Anda di halaman 1dari 3

Peserta Rakor dan Hadirin yang berbahagia ;

Puji syukur kita panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha


Kuasa karena atas ridho dan karunia-Nya, pagi ini kita dapat
bersama-sama hadir di ruangan ini dalam acara Rapat Koordinasi
SAMBUTAN Penyelenggaraan Batas Daerah Tingkat Bakorwil I Tahun 2016.
KEPALA BADAN KOORDINASI WILAYAH I Pada kesempatan yang berbahagia ini, kami ucapkan
PROVINSI JAWA TENGAH terima kasih dan selamat datang kepada para peserta untuk
PADA memenuhi undangan kami, dengan harapan semoga acara dapat
PEMBUKAAN RAPAT KOORDINASI berjalan dengan lancar serta bermanfaat sebagaimana yang kita
PENYELENGGARAAN BATAS DAERAH TINGKAT harapkan bersama.
BAKORWIL I PROVINSI JAWA TENGAH Hadirin yang saya hormati ;
TAHUN 2016
Penyelenggaraan Rakor Batas Daerah disesuaikan dengan
PATI, 16 MEI 2016 amanat Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun
1945, yaitu pemerintahan daerah, yang mengatur dan mengurus
sendiri urusan pemerintahan menurut asas otonomi dan tugas
Assalamu’alaikum Wr. Wb.
pembantuan, diarahkan untuk mempercepat terwujudnya
Salam sejahtera untuk kita semua.
kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan, pelayanan,
pemberdayaan, dan peran serta masyarakat, serta peningkatan
YKH. KEPALA BIRO TATA PEMERINTAHAN SETDA PROVINSI
JAWA TENGAH, ATAU YANG MEWAKILI; daya saing daerah dalam kerangka Negara Kesatuan Republik
Indonesia.
YKH. KEPALA DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL
PROVINSI JAWA TENGAH, ATAU YANG MEWAKILI; Hadirin yang saya hormati ;
YKH. KEPALA BAGIAN PEMERINTAHAN KABUPATEN SEMARANG Batas daerah adalah pemisah wilayah penyelenggaraan
ATAU YANG MEWAKILI; kewenangan suatu daerah dengan daerah lain. Batas daerah
YKH. KEPALA BAGIAN PEMERINTAHAN KABUPATEN BLORA yang tidak jelas dapat memicu konflik di wilayah perbatasan dan
ATAU YANG MEWAKILI YANG DALAM HAL INI SEBAGAI menghambat penyelenggaraan fungsi pemerintahan daerah.
MODERATOR;

1 2
Permasalahan batas daerah muncul disebabkan oleh : Apabila batas daerah tidak jelas akan menyebabkan dua
(1) pemekaran daerah otonomi baru; (2) perebutan Sumber kemungkinan akibat negatif. Pertama, suatu bagian wilayah
Daya Alam (SDA) terkait dengan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dapat diabaikan oleh masing-masing daerah karena merasa itu
dan (3) kurangnya pemahaman terhadap garis batas pada peta bukan daerahnya atau dengan kata lain masing-masing daerah
dasar yang ada. saling melempar tanggung jawab dalam menyelenggarakan
Selain itu ada beberapa masalah yang menyebabkan pemerintahan, pelayanan masyarakat maupun pembangunan di
adanya perselisihan batas daerah, diantaranya: (1) bagian wilayah tersebut. Kedua, daerah yang satu dapat
Ketidakjelasan Undang-Undang Pembentukan; (2) Perebutan dianggap melampaui batas kewenangan daerah yang lain
Sumber Daya Alam dan (3) Kesukuan/Kultur/Etnis. sehingga berpotensi timbulnya konflik antardaerah.
Untuk itu kejelasan batas daerah yang memenuhi aspek
Peserta Rakor yang berbahagia;
teknis dan yuridis perlu segera diwujudkan secara bertahap.
Hadirin yang saya hormati ; Ekses Ketidakjelasan Batas Daerah dapat berupa :
1. Ketidakjelasan Cakupan Wil Admin  Untuk Penyelenggaraan
Undang-Undang No. 25 tahun 2004 tentang Sistem Kewenangan  Pemda,
Perencanaan Pembangunan Daerah, Undang-undang Nomor 23 2. Inefisiensi Pelayanan Kepada Masyarakat (Duplikasi),
Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah, Permendagri Nomor 76 3. Ketidakjelasan Luas Wilayah,
tahun 2012 tentang Pedoman Penegasan Batas Daerah, 4. Ketidakjelasan Admin. Kependudukan,
merupakan perwujudan salah satu prasyarat yang dibutuhkan, 5. Ketidakjelasan Dapil (Pemilu, Pilkada),
tetapi bukan berarti bahwa regulasi ini sudah mencukupi bagi
6. Ketidakjelasan Administrasi Pertanahan,
terwujudnya tata pemerintahan Kabupaten/Kota yang baik.
7. Ketidakjelasan Perijinan Pengelolaan Sumber daya alam,
Hadirin yang saya hormati; 8. Kesulitan Pengaturan Tata Ruang Daerah.
Di Wilayah Bakorwil I Provinsi Jawa Tengah secara Peserta Rakor yang berbahagia;
administratif terbagi menjadi 9 Kabupaten dan 2 Kota, eks Melalui Rapat Koordinasi Penyelenggaraan Batas Daerah
Karesidenan Pati dan eks Karesidenan Semarang terdiri dari 168
se-Wilayah Bakorwil I Provinsi Jawa Tengah Tahun 2016 ini,
kecamatan yang meliputi: 2.254 Desa dan 315 Kelurahan. Oleh
diharapkan dapat memberikan motivasi, inspirasi dan solusi atas
karena itu perlu adanya penegasan batas daerah. Penyebab
batas daerah menjadi sangat penting, karena batas daerah berbagai permasalahan yang timbul di Perbatasan Daerah yang
mempengaruhi luas wilayah daerah yang merupakan salah satu ada di Kabupaten/Kota se-Wilayah Bakorwil I Provinsi Jawa
unsur dalam perhitungan Dana Alokasi Umum (DAU) dan bagi Tengah.
hasil sumber daya alam (SDA).
3 4
Koordinasi antara Pemerintah Kabupaten/Kota dan
Pemerintah Provinsi menjadi prasyarat yang cukup penting
dalam pelaksanaan Otonomi Daerah, sehingga mampu
meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Peserta Rakor yang berbahagia;
Demikian beberapa hal yang dapat saya sampaikan pada
kesempatan ini. Selanjutnya dengan memohon ridho Tuhan
Yang Maha Kuasa dan seraya mengucap
Bismillaahirrohmaanirrohiim, “ Rapat Koordinasi Penyelenggaraan
Batas Daerah Tingkat Bakorwil I Provinsi Jawa Tengah Tahun
2016”, secara resmi saya BUKA dan DIMULAI.
Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa senantiasa membimbing
dan meridhoi usaha luhur kita.
Sekian dan terima kasih atas perhatiannya.
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

KEPALA BAKORWIL I
PROVINSI JAWA TENGAH

SUKO MARDIONO,SH,MM
Pembina Utama Muda
NIP.19620310 198811 1 001