Anda di halaman 1dari 2

1. Mengapa harus ada persyaratan khusus bagi masyarakat yang ingin menjadi anggota koperasi?

2. Beberapa waktu yang lalu, ada anggapan pengawas koperasi memiliki peran/kewenangan yang terlalu
luas. Mengapa hal tersebut bisa terjadi? Dan
3. Bagaimana seharusnya pembagian tugas antara ketiga perangkat organisasi tersebut?
Jawaban
1. Karena sebagai anggota koperasi harus terlebih dahulu memahami hakikat koperasi, serta hak dan
kewajibannya sebagai anggota koperasi, tujuannya adalah untuk mengajarkan orang agar dapat
bekerja sama, mengembangkan sikap loyal terhadap koperasinya, dan membuatnya mengerti bahwa
penggunaan jasa koperasi adalah untuk kepentingan mereka sendiri. Dengan demikian dalam
organisasi koperasi anggota adalah merupakan pemilik dan sekaligus pengguna jasa koperasi, sebagai
pemilik anngota juga ikut menentukan kebijakan organisasi dan usaha serta juga mengawasi
penyelenggaraan koperasi dan usaha tersebut.
2. Demi mewujudkan pengelolaan koperasi yang demokratis dan sesuai dengan prinsip kekelurgaan,
maka sudah sepatutnya lembaga keuangan koperasi memperhatikan dan menerapkan standar
manajemen yang professional dan bertanggung jawab seperti menjunjung tinggi prinsip transparansi,
akuntabilitas, kemandirian dan pertanggungjawaban. Salah satu organ koperasi yang seharusnya
difungsikan secara benar adalah Pengawas Koperasi sebagaimana yang diatur di dalam Pasal 39
Undang-Undang No 25 Tahun 1992 Tentang Perkoperasian yang bertugas untuk melakukan
pengawasan terhadap pelaksanaan kebijaksanaan dan pengelolaan koperasi dan membuat laporan
tertulis tentang hasil pengawasannya. Selain itu pengawas mempunyai kewenangan untuk meneliti
catatatan yang ada pada koperasi khususnya yang terkait dengan laporan keuangan baik harian,
mingguan, bulanan maupun tahunan serta mendapatkan segala keterangan yang diperlukan selama
proses pemeriksaan. Dalam pelaksanaan tugas dan kewenangannya pengawas harus berpegang teguh
kepada prinsip profesionalitas dan ketegasan dalam rangka meminimlisisr terjadinya penyalahgunaan
kewenangan yang dilakukan oleh pengurus koperasi sehingga merugikan anggota pada khususnya dan
lembaga keuangan koperasi pada umumnya.
Realita yang muncul belakangan ini adalah kasus koperasi tutupnya beberapa koperasi yang
disebabkan oleh pengelolaan yang tidak professional, sehingga terjadilah perbuatan penyalahgunaan
kewenangan yang dilakukan oleh pengurus yang berakibat kerugian bagi anggota tentu hal ini sangat
meresahkan dan membawa citra buruk bagi nama perkoperasian yang dikenal sangat baik di
masyarakat. Penyalahgunaan kewenangan yang dilakukan oleh pengurus dalam hal ini seperti
manipulasi data keuangan, tidak menerapkan standar menajemen yang baik sampai pada perbuatan
penggelapan uang lembaga keuangan koperasi untuk kepentingan pribadi. Oleh karena itu lembaga
keuangan koperasi dituntut untuk memfungsikan secara benar organ pengawas demi kelangsungan
koperasi dan untuk meminimalisir penyalahgunaan kewenangan yang dilakukan oleh pengurus demi
memberikan perlindungan hukum bagi anggota.
3. Sebagaimana tercantum dalam UU No.25 tahun 1992 tentang perkoperasian pasal 30, tugas-tugas
pengurus koperasi adalah; Mengelola koperasi dan usahanya. Sebagai pihak yang dipercaya oleh rapat
anggota untuk mengelola organisasi dan usaha koperasi. Pengurus koperasi harus berusaha
menjalankan semua kegiatan dan rencana kerja yang telah disepakati oleh rapat anggota. Mengajukan
rancangan rencana kerja serta rancangan rencana anggaran pendapatan dan belanja koperasi
(RAPBK).
Sebagai pengelola usaha koperasi, pengurus koperasi harus memiliki wawasan bisnis yang cukup
luas. Sebagai pengelola organisasi koperasi, pengurus koperasi antara lain harus mampu
menyelenggarakan rapat anggota koperasi dengan sebaik-baiknya. Sebagi pengelola organsasi dan
usaha koperasi, pengurus memiliki kewajiban untuk mempertanggungjawabkan kepengurusannya
kepada rapat  anggota. Selain itu pengurus juga mempunyai tugas-tugas lain seperti meningkatkan
pelayanan kepada anggota koperasi dan masyarakat, mendelegasikan tugas kepada manajer,
meningkatkan pengetahuan perangkat pelaksanaan dan anggota koperasi, meningkatkan penyuluhan
dan pendidikan kepada anggota.
Dalam setiap langkah pengelolaan organisasi dan usaha koperasi, pengurus memiliki hak mengangkat
pengelola (manajer) yang diberikan kuasa dan wewenang untuk mengurus koperasi. Rencana
pengangkatan harus diajukan kepada rapat anggota untuk mendapatkan persetujuan. Kewajibannya
antara lain; membuat program kerja, menyelenggarakan administrasi dan Inventaris, menjalankan
tugas dengan etika baik, penuh tanggung jawab untuk kepentingan dan usaha koperasi, membuat
pertanggungjawaban dan menyelenggarkan RAT.
Pengawas koperasi adalah perangkat organisasi yang dipilih dari anggota dan diberi mandat untuk
melakukan pengawasan terhadap jalannya roda organisasi dan usaha koperasi. Tugas pengawas
adalah melakukan pemeriksaan terhadap tata kehidupan koperasi, termasuk organisasi, usaha-usaha
dan pelaksanaan kebijakan pengurus, serta membuat laporan tertulis tentang pemeriksaan.
Pilar yang menjadi tiang penopang kehidupan koperasi yakni pendidikan, swadaya, solidaritas dan
inovasi. Karena itu, pengurus – pengawas harus memiliki integritas tinggi dalam memanage koperasi
secara transparansi, akuntabel, efesiensi dan efektif. Pengurus, setidaknya harus memiliki kompetensi
organisasi, kompetensi bisnis, kompetensi, memanage keuangan, kompetensi kejujuran dan
kemampuan membagi waktu untuk kepentingan keberlangsungan aktifitas lembaga koperasi.
Koperasi harus mampu mengadakan kontak ekonomi secara internasional. Jadi tidak selamanya
menjadi subnya pengusaha-pengusaha besar. Peranan manajer dituntut cepat bertindak dan
menganalisis keadaan serta menghitung-hitung usaha mana yang paling menguntungkan. Menghadapi
dunia usaha swasta yang makin ketat, koperasi sebaiknya dapat mengimbangi. Koperasi mempunyai
peranan membantu yang lemah dan memberikan jasa pelayanan yang lebih murah kepada anggota
untuk meningkatkan kesejahteraan mereka.

Sumber : http://www.pustaka.ut.ac.id/reader/index.php?subfolder=ADPU4330/&doc=M4.pdf dan

https://majalahukm.com/peran-anggota-pengurus-dan-pengawas-koperasi/

Anda mungkin juga menyukai