Anda di halaman 1dari 12

Tugas Kelompok : Makalah

Mata Kuliah : Keterampilan Menyimak

Dosen Pengampu : Dr. Hasriani, S.Pd., M.Pd.

MAKALAH

BAHAN PEMBELAJARAN MENYIMAK

Oleh:

ST. NURHALISA (1951040029)

NURATIRA (1951040023)

MUH. YUSRAN (1951041032)

PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA

FAKULTAS BAHASA DAN SASTRA

UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR

2020
KATA PENGANTAR

Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang,
puji beserta syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, yang telah melimpahkan
Rahmat, Hidayah, dan Inaya-Nya sehinggah kami dapat menyelesaikan makalah yang
berjudul “Bahan Pembelajaran Menyimak”, Shalawat serta salam semoga terlimpah
curahkan kepada baginda Nabi Muhammad SAW yang kita nanti-nantikan syafaatnya
di akhirat nanti. Makalah ini dibuat penunjang kegiatan perkuliahan pada mata kuliah
Keterampilam Menyimak.

Terima kasih yang sebesar-besarnya kami haturkan kepada dosen


pembimbing mata kuliah Keterampilan Menyimak yang telah membimbing kami
dalam pembuatan makalah dan tak lupa kami ucapkan terimakasih kepada teman-
teman dan semua pihak yang telah memberi sumbangan pemikiran dalam
penyelesaian makalah ini.

Kami menyadari, makalah ini masih jauh dari kesempurnaan. Seperti halnya
pepatah “Taka ada gading yang tak retak” oleh karena itu kami mengharapkan kritik
dan saran dari teman-teman yang sifatnya membangun demi kesempurnaan makalah
ini. Akhir kata, semoga makalah ini dapat diterima dan dapat memberi manfaat bagi
pihak yang membutuhkan.

Makassar, 23 Maret 2020

Penulis
DAFTAR ISI

SAMPUL ......................................................................................................................... i

KATA PENGANTAR ....................................................................................................ii

DAFTAR ISI ................................................................................................................. iii

BAB I PENDAHULUAN .............................................................................................. 1

A. Latar Belakang ...........................................................................................................1


B. Rumusan Masalah ........................................................................................................1
C. Tujuan Penulisan ..........................................................................................................1
D. Manfaat Penulisan ........................................................................................................2

BAB II PEMBAHASAN ................................................................................................3

A. Pengertian Menyimak.....................................................................................................
B. Kriteria Pemilihan Bahan Pembelajaran Menyimak.......................................................
C. Kriteria Pemilihan Bahan Pembelajaran Menyimak.......................................................

BAB III PENUTUP ........................................................................................................8

A. Kesimpulan ..................................................................................................................8
B. Saran ............................................................................................................................8

DAFTAR PUSTAKA
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Menyimak dan membaca berhubungan erat karena keduanya merupakan alat


untuk menerima pesan dalam komunikasi. Perbedaannya terletak pada jenis
komunikasi. Menyimak berhubungan dengan komunikasi lisan, sedangkan membaca
berkaitan dengan komunikasi tulis. Dalam hal tujuan keduanya mengandung
kesamaan, yaitu untuk memperoleh informasi, menangkap isi dan memahami makna
komunikasi. Oleh karena itu menyimak memiliki peranan yang sagat penting dalam
proses pembelajaran disekolah. Sebab kemampuan menyimak yang baik adalah
kondisi awal untuk menghasilkan prestasi belajar yang baik. penyusunan bahan
pembelajaran.

Dalam pembelajaran menyimak terdapat kriteria pemilihan dan penyusunan


bahan pembelajaran. Sehingga dapat mememudahkan menyampaaikan tujuan
menyimak, menyampaikan informasi, menangkap isi dan memahami makna
komunikasi. Dengan proses menyimak itu ternyata muncul dalam waktu yang hampir
bersamaan, maka dapat dipastikan bahwa urutan-urutan proses itu bekerja dengan
cepat. Kalau perjalanan proses itu mendapat gangguan di tengah jalan, dengan
sendirinya kegiatan menyimak tidak berlangsung sempurna, dan pemahamanpun
tidak tercapai. Ini berarti penyimak tidak dapat melakukan respons. Terlambat berarti
gagal menyimak. Maka dalam memberikan keterampilan menyimak haruslah
memenuhi kriteria pemilihan dan penyusunan bahan pembelajaran.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah tersebut, maka masalah yang akan
dibahas adalah sebagai berikut:
1. Apa pengertian dari menyimak ?
2. Apa kriteria pemilihan bahan pembelajaran menyimak ?
3. Bagaimana penyusunan bahan pembelajaran menyimak?

C. Tujuan Penulisan
Berdasarkan rumusan masalah tersebut, tujuan dari penulisan makalah ini
adalah sebagai berikut:
1. Untuk mengetahui pengertian dari menyimak.
2. Untuk mendiskripsikan bagaimana kriteria pemilihan bahan pembeajaran
menyimak dan penyusunan bahan pembelajaran menyimak.

D. Manfaat Penulisan
Berdasarkan tujuan penulisan diatas, maka manfaat dari makalah ini sebagai
berikut:
1. Dapat mengetahui pengertian dari menyimak.
2. Dapat mengetahui bagaimana kriteria pemilihan pembelajaran menyimak dan
bagaimana menyusun bahan pembelajaran menyimak.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Menyimak

Dalam memahami isi pembicaraan, wacana pidato, atau makna setiap kata yang
disajikan dalam suatu pagelaran baca puisi. Ataupun dalam mendengarkan,
memahami materi dalam kelas kita perlu memusatkan perhatian secara sungguh-
sungguh sehingga pesan yang disampaikan tercerna dengan baik. Hal tersebut biasa
disebut dengan Menyimak.
Menyimak merupakan proses mendengarkan, mengenal dan menginterpretasi
lambang-lambang lisan atau ujaran. Dalam menyimak dituntut kegiatan
mendengarkan dengan penuh perhatian.
Menurut Poerwadarminta (1984: 941)
“Menyimak adalah mendengar atau memperhatikan baik-baik apa yang diucapkan
atau dibaca orang”.
Menurut Tarigan (1993: 20)
“Menyimak adalah suatu proses kegiatan mendengarkan lambang-lambang lisan
dengan penuh perhatian, pemahaman, argumentasi, serta interprestasi untuk
memperoleh informasi, menangkap serta, memahami makna komunikasi yang
disampaikan si pembicara melalui ucapan atau bahasa lisan”.
Menyimak merupakan proses pendengaran, mengenal dan menginterprestasikan
lambang-lambang lisan, dengan penuh perhatian dan konsentrasi. Sedangkan
mendengar adalah suatu proses penerimaan bunyi yang datang dari luar tanpa banyak
memerhatikan makna.
Dari uraian di atas, maka dapatlah ditarik kesimpulan bahwa menyimak adalah
mendengarkan serta memerhatikan baik-baik apa yang dibaca atau diucapkan oleh si
pembicara serta menangkap dan memahami isi dan makna komunikasi yang tersirat
di dalamnya. Dalam hal mendengarkan atau memerhatikan orang membaca atau
orang yang bercakap, penyimak menerima keterangan melalui rangkaian bunyi
bahasa dengan susunan nada dan tekanan suara orang yang membaca atau bercakap.
Jika keterampilan menyimak dikaitkan dengan keterampilan berbahasa yang
lain, seperti keterampilan membaca, maka kedua keterampilan berbahasa ini
berhubungan erat, karena keduanya merupakan alat untuk menerima komunikasi.
Perbedaannya terletak dalam hal jenis komunikasi. Menyimak berhubungan dengan
komunikasi lisan, sedangkan membaca berhubungan dengan komunikasi tulis. Dalam
hal tujuan, keduanya mengandung persamaan, yaitu memperoleh informasi,
menangkap isi, memahami makna komunikasi.

B. Kriteria Pemilihan Bahan Pembelajaran Menyimak


Bahan simakan merupakan unsur terpenting dalam komunikasi lisan, terutama
dalam menyimak. Yang dimaksudkan dengan bahan simakan ialah pesan yang
disampaikan pembicara kepada penyimak. Bahan simakan itu dapat berupa konsep,
gagasan, atau informasi. Jika pembicara tidak dapat menyampaikan bahan simakan
dengan baik, pesan itu tidak dapat diserap oleh penyimak yang mengakibatkan
terjadinya kegagalan dalam komunikasi.

1. Keluasan Bahan ajar.


Bahan ajar menyimak dapat diambil dari berbagai sumber. Bahan ajar
hendaknya sesuai tingkat kemampuan siswa. Guru yang dapat memilih materi
simakan sesuai dan cocok dengan kemampuan siswanya maka akan menghasilkan
proses belajar mengajar yang memuaskan dan menyenagkan. Adapun materi
simakan yang bisa menjadi bahan pengajaran hendaknya memiliki berbagai
tujuan antara lain :
a) Materi yang tujuannya mendapat respon dari penyimak berupa bunyi-bunyian,
baik berupa suara, kata, frasa, maupun kalimat.
b) Materi yang memerlukan pemusatan perhatian, yakni menentukan gagasan-
gagasan pokok pembicaraan dan gagasan-gagasa penunjangnya.
c) Materi yang bertujuan membandingkan atau mempertentangkan dengan
pengalaman atau pengetahuan penyimak.
d) Materi yang tujuannya menuntut penyimak agar berpikir kritis, yakni melalui
proses analisis.
e) Materi yang tujuannya menghibur dan bersifat santai.
f) Materi yang tujuannya informatif .
g) Materi yang tujuannya deskriminatif, yakni setelah menerima pesan penyimak
dapat memberikan reaksi yang sasuai dengan keinginan pembicara.
2. Keterbatasan waktu.
Dalam pembelajaran guru dituntut agar dapat menyesuaikan waktu yang
tersedia dengan bahan pengajaran yang akan disampaikan.
3. Perbedaan karakteristik pembelajar.
Perbedaan karakteristik pembelajar ditentukan oleh berbagai faktor antara lain
minat, bakat, dan sifat pembelajar.
4. Perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni.
Pada dasarnya bahan pembelajaran menyimak harus menyesuaikan diri
dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni. Bahan simakaan
harus menarik, selaras, dan autentik. Bahan simakan yang menarik akan
mendapatkan perhatian yang sungguh-sungguh dari siswa. Selain menarik, bahan
pembelajaran menyimak harus selaras, yaitu keselarasan bahan ajar menyimak
dengan penyimak yang merupakan syarat utama dalam proses pembelajaran
menyimak.

C. Penyusunan Bahan Pembelajaran Menyimak

Setelah menentukan kriteria bahan simakan seseorang pembicara harus dapat


menyusun bahan pembelajaran menyimak dengan baik. Agar penyimak dapat
menerima materi simakan dengan baik dan mudah menerima materi yang
disampaikan oleh pembicara.
1. Menentukan tema.
Seorang pebicara haruslah menentukan tema dari apa yang akan
disampaikannya.
2. Tema harus terarah dan sederhana.
Dalam menentukan tema seorang pembicara harus tersusun dan sederhana
agar penyimak dapat memahami dengan baik apa yang disampaikan oleh
pembicara.
3. Tema dapat menambah pengalaman dan pemahaman.
Materi dari tema yang akan disampaikan harus dapat menambah pengetahuan
penyimak.
4. Tema bersifat sugestif dan evaluatif.
Tema atau topik haruslah dipilih sedemikian rupa agar sehingga merangsang
penyimak untuk berbuat dengan tepat serta dapat memberi penilaian tepat-
tidaknya, baik-buruknya tindakan yang akan dilaksanakan. Pokok
pembicaraan harus dapat mengunggah serta merangsang para penyimak untuk
berbuat, bertindak, dan berkata dalam hatinya, “saya pun pasti dapat dan
berhasil mengerjakan hal serupa itu”.
5. Tema bersifat motivatif.
Pembicara harus menggunakan tema yang dapat memotivasi pendengar agar
dapat menumbuhkan semangat dan minat dari penyimak.
6. Pembicara harus dapat meghibur.
Selain pembicara harus menggunakan tema yang menarik pembicara juga
harus dapat menghibur penyimak agar tidak monoton atau membosankan.
7. Bahasa yang digunakan sederhana dan menghibur.
Pemilihan bahasa akan menentukan tingkat pemahaman dari penyimak
dengan menggunakan bahasa yang sederhana dan menghibur akan
memudahkan penyimak dalam menerima materi.
8. Komunikasi dua arah.
Menyimak juga membutuhkan komunikasi dua arah dari penyimak dan
pebicara. Pembicara harus mengusahakan timbulnya dialog antara dia dengan
para partisipan, walaupun hal ini menuntut pengetahuan umum yang lebih
luas. Komunikasi itu yang jangan dibiarkan menjadi ajang duolog melulu,
yang membuat perhatian penyimak pudar atau hilang sama sekali. Beri
kesempatan berbicara juga kepada para penyimak, saling berganti, agar
komunikasi hidup, bersifat dua arah, merupakan dialog.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Dari uraian di atas, maka dapatlah ditarik kesimpulan bahwa menyimak
adalah mendengarkan serta memerhatikan baik-baik apa yang dibaca atau
diucapkan oleh si pembicara serta menangkap dan memahami isi dan makna
komunikasi yang tersirat di dalamnya. Dalam hal mendengarkan atau
memerhatikan orang membaca atau orang yang bercakap, penyimak menerima
keterangan melalui rangkaian bunyi bahasa dengan susunan nada dan tekanan
suara orang yang membaca atau bercakap.
B. Saran
Dalam kesempatan ini penulis ingin menyampaikan saran yang sekiranya
dapat memberikan manfaat karena Menyimak sangat penting dalam proses
pembelajaran, jadi perlu dipahami bahwa dalam menyimak kita dapat
kemampuan menangkap materi dengan baik untuk menyampaikan pikiran,
gagasan dan perasaan dengan baik.
DAFTAR PUSTAKA

Tarigan, Djago. 1998. Keterampilan Menyimak. Bandung : Angkasa


Tarigan, Henry Guntur. 1997. Menyimak sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa.
Bandung : Angkasa.

https://www.academia.edu/35103115/MAKALAH_KRITERIA_PEMILIHAN_DAN
_PENYUSUNAN_BAHAN_PEMBELAJARAN_MENYIMAK