Anda di halaman 1dari 3

Manajemen jalan nafas buatan

Definisi
Mengidentifikasi dan mengelola selang endotrakeal dan trakeostoml

 tindakan
 observasi
 monitor posisi setelan endotrakeal (ETT), Terutama setelah
mengubah posisi
 monitor tekanan ETT Setia 4-8 jam
 monitor kulit area Toma trakeostomi
(mis,kemerahan,drainase,perdarahan)
 terapeutik
 kurangi tekanan balon secara periodik tiap shift
 pasang oropharyngeal Airway (OPA)  untuk mencegah ETT
tergigit
 cegah ETT  terlipat(kinking)
 berikan preoksigenasi 10% selama 30 detik( 3 - 6 kali ventilasi)
sebelum dan setelah penghisapan
 berikan volume pre- oksigenasi(bagging atau ventilasi mekanik)
1,5 kali volume tidal
 lakukan penghisapan lendir kurang dari 15 detik jika diperlukan
(bukan secara berkala/rutin)
 ganti fiksasi ETT setiap 24 jam
 ubah posisi secara bergantian (kiri dan kanan) setiap 24 jam
 lakukan perawatan mulut(mis,dengan sikat gigi,kasa,pelembab
bibir)
 lakukan perawatan stoma trakeostomi
edukasi
 jelaskan psien dan/atau keluarga tujuan dan prosedur
pemasangan jalan nafas buatan
kolaborasi
 kolaborasi intubasi ulang jika terbentuk plug yang tidak dapat
dilakukan penghisapan
Manajemen energi
 definisi
 mengidentifi mengidentifikasi untuk atau mencegah dan mengobati
pemulihan

 tindakan
 observasi
 identifikasi gangguan fungsi yang mengakibatkan kelelahan
 monitor pola  dan jam tidur
 monitor lokasi dan ketidaknyamanan selama melakukan aktivitas
 terapeutik
 sediakan lingkungan nyama dan rendah stimulus
(mis.cahaya,suara,kunjungan)
 lakukan latihan rentang yang gerak pasif dan atau aktif
 berikan  aktivitas distraksi yang menenangkan
 fasilitasi duduk di sisi tempat tidur jika tidak dapat berpindah
atau berjalan
 edukasi
 anjurkan tirah baring
 Anjurkan melakukan  aktivitas secara bertahap
 anjurkan menghubungi perawat jika tanda dan gejala kelelahan
tidak berkurang
 anjurkan strategi koping untuk mengurangi kelelahan
kolaborasi
 kolaborasi dengan ahli gizi tentang cara meningkatkan asupan
makanan

Manajemen eliminasi urine


 definisi
mengidentifikasi dan mengelola gangguan pola eliminasi urine
 tindakan
 observasi
 identifikasi tanda retensi atau inkotinensia  urine
 identifikasi faktor yang menyebabkan retensi atau Inkontinensia
urine
 monitor  eliminasi urine (mis.frekuensi,konsistensi,aroma dan
volume)
 terapeutik
 catat waktu- waktu dan keluaran berkemih
 batasi asupan cairan, Jika perlu
 ambil sampel urin Tengah (midstream) atau kultur
 edukasi
 ajarkan tanda dan gejala infeksi saluran kemih
 ajarkan mengukur asupan cairan dan keluaran urine 
 ajarkan  mengambil spesimen urine midstream 
 ajrakan mengenali tanda berkemih Dan waktu yang tepat untuk
berkemih
 ajarkan terapi modalitas  penguatan penguatan otot-otot
panggul/ berkemih
 anjurkan minum yang cukup, jika tidak ada kontraindiksi
 anjurkan mengurangi minum menjelang tidur
 kolaborasi
 kolam kolabor pemberian obat supositoria uretra ,jika perlu