Anda di halaman 1dari 3

Proses dalam pembuatan studi kelayakan bisnis :

1. Tahap penemuan ide atau rumusan gagasan


2. Indentifikasi kemungkinan-kemungkinan bisnis yang memiliki peluang
yang menguntungkan dalam jangka waktu tertentu
a) Contoh : Membuka usaha Laundry di daerah baru – harus di
pertimbangkan berapa lama kita bisa bertahan, maupun tingkat
kepadatan masyarakat disekitar rencana pembangunan usaha
3. Tahap memformulasikan visi, misi dan strategi sehingga semua dapat
berjalan lancar
4. Tahap analisis
a) Menganalisis pemenuhan faktor ekonomi, manajerial, teknis, hukum,
budaya, dan etika dari rancangan keputusan
b) Menganalisis kemungkinana resiko atau tantangan yang mungkin
muncul di tahap awal dan alternatif solusinya
5. Tahap keputusan

Kebutuhan biaya pada studi kelayakan bisnis yang cukup besar dan membutuhkan
waktu yang lama menurut saya tergantung pada model bisnis yang akan dilakukan,
apabila model bisnis yang akan dilakukan berupa suatu inovasi atau gebrakan baru ,
maka harus dilakukannya studi kelayakan bisnis untuk bisa melihat seberapa jauh
model bisnis tersebut akan memiliki nilai jual di dalam masyarakat. Studi kelayakan
tersebut akan mencakup banyak aspek dari awal perencanaan, apa yang akan
dilakukan, pelaksanaan, serta tidak tertinggal untuk promosi promosi kepada
masyarakat.
Kemudian apabila model bisnis yang dilakukan tidak terlalu kompleks yang berarti
kan suatu model bisnis yang kecil, bahkan sudah umum dilakukan oleh yang lain,
maka studi kelayakan bisnis tersebut tidak terlalu membutuhkan biaya yang besar
dan membutuhkan waktu yang lama.

Jadi dapat disimpulkan bahwa kebutuhan biaya yang besar dan waktu yang cukup
lama pada studi kelayakan bisnis akan tergantung pada model bisnis yang akan
dilakukan, dan tidak bisa disamakan studi kelayakan bisnis antara model bisnis A dan
model bisnis B.

STUDY KELAYAKAN BISNIS LAUNDRY (USAHA JASA)

Pada era milenia seperti ini, dimana banyak sekali masyarakat yang sibuk dengan
aktivitas pekerjaan masing - masing , yang mana akan membuat pekerjaan rumah
sedikit terbengkalai. Salah satunya iyalah urusan pakaian kotor, dimana dengan
padatnya aktivitas akan membuat pakaian tersebut tertumpuk dan terbengkalai.
Maka dari itu menjadi salah satu alasan untuk berdirinya usaha laundry.
Dengan adanya usaha laundry ini akan dapat mengatasi masalah cucian sehari - hari.
Dengan menawarkan jasa cuci dan setrika pakaian serta membuat pakaian tersebut
menjadi bersih, harum dan rapi.

 ASPEK HUKUM yaitu menganalisis kemampuan pelaku bisnis memenuhi


ketentuan hukum dan perizinan yang diperlukan.
Legalitas usaha laundry dapat dilakukan dengan pemilihan bentuk badan usaha
Contohnya pemilihan badan usaha Firma , dimana Firma adalah persekutuan
untuk menjalankan perusahaan dibawah nama bersama. Peraturan (legal) yang
harus dipenuhi sebelum didirikannya usaha tersebut yaitu : IMB (Izin Mendirikan
Bangunan), HO (Izin Gangguan), IUI (Izin Usaha Industri), SIUP (Surat Izin Usaha
Perdagangan) dan TDP (Tanda Daftar Perusahaan)

 ASPEK PASAR DAN PEMASARAN


 Permintaan Pasar
 Pelaksanaan identifikasi produk yang dibutuhkan konsumen dan
mengukur besarnya kebutuhan tersebut. Dengan syarat jumlah
permintaan pasar yang cukup untuk menyerap produk jasa tersebut
 Target konsumen
 Mahasiswa/I
 Pegawai kantor
 Pegawai Rumah Sakit
 Masyarakat Umum
 dll
 Persaingan
 Dengan banyaknya usaha laundry yang sudah berdiri, maka dari itu
perlunya diberikan suatu layanan lebih yang akan memberikan
perbedaan dengan usaha jasa laundry lainnya. Contohnya dengan
memberikan promo promo tertentu
 Pemasaran
 Segmentating
 Proses pengelompokan pasar ke dalam kelompok pembeli yang
potensial dengan kebutuhan yang sama dan/atau karakteristik yang
disukai, contoh pegawai kantor, mahasiswa/i, pegawai rumah sakit,
masyarakat umum.
 Targeting
 Proses penyeleksian produk atau pelayanan sehingga berada pada
posisi terbaik guna mencapai keberhasilan perusahaan. Target
usaha ialah mahasiswa/I, mengingat semakin berkembangnya
kampus kampus tersebut
 Positioning
 Tindakan merancang produk dan pemsaran agar memberikan kesan
tertentu pada hati konsumen. Contoh layanan yang jauh
memuaskan, seperti segi keramah tamahan karyawan, delivery
yang cepat dan tepat waktu, dll
 Diferentiation
 Memberikan perbedaan dari produk lainnya. Contoh,
menggunakan plastik berlabel laundry tersebut, dan menggunakan
plastik pembungkus yang lebih cantik, serta memberikan hadiah
untuk penggunaan jasa cuci dengan kualifikasi minimal berat.

 ASPEK TEKNIS DAN TEKNOLOGI


 Pemilihan Lokasi
 Lokasi menjadi penentu pasar yang akan dituju dalam bisnis ini. Contoh
disekitaran kampus, dengan bertambahnya mahasiswa/I setiap
tahunnya akan meningkatkan target konsumen setiap waktu.
 Proses Produksi
 Proses kerja dalam bisnis laundry
 Penerimaan pakaian kotor, penimbangan dan penandaan cucian
 Pemilihan jenis pakaian (Putih atau tidak, dll)
 Proses Pencucian dengan menggunakan deterjen
 Proses Pelembutan dengan menggunakan softener
 Proses pengeringan dengan menggunakan mesin pengering
pakaian
 Proses penyetrikaan (setrika uap)
 Proses Finishing (diberikan pewangi dan dikemas dengan rapi)
 Pemilihan Mesin, Peralatan dan Perlengkapan
 Mesin dan peralatan
 Mesin cuci
 Mesin pengering
 Setrika uap
 Mesin streamer
 Mesin spoting
 Komputer
 Perlengkapan
 Timbangan duduk
 Hanger
 Jepit Pakaian
 Botol Spray
 Keranjang
 Nota Bon
 Ember
 Plastik
 Rak Baju
 Alat Tulis Kantor