Anda di halaman 1dari 7

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Agama hindu merupakan salah satu agama yang dianut oleh sebagian manusia dijagat
raya ini, eksistensi agama ini masih eksis sampai sekarang. Untuk mengetahui secara global
tentang agama Hindu, sekilas tentang sejarah perkembangannya, kitab suci dalam agama
hindu, kasta-kastanya, ajaran tentang ketuhanan, tentang atman, sekte-sekte yang terdapat
dalam agama hindu dan disudahi dengan paparan mengenai hindu dharma. Agama hindu
adalah suatu agama yang lahir dan berkembang di india, jauh beratus tahun sebelu masehi.
Penduduk india merupakan campuran antara penduduk asli yang disebut dengan bangsa
Drvida dengan suku pendatangyang berasal dari sebelah utara, yaitu bangsa Aria yang
merupakan rumpun dari jerman yang disebut juga indo jerman.
Agama hindu merupakan agama ketiga terbesar didunia setelah kristen dan islam dengan
jumlah umat hampir 1 milyar jiwa, penganut agama ini sebagian besar terdapat dianak benua
india. Terdapat 90% penganut agama hindu.

B. Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud dengan sembahyang?
2. Bagaimana sembahyangnya agama hindu?
3. Kapan waktu sembahyang agama hindu?
4. Apa saja persembahyang dihindu?
C. T ujuan Penulis
1. Untuk mengetahui sembahyangnya agama hindu.
2. Untuk mengetahui waktu sembahyangnya bagi agama hindu.
3. Untuk mengetahui apa saja yang disembah agama hindu dalam beribadah.

1
BAB II
PEMBAHASAN

A. Defenisi Sembahyang Dalam Agama Hindu


Sembahyang berasal dari kata “sembah” dan “hyang”; artinya menyembah atau
memuja hyang. Istilah ini memiliki akar pada pemujaan arwah leluhur dan roh-roh penjaga
alam yang disebut hyang yang kemudian dikaitkandengan dewa-dewa dalam kepercayaan
hindu. Sembahyang adalah suatu bentuk kegiatan keagamaan yang menghendaki terjalinnya
hubungan dengan tuhan, dewa, roh, atau kekuatan gaib yang dipuja dengan melakukan
kegiatan yang disengaja, sembahyang dapat dilakukan secara bersama-sama perseorangan.

B. Waktu sembahyang dalam agama hindu


Sembahyang dalam agama hindu sendiri merupakan sebuah prosesi untuk memuja
sang Hyang Widhi dan para dewa, prosesi ini dilakukan menurut adat dan peraturan yang telah
ditetapkan. Mulai dari waktu sembahyang agama hindu, tata cara hinga cara berpakaian dan
sesaji yang dipersembahkan. Umat hindu melakukan sembahyang dalam dalam sehari 3 kali
dalam waktu 24 jam atau sehari, yaitu pada saat:
1. Matahari terbit (pagi hari)
2. Matahari tepat diatas kepala (siang hari)
3. Matahari tengelam (sore/malam hari)
Ketiga waktu itu adalah waktu yang wajib bagi agama hindu dimana umat hindu
memiliki sarana untuk melakukan sembahyang, sehingga jika mereka ingin melakukan
sembahyang lebih dari waktu tersebut tidak dipermasalahkan. Dalam agama hindu mereka
juga memiliki persiapan sebelum melaksanakan sembahyang mereka seperti;
1. Membersihkan Diri
Hal ini sangat perlu dilakukan, karna untuk melakukan ritual suci seperti sembahyang
seluruh umat hindu harus dalam keadaan jasmani yang bersih dan terjaga dari berbagai
kotoran.
2. Mempersiapkan Sarana
Umat hindu selalu melakukan sembahyang dengan menggunakan sarana atau sesaji
sebelum melakukan sembahyang, seperti tikar atau alas duduk, nampan yang berisi gelas yang

2
diisi dengan air bersih, mangkuk kecil yang berisi beras dan ditambah dengan mewangian,
dupa secukupnya, canang sari atau bunga secukupnya.
3. Prayana
Untuk melakukan prayana ini sikap tangan anda harus dengan menarik nafas panjang
serta membaca mantra, menahan nafas selama beberapa detik dan membaca mantra,
mengeluarkan nafas dan kembali membaca mantra.
4. Asuci Laksana
Pertama tama kita membersihkan badan dengan mandi. Kebersihan dan kesejukan
badan ini dengan ini mempengaruhi ketenangan hati.
5. Pakaian
Pakaian pada waktu sembahyang supaya diusahakan pakaian yang bersih serta tidak
mengganggu ketengan pikiran. Pakaian tidak boleh yang ketat dan longgar juga warna
yang mencolok, pakaian yang harus disesuaikan ialah dengan dresta setempat.
6. Bunga dan kewangen

Yaitu lambing kesucian karena itu perlu diusahakan bunga segr, bersih dan harum.
Jika pada saat sembahyang tidak ada Kewangen dapat diganti dengan bunga (kembang).
Ada beberpa bunga (kembang) yang tidak baik untuk seembahyang yaitu sebagaimana
yang dalam Agastyaparwa sebagai berikut: ”inilah bunga yang tidak patut
dipersembahkan kepada sang Hyang Widhi, yaitu bunga yang berulat, bunga yang gugur
tanpa diguncang, bunga yang berisi semut, bunga yang layu yaitu lewat masa mekarnya,
dan bunga yang tumbuh dikuburan. Itulah jenis jenis bunga yang tidak patut di
persembahkan oleh orang-orang baik”

7. Dupa

Simbol sang hyang Agni, ialah saksi dan pengantar kita kepada sang Hyng Widhi,
dupa ini juga perlu di dalam sembahyang.

8. Sikap Duduk

Yaitu dapat dilihat sesuai dengan tempat dan keadaan sehingga tidak mengganggu
ketenangan hati. Sikap Duduk yang baik untuk pria yaitu bersihlah dan badan tegak lurus
yang disebut “padmasana”. Sedangkan untuk wanita adalah sikap duduk bersimpuh degan
badan juga tegak lurus, yang disebut “Barjrasana”.
Setelah sikap duduk itu baik, dilamjutkan dengan langkah-langkah yaitu:

3
1. Asanta

Sikap duduk bersilah bagi pria dan sikap duduk bersimpuh bagi wanita serta
memusatkan kehadapan sang Hyang Widhi. Pranayama arrtinya mengatur jalannya
nafas.

2. Karasoddahana (pembersih tangan)


 Tangan kanan; Om Suddhamammam svaha (om bersuhkanlah hamba).
 Tangan kiri: Om ati sudha mam svha (om lebih bersihkanlah hamba)
C. Persembahyangan Di Agama Hindu:.

Adapun persembahyangan didalam agama hindu, baik pada waktu sembahyang


sendiri maupun sembahyang bersama yang dipimpin oleh pendeta seperti:

1. Sembah puyung
Mantram: om atma tatvatma sudha mam svaha
Artinya: om atma, atmanya kenyataan ini, bersihkanlah hamba.

2. kehadapan Hyang Widhi dalam menifestasi-Nya sebagai sanghyang Aditya.


Mantram: Om adityasyapara jyotiRakte teja namo ‘stute, Sveta pankaja
madhayasthaBhaskaraya namo stute.
Artinya: Om sinar surya yang sangat hebat, engkau bersinar merah, hormat pada Mu
pembuat sinar.

3. Sembah kehadapan Hyang Widhi sebagai Ista Dewata pada hari dan tempat
persembahyangan. Ista Dewata perwujudan tuhan dalam berbagai wujudnya seperti
brahmana, wisnu, Iswara, Saraswati, dan sebagainya. Karena itu mantramnya bermacam-
macam sesuai dengan dewata yang dipuja pada hari dan tempat itu.
Mantram: om nama deva adhisthanaya sarvavyapi yai sivana padmasana
ekapratishaya, Ardhanarevaryai namo’ namah
Artinya: om, kepada dewa yang bersemayam pada tempat yang tinggi, kepada Hyang
Widhi yang sesungguhnyalah berada dimana-mana, kepada dewa yang
bersemayam pada tempat dudukbunga teratai sebagai satu tempat, kepada
Ardhanaresvari, hamba menghormat.
4. Sembah kepada Hyang Widhi sebagai pemberi Anugerah

4
Mantram: Om anugrahkan manohara, Devadattanugrahhaka, Arcanam
sarvanugrahaka, Om deva devi mahasiddhi, Yajnanga nirmalatmaka,
Laksmi siddhisca dirghayuh, Nirvighna sukha vrddisca.

Artinya: om engkau menarik hati, pemberi anugerah, anugerah pemberi dewa, pujaan
semua pujaan, hormat kepada-Mu, pemberi semua anugerah kenahasidhian
Dewa dan Dewi, berwujud yadnya, pribadi suci, kebahagiaan,
kesempurnaan, panjang unur, bebas dari rintangan, kegembiraan dan
kemajuan..

5. Sembah Puyung
Mantram: Om deva suksma paramacinyanya nama svaha
Artinya: om, hormat pada dewa yang tak terpikirkan yang maha tinggi dan ghaib.

Setelah persembahyangan selesai dilanjutkan dengan mohon Trtha dan Bija.

5
BAB III
KESIMPULAN

Agama hindu merupaka agama tertua didunia juga merupakan sebuah ibadah yang yang
harus dijalani setiap pemeluk agamanya masing-masing, sembahyangnya dilakukan dengan
mendekatkan diri kepada tuhannya, melakukan pembersihan terhadap jiwa serta fikiran dari
semua hal yang sifatnya negatifdan kemudian mengarahkannya kepada kebenaran menurut
agama mereka. Dengan ini kita dapat mengetahui tata cara sembahyang agama hindu

6
DAFTAR PUSTAKA

Khotimah,2015. Perbandingan Agama, Pekanbaru, Fakultas Ushuluddhin UIN SUSKA


RIAU.
Bustanuddhin Agus,2006.Agama-AgamaBesar DiDunia, Jakarta, Pt Raja Grafindo.
Shalabi Ahmad, 1998. Ilmu Pertbandingan Agama, Jakarta, Bumi Angsa.
Bakry Hasbullah, 1994. Sejarah Agama-Agama. Jakarta, Rajawali.