Anda di halaman 1dari 5

Nama : FEBI JUNIA PUTRI

No. Bp : 1810253008

Mata Kuliah : Agroklimatologi

Kelas : Proteksi A

Data Curah hujan dan Evapotranspirasi

Daerah : Lubuk napar,kec. Lingkung,kab. Padang pariaman,Sumatera Barat.

A. Data Curah Hujan

Bulan Tahun

2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016
Januari 701 217 334 497 248 63 282 583 421 48
Februari 354 182 306 752 271 540 392 130 164 226
Maret 372 418 448 826 348 314 455 249 564 476
April 515 524 449 741 373 416 309 538 412 642
Mei 191 100 170 515 239 179 415 429 346 406
Juni 206 332 303 333 362 374 270 311 278 252
Juli 207 311 155 316 140 390 190 87 125 157
Agustus 212 437 253 457 297 661 257 474 258 383
September 289 389 421 480 469 266 271 173 205 393
Oktober 609 155 454 170 316 506 580 260 244 322
November 361 403 503 426 728 622 584 754 457 337
Desember 429 658 545 168 564 620 582 193 561 341
Jumlah 4.44 4.126 4.035 5.681 4.355 4.951 4.587 4,181 4.035 3.983
6
Rata-rata 370 343,8 336,25 473,41 362,91 412,5 382,2 348,4 336,2 331,9
,05 3 8 5 1 5 1
Sumber data: Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air Provinsi Sumatera Barat

Data yang diambil tahun 2007-2016


B. Data Evapotranspirasi

Dengan menggunakan ketentuan sebagai berikut

: <100 = jumlah hari x 5

: 100-200 = jumlah hari x 4

: >200 = jumlah hari x 3

Bulan Tahun

2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016
Januari 93 93 93 93 93 155 93 93 93 155

Februari 84 116 84 84 84 87 84 112 112 93

Maret 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93

April 90 90 90 90 90 90 90 90 90 90

Mei 124 124 124 93 93 124 93 93 93 93

Juni 90 90 90 90 90 90 90 90 90 90

Juli 93 93 124 93 120 93 124 155 124 124

Agustus 93 93 93 93 93 93 93 93 93 93

September 90 90 90 90 90 90 90 120 90 90

Oktober 93 124 93 124 93 93 93 93 93 93

November 90 90 90 90 90 90 90 90 90 90

Desember 93 93 93 124 93 93 93 124 93 93

Jumlah 1.126 1.189 1.371 1.157 1.122 1.191 1.126 1.246 1.154 1.197

Rata-rata 93,83 99.08 114,25 96,41 93,05 99,25 93,83 103,83 96,16 99,75
Rata-rata kesuluruhan :

A. Curah hujan

Bulan Jumlah Rata-rata

Januari 3.394 339,4


Februari 3.317 331,7
Maret 4.470 447
April 4.919 419,9
Mei 2.990 299
Juni 3.021 302,1
Juli 2.078 207,8
Agustus 3.689 368,9
September 3.356 335,6
Oktober 3.616 361,6
November 4.720 472
Desember 4.661 466,1

B. Evapotranspirasi

Bulan Jumlah Rata-rata

Januari 1.054 105,4


Februari 940 94
Maret 930 93
April 900 90
Mei 1.054 105,4
Juni 900 90
Juli 1.143 114,3
Agustus 930 93
September 930 93
Oktober 992 99,2
November 900 90
Desember 992 99,2
Sumber data: Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air Provinsi Sumatera Barat

Data yang diambil tahun 2007-2016


Grafik Neraca air

600

500

400

300
Curah hujan
Evapotranspirasi
200

100

0
ri ri et ril ei ni li s
be
r
be
r
be
r
be
r
nua r ua ar Ap M Ju Ju
ustu m to m m
Ja b M
Fe Ag pt
e
Ok ve se
Se No De

Keterangan: Grafik yang berada diatas berwarna merah adalah grafik neraca air, sedangkan
grafik yang berada di bawah berwarna biru adalah grafik evapotranspirasi.

Kesimpulan :

Berdasarkan grafik diatas dapat diketahui bahwa banyak bula –bulan pada daerah lubuak
napar mengalami surplus air. Keadaan surplus air dapat diketahui bahwa kebutuhan air yang
dibutuhkan terpenuhi ketersediaan air yang terpenuhi. Pada surplus ini,daerah lunuk napar tidak
pernah mengalami defisit air atau kekurangan. Dimana dikatakan surplus air jika suatu data dari
curah hujan lebih besar dari nilai data pada evapotranspirasi sedangkan dikatakan defisit jika
suatu keadaan dimana data dari nilai evapotranspirasi lebih besar dari nilai data pada curah
hujan. Keadaan Surplus Air tersebut dapat dijadikan sebagai pedoman untuk pembuatan saluran
irigasi, drainase, untuk pencegahan dari bencana seperti banjir, juga bisa menjadi acuan untuk
waktu tanam tanaman yang tepat dan pemanfaatan untuk bidang pertanian lainnya yang
bermanfaat bagi masyarakat dan lingkungan didaerah lubuk napar tersebut.

Jadi, neraca air dapat membantu dalam memberikan beberapa informasi mengenai
keadaan air dalam suatu wilayah, dapat menentukan kebutuhan air bagi tanaman serta penetapan
waktu tanam dan panen yang tepat. Analisis neraca air juga digunakan memecahkan masalah
seperti pemberian air irigasi,perencanaan sumber-sumber air,peramalan hasil produksi
,mengetahui gerakan aliran di permukaan tanah.

Interpretasi data:

Berdasarkan grafik diatas diketahui pada daerah lubuk napar banyak bulan - bulan yang
mengalami surplus Air yang ditandai dengan data curah hujan yang lebih besar daripada
evapotranspirasi. Pada grafik menunjukkan bulan-bulan yang mengalami surplus air pada daerah
lubuk napar dapat menjadi acuan untuk menentukan waktu penanamam yang tepat serta
menentukan tanaman yang cocok untuk dibudidayakan di daerah lubuk napar serta pemanfaatan
bidang pertanian lainnya. Adapun tanaman yang cocok untuk dibudidayakan di daerah lubuk
napar ialah tanaman pangan seperti padi,sayur-sayuran yaitu bayam,sawi, dan lainnya yang
memerlukn jumlah air yang besar untuk pertumbuhan tanaman tersebut.Bila tanaman ini
kekurangan air maka akan berdampak pada pertumbuhan tanaman baik secara vegetatif maupun
generatif. Apabila daerah ini kurang tanaman yang menyerap air seperti pepohonan atau sistem
irigasi yang kurang bagus,maka dapat mengakibatkan bencan. Seperti,banjir.Namun,kelebihan
air di daerah yang kelebihan air dapat dijadikan sebagai sumber pemasukan ekonomi bagi
masyarakat. Seperti,tempat pemandian atau tempat yang dapat dijadikan objek wisata.

Sumber data: https://psda.sumbarprov.go.id/details/hujan