Anda di halaman 1dari 8

EDAJ 4 (2) (2015)

Economics Development Analysis Journal

http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/edaj

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI


SIMPANAN MUDHARABAH BANK SYARIAH MANDIRI 2006-2013

Miftakhul Aghnia

Danamon Simpan Pinjam, Indonesia

Info Artikel Abstrak

Sejarah Artikel: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh bagi hasil tabungan, bagi hasil
Diterima Oktober 2013 deposito, suku bunga tabungan, suku bunga deposito, dan inflasi terhadap simpanan mudharabah
Disetujui Oktober 2013 pada Bank Syariah Mandiri (BSM) tahun 2006-2013. Penelitian ini menggunakan alat analisis
Dipublikasikan regresi limier berganda dengan menggunakan metode Ordinary Least Square (OLS), sedangkan
November 2013 untuk menganalisis pengaruh variabel independen terhadap variabel dependennya digunakan alat
analisis koefisien determinasi (R²) dan pengujian secara parsial menggunakan uji t-statistik dan
Keywords: pengujian secara bersama-sama menggunakan uji F-statistik. Hasil penelitian menunjukkan
Savings mudaraba; Profit variabel bagi hasil tabungan, bagi hasil deposito mudharabah, suku bunga tabungan, suku bunga
and loss Sharing savings and deposito dan inflasi secara simultan (Uji F) maupun parsial (Uji t) berpengaruh signifikan terhadap
deposit; Interest Rate savings simpanan mudharabah pada Bank Syariah Mandiri (BSM) ) tahun 2006-2013
and deposit; Inflation

Abstract

This research aims to know how to influence the outcome of savings, for the deposits, savings interest rates,
deposit rates, and inflation on mudaraba deposits at Bank Syariah Mandiri (BSM) in 2006-2013. This study
uses multiple regression analysis Limier using Ordinary Least Square (OLS), while to analyze the influence of
the independent variable on the dependent variable used tool coefficient of determination (R²) and partial
testing using t-test statistics and testing together using F-statistics. The results showed a variable for saving the
results, the results of mudaraba deposits, savings interest rates, deposit rates and inflation simultaneously (Test
F) or partially (t test) significantly affects the mudaraba deposits at Bank Syariah Mandiri (BSM)) in 2006-
2013

© 2015 Universitas Negeri Semarang



Alamat korespondensi: ISSN 2252-6765
Gedung C6 Lantai 1 FE Unnes
Kampus Sekaran, Gunungpati, Semarang, 50229
E-mail: edaj_unnes@yahoo.co.id

143
Miftakhul Aghnia / Economics Development Analysis Journal 4 (2) (2015)

PENDAHULUAN 1998. Karena dirasakan masih belum kuat


payung hukum dari perbankan syariah
Perananan perbankan sebagaimana
kemudian secara tegas diubah lagi undang-
telah diatur dalam Undang-Undang (UU) no. 10
undang tersebut digantikan dengan Undang-
tahun 1998, perbankan sebagai badan usaha
Undang (UU) no. 21 Tahun 2008 yang berisikan
yang menghimpun dana dari masyarakat dalam
perbankan syariah adalah segala sesuatu yang
bentuk simpanan, dan menyalurkannya kembali
menyangkut tentang bank syariah dan unit
kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan
usaha syariah, mencakup kelembagaan, kegiatan
atau bentuk-bentuk lainnya, dalam rangka
usaha, serta cara dan proses dalam
meningkatkan taraf hidup masyarakat banyak.
melaksanakan kegiatan usahanya dimana
Sejak tahun 1992, regulasi perbankan di
kegiatannya menghimpun dana dari masyarakat
Indonesia mulai menerapkan dual system banking
dan menyalurkan kembali dalam bentuk kredit.
yakni penerapan sistem perbankan konvensional
Objek dalam penelitian inin adalah PT
dan syariah. Fungsi dari kedua sistem perbankan
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang selalu
ini tidaklah jauh berbeda, keduanya sama-sama
mengalami peningkatan jaringan kantor yang
melakukan tugasnya dalam penghimpunan dana
sangat signifikan dari tahun ke tahun dan
dari masyarakat dan menyalurkannya kembali
merupakan Bank Umum Syariah (BUS) yang
ke masyarakat dalam bentuk kredit. Hanya saja
memiliki jaringan kantor terbanyak diseluruh
bank syariah secara konsisten mencatat
Propinsi di Indonesia. Selain itu Bank Syariah
ketentuan kerugian pinjaman yang lebih rendah
Mandiri sampai dengan akhir tahun 2013
(Farook. et al, 2014).
mampu menguasai 33,31% pangsa pasar aset
Karakteristik sistem perbankan syariah
perbankan syariah nasional serta memiliki rasio
yang beroperasi berdasarkan prinsip bagi hasil
Dana Pihak Ketiga (DPK) khususnya
memberikan alternatif sistem perbankan yang
simpanan mudharabah yang lebih besar
saling menguntungkan bagi masyarakat dan
dibandingkan dengan Simpanan mudharabah
bank, serta menonjolkan aspek keadilan dalam
perbankan syariah lainnya sehingga dipandang
bertransaksi, investasi yang beretika,
mampu mewakili perbankan syariah yang telah
mengedepankan nilai-nilai kebersamaan dan
ada lainnya. Namun, pertumbuhan Dana
persaudaraan dalam berproduksi, dan
Pihak Ketiga (DPK) Bank Syariah Mandiri
menghindari kegiatan spekulatif dalam
secara khususnya yaitu simpanan mudharabah
bertransaksi keuangan. Selain itu, seperti yang
(tabungan dan deposito mudharabah) beberapa
telah diketahui bersama bahwa periaku bank
kali mengalami pelambatan, yaitu pada tahun
syariah cenderung menerapkan larangan bunga
2009 dan 2012. Padahal perkembangan suatu
(Karim, 2014). Dengan menyediakan beragam
bank sangat dipengaruhi oleh kemampuannya
produk serta layanan jasa perbankan yang
menghimpun dana dari masyarakat.
beragam dengan skema keuangan yang lebih
Perlambatan ini diduga dipengaruhi oleh
bervariatif, perbankan syariah menjadi alternatif
kondisi ekonomi makro ekonomi di Indonesia
sistem perbankan yang kredibel dan dapat
seperti inflasi dan suku bunga. Selain itu
dinimati oleh seluruh golongan masyarakat
dipengaruhi oleh motif masyarakat untuk
Indonesia tanpa terkecuali (Bank Indonesia,
melakukan penyimpanan uangnya ke
2010). Walaupun bank syariah dan bank
perbankan syariah yang berbasiskan bagi hasil.
konvensional seperti bersaing, namun, kondisi
Berdasarkan uraian tersebut, maka
persaingan tidak berpengaruh signifikan
penulis ingin menjelaskan lebih lanjut
terhadap hubungan antara rasio aset tertimbang
bagaimana pengaruh bagi hasil tabungan
(Louati, 2015).
mudharabah, bagi hasil deposito mudharabah,
Aspek hukum yang mendasari
suku bunga tabungan bank umum
perkembangan bank syariah di Indonesia, mulai
konvensional, suku bunga deposito bank
diatur dalam Undang-Undang (UU) no. 7 tahun
umum 1 bulan dan inflasi terhadap simpanan
1992 tentang perbankan dengan prinsip bagi
mudharabah pada Bank Syariah Mandiri dari
hasil dan telah mengalami perubahan dengan
triwulan I 2006 sampai dengan Triwulan IV
adanya Undang-Undang (UU) no. 10 tahun
144
Miftakhul Aghnia / Economics Development Analysis Journal 4 (2) (2015)

2013 secara parsial dan bersama-sama. 1. Bagi Hasil Deposito Mudharabah (X2)
Bagi hasil Deposito Mudharabah
METODE PENELITIAN adalah pendapatan dari investasi dalam bentuk
Jenis data yang digunakan dalam deposito mudharabah berupa bagi hasil usaha,
penelitian ini adalah data sekunder. Peniliti dari pembiayaan pengadaan barang al-
menggunakan data sekunder berupa data murabahah, al- baitsaman ajil, dan al-ijarah
runtutan waktu (time series) dengan skala 3 berupa mark up dan sewa, dari pemberian
bulan (triwulan). Sumber data yang digunakan pinjaman berupa biaya administrasi, dan dari
penggunaan fasilitas berupa fee kepada
dalam penelitian ini merupakan data sekunder
berupa tuntut waktu (time series), Datanya nasabah. Berdasarkan perhitungan triwulanan
diantaranya data Simpanan Mudharabah, Bagi yaitu dari triwulan I 2006 sampai dengan
triwulan IV 2013 yang dinyatakan dalam
Hasil tabungan dan Deposito Mudharabah yang
bentuk miliaran rupiah (Rp). (2) Suku Bunga
bersumber dari website laporan keuangan Bank
Tabungan Bank Umum Konvensional (X3)
Syariah Mandiri dengan melihat laporan neraca
Suku bunga tabungan pada Bank
dan laba rugi dari triwulan I 2006 sampai
Konvensional adalah tingkat bunga yang harus
dengan triwulan IV 2013. Selain itu data Suku
dibayarkan kepada nasabah dalam
Bunga Tabungan dan Suku Bunga Deposito
memberikan keuntungan dari hasil menyimpan
berjangka 1 bulan Bank Konvensional yang
dananya pada bank konvensional, dimana
diperoleh dari Statistik Ekonomi dan Keuangan
simpanan tersebut sifatnya tidak terikat dan
Indonesia (SEKI) pada Bank Indonesia serta
nasabah berhak menarik uangnya kapan saja.
Data penelitian Inflasi yang diperoleh dari
Data yang digunakan bersumber dari Statistik
Badan Pusat Statistik (BPS) pada triwulan I 2006
Ekonomi dan Keuangan Bank Indonesia
sampai dengan triwulan IV 2013
(SEKI) dari triwulan I 2006 sampai dengan
Variabel Operasional dalam penelitian
triwulan IV 2013 dengan satuan yang berupa
ini adalah (a) Variabel Dependen (Y). Simpanan
persen (%). (3) Suku Bunga Deposito berjangka
mudharabah adalah simpanan berdasarkan
1 Bulan Bank Konvensional (X4). Suku bunga
investasi dana berdasarkan akad mudharabah
deposito 1 bulan pada bank
yang tidak bertentangan dengan prinsip syariah
konvensional adalah tingkat bunga yang harus
yang penarikannya hanya dapat dilakukan
dibayarkan kepada nasabah dalam
menurut syarat dan ketentuan tertentu yang
memberikan keuntungan dari hasil menyimpan
disepakati, tetapi tidak dapat ditarik dengan cek,
dananya (deposito) di bank konvensional.
bilyet giro, dan/atau alat lainnya yang
Dalam penelitian ini menggunakan suku bunga
dipersamakan dengan itu. Dalam penelitian ini
simpanan berjangka 1 bulan. Data yang
simpanan mudharabah yang digunakan terdiri
digunakan bersumber dari Statistik Ekonomi
dari data tabungan dan deposito mudharabah
dan Keuangan Bank Indonesia (SEKI) dari
pada Bank Syariah Mandiri (BSM) dalam
triwulan I 2006 sampai dengan triwulan IV
bentuk satuan miliaran rupiah (Rp). (b) Variabel
2013 dengan satuan yang berupa persen (%).
Independen. (1) Bagi Hasil Tabungan
2. Inflasi (X5)
Mudharabah (X1). Bagi Hasil Tabungan
Inflasi adalah ketika harga-harga
Mudharabah adalah sebuah bentuk pengembalian
secara umum mengalami kenaikan dan
dari penitipan dana berdasarkan suatu periode
berlangsung terus-menerus. Pada saat itu
tertentu dengan karakteristiknya yang tidak
persediaan barang dan jasa mengalami
tetap dan tidak pasti besar kecilnya perolehan
kelangkaan, sementara konsumen harus
tersebut. Data operasional yang digunakan
mengeluarkan uang lebih banyak untuk
dalam penelitian ini diambil dari data yang
sejumlah barang dan jasa yang sama karena
dikeluarkan oleh Bank Syariah Mandiri (BSM)
sangat membutuhkannya. Data penelitian
pusat berdasarkan perhitungan triwulanan yaitu
Inflasi diperoleh dari Badan Pusat Statistik
dari dari triwulan I 2006 sampai dengan
(BPS) dari triwulan I 2006 sampai dengan
triwulan IV 2013 yang dinyatakan dalam bentuk
triwulan IV 2013 dengan satuan berupa persen
miliaran rupiah (Rp).
145
Miftakhul Aghnia / Economics Development Analysis Journal 4 (2) (2015)

(%). tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut:


a. Berdasarkan pada persamaan regresi di atas,
apabila X1, X2 X3, X4, dan X5 bernilai 0, maka
HASIL DAN PEMBAHASAN
nilai Y adalah Rp 52.211.054.798.000 yang
Uji asumsi klasik merupakan dasar dari artinya adalah jika dalam PT Bank Syariah
teknis analisis regresi. Dalam penggunaan Mandiri tidak ada jumlah bagi hasil
regresi linear rentan dengan beberapa tabungan mudaharabah, tidak ada jumlah
permasalahan yang sering timbul, sehingga akan bagi hasil deposito mudaharabah, tidak ada
menyebabkan hasil dari penelitian yang telah suku bunga tabungan, tidak ada suku bunga
dilakukan menjadi kurang akurat. Oleh karena deposito berjangka 1 bulan dan tidak ada
itu dilakukan pengujian sebagai berikut: pengaruh inflasi maka dapat dikatakan
a. Hasil Uji Normalitas bahwa dalam periode 2006-2013 simpanan
Uji Normalitas dengan melihat nilai mudharabah berjumlah Rp
jarque-bera dihasilkan bahwa nilai Jarque-Berra 52.211.054.798.000
sebesar 2,262086 sedangkan nilai χ2 tabel dengan b. Berdasarkan pada persamaan regresi diatas,
df = 5 dan α = 5% adalah sebesar 11,070, jadi variabel Bagi Hasil Tabungan Mudharabah
nilai Jarque-Berra < nilai χ2 tabel (2,262086 < (X1) secara parsial berpengaruh signifikan
11,070) dan nilai probabilitasnya yaitu 0,322697 terhadap Simpanan Mudharabah pada Bank
> 0,05, maka dapat disimpulan bahwa data yang Syariah Mandiri dengan arah koefisien
digunakan sudah berdistribusi secara normal. positif, yaitu sebesar 0,358900. Hal ini berarti
b. Hasil Uji Multikolinieritas Berdasarkan uji bahwa jika bagi hasil tabungan mudharabah
multikolinieritas dapat (X1) mengalami kenaikan sebesar 1% maka
diketahui bahwa nilai R2 majemuk > R2 parsial, akan menyebabkan meningkatnya simpanan
yakni (0,994) > (0,974) (0,909) (0,952) (0,529) Mudharabah (Y) pada Bank Syariah Mandiri
(0,167). Berdasarkan hasil uji multikolinieritas sebesar 0,358 %, dengan asumsi bahwa bagi
tersebut dapat disimpulkan bahwa model hasil deposito, suku bunga tabungan, suku
empiris yang digunakan dalam penelitian ini bunga deposito dan inflasi tetap (konstan).
terbebas dari masalah multikolinieritas. c. Berdasarkan pada persamaan regresi diatas,
c. Hasil Uji Heteroskedastisitas Berdasarkan variabel bagi hasil deposito mudharabah (X2)
dengan uji White diperoleh secara parsial berpengaruh signifikan
nilai χ2-hitung = 18,13631 dan χ2-tabel α = 5% terhadap Simpanan Mudharabah pada Bank
dengan df 20 = 31,41. Karena nilai χ2-hitung < Syariah Mandiri dengan arah koefisien
χ2-tabel (18,13631 < 31,41), berarti tidak positif, yaitu sebesar 0,671419. Hal ini berarti
ditemukan adanya masalah heteroskedastisitas bahwa jika bagi hasil deposito mudharabah
atau model empiris yang digunakan dalam (X2) mengalami kenaikan sebesar 1% maka
penelitian ini terbebas dari masalah akan menyebabkan meningkatnya simpanan
heteroskedastistas. Mudharabah (Y) pada Bank Syariah Mandiri
d. Hasil Uji Autokorelasi Berdasarkan hasil sebesar 0,671 %, dengan asumsi bahwa bagi
uji autokorelasi hasil tabungan, suku bunga tabungan, suku
dengan metode LM menunjukkan nilai χ2- bunga deposito dan inflasi tetap (konstan).
hitung sebesar 4,678554, sedangkan nilai kritis d. Berdasarkan pada persamaan regresi diatas,
χ2-tabel dengan df = 26, α = 5 % adalah sebesar variabel suku bunga tabungan bank
38,885. Karena nilai χ2-hitung < nilai χ2-tabel konvensional (X3) secara parsial
(4,678554 < 38,885), hal ini berarti model berpengaruh signifikan terhadap
empiris yang digunakan dalam penelitian ini Simpanan Mudharabah pada Bank
terbebas dari masalah autokorelasi. Syariah Mandiri dengan arah koefisien
Model regresi yang diperoleh dari negatif, yaitu sebesar -0,103296. Hal ini
hasil penelitian dapat ditulis dalam bentuk berarti bahwa jika suku bunga tabungan
persamaan: bank konvensional (X3) mengalami
Adapun persamaan model regresi kenaikan sebesar 1% maka akan
146
Miftakhul Aghnia / Economics Development Analysis Journal 4 (2) (2015)

menyebabkan menurunnya simpanan Hasil perhitungan menunjukan bahwa


Mudharabah (Y) pada Bank Syariah variabel bagi hasil deposito mudharabah secara
Mandiri sebesar 0,103 %, dengan asumsi statistik menunjukkan hasil yang signifikan
pada nilai lebih kecil dari α = 5% (0,0000 <
bahwa bagi hasil tabungan, bagi hasil
0,05). Sedangkan nilai t hitung X 2 = 11,98364
deposito, suku bunga deposito dan
dan t tabel sebesar 1,694 (df (n – k) 32 – 6 = 26,
inflasi tetap (konstan).
α = 0,05), sehingga t hitung > t tabel (11,98364
e. Berdasarkan pada persamaan regresi diatas,
> 1,694). Maka dapat disimpulkan bahwa
variabel Suku Bunga Deposito Bank
variabel bagi hasil deposito mudharabah
Konvensional (X4) secara parsial berpengaruh
berpengaruh secara positif dan signifikan
signifikan terhadap Simpanan Mudharabah
terhadap simpanan mudharabah pada Bank
pada Bank Syariah Mandiri dengan arah
Syariah Mandiri (BSM).
koefisien negatif, yaitu sebesar -0,032514. Hal
c. Suku Bunga Tabungan Bank Konvensional
ini berarti bahwa jika Suku Bunga Deposito
(SBT)
Bank Konvensional (X4) mengalami kenaikan
Hasil perhitungan menunjukan bahwa
sebesar 1% maka akan menyebabkan
variabel suku bunga tabungan bank
menurunnya simpanan Mudharabah (Y) pada
konvensional secara statistik menunjukkan
Bank Syariah Mandiri sebesar 0,032 %,
hasil yang signifikan pada nilai lebih kecil dari
dengan asumsi bahwa bagi hasil tabungan,
α = 5% (0,0481 < 0,05). Sedangkan nilai t
bagi hasil deposito, suku bunga tabungan dan
hitung X3 = - 1,903421 dan t tabel sebesar 1,694
inflasi tetap (konstan).
(df (n – k) 32 – 6 = 26, α = 0,05), sehingga t
f. Berdasarkan pada persamaan regresi diatas,
hitung > t tabel (- 1,903421 < 1,694). Maka
variabel Inflasi (X6) secara parsial berpengaruh
dapat disimpulkan bahwa variabel suku bunga
signifikan terhadap Simpanan Mudharabah
tabungan bank konvensional berpengaruh
pada Bank Syariah Mandiri dengan arah secara negatif signifikan terhadap simpanan
koefisien positif yaitu sebesar 0,035471. Hal mudharabah pada Bank Syariah Mandiri
ini berarti bahwa jika Inflasi (X6) mengalami
(BSM).
kenaikan sebesar 1% maka akan menyebabkan
d. Suku Bunga Deposito Bank Konvensional
meningkatnya simpanan Mudharabah (Y) pada
(SBD)
Bank Syariah Mandiri sebesar 0,035 %,
Hasil perhitungan menunjukan bahwa
dengan asumsi bahwa bagi hasil tabungan,
variabel suku bunga deposito bank
bagi hasil deposito, suku bunga tabungan dan
konvensional secara statistik menunjukkan
suku bunga deposito tetap (konstan).
hasil yang signifikan pada nilai lebih kecil dari
Selanjutnya pengujian hipotesis
α = 5% (0,0017 < 0,05). Sedangkan nilai t
dilakukan baik secara parsial maupun secara
hitung X4 = -3,502446 dan t tabel sebesar 1.694
simultan. Dari uji t dapat dilihat bahwa:
(df (n – k) 32 – 6 = 26, α = 0,05), sehingga t
a. Uji t terhadap Bagi Hasil Tabungan
hitung > t tabel (-3,502446 > 1,694). Maka
Mudharabah (BHT)
dapat disimpulkan bahwa variabel Suku Bunga
Hasil perhitungan menunjukan bahwa
Deposito Bank Konvensional berpengaruh
variabel bagi hasil tabungan mudharabah secara
secara negatif dan signifikan terhadap
statistik menunjukkan hasil yang signifikan pada
Simpanan Mudharabah pada Bank Syariah
nilai lebih kecil dari α = 5% (0,0092 < 0,05).
Mandiri (BSM).
Sedangkan nilai t hitung X1 = 2,815667 dan t
e. Inflasi (INF)
tabel sebesar 1,694 (df (n – k) 32 – 6 = 26, α = Hasil perhitungan menunjukan bahwa
0,05), sehingga t hitung > t tabel (2,815667 > variabel Inflasi (INF) secara statistik
1,694). Maka dapat disimpulkan bahwa variabel menunjukkan hasil yang signifikan pada nilai
bagi hasil tabungan mudharabah berpengaruh lebih kecil dari α = 5% (0,0023 < 0,05).
secara positif dan signifikan terhadap simpanan Sedangkan nilai t hitung X5= 3,386778 dan t
mudharabah pada Bank Syariah Mandiri (BSM). tabel sebesar 1,694 (df (n – k) 32 – 6 = 26, α =
b. Uji t terhadap Bagi Hasil Deposito 0,05), sehingga t hitung > t tabel (3,386778 >
Mudharabah (BHD) 1,694). Maka dapat disimpulkan bahwa variabel
147
Miftakhul Aghnia / Economics Development Analysis Journal 4 (2) (2015)

Inflasi (INF) berpengaruh secara positif dan Hasil dari penelitian ini selaras dengan
signifikan terhadap Simpanan Mudharabah pada temuan dari hasil penelitian terdahulu yang
Bank Syariah Mandiri (BSM). dilakukan oleh Lailatun Nikmah dkk (2013).
Uji F digunakan untuk mengetahui Hal ini menunjukan bahwa ada motif oleh
pengaruh variabel independen secara bersama- nasabah untuk memperoleh keuntungan dari
sama (simultan) terhadap vaeiabel dependen. Uji tabungan yang disimpannya pada Bank
ini dilakukan dengan cara membandingkan Syariah Mandiri sehingga jika bagi hasil
antara nilai F-hitung dengan F-tabel (α; k-1,n-k). tabungannya semakin besar maka semakin
Jumlah observasi, n = 32, Jumlah besar pula simpanan mudharabah pada Bank
parameter, k = 6 Syariah Mandiri.
Nilai Ftabel df = (k–1, n–k) = (6–1), (32– Berdasarkan hasil penelitian yang telah
6) = (5), (26) , α = 5% → 2,59 dilakukan, bagi hasil deposito secara parsial
Hasil yang diperoleh yaitu nilai F hitung = berpengaruh signifikan terhadap simpanan
931.0797 > F tabel = 2,59 Sehingga dapat
mudharabah dengan arah koefisien positif. Hal
dinyatakan bahwa variabel Bagi Hasil Tabungan
ini sesuai dengan teori berarti sama dengan
mudharabah (SBT), Bagi Hasil Deposito
bagi hasil tabungan bahwa menurut teori klasik
mudharabah (SBD), Suku Bunga Tabungan Bank
tentang tingkat bunga yang apabila dikaitkan
Konvensional (SBT), Suku Bunga Deposito 1
dengan perilaku konsumen, teori klasik tentang
bulan Bank Konvensional (SBD), dan Inflasi
tingkat bunga dapat mewakili teori yang
(INF) secara bersama-sama berpengaruh terhadap
Simpanan mudharabah pada Bank Syariah menjelaskan pengaruh tingkat bagi hasil yang
Mandiri (BSM). ada di bank syariah. Hal ini disebabkan karena
Koefisien determinasi ini menunjukkan konsumen melihat bahwa tingkat suku bunga
tingkat/derajat keakuratan hubungan antara simpanan yang diberikan bank konvensional
variabel independen terhadap variabel ataupun tingkat bagi hasil yang diberikan bank
dependen. Dari hasil regresi diperoleh nilai R2 = syariah adalah sama-sama merupakan imbal
0,994446 yang berarti bahwa simpanan jasa yang diberikan pihak bank kepada
mudharabah pada Bank Syariah Mandiri (BSM) nasabah/deposan atas dana yang disimpankan
dapat dijelaskan oleh variasi model dari Bagi di bank apabila dilihat dari sudut pandang
Hasil Tabungan mudharabah, Bagi Hasil perilaku konsumen.
Deposito mudharabah, Suku bunga tabungan Hasil dari penelitian ini juga
Bank Konvensional, Suku Bunga Deposito Bank mendukung temuan dari hasil penelitian
Konvensional dan Inflasi sebesar 99,44% dan terdahulu oleh Laeli Mu’tamaroh (2008). Hal
sisanya sebesar 0,56% dijelaskan oleh variabel- ini membuktikan bahwa motif masyarakat
variabel lain di luar model tersebut. menabung uangnya pada Bank Syariah bukan
Berdasarkan hasil penelitian yang telah sekedar untuk menghindari riba namun juga
dilakukan, bagi hasil tabungan secara parsial dipengaruhi oleh motif untuk mendapatkan
berpengaruh signifikan terhadap simpanan return/keuntungan yang berupa bagi hasil
mudharabah dengan arah koefisien positif. Hal
dimana terdapat anggapan bahwa menabung
ini sesuai dengan teori dari klasik tentang
pada bank syariah akan memberikan return
tingkat bunga yang apabila dikaitkan dengan
yang lebih besar ketimbang menabung pada
perilaku konsumen, teori klasik tentang tingkat
bank konvensional karena melihat dari
bunga dapat mewakili teori yang menjelaskan
perkembangan aset perbankan syariah yang
pengaruh tingkat bagi hasil yang ada di bank
terus meningkat dari tahun ke tahun dan resiko
syariah. Hal ini disebabkan karena konsumen
melihat bahwa tingkat suku bunga simpanan yang lebih kecil dalam menabung pada bank
yang diberikan bank konvensional ataupun syariah .
tingkat bagi hasil yang diberikan bank syariah Berdasarkan hasil penelitian yang telah
adalah sama-sama merupakan imbal jasa yang dilakukan suku bunga tabungan secara parsial
diberikan pihak bank kepada nasabah/deposan berpengaruh signifikan terhadap simpanan
atas dana yang disimpankan di bank apabila mudharabah dengan arah koefisien negatif. Hal
dilihat dari sudut pandang perilaku konsumen. ini menunjukan sesuai dengan teori klasik yang

148
Miftakhul Aghnia / Economics Development Analysis Journal 4 (2) (2015)

dikutip dari Boediono (1980). Tingkat bunga Namun di sisi lain, imbalan yang bisa ia berikan
adalah salah satu indikator dalam memutuskan kepada para nasabahnya sangat tergantung pada
apakah seseorang akan menabung atau pendapatan yang diperoleh atas pengelolaan
melakukan investasi. semakin tinggi tingkat dananya. Sehingga idealnya, nasabah tidak bisa
bunga, makin banyak dana yang ditawarkan. mengharapkan pendapatan yang pasti
Dengan demikian, jika terjadi kenaikan tingkat sebagaimana jika mereka menyimpan dananya
bunga maka simpanan pada perbankan juga ikut di Bank Umum. Mereka yang menyimpan dana
meningkat begitu pula sebaliknya. di Bank Syariah selain siap menerima
Hasil dari temuan ini mendukung hasil keuntungan juga harus bersedia menanggung
penelitian terdahulu yang dilakukan oleh resiko.
Suratman (2013). Hal ini menunjukan adanya Berdasarkan hasil penelitian yang telah
motif mencari keuntungan oleh nasabah. dilakukan, inflasi secara parsial berpengaruh
Dimana dilihat dari keuntungan yang dijanjikan signifikan terhadap simpanan mudharabah
oleh setiap bank, jika suku bunga deposito yang dengan arah koefisien positif. Hasil tersebut
terjadi pada Bank konvensional lebih tinggi dari sesuai dengan teori klasik oleh irving fisher
pada bagi hasil maka nasabah lebih memilih dimana pada saat terjadi inflasi jumlah uang
untuk menyimpan uangnya di Bank beredar terlalu banyak dibandingkan dengan
konvensional, dan begitu pula sebaliknya jika volume transaksi maka solusinya adalah
suku bunga deposito pada bank konvensional membatasi jumlah uang beredar. “Hal ini
turun maka nasabah akan beralih ke perbankan berarti bahwa jika jumlah uang yang beredar
syariah. berkurang yakni dengan semakin banyaknya
Berdasarkan hasil penelitian yang telah uang yang terserap melalui meningkatnya
dilakukan, bagi hasil deposito secara parsial tabungan”, jadi dapat disimpulkan bahwa
berpengaruh signifikan terhadap simpanan hubungan antara inflasi dengan simpanan
mudharabah dengan arah koefisien negatif. Hal mudharabah adalah positif.
ini sesuai dengan teori klasik yang menyatakan Hasil dari penelitian ini selaras dengan
ada hubungan negatif antara suku bunga dengan temuan dari hasil penelitian terdahulu oleh
jumlah tabungan. Dalam kasusnya pada Mubasyiroh (2008). Pada saat terjadi inflasi
perbankan syariah hubungan negatif ini masyarakat mampu mempertahankan tingkat
menunjukan adanya motif mencari keuntungan konsumsinya dan melindunginya dari ketidak
oleh nasabah. Dimana dilihat dari keuntungan pastian atau fluktuatif di masa depan sehingga
yang dijanjikan oleh setiap bank, jika suku justru akan meningkatkan jumlah simpanannya
bunga deposito yang terjadi pada Bank di bank syariah dan berdasarkan prinsip
konvensional lebih tinggi dari pada bagi hasil Syariah, besaran bagi hasil Mudharabah tidak
maka nasabah lebih memilih untuk menyimpan bergantung pada tinggi rendah bunga, dan
uangnya di Bank konvensional, dan begitu pula justru bergerak seiring tinggi rendahnya inflasi.
sebaliknya. Hasil dari penelitian ini juga
mendukung temuan dari hasil penelitian SIMPULAN
terdahulu oleh Suratman (2013). Bank Syariah Berdasarkan analisis regresi berganda
mempunyai 4 fungsi yang berbeda dengan Bank dapat disimpulkan bahwa variabel bagi hasil
Umum Konvensional. Keempat fungsi ini tabungan mudharabah, bagi hasil deposito
adalah sebagai manajer investasi, sebagai mudharabah, suku bunga tabungan bank
investor yang berhubungan dengan pembagian konvensional, suku bunga deposito 1 bulan bank
hasil usaha (profit distribution) yang dilakukan konvensional dan inflasi secara parsial maupun
Bank Syariah, fungsi sosial, dan jasa keuangan. bersama-sama berpengaruh terhadap simpanan
Hal ini membuat posisi Bank Syariah mudharabah pada Bank Syariah Mandiri (BSM)
dalam sistem keuangan di Indonesia menjadi pada tahun 2006-2013. Dari hasil penelitian
unik. Di satu sisi, ia menjalankan ditemukan bahwa bagi hasil tabungan
penghimpunan dana selayaknya Bank Umum mudharabah bagi hasil deposito mudharabah
dalam bentuk Giro, Tabungan, dan Deposito. berpengaruh positif dan signifikan terhadap

149
Miftakhul Aghnia / Economics Development Analysis Journal 4 (2) (2015)

simpanan mudharabah, variabel suku bunga Farook, Sayd, et al. 2014. Islamic bank incentives and
tabungan dan suku bunga deposito bank discretionary loan loss provisions. Pacific-
konvensional berpengaruh negatif dan signifikan Basin Finance Journal, 28. pp. 152-174.
terhadap simpanan mudharabah, variabel inflasi Ghafur, Muhammad. 2004.”Analisis Faktor- Faktor
Yang Mempengaruhi Jumlah Simpanan
berpengaruh positif dan signifikan terhadap Nasabah Di Bank Syariah (Studikasus
simpanan mudharabah Bank Syariah Mandiri Bank Muamalat Indonesia)”. Dalam
(BSM) pada tahun 2006-2013. Jurnal. Yogyakarta : Uin Sunan Kalijaga.
Ghozali, Imam. 2005. Aplikasi Analisis Multivariat
dengan Program SPSS. Edisi ketiga.
DAFTAR PUSTAKA Semarang: Badan penerbit Universitas
Alsadeq, et al. 2009. Islamic Finance Stability. Diponegoro.
Surbonne: Institut Economics Islam. Haron. 2005. Pengantar Ekonomika Mikro Islami.
Ascarya. 2006. Akad Dan Produk Bank Syariah. Yogyakarta: Ekonisia.
Jakarta: PT. RAJAGRAFINDO Haron, s. dan n. Ahmad. 2000. “The effects of
conventional interest rates and rate ofprofit
PERSADA.
on funds deposited with islamic banking
. 2008. Akad Dan Produk Bank Syariah. system in malaysia.” Dalam International
Jakarta: PT. RAJAGRAFINDO Journal of islamic financial services, vol 1, no
PERSADA. 4.
Ayub, Muhammad. 2009. Understanding islamic Haron, s. dan w. N. W. Azmi. 2005. “Measuring
finance: a-z keuangan syariah. Terjemahan Depositors’ Of Malaysian Islamic Banking
aditya wisnu pribadi. Jakarta: Pt Gramedia System: A Co- Integration Approach”.
Pustaka Utama. Dalam Jurnal Proceeding 6th international
Bank indonesia. 2006-2014. Outlook Perbankan Syariah conference on islamic Economic and finance
Tahun. Jakarta: BI. vol.2.
. 2006-2013. Laporan Perkembangan Hasibuan, m.s.p. 2002. Dasar-Dasar Perbankan.
Perbankan Syariah. Jakarta: BI. Cetakan Kelima. Jakarta: BUMI
. 2006-2013. Statistik Ekonomi Keuangan AKSARA.
Indonesia Sektor Moneter. Jakarta : BI. Hendri, Anto. 2003. Pengantar ekonomi mikro islami.
2010. Sekilas Perbankan Syariah Di Indonesia. Yogyakarta : Penerbit Ekonosia.
Jakarta: BI. Ismail. 2010. Perbankan syariah. Jakarta : Kencana
Boediono, 1980. Seri Sinopsis Pengantar Ilmu Ekonomi: Prenada Media Grup.
Ekonomi Moneter. .Yogyakarta: BPFE. Karim, adiwarman. 2004. Bank islam (analisis fiqih dan
. 1994. Sinopsis Pengantar Ilmu Ekonomi: keuangan) . Edisi kedua. Jakarta: PT.
Ekonomi Moneter. Yogyakarta: BPFE. RAJAGRAFINDO PERSADA.
2001. Sinopsis Pengantar Ilmu Ekonomi: . 2005. Islamic Banking: Fiqh And Financial
Ekonomi Moneter. Yogyakarta: BPFE. Analysis . Jakarta: PT RAJA GRAFINDO
Case, karl e. dan ray c. Fair. 2001. Prinsip-Prinsip PERSADA.
Ekonomi Makro. Edisi kelima. cetakan
kesatu. Jakarta: PT. INDEKS.Ernst &
young. 2012. World Islamic Banking
Competitiveness Report 2013.

150