Anda di halaman 1dari 9

MAKALAH

MATEMATIKA
“Nilai Peluang Dan Frekuensi Harapan”
Nama Kelompok:
KHAIRULLAH EFENDI
SRI WULANDARI
MELANI SRI MAHARANI
CINDI PUSPITASARI
NUR AFIFFUR RAHMA M.K.S.

Guru Pengampu :
Rita Dasma Yanti S.Pd

YAYASAN DAKWAH PENDIDIKAN AL-USWAH


SEKOLAH MENEGAH PERTAMA ISLAM TERPADU AL-USWAH
2019
BAB I
PENDAHULUAN
 

LATAR BELAKANG MASALAH

Hitung peluang mula-mula dikenal pada abad ke-17 yang bermula dari permainan
sebuah dadu yang dilempar. Peluang (kemungkinan, probability) dari permukaan dadu yang
tampak ketika dilempar, diamati dan dihitung, perhitungan sejenis ini berkembang cukup
pesat menjadi teori peluang yang banyak pemakaiannya dalam kehidupan sehari-hari. Dalam
berpergian kita sering mempertanyakan apakah terjadi hujan hari ini. Dalam berdagang kita
selalu berfikir tentang kemungkinan untuk mengambil keuntungan. Masih banyak contoh lagi
yang berkaitan dengan peluang.

TUJUAN PENULISAN
1. Untuk memenuhi tugas matematika yaitu tentang kisaran nilai peluang dan frekuensi
harapan
2. Sebagai media belajar siswa yang memberikan banyak latihan yang dapat
menunjang belajar siswa.
3. Diharapkan siswa memiliki kemampuan dalam menjelaskan konsep-konsep dalam
nilai peluang Dan frekuensi harapan dan dapat menyelesaikan masalah tentang
peluang dan frekuensi harapan

RUANG LINGKUP
Membahas materi tentang nilai peluang dan frekuensi harapan yang sesuai dengan
materi dalam standar isi.
BAB II
ISI

A. Pengertian Nilai Peluang

Peluang selain dalam matematika, dalam kehidupan sehari-hari kita juga sering
mendengarnya. Dalam artikel kali ini rumus matematika akan menjabarkan mengenai
kisaran nilai peluang, dan agar semakin paham maka akan dijabarkan pula beberapa contoh
soal. Pelajari bersama yu apa itu kisaran nilai peluang ?
Kisaran Nilai Peluang Beserta Contoh Soalnya

Kisaran nilai peluang merupakan perkiraan kemungkinan munculnya suatu kejadian


didalam sebuah ruang sampel. Contohnya, didalam sebuah pertandingan sepak bola wasit
akan menggunakan uang logam atau koin untuk menentukan kesebelasan mana yang akan
mendapatkan bola pertama. Dari pelemparaan koin tersebut manakah yang akan memperoleh
kemungkinan tersebar untuk muncul, gambarkah atau angka? Karena bentuk koin simestris
dan memiliki dua sisi saja, sehingga peluang munculnya gambar atau angka adalah sama.
Jika masing-mnasing titik sampel didalam ruang sampel S memiliki peluang yang sama
untuk muncul, maka peluang munculnya peristiwa A dalam ruang sampel S yaitu :
adversitemens

dimana :
n(A) : banyaknya anggota atau titik sampel kejadian A
n(S) : banyaknya anggota atau titik sampel pada ruang sampel S
Perhatikan contoh soal berikut ini.
contoh soal.
Pada pelemparan sebuah dadu, hitunglah peluang munculnya mata dadu – mata dadu
berikut :
a. lebih dari 4.
b. 7
c. bilangan prima
Penyelesaian :
Kita sama-sama tahu jika dadu itu simetris dan tidak berat sebelah, maka setiap mata
dadu memiliki peluang yang sama untuk muncul. Kejadian yang mungkin muncul adalah
n(S) = 1, 2, 3, 4, 5, 6 = 6
a. Misalnya kejadian muncul angka lebih dari 4 adalah A, maka A = { 5, 6 } sehingga
n(A) = 2
P(A) = n(A) / n(S)
P(A) = 2/6
P(A) = 1/3
b. Misalnya kejadian munculnya mata dadu 7 adalah B. Padahal mata dadu hanya samapai
6, jadi tidak ada mata dadu 7 maka B = {  } sehingga n(B) = 0
P(B) = n(B) / n(S)
P(B) = 0/6
P(B) = 0
c. Misalnya kejadian munculnya mata dadu bilangan prima adalah C, maka C = { 2, 3, 5 }
sehingga n(C) = 3
P(C) = n(C) / n(S)
P(C) = 3/6
P(C) = 1/2
 
Batas – Batas Nilai Peluang
Pada saat kita melempar sebuah dadu, kita dapat menentukan peluang dari beberapa
kejadian, misalnya
a. P(3) = 1/6
b. P( ganjil ) = 3/6 = 1/2
c. P( kurang dari 5 ) = 4/6 = 2/3
d. P(7) = 0
e. P( kurang dari 7 ) = 6/6 = 1
Berdasarkan penjabaran diatas kita dapat mengambil kesimpulan bahwa kisaran nilai
peluang pada pelemparan sebuah dadu adalah antara 0 dan 1. P(A) = 1 menunjukan bahwa
kejadian tersebut sudah pasti terjadi atau disebut sebagai suatu kepastian. Sedangkan P(A) =
0 menunjukan bahwaa kejadian tersebut tidak mungkin terjadi atau disebut
sebagai kemustahilan.
Dengan demikiaan, apabila peluang sembarang kejadian A yaitu P(A) maka 0 ≤ P(A) ≤
1. Dan jika B adalah komplemen dari kejadian A atau B =Ac , maka P(A) + P( Ac ) = 1 atau P(
Ac ) = 1 – P(A).
Perhatikan contoh soal berikut.

Contoh soal.
Peluang seorang anak terkena penyakit gondok adalah 0,18. Hitung berapakah peluang
seorang anak tidak terkena penyakit gondok ?
Penyelesaian :
Diket: P( gondok ) = 0,18
Dit : P( tidak terkena gondok ) ?
Jawab :
P( tidak terkena gondok ) = 1 – P(gondok )
P( tidak terkena gondok ) = 1 – 0,18
P( tidak terkena gondok ) = 0,82
 
Itulah penjelasan mengenai Kisaran Nilai Peluang Beserta Contoh Soalnya, kini sudah
semakin paham bukan mengenai peluang dan bagaimana menghitung kisaran nilai
peluangnya.
B. Pengertian Frekuensi Harapan

“Frekuensi harapan merupakan banyaknya percobaan dikalikan terhadap peluang


suatu kejadian”.
Maka pada frekuensi harapan adalah menghitung berapa peluang suatu kejadian dengan
berkali kali percobaan, atau juga bisa disebut sebagai melakukan experiment. Frekuensi
harapan ini bisa dipraktekan secara langsung,
Contoh dengan melempar uang logam sebanyak 1000 kali, Lalu hitung berapa banyak
sisi gambar nominal uang logam dan berapa banyak sisi gambar sebaliknya selama seribu
kali pelemparan itu, nah setelah jika sudah melakukan hal tersebut maka akan diketahui
berapakah frekuensi harapan untuk kedua sisi pada uang logam tersebut
Rumus Frekuensi Harapan
Fh = P(A) x n
Keterangan Rumus:
Fh yaitu Frekuensi harapan
P yaitu Peluang
A yaitu Kejadian A (hanya lambang suatu kejadian)
n yaitu Banyaknya suatu percobaan
Dari rumus tersebut terdapat
“Fh” yaitu sebuah simbol dari Frekuensi harapan yang di ambil dari kata “Frekuensi
dan harapan“.
Lambang “P” merupaka simbol yang melambangkan peluang suatu kejadian, logo “P”
diambil dari huruf depan kata “Peluang”.
Lambang “A” merupaka sebuah simbol yang mewakili suatu kejadian, lambang “A” hanya
untuk mempermudah.
Dan Lambang “n” yaitu simbol yang melambangkan banyaknya jumlah suatu percobaan
yang dilakukan, lambang “n” ini dipilih karena lambang “n” adalah lambang yang sudah
umum dalam menentukan sebuah banyak atau nilai tertentu.
Contoh soal
Soal 1
Tiga buah logam berisi gambar (H) dan angka (1) dilempar bersama-sama sebanyak 80 kali.
tentukanlah harapan munculnya ketiga-tiganya angka ?
Jawab :
Soal seperti ini pertama hitung dahulu jumlah seluruh nilai kejadian, seluruh kejadian kita
lambangkan dengan S, maka :
S = {HHH, HH1, H1H, 1HH, 11H, 1H1, H11, HHH}
n(S) = 8
Muncul tiga-tiganya 1 hanyala satu yaitu {111}. maka :
1 = {111}
n(A) = 1
Dan banyaknya percobaan yaitu sebanyak 80 kali maka :
n = 80
Maka :
Fh = P(A) x n
Fh = ( n(A)/n(S) ) x n
Fh = (1/8) x 80
Fh = 10
Maka harapan munculnya tiga-tiganya angka sebanyak 10 kali.
Soal 2
Jika sebuah dadu dilempar 60 kali. Berapakah frekunsi harapan munculnya mata dadu 3 ?
Jawab :
S = { 1.2.3.4.5.6}
n (S) = 6
A = dadu kurang dari 3
Maka A = { 1,2 }
n(A)=2
p (A) = n ( A )/n (S)
p ( A) =2/6
p (A) = 1/3
Fh = p (A) x n
= 1 / 3 x60
= 20
Contoh 3
Perusahaan membuat barang dengan peluang barang diproduksi rusak yaitu 0,05. Jika hasil
produsi 1000 barang, berapa jumlah barang yang diproduksi diperkirakan akan rusak ?
Jawab :
fh = p(A) x N
= 0,05 x 1000
= 50
Kesimpulan
Frekuensi harapan itu merupakan suatu frekuensi ataupun jumlah banyaknya percobaan lalu
dikalikan dengan peluang suatu kejadian hingga menghasilkan banyaknya harapan muncul
suatu kejadian tertentu.
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan

Di dalam makalah ini kita dapat mempelajari matematika tentang peluang. Pada bab
peluang, materinya meliputi kaidah pencacahan, permutasi, kombinasi, ekspansi binominal,
ruang sampel, peluang, frekuensi harapan, komplemen dan kejadian majemuk.
Peluang merupakan bagian matematika yang membahas pengukuran tingkat keyakinan
orang akan muncul atau tidak munculnya suatu kejadian atau peristiwa. Ruang sampel adalah
himpunan semua hasil/kejadian yang mungkin terjadi dan dilambangkan dengan S. Di dalam
peluang dikenal ruang sampel dan titik sampel. Permutasi adalah susunan unsur-unsur yang
berbeda dalam urutan tertentu. Kombinasi adalah susunan unsur-unsur dengan tidak
memperhatikan urutannya.
Sifat-sifat peluang, misalnya S suatu ruang sampel dan A suatu kejadian pada ruang
sampel S.
Jika A = Ø maka P (A) = O
Nilai peluang kejadian A, yaitu P (A) berkisar dari O sampai 1 (O ≤ P (A) ≤ 1).
Jika S ruang sampel maka P (S) = 1.

B. Saran
REPORT THIS AD
Dalam peluang yang memiliki pengertian himpunan kemungkinan hasil dari suatu
percobaan. Pastinya perhitungan matematika dengan menggunakan nilai peluang dan
frekuensi harapan digunakan manusia dalam kehidupan sehari-hari dimana kita sering
dihadapkan pada suatu pertanyaan yang tidak diketahui jawabannya tetapi harus dijawab
mungkin atau tidak mungkin. Saran kami peluang itu tidak harus digunakan dalam kegiatan
sehari-hari karena perhitungan menggunakan peluang cukup rumit. Dan sebagian besar
disekitar kita juga ada yang tidak bisa menghitung. Jadi dalam mengetahui sesuatu hal bukan
hanya bisa menggunakan perhitungan peluang saja tetapi bisa juga dengan praktik.