Anda di halaman 1dari 7

LAPORAN PRAKTIKUM

PENGANTAR KETAHANAN TUMBUHAN

TERHADAP HAMA DAN PENYAKIT

OLEH:

NAMA : FEBI JUNIA PUTRI

NO BP : 1810253008

KELAS : PROT B

PROGRAM STUDI PROTEKSI TANAMAN

FAKULTAS PERTANIAN

UNIVERSITAS ANDALAS

2019
A. Pendahuluan

Rimbang (Solanum torvum Swartz) adalah salah satu tanaman herbal yang dapat
dimanfaatkan sebagai penurun kolesterol. Ekstrak metanol buah rimbang terbukti
mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, glikosida, phenol, saponin dan sterol. Menurut
penelitian Arai dkk. Wanita jepang yang mengkonsumsi makanan tinggi flavonoid memiliki
angka kejadian penyakit jantung koroner yang lebih rendah. Bentuk batang bulat, berkayu,
bercabang, berduri jarang dan percabangannya simpodial dengan warna putih kotor. Daun
rimbang tunggal, berwarna hijau, tersebar, berbentuk bulat telur, tepi rata, ujung meruncing
dan panjangnya sekitar 27-30 cm dan lebar 20-24 cm, dengan bentuk pertulangan daunnya
menyirip dan ibu tulang berduri.

Ciri-ciri bunga rimbang, yaitu majemuk, bentuk bintang, kelopak berbulu, bertajuk lima,
runcing, panjang bunga kira-kira 5 mm, benang sari lima, tangkai panjang kira-kira 1 mm
dan kepala sari panjangnya kira-kira 6 mm berbentuk jarum, berwarna kuning, tangkai putik
kira-kira 1 cm yang berwarna putih, dan kepala putik kehijauan. Buah rimbang berbentuk
buni, bulat, licin, dan bergaris tengah 12-15 mm, ketika masih muda buah berwarna hijau dan
setelah tua warnanya menjadi jingga. Buah rimbang sering digunakan sebagai obat
tradisional, yaitu dapat dimakan langsung dalam kondisi mentah, direbus, atau dibalut
langsung pada bagian yang terluka.

Tanaman rimbang juga banyak dikonsumsi oleh masyarakat kerena memiliki banyak
manfaat dan khasiat. Namun terkendala oleh pengganggu tanaman yang menyebabkan
tanaman menjadi rusak dan menimbulkan kerugian.

Pada budidaya tanaman umumnya, OPT merupakan salah satu kendala yang perlu
diperhatikan dan ditanggulangi. Perkembangan serangan OPT yang tidak dapat dikendalikan,
akan berdampak kepada timbulnya masalah-masalah lain yang bersifat sosial, ekonomi, dan
ekologi.
Organisme pengganggu tanaman adalah semua organisme yang dapat menyebabkan
penurunan potensi hasil yang secara langsung karena menimbulkan kerusakan fisik,
gangguan fisiologi dan biokimia, atau kompetisi hara terhadap tanaman budidaya. Organisme
Pengganggu tanaman dikelompokan menjadi 3 kelompok utama yaitu Hama, Penyakit, dan
Gulma.
B. Klasifikasi Tanaman Rimbang
Nama ilmiah untuk tanaman ini atau nama latin dari rimbang yaitu Solanum torvum. Untuk
klasifikasi tumbuhan rimbang yaitu sebagai berikut :

Kingdom : Plantae
Divisi : Tracheophyta
Kelas : magnoliopsida
Ordo : solanales
Famili : solanaceae
Genus : solanum l.
Spesies : solanum torvum sw.

C. Morfologi Tanaman Rimbang

1. Morfologi Akar Rimbang


Sistem dari perakaran tumbuhan rimbang ini yaitu perakaran tunggang, untuk akar tunggang ini
kemudian akan bercabang-cabang.

Tumbuhan rimbang merupakan tanaman pohon kecil tahunan yang bisa tumbuh dengan tinggi
sampai 3  meter bahkan kadang-kadang bisa lebih.

2. Morfologi Cabang Rimbang


Batang dari tanaman rimbang ini bercabang, berambut dan juga memiliki duri yang berwarna
abu-abu. Batang dari rimbang ini jelas, sehingga batang ini bisa digolongkan ke dalam tipe
sebuah batang perdu.

Bentuk dan juga permukaan batang terlihat membulat. Pohon takokak juga dikenal sangat tahan
terhadap penyakit yang biasanya menyerang batang.

Tumbuhan  rimbang ini biasanyatumbuh di kebun ataupun di halaman rumah. Dalam sebuah
kondisi tanah yang tidak terlalu berair dan juga cukup sinar matahari.

3. Morfologi Daun Rimbang


Daun tumbuhan rimbang ini yaitu daun tunggal dan mempunyai warna hijau. Daun tumbuhan
rimbang ini juga termasuk daun tidak lengkap, hal ini karena daun tersebut hanya terdiri dari
tangkai daun dan juga helaian daun.

Letak dari daun rimbang ini selang-seling. Bagian dari ujung daun rimbang ini terlihat
meruncing dan pangkal daun terlihat bertoreh. Bentuk dari daun rimbang ini yaitu bulat telur.
Panjang daun rimbang ini sekitar 7 sampai 20 cm dengan lebar kira-kira sekitar 4 sampai 18 cm.
Daunnya terlihat bercangap dan untuk permukaannya ditutupi oleh rambut tipis yang agak cukup
rapat. Tangkai daun rimbang ini berambut rapat dengan ada beberapa duri tempel.

4. Morfologi Bunga Rimbang


Bunga tanaman ini termasuk dalam bunga majemuk dan majemuknya merupakan majemuk
campuran karena diketahui pada satu tangkai bunga terdapat lebih dari satu bunga.

Sepal bunga memiliki warna hijau dan berjumlah lima dan saling berlekatan. Petal ini berwarna
putih, dan berjumlah 5 serta saling berlekatan. Stamen juga berjumlah sama dengan petal.

Tangkai bunga tanaman rimbang ini pendek, sering terlihat bercabang-cabang dan bunganya juga
banyak. Bunga tanaman ini berbentuk seperti halnya bintang dan mempunyai warna putih dan di
tengahnya warna kuning.

Mahkota dari bunga rimbang ini berwarna putih dan berjumlah 5. Sedangkan untuk kepala sari
berukuran cukup besar dan tegak yang menutupi putiknya.

5. Morfologi Buah Rimbang


Buah dari tumbuhan rimbang yaitu buah buni, banyak dan juga berbentuk bulat. Buahnya terlihat
berwarna hijau muda ataupun hijau, dan jika sudah matang atau tua maka buah akan berwarna
kuning oranye dan licin.

Buahnya ini bisa dimakan, baik buah yang muda maupun yang sudah tua. Buah rimbang ini
merupakan buah yang majemuk sejati dan juga berbiji banyak.

Biji dari rimbang ini kusam, rata, mempunyai warna kecokelatan, panjangnya sekitar 1,5 – 2 mm
dan berbentuk seperti cakram.

D. Tabel Pengamatan

Adapun tabel parameter pengamatan yaitu:

Jumlah dan jenis serangga Jumlah dan jenis musuh alami Jumlah kerapatan dan tinggi
hama yang ada pada tanaman yang ada disekitar tanaman trikoma
Jumlah hama yaitu kumbang Musuh alaminya terdapat laba- Pada 1x1 cm pada objek yang
( Epilachna dodecasstigma) laba dan semut ditandai terdapat 167 trichoma
dan walang sangit dan jumlah kerapatannya 167
dengan tinggi 0,07 cm
E. Pembahasan

Pada pengamatan ini saya mengamati tanaman rimbang yang ada di sekitar rumah.
(Solanum torvum Swartz) adalah salah satu tanaman yang sering dikonsumsi oleh
masyarakat. Namun ada beberapa OPT yang membuat tanaman menjadi rusak salah satunya
adalah hama.

Pada pengamatan ini digunakan 3 sampel rimbang dimana pada ketiganya hampir sama
ditemukan hama antara lain pertama,kumbang ( Epilachna dodecasstigma) ,dimana larva dan
dewasa mempunyai tipe mulut pengunyah. Oleh karena itu serangga ini akan menggores
klorofil dari lapisan epidermis daun . Akibat makan serangga ini maka akan terbentuk
jendela-jendela yang berlubang. Daun yang berlubang akan mengering dan gugur. Bila
serangan berat daun yang berlubang akan menyatu dan akan menyisakan tulang-tulang daun.
Kedua,dijumpai serangga hama walang sangit yang memiliki bau yang kurang enak,walang
sangit akan menyebabkan kerusakan pada tanaman yaitu terlihat pada daun tanaman rimbang
yang tampak rusak dan berlubang.

Parameter pengamatan selanjutnya adalah musuh alami,Adapun musuh alami yang


terdapat pada tanaman rimbang yaitu pertama laba-laba. Laba-laba merupakan musuh alami
yang bisa menyerang serangga lainnya serta ditemukan jaring laba-laba disekitar ranting
tanaman rimbang,seekor laba-laba dapat memakan 5-15 serangga dalam sehari. Kedua,
semut, dijumpai disekitar daun dan bunga tanaman rimbang,jenis makanannya pun
beragam,semut dapat memangsa hama seperti kutu,kumbang dan serangga lainnya.

Trichoma merupakan salah satu alat tumbuhan atau derivate dari jaringan epidermis.
Trichoma atau bulu halus yang ada dipermukaan tanaman. Trichoma dapat mempersulit
serangga untuk melakukan serangan terhadap tanaman. Untuk mengukur trichoma pada
tanaman dengan cara menandai pada bagian tanaman baik batang maupun daun dengan
mengukur 1 cm dengan pensil dan penggaris. Berdasarkan pengamatan yang telah dilakukan
didapat trichoma, Pada 1x1 cm pada objek yang ditandai terdapat 167 trichoma dan jumlah
kerapatannya 167 dengan tinggi 0,07 cm. Namun,dalam menghitung dan mengukur saya
mengalami kesulitan karena trichomanya terlalu kecil sehingga sulit untuk menentukan pasti
ukuran dari trichoma tersebut.

F. Kesimpulan

Adapun kesimpulan pada pratikum yang dilakukan ialah terdapat serangan hama yang
menyerang tanaman rimbang sehingga pada daun tanaman rimbang terlihat berlubang dan
kering berwarna kuning hingga kecoklatan antara lain hama kumbang, terdapat juga walang
sangit yang menjadi hama pada tanaman rimbang yang menyebabkan kerusakan pada daun
rimbang . Kemudian setiap hama yang ada pada tanaman juga terdapat musuh alaminya yang
dapat membatasi hama secara alami seperti laba-laba dan semut yang terdapat pada tanaman
rimbang serta adanya trichoma pada tanaman untuk melindungi dari serangan pengganggu
tanaman.

G. Dokumentasi

Walang sangit

Terdapat bulu-bulu halus di batang tanaman


rimbang.

Hama kumbang
Terdapat semut di batang tanaman rimbang
yang menjadi musuh alami.

Daun tanaman rimbang yang terkena gejala


hama