Anda di halaman 1dari 2

TUGAS INDIVIDU

Program Pelatihan : Pelatihan Kepemimpinan Administrator


Angkatan : Angkatan I Tahun 2020
Nama Mata Pelatihan : Bela Negara Kepemimpinan Pancasila
Nama Peserta : Murliadi Palham, S.T., M.Eng
Nomor Daftar Hadir : 34
Lembaga Penyelenggara : Pusbangkom PIMNAS dan Manajerial ASN
Lembaga Administrasi Negara RI

A. Pendahuluan
Setiap warga Negara Indonesia memiliki tanggung jawab dan kewajiban
untuk ikut serta dalam upaya pembelaan Negara dan mempertahankan
Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Konsep bela negara dapat
diartikan secara fisik dan non fisik. Secara fisik dengan mengangkat
senjata menghadapi serangan atau agresi musuh, secara non fisik dapat
didefinisikan sebagai segala upaya untuk mempertahankan Negara dengan
cara meningkatkan rasa nasionalisme.
Keikutsertaan setiap warga Negara, dalam upaya mepertahankan NKRI
dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Hal itu dapat dimulai dari
lingkungan keluarga, lingkungan sekolah, lingkungan masyarakat, serta
lingkungan kerja melalui berbagai kegiatan yang positif.

B. Nilai-nilai Dasar Bela Negara


Nilai-nilai dasar bela negara dapat dikelompokkan dalam enam kelompok
ruang lingkup nilai sebagai berikut.
1. Rasa cinta Tanah Air
2. Sadar berbangsa dan bernegara
3. Setia kepada Pancasila sebagai ideologi negara
4. Rela berkorban untuk bangsa dan negara
5. Mempunyai kemampuan awal bela negara
6. Mempunyai semangat untuk mewujudkan negara yang berdaulat adil
dan makmur.
Nilai-nilai dasar bela negara mempunyai posisi strategis dalam membangun
karakter bangsa yang sadar bela negara, karena akan mampu membangun
kekuatan bangsa yang sangat dahsyat dalam mengantisipasi dan
mengatasi setiap nilai-nilai yang akan melemahkan atau menghancurkan
NKRI.

C. Semangat untuk mewujudkan negara yang berdaulat adil dan makmur


Urgensi nilai-nilai semangat untuk mewujudkan negara yang berdaulat adil
dan makmur, merupakan “energi potensial” untuk diaktualisasikan dalam
kehidupan berbangsa dan bernegara menuju terwujudnya cita-cita bangsa.
Untuk mencapai sukses pembangunan nasional dengan tingkat ketahanan
nasional yang kuat, kokoh dan handal memerlukan semangat yang tinggi
dan partisipasi seluruh rakyat Indonesia secara holistik termasuk Aparatur
Sipil Negara (ASN).
Nilai-nilai yang terkandung dalam semangat mewujudkan negara yang
berdaulat adil dan makmur merupakan nilai-nilai yang termaktub dalam
cita-cita bangsa Indonesia yang meliputi; nilai melindungi segenap bangsa
Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan
umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, serta nilai ikut melaksanakan
ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan
keadilan sosial (sesuai dengan Pembukaan UUD 1945).

D. Peran Bidang Perindustrian dalam mewujudkan negara yang berdaulat


adil dan makmur
Salah satu sektor pembangunan yang penting dalam rangka mewujudkan
negara yang berdaulat adil dan makmur dalam arti tingkat hidup yang
lebih maju maupun taraf hidup yang lebih bermutu adalah pembangunan
sektor industri. Sebagai motor penggerak pertumbuhan ekonomi, sektor
industri, termasuk industri kecil dan menengah (IKM), menempati posisi
strategis untuk terus ditingkatkan kinerjanya. IKM memberikan kontribusi
penting kepada pertumbuhan ekonomi, terutama perluasan tenaga kerja.
Jumlah IKM yang tersebar di seluruh Wilayah Indonesia pada tahun 2009
diperkirakan lebih dari 3,5 juta unit. Potensi ekspornya juga cukup besar
walaupun kontribusinya masih rendah.
Banyak tantangan dan keterbatasan yang dihadapi IKM dalam upaya
meningkatkan perannya dalam pertumbuhan ekonomi. Salah satunya
adalah masih rendahnya daya saing produk di pasar internasional yang
disebabkan antara lain keterbatasan akses permodalan, keterbatasan
penguasaan teknologi produksi dan sarana prasarana, serta ketebatasan
kualitas sumber daya manusia.
Sebagai ASN yang ditugaskan untuk menyelenggarakan pembinaan sektor
industri, penulis sesungguhnya telah menyelenggarakan upaya-upaya
pembelaan Negara, khususnya dalam upaya meningkatkan kesejahteraan
masyarakat.
Selama penulis ditugaskan pada bidang Perindustrian, baik sebagai
pelaksana, pengawas maupun sebagai Administrator, telah melaksanakan
berbagai program pembinaan dan fasilitasi bagi IKM untuk meningkatkan
kualitas produk guna dapat bersaing, baik di tingkat daerah, nasional,
maupun internasional. Program dan kegiatan tersebut diantaranya
pendirian rumah kemasan untuk produk IKM, fasilitasi sertifikasi halal dan
HaKI, penyenggaraan pelatihan teknis, bantuan mesin dan peralatan
produksi, serta pembangunan sentra bagi IKM mebel dan perahu rakyat.

E. Simpulan
1. Setiap warga negara memiliki kewajiban yang sama dalam pembelaan
negara.
2. Keikutsertaan setiap warga Negara dalam upaya pembelaan negara
dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik secara fisik
maupun non fisik.
3. Sebagai ASN, penulis sesungguhnya telah melaksanakan upaya-upaya
pembelaan Negara melalui penyelenggaraan program kegiatan
pembinaan industry kecil dan menengah.