saraf sehingga obat lebih
cepat terserap.
5. Cara lain
Selain empat cara di atas, ada beberapa cara yang dapat digunakan
untuk memberikan obat kepada pasien. Cara disesuaikan dengan kerja
dan reaksi obat. Berikut ini beberapa cara lain dalam pemberian obat.
• Sublingual. Merupakan pemberian obat di mana obat disimpan
di bawah lidah pasien.

Panduan Belajar UNBK SMK Teori Kejuruan Bidang Keahlian Keperawatan | 44


• Obat tetes. Cara ini biasanya digunakan untuk pemberian obat
mata atu telinga
• Inhalasi. Rute inhalasi merupakan terapi yang diberikan secara
langsung ke dalam tubuh melalui saluran pernapasan. Salah
satu contoh dari terapi ini adalah tindakan nebulizer pada
pasien dengan penumpukan sekret. Selain itu, pemberian
anastesi pada bayi pun dapat melalui rute ini.

Panduan Belajar UNBK SMK Teori Kejuruan Bidang Keahlian Keperawatan | 45


NUTRISI DAN ZAT GIZI

A. Definisi dan Jenis Zat Gizi

Nutrisi adalah substansi organik yang dibutuhkan organisme untuk


menjalankan fungsi normal dari sistem tubuh seperti pertumbuhan dan
pemeliharaan kesehatan. Nutrisi berbeda dengan makanan, makanan adalah
segala sesuatu yang kita makan sedangkan nutrisi adalah apa yang terkandung
dalam makanan tersebut. Nutrisi itu sendiri terdiri dari beberapa senyawa yang
membentuk senyawanya masing-masing. Dilihat dari ikatan kimianya, maka
berikut ini adalah nutrisi-nutrisi penting yang dibutuhkan manusia.

1. Karbohidrat.

Karbohidrat adalah komposisi yang terdiri dari elemen karbon,


hidrogen dan oksigen, terdapat dalam tumbuhan seperti beras, jagung,
gandum, umbi-umbian, dan terbentuk melalui proses asimilasi dalam
tumbuhan. Karbohidrat memiliki peran yang cukup penting bagi tubuh
manusia. Sebab karbohidrat merupakan sumber energi bagi tubuh dan
juga menjadi sumber kalori. Karbohidrat yang masuk ke dalam tubuh
akan dipecah oleh enzim menjadi glukosa. Glukosa ini kemudian
masuk ke dalam darah menjadi gula darah, yang kemudian dengan
bantuan insulin dipecah menjadi kalori untuk tenaga manusia.

2. Lemak.

Lemak merupakan sumber energi bagi manusia selain karbohidrat dan


protein. Ia adalah sumber energi yang dipadatkan. Lemak dan minyak
terdiri atas gabungan gliserol dan asam-asam lemak. Dalam jumlah
yang normal, tubuh memerlukan lemak itu sendiri. Karena beberapa
vitamin hanya dapat larut dalam lemak. Adapun vitamin yang larut
dalam lemak adalah viramin A,D, dan E. Selain itu, lemak juga
menjadi isolator bagi tubuh. Tubuh akan terasa hangat dalam kondisi
dingin dengan fungsi isolator dari lemak itu sendiri.

Panduan Belajar UNBK SMK Teori Kejuruan Bidang Keahlian Keperawatan | 46


3. Protein.

Protein menjadi zat selanjutnya yang tidak boleh dilewatkan oleh


manusia. Karena ia memiliki peran yang sangat vital dalam kehidupan
manusia. Protein merupakan zat makanan berupa asam-asam amino
yang diperlukan dalam mengatur dan membangun fungsi tubuh. Unsur
kimia yang terdapat di dalam protein tidak dimiliki oleh karbohidrat
maupun lemak. Setidaknya ada 20 jenis asam amino yang terikat
menjadi satu ikatan peptida dalam zat bernama protein. Protein
memiliki peran dalam pertumbuhan dan pemeliharaan jaringan dan sel
tubuh, pembentukan ikatan esensial tubuh seperti berbagai macam
jenis hormon, mengatur keseimbangan air dalam tubuh, menjaga
keseimbangan asam-basa tubuh, pembentukan antibodi sebagai sumber
energi.

Dari sekian banyak jenis asam amino yang ada dalam ikatan peptida
protein, tubuh orang dewasa memerlukan delapan jenis asa amino
esensial antara lain lisin, leusin, isoleusin, valin, triptofan, fenilalanin,
metionin, dan treonin. Ada pun berdasarkan sumbernya, protein dibagi
menjadi dua yaitu protein hewani dan protein nabati. Protein hewani
bisa didapat dari daging, susu, udang, telur, belut, ikan dan lain
sebagainya. Sementara protein nabati bisa didapat dari jenis kacang-
kacangan.

4. Vitamin.

Vitamin merupakan zat gizi mikro yang terkandung dalam makanan.


Zat ini dibutuhkan untuk perkembangan fisik juga mental manusia.
Ada dua jenis vitamin yang dibutuhkan manusia berdasarkan
pelarutnya, vitamin yang larut dalam air serta vitamin yang larut dalam
lemak. Vitamin yang terlarut dalam lemak antara lain, vitamin A, D, E,
dan K. Keempat jenis vitamin itu disimpan diserap melalui lemak dan
dalam jumlah tertentu akan tersimpan di dalam lemak. Sementara
vitamin lainnya larut dalam air, dan tidak tersimpan di dalam tubuh.

Panduan Belajar UNBK SMK Teori Kejuruan Bidang Keahlian Keperawatan | 47


Berikut ini tabel daftar vitamin, pelarut dan fungsinya.

Nama Pelarut Fungsi Gejala Kekurangan


Vitamin Vitamin
Vitamin A Lemak memelihara kesehatan gangguan
mata dan fungsi imun, penglihatan dan
menjadi salah satu faktor rentan terkena
utama yang membantu infeksi
pertumbuhan sel, serta
berperan dalam proses
pembentukan gen dan
protein
Vitamin D Lemak penyerapan kalsium dan rakitis pada anak-
fosfor yang penting bagi anak dan
kesehatan tulang serta osteomalacia pada
memelihara sistem saraf orang dewasa
Vitamin E Lemak melindungi membran sel, kekurangan vitamin
mencegah pembekuan E antara lain cemas,
darah yang berlebihan, masalah pada sistem
serta memasok oksigen peredaran darah, dan
ke dalam darah sistem reproduksi.
Vitamin K Lemak membantu proses jadi mudah lebam,
pembekuan darah darah berwarna
hitam pekat, dan ada
bekuan darah kecil
di bawah kuku
Vitamin B Air menyediakan cadangan anemia, peradangan,
energi (vitamin B6) dan lemas, paranoid,
melepaskan energi parestesia, nyeri,
(vitamin B12), diare, dan lain-lain
memelihara sistem saraf
dan visual

Panduan Belajar UNBK SMK Teori Kejuruan Bidang Keahlian Keperawatan | 48


Vitamin C Air membantu pembentukan badan lemas, nyeri
kolagen sekaligus otot dan sendi, kulit
melawan radikal bebas kering, lidah pucat,
yang dapat merusak mimisan, luka lama
DNA sembuhnya, dan
lain-lain

5. Mineral.

Mineral merupakan unsur esensial bagi fungsi normal sebagian enzim,


dan sangat penting dalam pengendalian sistem cairan tubuh. Beberapa
mineral dibutuhkan tubuh untuk mencapai homeostatisnya. Berikut ini
tabel yang akan membantu menerangkan jenis dan manfaat masing-
masing mineral yang dibutuhkan oleh tubuh.

Jenis Mineral Fungsi dan kegunaan


Kalsium membantu proses pembentukan tulang dan gigi
serta dibutuhkan untuk proses pembekuan darah,
transmisi sinyal sel saraf dan kontraksi otot
Fosfor membentuk tulang dan gigi agar menjadi kuat dan
menjaga kesehatan fungsi saraf
Potasium mengatur fungsi kerja jantung, saraf, aktivitas otot
dan fungsi kerja jantung
Sodium merupakan komponen elektrolit serta garam yang
membantu mengatur keseimbangan cairan sel
Zat Besi dibutuhkan dalam memproduksi hemoglobin,
komponen sel darah merah yang nanti akan
membawa oksigen keseluruh tubuh
Magnesium Dibutuhkan dalam pembentukan protein, sel-sel
baru, tulang, mengaktifkan Vitamin B, merelaksasi
otot, membekukan darah, pembentukan lemak dan
membentuk adesonin trifosfat atau ATP

Panduan Belajar UNBK SMK Teori Kejuruan Bidang Keahlian Keperawatan | 49


Natrium Penting untuk mempertahankan volume darah,
mengatur keseimbangan air dalam tiap sel pada
tubuh dan juga menjaga fungsi dari saraf

6. Air.

Berbicara air berarti berbicara tentang komponen dasar dari manusia


itu sendiri. Air merupakan komponen terbesar dalam struktur tubuh
manusia. Kurang lebih 70-85% air membentuk sel tubuh manusia. Dan
setidaknya ada 83% kandungan air dalam aliran darah manusia. Selain
sebagai komponen dasar tubuh manusia, air juga berfungsi untuk
mengatur subuh tubuh. Ketika suhu tubuh manusia meningkat, maka
tubuh akan mengeluarkan air sebagai bentuk kompensasinya. Pun
begitu sebaliknya, ketika tubuh mengalami kondisi kedinginan.
Melalui penguapan dari paru-paru dan permukaan kulit tubuh
membawa kelebihan panas di sekitar.

Selain itu, seperti sudah dijelaskan di atas, air juga berfungsi sebagai
pelarut zat vitamin. Kemudian menjadi pelindung antar sendi, alat
transportasi, hingga menjadi media untuk membuang sisa metabolisme
tubuh manusia.

B. Metabolisme Nutrisi

Semua zat nutrisi yang disebutkan di atas masuk ke dalam tubuh


melalui makanan yang kita makan. Lalu diproses dalam sistem
pencernaan manusia hinga diedarkan ke seluruh tubuh melalui pembuluh
darah. Zat-zat tersebut melalui proses metabolisme sebelum nantinya
digunakan tubuh untuk menjalankan fungsinya masing-masing.
Metabolisme sendiri adalah semua reaksi biokimia yang terjadi di dalam
sel makhluk hidup. Reaksi ini merubah satu zat menjadi zat lain dalam
tubuh manusia.

Panduan Belajar UNBK SMK Teori Kejuruan Bidang Keahlian Keperawatan | 50


Seperti karbohidrat yang terkandung dalam nasi putih yang selalu
dikonsumsi manusia. karbohidrat akan dipecah menjadi glukosa, lalu
dirubah kembali menjadi kalori untuk menjadi energi bagi aktifitas
selular manusia. Karbohidrat yang berlebih akan disimpan menjadi
cadangan energi berupa lemak, trigliserida. Ketika tubuh kehilangan
banyak kalori dan asupan karbohidrat atau glukosa berkurang, maka
tubuh akan memecah lemak menjadi kalori. Mekanisme ini dilakukan sel
agar manusia dapat mempertahankan kelangsungan hidupnya.
Pembentukan kalori dan pemecahan lemak yang dicontohkan di atas
merupakan contoh dari metabolisme.

Metabolisme memiliki dua bentuk, katabolisme dan anabolisme.


Katabolisme merupakan proses penguraian senyawa kompleks menjadi
senyawa yang lebih sederhana dan menghasilkan energi atau kalor.
Sementara anabolisme adalah proses sebaliknya, pembentukan senyawa
sederhana menjadi senyawa kompleks yang membutuhkan energi. Ada
tiga manfaat utama dari metabolisme, yaitu :
• Merubah makanan menjadi energi untuk menjalankan
aktifitas selular
• Merubah makanan menjadi bahan penyusun protein, lipid,
asam nukleat dan beberapa karbohidrat
• Pembuangan limbah nitrogen.
Reaksi metabolisme sendiri memiliki kecepatan yang berbeda-
beda antara individu. Khususnya antara laki-laki dan wanita. Inilah yang
kemudian mendasari adanya kebutuhan energi seseorang ketika
beristirahat, disebut dengan Basal Metabolic Rate (BMR). Persamaan
umunya disebut dengan Basal Energy Expenditure (BEE). Berikut
persamaan BEE
Wanita
BEE = 655+(9,6 x KgBB) + (1,7 x CmTB) – (4,7 x umur dalam
tahun)
Pria
BEE= 66+(13,7 x KgBB) + (5 x CmTB) – (6,8 x umur dalam tahun)

Panduan Belajar UNBK SMK Teori Kejuruan Bidang Keahlian Keperawatan | 51


BEE merupakan energi yang dibutuhkan sel untuk menjalankan
fungsi fisiologisnya. Ia adalah hal paling mendasar dalam kebutuhan
hidup manusia. Dari persamaan di atas dapat dilihat bahwa berat badan,
tinggi badan dan usia mempengaruhi kebutuhan energi seseorang. Dalam
kata lain, status gizi seseorang menentukan kebutuhan energinya.
Adapun energi yang digunakan oleh manusia untuk melakukan aktifitas
sehari-hari disebut dengan Total Energy Expenditure (TEE). TEE
meliputi energi basal, energi pencernaan makanan, aktifitas, hingga
stress akibat beberapa stressor. Berikut ini persamaan dari TEE.
TEE : BEEx Faktor Aktivitas x Faktor Stress
Keterangan :
Faktor aktivitas
• Istirahat di tempat tidur = 1,2
• Aktivitas ringan = 1,3
• Aktivitas sedang = 1,5
• Aktivitas tinggi = 2
Faktor stress
• Pemulihan pasca operasi tanpa komplikasi = 1
• Sepsis sedang = 1,3
• Sepsis berat = 1,6
• Trauma ringan = 1,2
• Trauma sedang atau berat = 1,5
• Trauma SSP = 1,3
• Luka bakar = 2
Seperti itulah kurang lebih cara untuk mencari kebutuhan kalori
dari manusia. FAO, organisasi pangan dunia, sendiri merilis data bahwa
kalori rata-rata yang dibutuhkan individu per hari adalah 1800 kalori.
Untuk orang dewasa, rata-rata kebutahan kalorinya adalah 2000 kalori.
Untuk mendapatkan kalori tersebut, karenanya manusia membutuhkan
nutrien. Khususnya tiga nutrien penting dalam pembentukan kalori yakni

Panduan Belajar UNBK SMK Teori Kejuruan Bidang Keahlian Keperawatan | 52


karbohidrat, protein, dan lemak. Berikut ini perhitungan jumlah kalori
per gram dari nutrien yang ada dalam makanan kita sehari-hari.
• 1 gram karbohidrat bernilai 4 kalori
• 1 gram lemak bernilai 9 kalori
• 1 gram protein bernilai 4 kalori
Untuk melihat apakah seseorang mendapatkan nutrisi yang sesuai
yang dibutuhkan, maka dalam pengkajiannya, perawat melakukan
pengukuran antropometri. Antropometri sendiri adalah suatu sistem
pengukuran ukuran dan susunan tubuh dan bagian khusus tubuh.
Beberapa pengukuran antropometri antara lain, BB, TB, Lingkar Lengan
Atas (LiLA),dan lingkar perut. Selain itu, ada Indeks Massa Tubuh atau
yang kemudian dikenal dengan IMT. Berikut ini persamaan untuk
menghitung IMT
IMT = Berat badan (Kg)
Tinggi Badan (M)2

Hasil dari pengukuran IMT dapat menunjukan status gizi seseorang.


Berikut ini klasifikasi hasil pengukuran IMT :
➢ Wanita
• Kurus = <17 kg/m2
• Normal = 17-23 kg/m2
• Kegemukan = 23-27 kg/m2
• Obesitas = > 27 kg/m2
➢ Laki-laki
• Kurus = < 18 kg/m2
• Normal = 18-25 kg/m2
• Kegemukan = 25-27 kg/m2
• Obesitas = >27 kg/m2

Panduan Belajar UNBK SMK Teori Kejuruan Bidang Keahlian Keperawatan | 53


PEMERIKSAAN PENUNJANG

Ada beberapa pemeriksaan penunjang yang harus diketahui oleh


asisten tenaga medis guna mengetahui penyakit yang diderita pasien. Selain
itu juga mempermudah asisten tenaga medis dalam mempersiapkan pasien
yang diharuskan melakukan pemeriksaan penunjang. Berikut beberapa
diantara pemeriksaan tersebut.

1. Pemeriksaan X-Ray (Rontgen)

Pemeriksaan x-ray atau Rontgen adalah salah satu teknik


pencitraan medis yang menggunakan radiasi elektromagnetik untuk
mengambil gambar atau foto bagian dalam tubuh. Ketika pemeriksaan x-
ray dilakukan, mesin akan mengirimkan gelombang radiasi
elektromagnetik secara singkat ke tubuh untuk memindai kondisi tubuh
bagian dalam. Radiasi yang diserap oleh masing-masing bagian tubuh
akan berbeda-beda. Inilah nantinya yang membuat hasil foto x-ray
menampakkan perbedaan warna dari putih, abu-abu, hingga hitam.

Jika mengenai logam atau bagian tubuh yang padat seperti tulang,
sebagian besar partikel x-ray terblokir. Hasil pemeriksaan x-ray pun akan
tampak berwarna putih. Bila x-ray mengenai otot, lemak, dan cairan, hasil
pemeriksaan x-ray akan muncul dengan warna abu-abu. Warna hitam
menandakan bahwa x-ray mengenai udara. Pemeriksaan ini biasanya
digunakan untuk memastikan Cedera, infeksi, patah tulang, radang sendi,
pembusukan gigi, osteoporosis, atau kanker tulang merupakan beberapa
kondisi medis yang memerlukan pemeriksaan x-ray. Prioritas utama x-ray
memang digunakan untuk melihat tulang dan sendi. Meski demikian, x-ray
terkadang juga dipakai untuk mendeteksi masalah pada jaringan lunak
seperti organ internal.

Rontgen tidak membutuhkan persiapan khusus. Pasien akan


diminta untuk menanggalkan beberapa atau semua pakaian dan
mengenakan pakaian khusus untuk pemeriksaan. Pasien juga akan diminta
untuk melepaskan perhiasan, peralatan gigi, kacamata dan benda logam

Panduan Belajar UNBK SMK Teori Kejuruan Bidang Keahlian Keperawatan | 54


atau pakaian yang mungkin mengganggu gambar rontgen. Wanita
sebaiknya selalu memberi tahu dokter atau radiolog bila ada kemungkinan
sedang hamil. Banyak tes pencitraan tidak dilakukan selama kehamilan
agar janin tidak terkena radiasi. Bila sinar-X diperlukan, pencegahan akan
dilakukan untuk memperkecil paparan radiasi terhadap bayi. Hasil
pemeriksaan berupa gambar radiograf yang tercetak dalam sebuah film.

2. Pemeriksaan pada urine

Tes urine adalah suatu metode pemeriksaan menggunakan urine


(air seni) guna mendeteksi adanya gangguan dalam tubuh. Normalnya,
urine yang sehat identik dengan warna kuning muda. Warna dan atau
kandungan urine akan berubah jika ternyata ada yang tidak normal dengan
fungsi organ-organ tubuh. Terutama adanya kerusakan pada organ ginjal,
ureter, kandung kemih, serta uretra.

Secara garis besar, terdapat tiga proses pemeriksaan urin. Pertama,


pemeriksaan visual. Yaitu pemeriksaan yang dilakukan dengan mengamati
tampilan urine secara langsung. Mulai dari tingkat kejernihannya, ada
tidaknya bau, hingga warna urine. Urine yang keruh dan berbau bisa
mengindikasikan adanya masalah dalam tubuh Anda. Kedua adalah
pemeriksaan mikroskopis. Merupakan pemeriksaan yang mendeteksi
secara langsung, pemeriksaan mikroskopis melibatkan mikroskop guna
mengamati urine dengan lebih jelas. Hal-hal penting yang diamati lebih
lanjut seperti :

• kelainan pada sel darah putih (leukosit), yang menunjukkan


adanya infeksi.
• Kelainan pada sel darah merah (eritrosit), merupakan tanda
penyakit ginjal, kelainan darah, kanker kandung kemih,
ganggguan darah, dan kondisi medis lainnya.
• Hadirnya bakteri atau ragi (jamur) sebagai tanda infeksi.
Kristal yang menandakan batu ginjal.

Panduan Belajar UNBK SMK Teori Kejuruan Bidang Keahlian Keperawatan | 55


• Sel epitel dalam jumlah banyak bisa menjadi tanda tumor,
infeksi, penyakit ginjal, dan lainnya.

Terakhir adalah tes dipstick yang merupakan pemeriksaan urine


dengan menggunakan stik plastik tipis yang dimasukkan ke dalam sampel
urine anda. Stik plastik akan berubah warna bila ternyata ada zat tertentu
dengan kadar berlebihan yang terkandung dalam urine. Metode ini akan
membantu mendeteksi beberapa hal, seperti:

• Keasaman (pH), tingkat keasaman yang tidak normal


menunjukkan adanya masalah pada ginjal dan saluran kencing.
• Konsenstrasi atau kekentalan urine, semakin kental urine
berarti semakin sedikit cairan didapatkan tubuh dari minuman.
• Protein, dalam jumlah besar protein mengindikasikan gangguan
pada ginjal.
• Gula, umumnya menandakan penyakit diabetes, tapi
dibutuhkan pemeriksaan lebih lanjut (gula darah puasa atau
sewaktu) untuk memastikannya.
• Bilirubin, seharusnya dibawa oleh darah untuk disalurkan ke
hati. Hadirnya bilirubin dalam urine menandakan kerusakan
pada hati. Darah, biasanya merupakan tanda gangguan pada
ginjal dan kandung kemih
3. Pemeriksaan fases

Feses merupakan sisa hasil pencernaan dan absorbsi dari makanan


yang kita makan, dikeluarkan lewat anus dari saluran cerna. Dalam
keadaan normal dua pertiga tinja terdiri dari air dan sisa makanan, zat hasil
sekresi saluran pencernaan, epitel usus, bakteri apatogen, asam lemak,
urobilin, debris, celulosa gas indol, skatol, sterkobilinogen dan bahan
patologis. Normal : 100 – 200 gram / hari dengan frekuensi defekasi : 3x /
hari – 3x / minggu.

Pada keadaan patologik seperti diare didapatkan peningkatan sisa


makanan dalam tinja, karena makanan melewati saluran pencernaan

Panduan Belajar UNBK SMK Teori Kejuruan Bidang Keahlian Keperawatan | 56


dengan cepat dan tidak dapat diabsorpsi secara sempurna. Bahan
pemeriksaan tinja sebaiknya berasal dari defekasi spontan, jika
pemeriksaan sangat diperlukan contoh tinja dapat diambil dengan jari
bersarung dari rektum.

Pemeriksaan feses dilakukan untuk beberapa indikasi, antara lain


diare dan konstipasi , ikterus, gangguan pencernaan, tinja berlendir, tinja
berdarah. Adapun yang harus dipersiapkan ketika akan melakukan
pemeriksaan feses adalah :

• Tempat harus bersih, kedap, bebas dari urine, diperiksa 30


– 40 menit sejak dikeluarkan. Bila pemeriksaan ditunda
simpan pada lemari es.
• Pasien dilarang menelan Barium, Bismuth, dan Minyak
dalam 5 hari sebelum pemeriksaan.
• Diambil dari bagian yang paling mungkin memberi
kelainan.
• Paling baik dari defekasi spontan atau Rectal Toucher
pemeriksaan tinja sewaktu
4. Pemeriksan EKG

Elektrokardiogram (EKG) adalah tes sederhana untuk mengukur


dan merekam aktivitas listrik jantung. Tes ini menggunakan mesin
pendeteksi impuls listrik yang disebut elektrokardiograf. Elektrokardiograf
akan menerjemahkan impuls listrik menjadi grafik yang ditampilkan pada
layar pemantau. EKG tidak menyakitkan karena tanpa pengaliran arus
listrik dan tanpa sayatan (noninvasif).

Dokter akan menempelkan elektrode, umumnya berjumlah 10 atau


12 buah, berbahan plastik dan berukuran kecil, di dada, lengan, dan
tungkai. Elektrode disambungkan dengan kabel-kabel ke mesin
elektrokardiograf. Aktivitas kelistrikan jantung kemudian diukur dan
dicetak oleh mesin EKG, serta diinterpretasi oleh dokter sebagai

Panduan Belajar UNBK SMK Teori Kejuruan Bidang Keahlian Keperawatan | 57


penunjang diagnosis. Pemeriksaan ini biasanya dilakukan pada pasien
yang mengalami beberapa gejala berikut ini :

• Nyeri dada
• Sulit bernapas
• Cepat lelah dan lemas
• Berdebar-debar dan gangguan irama jantung.

Secara umum,
tidak ada persiapan
khusus untuk
pemeriksaan
elektrokardiogram
(EKG), terkadang
EKG dilakukan pada
keadaan gawat darurat
untuk mendeteksi Bagan 1 Gambar pemasangan elektorda EKG

serangan jantung dan


mengetahui kondisi kerja jantung yang mungkin menyertai penyakit
lainnya. Namun bila pasien direncanakan untuk melakukan pemeriksaan
EKG, sebaiknya hindari pemakaian losion, minyak, atau bedak pada
tubuh, terutama dada. Bila terdapat rambut pada dada, sebaiknya juga
dicukur. Hal tersebut terkadang dapat membuat elektrode sulit menempel
pada tubuh. Informasikan kepada dokter mengenai obat-obatan, suplemen,
dan herba yang sedang dikonsumsi.

Elektrokardiogram (EKG) umumnya berlangsung 5-8 menit. Tes


ini bisa dilakukan di rumah sakit atau klinik yang memiliki fasilitas
pemeriksaan EKG, dan pengerjaannya biasa dilakukan oleh perawat.
Sebelum berbaring di tempat tidur, pasien akan diminta untuk melepaskan
pakaian atas, serta melepas aksesoris atau benda yang terdapat dalam
kantong pakaian yang mungkin dapat mempengaruhi hasil pemeriksan.

Panduan Belajar UNBK SMK Teori Kejuruan Bidang Keahlian Keperawatan | 58


Setelah berbaring di tempat tidur, elektrode-elektrode akan
ditempelkan di dada, lengan, dan tungkai pasien. Hindari berbicara dan
menggerakkan anggota tubuh karena dapat mengacaukan hasil tes. Tiap
kabel elektrode tersambung ke mesin EKG dan akan merekam aktivitas
kelistrikan jantung. Dokter akan menginterpretasi aktivitas kelistrikan
jantung berdasarkan gelombang yang ditampilkan di layar pemantau dan
akan dicetak pada kertas.

5. Sputum/ dahak

Sputum atau dahak adalah bahan yang dikeluarkan dari paru dan
trakea melalui mulut. Dalam sumber lain disebutkan bahwa sputum
adalah sekret yang dibatukkan dan berasal dari tenggorokan, hidung atau
mulut. Kondisi sputum biasanya memperlihatkan secara spesifik proses
kejadian patologik pada pembentukan sputum itu sendiri.

Pemeriksaan sputum diperlukan jika diduga terdapat penyakit


paru-paru. Membran mukosa saluran pernafasan berespons terhadap
inflamasi dengan meningkatkan keluaran sekresi yang sering mengandung
mikroorganisme penyebab penyakit. Sputum berbeda dengan sputum
yang bercampur dengan air liur. Cairan sputum lebih kental dan tidak
terdapat gelembung busa di atasnya, sedangkan cairan sputum yang
bercampur air liur encer dan terdapat gelembung busa di atasnya. Sputum
diambil dari saluran nafas bagian bawah sedangkan sputum yang
bercampur air liur diambil dari tenggorokan.

Pemeriksaan sputum bersifat mikroskopik dan penting untuk


diagnosis etiologi berbagai penyakit pernapasan. Pemeriksaan
mikroskopik dapat menjelaskan organisme penyebab penyakit pada
berbagai pneumonia bacterial, tuberkulosa, serta berbagai jenis infeksi
jamur. Pemeriksaan sitologi eksfoliatif pada sputum dapat membantu
diagnosis karsinoma paru-paru. Sputum dikumpulkan untuk pemeriksaan
dalam mengidentifikasi organisme patogenik dan menentukan apakah

Panduan Belajar UNBK SMK Teori Kejuruan Bidang Keahlian Keperawatan | 59


terdapat sel-sel malignan atau tidak. Aktifitas ini juga digunakan untuk
mengkaji sensitivitas (di mana terdapat peningkatan eosinofil).

Pemeriksaan sputum secara periodik mungkin diperlukan untuk


klien yang mendapat antibiotik, kortikosteroid, dan medikasi
imunosupresif dalam jangka panjang, karena preparat ini dapat
menimbulkan infeksi oportunistik. Secara umum, kultur sputum digunakan
dalam mendiagnosis untuk pemeriksaan sensitivitas obat dan sebagai
pedoman pengobatan. Jika sputum tidak dapat keluar secara spontan, klien
sering dirangsang untuk batuk dalam dengan menghirupkan aerosol saline
yang sangat jenuh, glikol propilen yang mengiritasi, atau agen lainnya
yang diberikan dengan nebulizer ultrasonic.

Ketika akan melakukan pemeriksaan sputum, perawat dapat


membantu pasien dengan cara memberikan bantuan yang diperlukan untuk
mengumpulkan spesimen. Bantu klien mengambil posisi berdiri atau
duduk (mis., posisi Fowler-tinggi atau- semi atau pada tepi tempat tidur
atau kursi). Posisi ini memungkinkan ventilasi dan ekspansi paru yang
maksimum. Lalu minta klien untuk memegang bagian luar wadah sputum,
atau, untuk klien yang tidak dapat melakukannya, pasang sarung tangan
dan pegang bagian luar wadah tersebut untuk klien.

Setelah itu minta klien untuk bernapas dalam dan kemudian


membatukan sekresi. Inhalasi yang dalam memberikan udara yang cukup
untuk mendorong sekresi keluar dari jalan udara ke dalam faring. Pegang
wadah sputum sehingga klien dapat mengeluarkan sputum ke dalamnya,
pastikan sputum tidak kontak dengan bagian luar wadah. Memasukan
sputum ke dalam wadah akan mencegah penyebaran mikroorganisme ke
tempat lain.

Sputum yang dikeluarkan oleh seorang pasien hendaknya dapat


dievaluasi sumber, warna, volume, dan konsistensinya karena kondisi
sputum biasanya memperlihatkan secara spesifik proses kejadian patologik
pada pembentukan sputum itu sendiri.

Panduan Belajar UNBK SMK Teori Kejuruan Bidang Keahlian Keperawatan | 60


Klasifikasi bentukan sputum dan kemungkinan penyebabnya

Jenis Sputum Kondisi Patologik


Sputum banyak dan purulen Adanya proses supuratif
Sputum kekuning-kuningan Adanya proses infeksi
Sputum hijau Terjadi proses penimbunan nanah
Sputum merah muda dan berbusa Edema akut pada paru
Sputum berbau busuk Terjadi abses paru

6. Pemeriksaan darah lengkap


Pemeriksaan darah lengkap penting dilakukan untuk mengetahui
kondisi kesehatan secara keseluruhan, termasuk mendeteksi kemungkinan
adanya penyakit. Selain mendeteksi penyakit, pemeriksaan darah lengkap
juga bisa dilakukan untuk memantau kondisi kesehatan pasien yang
sedang dalam proses pengobatan berupa terapi radiasi atau obat-obatan
yang dapat mempengaruhi kondisi darah. Pemeriksaan darah ini juga
termasuk sebagai bagian dari medical check up, Seperti misalnya pada
penderita penyakit infeksi, anemia, dan kelainan darah lainnya, termasuk
kelainan fungsi pembekuan dan kanker darah.

Pemeriksaan darah mencakup beberapa komponen darah antara


lain :

• Hemoglobin (Hb)

Hemoglobin berada di dalam sel darah merah, tugasnya adalah


membawa oksigen ke seluruh tubuh. Adanya tingkat
hemoglobin yang tidak normal, menandakan tubuh mengalami
anemia atau kelainan darah seperti talasemia.

• Hematrokrit (Ht)
Hematokrit merupakan jumlah persentase perbandingan sel
darah merah terhadap volume darah. Adanya tingkat
hematrokrit yang tinggi menandakan Adanya kemungkinan

Panduan Belajar UNBK SMK Teori Kejuruan Bidang Keahlian Keperawatan | 61


dehidrasi. Sebaliknya, jika hematokrit rendah, mungkin adanya
kemungkinan kekurangan darah (anemia). Tingkat hematokrit
yang tidak normal ini juga bisa menandakan adanya gangguan
pada darah atau sumsum tulang.
• Trombosit

Trombosit atau keping darah merupakan komponen darah yang


ikut berperan dalam proses pembekuan darah ketika terjadi
luka. Tingkat trombosit yang tidak normal dapat menyebabkan
gangguan pada proses pembekuan darah. Gangguan ini bisa
berupa terlalu banyak pembekuan sehingga terjadi
penggumpalan darah, atau justru kurangnya pembekuan yang
dapat menimbulkan perdarahan.

• Eritrosit
Pemeriksaan darah lengkap tentu saja juga melibatkan
pemeriksaan sel darah merah atau eritrosit. Fungsi sel darah
merah adalah membawa oksigen dan nutrisi lain ke seluruh
tubuh. Tingkat sel darah merah yang tidak normal, terlalu
sedikit atau terlalu banyak, adalah pertanda penyakit tertentu.
Misalnya, anemia, perdarahan, kekurangan cairan atau
dehidrasi, dan penyakit lain.
• Leukosit
Leukosit atau sel darah putih berperan dalam pertahanan tubuh
manusia. Tingkat sel darah putih yang tidak normal,
kemungkinan adalah gejala terjadinya infeksi, gangguan sistem
kekebalan tubuh, bahkan mungkin kanker darah (leukemia).
Untuk memastikan, umumnya akan dilakukan pemeriksaan
lebih lanjut untuk mengetahui jenis sel darah putih yang
abnormal.

Panduan Belajar UNBK SMK Teori Kejuruan Bidang Keahlian Keperawatan | 62


KOMUNIKASI TERAPEUTIK

A. Dasar-Dasar Komunikasi
Komunikasi secara bahasa berarti menjadikan milik bersama,
berasal dari bahasa latin, communis. Secara istilah komunikasi berarti
pengiriman dan penerimaan pesan berita antara dua orang atau lebih
sehingga pesan tersebut dapat dipahami. Definisi tersebut dapat ditemukan
dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Berikut ini ada beberapa
arti komunikasi menurut beberapa ahli.
• Komunikasi adalah proses dimana suatu ide dialihkan dari sumber kepada
suatu penerima atau lebih, dengan maksud untuk mengubah tingkah laku
mereka. (Everett M. Rogers)
• Komunikasi adalah suatu proses dimana dua orang atau lebih membentuk
atau melakukan pertukaran informasi dengan satu sama lainnya, yang
pada gilirannya akan tiba pada saling pengertian yang mendalam. (Rogers
& D. Lawrence Kincaid, 1981)
• Komunikasi adalah bentuk interaksi manusia yang saling pengaruh
mempengaruhi satu sama lainnya, sengaja atau tidak sengaja. Tidak
terbatas pada bentuk komunikasi menggunakan bahasa verbal, tetapi juga
dalam hal ekspresi muka, lukisan, seni, dan teknologi. (Shannon &
Weaver, 1949)
• Komunikasi sebagai instrumen dari interaksi sosial berguna untuk
mengetahui dan memprediksi setiap orang lain, juga untuk mengetahui
keberadaan diri sendiri dalam memciptakan keseimbangan dengan
masyarakat. (David K. Berlo, 1965)

Karena komunikasi merupakan perpindahan informasi, ide atau


berita dari atau orang menuju orang lainnya, maka Dalam perpindahan
tersebut akan ada komponen yang terlibat. Komponen-komponen
komunikasi tersebut adalah, pesan, pengirim pesan, penerima pesan,
media, dan feedback atau umpan balik. Komponen-komponen tersebut
saling berhubungan satu sama lain.

Panduan Belajar UNBK SMK Teori Kejuruan Bidang Keahlian Keperawatan | 63


Pesan merupakan ide atau gagasan yang ingin disampaikan dari
pengirim pesan menuju penerima pesan. Pengirim pesan adalah ia yang
memiliki ide atau gagasan, sementara penerima pesan merupakan orang
yang dimaksudkan untuk menerima ide pengirim pesan. Adapun media
adalah seluruh sarana baik fisik ataupun non fisik yang dijadikan sebagai
alat untuk mengirimkan ide dari pengirim pesan. Terakhir, feedback atau
umpan balik adalah respon yang diberikan penerima pesan atas ide yang
diberikan pengirim pesan.
Komponen-komponen tersebut saling berhubungan satu sama lain
yang kemudian tergambarkan dalam proses komunikasi. Berikut ini
adalah bagan dari proses komunikasi.

Dari gambar di atas dapat kita fahami bahwa satu komunikasi


terjadi karena adanya proses pengiriman. Simbol atau isyarat merupakan
bahasa baik secara linguistik atupun non linguistik yang mungkin
digunakan selama proses komunikasi. Simbol atau isyarat ini yang
nantinya diterima penerima pesan untuk dilakukan coding atau pembacaan
simbol.

Dengan adanya proses seperti itu, maka dalam setiap komunikasi


dapat terjadi gangguan. Baik itu gangguan dari dalam ataupun dari luar.

Panduan Belajar UNBK SMK Teori Kejuruan Bidang Keahlian Keperawatan | 64


Gangguan dari dalam artinya gangguan dari masing-masing komponen
dalam siklus komunikasi itu sendiri. Seperti gangguan pada pengirim
pesan karena dia tidak mengerti ide atau gagasan apa yang akan ia
sampaikan. Jika pun tahu atau mengerti, ia harus mengartikulasikannya
melalui simbol yang akan digunakan untuk mengirim pesan.

Kesulitan mengartikulasi, memilih bahasa, menyusun kalimat


untuk menggambarkan ide pengirim pesan, berarti itulah gangguan simbol
atau isyarat. Sementara itu, memilih media apa yang akan digunakan pun
merupakan hal yang harus diperhatikan oleh pengirim pesan. Kesalahan
memilih media dalam menyampaikan pesan dapat berakibat pada tidak
difahaminya pesan oleh penerima pesan. Semisal, dalam sebuah
komunikasi massa di ruangan seminar, pembicara tidak menggunakan
pengeras suara untuk menyampaikan materi karena menganggap suaranya
sudah cukup keras. Hal ini adalah contoh kesalahan dari pemilihan media.

Selain itu, pemilihan media yang tepat pun bukan berarti terbebas
dari gangguan media. Jika seperti contoh di atas, maka kondisi pengeras
suara yang kurang bagus, atau aliran listrik yang terputus pun dapat
menjadi gangguan media. Hal selanjutnya adalah gangguan pada penerima
pesan. Misalkan penerima pesan tidak mampu memahami bahasa yang
digunakan oleh pengirim pesan untuk menyampaikan gagasannya.
Sehingga ia akan sulit mencerna makna gagasan itu sendiri.

Atau contoh lain adalah adanya gangguan fisik pada penerima


pesan. Semisal penerima pesan adalah tuna rungu, hal ini tentunya menjadi
hal yang harus diperhatikan dalam sebuah komunikasi. Selain dari semua
ganggaun itu, ada gangguan yang mungkin muncul dari luar selain proses
komunikasi itu sendiri. Misalkan gangguan karena adanya kondisi cuaca
yang ekstrim, seperti hujan disertai petir. Suara hujan dan petir dapat
mempengaruhi, karena pengirim pesan harus bersuara lebih lantang. atau
dengan cuaca tersebut pun dapat memicu adanya gangguan media, seperti
terputusnya aliran listrik. Itulah beberapa hal dasar dari komunikasi yang

Panduan Belajar UNBK SMK Teori Kejuruan Bidang Keahlian Keperawatan | 65


mungkin perlu dipahami sebelum masuk ke dalam pembahasan
selanjutnya tentang komunikasi terapeutik.

B. Komunikasi Terapeutik
Komunikasi terapeutik adalah komunikasi yang difokuskan untuk
kesembuhan pasien. Secara istilah, komunikasi terapetuik didefinisikan
sebagai interaksi interpersonal antara perawat dengan klien di mana perawat
berfokus pada kebutuhan spesifik klien untuk meningkatkan kesehatan klien.
jadi komunikasi ini dilakukan dengan tujuan terapi bagi pasien itu sendiri.
Tujuan utama dari komunikasi ini adalah terciptanya hubungan
terapeutik antara perawat dan klien melalui hubungan saling percaya.
Hubungan ini lah yang kemudian akan menimbulkan efek terapi pada pasien,
sebab pasien merasa percaya dengan kemampuan perawat yang
menanganinya. Dengan kepercayaan yang tumbuh itu pun, perawat tidak
akan terlalu sulit untuk menyarakan dan menerapkan terapi yang sudah
direncanakan.
Karena komunikasi terapeutik ini merupakan komunikasi yang
direncanakan secara sadar, maka ia memiliki beberapa tahap yang
direncanakan. Berikut ini penjelasan singkat dari tahap komunikasi
terapeutik.
1. Tahap pra orientasi
Ini merupakan tahap awal dari terjadinya komunikasi terapeutik,
meskipun dalam beberapa referensi tahap ini masuk ke dalam tahap
orientasi. Pada tahap ini perawat menyiapkan diri dan membuat
rencana komunikasi. Termasuk di dalamnya adalah menccari tahu
informasi dasar mengenai pasien. Seperti identitas diri atau diagnosa
pasien. Informasi tersebut dapat diketahui dari rekam medis pasien.
2. Tahap Orientasi
Setelah mendapatkan informasi dasar dan sudah merencanakan
komunikasinya, selanjutnya perawat melakukan orientasi terhadap
pasien. Orientasi yang dimaksud adalah dengan mengenalkan diri
kepada pasien, menjelaskan tindakan dan prosedur yang akan
dilakukan. Setelah itu, perawat menanyakan persetujuan pasien

Panduan Belajar UNBK SMK Teori Kejuruan Bidang Keahlian Keperawatan | 66


sebelum melakukan tindakan. Selalu awali tahap ini dengan
mengucapkan salam, dan menanyakan kondisi pasien, agar tercipta
hubungan saling percaya antara perawat dan pasien.
3. Tahap kerja
Selama melakukan tindakan keperawatan, seorang perawat harus
tetap menjaga komunikasi dengan pasien. Sebab subjek kerja dari
seorang perawat adalah makhluk hidup, bukan benda mati yang bisa
diperlakukan seenak hati perawat. Manusia bukan saja makhluk
biologis, namun juga psikologis, sosial, dan spiritual. Dengan
komunikasi pada tahap kerja ini, perawat bisa mengkaji kebutuhan
lain selain dari hal yang berhubungan dengan tindakan yang sedang
dilakukan.
Pada tahap kerja perawat dapat memberi tahu bahwa tindakan akan
dilakukan. Jika tindakan akan menyebabkan nyeri, perawat bisa
meminta pasien menarik nafas dalam untuk mendistraksi perhatian
pasien. Selain itu juga perawat bisa menanyakan keluhan lain dari
pasien yang sedang diberikan tindakan. Komunikasi hanya
difokuskan pada tindakan-tindakan professional perawat, tidak
mengarah kepada hal-hal yang bersifat personal.
4. Tahap Terminasi
Tahap terakhir dari komunikasi terapeutik adalah terminasi, artinya
komunikasi untuk menyelesaikan tindakan yang diberikan perawat
kepada pasien. Perawat dapat menanyakan respon pasien selama dan
setelah diberikan tindakan, kemudian mengkonfrimasi ulang keluhan
yang dirasakan, atau menanyakan keluhan lain yang mungkin
dirasakan. Selanjutnya perawat membuat kontrak baru dengan pasien
akan tindakan selanjutnya.

Dalam melakukan komunikasi terapeutik, perawat harus memperhatikan


beberapa hal agar tujuan terapeutik dapat dicapai. Hal-hal tersebut adalah
karateristik dan teknik komunikasi terapeutik. Berikut ini adalah karakteristik
komunikasi terapeutik.

Panduan Belajar UNBK SMK Teori Kejuruan Bidang Keahlian Keperawatan | 67


• Ikhlas
Merupakan kondisi di mana perawat menerima semua perasaan
negatif yang dimiliki oleh pasien. Pada seseorang yang mengalami
hospitalisasi, pasti akan muncul beberapa perasaan negatif seperti
murung dan berduka. Perawat harus mampu menerima kondisi-
kondisi tersebut yang ditunjukan secara verbal ataupun non verbal
agar pasien percaya dan mau mengkomunikasikan kondisinya yang
sebenarnya. Sehingga pengkajian perawat menjadi lebih mudah.
• Empati
Merupakan sikap obejktif perawat dalam memberikan penilaian
terhadap kondisi pasien dan tidak berlebihan. Sebagai manusia,
perawat dapat merasakan iba terhadap pasien. Namun rasa iba
tersebut tidak dimunculkan dalam tindakan yang berlebihan
sehingga dapat mempengaruhi tindakan perawatan yang sedang
dijalani.
• Hangat
Bersikap hangat terhadap pasien membuat pasien lebih nyaman
dan percaya terhadap perawat. Dengan begitu pasien dapat
memberikan ide-idenya tanpa rasa takut terhadap perawat. Juga
mengekspresikan perasaannya terhadap perawat.

Untuk melakukan komunikasi terapeutik pun tidak bisa dilakukan


sembarangan. Komunikasi yang dijalankan tanpa adanya teknik yang baik,
dapat membuat pasien tidak merasa nyaman dengan perawat. Ketidak
nyamanan tersebut akan mempersulit perawat dalam memberikan terapi.
Berikut ini beberapa teknik yang dapat dilakukan untuk melakukan
komunikasi terapeutik.

1. Mendengar
Mendengar adalah teknik paling dasar dari komunikasi, karena dengan
aktifitas ini kita bisa mendapatkan informasi. Dalam komunikasi
terapeutik, terdapat dua macam aktifitas mendengar, mendengar aktif
dan mendengar pasif. Mendengar aktif diartikan dengan kegiatan

Panduan Belajar UNBK SMK Teori Kejuruan Bidang Keahlian Keperawatan | 68


mendengar dengan seluruh konsentrasi dan persepsi difokuskan pada
klien, serta melibatkan semua indera dan anggota tubuh. sementara
mendengar pasif diartikan sebagai kegiatan mendengar dengan
aktifitas non verbal untuk klien seperti kontak mata.
2. Pertanyaan Terbuka
Teknik ini dilakukan dengan cara memberikan pertanyaan terbuka
terhadap pasien, sehingga pasien mau mengungkapkan semua
perasaannya. Salah satu contoh pertanyaan yang mungkin diberikan
pada pasien adalah, “bagaimana perasaan anda saat ini?”
3. Mengulang (restarting)
Mengulang jawaban atau respon klien atas pertanyaan perawat,
terkadang perlu dilakukan. Hal ini untuk mengklarifikasi sekaligus
memastikan apa yang dirasakan pasien. Sebagai contoh, “Jadi bapak
merasa tidak nyaman, karena susah tidur semalam?”
4. Klarifikasi
Dilakukan jika perawat ragu, atau tidak jelas mendengar apa yang
diungkapkan klien. terkadang pasien merasa malu atau canggung
mengungkapkan apa yang mereka rasakan. Sehingga suara mungkin
tidak terdengar oleh perawat dan perawat perlu melakukan klarifikasi.
5. Refleksi
Refleksi ini dapat berupa refleksi isi dengan cara memvalidasi apa
yang didengar, refleksi perasaan dengan cara memberi respon pada
perasaan klien terhadap isi pembicaraan agar klien mengetahui dan
menerima perasaannya. Teknik ini akan membantu perawat untuk
memelihara pendekatan yang tidak menilai.
6. Memfokuskan
Teknik memfokusikan atau focusing digunakan untuk menjaga topik
pembicaraan tetap sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai dalam
tindakan perawatan. Perawat harus mahir mengalihkan kembali topik
pembicaraan dengan tetap menjaga perasaan klien.

Panduan Belajar UNBK SMK Teori Kejuruan Bidang Keahlian Keperawatan | 69


7. Membagi persepsi
Membagi persepsi dilakukan agar perawat mengetahui apa yang ada di
dalam benak klien, baik tentang kondisinya atau pun persepsi terhadap
apa yang ia terima selama perawatan. Perawat dapat menanyakan
pendapat klien tentang hal-hal tersebut untuk menggali persepsi klien.
8. Identifikasi Tema
Ketika pasien bercerita tentang semua keluhannya, perawat dapat
mengidentifikasi hal apa yang melatar belakangi pasien tersebut
bercerita demikian. Kemampuan perawat mengidentifikasi latar
belakang tersebut dapat meningkatkan pengertian dan eksplorasi
masalah yang penting.
9. Diam
Diam bisa memiliki banyak makna, dengan diam juga berarti perawat
memberikan jeda bagi pasien dan perawat sendiri untuk mengorganisir
pemikiran, merespon informasi, menunjukan bahwa perawat bersedia
untuk menunggu respon. Jika teknik ini dilakukan perawat, maka
perawat tidak melakukan diam dalam jangka waktu lama. Sebab akan
membuat pasien bingung atau khawatir.
10. Menawarkan Informasi
Menanyakan kebutuhan pasien tentang belajar, atau hal yang tidak
diketahui pasien, lalu perawat menjelaskan sesuai dengan keilmuannya
merupakan teknik yang baik dalam melakukan komunikasi terapeutik.
Dengan teknik ini perawat dapat memfasilitasi komunikasi,
mendorong pendidikan kesehatan, dan memfasilitasi klien untuk
mengambil keputusan.

Panduan Belajar UNBK SMK Teori Kejuruan Bidang Keahlian Keperawatan | 70


BAGIAN III

KONSEP DASAR KEPERAWATAN

Panduan Belajar UNBK SMK Teori Kejuruan Bidang Keahlian Keperawatan | 71


KONSEP SEHAT-SAKIT

Ketika manusia mampu memenuhi semua kebutuhan dasarnya,


maka manusia akan berada pada kondisi yang dinamakan sehat atau
bahkan sejahtera. Begitu pun sebaliknya, ketika manusia tidak mampu
memenuhi kebutuhan dasar mereka, maka manusia akan jatuh dalam
kondisi sakit. Sehat sendiri menurut WHO adalah kondisi sempurna baik
fisik, mental, maupun sosial, tidak hanya terbebas dari penyakit atau cacat.
Adapun Undang-undang kita mendefinisikan sehat sebagai keadaan sehat,
baik secara fisik, mental, spiritual, maupun sosial yang memungkinkan
setiap orang untuk hidup produktif secara sosial maupun ekonomis.

Sementara kondisi sebaliknya, sakit merupakan kondisi dimana


fungsi individu dalam satu atau lebih dimensi yang ada, mengalami
perubahan atau penurunan bila dibandingkan dengan kondisi sebelumnya.
Manusia hidup diantara dua kondisi yang dijelaskan di atas, sehat dan
sakit. Rentang ini kemudian disebut dengan kontinum sehat sakit. Rentang
tersebut menggambarkan kondisi manusia dari tingkat sejahtera optimal
hingga kematian yang menandakan habisnya energi manusia sebagai
makhluk hidup.

Rentang tertinggi dari kontinum sehat sakit adalah kesejahteraan


tingkat tinggi. Satu kondisi ketika individu mampu mempertahankan
rentang keseimbangan dan arah serta tujuan tertentu dalam lingkungan. Ini
berarti sama dengan apa yang WHO atau Undang-undang definisikan,
bahwa sejatera tidak hanya terbebas dari penyakit saja. Tapi manusia
mampu meraih semua kebutuhan dasarnya juga bisa mengoptimalkan apa
yang mereka miliki untuk mencapai tujuan dalam lingkungan hidup
mereka.

Panduan Belajar UNBK SMK Teori Kejuruan Bidang Keahlian Keperawatan | 72


Rentang sehat sakit ini bersifat dinamis. Artinya dia bisa berubah
tergantung pada hal-hal, baik internal ataupun eksternal, yang
berhubungan dengan manusia itu sendiri. Manusia tidak akan selamanya
ada dalam kondisi sehat atau sejahtera. Pun begitu sebaliknya, ia tidak
akan selalu berada dalam kondisi sakit. Untuk itu manusia perlu
mempertahankan keseimbangan kondisi fisik, mental, emosional,
intelektual, sosial, dan spiritual.

Panduan Belajar UNBK SMK Teori Kejuruan Bidang Keahlian Keperawatan | 73


KONSEP ADAPTASI STRESS

Manusia sebagai makhluk hidup yang tidak hanya memiliki


kebutuhan fisik, tapi juga membutuhkan kebutuhan non biologis, sehingga
manusia rentan mengalami stress. Selama ini masyarakat mengenal stress
hanya sebagai terminologi gangguan kesehatan mental. Namun secara
konseptual, stress merupakan tekanan atau kecemasan yang timbul akibat
masalah dalam kehidupan sehari-hari manusia. Jadi stress merupakan
kondisi tertekan baik secara fisik maupun non fisik. Bukan hanya kondisi
gangguan kesehatan mental.

Adapun hal-hal yang menyebabkan stress kemudian dikenal


dengan istilah stressor. Berdasarkan bentuknya, stressor dibagi ke dalam
beberapa bagian, antara lain:

• Stressor biologis. Merupakan stressor yang berasal dari


makhluk hidup yang mempengaruhi kesehatan. Stressor ini
contohnya adalah mikroorganisme patogen, atau serangan
binatang serta makhluk hidup lainnya.
• Stressor fisik. Stressor ini mengacu pada lingkungan
tempat manusia tersebut menetap dan beraktifitas. Gejala
alam seperti perubahan iklim, cuaca ekstrim, dan perubahan
geografis adalah contohnya. Selain itu, kondisi kepadatan,
urbanisasi, kebisingan dan lain sebagainya juga termasuk.
• Stressor kimia. merupakan penyebab stress yang berasal
dari zat-zat iritan kimia, asap rokok, kafein, polusi udara,
penggunaan obat-obatan, bahan kosmetika, pencemaran
lingkungan serta hal yang sejenis itu merupakan contoh dari
stressor kimia.
• Stressor sosial psikologik. Penyebab stress ini lebih
cenderung ada dalam diri manusia itu sendiri. Labeling
(penamaan), kekerasan, konflik sosial dan konflik dalam
diri sendiri, emosi negatif dan lain sebagainya adalah
contoh dari stressor ini.

Panduan Belajar UNBK SMK Teori Kejuruan Bidang Keahlian Keperawatan | 74


• Stressor spiritual. Stressor spiritual muncul karena
adannya persepsi negatif terhadap nilai yang diyakini,
termasuk ketuhanan. Seperti seseorang yang menyangkal
takdir dan menyalahkan nasib, kemudian menjauhi nilai-
nilai keagamaan, merupakan contoh kasus dari stressor
spiritual.

Jika kemudian manusia mendapati stresor tersebut di dalam


kehidupannya, maka ia akan berada pada kondisi tertekan. Dalam
istilah lain, manusia ada di bawah tekanan. Tekanan tersebut
berupa banyak bentuk termasuk target pribadi atau hal-hal yang
telah diurai di atas. Jika kondisi ini tidak dapat dilalui manusia
dengan baik, maka manusia akan memasuki kondisi frustasi.
Frustasi bisa diartikan adanya hambatan ketika seorang manusia
mencoba mencapai satu hasil atau juga memecahkan dan coba
keluar dari keadaan tertekan. Kemarahan adalah salah satu reaksi
emosi dari kondisi ini.

Setelah frustasi seperti itulah akan muncul konflik. Konflik


muncul ketika adanya beberapa dorongan dan juga kebutuhan
maupun motif yang berbeda secara bersamaan. Memilih diantara
dua pilihan yang diinginkan, approach-approach conflict, atau
harus memilih diantara dua pilihan yang tidak diinginkan,
avoidance-avoidance conflict, atau memilih sesuatu yang
diinginkan dengan efek yang tidak diinginkan, approach-
avoidance conflict. Ketiga hal tersebut merupakan jenis-jenis
konflik.

Konflik sendiri dapat menyebabkan krisis. Satu keadaan


yang mendadak dan menimbulkan stress pada individu. Pada
kondisi-kondisi tersebut, tubuh manusia akan memberikan respon
atas stressor. Berikut adalah tanda-tanda yang mungkin muncul
ketika seseorang mengalami stress.

Panduan Belajar UNBK SMK Teori Kejuruan Bidang Keahlian Keperawatan | 75


a. Keluhan Somatik
• Gangguan pencernaan
• Nyeri dada atau debar jantung (palpitasi)
• Insomnia atau tidur mudah terbangun
• Gangguan yang tidak spesifik seperti sakit kepala
atau tidak nafsu makan
• Nyeri otot, letih, lesu, tidak bergairah
b. Keluhan Psikis
• Putus asa, merasa masa depan suram
• Sedih dan merasa bersalah
• Impulsif dan mudah marah
• Selalu tegang dan suka menyendiri
c. Gangguan Psikomotorik
• Gairah kerja atau belajar menurun
• Mudah lupa atau konsentrasi berkurang

Adapun respon tubuh kita terhadap stress tidak terjadi


secara langsung tanpa ada proses. Beberapa tahapan stress
diuraikan oleh beberapa ahli. Secara singkat tahapan stress dari
tahap satu hingga enam. Tahap satu dimulai ketika manusia
menjadi lebih bersemangat, menjadi lebih waspada, penglihatan
tajam, bahak pekerjaan pun bisa selesai lebih cepat. Hingga pada
tahap kedua, manusia merasakan hal-hal yang terjadi pada tahap
pertama sangat melelahkan. Muncul keluhan nyeri di beberapa
bagian otot tubuh seperti punggung dan tengkuk. Muncul kelelahan
ketika bangun tidur, hingga muncul gejala somatis seperti rasa
tidak nyaman di perut bahkan nyeri.

Pada tahap selanjutnya, tahap tiga, keluhan-keluhan di


tahap kedua akan semakin mengganggu. Gangguan lambung,
ketegangan otot semakin terasa, emosi semakin memuncak,
gangguan pola tidur hingga insomnia, atau bahkan gangguan
koordinasi tubuh. Jika ini tidak terlewati dengan baik, maka

Panduan Belajar UNBK SMK Teori Kejuruan Bidang Keahlian Keperawatan | 76


manusia akan masuk pada tahap selanjutnya yaitu stress tahap
empat berupa aktivitas yang awalnya menyenangkan menjadi
terasa membosankan, bahkan terasa sulit diselesaikan. Menjadi
tidak mampu melakukan aktifitas normal sehari-hari, gangguan
tidur disertai mimpi buruk, daya konsentrasi menurun bahkan
hingga kecemasan tanpa sebab.

Jika kondisi itu juga tidak dapat dilalui, manusia akan


masuk pada tahap kelima dari stress. Kondisi dimana gangguan
somatis semakin mengganggu, tidak mampu menyelesaikan
pekerjaan sehari-hari yang sederhana dan ringan. Hingga ketakutan
dan kecemasan yang semakin meningkat, bingung dan mudah
panik. Hingga pada tahap akhir, manusia mungkin mengalami
panic attack (serangan panik) ketika kondisi tubuh semakin
menurun. Ditandai dengan debaran jantung teramat keras, sesak
napas, sekujur badan terasa lemas dan bergetar, keringat dingin,
kehilangan tenaga hingga pingsan.

Atas gangguan-gangguan itulah, tubuh manusia akan


memberikan respon. Respon terhadap stress sendiri secara garis
besar terbagi menjadi dua.

a. Local Adaptation Syndrome (LAS)


Adaptasi ini merupakan respon dari jaringan, organ,
atau bagian tubuh. Respon ini terjadi pada satu tempat
dan tidak dirasakan oleh semua sistem tubuh. Terdiri
dari dua jenis respon yaitu respon inflamasi dan respon
imunologis.
Respon inflamasi terjadi ketika vaskular dan selular
bereaksi. Pembuluh darah mengalami konstiksi lalu
dilatasi pada beberapa saat kemudian. Hal ini
menyebabkan peredaran darah lebih cepat pada lokasi
tertentu hingga permukaan kulit menjadi hangat. Jika
pada kondisi stress fisik, mungkin akan timbul

Panduan Belajar UNBK SMK Teori Kejuruan Bidang Keahlian Keperawatan | 77


pertukaran cairan intravaskuler dan ekstravaskuler yang
akhirnya menyebabkan edema.
Kondisi edema akan menekan persyarafan sehingga
menimbulkan sensasi nyeri. Jika pada stress biologis,
fisik, atau kimia, hal tersebut memicu pengeluaran
eksudat, eksudasi. Hingga pada tahap akhir terjadi
regenerasi sel. Sementara respon imunologis terjadi
merupakan reaksi dari respon inflamasi. Tubuh
mengeluarkan zat imun berupa imunoglobulin. Hal ini
sebagai bentuk pertahanan diri.
b. General Adaptation Syndrome (GAS)
Berbeda dengan LAS, GAS merupakan respon yang
dialami oleh sistem tubuh sebagai kesatuan utuh.
Dimulai dengan alarm reaction, tahapan ini hampir
mirip dengan reaksi flight-fight response. Manusia
menjadi lebih awas, dan mencoba menghindar atau
menghadapi stressor.
Kemudian akan masuk tahap stage reaction, pada tahap
ini manusia masih bertahan melawan stressor meski
dengan reaksi fisiologis yang berkurang. Hingga pada
tahap akhir, memasuki stage of exhautions atau kondisi
dimana tubuh mulai kelelahan yang dirasakan teramat
sangat. Hal ini terjadi karena stressor yang dialami
mampu menguras energi yang ada.

Panduan Belajar UNBK SMK Teori Kejuruan Bidang Keahlian Keperawatan | 78


KONSEP KEPERAWATAN KOMUNITAS

A. Pengertian

Keperawatan Komunitas adalah pelayanan keperawatan professional


yang ditujukan kepada masyarakat dengan penekanan kelompok risiko tinggi
dalam upaya pencapaian derajat kesehatan yang optimal melalui peningkatan
kesehatan, pencegahan penyakit, pemeliharaan & rehabilitasi dengan
menjamin keterjangkauan pelayanan kesehatan yang dibutuhkan dan
melibatkan klien sebagai mitra dalam perencanaan pelaksanaan, dan evaluasi
pelayanan kepepawatan. Dalam referensi lain disebutkan, keperawatan
komunitas adalah suatu sintesa ilmu dan praktik kesehatan masyarakat, yang
diimplementasikan melalui penggunaan proses keperawatan yang sistematis,
dirancang untuk mempromosikan kesehatan dan mencegah penyakit pada
kelompok populasi.

Dari dua definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa keperawatan


komuniatas merupakan bidang ilmu dalam ilmu keperawatan yang berfokus
pada peningkatan kesehatan kelompok masyarakat. Peningkatan kesehatan
tersebut dilakukan melalui promosi kesehatan dan dilakukan dengan proses
keperawatan seperti lazimnya. Dari defiinisi tersebut, muncul beberapa peran
perawat komunitas, antara lain :

• Meningkatan kesehatan dan pencegahan penyakit


• Pelayanan keperawatan langsung pada aggregate atau komunitas
• Perhatian langsung terhadap kesehatan seluruh masyarakat dan
mempertimbangkan bagaimana masalah kesehatan masyarakat
mempengaruhi kesehatan individu, keluarga, kelompok/komunitas
dan sebaliknya.
B. Sasaran Keperawatan Komunitas

Sasaran keperawatan komunitas seluruh masyarakat termasuk individu,


keluarga dan kelompok baik yang sehat maupun yang sakit. Khususnya
mereka yang beresiko tinggi dalam masyarakat. Berikut ini pengelompokan
sasaran dari keperawatan komunitas :

Panduan Belajar UNBK SMK Teori Kejuruan Bidang Keahlian Keperawatan | 79


1. individu adalah anggota keluarga sebagai satu kesatuan utuh
dari aspek biologi, psikologi, sosial dan spiritual
2. keluarga merupakan unit terkecil dari masyarakat yang terdiri
dari kepala keluarga, anggota keluarga lainnya yang berkumpul
dalam satu rumah tangga karena pertalian darah dan ikatan
perkawinan atau adopsi keluarga
3. kelompok khusus sekumpulan individu yang mempunyai
kesamaan jenis kelamin, umur, permasalahan kegiatan yang
terorganisasi yang sangat rawan terhadap masalah kesehatan
antara lain :
• kelompok khusus dengan kebutuhan khusus sebagai
akibat tumbuh kembang seperti : ibu hamil, anak balita,
anak usia sekolah dan usia lanjut
• kelompok khusus yang memerlukan pengawasan dan
bimbingan serta asuhan keperawatan. Seperti kelompok
penderita TB paru, Orang Dengan HIV AIDS (ODHA),
dan lain sebagainya.

Menurut Depkes (2006) Pelayanan keperawatan kesehatan komunitas dapat


diberikan secara langsung pada semua tatanan pelayanan kesehatan , yaitu :

A. Di dalam unit pelayanan kesehatan (Rumah Sakit, Puskesmas, dll) yang


mempunyai pelayanan rawat jalan dan rawat inap
B. Di rumah Perawat “home care” memberikan pelayanan secara langsung
pada keluarga di rumah yang menderita penyakit akut maupun kronis.
Peran home care dapat meningkatkan fungsi keluarga dalam merawat
anggota keluarga yang mempunyai resiko tinggi masalah kesehatan.
C. Di sekolah Perawat sekolah dapat melakukan perawatan sesaat (day care)
diberbagai institusi pendidikan (TK, SD, SMP, SMA, dan Perguruan
tinggi, guru dan karyawan). Perawat sekolah melaksanakan program
screening kesehatan, mempertahankan kesehatan, dan pendidikan
kesehatan

Panduan Belajar UNBK SMK Teori Kejuruan Bidang Keahlian Keperawatan | 80


D. Di tempat kerja/industri Perawat dapat melakukan kegiatan perawatan
langsung dengan kasus kesakitan/kecelakaan minimal di tempat
kerja/kantor, home industry/ industri, pabrik dll. Melakukan pendidikan
kesehatan untuk keamanan dan keselamatan kerja, nutrisi seimbang,
penurunan stress, olah raga dan penanganan perokok serta pengawasan
makanan.
E. Di barak-barak penampungan Perawat memberikan tindakan perawatan
langsung terhadap kasus akut, penyakit kronis, dan kecacatan fisik ganda,
dan mental.
F. Dalam kegiatan Puskesmas keliling Pelayanan keperawatan dalam
puskesmas keliling diberikan kepada individu, kelompok masyarakat di
pedesaan, kelompok terlantar. Pelayanan keperawatan yang dilakukan
adalah pengobatan sederhana, screening kesehatan, perawatan kasus
penyakit akut dan kronis, pengelolaan dan rujukan kasus penyakit.
G. Di Panti atau kelompok khusus lain, seperti panti asuhan anak, panti
werda, dan panti sosial lainya serta rumah tahanan (rutan) atau lembaga
pemasyarakatan (Lapas).
H. Pelayanan pada kelompok kelompok resiko tinggi seperti perawatan pada
kelompok wanita, anak-anak, lansia mendapat perlakukan kekerasan,
Pelayanan keperawatan di pusat pelayanan kesehatan jiwa, Pelayanan
keperawatan dipusat pelayanan penyalahgunaan obat, Pelayanan
keperawatan ditempat penampungan kelompok lansia, gelandangan
pemulung/pengemis, kelompok penderita HIV (ODHA/Orang Dengan
Hiv-Aids), dan WTS

Agar pemberian layanan keperawatan komunitas lebih efektif, perawat


perlu mengetahui permasalahan mengenai kelompok masyarakat. Termasuk di
dalamnya fase-fase pengembangan kelompok. Berikut ini adalah fase-fase
tersebut :

1. Orientasi : pada fase ini perawat harus dapat mengkaji tujuan dari adanya
kelompok tersebut. Kesamaan visi dan cara pandang dari anggota
kelompok

Panduan Belajar UNBK SMK Teori Kejuruan Bidang Keahlian Keperawatan | 81


2. Conflict : Setelah diketahui tujuan dari masing-masing anggota kelompok,
maka masing-masing akan tertarik untuk mengelola isu yang berkaitan
dengan kelompok
3. Kohesif (Cohesion) : Pada fase ini anggota mulai menyadari waktu terus
berjalan dan pekerjaan harus diselesaikan
4. Kerja (working) : Setelah muncul kesadaran bersama, masing-masing
anggota kelompok kemudian akan merencanakan dan melaksanakan
pekerjaan masing-masing untuk mencapai tujuan dari kelompok tersebut.
5. Terminasi : fase di mana tugas kelompok sudah selesai dan mencapai
tujuan bersama
C. Pendidikan Kesehatan
Pendidikan kesehatan merupakan salah satu strategi pelaksanaan dari
rencana keperawatan komunitas. Pendidikan kesehatan didefinisikan
sebagai proses perubahan perilaku yang dinamis yang mana perubahan
tersebut bukan sekedar transfer materi atau teori dari seseorang ke orang
lain dan bukan juga seperangkat prosedur. Akan tetapi, perubahan tersebut
terjadi akibat adanya kesadaran dari dalam diri individu, kelompok, dan
masyarakat sendiri.
Dengan dilakukannya pendidikan kesehatan individu ataupun
masyarakat diharapkan mampu :
• Menetapkan masalah dan kebutuhan mereka sendiri
• Memahami apa yang dapat mereka lakukan terhadap masalah
kesehatan yang dihadapi dengan sumber daya yang ada pada
mereka ditambah dengan dukungan dari luar
• Memutuskan kegiatan yang paling tepat guna meningkatkan
taraf hidup sehat dan kesejahteraan masyarakat

Dalam pelaksanaannya, pendidikan kesehatan dapat dilakukan


dengan penyuluhan kesehatan. Penyuluhan adalah kegiatan yang sama
dengan pendidikan kesehatan. Secara istilah, penyuluhan kesehatan
didefinisikan sebagai usaha untuk menyampaikan pesan kesehatan kepada
masyarakat, kelompok, atau individu agar masyarakat tahu, mau dan

Panduan Belajar UNBK SMK Teori Kejuruan Bidang Keahlian Keperawatan | 82


mampu melakukan perubahan demi tercapainya peningkatan produksi,
pendapatan, dan perbaikan kesejahteraan.

Namun secara prinsippnya, terdapat beberapa hal yang membedakan


penyuluhan kesehatan dengan pendidikan kesehatan. Hal-hal tersebut
dapat dilihat pada tabel di bawah ini.

Penyuluhan Kesehatan Pendidikan Kesehatan


Harus dilakukan oleh tenaga Dapat dilakukan oleh siapa pun
kesehatan yang mengerti tentang kesehatan
Dilakukan dalam asuhan Tidak harus dalam asuhan
keperawatan keperawatan
Diberikan di depan kelompok atau Dapat dilakukan dihadapan individu
masyarakat (satu orang saja)
Bersifat umum Dapat bersifat umum dan pribadi

Panduan Belajar UNBK SMK Teori Kejuruan Bidang Keahlian Keperawatan | 83


PELAYANAN KEPERAWATAN

Dalam Undang-Undang Republik Indonesia nomor 38 Tahun 2014


tentang Keperawatan disebutkan bahwa pelayanan keperawatan adalah satu
bentuk pelayanan profesional yang merupakan bagian integral dari pelayanan
kesehatan yang didasarkan pada ilmu dan kiat keperawatan ditujukan kepada
individu, keluarga, kelompok, atau masyarakat baik sehat ataupun sakit.
Dalam Undang-undang tersebut juga dijelasakan bahwa jenis perawat terdiri
dari perawat professional dan perawat vokasional.

Perawat professional merujuk pada mereka yang telah menyelesaikan


pendidikan ners dan pendidikan spesialisasi perawat. Adapun untuk perawat
yang menyelesaikan pendidikan hingga diploma III, maka mereka
diklasifikasikan menjadi perawat vokasi menurut Undang-Undang tersebut.
Adapun untuk mengakomodir tenaga kesehatan yang menyelesaikan
pendidikan di tingkat menengah, maka pemerintah Indonesia membuat
payung hukum berupa Undang-Undang tentang Tenaga Kesahatan. Lalu
diturunkan dalam bentuk Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes).

Dalam Permenkes nomor 80 tahun 2016 tentang Asisten Tenaga


Kesehatan disebutkan bahwa asisten tenaga kesehatan adalah setiap orang
yang mengabdikan diri dalam bidang kesehatan serta memiliki pengetahuan
dan/atau keterampilan melalui pendidikan bidang kesehatan di bawah jenjang
diploma tiga. Salah satu dari asisten tenaga kesehatan adalah asisten perawat.
Mereka yang memiliki pengetahuan dan keterampilan keperawatan melalui
jenjang pendidikan SMK kesehatan.

Dalam praktiknya, pembelajaran asisten keperawatan tidak akan sama


dengan pendidikan tinggi keperawatan. Karena itu tugasnya pun tidak akan
sama dengan perawat. Berikut ini lingkup pekerjaan Asisten Perawat menurut
Peraturan Menteri Kesehatan nomor 80 Tahun 2016 tentang Asisten Tenaga
Kesehatan.

Panduan Belajar UNBK SMK Teori Kejuruan Bidang Keahlian Keperawatan | 84


a. Melakukan kebersihan lingkungan keperawatan pasien, meja, tempat
tidur, dan kelengkapannya
Asisten kesehatan bidang keperawatan diharapkan mampu memberikan
kebutuhan rasa aman dan nyaman bagi pasien. Salah satu cara
pencapaiannya adalah dengan menyiapkan lingkungan yang bersih bagi
pasien. Termasuk menyiapkan tempat tidur pasien, baik itu sebelum pasien
masuk ataupun ketika pasien dirawat.
b. Melakukan personal hygiene pasien termasuk asistensi terhadap
pasien
Selain menyiapkan lingkungan pasien, asisten perawat pun diharapkan
mampu membantu pasien atau keluarga untuk melakukan dan menjaga
personal hygiene. Personal hygiene dibutuhkan agar pasien tidak
mengalami komplikasi atau masalah kesehatan kulit. Personal hygiene
meliputi memandikan pasien, mengkramasi pasien, oral hygiene,
perawatan kuku dan perineum hygiene.
c. Melakukan pencucian peralatan dan melakukan dekontaminasi
peralatan keperawatan
Dekontaminasi adalah upaya menghilangkan kotoran ataupun
mikroorganisme yang mungkin membahayakan bagi kesehatan pasien.
Peralatan yang terkontaminasi akan menyebabkan infeksi silang. Hal ini
tentunya akan membahayakan bagi pasien. Tenaga kesehatan, termasuk
asisten perawat harus bisa mencegah komplikasi yang mungkin muncul di
lingkungan rumah sakit, atau selama pasien dirawat.
d. Membersihkan dan merapihkan alat tenun dan tempat tidur pasien
Salah satu keterampilan perawat yang harus dikuasai oleh asisten tenaga
keperawatan adalah menyiapkan tempat tidur. Perawat harus mampu
mengganti linen, perlak, dan semua alat tenun pasien ketika pasien tidak
mampu bergerak dan hanya terbaring di tempat tidur. Prosedur dilakukan
secara hati-hati agar tidak mengganggu homeostatis pasien yang justru
akan memperlambat proses penyembuhan.

Panduan Belajar UNBK SMK Teori Kejuruan Bidang Keahlian Keperawatan | 85


e. Melakukan asistensi penggantian alat tenun tempat tidur yang ada
pasien diatasnya
Keterampilan mengganti alat tenun dengan pasien di atas tempat tidur
sudah dibahas. Selanjutnya ada beberapa hal dan prosedur yang harus
diperhatikan oleh perawat dan/atau asisten perawat. Seperti bagaimana
menyimpan alat tenun yang sudah kotor, dan menyiapkan alat tenun yang
masih bersih. Hal ini tidak terlepas dari pencegahan infeksi nosokomial
f. Mengidentifikasi dan melaporkan situasi lingkungan yang dapat
membahayakan keselamatan klien/pasien
Salah satu aspek yang menjadi penilaian pelayanan kesehatan di rumah
sakit adalah aspek keamanan bagi pasien. Asisten perawat harus mampu
menghindarkan pasien dari bahaya seperti resiko jatuh. Jatuh dapat
memperburuk kondisi pasien. Untuk menilai resiko jatuh tersebut, perawat
harus memperhatikan kondisi umum pasien, dan lingkungan sekitar pasien
seperti lantai yang basah, atau barang lain yang dapat menggangu
keseimbangan pasien ketika berjalan.

Panduan Belajar UNBK SMK Teori Kejuruan Bidang Keahlian Keperawatan | 86


K3LH

(KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA DAN LINGKUNGAN HIDUP)

A. Pendahuluan
Kehidupan manusia tidak terlepas dari lingkungan hidup. Karena
manusia merupakan bagian dari lingkungan itu sendiri. Apa yang
ditempati oleh manusia adalah lingkungan. Manusia juga mengambil
banyak manfaat dari lingkungan. Oleh karena itu perlu adanya
keseimbangan hubungan antara manusia dan lingkungan.
Dalam kesehatan pun dikenal dengan istilah trias epidemiologi. Satu
gambaran yang menjelaskan terjadinya penyakit karena adanya hubungan
manusia, lingkungan dan agen penyakit. Konsep trias epidemiologi itu
tergambar seperti berikut
Host

Agen Environment

Dalam konsep trias epidemiologi ini dijelaskan, kondisi sehat


merupakan kondisi seimbang antara ketiga faktor yakni manusia sebagai
host, agen penyakit dan lingkungan. Ketika keseimbangannya terganggu,
maka akan menyebabkan kondisi sakit. Misalkan pada penurunan kualitas
lingkungan hidup, seperti penurunan sanitasi, atau meningkatnya polusi,
akan menyebabkan angka kesakitan (morbiditas) semakin meningkat.
Untuk itu perawat dan tenaga kesehatan lain, wajib tahu mengenai
kesehatan lingkungan.

Panduan Belajar UNBK SMK Teori Kejuruan Bidang Keahlian Keperawatan | 87


B. Kesehatan Lingkungan
Kesehatan lingkungan sebagai suatu ilmu didefinisikan sebagai
bagian integral dari ilmu kesehatan masyarakat yang secara khusus
mempelajari dan juga menangani hubungan antara manusia dan
lingkungannya dalam mencapai keseimbangan ekologi serta juga dibangun
untuk mencapai kondisi sehat yang optimal. Hal ini serupa juga
dinyatakan oleh WHO, bahwa keseimbangan lingkungan perlu dijaga
untuk mencapai kesehatan optimal.
Dalam disiplin ilmu kesehatan lingkungan, setidaknya ada 17 ruang
lingkup yang dipelajari. Antara lain ketersediaan air, kebersihan atau
sanitasi lingkungan, pembuangan sampah, pengendalian vektor penyakit,
pengendalian polusi udara, pengendalian kebisingan, perumahan dan
pemukiman serta banyak lagi lainnya. Dalam praktiknya, ilmu ini juga
bermanfaat untuk melawan isu lingkungan.
Seperti yang terjadi dalam 10 tahun terakhir, mengenai isu pemanasan
global. Pemanasan global adalah kondisi meningkatnya suhu permukaan
bumi secara global. Hal ini terjadi karena panas matahari yang masuk ke
bawah atmosfer bumi memantulkan sinar infra merah untuk dikembalikan
ke lapisan udara. Namun sinar tersebut terperangkap di bawah lapisan
stroposfer, lapisan paling bawah atmosfer bumi yang kita tempati.
Sinar tersebut terperangkap di bawah lapisan stroposfer karena
adanya gas-gas rumah kaca pada lapisan tersebut. Gas-gas rumah kaca
tersebut merupakan tumpukan dari limbah industri, limbah rumah tangga,
limbah pertanian, dan limbah perubahan tataguna lahan. Sebagian besar
dari gas tersebut merupakan karbondioksida yang merupakan sisa dari
asap kebakaran hutan, asap industri, dan asap kendaraan bermotor. Gas
karbondioksida tersebut dapat bertahan di udara selama 50 tahun, sehingga
dalam 100 tahun dapat terjadi kenaikan suhu antara 1-5º Celcius.
Peningkatan panas bumi ini tentunya membawa dampak yang tidak
baik bagi bumi yang ditempati manusia, dan juga akan mempengaruhi
kehidupan manusia itu sendiri. Dampak buruk peningkatan suhu bumi
anatara lain :

Panduan Belajar UNBK SMK Teori Kejuruan Bidang Keahlian Keperawatan | 88


• Meningkatnya permukaan air laut
Hal ini terjadi karena mencairnya es di dua kutub bumi. Ketika
air laut meningkat, maka daratan akan mengalami intrusi
daratan dan terjadi erosi pantai. Hal ini tentunya akan
mengurangi luas daratan.
• Perubahan iklim di seluruh dunia
Perubahan iklim pun membawa dampak bagi manusia. bahkan
dapat menyebabkan perubahan iklim ekstrem yang dapat
mempengaruhi kesehatan manusia. Beberapa tanda perubahan
iklim adalah meningkatnya curah hujan, meningkatnya bahaya
banjir dan erosi, meningkatnya frekuensi dan intensitas badai.
• Kerusakan lingkungan dan menurunnya kualitas
kesehatan
Dari dua akibat diatas, secara otomatis akan menimbulkan
masalah kerusakan lingkungan dan penurunan kualitas
kesehatan. Kerusakan lingkungan dapat timbul karena erosi
pantai, atau terjadi karena resiko banjir meningkat. Selain itu,
pada beberapa kondisi seperti kemarau panjang, dapat
menyebabkan gagal panen bagi petani. Kemarau panjang pun
menjadi kondisi yang sangat baik untuk tumbuhnya
mikroorganisme, khususnya di Indonesia yang beriklim tropis.
Dengan kondisi ini, tidak jarang masyarakat mengalami
infeksi saluran napas atas.

Di tingkat global, isu ini sudah menjadi isu utama dan banyak dibahas oleh
para pemimpin Negara mereka. Setidaknya dari tahun 1972 sudah dibentuk
United Nation Enviromental Programe (UNEP) untuk mengendalikan
pemanasan global ini. Hingga saat ini pun terus dibahas, agar terjadi
keseimbangan alam dan manusia dapat hidup dengan sejahtera.

C. Dasar K3 dan P3K


Dalam melaksanakan pekerjaan sehari-hari, manusia perlu memastikan
keselamatan selama bekerja. Karena jika tidak, maka kecelakaan yang

Panduan Belajar UNBK SMK Teori Kejuruan Bidang Keahlian Keperawatan | 89


diakibatkan pekerjaan dapat terjadi yang justru merugikan manusia itu
sendiri. Untuk itu dibuatlah satu sistem manajemen untuk meminimalisir
resio terjadinya kecelakaan kerja. Sistem tersebut adalah sistem
manajemen keselamatan dan kesehatan kerja (Sistem Manajemen K3).
Sistem manajemen K3 adalah bagian dari sistem manajemen secara
keseluruhan yang meliputi struktur organisasi, perencanaan, tanggung
jawab, pelaksanaan, prosedur, proses dan sumber daya yang dibutuhkan
bagi pengembangan, penerapan, pencapaian, pengkajian, dan
pemeliharaan kebijakan keselamatan dan kesehatan kerja dalam rangka
pengendalian resiko agar terciptanya lingkungan kerja yang aman, efisien,
dan produktif. Dari definisi itu, jelas bahwa manajemen K3 dibuat untuk
meminimalisir kecelakaan kerja, sehingga pekerja menjadi lebih produktif.
Semua perushaan diwajibkan menerapkan sistem manajemen K3, sebagai
bentuk perlindungan perusahaan kepada pegawainya.
Prinsip dari manajemen K3 pada perusahaan adalah menjamin
keselamatan operator dan orang lain, menjamin penggunaan peralatan
aman dioperasikan, menjamin proses produksi aman dan lancar. Adapun
manfaat dari diterapkannya manajemen K3 melindungi tenaga kerja, atas
hak keselamatannya dalam melakukan pekerjaan untuk kesejahteraan
hidup dan meningkatkan produksi serta produktivitas masyarakat,
menjamin keselamatan setiap orang lain yang berada di tempat kerja. Serta
sumber produksi dipelihara dan dipergunakan secara aman dan efisien.
Jika terjadi kecelakaan dalam lingkungan kerja, maka diperlukan
tindakan segera untuk menangani hal tersebut. Tindakan-tindakan itu
serupa dengan pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K). P3K adalah
pertolongan sementara yang diberikan kepada seseorang yang menderita
sakit atau kecelakan sebelum mendapatkan pertolongan dari dokter.
Prinsip dari tindakan P3K adalah memberikan perasaan tenang,
mencegah mengurangi rasa takut atau gelisah, mengurangi bahaya yang
lebih besar. Pemberian tindakan P3K disesuaikan dengan kasus yang
terjadi. namun pada prinsipnya, penolong harus memperhatikan beberapa
hal antara lain :

Panduan Belajar UNBK SMK Teori Kejuruan Bidang Keahlian Keperawatan | 90


• Penolong tidak boleh panik
• Perhatikan keadaan korban
• Rencanakan jenis pertolongan
• Amankan lingkungan

Beberapa tindakan P3K yang mungkin dapat diberikan pada pasien antara
lain sebagai berikut :

a. Perdarahan
• Hentikan perdarahan
• Jika terdapat benda asing yang menancap, jangan dicabut.
Lakukan fiksasi dengan memberikan balutan luka
• Jika perdarahan sudah berhenti, balut luka untuk sementara
hingga pertolongan medis datang
b. Penurunan kesadaran
• Amankan korban
• Baringkan pasien dengan kepala sejajar dengan tubuh dan
berposisi miring. Pasien dapat diberikan posisi kaki yang lebih
tinggi dari kepala
• Longgarkan pakaian
• Berikan akses oksigen yang leluasa. Pasien tidak boleh
dikerumuni.
c. Patah tulang/fraktur
• Cek tanda dan gejala fraktur pada pasien
• Tenangkan pasien
• Lakukan imobilisasi anggota gerak yang mengalami fraktur
dengan bidai
• Minta pasien jangan banyak bergerak agar posisi patahan
tulang tidak berubah

Panduan Belajar UNBK SMK Teori Kejuruan Bidang Keahlian Keperawatan | 91


TUMBUH KEMBANG MANUSIA

A. Pendahuluan
Manusia merupakan makhluk yang bertumbuh dan berkembang.
Tumbuh artinya manusia mengalami perubahan dalam dimensi fisik. Sel-sel
dalam tubuh yang bertambah sehingga ukuran tubuh manusia ikut berubah.
Pertumbuhan diidentikan dengan hal-hal yang dapat diukur dari organ tubuh
manusia serta memiliki batas pertumbuhannnya. Contoh dari pertumbuhan
adalah tinggi badan, berat badan, lingkar lengan atas, pertumbuhan gigi, dan
lain sebagainya.
Sementara perkembangan merujuk pada perubahan manusia yang
bersifat non fisik. Perkembangan kognitif, kematangan cara berfikir,
kemampuan problem solving, perkembangan psikososial, hingga spiritual
merupakan contoh dari hal-hal yang dapat berkembang dari manusia.
perkembangan tidak berkaitan dengan pertambahan usia seseorang. Hal ini
berkebalikan dari pertumbuhan yang secara normal akan bertambah ketika
usia bertambah dan berhenti pada usia tertentu.
Seperti itulah perbedaan antara pertumbuhan dan perkembangan.
Sejatinya pertumbuhan pun terjadi sejak terjadinya pembuahan sel telur oleh
sperma. Sel tersebut mengalami mitosis dan miosis hingga berubah bentuk
menjadi janin. Lalu lahir menjadi bayi, dan terus bertumbuh hingga menjadi
lansia, lalu mati.
Pertumbuhan dan perkembangan sendiri dipengaruhi oleh dua faktor
besar yaitu faktor internal dan eksternal. Faktor internal meliputi gen,
hormon, ras, umur, jenis kelamin. Sementara faktor eksternal antara lain gizi,
penyakit, infeksi, pekerjaan, sanitasi lingkungan, stimulasi yang baik, kondisi
sosial ekonomi.
B. Tumbuh Kembang Masa Bayi
Masa awal kehidupan manusia di luar rahim ibu adalah usia bayi. dimulai
dari usia nol bulan hingga 12 bulan. Pada awal kehidupannya di luar rahim,
manusia secara alami memiliki empat reflex. Reflex menghisap (sucking of
reflex), reflex mencari (rooting of reflex), reflex menggenggam (gaspring of

Panduan Belajar UNBK SMK Teori Kejuruan Bidang Keahlian Keperawatan | 92


reflex), dan refleks moro atau reflex terkejut. Keempat reflex tersebut
dimiliki bayi untuk bertahan hidup di luar rahim ibu.
Selain itu, bayi juga mengalami pertumbuhan fisik dan beberapa
perkembangan. Pada bayi baru lahir atau neonatus, akan tampak bulu halus
atau lanugo. Lanugo tersebut akan menghilang beberapa bulan setelah bayi
lahir. Selama enam bulan pertama, pertumbuhan fisik bayi pun terbilang
cepat. Dari pertumbuhan fisik tersebut, bayi mengalami perkembangan
psikomotrik. Berikut ini beberapa tanda pertumbuhan psikomotorik bayi.

No Usia Bayi Ciri perkembangan psikomotrik


1 1 bulan  menggerakan kepala dari sisi ke sisi
 cengkraman yang kuat
 menatap tangan dan jari-jari
 mengikuti gerakan mata

2 2 bulan  menahan kepala dan leher sebentar pada saat


telungkup,
 membuka dan menutup kepalan tangan
 memukul tanpa arah
 mulai bermain dengan jari-jari dan mulai
membuat asosiasi
 tersenyum dengan responsif, dan
mengadakan kontak mata.
3 3 bulan  Meraih dan mengambil objek, kepala tegak
saat digendong, mulai merasakan beban pada
kaki
 Mengenggam objek dengan tangan, mengisap
ibu jari dan meninju
 Menirukan orang dewasa saat menjulurkan
lidah dan mulai tertawa
4 4 bulan  Mendorong tangan ke atas dengan tangan
pada posisi telungkup, duduk bertumpu pada

Panduan Belajar UNBK SMK Teori Kejuruan Bidang Keahlian Keperawatan | 93


lengan
 Mengambil objek
 Tertawa keras
5 5 bulan  Mulai berguling ke salah satu sisi badan
 Belajar memindahkan objek dari tangan yang
satu ke tangan yang lain
 Meniup raspberry (menyemburkan busa)
6 6 bulan  Berguling ke sisi kiri dan kanan
 Memakai tangan untuk menyambar objek
kecil
7 7 bulan  Duduk dengan/tanpa ditopang
 Mulai merangkak
 Belajar menggunakan ibu jari dan jari tangan
lainnya
8 8 bulan  Duduk tanpa dibantu
 Mulai bertepuk tangan
9 9 bulan • Mencoba naik/merangkak ke atas tangga
• Menguasai genggaman/mencubit
10 10 bulan • Menarik diri untuk berdiri
• Menyusun dan mengurutkan mainan
11 11 bulan  Menjelajah menggunakan perabotan
 Membalik halaman saat anda membaca
12 12 bulan  Berdiri tanpa dibantu dan mungkin memulai
langkah pertama
 Membantu saat dipakaikan baju (memasukan
tangan ke lengan baju)

C. Masa Lanjut Usia


Masa akhir dari kehidupan manusia adalah masa lanjut usia. Pada masa
ini akan banyak perubahan yang dialami oleh manusia. Dimulai dari
perubahan fisik, perubahan kognitif, perubahan psikologis, perubahan

Panduan Belajar UNBK SMK Teori Kejuruan Bidang Keahlian Keperawatan | 94


lingkungan sosial, hingga perubahan psikoseksual. Perubahan-perubahan
tersebut membawa dampak bagi seorang lansia, seperti merasa tidak punya
teman, merasa tidak berguna, hingga mudah mengeluh sakit.
Secara garis besar, masa lanjut usia atau lansia dibagi menjadi tiga masa.
Ketiga masa tersebut memiliki ciri perkembangannya masing-masing.
Berikut ini pembagian masa lansia dengan masing-masing ciri
perkembangannya.
No Masa lansia Usia Ciri Perkembangan
1 Young-Old 65-74 tahun Beradaptasi dengan masa pensiun,
(Tua-muda) beradaptasi dengan perubahan
fisik, dapat berkembang penyakit
kronis.
2 Middle-old 75-84 tahun Adaptasi terhadap penurunan
(Tua-menengah) kecepatan dalam pergerakan,
perubahan kemampuan sensori
dan peningkatan ketergantungan
terhadap orang lain
3 Old-old Di atas 85 Terjadi peningkatan gangguan
(tua-tua) tahun kesehatan fisik

Panduan Belajar UNBK SMK Teori Kejuruan Bidang Keahlian Keperawatan | 95


BAGIAN IV

KETERAMPILAN DASAR TINDAKAN KEPERAWATAN

Panduan Belajar UNBK SMK Teori Kejuruan Bidang Keahlian Keperawatan | 96


PEMERIKSAAN TANDA-TANDA VITAL

A. Pendahuluan
Tanda-tanda vital merupkan indikator yang digunakan untuk melihat
kondisi kesehatan fisik seseorang. Indikator ini merupakan batasan-
batasan angka berupa rentang normal dari fungsi tubuh manusia. Tanda-
tanda vital dapat menunjukan kondisi homeostatis tubuh karena
menunjukan keefektifan sirkulasi, respirasi, dan fungsi neural serta
endokrin tubuh manusia.
Tanda-tanda vital terdiri dari empat komponen yaitu nilai tekanan
darah, nilai frekuensi pernafasan, nilai frekuensi nadi, serta nilai suhu
tubuh manusia. Empat komponen tersebut menunjukan keefektifan kerja
dari organ vital manusia. Tekanan darah dan frekuensi nadi menunjukan
kerja dari sistem kardiovaskuler yang bekerja mengedarkan darah ke
seluruh tubuh. Di dalam darah terdapat cairan, oksigen, hormon, dan
berbagai zat, termasuk nutrisi, yang dibutuhkan oleh sel manusia untuk
bertahan hidup.
Frekuensi pernafasan menunjukan kerja sistem respirasi dan juga
menunjukan keseimbangan oksigen dan karbon di dalam tubuh manusia.
Oksigen yang diambil dari lingkungan menjadi hal dasar yang dibutuhkan
oleh sel. Dengan oksigen tersebut, sel manusia bisa melakukan
metabolisme dan menghasilkan energi. Dengan adanya energi tersebut,
seluruh organ dalam tubuh manusia dapat bekerja dengan baik. Frekuensi
nafas yang tidak normal menunjukan adanya kekurangan oksigen atau
kelebihan karbon dalam tubuh manusia.
Kemudian suhu tubuh menunjukan kondisi organ dalam secara
menyeluruh. Kenaikan suhu tubuh menunjukan adanya kelainan di dalam
tubuh manusia. Suhu tubuh manusia diatur oleh hipotalamus, satu bagian
yang terdapat pada otak manusia. Ketika jaringan tubuh di bagian dalam
mengalami kerusakan, baik itu karena trauma atau adanya inflamasi akibat
infeksi baik virus atau bakteri, maka hipotalamus akan mendapatkan sinyal
untuk menaikan suhu tubuh. Dengan adanya peningkatan suhu tubuh itu

Panduan Belajar UNBK SMK Teori Kejuruan Bidang Keahlian Keperawatan | 97


menjadi tanda bagi manusia bahwa di dalam tubuhnya mengalami
kelainan.
B. Tekanan Darah
Tekanan darah merupakan pemeriksaan kesehatan yang sering
dilakukan dan dibutuhkan masyarakat. Bahkan banyak masyarakat yang
bisa melakukannya sendiri, dengan alat yang dimilikinya. Nilai tekanan
darah menggambarkan kerja jantung manusia. nilai tekanan darah dibagi
menjadi dua yakni sistole dan diastole.
Sistol merupakan nilai yang menunjukan adanya kontraksi dari atrium
dan ventrikel jantung. Kontraksi ini muncul karena adanya penyebaran
perangasangan sebrang jantung atau eksitasi. Ini berarti sistole adalah nilai
tekanan yang muncul ketika jantung bekerja. Adapun diastole merupakan
fase saat atrium dan ventrikel beristirahat setelah memompakan darah.
Penulisan hasil pemeriksaan tekanan darah dituliskan dengan sistol per
diastole. Satuan dari hasil pemeriksaan tekanan darah adalah millimeter air
raksa. Menurut organisasi kesehatan dunia, WHO, nilai normal sistol
adalah 120 mmHg. Sementara untuk nilai normal diastole adalah 80
mmHg. Kedua nilai normal tersebut menjadi patokan untuk nilai normal
tekanan darah pasien dewasa.
Kondisi-kondisi tertentu dapat memicu kenaikan atau penurunan nilai
tekanan darah. Nilai tekanan darah yang tinggi disebut dengan hipertensi,
dan nilai tekanan darah yang rendah disebut dengan hipotensi. Berikut ini
tabel klasifikasi nilai tekanan darah yang dikeluarkan oleh WHO.
Klasifikasi Sistol Diastol
Normal 120 mmHg 80 mmHg
Pra Hipertensi 120-139 mmHg 80-89 mmHg
Hipertensi Stage 1 140-159 mmHg 90-99 mmHg
Hipertensi Stage 2 ≥160 mmHg ≥ 100 mmHg

Untuk mengetahui nilai tekanan darah dan klasifikasi tekanan darah


pasien, perawat perlu melakukan pemeriksaan tekanan darah

Panduan Belajar UNBK SMK Teori Kejuruan Bidang Keahlian Keperawatan | 98


menggunakan sphygmomanometer. Berikut ini adalah langkah-langkah
dari pemeriksaan tekanan darah
1. Persiapan alat
• Sphygmomanometer
• Stetoskop
• Buku catatan
• Sarung tangan
2. Menjelaskan tujuan dan prosedur tindakan
3. Jaga privasi klien
4. Mengatur posisi klien
5. Tentukan ukuran manset yang tepat. Lebar kantung yang dapat
dikembangkan di dalam manaset harus mencapai 40% dari lingkar
titik tengah lengan dimana manset digunakan
6. Tentukan sisi terbaik untuk penempatan manset. Hindari
ekstremitas dengan jalur intravena, adanya trauma, atau paralisis.
7. Lilitkan manset dengan bagian sentral manset diatas arteri
brachialis 2-3 cm di atas antecubital
8. Letakan manometer sejajar dengan mata
9. Tutup katup spigmomanometer
10. Pasang stetoskop di telinga dengan benar
11. Letakan diafragma stetoskop di atas arteri brachialis dengan tepat
dan tidak menyentuh baju atau palpasi arteri radial dengan 3 ujung
jari
12. Pompa dan naikan air raksa hingga 30 mmHg lebih tinggi dari saat
nadi tidak terdengar
13. Turunkan air raksa secara perlahan dengan kecepatan 2-3 mmHg
per detik dan identifikasi posisi jarum spigmomanometer pada saat
bunyi pertama terdengar kembali dan bunyi terakhir
14. Turunkan air raksa hingga angka nol
15. Kempiskan manset dan tunggu 30 detik bila ingin mengulang
prosedur
16. Lepaskan manset dari lengan pasien

Panduan Belajar UNBK SMK Teori Kejuruan Bidang Keahlian Keperawatan | 99


17. Rapikan alat dan klien
18. Lepaskan sarung tangan
19. Cuci tangan
20. Dokumentasi
C. Frekuensi Nadi

Sama halnya dengan tekanan darah, frekuensi nadi manusia


menunjukan kerja dari organ jantung dalam sistem kardiovaskular kita.
Hasil pemeriksaan nadi seseorang dapat menunjukan kondisi jantung
seseorang. Selain frekuensi denyut, kecepatan dan irama atau ritme denyut
nadi pun perlu diperhatikan selama pemeriksaan. Secara normal, nilai
frekuensi nadi orang dewasa adalah 80 hingga 100 kali permenit. Pada
pasien bayi, nilainya lebih tinggi yakni 100 hingga 120 kali per menit.

Jika frekuensi nadi seseorang didapatkan lebih dari nilai tersebut, maka
nadi pasien disebut takikardi. Sementara jika nilai yang didapat lebih
rendah dari itu, maka nadi pasien mengalami bradikardi. Kemudian, irama
nadi yang normal disebut ritmis. Jika mengalami ritme yang tidak teratur
maka disebut aritmia. Jika ditemukan adanya ketidak teraturan ritme dan
frekuensi nadi seseorang, maka perlu dilakukan pemeriksaan penunjang
seperti EKG.

Berikut ini langkah dan prosedur dari pemeriksaan frekuensi nadi.

1. Persiapan alat
• Jam tangan
• Sarung tangan
• Buku catatan
2. Menjelaskan prosedur dan tujuan
3. Jaga privasi klien
4. Mengatur posisi pasien
5. Menentukan lokasi pengukuran nadi dengan menggunakan 3
jari (telunjuk, tengah, dan manis)

Panduan Belajar UNBK SMK Teori Kejuruan Bidang Keahlian Keperawatan | 100
6. Setelah didapatkan nadinya teratur, mulai menghitung selama
satu menit. Atau dapat dihitung selama 15 detik dan hasilnya
dikalikan empat. Jika nadi tidak teratur, hitung selama satu
menit penuh.
D. Suhu Tubuh

Suhu tubuh memiliki peranan penting dalam kehidupan manusia.


manusia menghasilkan energi berupa kalor yang digunakan untuk bergerak.
Kalor ini yang membuat tubuh manusia memiliki suhu normal. Untuk
menjalankan tugas metabolisme dengan baik, serta mempertahankan
homeostatis tubuh yang baik, maka suhu tubuh manusia perlu dijaga agar
tetap ada dalam rentang normal.

Manusia akan beradaptasi secara alamiah ketika terjadi perubahan


suhu baik suhu tubuh ataupun suhu lingkungan. Ketika terjadi peningkatan
suhu tubuh, baik karena penyakit ataupun lingkungan, manusia akan
berkeringat untuk membuang suhu yang berlebih. Keringat tersebut akan
menguap ke dalam lingkungan sekitar melalui proses evaporasi. Salah satu
contoh tindakan yang biasanya dilakukan ketika terjadi peningkatan suhu
(misalkan suhu lingkungan) adalah melonggarkan pakaian.

Berbeda dengan kondisi peningkatan suhu. Ketika suhu lebih rendah


dari biasanya, maka tubuh akan menutup pori-pori, sehingga tidak terjadi
kehilangan panas melalui kulit. Selain itu, manusia akan melakukan
tindakan seperti menggunakan pakaian tebal agar tubuh dapat memproduksi
panas. Ataupun, tubuh akan menggigil agar anggota gerak manusia
bergerak dan menghasilkan kalor. Itulah mekanisme tubuh manusia dalam
mempertahankan suhu normalnya.

Nilai normal suhu tubuh manusia adalah 36,5ºC hingga 37,5ºC. Jika
suhu mengalami peningkatan maka kondisinya disebut dengan hipertermi.
Sementara jika suhu tubuh menurun maka kondisi itu disebut dengan
hipotermi. Berikut ini langkah-langkah memeriksa suhu tubuh.

Panduan Belajar UNBK SMK Teori Kejuruan Bidang Keahlian Keperawatan | 101
1. Persiapan alat
• Thermometer
• Alcohol swab
• Bengkok
• Sarung tangan bersih
• Tisu
• Buku catatan
2. Menjelaskan tujuan dan prosedur tindakan
3. Menjaga privasi klien
4. Menurunkan air raksa sampai reservoir
5. Bila perlu lengan baju klien dibuka, jika ketiak pasien basah harus
dikeringkan dengan tisu
6. Thermometer dipasang tepat pada tengah ketiak dan tangan
disilangkan di dada
7. Setelah 10 menit, thermometer diangkat langsung dibaca sejajar
dengan mata dan dicatat pada buku catatan
8. Thermometer dibersihkan dengan alcohol swab
9. Air raksa diturunkan kembali, dan masukan thermometer ke dalam
tempatnya
E. Pernafasan
Sistem respirasi atau pernafasan kita bekerja untuk mengambil oksigen
dari lingkungan. Kebutuhan oksigen itu kemudian menjadi bahan dasar
untuk tubuh melakukan metabolisme. Pernafasan manusia pun bekerja
dengan ritme yang teratur untuk mendapatkan oksigen dari luar tubuh.
Namun pada kondisi-kondisi tertentu, pernafasan manusia menjadi lebih
cepat dan mungkin tidak teratur agar pasokan oksigen bagi tubuh tetap
terpenuhi.
Kondisi penyempitan saluran nafas seperti pada kasus asma adalah
salah satu contohnya. Ketika saluran napas menyempit maka aliran udara,
yang mengandung oksigen, pun akan terganggu. Sehingga oksigen yang
masuk ke dalam tubuh menjadi lebih sedikit. Dengan begitu, tubuh akan
melakukan kompensasi dengan meningkatkan kecepatan bernafas agar

Panduan Belajar UNBK SMK Teori Kejuruan Bidang Keahlian Keperawatan | 102
didapatkan oksigen yang sama pada saat normal. Selain itu, keracunan
karbon pun dapat meningkatkan frekuensi pernafasan. Misalkan `pada
kasus seseorang yang `terjebak dalam kebakaran. Asap yang terhidup akan
mengaktifkan pengaturan pernafasan di otak untuk meningkatkan
frekuensi nafas.
Selain kondisi itu, pada beberapa kondisi, frekuensi nafas pun dapat
meningkat atau menurun. Kondisi seperti cidera dan infeksi dapat memicu
hal tersebut. Nilai normal dari frekuensi nafas manusia adalah 16 hingga
20 kali per menit. Jika pasien mengalami peningkatan frekuensi bernafas,
maka disebut mengalami takipnea. Jika pasien mengalami penurunan
frekuensi nafas, maka disebut dengan bradipnea. Jika pada kondisi gawat
darurat pasien mengalami henti nafas, hal itu disebut dengan apnea.
Berikut ini adalah langkah untuk menghitung frekuensi nafas pasien.
1. Persiapan alat
• Jam tangan
• Buku catatan
2. Jelaskan tujuan dan prosedur tindakan
3. Jaga privasi klien
4. Berikan klien posisi nyaman
5. Minta klien untuk menyilangkan salah satu lengannya di atas dada
6. Perhatikan pergerakan dada pasien sekaligus perhatikan jam
tangan. Hitung frekuensi pernafasn dengan menghitung pergerakan
dada pasien selam 15 menit. Lalu dikalikan empat
7. Jika pernafasan pasien tidak teratur, dan terlihat ada otot bantu
nafas, hitung pernafasan selama 60 detik
8. Catat hasil penghitungan pada buku catatan

Panduan Belajar UNBK SMK Teori Kejuruan Bidang Keahlian Keperawatan | 103
MOBILISASI PASIEN

A. Pendahuluan

Mobilisasi erat sekali kaitannya dengan sistem muskuloskletal dan sistem


neuron. Sistem muskuloskletal yang tersusun dari organ otot dan tulang
memiliki fungsi sebagai pembentuk gerakan seseorang. Adapun sistem neuron
bekerja sebagai koordinator atau pengatur dari pergerakan tersebut.
Karenanya, rusaknya pergerakan seseorang tidak hanya diakibatkan adanya
kerusakan pada sistem muskuloskletal, namun juga dapat berasal dari adanya
kerusakan pada sistem neuron manusia.

Secara fisiologis, sistem syaraf akan memberikan perintah atau membuat


koordinasi dengan sistem muskuloskletal agar terjadi satu gerakan. Setiap
gerakan yang ditimbulkan kemudian akan melatih otot manusia, sehingga otot
manusia memiliki kekuatan yang kemudian disebut dengan tonus otot. Jika
otot tidak digerakan atau tidak dilatih dalam jangka waktu lama, maka otot
akan mengalami penurunan tonus atau bahkan kehilangan tonusnya. Kondisi
kehilangan tonus otot kemudian dikenal dengan atoni.

Minimnya gerak pun akan menyebabkan atrofi otot, satu kondisi di mana
terjadi penurunan massa otot. Penurunan massa otot ini membuat tampilan
otot lebih kecil dari bagian otot yang lain. Misalkan pada otot lengan sebelah
kanan lebih kecil dari bagian lain. Hal ini akan merugikan seseorang karena
akan mempengaruhi kemampuan bergeraknya. Atrofi otot dapat terjadi pada
kasus pasien tirah baring lama seperti pada kasus neurologi, stroke.

Selain itu, kurangnya pergerakan juga akan menyebabkan kontraktur, satu


kondisi kekakuan jaringan di dalam tubuh yang seharusnya bersifat lentur.
Kontraktur bisa terjadi di otot, tendon, ligament, dan kulit. Kondisi-kondisi
tersebut dapat terjadi pada pasien dengan masalah sistem musculoskeletal
yang bersifat non-neurologis seperti fraktur, ataupun masalah sistem
musculoskeletal yang bersifat neurologis seperti pada HNP, Spondilitis TB,
multiple sclerosis, bahkan stroke. Untuk itu perawat perlu memberikan

Panduan Belajar UNBK SMK Teori Kejuruan Bidang Keahlian Keperawatan | 104
tindakan agar hal-hal seperti atrofi dan kontraktur tidak menjadi komplikasi
yang merugikan pasien.

B. Latihan Mobilisasi Pasien

Seperti telah dijelaskan sebelumnya, pada beberapa kondisi, perawat


perlu memberikan satu tindakan pada pasien agar pasien tidak mengalami
komplikasi pada sistem gerak mereka setelah menjalani perawatan. Salah satu
tindakan yang dapat diberikan untuk mengurangi resiko itu adalah dengan
melatih mobilisasi pasien. Namun sebelum memberikan latihan mobilisasi
pasien, perawat harus tahu sejauh mana kemampuan pergerakan pasien.

Untuk itu, perawat perlu mengkaji kemampuan gerak pasien melalui


pengkajian yang komprehensif pada sistem musculoskeletal pasien. Saat
mengkaji kemampuan gerak pasien, beberapa hal patut diperhatikan antara
lain :

a. Rentang gerak. Merupakan jumlah maksimum gerakan yang


mungkin dilakukan sendi pada salah satu dari tiga potongan tubuh.
sagital, frontal, dan transversal. Salah satu tujuan mengkaji rentang
gerak adalah untuk mencari ada atau tidaknya kekakuan pada sendi
pasien.
b. Gaya berjalan. Siklus gaya berjalan dimulai dengan tumit
mengangkat satu tungkai dan berlanjut dengan tumit mengangkat
tungkai yang sama. Siklus ini terjadi dalam interval satu detik.
Dengan mengkaji gaya berjalan, perawat dapat menemukan data
keseimbangan tubuh, postur tubuh, keamanan, dan kemampuan
berjalan tanpa bantuan.
c. Latihan dan toleransi aktifitas. Latihan atau exercise merupakan
aktifitas fisik untuk meningkatkan kondisi tubuh, dan
mempertahankan kesehatan jasmani. Sementara toleransi aktifitas
merupakan jenis dan jumlah latihan atau kerja yang dapat dilakukan
seseorang. Pengkajian pada poin ini dapat membantu perawat

Panduan Belajar UNBK SMK Teori Kejuruan Bidang Keahlian Keperawatan | 105
mengetahui sejauh mana pasien dapat beraktifitas, dan perawat bisa
membuat rencana latihan mobilisasi sesuai kemampuan pasien.
d. Kesejajaran Tubuh. pengkajian ini dilakukan untuk melihat ada atau
tidaknya kelainan pada bentuk atau posisi tubuh. Kelainan yang
ditemukan mungkin akan mempengaruhi kemampuan bergerak klien.
Pengkajian kesejajaran tubuh dilakukan dengan posisi berdiri atau
duduk atau berbaring.

Setelah dilakukan pengkajian, maka perawat dapat menentukan


intervensi apa yang cocok untuk pasien. Ada beberapa latihan mobilisasi yang
dapat diberikan perawat kepada pasien untuk mencegah terjadinya atrofi
ataupun kontraktur. Mobilisasi tersebut adalah mengubah posisi pasien,
mengangkat atau memindahkan pasien, melatih rentang gerak, dan ambulasi.
Namun pada pembahasan ini, kita hanya akan membahas latihan rentang gerak
dan ambulasi pasien.

1. Latihan Rentang Gerak


Latihan rentang gerak atau biasa disebut juga dengan Range of
Motion (ROM) merupakan latihan yang diberikan pada pasien
dengan menggerakan sendi pasien. Latihan ini dilakukan untuk
mempertahankan kemampuan fisiologis dari sendi pasien sehingga
terhindar dari kontraktur. Dengan latihan ini pun, otot pasien ikut
bergerak, sehingga akan mencegah atrofi otot.
Sebelum memberikan latihan ini, sebaiknya perawat mengkaji
kemampuan rentang gerak pasien. Perawat tidak boleh memberikan
latihan rentang gerak dengan memaksakan latihan di luar
kemampuan rentang gerak pasien. Latihan ini memiliki dua jenis
gerak aktif dilakukan dengan cara pasien melatih kemampuan
sendinya secara mandiri.
Sementara rentang gerak pasif dilakukan dengan bantuan perawat,
karena ketidak mampuan pasien melakukan rentang gerak. Pada
latihan rentang gerak, sendi dilatih sesuai dengan kemampuan
fisiologisnya. Seperti fungsi memutar pada sendi pergelangan tangan

Panduan Belajar UNBK SMK Teori Kejuruan Bidang Keahlian Keperawatan | 106
atau sendi bahu. Melakukan fleksi, abduksi atapun adduksi sesuai
sumbu dari sendi itu masing-masing.
2. Ambulasi Pasien
Ambulasi merupakan latihan yang paling berat bagi pasien, di
mana pasien yang dirawat di rumah sakit ikut berpartisipasi dalam
melatih kemampuan otot serta organ gerak lainnya. Kecuali
ditemukan kontraindikassi yang memang tidak membolehkan pasien
melakukan ambulasi. Latihan ambulasi melibatkan banyak organ
gerak dalam tubuh manusia, otot, tulang, sendi, ligamen juga tendon.
Ambulasi biasanya disarankan bagi pasien yang mengalami tirah
baring yang lama selama masa perawatan. Dengan latihan ambulasi,
fungsi sendi, otot, kekuatan tulang, koordinasi dan keseimbangan
pasien dikembalikan. Ambulasi dapat dilakukan pasien secara
mandiri juga dapat dengan bantuan perawat. Biasanya perawat atau
fisioterapis akan memberikan bantuan terlebih dulu agar nantinya
pasien mampu melakukan latihan secara mandiri.
Beberapa latihan ambulasi yang mungkin dilakukan antara lain,
membantu pasien duduk di tempat tidur, melatih pasien berpindah
dari tempat tidur ke kursi roda dan sebaliknya. Membantu dan
melatih kemampuan berjalan pasien, atau menuruni tangga. Pada
awal latihan ambulasi, mungkin diperlukan alat bantu, seperti alat
bantu berjalan, untuk menjaga keseimbangan pasien.

Berkut ini akan sedikit dibahas mengenai langkah dan prosedur


membantu pasien melakukan ROM pada ekstremitas atas dan ekstremitas
bawah.

1. Persiapan alat
• Penghangat/buli-buli panas beserta sarungnya
2. Menjelaskan prosedur dan tujuan tindakan
3. Meminta persetujuan klien
4. Berikan posisi nyaman pada klien
5. Mencuci tangan

Panduan Belajar UNBK SMK Teori Kejuruan Bidang Keahlian Keperawatan | 107
6. Menghangatkan sendi-sendi yang akan dilatih
Melatih sendi-sendi ekstremitas atas secara bergantian
Bahu
7. Menggerakan lengan abduksi-adduksi
8. Menggerakan lengan fleksi-ekstensi
9. Menggerakan lengan hipereksntensi-posisi anatomi
Siku
10. Menggerakan lengan bawah fleksi-ekstensi
Lengan bawah
11. Menggerakan pronasi-supinasi
Pergelangan tangan
12. Menggerakan fleksi radialis
13. Menggerakan fleksi ulnaris
14. Menggerakan hiperekstensi-fleksi
Jari-jari
15. Menggerakan abduksi-adduksi
16. Menggerakan fleksi-ekstensi
Melatih sendi-sendi ekstremitas bawah secara bergantian
Panggul
17. Menggerakan kaki abduksi-adduksi
18. Menggerakan kaki fleksi-ekstensi
19. Menggerakan kaki hiperekstensi-posisi anatomi
20. Rotasi keluar-kedalam
Lutut
21. Menggerakan lengan bawah fleksi-ekstensi
Pergelangan kaki
22. Menggerakan dorsal fleksi-ekstensi
23. Menggerakan supinasi-pronasi
24. Melakukan evaluasi tindakan yang dilakukan
25. Membereskan alat
26. Mencuci tangan
27. Mencatat kegiatan dalam lembar perawatan

Panduan Belajar UNBK SMK Teori Kejuruan Bidang Keahlian Keperawatan | 108
DOKUMENTASI KEPERAWATAN
A. Pendahuluan
Dokumen diartikan sebagai surat yang tertulis atau tercetak yang dapat
dipakai sebagai bukti keterangan. Adapun dokumentasi diartikan sebagai
pengumpulan, pemilihan, pengolahan dan penyimpanan informasi dalam
bidang pengetahuan. Keperawatan sebagai ilmu pengetahuan pun
memerlukan dokumentasi, karena sifat dari ilmu itu sendiri, yakni
berkembang. Maka dari itu, dokumentasi keperawatan dapat difahami
sebagai pekerjaan mencatat atau merekam peristiwa dan objek maupun
aktifitas pemberian jasa (pelayanan) yang dianggap berharga dan penting.
Aktivitas dokumentasi keperawatan terangkum dalam proses
keperawatan. Proses keperawatan itu sendiri adalah satu metode yang
sistematis dan terorganisir dalam pemberian asuhan keperawatan yang
difokuskan pada reaksi dan respon individu yang unik pada satu kelompok
atau perorangan terhadap gangguan kesehatan yang dialami baik aktual
maupun potensial.
Proses keperawatan itu sendiri tersusun dalam lima kegiatan yakni
pengkajian, diagnosa keperawatan, intervensi keperawatan, implementasi
keperawatan, dan evaluasi. Kelima kegiatan tersebut harus dituliskan
dalam dokumen yang kemudian dijadikan bukti adanya asuhan
keperawatan kepada pasien. Dokumen tersebut disebut dengan catatan
perkembangan perawatan.
B. Pengkajian
Pengkajian merupakan tahap awal dari proses keperawatan yang juga
harus dituliskan dalam dokumen keperawatan. Pengkajian adalah proses
sistematis dari pengumpulan, verifikasi, dan komunikasi data tentang
klien. Dengan adanya pengkajian, perawat bisa mendapatkan data dasar
yang berhubungan dengan kondisi kesehatan klien. Termasuk di dalamnya
respon dan persepsi klien atas kondisi yang dialaminya. Data ini juga
digunakan untuk menentukan diagnosa keperawatan pada klien.

Panduan Belajar UNBK SMK Teori Kejuruan Bidang Keahlian Keperawatan | 109
Data dasar keperawatan dibagi menjadi dua jenis, data subjektif dan
data objektif. Data subjektif merupakan data yang bersumber dari klien
dan atau keluarga klien. Klien biasanya akan mengeluhkan apa yang
mereka rasakan. Bisa terjadi ketika anamnesa dilakukan ataupun ketika
perawat melakukan evaluasi tindakan. Data subjektif dapat berupa keluhan
nyeri, keluhan demam, keluhan pusing, keluhan menggigil dan semua
keluhan yang hanya dapat dirasakan oleh pasien.
Sementara data objektif merupakan data yang didapatkan dari
pemeriksaan perawat. Setelah mendapatkan data subjektif, perawat
biasanya melakukan pemeriksaan untuk memastikan apa penyebab dari
yang dikeluhkan pasien. Data objektif bersifat pasti karena berdasarkan
keilmuan yang telah dipelajari dan disepakati. Contoh dari data objektif
adalah nilai tanda-tanda vital, kondisi luka, mimik muka pasien, nilai
bising usus, warna cairan tubuh, dan lain sebagainya. Nantinya, kedua data
ini digunakan untuk menentukan masalah dan diagnosa keperawatan klien.
C. Diagnosa Keperawatan
Diagnosa keperawatan didefinisikan sebagai pernyataan yang
menguraikan respon aktual dan potensial klien terhadap masalah kesehatan
yang dialami. Diagnosa keperawatan muncul karena adanya masalah yang
dialami, dan mungkin dialami klien. Dari masalah kesehatan tersebut akan
muncul masalah pemenuhan kebutuhan dasar manusia. Dalam hal ini,
pengetahuan perawatan mengenai teori dari Abraham Maslow dan
Virginia Henderson sangat diperlukan.
Masalah pemenuhan kebutuhan tersebut kemudian digambarkan dalam
bentuk diagnosa keperawatan yang ditulis dengan sistem Problem,
Etiologi, Syndrom (PES). Problem berarati masalah yang sedang atau
mungkin dialami, etiologi berarti penyebab, dan syndrome adalah tanda
dan gejala yang didapat dari data hasil pengkajian.
Data awal pengkajian bersifat umum, lalu dianalisa berdasarkan
masalah yang ada. Untuk setiap masalah yang timbul harus didukung oleh
data yang menguatkan masalah tersebut. Misalkan pada kasus gangguan
pencernaan GERD atau dikenal asama lambung naik. Pada kasus seperti

Panduan Belajar UNBK SMK Teori Kejuruan Bidang Keahlian Keperawatan | 110
ini, pasien dapat mengalami mual hingga muntah. Sehingga pasien tidak
mau atau tidak mampu makan.
Jika ditinjau dari teori kebutuhan dasar manusia, maka pada pasien
tersebut mengalami masalah keperawatan gangguan pemenuhan nutrisi
karena pasien mual dan mungkin muntah, sehingga makanan yang masuk
dikeluarkan lagi. Maka problem dan etiologi dari kasus tersebut sudah
dapat diketahui, yakni gangguan nutrisi disebabkan ketidak mampuan
menelan, atau ketidak mampuan mencerna makanan. Ditandai dengan
adanya mual serta muntah. Untuk menambah data objektif, perawat dapat
mengkaji seberapa sering mual dan seberapa banyak muntah yang
dikeluarkan.
Lalu perawat juga dapat mengkaji tanda-tanda lain dari kurangnya
nutrisi seperti pucat, tampak lemas, atau mungkin muncul konjungtiva
anemis. Sehingga data-data tersebut dapat menjadi sindrom yang
digunakan dalam penulisan diagnosa keperawatan. Setelah mendapatkan
data dan kesimpulan sementara mengenai gangguan nutrisi, selanjutnya
perawat dapat menentukan diagnosa keperawatan apa yang dialami pasien.
Untuk menentukan diagnosa keperawatan, tidak bisa dilakukan
sembarangan. Ada beberapa acuan yang dapat digunakan seperti NANDA
(North American Nursing Diagnosis Association) atau saat ini PPNI sudah
merilis buku SDKI (Standar Diagnosa Keperawatan Indonesia). Jadi
setelah mendapatkan kesimpulan sementara dari masalah keperawatan,
perawat dapat mencocokan masalah yang ditemukan dengan acuan
diagnosa keperawatan yang ada.
Tahap selanjutnya adalah perawat menentukan urutan prioritas
diagnosa. Hal ini dilakukan agar perawat lebih mudah menentukan
tindakan mana yang akan didahulukan. Tidak semua tindakan harus
dilakukan saat itu juga, semua diurutkan berdasarkan kondisi pasien.
Kondisi-kondisi yang dapat membahayakan jiwa pasien menjadi prioritas
pertama.

Panduan Belajar UNBK SMK Teori Kejuruan Bidang Keahlian Keperawatan | 111
Perumusan prioritas diagnosa keperawatan, secara sederhana
digambarkan dengan tabel berikut.
Jenis Prioritas Jenis Masalah Rincian Masalah
Prioritas Aktual 1. Masalah yang
membahayakan
jiwa pasien yang
berhubungan
dengan sistem
pernafasan dan
sirkulasi
2. Masalah yang
tidak
berhubungan
dengan
pernapasan dan
sirkulasi,
diurutkan sesuai
kondisi yang
ditemukan pada
pasien seperti
nutrisi, gangguan
rasa nyaman
nyeri, gangguan
pola istirahat,
dan lain
sebagainya dan
bersifat aktual
Tidak Prioritas Potensial Masalah yang tidak
berhubungan dengan
pernapasan dan
sirkulasi, diurutkan

Panduan Belajar UNBK SMK Teori Kejuruan Bidang Keahlian Keperawatan | 112
sesuai kondisi yang
ditemukan pada pasien
seperti nutrisi, gangguan
rasa nyaman nyeri,
gangguan pola istirahat,
dan masalah lainnya
yang mungkin timbul

D. Intervensi dan Implementasi


Setelah kita membahas tentang prioritas masalah, selanjutnya kita
menentukan rencana asuhan dan melaksanakannya. Perlu diingat,
meskipun masalah berupa masalah potensial dan tidak prioritas, tetap saja
perawat harus memperhatikannya. Karena masalah potensial dapat
berubah menjadi aktual jika tidak ditangani dengan tepat.
Rencana asuhan keperawatan kemudian disebut dengan intervensi.
Intervensi dibuat berdasarkan respon klien terhadap masalah kesehatan
yang dia alami. Penyusunan prioritas masalah merupakan bagian dari
pembuatan intervensi. Setelah prioritas muncul, selanjutnya perawat
merumuskan tujuan serta kriteria hasil dari setiap diagnosa keperawatan.
Tujuan merupakan target yang ingin dicapai perawat dalam jangka waktu
tertentu. Misalkan gangguan nutrisi teratasi dalam 3x 24 jam.
Tujuan ini kemudian dijabarkan dalam kriteria hasil. Kriteria hasil
merupakan nilai yang ingin dicapai selama waktu yang telah ditetapkan
dalam tujuan. Misalkan pada kasus GERD diatas, pasien mengatakn tidak
mual dan tidak lagi muntah. Makanan pasien habis satu porsi setiap
pemberian makan. Dengan adanya kriteria hasil, perawat dapat
mengevaluasi keberhasilan tindakan yang sudah dilakukan.
Setelah itu, baru perawat menentukan rencana tindakan. Rencana
tindakan ini disesuaikan dengan tujuan dan kriteria hasil. Penulisannya
mengikuti standar yang telah ditentukan. Jika penulisan diagnosa mengacu
pada NANDA, maka penulisan kriteria hasil mengikuti acuan NIC

Panduan Belajar UNBK SMK Teori Kejuruan Bidang Keahlian Keperawatan | 113
(Nursing Intervebtion Classification). Setalah itu, perawat tinggal
melakukan apa yang sudah direncanakan.
Setiap tindakan yang dilakukan berdasarkan intervensi, perawat harus
mencatatanya sebagai bentuk dokumentasi. Perawat mencatat jenis
tindakan yang telah diberikan, waktu pemberian tindakan, serta respon
klien terhadap tindakan. Jika tindakan diberikan sesuai degan rencana
yang sudah ditetapkan, maka perawat akan menemukan perubahan data,
dari data awal pengkajian serta data setelah diberikan tindakan
keperawatan.
E. Evaluasi
Berhasil atau tidaknya satu asuhan keperawatan dapat terlihat dari
evaluasi yang dibuat oleh perawat. Evaluasi keperawatan berisi respon
pasien, serta data objektif yang ditemukan setelah dilakukannya tindakan.
Penulisan evaluasi keperawatan yang lazim digunakan adalah Subjektif,
Objektif, Assesment, Planning atau disingkat SOAP.
Subjektif berisi data yang berasal dari respon klien selama dan setelah
tindakan. Objektif berasal dari data yang ditemukan perawat selama dan
setelah tindakan. Adapun Assesment merupakan kesimpualan atas data
yang ditemukan selama dan setelah tindakan, serta Planning merupakan
rencana tindakan selanjutnya. Berikut ini contoh penulisannya.
S : - Pasien mengatakan sudah tidak mual
- Pasien mengatakan sudah tidak muntah

O : - Pasien tidak tampak pucat

- Pasien mampu menelan makanan yang diberikan

A : masalah teratasi

P : hentikan asuhan keperawatan

Dilanjutkan atau tidaknya asuhan keperawatan mengacu kepada


kriteria hasil yang sudah tercapai. Perawat membandingkan data dalam
SOAP dengan kriteria hasil yang sudah ditentukan. Jika semua kriteria

Panduan Belajar UNBK SMK Teori Kejuruan Bidang Keahlian Keperawatan | 114
hasil sudah tercapai, maka masalah dapat diakatakan teratasi dan asuhan
keperawatan dihentikan.

Panduan Belajar UNBK SMK Teori Kejuruan Bidang Keahlian Keperawatan | 115
MATERI PENGAYAAN

Panduan Belajar UNBK SMK Teori Kejuruan Bidang Keahlian Keperawatan | 116
KEHILANGAN DAN BERDUKA
A. Pendahuluan
Sebagai makhluk yang bertumbuh dan berkembang, manusia pasti
akan mengalami kehilangan. Kehilangan seperti sebuah kelaziman yang
harus dilalui oleh manusia, meskipun ada yang mengatakan, tidak ada
manusia yang siap mengalami kehilangan. Kehilangan banyak diartikan
sebagai ketiadaan sesuatu yang dimiliki manusia.
Tentu saja hal ini tidak sepenuhnya salah. Namun, kehilangan tidak
berbatas pada hal-hal yang bersifat fisik. Sesuatu yang fungsional dan
berubah menjadi tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya pun dapat
diartikan sebagai sebuah kehilangan. Artinya perubahan sesuatu yang
awalnya berfungsi dan berguna bagi seseorang menjadi tidak berfungsi
adalah sebuah kehilangan.
Karenanya, kemudian ada yang mengartikan kehilangan sebagai
sesuatu perubahan baik secara fisik, atau sifat sesuatu pada sesuatu hal
yang berarti bagi manusia. Karena perubahan dan rasa kehilangan itu pula
lah, maka manusia akan mengalami proses berduka. Baik diekspresikan
melalui tangisan atau pun hanya perubahan sikap karena adanya ketidak
nyaman secara psikologis. Untuk itu, kehilangan dan berduka selalu
muncul bersamaan. Dan hal tersebut akan lumrah dialami oleh manusia.
B. Konsep Kehilangan dan Berduka

Kehilangan didefiniskan sebagai suatu keadaan dimana individu


berpisah dengan sesuatu yang sebelumnya ada menjadi tidak ada. Baik
terjadi secara sebagian ataupun keseluruhan. Kehilangan juga diartikan
sebagai sebuah situasi aktual atau potensial ketika sesuatu, baik subjek
ataupun objek, yang dihargai telah berubah, tidak ada lagi, atau
menghilang. Dari dua definisi di atas dapat kita tarik kesipulan bahwa
kehilangan adalah satu kondisi baik aktual ataupun potensial, dimana
individu berpisah dengan sesuatu, baik subjek ataupun objek, yang

Panduan Belajar UNBK SMK Teori Kejuruan Bidang Keahlian Keperawatan | 117
dihargainya. Bentuk perpisahan tersebut tidak hanya berubah dari ada
menjadi tidak ada, tetapi juga dapat berupa perubahan bentuk dan fungsi.

Kehilangan dapat berupa kehilangan citra tubuh, orang terdekat,


perasaan sejahtera, pekerjaan, barang pribadi, keyakinan, atau sense of self
baik sebagian ataupun seluruhnya. Dalam buku fundamental keperawatan,
Potter&Perri mengklasifikasikan beberapa jenis kehilangan. Berikut ini
klasifikasi tersebut

• Kehilangan objek eksternal. Benda eksternal yang dimilki


manusia mungkin dapat hilang baik karena rusak,
berpindah tempat, dicuri, atau bencana alam. Benda-benda
yang dianggap berharga oleh seseorang dapat dianggap
sebagai kehilangan atas objek eksternal.
• Kehilangan lingkungan. Perpisahan dengan lingkungan
yang telah dikenal pun merupakan satu kehilangan. Hal ini
sering terjadi ketika manusia berpindah tempat tinggal.
Ketika kehilangan lingkungan yang telah dikenal dialami
manusia, otomatis manusia harus beradaptasi kembali
dengan lingkungan baru.
• Kehilangan orang terdekat. Orang terdekat dapat berasal
dari keluarga ataupun non keluarga. Orang terdekat artinya
orang yang memiliki makna bagi orang yang kehillangan.
Orang tua, sahabat, tetangga, guru, dan lain sebagainya juga
dapat menjadi sumber kehilangan.
• Kehilangan aspek diri. Kehilangan aspek diri berarti
kehilangan hal-hal yang menempel pada diri manusia. Baik
berupa aspek fisik ataupun psikologis. Perubahan bentuk
tubuh, kehilangan anggota tubuh, perbuhan fungsi tubuh
dapat menjadi sumber kehilangan bagi manusia. Akibat dari
kehilangan konsep diri ini, manusia akan mengalami
perubahan konsep diri. Ini tentunya akan merubah cara
pandang seseorang terhadap dirinya ataupun kehidupannya.

Panduan Belajar UNBK SMK Teori Kejuruan Bidang Keahlian Keperawatan | 118
• Kehilangan hidup. Kematian merupakan hal yang sudah
pasti dialami oleh manusia sebagai makhluk hidup.
Kehilangan hidup bukan berarti dimaknai sebagai kematian
saja, namun juga bagaimana seseorang membayangkan
kehilangan hidup tersebut. Ini merupakan contoh
kehilangan potensial yang pasti. Lalu jika seseorang
mengalami sakit kronis, ia harus bisa melewati masa sakit
tersebut dan melewati proses dying menuju kematian sesuai
yang diharapkannya.

Adapun dampak dari berbagai kehilangan itu adalah berduka.


Berduka diartikan sebagai reaksi individu atas kehilangan sebagai respon
yang normal. Sumber lain menyebutkan bahwa berduka adalah proses
kompleks normal yang mencakup respon dan perilaku emosi, fisik,
spiritual, social dan intelektual individu, keluarga dan komunitas
menghadapi kehilangan aktual, kehilangan yang diantisipasi, atau persepsi
kehilangan ke dalam kehidupan passion sehari-hari.

Dari dua definisi di atas, dapat disimpulkan bahwa berduka


merupakan satu respon normal manusia atas kehilangan. Respon yang
dapat ditunjukan baik secara perilaku, emosi, ataupun intelektual. Meski
respon tersebut dapat dikatakan normal, namun tubuh manusia tetap akan
mengalami perubahan atas respon tersebut. Perubahan tersebut kemudian
digambarkan dalam beberapa reaksi yang dialami tubuh ketika manusia
mengalami kehilangan. Berikut ini diantaranya :

1. Reaksi perasaan. Terjadi perubahan emosi ketika manusia


mengalami berduka akibat kehilangan. Kesedihan, kemarahan,
rasa bersalah, kecemasan, menyalakan diri sendiri, mati rasa,
atau rasa rindu merupakan contoh dari reaksi perasaan
2. Reaksi fisik. Perubahan kondisi psikologis nyatanya dapat
mempengaruhi kerja fisiologis tubuh manusia. Sesak nafas,
mual, hipersensitivitas, kelemahan merupakan contoh reaksi
fisik ketika mengalami proses berduka karena kehilangan

Panduan Belajar UNBK SMK Teori Kejuruan Bidang Keahlian Keperawatan | 119
3. Reaksi kognisi. Kognisi erat kaitannya dengan intelektualitas
seseorang. Ketika mengalami proses berduka karena
kehilangan, seseorang dapat mengalami perubahan respon
kognisi ini. Kebingungan, rasa tidak percaya, sulit
berkonsentrasi, merupakan beberapa contoh reaksinya
4. Reaksi perilaku. Kondisi psikologis yang terganggu akibat
berduka pada kehilangan dapat mendorong seseorang
melakukan perubahan dalam perilakunya. Mengurung diri,
murung, hiperaktif, merupakan beberapa contoh diantaranya.

Secara ringkas, tanda dan gejala atas empat reaksi tersebut di atas
dapat dilihat dalam tabel di bawah ini.

Respon berduka Tanda dan gejala


Respon perasaan • Marah,sedih,cemas
• Kebencian
• Merasa bersalah dan kesepian
• Perasaan mati rasa
• Emosi tidak stabil
• Keinginan kuat untuk mengembalikan
ikatan
• Depresi, apatis, putus asa
Reaksi fisik • Sakit kepala
• Insomnia
• Gangguan nafsu makan
• Tidak bertenaga
• Gangguan pencernaan
• Perubahan sistem imun dan endokrin
Reaksi kognisi • Gangguan asumsi dan keyakinan
• Mempertanyakan dan berupaya
menemukan makna kehilangan
• Berupaya mempertahankan keberadaan

Panduan Belajar UNBK SMK Teori Kejuruan Bidang Keahlian Keperawatan | 120
orang yang meninggal atau sesuatu yang
hilang
• Percaya pada kehidupan akhirat dan
seolah-olah orang yang meninggal adalah
pembimbing
Reaksi perilaku • Menangis atau terisak tidak terkontrol
• Gelisah
• Iritabilitas atau perilalu bermusuhan
• Mencari atau menghindari tempat atau
aktifitas
• Kemungkinan penyalahgunaan obat-
obatan
• Kemungkinan melakukan upaya bunuh
diri

Akibat kehilangan dan berduka, yang tentunya memunculkan


banyak reaksi tadi, maka secara normal manusia akan menunjukan sebuah
respon. Menurut Kubler-Ross, ketika manusia mengalami kehilangan
maka akan ada lima tahap respon berduka atas kehilangan tersebut. Kelima
tahap itu adalah :

1. Penyangkalan (denial)
Ketika mengalami kehilangan, secara normal manusia akan
menyangkal hal tersebut. Akan muncul rasa tidak percaya yang
berujung pada penolakan atas kehilangan itu. Ekspresi seperti
menangis menjadi hal lumrah pada fase ini. Reaksi fisik yang
dapat muncul pada fase ini adalah letih, lemah, pucat, mual,
diare, gangguan pernafasan, detak jantung cepat, dan gelisah.
2. Kemarahan (Anger)
Penolakan yang timbul pada fase pertama sering membuat
seseorang yang mengalami kehilangan lebih iritatif. Seseorang
bisa jadi menunjukan perilaku yang agresif, dan diproyeksikan

Panduan Belajar UNBK SMK Teori Kejuruan Bidang Keahlian Keperawatan | 121
kepada orang lain atau dirinya sendiri. Respon fisik yang sering
terjadi adalah muka merah, denyut nadi cepat, gelisah, susah
tidur, tangan mengepal, dan lain sebagainya.
3. Tawar-menawar (bargaining)
Fase tawar-menawar ini merupakan fase dimana kesadaran
seseorang akan kehilangan mulai tumbuh. Kemudian seseorang
berandai-andai dengan sesuatu yang tidak mungkin terjadi lagi
atas kehilangan tersebut. Seperti berharap orang meninggal
kembali lagi, atau berandai-andai melakukan sesuatu sebelum
orang yang meninggal pergi meninggalkannya, dan lain
sebagainya. kepasrahan dan kepercayaan terhadap Tuhan
terjadi pada fase ini.
4. Depresi (depression)
Pada fase ini seseorang mulai menarik diri dari lingkungan
sosial. Tidak mampu mengucapkan keputus asaan, dan
terkadang muncul perasaan tidak berharga. Seseorang berada
pada tingkat stress yang cukup tinggi, dengan respon fisik yang
mungkin muncul antara lain, menolak makan, letih, penurunan
libido, dan lain sebagainya.
5. Fase penerimaan (Acceptance)
Fase ini merupakan fase di mana seseorang yang mengalami
kehilangan mulai mampu menerima kenyataan yang
dialaminya. Seseorang mulai memandang ke depan dengan
melepaskan gambaran objek yang hilang. Kemampuan individu
untuk menerima kenyataan akan kehilangannya akan
mengakhiri proses berduka. Namun jika fase ini gagal dilalui,
maka kemungkinan individu gagal melewati rasa kehilangan
selanjutnya pun menjadi lebih besar.

Itulah lima fase individu dalam proses berduka ketika mengalami


kehilangan. Namun proses itu tidak meski terjadi secara berurutan. Artinya
seseorang bisa melewati masa depresi dan kemudian menerima, atau lebih
dari itu. Individu pun mungkin akan gagal menerima dan hanya berhenti

Panduan Belajar UNBK SMK Teori Kejuruan Bidang Keahlian Keperawatan | 122
pada fase depresi. Semuanya tergantung pada support system dan
kemampuan koping individu yang mengalami kehilangan. Kelima fase itu
pun dapat berlangsung dalam jangka waktu yang lama dan mungkin
berulang.

C. Memfasilitasi Kehilangan dan Berduka

Sebelum perawat berbicara tentang bagaimana memfasilitasi


kehilangan dan berduka yang dialami pasien, setidaknya perawat harus
sudah faham dengan konsep berduka yang telah dijelaskan sebelumnya.
Setelah faham konsep tersebut, maka perawat dapat memberikan asistensi
atas kehilangan dan berduka yang dialami klien. hal tersebut didapat
dengan pendekatan proses keperawatan.

Hal pertama yang perlu dilakukan adalah pengkajian. Perawat bisa


melakukan anamnesa kepada klien dengan menanyakan persepsi klien atas
kehilangan yang dialami baik aktual ataupun potensial. Misalkan ketika
pasien akan dilakukan amputasi salah satu tungkai, maka perawat bisa
menanyakan apa gambaran klien tentang tindakan amputasi tersebut. Jika
kasus kehilangan bersifat aktual, misalkan kehilangan anggota keluarga,
perawat bisa menanyakan tentang kedekatan klien dengan anggota
keluarga tersebut.

Contoh lainnya, klien yang akan menjalani amputasi biasanya akan


membayangkan bagaimana aktifitasnya setelah amputasi. Menjalani
keseharian dengan satu kaki bukan hal yang mudah bagi seseorang yang
sudah terbiasa menggunakan dua kaki. Selain itu, stigma difable yang akan
melekat pada diri klien pun mungkin akan menjadi beban bagi klien,
sehingga klien akan tampak lebih murung atau mungkin tidak siap
menjalankan tindakan amputasi.

Perasaan ini pun mungkin akan timbul setelah tindakann amputasi


dilakukan. Sesiap apa pun seseorang dengan kehilangan, tetap harus
difahami bahwa kehilangan bukanlah hal yang menyenangkan. Pada
contoh klien yang ditinggalkan orang terdekatnya, bisa jadi hal tersebut

Panduan Belajar UNBK SMK Teori Kejuruan Bidang Keahlian Keperawatan | 123
menggambarkan seberapa dalam perasaan kehilangan yang dialami
seseorang. Sehingga perawat dapat memahami tindakan yang dilakukan
klien selama fase penyangkalan.

Dengan melakukan pengkajian itu pula, perawat dapat menentukan


berada pada fase apakah klien yang mengalami kehilangan. Kemudian
dapat menentukan faktor pencetus yang menyebabkan klien mengalami
fase tersebut. Misalkan pada fase bargaining atau tawar-menawar. Ketika
pasien sedang sendiri dan membayangkan kehilangannya, pasien akan
merasa menyesal tidak mematuhi anjuran dokter sehingga harus dilakukan
amputasi. Atau pada pasien yang ditinggalkan anggota keluarganya.
Misalkan pasien merasa menyesal tidak memenuhi keinginan terakhir
keluarga yang meninggalkannya.

Dari contoh itu, dapat dilihat bahwa pasien mengalami fase tawar-
menawar karena dia sedang sendirian dan tidak melakukan aktifitas. Maka
terapi aktifitas dapat menjadi pilihan agar klien bisa terlepas dari fase ini
dan menghindari fase depresi. Maka pengkajian sangat perlu dilakukan
oleh perawat, agar ia bisa menentukan rencana asuhan keperawatan yang
dibutuhkan pasien.

Selain itu, dengan pengkajian perawat dapat mengetahui support


system dan mekanisme koping yang dimiliki pasien. Setiap manusia
memiliki support system baik dari dalam dirinya maupun dari lingkungan
sekitar. Support system merupakan satu kesatuan yang membuat manusia
dapat bertahan hidup. Teman dekat merupakan salah satu contoh support
system bagi manusia untuk bersosialisasi. Begitu pun sama ketika manusia
membutuhkan teman saat ia mengalami masa yang sulit.

Adapun mekanisme koping merupakan cara seseorang untuk


mengatasi stress yang dialaminya. Setiap manusia memiliki cara dalam
menangani stress, itu artinya satu individu dengan individu lainnya
memiliki mekanisme koping yang berbeda. dengan mengetahui support

Panduan Belajar UNBK SMK Teori Kejuruan Bidang Keahlian Keperawatan | 124
sistem dan/atau mekanisme koping klien, perawat dapat membantu klien
untuk menghadirkan dua hal tersebut.

Sebagai contoh, jika ada seseorang yang akan menjalani operasi


amputasi kemudian tampak murung dan enggan untuk berkomunikasi,
maka perawat dapat melakukan pengkajian pada pasien, siapa orang
terdekat yang dapat ia percayai. Biasanya setiap orang memiliki orang
yang paling dipercaya untuk menceritakan apa yang dialaminya. Jika hal
tersebut diketahui, perawat dapat membantu klien dengan menghadirkan
orang tersebut melalui keluarga klien. Orang yang dipercayai itulah yang
bisa dibilang sebagai salah satu support system klien, dengan mekanisme
koping bercerita terhadap orang yang dipercayai.

Support system dan mekanisme koping tentunya mencakup semua


hal yang menempel pada manusia sebagai makhluk holistik, makhluk bio-
psiko-sosio-spiritual. Begitulah cara manusia untuk melewati stressor
berupa kehilangan baik aktual maupun potensial. Sebagai tenaga ahli,
perawat perlu mengetahui hal tersebut. Karena subjek kerja dari perawat
adalah manusia itu sendiri.

Panduan Belajar UNBK SMK Teori Kejuruan Bidang Keahlian Keperawatan | 125
KEHAMILAN DAN PERSALINAN
Secara ilmiah medis, proses kehidupan manusia terjadi ketika adanya
pembuahan sel telur oleh sel sperma. Pembuahan terjadi di dalam tuba
fallopi, salah satu bagian dari organ rahim manusia. Setelah terjadi
pembuahan, terbentuk material sel baru yang disebut dengan zigot. Zigot ini
kemudian menuruni tuba fallopi menuju rahim. Selama menuruni tuba fallopi
tersebut, sel zigot terus membelah diri hingga menjadi embrio lalu menempel
pada dinding rahim, kemudian prosesnya dinamakan implantasi. Setelah
porses implantasi inilah muncul tanda-tanda kehamilan.
Masa kehamilan terjadi selama 9 bulan, atau jika dihitung dalam minggu
maka kurang lebih usia kehamilan normal adalah 40 minggu. Selama 40
minggu itulah terjadi pertumbuhan embrio menjadi janin, yang mana masa
kehamilan kemudian dibagi menjadi 3 trimester. Setiap trimester, janin
tumbuh dan tubuh ibu hamil mengalami perubahan. Berikut ini ciri-ciri dari
setiap trimester.
1. Trimester Pertama
Trimester pertama dihitung dari minggu pertama kehamilan hingga
minggu ke-13 masa kehamilan. Pada trimester pertama ini beberapa
organ vital manusia mulai terbentuk seperti otak, sum-sum tulang
belakang, dan jantung. Jantung mulai berdetak pada masa awal
kehamilan ini. Lalu pada usia 2 hingga 8 minggu organ lengan dan
kaki mulai terbentuk, dan pada masa akhir trimester pertama mulai
terbentuk organ kelamin bayi meski belum sempurna.
Bagi wanita hamil, pada masa ini akan muncul perubahan berupa
badan cepat lelah, mulas, mual dan muntah (morning sickness),
perubahan mood, payudara nyeri dan bengkak, berat badan
bertambah, sakit kepala, serta keinginan makan makanan tertentu
atau biasa disebut ngidam.
2. Trimester Kedua
Trimester kedua terjadi selama akhir minggu ke-13 hingga minggu
ke-27 masa kehamilan. Pada masa trimester kedua ini, organ janin
diharapkan sudah terbentuk sempurna. Janin juga mulai dapat

Panduan Belajar UNBK SMK Teori Kejuruan Bidang Keahlian Keperawatan | 126
mendengar dan menelan makanan yang masuk ke perut ibu. Pada
masa ini juga mulai tumbuh rambut-rambut halus yang disebut
dengan lanugo. Pada masa ini beberapa perubahan yang terjadi pada
wanita hamil adalah perut yang mulai membesar, mulai merasakan
gerakan janin, nafsu makan meningkat, mulai muncul stretch mark,
mungkin muncul bengkak pada pergelangan kaki.
3. Trimester Ketiga
Ini merupakan masa terakhir dari kehamilan, dimulai dari akhir
minggu ke-28 hingga minggu ke-40 masa kehamilan. Pada minggu
ke-32 tulang dan kerangka badan janin sudah terbentuk dengan
sempurna. Janin sudah bisa membuka dan menutup mata, serta
merasakan cahaya dari luar perut ibu. Pada akhir minggu ke-37
semua organ tubuh janin sudah bisa berfungsi dengan baik dan
sempurna. Berat badan janin idealnya mencapai 3000 gram atau
lebih dengan panjang 50 cm. Di trimester ketiga ini, wanita hamil
akan merasakan gerakan janin yang semakin kencang, kontraksi
palsu, lebih sering buang air kecil, merasa mulas, bengkak pada
ekstremitas bawah, payudara bengkak, dan sulit menemukan posisi
tidur yang nyaman.

Setelah perkembangan janin sempurna, maka secara alamiah akan


merasakan kontraksi hingga terjadi proses persalinan. Persalinan didefinisikan
sebagai proses alamiah di mana terjadinya dilatasi serviks, lahirnya bayi, dan
plasenta dari rahim ibu. Proses persalinan terjadi cukup panjang dan dalam
waktu yang tidak sebentar. Berikut ini pembagian kala persalinan wanita
hamil.

1. Kala I
Kala I persalinan dimulai sejak terjadinya kontraksi uterus dan
pembukaan serviks hingga mencapai pembukaan lengkap (10 cm).

Panduan Belajar UNBK SMK Teori Kejuruan Bidang Keahlian Keperawatan | 127
2. Kala II
Kala II persalinan dimulai ketika pembukaan serviks sudah lengkap
(10 cm) dan berakhir dengan lahirnya bayi. Kala II juga dikenal
dengan kala pengeluaran
3. Kala III
Kala III persalinan dimulai setelah lahirnya bayi, dan berakhir lahirnya
plasenta dan selaput ketuban.
4. Kala IV
Terakhir, kala IV dimulai setelah lahirnya plasenta dan berakhir dua
jam setelah itu. Pantauan pada kala IV sangat penting terutama untuk
menilai apakah terdapat resiko perdarahan pasca persalinan atau tidak.

Panduan Belajar UNBK SMK Teori Kejuruan Bidang Keahlian Keperawatan | 128
TUMBUH KEMBANG REMAJA
Masa remaja adalah masa ketika sesorang memasuki rentang usia 12-20
tahun. Pada rentang umur 6-11 tahun dinyatakan sebagai pra-remaja atau
middle and late Childhood. Masa remaja dibagi menjadi tiga tahap. Pertama
adalah remaja dini (early adolescence) pada usia 11-13 tahun. Kedua, remaja
pertengahan (middle adolescence) pada usia 14-17 tahun. Ketiga, masa
remaja lanjut (late adolescence) pada usia 17-20 tahun.
Ciri utama dari pertumbuhan fisik fase ini adalah perubahan fisik yang
cepat dan jelas. Anak bertambah tinggi, masa otot yang semakin bertambah,
begitu juga dengan kekuatan otot. Aktifitas fisik anak berpengaruh terhadap
perkembangannya. Anak juga mengalami maturitas atau kematangan dalam
aspek reproduksi. Pada beberapa anak akan ditemukan pertumbuhan organ
sekunder reproduksi. Pada fase ini perkembangan psikomotor bisa dikatakan
telah sempurna
Dalam teori perkembangan kognitif milik Piaget, pada usia ini anak
memasuki tahap operasional formal. Anak mulai mampu melakukan penalaran
abstrak dan berimajinasi. Memiliki kemampuan lebih mendalam terhadap teori
dan ilmu pengetahuan, serta mampu mengabstraksi sesuatu yang realistis ke
dalam dunia kemungkinan dengan membayangkan simbol dan informasi yang
mereka punya.
Pada masa ini menurut teori psikoseksual Sigmund Freud, anak berada
pada fase genital. Sementara menurut teori psikososial Erikson, anak berada
pada fase identitas dan fusi identitas. Fase genital ditandai dengan organ
reproduksi yang sudah matang, dan terjadi peningkatan keinginan yang
berpusat pada genitalia. Pada fase ini juga anak mulai menjalin relasi dengan
lawan jenis dan mulai memiliki ketertarikan pada lawan jenis
Secara psikososial, anak mulai mencari identitas siapa diri mereka. Anak
mulai memilih teman sebayanya. Teman yang mereka pilih akan
mempengaruhi perkembangan dan konsep dirinya. Biasanya anak akan
mencari teman atau lingkungan yang dapat mengintegrasikan bakat-bakatnya
dan mampu melakukan identifikasi orang-orang yang sependapat dengannya.

Panduan Belajar UNBK SMK Teori Kejuruan Bidang Keahlian Keperawatan | 129
Jika anak salah dalam memlih teman pergaulan maka akan terjadi krisis atau
kekacauan identitas. Inilah yang kemudian disebut fusi identitas.

Panduan Belajar UNBK SMK Teori Kejuruan Bidang Keahlian Keperawatan | 130
KODE ETIK DAN PRINSIP ETIK KEPERAWATAN

Manusia dalam menjalankan kehidupannya memiliki norma yang


harus ditaati. Norma berlaku sebagai landasan moral seseorang dalam melakukan
tindakan. Hal serupa juga dimiliki oleh setiap profesi, tak terkecuali profesi
keperawatan. Norma yang disepakati dan dijalankan bersama oleh sekelompok
profesi kemudian disebut dengan kode etik. Dengan kata lain, kode etik adalah
pernyataan standar professional yang digunakan sebagai pedoman perilaku dan
menjadi kerangka kerja untuk membuat keputusan.

Berikut ini adalah kode etik perawat nasional Indonesia yang disusun
oleh Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI).

a) Perawat dan Klien


1. Perawat dalam memberikan pelayanan keperawatan
menghargai harkat dan martabat manusia, keunikan klien dan
tidak terpengaruh oleh pertimbangan kebangsaan, kesukuan,
warna kulit, umur, jenis kelamin, aliran politik dan agama yang
dianut serta kedudukan sosial.
2. Perawat dalam memberikan pelayanan keperawatan senantiasa
memelihara suasana lingkungan yang menghormati nilai-nilai
budaya, adat istiadat dan kelangsungan hidup beragama klien.
3. Tanggung jawab utama perawat adalah kepada mereka yang
membutuhkan asuhan keperawatan.
4. Perawat wajib merahasiakan segala sesuatu yang dikehendaki
sehubungan dengan tugas yang dipercayakan kepadanya
kecuali jika diperlukan oleh yang berwenang sesuai dengan
ketentuan hukum yang berlaku.
b) Perawat dan praktek
1. Perawat memelihara dan meningkatkan kompetensi di bidang
keperawatan melalui belajar terus-menerus
2. Perawat senantiasa memelihara mutu pelayanan keperawatan
yang tinggi disertai kejujuran profesional yang menerapkan

Panduan Belajar UNBK SMK Teori Kejuruan Bidang Keahlian Keperawatan | 131
pengetahuan serta keterampilan keperawatan sesuai dengan
kebutuhan klien
3. Perawat dalam membuat keputusan didasarkan pada informasi
yang akurat dan mempertimbangkan kemampuan serta
kualifikasi seseorang bila melakukan konsultasi, menerima
delegasi dan memberikan delegasi kepada orang lain
4. Perawat senantiasa menjunjung tinggi nama baik profesi
keperawatan dengan selalu menunjukkan perilaku profesional.
c) Perawat dan masyarakat
1. Perawat mengemban tanggung jawab bersama masyarakat
untuk memprakarsai dan mendukung berbagai kegiatan dalam
memenuhi kebutuhan dan kesehatan masyarakat.
d) Perawat dan teman sejawat
1. Perawat senantiasa memelihara hubungan baik dengan sesama
perawat maupun dengan tenaga kesehatan lainnya, dan dalam
memelihara keserasian suasana lingkungan kerja maupun
dalam mencapai tujuan pelayanan kesehatan secara
keseluruhan.
2. Perawat bertindak melindungi klien dari tenaga kesehatan yang
memberikan pelayanan kesehatan secara tidak kompeten, tidak
etis dan ilegal.
e) Perawat dan Profesi
1. Perawat mempunyai peran utama dalam menentukan standar
pendidikan dan pelayanan keperawatan serta menerapkannya
dalam kegiatan pelayanan dan pendidikan keperawatan
2. Perawat berperan aktif dalam berbagai kegiatan pengembangan
profesi keperawatan
3. Perawat berpartisipasi aktif dalam upaya profesi untuk
membangun dan memelihara kondisi kerja yang kondusif demi
terwujudnya asuhan keperawatan yang bermutu tinggi.

Kode etik tersebut menghasilkan konsekuensi lain, yang harus ditaati


oleh semua pemberi pelayanan keperawatan. Hal tersebut adalah prinsip etis.

Panduan Belajar UNBK SMK Teori Kejuruan Bidang Keahlian Keperawatan | 132
Setiap tindakan keperawatan, tidak boleh lepas dari prinsip ini. Setidaknya ada
delapan prinsip yang harus dipegang. Dalam referensi lain disebutkan tujuh
prinsip. Berikut ini prinsip etis keperawatan

1. Otonomi (Autonomy)

Prinsip otonomi didasarkan pada keyakinan bahwa individu mampu


berpikir logis dan mampu membuat keputusan sendiri. Orang dewasa
mampu memutuskan sesuatu dan orang lain harus menghargainya.
Otonomi merupakan hak kemandirian dan kebebasan individu yang
menuntut pembedaan diri. Perawat tidak boleh memaksakan kehendak atas
tindakan yang akan dilakukan. Dari prinsip inilah kemudian akan muncul
second opinion. Perawat mempersilahkan klien menentukan pilihan
pengobatan yang akan digunakan selama tidak membahayakan klien.

2. Beneficence (Berbuat Baik)

Prinsip ini menuntut perawat untuk melakukan hal yang baik, dengan
begitu dapat mencegah kesalahan atau kejahatan. Contoh perawat
memberikan informasi kepada klien tentang program latihan untuk
memperbaiki kesehatan secara umum, tetapi perawat menasehati untuk
tidak dilakukan karena alasan resiko serangan jantung.

3. Justice (Keadilan)

Nilai ini direfleksikan dalam praktek professional ketika perawat


bekerja untuk terapi yang benar sesuai hukum, standar praktik dan
keyakinan yang benar untuk memperoleh kualitas pelayanan kesehatan.
Egaliter atau kesetaraan kedudukan adalah dasar dari prinsip ini. Dalam
memberikan pelayanan, perawat tidak boleh membedakan klien baik
berdasar ras, suku bangsa atau agama.

4. Non-maleficence (tidak merugikan)

Prinsip ini berarti tidak menimbulkan bahaya/cedera fisik dan


psikologis pada klien. Menghindarkan pasien dari bahaya lebih

Panduan Belajar UNBK SMK Teori Kejuruan Bidang Keahlian Keperawatan | 133
diutamakan. Seperti mengkaji resiko jatuh pada klien, atau mengkaji
kondisi lingkungan yang dapat menyebabkan resiko jatuh klien meningkat.

5. Veracity (Kejujuran)

Nilai ini bukan hanya dimiliki oleh perawat namun harus dimiliki oleh
seluruh pemberi layanan kesehatan untuk menyampaikan kebenaran pada
setiap klien untuk meyakinkan agar klien mengerti. Informasi yang
diberikan harus akurat, komprehensif, dan objektif. Kebenaran merupakan
dasar membina hubungan saling percaya.

6. Fidelity (Menepati janji)

Tanggung jawab besar seorang perawat adalah meningkatkan


kesehatan, mencegah penyakit, memulihkan kesehatan, dan meminimalkan
penderitaan. Untuk mencapai itu perawat harus memiliki komitmen
menepati janji dan menghargai komitmennya kepada orang lain.

7. Confidentiality (Kerahasiaan)

Informasi tentang klien harus dijaga privasinya. Dokumentasi tentang


keadaan kesehatan klien hanya bisa dibaca guna keperluan pengobatan dan
peningkatan kesehatan klien. Diskusi tentang klien diluar area pelayanan
harus dihindari.

8. Accountability (Akuntabilitas)

Akuntabilitas adalah standar yang pasti bahwa tindakan seorang


professional dapat dinilai dan dipertanggung jawabkan. Contoh perawat
bertanggung jawab pada diri sendiri, profesi, klien, sesama teman sejawat,
karyawan, dan masyarakat.

Panduan Belajar UNBK SMK Teori Kejuruan Bidang Keahlian Keperawatan | 134
LATIHAN SOAL

Panduan Belajar UNBK SMK Teori Kejuruan Bidang Keahlian Keperawatan | 135
Latihan Soal UNBK Produktif Keperawatan I

Pilih salah satu jawaban yang anda anggap paling tepat!

1. Alat perlindungan diri berikut ini yang harus selalu ada dalam setiap
tindakan adalah..
a. Handscoon
b. Masker
c. Nierbekken
d. Breathing apparatus
e. Ear plug

2. Tn. A mendapatkan kabar bahwa istrinya baru saja meninggal dunia akibat
kecelakaan lalu lintas. Tetapi Tn. A tidak percaya dengan berita tersebut.
Tahapan berduka yang dialami Tn, A adalah..
a. Anger
b. Bargaining
c. Depression
d. Denial
e. Acceptance

3. Pemeriksaan denyut nadi di bagian lipatan paha dilakukan pada arteri..


a. Dorsal pedis
b. Femoralis
c. Radialis
d. Karotis
e. Brachialis

4. Perawat membantu klien dalam meningkatkan tingkat pengetahuan


kesehatan, gejala penyakit bahkan tindakan yang diberikan, sehingga
terjadi perubahan perilaku dari klien, adalah peran perawat sebagai..
a. Kolaborator
b. Konsultan
c. Coordinator
d. Educator
e. Advokat

5. Terdapat satu kelompok masyarakat yang memelihara unggas di belakang


rumahnya. Berdasarkan kasus tersebut tindakan yang tepat dilakukan oleh
perawat komunitas adalah…
a. Penyuluhan kesehatan

Panduan Belajar UNBK SMK Teori Kejuruan Bidang Keahlian Keperawatan | 136
b. Pendidikan kesehatan
c. Intervensi kesehatan
d. Implementasi kesehatan
e. Palliative care

6. a) Perdarahan setelah senggama


b) Perdarahan setelah menopause
c) Keputihan yang berbau
Data di atas merupakan ciri-ciri gangguan reproduksi wanita, yaitu…

a. Mola hidalidosa
b. Candiloma
c. Kanker prostat
d. Kanker ovarium
e. Kanker serviks

7. Perawat wajib merahasiakan segala sesuatu yang diketahuinya sehubungan


dengan tugas yang dipercayakan kepadanya, kecuali jika dimintai
pengadilan. Pernyataan tersebut merupakan bagian dari..
a. Peran perawat
b. Fungsi perawat
c. Hukum perawat
d. Tugas perawat
e. Kode etik perawat

8. Suatu interaksi interpersonal antara perawat dan klien yang selama


interaksi berlangsung perawat fokus terhadap kebutuhan klien guna
meningkatkan pertukaran informasi yang efektif, merupakan definisi dari
komunikasi..
a. Kelompok
b. Intrapersonal
c. Interpersonal
d. Massa
e. Terapeutik

9. Jika diketahui klien diberikan oksigen dengan kecepatan 2 Lpm, maka alat
bantu pernafasan yang paling tepat untuk digunakan adalah..
a. Nasal catheter
b. Simple mask
c. Rebreathing mask

Panduan Belajar UNBK SMK Teori Kejuruan Bidang Keahlian Keperawatan | 137
d. Venture mask
e. Bag valve mask

10. Ilmu yang mempelajari fungsi tubuh manusia adalah..


a. Anatomi
b. Anatomi fisiologi
c. Patofisiologi
d. Fisiologi
e. Miologi

11. Perawat mendorong klien untuk mengekspresikan ide-ide menuangkannya


dalam bentuk perbuatan tanpa rasa takut dimaki atau dikonfrontasi
merupakan ciri komunikasi terapeutik..
a. Keikhlasan
b. Kehangatan
c. Empati
d. Kejujuran
e. Kepercayaan

No Hasil pengkajian
1. Demam menjelang malam atau pagi
2. Permukaan lidah putih
3. Konstipasi

12. Dari data diatas, Pemeriksaan laboratorium yang tepat adalah..


a. Leukosit
b. Trombosit
c. Widal
d. LED
e. AGD

13. Komunikasi antara perawat dengan pasien sebaiknya dilakukan dengan


komunikasi…
a. Non verbal
b. Verbal
c. Satu arah
d. Interpersonal
e. Intrapersonal

14. Berikut ini manakah pernyataan yang benar tentang efek kerja obat
melalui injeksi yaitu..

Panduan Belajar UNBK SMK Teori Kejuruan Bidang Keahlian Keperawatan | 138
a. Diserap oleh selaput/mukosa
b. Efeknya timbul lebih cepat dan teratur
c. Absorbsi terjadi secara cepat
d. Efek yang ditimbulkan hanya pada lokasi di sekitarnya
e. Umum dilakukan karena mudah, aman dan murah

1. Arthritis
2. Schelerosis
3. Osteomalasia
4. Enchepalitis

15. Dari data diatas yang termasuk ke dalam penyebab gangguan mobilitas
non neurologis adalah…
a. 1 dan 3
b. 1 dan 4
c. 2 dan 3
d. 2 dan 4
e. 3 dan 4

16. Seorang perawat setia pada komitmen dan menepati janji serta menyimpan
rahasia klien merupakan salah satu prinsip etika keperawatan, yaitu..
a. Veracity
b. Autonomy
c. Beneficience
d. Veracity
e. Fidelity

17. Ketepatan proses komunikasi antara perawat dengan pasien dalam


memberikan suatu informasi mengenai tindakan yang diberikan
dipengaruhi oleh, kecuali..
a. Pengetahuan
b. Pangalaman
c. Fungsi alat indra
d. Kepercayaan
e. Pesan

18. Nilai-nilai yang mempengaruhi faktor-faktor derajat kesehatan seseorang,


kecuali..
a. Lingkungan
b. Herediter
c. Sosial budaya
d. Keyakinan

Panduan Belajar UNBK SMK Teori Kejuruan Bidang Keahlian Keperawatan | 139
e. Perilaku

19. Komunikasi adalah suatu proses dimana suatu ide dari sumber kepada
suatu penerimaan untuk maksud mengubah tingkah laku, merupakan
pengertian komunikasi menurut..
a. Everett M. Rogers
b. Onong Udjana Effendy
c. Harold Lasswell
d. Ruesch
e. Weaver

20. Komunikasi yang dilakukan dengan alat peraga tertentu seperti surat,
telepon, e-mail, poster dan spanduk di sebut komunikasi..
a. Intrapersonal
b. Kelompok
c. Media
d. Massa
e. Interpersonal

No Tujuan
1. Mempertahankan/meningkatkan kekuatan dan kelenturan otot
2. Mencegah kontraktur dan kekakuan pada persendian
3. Menjaga fleksibilitas dari masing-masing persendian
4. Sesuai dengan tujuan yang sudah ditentukan ROM aktif dan
pasif

21. Berdasarkan tabel, no. 1 dan 2 termasuk kedalam tujuan..


a. Mobilisasi aktif
b. Mobilisasi pasif
c. Imobilisasi aktif
d. Imobilisasi pasif
e. Imobilisasi

22. Ny. S mengatakan sering BAB lebih dari 5 kali sehari, konsistensi cair,
pasien lemas, nausea. Pada kasus tersebut pemberian nutrisi yang paling
tepat adalah..
a. Oral
b. Enteral
c. Parenteral
d. Pipa lambung
e. Enteral parenteral

Panduan Belajar UNBK SMK Teori Kejuruan Bidang Keahlian Keperawatan | 140
23. Faktor-faktor yang mempengaruhi komunikasi terapeutik yang tidak tepat
di bawah ini adalah…
a. Perkembangan
b. Simpati
c. Persepsi
d. Nilai
e. Emosi

1. Menggunakan spuit 1 cc
2. Dilakukan dengan sudut 30°/15°
3. Untuk mengetahui reaksi alergi

24. Data diatas menggambarkan pemberian obat dilakukan dengan cara..


a. Intra cutan
b. Sub cutan
c. Intra muscular
d. Intra vena
e. Enteral

25. Solusi yang tepat untuk mengatasi remaja ketika dia merasa tidak dihargai
adalah…
a. Dialog kasih
b. Ungkapan perasaan
c. Perlu perhatian
d. Saling menghargai
e. Komunikasi

26. Ny. P mengatakan sering BAB lebih dari 8 kali sehari, konsistensi cair,
pasien lemas, muntah-muntah dan nausea. Pada kasus tersebut ny. P
mengalami…
a. Thypoid
b. Gastritis
c. Melena
d. Gastroenteritis
e. Appendicitis

No Deskripsi
1. Sulit bernafas
2. Tidak ada pernafasan
3. Nafas tidak teratur
4. Frekuensi nafas lambat

Panduan Belajar UNBK SMK Teori Kejuruan Bidang Keahlian Keperawatan | 141
5. Frekuensi nafas cepat

27. Berdasarkan tabel diatas, pola pernafasan no. 5 disebut..


a. Tachipneu
b. Apneu
c. Bradipneu
d. Dispneu
e. Stridor

No Kebutuhan
1. Fisiologi
2. Aktualisasi diri
3. Rasa cinta dan memiliki
4. Rasa aman
5. Harga diri

28. Berdasarkan data diatas, urutan yang benar sesuai tingkatan kebutuhan
manusia menurut Maslow adalah..
a. 1,4,5,3,2
b. 1,5,4,3,2
c. 1,4,3,5,2
d. 1,4,3,2,5
e. 1,2,3,4,5

29. Stress yang disebabkan karena masa pubertas, pernikahan dan


pertambahan usia merupakan stress dalam hal..
a. Proses tumbuh kembang
b. Fisik
c. Psikologis
d. Fisiologis
e. Mikrobiologis

30. Seorang perawat perlu melindungi klien disorientasi dari kemungkinan


jatuh dari tempat tidur sebelum memberikan perawatan, tindakan tersebut
merupakan pemenuhan kebutuhan..
a. Fisiologis
b. Rasa dicintai
c. Rasa dimiliki
d. Aktualisasi diri
e. Rasa aman

31. Proses penyesuaian diri dengan melakukan perubahan prilaku yang


didasarkan pada keyakinan atau kepercayaan merupakan proses adaptasi…

Panduan Belajar UNBK SMK Teori Kejuruan Bidang Keahlian Keperawatan | 142
a. Fisik
b. Spiritual
c. Psikologis
d. Sosial budaya
e. Fisiologis

32. Terjadi pada perkembangan dalam aspek sifat, sikap, minat, dan cara
penyesuaian dengan lingkungan, dalam hal ini keluarga dan teman sebaya
merupakan tahapan perkembangan pada masa…
a. Neotatus
b. Bayi
c. Prenatal
d. Remaja
e. Anak-anak

33. Anak akan mengalami kenaikan berat badan sekitar 2-3 kg/tahun dan
penambahan tinggi badan 5 cm/tahun. Hal ini terjadi pada…
a. Perkembangan usia sekolah
b. Pertumbuhan usia sekolah
c. Perkembangan usia pra sekolah
d. Pertumbuhan usia toodler
e. Perkembangan usia balita

34. Bantu individu untuk menjaga aktivitas fisik dan sosialnya,


mempertahankan intoleransi dengan kelompok sebayanya, merupakan
implikasi keperawatan pada masa…
a. Older
b. Old-old
c. Young-old
d. Middle-old
e. Last-old

35. Klien menolak untuk dilakukan tindakan oleh perawat karena tidak tahu
tujuan dari tindakan yang akan dilakukan. Hal tersebut dapat terjadi karena
akibat kegagalan pada tahap…
a. Pra interaksi
b. Orientasi
c. Kerja
d. Terminasi awal
e. Terminasi akhir

Panduan Belajar UNBK SMK Teori Kejuruan Bidang Keahlian Keperawatan | 143
36. Seorang pasien wanita mengeluh tumbuh daging seperti kutil yang
semakin banyak di daerah vagina dan dubur. Apakah jenis penyakit yang
diderita wanita tersebut?
a. Infertilitas
b. Amenorea
c. Sipilis
d. Infeksi vagina
e. Condiloma accuminata

37. Di dalam keperawatan komunitas, anggota kelompok tertarik untuk


mengontrol isu-isu merupakan pembentukan kelompok fase…
a. Terminasi
b. Kerja
c. Kohersif (persatuan)
d. Konflik
e. Orientasi

38. Pada proses keperawatan terdapat beberapa kegiatan atau langkah yang
harus dilaksanakan, di bawah ini yang merupakan kegiatan dalam tahap
pelaksanaan adalah…
a. Tindakan kolaborasi
b. Evaluasi proses
c. Validasi data
d. Identifikasi masalah
e. Penentuan prioritas diagnosis

39. Ketika daerah tubuh atau kulit terkena infeksi lokal, maka akan nampak
kemerahan, bengkak, terasa nyeri, panas, kram, dan lain-lain. Berdasarkan
pernyataan yang diatas termasuk ke dalam tanda dari adaptasi …
a. Psikologis
b. Fisiologis
c. Sosial budaya
d. Spririual
e. Stress

40. Keadaan yang sempurna baik fisik, mental maupun sosial, tidak hanya
terbebas dari penyakit atau kelemahan/cacat adalah pengertian sehat
menurut…
a. White
b. WHO
c. Depkes

Panduan Belajar UNBK SMK Teori Kejuruan Bidang Keahlian Keperawatan | 144
d. Pepkins
e. Undang Undang Kesehatan

Panduan Belajar UNBK SMK Teori Kejuruan Bidang Keahlian Keperawatan | 145
Latihan Soal UNBK Produktif Keperawatan II

Pilih salah satu jawaban yang anda anggap paling tepat!

1. Gangguan rasa nyaman nyeri


2. Gangguan aman cemas
3. Gangguan pola istirahat tidur
4. Gangguan pengaturan suhu tubuh

1. Berdasarkan diagnosa keperawatan diatas, urutan yang tepat sesuai


prioritas adalah…
a. 1,2,3,4
b. 2,3,4,1
c. 1,3,2,4
d. 1,4,2,3
e. 4,3,2,1

2. Pada pasien yang divonis harus dilakukan amputasi pada kaki kanan maka
salah satu tindakan perawat pra operatif atau sebelum operasi adalah…
a. Membiarkan pasien
b. Membujuk keluarga pasien
c. Ikut bersedih atas kondisi pasien
d. Memberikan inform consent dan motivasi
e. Tidak melakukan apa-apa

3. Dalam tubuh seseorang perempuan terdapat satu organ yang jaringannya


akan menebal ketika siap menerima sel ovum yang matang dan siap
dibuahi disebut..
a. Uterus
b. Tuba palovi
c. Indung telur
d. Serviks
e. Vagina

4. Pandangan seseorang akan mulai lebih tajam, dia akan lebih waspada
terhadap sekeliling kemudian dia akan mencoba melawan stressor. Ini
merupakan tanda adaptasi stress..
a. Adaptasi fisiologi
b. Adaptasi psikologi
c. Adaptasi fisik
d. LAS
e. GAS

Panduan Belajar UNBK SMK Teori Kejuruan Bidang Keahlian Keperawatan | 146
5. Pasien datang ke IGD RS dengan keluhan batuk tidak berhenti selama satu
minggu. Batuk kering terutama terjadi pada malam hari. Pada waktu
tertentu pasien juga mengalami sesak napas dan nyeri dada. Pemeriksaan
penunjang apa yang tepat dilakukan?
a. EKG
b. Rongent
c. Tes Mantouk
d. MRI
e. Pemeriksaan Darah Lengkap

6. Pasien mengeluh sesak napas, demam, batuk berdahak serta mual selain
itu pasien juga mengaku selera makan berkurang. Pasien mengatakan
demam lebih dari tiga hari. Dari data tersebut pasien mengalami..
a. Bronchitis
b. Emfisema
c. Pneumonia
d. TB Paru
e. Sinusitis

7. Masa dimana terjadi interaksi agen penyakit hingga muncul gejala awal
adalah masa..
a. Prepatogenesis
b. Pathogenesis
c. Pasca pathogenesis
d. Masa inkubasi
e. Masa rehabilitasi

8. Manusia akan mencari identitas diri mereka, memilih teman sebaya yang
akan mempengaruhi konsep dirinya. Pada usia ini manusia juga mulai
tertarik dengan lawan jenis, merupakan fase perkembangan..
a. Pra sekolah
b. Sekolah
c. Remaja
d. Lansia
e. Bayi

9. Pasien datang ke klinik dengan keluhan susah BAB sejak 5 hari yang lalu.
Pasien mengaku baru BAB satu hari sebelum ke klinik, pasien mengatakan
konsistensi feses keras, dan pasien mengalami nyeri di bagian bokong dan
tidak nyaman duduk. Dapat diduga pasien mengalami..
a. Haemoroid
b. Colisitis

Panduan Belajar UNBK SMK Teori Kejuruan Bidang Keahlian Keperawatan | 147
c. Apendisitis
d. Colic
e. Keganasan

10. Pada kasus kulit yang terkena cairan kimia maka pertolongan pertama
adalah..
a. Mengoleskan pasta gigi
b. Membebaskan lokasi yang terkena di pakaian
c. Mengelap lokasi yang terkena dengan kassa
d. Meminta pertolongan dengan teman lain
e. Membasuh di bawah air mengalir

11. Untuk menghasilkan Adenosine Tripospat (ATP) sel membutuhkan


glukosa yang dalam bentuk komplek nya terdapat pada..
a. Karbohidrat
b. Lipid
c. Protein
d. Vitamin
e. Mineral

12. Ketika sel dalam tubuh mengalami kehilangan cairan maka mekanisme
homeostatis dari tubuh itu sendiri adalah…
a. Rasa lapar
b. Mengantuk
c. Menggigil
d. Rasa haus
e. Rasa kembung

13. Pasien mengeluhkan panas atau demam di pagi dan sore hari, tampak
menggigil, lidah berwarna putih, muncul bintik kemerahan. Maka
Pemeriksaan yang dibutuhkan adalah..
a. Analisa gas darah (AGD)
b. Pemeriksaan Darah Lengkap
c. Sputum
d. Pemeriksaan Urine
e. X-ray

14. Saat melakukan pengambilan darah untuk Pemeriksaan darah lengkap. Hal
yang harus dilakukan sebelum mendesinfeksi secara sirkuler adalah..
a. Melepaskan tourniquet
b. Menusuk vena

Panduan Belajar UNBK SMK Teori Kejuruan Bidang Keahlian Keperawatan | 148
c. Menentukan lokasi penusukan
d. Mencuci tangan
e. Menggunakan handscoon

15. Sediaan obat Paracetamol untuk anak dibawah 2 tahun biasa berbentuk..
a. Tablet
b. Kapsul
c. Puyer
d. Gel
e. Syrup

16. Jika di UGD terdapat dua pasien kritis dengan kondisi pasien pertama KU
buruk dan TTV menurun sementara pasien kedua KU buruk dan TTV
stabil dan cenderung membaik. Maka pada saat yang sama perawat
memberikan tindakan gawat darurat pertama kali untuk pasien kedua
dalam hal ini. Perawat melakukan prinsip etis..
a. Alturism
b. Beneficience
c. Non Malaficience
d. Malaficience
e. Justice

17. Komunikasi merupakan proses yang menjelaskan siapa, mengatakan apa,


dengan saluran apa, dengan akibat atau hasil apa. Merupakan definisi
komunikasi menurut…
a. Harorl D. Laswell
b. Onong Ucjana Effendi
c. Raymond Ross
d. Shannon & Weaver
e. Mulyana, Dedy

18. Untuk sekelompok remaja yang masih sekolah diduga merokok, diberikan
poster tentang bahaya rokok dan pemaparan materi tentang bahaya rokok
oleh perawat. Dalam hal ini perawat sedang melakukan…
a. Pendidikan kesehatan
b. Penyuluhan kesehatan
c. Tindakan keperawatan
d. Implementasi keperawatan
e. Intervensi keperawatan

Panduan Belajar UNBK SMK Teori Kejuruan Bidang Keahlian Keperawatan | 149
19. Pada pasien anak dengan kondisi demam kejang, sebaiknya perawat
memberikan obat penurun demam dengan rute..
a. Oral
b. Intra vena
c. Intra cutan
d. Sub cutan
e. Supositoria

20. Menurut Hierarcy of need milik Abraham Maslow. Manusia memiliki


kecendrungan untuk diperhatikan dan dinilai keberadaannya. Hal ini
merupakan kebutuhan..
a. Fisiologi
b. Aman dan nyaman
c. Cinta dan memiliki
d. Harga diri
e. Aktualisasi diri

21. Pasien datang dengan keluhan lemas, sesak, sakit pada bagian dada, lalu
jantung merasa berdebar. Untuk mengetahui gangguannya perawat bisa
melakukan Pemeriksaan penunjang berupa..
a. Rongent
b. EKG
c. EEG
d. Pemeriksaan suhu
e. Pemeriksaan urine

22. Terperangkapnya karbon dioksida dibawah atmosfer akan menyebabkan


pemanasan global. Berikut ini yang tidak termasuk akibat pemanasan
global..
a. Suhu bumi meningkat
b. Mencairnya es di kutub
c. Perubahan iklim
d. Permukaan air menyurut
e. Permukaan air laut meninggi

23. Saat akan memberikan pemberian makan per sonde (NGT). Perawat harus
menghindari beberapa hal. Antara lain..
a. Masuknya udara ke dalam selang
b. Makanan yang terlalu cair
c. Mendorong spuit terlalu keras
d. Tidak menghitung volume makanan yang masuk
e. Mengambil residu makanan lewat selang NGT

Panduan Belajar UNBK SMK Teori Kejuruan Bidang Keahlian Keperawatan | 150
24. Menurut Undang-undang kesehatan RI. Seseorang dikatakan sejahtera
apabila..
a. Terhindar dari penyakit fisik
b. Terhindar dari stressor fisik dan psikologi
c. Terhindar dari penyakit, stressor psikis dan social sehingga berdaya
secara ekonomi
d. Mampu memenuhi kebutuhan ekonomi meski terpapar stressor
psikososial
e. Bebas dari penyakit, dan sehat secara jasmani dan rohani

25. Mulai menarik diri, dan merasa tidak berdaya. Merasa sedih karena
terbayang dengan masa kejayaan masa lalu. Merupakan perubahan pada
perkembangan lansia, yaitu perubahan..
a. Fisik
b. Psikososial.
c. Spiritual
d. Psikoseksual
e. Kognitif

26. Seseorang yang mengalami kehilangan akan lebih sensitive dari


sebelumnya, mudah marah, dan akan menarik diri. menurut kubbler ross,
tahap berduka ini adalah tahap..
a. Denial
b. Anger.
c. Bargaining
d. Acceptance
e. Depresi

27. Ibu mulai merasakan kontraksi. Serviks membuka dan janin mulai masuk
ke dalam jalan lahir. Merupakan tanda pada kala..
a. 1.
b. 2
c. 3
d. 4
e. 5

28. Memperkenalkan diri, memastikan identitas pasien, menjelaskan


procedural tindakan dan menjelaskan tujuan tindakan. Merupakan tahapan
komunikasi terapeutik , yaitu..
a. Pra kerja
b. Terminasi

Panduan Belajar UNBK SMK Teori Kejuruan Bidang Keahlian Keperawatan | 151
c. Kerja
d. Pra orientasi
e. Orientasi

29. Manusia mulai mampu berfikir abstrak dan logis. Mulai mampu
memikirkan adanya kemungkinan, menafsirkan dan menarik kesimpulan.
Merupakan perkembangan kognitif usia..
a. 12-18 tahun
b. 8-11 tahun
c. 4-7 tahun
d. 18-25 tahun
e. 26-38 tahun

30. Dalam teori piaget, soal diatas (29) disebut dengan tahap..
a. Sensori motor
b. Preoperasional
c. Intuitif
d. Operasional konkret
e. Formal

31. Organ reproduksi pada pria yang berfungsi menghasilkan Follicle


Stimulating Hormone (FHS) dan Luteinizing Hormone (LH) juga hormon
testosteron adalah ..
a. Penis
b. Testis
c. Vas deferens
d. Epididimis
e. Kelenjar prostat

32. Suatu bentuk pelayanan professional sebagai bagian integral pelayanan


kesehatan berbentuk pelayanan biologi, psikologi, sosial dan spiritual
secara komprehensif, ditujukan kepada individu keluarga dan masyarakat
baik sehat maupun sakit mencakup siklus hidup manusia. Merupakan
definisi dari..
a. Keperawatan maternitas
b. Keperawatan medikal bedah
c. Keperawatan gerontik
d. Keperawatan komunitas.
e. Keperawatan anak

33. Perawat mengatakan suatu kebenaran dan tidak bohong atau menipu orang
lain, merupakan prinsip etis..

Panduan Belajar UNBK SMK Teori Kejuruan Bidang Keahlian Keperawatan | 152
a. Otonomi
b. Keadilan
c. Kerahasiaan
d. Kejujuran
e. Tidak merugikan

34. Pada saat pengkajian dalam proses keperawatan dengan mengumpulkan


data secara wawancara, merupakan jenis data..
a. Subjektif
b. Objektif
c. Intervensi
d. Implementasi
e. Evaluasi

35. Pemberian nutrisi berupa cairan infuse yang dimasukkan ke dalam tubuh
melalui darah vena baik sentral ataupun perifer, disebut….
a. Oral
b. Parenteral
c. Sirkular
d. Dermal
e. NGT

36. Gangguan mobilisasi karena adanya masalah pada tulang di sistem


muskuloskeletal adalah..
a. Penurunan masa tulang
b. Penurunan volume plasma
c. Laserasi kulit
d. Hiperlipidemia
e. Hiperkoagulasi

37. Posisi pasien dengan tujuan untuk pemeriksaan atau tindakan ginekologi,
palpasi daerah perut, pemasangan kateter adalah..
a. Fowler
b. Semi fowler
c. Dorsal recumbent
d. Sim
e. Tredelenberg

38. Pada pemeriksaan tanda-tanda vital yaitu pemeriksaan nadi, dihasilkan


denyut nadi pasien dewasa adalah 100x/menit pasien tersebut mengalami..
a. Tachicardia
b. Bradycardia

Panduan Belajar UNBK SMK Teori Kejuruan Bidang Keahlian Keperawatan | 153
c. Tachypnea
d. Apneu
e. Aneurisma

39. Timbul kesadaran akan kenyataan kehilangan, kemarahan meningkat


kadang diproyeksi ke orang lain atau lingkungan, merupakan sikap..
a. Denial
b. Marah
c. Tawar menawar
d. Depresi
e. Menerima

40. Pasien laki-laki dirawat di ruang penyakit dalam, mengeluh kencing


bernanah dan nyeri saat kencing. Merupakan tanda dari gejala penyakit..
a. Gonorhoe
b. HIV
c. BPH
d. GGK
e. Gagal ginjal akut

Panduan Belajar UNBK SMK Teori Kejuruan Bidang Keahlian Keperawatan | 154
Latihan Soal UNBK Produktif Keperawatan III

Pilih salah satu jawaban yang anda anggap paling tepat!

1. Keadaan sempurna fisik, mental dan kesejahteraan social dan tidak


semata-mata ketiadaan penyakit atau dalam segala hal yang berkaitan
dengan sistem reproduksi dan fungsi serta proses. Merupakan definisi
dari..
a. Kebutuhan dasar manusia
b. Kesehatan reproduksi
c. Kesehatan jiwa
d. Kesehatan ibu dan anak
e. ICPD 1994

2. Tujuan dilakukan tindakan keperawatan memandikan pasien adalah untuk


mencegah timbulnya mikroorganisme tubuh. Tindakan tersebut termasuk
ke dalam kebutuhan..
a. Kebutuhan akan rasa aman dan nyaman
b. Kebutuhan akan rasa cinta dan memiliki
c. Kebutuhan penghargaan dan pengakuan
d. Kebutuhan aktualisasi diri
e. Kebutuhan diri

3. Proses adaptasi bersifat lokal, seperti ketika kulit terinfeksi maka akan
terjadi disekitar kulit tersebut bengkak, nyeri, panas dan lain-lain yang
sifatnya local atau pada daerah sekitar yang terkena. Merupakan adaptasi
terhadap..
a. Fisiologi
b. Psikologi
c. LAS
d. GAS
e. Restorative

4. Stres yang berasal dari dalam diri seseorang (demam, kondisi seperti
kehamilan, menopause atau suatu keadaan seperti rasa bersalah).
Merupakan konsep stress..
a. Internal
b. Eksternal
c. Depresi
d. Emosi
e. Labil

Panduan Belajar UNBK SMK Teori Kejuruan Bidang Keahlian Keperawatan | 155
5. Bertanggung jawab atas segala sesuatu yang telah dipilihnya dengan
segala resiko merupakan sikap perawat, yaitu..
a. Menerima
b. Merespon
c. Menghargai
d. Bertanggung jawab
e. Menilai

6. Remaja mulai menilai dirinya sebagaimana adanya (apa adanya),


menghargai miliknya, keluarganya dan orang lain. Keadaan sesungguhnya
merupakan tahap perkembangan remaja..
a. Remaja awal
b. Remaja akhir
c. Dewasa awal
d. Dewasa akhir
e. Anak-anak

7. Fase perkembangan psikoseksual balita dimana anak-anak mulai


memperhatikan atau senang memainkan alat kelamin, yaitu fase…
a. Oral
b. Anal
c. Dezkar
d. Latensi
e. Genital

8. Bayi menahan kepala dan leher sebentar pada saat telungkup, membuka
dan menutup tangan, mulai bermain dengan jari-jari, membuat asosiasi
(menangis berarti digendong atau diberi makan), responsive, mengadakan
kontak mata merupakan tahap perkembangan bayi pada usia..
a. Usia 1 bulan
b. Usia 2 bulan
c. Usia 3 bulan
d. Usia 4 bulan
e. Usia 5 bulan

9. Proses kelahiran pada kala IV, merupakan proses saat..


a. Pembukaan
b. Janin mulai keluar dari dalam kandungan
c. Pengeluaran urine
d. 1 jam usai persalinan untuk mengobservasi persalinan
e. Mengeluarkan plasenta

Panduan Belajar UNBK SMK Teori Kejuruan Bidang Keahlian Keperawatan | 156
10. Faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dari eksternal adalah..
a. Ras
b. Keluarga
c. Umur
d. Jenis Kelamin
e. Gizi

11. Bayi menggerakan kepala dari sisi ke sisi pada saat posisi tengkurap,
cengkraman yang kuat, menatap tangan dan jari-jari, mengikuti gerakan
dengan mata merupakan tahap pertumbuhan dan perkembangan bayi usia

a. 1 Bulan
b. 2 Bulan
c. 3 Bulan
d. 4 Bulan
e. 5 Bulan

12. Komunikasi terapeutik akan sangat dipengaruhi oleh faktor-faktor berikut,


kecuali..
a. Perkembangan
b. Peresepsi
c. Nilai
d. Latar belakang sosial budaya
e. Empati

13. Dalam proses komunikasi apabila mengirim pesan membuat kode atau
simbol sehingga pesannya dapat dipahami oleh orang lain merupakan
proses komunikasi..
a. Pengirim pesan
b. Isyarat
c. Media
d. Penerimaan pesan
e. Balikan

14. Sikap seseorang terhadap obat berawal dari pengalaman sebelumnya atau
pengaruh keluarga merupakan faktor…
a. Fisiologi
b. Kondisi lingkungan
c. Genetik
d. Psikologi
e. Diet

Panduan Belajar UNBK SMK Teori Kejuruan Bidang Keahlian Keperawatan | 157
15. Obat yang pemakaiannya dengan cara memasukannya lewat mulut adalah
bentuk obat…
a. Oral
b. Parenteral
c. Anal
d. Sublingual
e. Dermal

16. Strategi meningkatkan kesehatan dimana individu akan memperoleh


manfaat dari kegiatan yang dilakukan oleh orang tanpa harus
melakukannya sendiri. Misal, pemberian florida pada pusat suplai air
minum, adalah..
a. Peningkatan kesehatan pasif
b. Peningkatan kesehatan aktif
c. Pencegahan kesehatan primer
d. Pencegahan kesehatan sekunder
e. Pencegahan kesehatan tersier

17. Penurunan fungsi testis yang disebabkan oleh gangguan interaksi hormon
seperti hormon androgen dan hormon testoteron merupakan penyakit…
a. Uretritis
b. Prostatis
c. Hipogonadisme
d. Kriptorkidisme
e. Epididimitis

18. Pengaruh kekurangan folikel stimulating hormon dan luteinizing hormon


pada laki laki adalah…
a. Penurunan produksi testoteron
b. Tidak terjadi ovulasi
c. Pengikatan spermatogenesis
d. Peningkatan aktivitas leydig cell
e. Percepatan masa pubertas

19. Pelayanan kesehatan yang berkualitas akan mempengaruhi derajat


kesehatan masyarakat, merupakan faktor yang mempengaruhi kesehatan
menurut blumm, yaitu..
a. Genetik
b. Pelayanan kesehatan
c. Perilaku masyarakat
d. Lingkungan
e. Keluarga

Panduan Belajar UNBK SMK Teori Kejuruan Bidang Keahlian Keperawatan | 158
20. Aktualisasi yang diperoleh individu melalui kepuasan dalam berhubungan
dengan orang lain, perilaku yang sesuai dengan tujuan, perawatan diri
yang kompeten merupakan definisi aktualisasi menurut..
a. WHO
b. Pender(1982)
c. Payne(1983)
d. Florence
e. Orm

21. Prinsip meningkatkan produktivitas yang akan menghasilkan produktivitas


tertinggi adalah…
a. Menaikan besar keluaran(output) sementara besar masukan(input)
tetap
b. Menaikan besar keluaran(output) dan menurunkan besar
masukan(input)
c. Besar keluaran(output) tetap dan menurunkan besar masukan(input)
d. Menaikan besar keluaran(output) dan besar masukan(input) tetapi
kenaikan keluaran lebih besar dari kenaikan masukan
e. Menurunkan besar keluaran(output) sementara besar masukan(input)
tetap

22. Apabila terjadi kebakaran pada bahan baku busana, maka media yang
dapat dipilih untuk memadamkan kebakaran adalah..
a. Debu
b. Busa, gas CO2
c. Air, debu
d. Air, gas CO2
e. Busa, gas CO2

23. Bagian dari cabang Bronchiolus yang berfungsi dalam proses respirasi
adalah..
a. Bronchus lobaris maja
b. Bronchus segmentalisilk
c. Bronchiolus terminalis
d. Bronchiolus respiratorius
e. Cavum pleura

24. Organ reproduksi pria yang berfungsi sebagai saluran tempat jalannya
sperma dari epididimis adalah..
a. Testis
b. Skrotom

Panduan Belajar UNBK SMK Teori Kejuruan Bidang Keahlian Keperawatan | 159
c. Epididimis
d. Penis
e. Prostat

25. Seorang remaja berusia 19 tahun dibawa kerumah sakit medika, dokter
menyatakan bahwa dia menderita thypoid. Sebelum diberikan pengobatan
dia harus melakukan skin test karena pasien sensitif terhadap beberapa
antibiotif.
Injeksi yang sesuai untuk melakukan skin test diatas adalah…
a. IV
b. IM
c. SC
d. IC
e. Oral

26. Pemberian obat insulin pada penderita Diabetes Melitus adalah dengan
cara..
a. Intra Cutan
b. Sub Cutan
c. Intra Muscular
d. Intra Vena
e. Sub Lingualis

27. Sebelum diberikan antibiotik, perawat melakukan skin test. Rute yang
cocok dengan skin test adalah…
a. Intra Vena
b. Sub Cutan
c. Intra Muscular
d. Intra Cutan
e. Intra Vena

28. Pemeriksaan Laboratorium dasar antara lain…


a. Hemogoblin
b. Berat Jenis Urin
c. HbS Ag
d. SGOT
e. SGPT

29. Pada pemeriksaan hitung nilai eritrosit dan didapatkan hasil Hemogoblin
menurun merupakan tanda dari..
a. Anemia
b. Kehamilan

Panduan Belajar UNBK SMK Teori Kejuruan Bidang Keahlian Keperawatan | 160
c. Penurunan fungsi sumsum tulang
d. Luka Bakar
e. Malaria

30. Tujuan dari komunikasi Terapeutik adalah…


a. Peningkatan fungsi dan kemampuan untuk mencapai tujuan yang
realities
b. Kemampuan membina hubungan interpersonal yang paling
bergantung dengan orang lain
c. Latar belakang sosial budaya
d. Mendukung dan mempercepat kesembuhan pasien
e. Persepsi seorang terhadap suatu kejadian

31. Mengeksplorasi perasaan, harapan, dan kecemasan diri sendiri,


menganalisis kekuatan dan kelemahan diri perawat sendiri, mengumpulkan
data tentang pasien dan merencanakan pertemuan pertama dengan klien
merupakan tahap komunikasi terapeutik..
a. Pra interaksi
b. Perkenalan
c. Kerja
d. Terminasi
e. Evaluasi

32. Perawat bertanya untuk mendapat informasi yang spesifik mengenai klien.
Paling baik jika pertanyaan dikaitkan dengan topik yang sedang
dibicarakan dan dengan menggunakan kata kata dalam konteks budaya
klien merupakan teknik komunikasi…
a. Mendengarkan dengan penuh perhatian
b. Penerimaan
c. Menanyakan pertanyaan
d. Mengulang ucapan pasien dengan kata kata sendiri
e. Klarifikasi

33. Kebakaran yang terjadi pada bahan baku busana adalah golongan
kebakaran…
a. Kelas A
b. Kelas C
c. Kelas B
d. Kelas D
e. Kelas E

Panduan Belajar UNBK SMK Teori Kejuruan Bidang Keahlian Keperawatan | 161
34. Perawat mengeksplorasi perasaan pasien, fantasi dan rasa takut dalam diri
sendiri, menganalisis kekuatan dan keterbatasan profesionalisme diri
sendiri, mengumpulkan data tentang klien jika memungkinan dan
merencanakan untuk pertemuan pertama dengan klien. Merupakan tahap
komunikasi terapeutik..
a. Pra interaksi
b. Orientasi
c. Kerja
d. Terminasi
e. Evaluasi

35. Perawat “ saya melihat anda sudah bisa memakai baju dengan rapi hari
ini”, “saya melihat anda tampak segar dan bersih hari ini”. Tehnik
komunikasi terapeutik diatas adalah…
a. Mendengar aktif
b. Mendengar pasif
c. Penerimaan
d. Klarifikasi
e. Penghargaan

36. Pengertian pemberian obat secara parenteral adalah..


a. Teknik steril
b. Memasukan obat dengan suntikan ke jaringan tubuh
c. SC, ID, IM, IV
d. Setiap rute perlu aspirasi
e. Oral

37. Seorang laki-laki menderita diabetes tipe I menjalani terapi insulin. Cara
pemberian obat secara injeksi yang tepat adalah..
a. IM
b. SC
c. IV
d. ID
e. IG

38. Lapisan otot jantung yang berbentuk selaput dan berfungsi membungkus
otot jantung adalah..
a. Epicardium
b. Myocardium
c. Endocardium
d. Pericardium
e. Tricuspidalis

Panduan Belajar UNBK SMK Teori Kejuruan Bidang Keahlian Keperawatan | 162
39. Setelah dilakukan pemeriksaan tanda-tanda vital didapatkan data : tekanan
darah 110/70 mmHg, respirasi 36x/menit, pulse 88x/menit, suhu 37,5
derajat celcius, pasien juga terpasang oksigen. Dari kasus tersebut
pemberian posisi yang tepat adalah..
a. Fowler
b. Semi fowler
c. Dorsal recumbent
d. Sim
e. Tredelenburg

40. Pada gangguan reproduksi wanita apabila terjadi infeksi pada vagina maka
akan memberikan tanda dan gejala..
a. Keputihan yang menimbulkan bau dan rasa gatal
b. Pertumbuhan sel yang tidak wajar
c. Nyeri pada bagian pinggang
d. Nyeri pada bagian perut
e. Nyeri saat menstruasi

Panduan Belajar UNBK SMK Teori Kejuruan Bidang Keahlian Keperawatan | 163
Pembahasan Soal UNBK Produktif Keperawatan I

1. A. handscoen
Rasional : pada setiap tindakan keperawatan dipastikan harus
menggunakan handscoen. Hal ini untuk mencegah infeksi silang, dan
tangan menjadi alat kerja bagi perawat sekaligus bisa menjadi sumber
infeksi. Itulah sebabnya mencuci tangan menjadi cara paling sederhana
memutus rantai infeksi silang. Adapun masker dan bengkok tidak
digunakan pada beberapa tindakan, seperti ganti linen. Breathing
apparatus adalah alat bantu napas, dan ear plug merupakan penyumbat
telinga. Jadi jawaban handscoen adalah paling mendekati.
2. D. Denial
Rasional : Menurut Kubler Ross, ada lima tahapan berduka. Pertama
denial, artinya penolakan, seseorang yang kehilangan akan merasa tidak
percaya. Kedua anger, artinya marah, seorang akan lebih irtatif secara
emosional pada tahap ini. Ketiga adalah bargaining artinya tawar
menawar, seorang yang kehilangan akan berandai-andai pada tahap ini.
Keempat depresi, seorang yang kehilangan akan lebih suka menyendiri
dan mungkin mulai timbul halusinasi. Terakhir acceptance atau menerima.
3. B. Femoralis
Rasional : femoralis merupakan pembuluh darah yang ada pada bagian
femur (paha). Dorsalis pedis merupakan istilah yang berarti punggung
kaki. Arteri atau vena radialis adalah pembuluh darah pada pergelangan
tangan yang segaris dengan ibu jari tangan. Karotis merupakan arteri yang
berada di leher menuju jantung. adapun brachialis merupakan pembuluh
darah yang terdapat pada lipatan tangan antara lengan atas dan lengan
bawah.
4. D. Educator
Rasional : educator berarti pendidik. Perawat memiliki peran untuk
meningkatkan pengetahuan pasien dalam intervensi pendidikan kesehatan
pasien. Kolaborator merupakan peran perawat dalam bekerja bersama tim
kesehatan, seperti dokter, apoteker, nutrisionis, dan lain sebagainya.
Advokat berarti perawat berperan membantu pasien dan keluarga
menginterpretasikan berbagai informasi dari tim kesehatan lain. Peran
konsultan berarti perawat sebagai pemberi nasihat kepada pasien, jika
pasien menanyakan tentang tindakan keperawatan yang tepat bagi dirinya.
Dalam peran koordinator, perawat memiliki peran mengorganisasikan
pelayanan kesehatan khususnya bidang keperawatan.
5. A. Penyuluhan Kesehatan
Rasional : ada dua kegiatan peningkatan pengetahuan tentang kesehatan
yaitu pendidikan kesehatan dan penyuluhan kesehatan. Penyuluhan
kesehatan biasanya dilakukan di depan kelompok atau masyarakat dan

Panduan Belajar UNBK SMK Teori Kejuruan Bidang Keahlian Keperawatan | 164
bersifat umum. Sementara pendidikan kesehatan dapat dilakukan antar
individu dan bersifat umum juga pribadi.
6. D. Kanker Serviks
Rasional : kanker serviks merupakan kanker yang tumbuh di leher Rahim.
Gejala lanjut dari kanker Rahim adalah perdarahan melalui vagina di luar
masa menstruasi, setelah berhubungan intim, atau setelah manopouse.
Timbul rasa sakit setiap berhubungan seksual, dan nyeri pinggul. Adapun
kanker ovarium akan muncul gejala lain antara lain mual, sakit perut,
pembengkakan pada perut, hingga perubahan siklus menstruasi. Sementara
condiloma acuminata merupakan kutil kelamin. Maka tanda yang muncul
adalah kutil di area vagina, leher rahim, perineum, vulva, disertai gatal.
Kemudian hamil anggur adalah kondisi abnormal dari kehamilan. Selain
nyeri panggul, perut penderita akan membesar tidak sesuai masa
kehamilannya. Pilihan terakhir, kanker prostat hanya dialami oleh pria.
Sementara dari tanda dan gejala yang muncul di soal, terdapat perdarahan
setelah menopous, yang artinya kondisi ini dialami oleh wanita.
7. E. Kode etik perawat
Rasional : kode etik merupakan pernyataan standar professional yang
digunakan sebagai pedoman perilaku dan menjadi kerangka kerja untuk
membuat keputusan. Menjaga kerahasiaan merupakan kode etik perawat
terhadap pasien
8. E. Terapuetik
Rasional : dari keempat pilihan jawaban, kelompok dan massa merupakan
jenis komunikasi berdasar jumlah penerima pesan. Komunikasi
intrapersonal dan interpersonal merupakan jenis komunikasi berdasar
penerima pesan. Adapun komunikasi terapeutik adalah komunikasi antar
dua personal (interpersonal) yang efektif yang berfokus pada peningkatan
kesehatan pasien.
9. A. Nasal Catheter
Rasional : nasal catheter atau lebih dikenal dengan nasal kanul
merupakan selang yang digunakan untuk mengalirkan oksigen dari tabung
ke saluran pernafasan pasien. Nasal kanul digunakan untuk konsentrasi
oksigen 24-32% dengan aliran 2-4 lpm. Sementara simple mask digunakan
untuk pemberian oksigen dengan konsentrasi 35-60% dengan aliran 6-8
lpm. Rebreathing digunakan untuk pemberian oksigen dengan konsentrasi
35-80% dengan aliran 8-12 lpm. Ventur mask digunakan untuk pemberian
oksigen dengan konsentrasi 24-50% dengan aliran 4-10 lpm. Adapun bag
valve mask atau ambu bag digunakan untuk pertolonagn RJP.
10. D. Fisiologi
Rasional : Fisiologi merupakan cabang ilmu biologi yang mempelajari
tentang berlangsungnya sistem kehidupan. Fisiologi dikenal juga dengan
ilmu faal, membahas tentang fungsi-fungsi normal tubuh dari tingkat sel

Panduan Belajar UNBK SMK Teori Kejuruan Bidang Keahlian Keperawatan | 165
hingga yang lebih kompleks bernama makhluk hidup. Sementara anatomi
mempelajari struktur dari makhluk hidup.
11. B. Kehangatan
Rasional : komunikas terapeutik memiliki tiga karakter. Hangat berarti
perawat menunjukan sikap yang dapat membuat pasien lebih nyaman dan
percaya terhadap perawat. Dengan begitu pasien dapat memberikan ide-
idenya tanpa takut dikonfrontasi.
12. C. Widal
Rasional : data yang disajikan dalam soal tersebut merupakan data yang
muncul pada pasien yang menderita demam typoid. Salah satu uji
laboratorium untuk memastikan gejala tersebut adalah tes widal. Tes widal
merupakan uji serologi untuk mendeteksi keberadaan bakteri salmonella.
13. C. Interpersonal
Rasional : keempat pilihan jawaban merupakan jenis-jenis komunikasi.
Perawat sebagai tenaga kesehatan dapat menggunakan komunikasi verbal
dan non verbal ketika berkomunikasi dengan pasien. Keduanya dapat
terjadi dalam komunikasi interpersonal atau komunikasi yang dilakukan
antar dua orang atau lebih. Komunikasi satu arah tidak cocok untuk
digunakan komunikasi dengan pasien sebab perawat harus tahu apa yang
dirasakan pasien. Begitu pun dengan komunikasi intrapersonal atau
komunikasi dalam diri seseorang.

14. B. Efeknya timbul lebih cepat dan teratur


Rasional : pada pemberian obat injeksi, obat akan langsung masuk ke
dalam pembuluh darah yang berperan sebagai sistem transport tubuh. itu
artinya, obat langsung dikirimkan ke organ sasaran. Obat diserap oleh
selaput mukosa terjadi pada pemberian sublingual, absorpsi lebih cepat
dapat terjadi pemberian supositoria atau melalui rektal. Sementara efek
hanya pada lokasi sekitar terjadi pada pemberian topical, dan dilakukan
karena mudah, murah, dan aman adalah pemberian obat secara oral.
15. A. 1 dan 3
Rasional : arthritis merupakan peradangan pada sendi yang dapat
diakibatkan karena factor usia, infeksi, atau penyakit autoimun. Dan
osteomalasia merupakan kelainan tulang berupa ketidak mampuan tulang
untuk mengeras sehingga rentan bengkok penyakit ini diakibatkan karena
kurangnya vitamin D, kalsium, atau fosfor yang dibutuhkan. Adapun
sclerosis merupakan penyakit yang diakibatkan oleh rusaknya myelin pada
sistem saraf manusia. sehingga menimbulkan salah satu tanda yakni
terganggunya mobilitas. Dan enchepalitis adalah peradangan pada otak
yang dapat mengganggu kontraksi otot ritmik, masalah koordinasi, otot
lemas atau gaya jalan tidak stabil.

Panduan Belajar UNBK SMK Teori Kejuruan Bidang Keahlian Keperawatan | 166
16. E. Fidelity
Rasional : ada 8 prinsip etis keperawatan yang harus dipatuhi semua
perawat pelaksana. Fidelity merupakan prinsip etis yang menuntut perawat
untuk menghargai janji dan komitmennya terhadap orang lain serta mampu
menyimpan rahasia klien.
17. B. Pengalaman
Rasional : terdapat beberapa hal yang dapat mempengaruhi komunikasi.
Pengetahuan komunikator ataupun komunikan, kepercayaan seseorang pun
dapat menghambat sampainya maksud dari pesan yang disampaikan. Isi
pesan yang tidak jelas dapat membingungkan komunikan sebagai
penerima pesan. Dan gangguan dari komunikan sebagai penerima pesan
dapat juga mempengaruhi proses komunikasi, gangguan fisik adalah salah
satunya.

18. D. Keyakinan
Rasional : ada empat hal yang disebut mempengaruhi derajat kesehatan
menurut H.L Bloom. Keempatnya adalah gaya hidup (perilaku),
lingkungan (sosial, ekonomi, politik, dan budaya), pelayanan kesehatan,
serta faktor genetic atau herediter
19. A. Everet M. Rogers
Rasional : definisi komunikasi yang disebutkan di dalam soal merupakan
definisi menurut Everet M. Rogers. Hal ini sudah di bahas di dalam buku
panduan belajar ini.
20. C. Media
Rasional : dalam proses komunikasi terdapat beberapa komponen, salah
satunya adalah media atau saluran. Hal-hal tersebut dalam soal merupakan
contoh dari media komunikasi.
21. B. Mobilisasi Pasif
Rasional : latihan mobilisasi memiliki dua jenis yaitu mobilisasi aktif dan
mobilisasi pasif. Mobilisasi pasif merupakan latihan gerak yang
melibatkan orang lain dan tidak melibatkan lebih dari dua sendi. Salah satu
contohnya adalah latihan rentang gerak (ROM). ROM dilakukan agar
kekuatan otot pasien terjaga serta tidak terjadinya kaku sendi dan/atau
kontraktur.
22. C. Parenteral
Rasional : dari data kasus di atas, ditemukan pasien mengalami diare serta
mual (nausea). Pasien diare memerlukan pergantian cairan dengan cepat.
Serta pada pasien mual, tidak dimungkinkan pemberian nutrisi melalui
enteral (jalur gastrointestinal). Untuk itu, jalur yang paling tepat adalah
parenteral seperti melalui intravena.

Panduan Belajar UNBK SMK Teori Kejuruan Bidang Keahlian Keperawatan | 167
23. B. Simpati
Rasional : Hal-hal yang mempengaruhi komunikasi terapeutik adalah
perkembangan, persepsi, sistem nilai, latar belakang sosial budaya, faktor
emosi, pengetahuan, faktor peran, dan tatanan interaksi
24. A. Intracutan
Rasional : injeksi intracutan merupakan injeksi yang dilakukan untuk
melihat ada atau tidaknya alergi terhadap obat, terutama antibiotik. Injeksi
intrakutan biasanya dilakukan dengan spuit 1 cc dengan lokasi penusukan
di lengan pasien dengan kemiringan penusukan 15 derajat
25. B. Ungkapan perasaan
Rasional : pada soal tersebut dinyatakan, seorang remaja sedang merasa
tidak dihargai. Dalam hal ini berarti remaja tersebut mengalami masalah
aktual yang berhubungan dengan kejiwaannya, harga diri rendah.
Sementara harga diri menjadi kebutuhan dasar manusia menurut Abraham
Maslow. Untuk itu, perawat perlu mengkaji perasaan remaja tersebut
melalui ungkapan perasaan.
26. D. Gastroenteritis
Rasional : gastroenteritis merupakan muntah dan diare akibat infeksi atau
peradangan pada dinding saluran cerna. Gejala dari penyakit ini adalah
muntah dan diare selama 1-2 hari. Kemudian mungkin juga mengalami
demam dan menggigil, sakit kepala, mual, tidak nafsu makan, sakit perut,
nyeri otot dan sendi.
27. A. Tachipnea
Rasional : tachipnea merupakan istilah yang digunakan untuk
menunjukan frekuensi nafas yang cepat. Adapun nafas lambat diistilahkan
dengan bradipnea. Adapun nafas pendek dengan perasaan tercekik atau
sempit di dada disebut dengan dyspnea, atau yang dikenal sesak napas.
28. C. 1,4,3,5,2
Rasional : kebutuhan dasar manusia menurut Abraham Maslow
digambarkan dalam sebuah piramida. Dengan urutan sebagai berikut,
fisiologis, rasa aman dan nyaman, rasa cinta dan memiliki, harga diri, dan
aktualisasi diri.
29. A. Proses tumbuh kembang
Rasional : setiap masa perkembangan dan pertumbuhan manusia, akan
membawa dampak perubahan bagi manusia itu sendiri. Perubahan tersebut
dapat memicu stress secara fisik ataupun psikologis. Dalam soal tersebut,
hal-hal yang disebutkan merupakan pemicu stress karena proses tumbuh
dan perkembangan manusia.
30. E. Rasa aman
Rasional : Manusia membutuhkan rasa aman sebagai bentuk kebutuhan
dasar manusia menurut Maslow. Jatuh dapat memperburuk kondisi pasien,
hal ini tentu harus dihindari.

Panduan Belajar UNBK SMK Teori Kejuruan Bidang Keahlian Keperawatan | 168
31. B. Spiritual
Rasional : ada empat adaptasi stress yang dilakukan oleh manusia.
adaptasi fisiologis, adaptasi psikologis, adaptasi sosial, dan adaptasi
spiritual. Penyesuaian diri dengan melakukan perubahan perilaku
didasarkan pada keyakinan dan kepercayaan merupakan adaptasi spiritual
32. D. Remaja
Rasional : Menurut teori psikososial Erikson, remaja ada pada fase
identitas dan fusi identitas. Pada fase ini remaja mulai bisa mencari teman
sebaya atau lingkungan yang dapat mengintegrasikan bakat-bakatnya dan
mampu melakukan identifikasi orang-orang yang sependapat dengannya.
33. C. Pertumbuhan Pra Sekolah
Rasional : pada usia pra sekolah, ciri pertumbuhan fisik anak adalah berat
badan akan bertambah 2-3 kg/ tahun dengan tinggi 5 cm/tahun. Postur
tubuh menjadi lebih tegap dan sistem imun semakin baik.
34. C. Young-Old
Rasional : masa lansia dibagi menjadi tiga, young-old, midle-old, dan old-
old. Lansia dikatakan young-old pada usia 65-74 tahun, di mana lansia
beradaptasi dengan masa pensiun, dengan perubahan fisik, dan
perkembangan penyakit kronis. Pada masa ini perawat perlu membantu
lansia untuk menjaga aktifitas fisik dan sosial, serta mempertahankan
intoleransi dengan kelompok sebaya.
35. B. Orientasi
Rasional : Fase orientasi merupakan fase dalam komunikasi terapeutik di
mana perawat mengenalkan diri serta menjelaskan tujuan dan prosedur
tindakan yang akan dilakukan.
36. E. Condiloma Accuminata
Rasional : Condiloma accuminata merupakan penyakit menular seksual
yang disebabkan oleh adanya infeksi Human Papilloma Virus (HPV).
Penyakit ini juga sering disebut dengan kutil kelamin. Kutil biasanya
tumbuh pada area vagina, leher rahim, perineum, vulva, penis, kantung
zakar, dan kulit sekitar anus
37. D. Konflik
Rasional : empat tahap fase pengembangan kelompok adalah konflik,
kohesif, kerja, dan terminasi. Pada fase konflik, kelompok tertarik untuk
mengontrol isu.
38. A. Tindakan kolaborasi
Rasional : tindakan kolaborasi merupakan bagian dari tindakan
keperawatan. Tindakan keperawatan direncanakan dalam intervensi dan
dilaksanakan dalam implementasi. Tindakan keperawatan terbagi menjadi
tindakan mandiri dan tindakan kolaborasi.

Panduan Belajar UNBK SMK Teori Kejuruan Bidang Keahlian Keperawatan | 169
39. B. Fisiologis
Rasional : tanda-tanda yang disebutkan pada soal tersebut merupakan
reaksi tubuh ketika mendapatkan stressor biologis. Maka respon adaptasi
yang ditimbulkan berupa respon fisiologis.
40. B. WHO
Rasional : WHO mendefinisikan bahwa sehat tidak hanya terbebas dari
penyakit secara fisik. Tapi juga sehat secara mental, sosial dan spiritual.
Adapun Undang-Undang Kesehatan RI menambahkan, dengan kondisi
tersebut, seseorang dapat menjalani hidup yang produktif secara social dan
ekonomi.

Panduan Belajar UNBK SMK Teori Kejuruan Bidang Keahlian Keperawatan | 170
Pembahasan Soal UNBK Produktif Keperawatan II

1. D. 1,4,2,3
Rasional : pembuatan prioritas masalah keperawatan disusun berdasar
terjadinya masalah. Aktual atau potensial. Masalah aktual harus segera
diselesaikan. Pada soal di atas semua masalah merupakan masalah aktual.
Selanjutnya penentuan prioritas disusun berdasarkan masalah yang paling
mengancam jiwa. Masalah pada kasus di atas, tidak ada yang mengancam
jiwa secara spesifik. Namun rasa nyeri dapat menggangu kenyamanan
manusia, sehingga dapat menyebabkan gangguan pola tidur juga rasa
cemas. Untuk itu, prioritas pertama adalah gangguan rasa nyeri, kemudian
gangguan pengaturan suhu, karena suhu yang meningkat dapat
mengganggu istirahat pasien. Selanjutnya gangguan cemas, cemas dapat
timbul karena kurangnya pengetahuan pasien, sehingga dapat
memperburuk rasa nyeri, dan juga dapat mengganggu istirahat pasien.
2. D. Memberikan inform consent dan motivasi
Rasional : Kehilangan dapat bersifat aktual dan juga potensial, pada kasus
di atas, pasien mengalami kehilangan potensial. Kehilangan akan memicu
kondisi berduka, dengan berbagai tahapannya. Perawat perlu mengkaji
tahapan berduka pasien agar mampu mengangkat motivasi pasien.
Motivasi sendiri merupakan kebutuhan spiritual bagi manusia.
3. A. Uterus
Rasional : Uterus atau Rahim merupakan organ reproduksi wanita yang
salah satu faalnya adalah menyiapkan fertilisasi. Ketika sel telur sudah
siap dibuahi, maka dinding uterus akan menebal untuk sel ovum
menempel. Jika tidak terjadi pembuahan makan sel ovum dan dinding
uterus akan rupture dan terjadilah menstruasi.
4. E. GAS (General Adaptation Syndrome)
Rasional : Respon manusia terhadap stress dibagi menjadi dua, LAS dan
GAS. Respon GAS merupakan respon yang dilakukan tubuh sebagai satu
kesatuan. Respon ini tidak hanya terjadi pada bagian tubuh yang
mengalami stress. Secara psikologis, akan muncul reaksi fight-flight pada
awal respon GAS. Reaksi flight-fight membuat manusia menjadi lebih
awas, yang salah satu tandanya adalah penglihatan lebih tajam, serta
peningkatan kewaspadaan.
5. B. Rontgen
Rasional : Dari tanda dan gejala yang ada dalam soal kasus tersebut.
Pasien tampak mengalami masalah dengan sistem pernafasan. Untuk itu,
tes yang dilakukan adalah tes radiologi, rontgen. Salah satu penggunaan
rontgen adalah untuk mlihat organ internal. Pada soal tersebut, ada tes lain
untuk mendeteksi masalah pernafasan yaitu tes mantoex. Tes yang
dilakukan untuk mendeteksi apakah pasien positif TB Paru atau tidak.

Panduan Belajar UNBK SMK Teori Kejuruan Bidang Keahlian Keperawatan | 171
Namun dari gejala dalam kasus, pasien tersebut belum cukup kuat untuk
didiagnosa TB Paru. Karenanya pemeriksaan penunjang awal adalah
rontgen.
6. A. Bronchitis
Rasional : Broncitis merupakan peradangan pada bronkus. Peradangan
pada bronkus dapat menyebabkan peningkatan sekresi, dan penumpukan
sekret. Lalu pasien akan mengalami sesak napas, sakit tenggorokan,
demam, hidung tersumbat hingga lemas. Penumpukan sekret pada saluran
napas pun mempengaruhi selera makan pasien. Dari tanda dan gejala
dalam soal, lebih mengarah kepada bronchitis.
7. D. Masa inkubasi
Rasional : masa inkubasi adalah tenggang waktu antara masuknya bibit
penyakit ke dalam tubuh hingga munculnya gejala penyakit. Masing-
masing penyakit memiliki masa inkubasi yang berbeda, yang dipengaruhi
oleh virulensi virus juga daya tahan tubuh inang.
8. C. Remaja
Rasional : menurut teori psikoseksual Sigmund Freud, masa remaja
berada pada fase genital. Tanda dari fase ini adalah anak mulai menjalin
relasi dengan lawan jenis dan memiliki ketertarikan pada lawan jenis.
Sementara menurut teori psikososial Erikson, remaja ada pada fase
identitas dan fusi identitas, yang mana pada masa ini ditandai dengan
pencarian identitas.
9. A. Haemoroid
Rasional : hameroid merupakan penebalan pembuluh darah pada daerah
anus. Dalam masyarakat awam, kondisi ini disebut dengan wasir atau
ambeien. Haemoroid ditandai dengan ketidak nyamanan atau nyeri saat
BAB juga saat duduk. Salah saatu penyebab dari haemoroid adalah terlalu
seringnya menahan BAB sehingga feses terlalu keras untuk dikeluarkan.
Pada kondisi lanjut, pembuluh darah yang menebal tersebut dapat pecah
dan menyebabakan BAB darah.
10. E. Membasuh di bawah air mengalir
Rasional : prinsip pertolongan pertama pada kulit yang terkena cairan
kimia ringan adalah dengan membasuh di bawah air mengalir. Hal ini
dilakukan agar iritan kimia dapat hilang dengan segera. Hal ini serupa
dengan penanganan pada luka bakar ringan. Jika pada kasus berat, maka
penolong harus segera membawa korban ke fasilitas medis.
11. A. Karbohidrat
Rasional : karbohidrat merupakan salah satu nutrisi yang dibutuhkan
tubuh. karbohidrat memiliki dua bentuk yakni karbohirat sederhana dan
karbohidrat kompleks. Karbohidrat sederhana hanya mengandung gula
dasar yang mudah dicerna tubuh. sementara karbohidrat kompleks
memiliki rantai gula yang lebih panjang.

Panduan Belajar UNBK SMK Teori Kejuruan Bidang Keahlian Keperawatan | 172
12. D. Rasa haus
Rasional : tubuh membutuhkan kondisi seimbang bernama homeostatis.
Tubuh akan selalu berusaha mencapai kondisi tersebut. Pada saat cairan
intraselular berkurang, misalkan karena aktifitas berlebih, maka tubuh
akan meminta cairan dari luar untuk mengganti cairan yang hilang. Rasa
haus tersebut merupakan mekanisme mempertahankan homeostatis.
13. B. Pemeriksaan darah lengkap
Rasional : Dari tanda dan gejala yang muncul pada kasus dalam soal,
menunjukan adanya infeksi berat. Salah satu tanda infeksi berat adalah
demam yang meninggi pada pagi dan sore hari. Infeksi terjadi karena
adanya penyebaran mikroba melalui darah, untuk itu perlu dipastikan
dengan pemeriksaan darah lengkap.
14. C. Menentukan lokasi penusukan
Rasional : desinfeksi dengan alcohol swab dilakukan dengan tujuan
menghilangkan mikroorganisme di sekitar area penusukan. Setelah
dilakukan desinfeksi, lokasi penusukan tidak diboleh disentuh ulang.
Sehingga menentukan lokasi penusukan dengan palpasi dilakukan sebelum
desinfeksi
15. E. Syrup
Rasional : -
16. A. Alturism
Rasional : Alturisme adalah tindakan mementingkan atau mengutamakan
kesejahteraan orang lain. Dalam bidang ilmu kesehatan, menyelamatkan
nyawa merupakan salah satu contoh tindakan alturism. Ketika terdapat dua
kasus gawat darurat di hadapan perawat, maka seorang perawat harus
memilih prioritas, kasus yang paling mungkin untuk diselamatkan
nyawanya.
17. A. Harorl D. Laswell
Rasional : Menurut Laswell komunikasi adalah proses yang menjelaskan
siapa, mengatakan apa, dengan saluran apa, dengan akibat atau hasil apa.
18. B. Penyuluhan Kesehatan
Rasional : Beberapa perbedaan antara penyuluhan kesehatan dan
pendidikan kesehatan antara lain jumlah sasaran. Pendidikan kesehatan
dapat diberikan secara individu, sementara penyuluhan diberikan kepada
kelompok. Selain itu, penyuluhan diberikan untuk mereka yang sudah
terpapar resiko penyakit.
19. E. Supositoria
Rasional : Kondisi kejang demam merupakan kondisi gawat pada bayi,
untuk itu perlu penanganan segera. Dari 5 opsi yang diberikan, pemberian
supositoria merupakan yang paling mungkin karena melalui rute
supositoria, obat berekasi dengan tubuh lebih cepat dibanding empat rute
lainnya.

Panduan Belajar UNBK SMK Teori Kejuruan Bidang Keahlian Keperawatan | 173
20. D. Harga Diri
Rasional : Harga diri merupakan pandangan atau penilaian keseluruhan
seseorang terhadap dirinya. Harga diri juga sering disebut gambaran diri
dan martabat diri. Ketika seseorang dapat menilai dirinya dengan baik,
maka lingkungan sekitarnya pun akan memberikan penilaian yang baik.
Karena penilaian yang baik dari diri sendiri akan membawa seseorang
pada sikap yang baik.
21. B. EKG
Rasional : Dari kasus dalam soal, tanda dan gejala menunjukan pasien
mengalami masalah pada jantung. Hal ini ditunjukan dengan adanya gejala
jantung berdebar, dan nyeri di bagian dada. Untuk memastikan hal
tersebut, maka pemeriksaan penunjang perlu dilakukan. Pemeriksaan
penunjang untuk jantung adalah Elektrokardiogram atau EKG.
22. D. Permukaan air menyurut
Rasional : Salah satu efek dari pemanasan global adalah permukaan air
laut yang semakin tinggai. Hal ini terjadi karena es di kutub mencair.
Sehingga air laut tidak akan surut, namun bertambah dan meninggi.
23. A. Masuknya udara ke dalam selang
Rasional : Selang NGT masuk ke dalam lambung pasien melalui jalur
nasofaring. Jika udara masuk ke dalam labung, maka akan timbul
komlplikasi. Komplikasi yang mungkin timbul adalah kembung yang
mungkin disertai nyeri pada bagian perut pasien.
24. C. Terhindar dari penyakit, stressor psikis dan sosial sehingga
berdaya secara ekonomi
Rasional : Kesehatan menurut Undang-Undang RI nomor 23 Tahun 1992
tentang Kesehatan, adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa, dan sosial
yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan
ekonomis
25. B. Psikososial
Rasional : Pada masa lansia akan mengalami perubahan psikososial,
seperti merasa tidak punya teman atau merasa sendiri. Pada perkembangan
ini pun, lansia mulai kembali mengingat mengenai kejayaan ketika masih
mampu bekerja.
26. E. Depresi
Rasional : lebih sensitif dan mudah marah merupakan tanda pada tahapan
marah (anger) ketika seseorang mengalami kehilangan dan berduka.
Namun menarik diri merupakan gejala awal dari kondisi depresi dalam
tahapan berduka Kubler Ross. Kondisi depresi berarti adanya tekanan
psikologis yang dialami oleh seseorang, pada tahap ini masih mungkin
muncul gejala mudah marah karena adanya ketidak percayaan pada
kondisi atau lingkungan.

Panduan Belajar UNBK SMK Teori Kejuruan Bidang Keahlian Keperawatan | 174
27. A : Kala 1
Rasional : Kala 1 ditandai dengan mulainya kontraksi uterus pada ibu
hamil hingga pembukaan lengkap. Pada saat ini juga bayi mulai masuk ke
jalan lahir
28. E : Orientasi
Rasional : komunikasi terapeutik terbagi menjadi empat fase, fase pra
orientasi, fase orientasi, fase kerja, dan fase terminasi. Mencari identitas
pasien, memperkenalkan diri, menjelaskan tujuan dan prosedur tindakan
merupakan kegiatan yang dilakukan pada fase orientasi.
29. A : 12-18 tahun
Rasional : teori perkembangan kognitif yang banyak digunakan adalah
teori milik Piaget. Menurut Piaget, anak usia remaja secara kognitif sudah
memasuki tahap operasional formal. Anak mulai mampu melakukan
penalaran abstrak dan mulai mampu berimajinasi. Seseorang dikatakan
remaja dari usia 12-20 tahun.
30. E : Formal
Rasional : teori perkembangan kognitif yang banyak digunakan adalah
teori milik Piaget. Menurut Piaget, anak usia remaja secara kognitif sudah
memasuki tahap operasional formal. Anak mulai mampu melakukan
penalaran abstrak dan mulai mampu berimajinasi. Seseorang dikatakan
remaja dari usia 12-20 tahun.
31. B. Testis
Rasional : Secara fisiologis, fungsi dari testis pada organ reproduksi pria
adalah menghasilkan hormon. Hormon reproduksi yang dihasilkan testis
adalah Follicle Stimulating Hormone (FSH) dan Luteinzing Hormomne
(LH)
32. Tidak ada jawaban
Rasional : Definisi yang tertulis dalam soal merupakan definisi
keperawatan secara umum. Ilmu keperawatan kemudian terbagi menjadi
beberapa bagian sesuai dengan bidang konsentrasi kelimuan. Keperawatan
maternitas berhubungan dengan kebidanan, obstetric dan ginekologi.
Keperawatan mediKal bedah merupakan ilmu keperawatan yang
berkonstrasi pada gangguan sistem kekebalan tubuh, respirasi dan
oksigenasi, kardiovaskular, dan sistem persyarafan pada klien dewasa.
Keperawatan gerontik berkonstrasi pada gerontologI atau permasalahan
kesehatan pada lansia. Keperawatan komunitas berkonsentrasi pada
permasalahan kesehatan pada keluarga dan komunitas. Lalu keperawatan
anak berkonsentrasi pada gangguan kesehatan anak secara umum.
33. D. Kejujuran
Rasional : Kode etik diperlukan oleh setiap profesi dalam menjalankan
pekerjaannya. Dalam keperawatana terdapat kode etik yang di dalamnya

Panduan Belajar UNBK SMK Teori Kejuruan Bidang Keahlian Keperawatan | 175
mengatur prinsip etis. Ada tujuh prinsip etis yang harus dijalankan perawat
sebagai professional, kejujuran adalah salah satunya.
34. A. Subjektif
Rasional : Data dalam dokumentasi keperawatan terbagi menjadi dua,
data subjetif dan data objektif. Data yang didapat dari apa yang dirasakan
pasien, atau apa yang diutarakan keluarga atau orang terdekat pasien maka
disebut dengan data subjektif
35. B. Parenteral
Rasional : pemberian nutrisi dapat dilakukan melalui enteral dan
parenteral. Enteral merupakan pemberian nutrisi melalui sistem
pencernaan. Adapun parenteral merupakan pemberian nutrisi melalui jalur
lain selain sistem pencernaan.
36. A. Penurunan Masa Tulang
Rasional : sistem muskuloskletal merupakan sistem tubuh manusia yang
terdiri dari tulang dan otot. Ganggung penurunan masa tulang dapat terjadi
pada lansia ataupun pada beberapa kelainan. Kondisi ini menyebabkan
keterbatasan gerak pada manusia.
37. C. Dorsal Recumbent
Rasional : dorsal recumbent merupakan posisi tubuh yang digunakan
dalam pemeriksaan ginekologi dan juga pemasangan kateter. Pasien
diminta untuk menekuk lutut sehingga tegak lurus dengan postur tubuh
bagian atas.
38. A. Tachicardia
Rasional : Tachicardia merupakan kondisi ketika nadi berdenyut lebih
dari frekuensi normal. Frekuensi normal denyut nadi orang dewasa adalah
80-100 kali per menit.
39. B. Marah
Rasional : Tahapan kedua dari fase berduka adalah anger atau marah.
Ditandai dengan proyeksi kemarahan kepada diri sendiri, orang lain,
ataupun lingkungan.
40. A. Gonorea
Rasional : dari tanda yang muncul dalam soal kasus, menunjukan adanya
infeksi pada sistem reproduksi pria. Tanda tersebut merupakan tanda
adanya penyakit menular seksual pada pria yaitu gonorea.

Panduan Belajar UNBK SMK Teori Kejuruan Bidang Keahlian Keperawatan | 176
Pembahasan Latihan Soal UNBK Produktif Keperawatan III

1. B. Kesehatan Reproduksi
Rasional : Definisi yang tertulis dalam soal merupakan definisi sehat
secara umum, kemudian ditambahkan dengan sistem reproduksi sebagai
objek pembahasan. Untuk itu, kemungkinan jawaban yang paling
mendekati adalah kesehatan reproduksi
2. A. Kebutuhan rasa aman dan nyaman
Rasional : kebutuhan manusia menurut Abraham maslow ada lima
tingkatan, kebutuhan fisiologis, kebutuhan rasa aman dan nyaman,
kebutuhan rasa cinta dan memiliki, kebutuhan harga diri, dan kebutuhan
aktualisasi. Memandikan pasien merupakan kebutuhan fisiologis yang
seklaigus memberikan rasa nyaman pada pasien.
3. C. LAS (Local Adaptation System)
Rasional : mekanisme adaptasi stress manusia terbagi menjadi dua, Local
Adaptation System (LAS) dan General Adaptation System (GAS).
Keduanya dapat terjadi secara fisiologis ataupun psikologis, tanda yang
disebutkan pada soal merupakan tanda dari LAS
4. A. Internal
Rasional : Sumber stressor bagi manusia dapat berasal dari luar tubuh
maupun dari manusia itu sendiri. Rasa bersalah, menopause, kehamilan,
dan demam merupakan contoh stressor yang berasal dari dalam diri
manusia itu sendiri.
5. D. Bertanggunga Jawab
Rasional : perawat harus memiliki empat sikap dalam memberikan
pelayanan keperawatan kepada pasien. Empat sikap itu adalah menerima,
merespon, menghargai, dan bertanggung jawab. Bertanggung jawab
berarti bertanggung jawab atas segala sesuatu yang telah dipilihnya dengan
segala resiko.
6. B. Remaja Akhir
Rasional : masa remaja dibagi menjadi tiga fase, remaja awal, remaja
tengah dan remaja akhir. Beberapa ciri pada remaja akhir adalah sudah
mampu berfikir realistis dan memiliki cara pandang yang semakin baik.
7. Tidak Ada Jawaban
Rasional : perkembangan psikoseksual menurut Sigmund Freud terbagi
menjadi lima urutan fase. Fase oral, fase anal, fase phallic, fase latent, dan
fase genital. Fase dimana anak mulai memperhatikan alat kelaminnya,
serta mengerti perbedaan jenis kelamin terjadi pada fase phallic.
Sementara fase genital merupakan fase terakhir dimana seseorang sudah
memiliki minat pada lawan jenis.

Panduan Belajar UNBK SMK Teori Kejuruan Bidang Keahlian Keperawatan | 177
8. B. Usia 2 bulan
Rasional : tanda pertumbuhan yang disebutkan pada soal merupakan
tanda perkembangan psikomotor pada usia dua bulan, sesuai teori yang
sudah dibahas.
9. D. 1 jam usai persalinan untuk mengobservasi persalinan
Rasional : proses persalinan terbagi menjadi kala I, kala II, kala III, dan
kala IV. Tanda kala IV yaitu kala observasi untuk melihat adanya resiko
perdarahan pasca melahirkan.
10. E. Gizi
Rasional : dua faktor besar yang mempengaruhi pertumbuhan manusia
adalah internal dan eksternal. Ras, keluarga, umur, dan jenis kelamin
merupakan faktor internal, sementara gizi merupakan faktor eksternal.
11. A. 1 bulan
Rasional : tanda pertumbuhan dan perkembangan yang disebutkan dalam
soal merupakan tanda perkembangan psikomotorik usia 1 bulan
12. E. Empati
Rasional : Hal-hal yang mempengaruhi komunikasi terapeutik adalah
perkembangan, persepsi, sistem nilai, latar belakang sosial budaya, faktor
emosi, pengetahuan, faktor peran, dan tatanan interaksi
13. B. Isyarat
Rasional : isyarat merupakan kode ataupun simbol yang digunakan untuk
menggambarkan pesan. Sementara pengirim pesan merupakan pemilik ide
atau gagasan yang ingin gagasannya dimengerti penerima pesan. Adapun
media merupakan semua alat yang digunakan untuk menyampaikan pesan
14. B. Psikologi
Rasional : pengalaman sebelumnya dapat menjadi traumatik bagi pasien.
Begitu pun dengan pengaruh keluarga yang dapat mempengaruhi
psikologis pasien.
15. A. Oral
Rasional : masuknya obat melalui rute mulut disebut rute oral. Parenteral
merupakan rute pemberian obat melalui pembuluh darah seperti infus.
Sublingual merupakan pemberian obat dengan menyimpan obat dibawah
lidah. Adapun anal merupakan pemberian obat melalui rektal.
16. C. Pencegahan kesehatan primer
Rasional : pencegahan kesehatan dibagi menjadi tiga, primer, sekunder,
dan tersier. Pencegahan primer diberikan kepada individu yang beresiko
mengalami masalah kesehatan namun belum mengalami masalah
kesehatan. Pencegahan sekunder diberikan pada orang yang sudah terpapar
dan menunjukan tanda dan gejala penyakit. Sementara pencegahan tersier
merupakan pencegahan lebih lanjut agar pasien tidak mengalami
kecacatan atau kematian.

Panduan Belajar UNBK SMK Teori Kejuruan Bidang Keahlian Keperawatan | 178
17. Tidak ada jawaban
Rasional : dari pilihan jawaban yang ada tidak ada yang benar-benar
tepat. Namun yang paling mendekati adalah kriptorkidisme.
Kriptorkidisme merupakan gagal turunnya organ reproduksi pria, yaitu
testis, ke dalam skrotum. Sehingga hormonal akan terganggu. Artinya
dalam kasus kriptorkidisme merupakan kelainan pada organ bukan pada
fungsinya.
18. A. Penurunan produksi testosteron
Rasional : folikel stikmulating hormon dan luteinzing hormone merupakan
hormon yang bertanggung jawab untuk memproduksi testosterone.
19. B. Pelayanan Kesehatan
Rasional : akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan dapat
menentukan derajat kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.
20. B. Pender (1992)
Rasional : definisi sehat menurut Pander adalah aktualisasi (perwujudan)
yang diperoleh individu melalui kepuasan dalam berhubungan dengan
orang lain, perilaku yang sesuai dengan tujuan, perawatan diri yang
kompeten
21. E. Menurunkan besar keluaran(output) sementara besar
masukan(input) tetap
Rasional : -
22. D. Air dan gas CO2
Rasional : terjadinya kebakaran karena adanya reaksi oksigen. Semakin
banyak konsentrasi oksigen maka api akan semakin menyala. Untuk itu,
selain dengan air, pemadaman api dapat dibantu gas karbondioksida.
23. D. Bronchiolus respirotorius
Rasional : bronkus pada sistem pernafasan bercabang menjadi bronkiolus.
Bronchiolus sendiri memiliki dua jenis, terminalis dan respiratoris.
Bronchiolus terminalis merupakan bagian terakhir sistem pernafasan
sebelum memasuki tempat pertukaran udara. Pada dinding bronchiolus
respiratorius terdapat alveolus yang berfungsi dalam pertukaran gas.
24. D. Penis
Rasional : setelah sperma diproduksi di testis, kemudian disimpan
sementara di epididimis. Setelah itu, disalurkan ke uretra melalui vas
deferens untuk dikeluarkan melalui penis. Jawaban yang paling tepat
adalah vas deferens.
25. D. IC
Rasional : untuk melihat ada atau tidaknya alergi terhadap obat tertentu
dapat dilakukan melalui skin test yang prosedurnya ialah memberikan obat
melalui intracuttan (IC)
26. B. Subkutan/ C. Intramuskular

Panduan Belajar UNBK SMK Teori Kejuruan Bidang Keahlian Keperawatan | 179
Rasional : pemberian insulin menggunakan pena diberikan melalui rute
intra muscular. Sementara untuk pemberian insulin dengan spuit biasanya
diberikan melalui subkutan.
27. D. IC
Rasional : untuk melihat ada atau tidaknya alergi terhadap obat tertentu
dapat dilakukan melalui skin test yang prosedurnya ialah memberikan obat
melalui intracuttan (IC)
28. A. Hemoglobin
Rasional : pemeriksaan hemoglobin dapat dilakukan melalui pemeriksaan
darah lengkap. Pemeriksaan darah lengkap biasa digunakan untuk
mengetahui kondisi umum dari apa yang dialami pasien.
29. A. Anemia
Rasional : hasil hemoglobin yang rendah dari pemeriksaan hitung nilai
eritrosit dapat menunjukan kondisi anemia defisiensi besi, atau talasemia.
30. B. Kemampuan membina hubungan interpersonal yang paling
bergantung dengan orang lain
Rasional : tujuan utama dari adanya komunikasi terapeutik adalah
terbinanya hubungan saling percaya antara perawat dan pasien. Hubungan
tersebut merupakan hubungan interpersonal.
31. A. Prainteraksi
Rasional : pengumpulan data tentang pasien dan persiapan perawat
merupakan tahap orientasi pada komunikasi terapeutik. Fase pra interaksi
termasuk ke dalam fase orientasi komunikasi terapeutik.
32. C. Menanyakan pertanyaan
Rasional : salah satu teknik dalam melakukan komunikasi terapeutik
adalah dengan menanyakan pertanyaan. Pertanyaan dapat diberikan
seputar keluhan pasien, atau topik yang berhubungan.
33. A. Kelas A
Rasional : kebakaran dibagi kedalam empat kelas, yaitu :
• Golongan Kelas A : Kelas kebakaran yang dikarenakan oleh
bahan-bahan padat non-logam seperti Kertas, Plastik, Kain, Kayu,
Karet dan lain sebagainya.
• Golongan Kelas B : Kelas kebakaran yang dikarenakan oleh bahan-
bahan cair yang mudah terbakar seperti Minyak (Bensin, Solar,
Oli), Alkohol, Cat, Solvent, Methanol dan lain sebagainya.
• Golongan Kelas C : Kelas C merupakan golongan kebakaran yang
dikarenakan oleh instalasi listrik yang bertegangan.
• Golongan Kelas D : Golongan Kelas D merupakan kelas kebakaran
yang dikarenakan oleh bahan-bahan logam yang mudah terbakar
seperti sodium, magnesium, aluminium, lithium dan potassium
34. A. Prainteraksi

Panduan Belajar UNBK SMK Teori Kejuruan Bidang Keahlian Keperawatan | 180
Rasional : pengumpulan data tentang pasien dan persiapan perawat
merupakan tahap orientasi pada komunikasi terapeutik. Fase pra interaksi
termasuk ke dalam fase orientasi komunikasi terapeutik.
35. E. Penghargaan
Rasional : penghargaan merupakan salah satu teknik komunikasi
terapeutik yang dapat digunakan untuk meningkatkan harga diri pasien.
36. B. Memasukan obat dengan suntikan ke jaringan tubuh
Rasional : pemberian obat parenteral adalah pemberian obat tidak melalui
sistem pencernaan. Salah satu caranya dengan mamasukan jarum ke dalam
pembuluh darah seperti rute intravena.
37. A. IM/ B. SC
Rasional : pemberian insulin menggunakan pena diberikan melalui rute
intra muscular. Sementara untuk pemberian insulin dengan spuit biasanya
diberikan melalui subkutan
38. D. Pericardium
Rasional : pericardium ialah kantung yang membungkus jantung pada
manusia yang mempunyai fungsi utama sebagai dinding terluar jantung
39. A. Fowler
Rasional : dari tanda yang uncul dalam kasus, pasien mengalami sesak.
Ditunjukan dengan frekuensi napas 36x/menit. Untuk mempermudah
pasien mengambil oksigen dari luar adalah dengan memberikan posisi
fowler.
40. A. Keputihan yang menimbulkan bau dan gatal.
Rasional : tanda dan gejala terjadinya infeksi pada vagina adalah
keputihan, vagina terasa gatal, nyeri saat buang air kecil, bibir vagina
berwarna merah dan bengkak, sakit perut bagian bawah, dan sakit saat
berhubungan seksual.

Panduan Belajar UNBK SMK Teori Kejuruan Bidang Keahlian Keperawatan | 181