Anda di halaman 1dari 10

MAKALAH EKONOMI & PERBANKAN SYARI’AH

“PRINSIP EKONOMI ISLAM”

Disusun Oleh :
Kelompok 1

Firmansyah Abdul Hakim 1810091510698


Muhammad Aidil Fitrah 1810091510709

Dosen Pengampu :
Mustafa Kamal, SE.Sy, MSI

Prodi Akuntansi
Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Bangkinang
Tahun 2020
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Walaupun pemikiran para pakar tentang ekonomi islam terbagi-bagi ke


dalam beberapa madzhab, namun pada dasarnya mereka setuju dengan prinsip-
prinsip umum yang mendasari ekonomi Islam. Karena prinsip-prinsip ini
membentuk keseluruhan kerangka ekonomi islami, yang jika diibaratkan sebagai
sebuah bangunan dapat divisualisasikan sebagai bangunan ekonomi islami
didasarkan atas lima nilai universal, yakni: Tauhid (Keimanan), ‘Adl (Keadilan),
Nubuwah (Kenabian), Khilafah (Pemerintahan), dan Ma’ad (Hasil). Kelima ini
menjadi dasar inspirasi untuk menyusun proposisi-proposisi dan teori-teori
ekonomi islam.

Namun teori yang kuat dan baik tanpa diterapkan menjadi sistem, akan
menjadikan ekonomi islami hanya sebagai kajian ilmu saja tanpa memberi
dampak pada kehidupan ekonomi. Oleh karena itu, dari kelima nilai-nilai
universal tersebut, dibangunlah menjadi ciri-ciri dan cikal bakal sistem ekonomi
islam. Dari semua prinsip maka diterapkan konsep akhlak. Akhlak menempati
posisi puncak karena inilah yang menjadi tujuan islami dan dakwah para Nabi,
yakni untuk menyempurnakan akhlak manusia. Akhlak inilah yang menjadi
panduan para pelaku ekonomi dan bisnis dalam melakukan aktivitasnya.

1.2 Peta Konsep


Tauhid

Prinsip Dasar Keadilan

Khalifah

Prinsip Ekonomi Tazkiyah Kesimpulan


Islam
Ma’ad & Falah
Islam
Perbandingan Kapitalis
Sosialis

1.3 Rumusan Masalah


1. Apa saja yang menjadi Prinsip Dasar Ekonomi Islam?
2. Bagaimana perbandingan antara Prinsip Ekonomi Islam dengan Ekonomi
Kapitalis dan Sosialis?

1.4 Tujuan Penulisan


1. Memenuhi tugas makalah mata kuliah Ekonomi & Perbankan Syari’ah
2. Memahami Prinsip-prinsip Dasar Ekonomi Islam
3. Dapat membandingkan perbedaan antara Prinsip Ekonomi Islam dengan
Ekonomi Kapitaslis dan Sosialis

Prinsip Ekonomi Islam | 38


PEMBAHASAN
PRINSIP EKONOMI ISLAM

2.1 Prinsip Dasar Ekonomi Islam

Keimanan sangat penting dalam ekonomi Islam karena secara langsung


akan mempengaruhi cara pandang dalam membentuk kepribadian, perilaku, gaya
hidup, selera dan preferensi manusia. Dalam ekonomi Islam sumber daya insani
menjadi faktor terpenting. Manusia menjadi pusat sirkulasi manfaat ekonomi dari
berbagai sumber daya yang ada.

Ekonomi Islam memiliki sifat dasar sebagai ekonomi Rabbani dan


Insani. Disebut ekonomi Rabbani karena sarat dengan arahan dan nilai-nilai
Ilahiyah. Dikatakan ekonomi Insani karena system ekonomi ini dilaksanakan dan
ditujukan untuk kemakmuran manusia. Dalam Ekonomi Islam, berbagai jenis
sumber daya dipandang sebagai pemberian atau titipan Tuhan kepada manusia.
Manusia harus memanfaatkannya seefisien dan seoptimal mungkin dalam
produksi guna memenuhi kesejahteraan secara bersama di dunia yaitu untuk diri
sendiri dan untuk orang lain.

Ekonomi Islam Menurut Beberapa Ulama Ekonomi Islam,


Ekonomi Islam adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang tingkah
laku manusia yang berhubungan dengan kebutuhan dan sumber daya manusia
untuk melaksanakan kewajiban kepada Allah dan masyarakat dan diilhami oleh
nilai-nilai islam. Ekonomi Islam menurut Abdul Mun'in al-Jamal adalah
kumpulan dasar-dasar umum tentang ekonomiyang digali dari al-qur'an al-
karim dan as-sunnah. Menurut Syauqi Al-Fanjari ekonomi islam adalah
aktivitas ekonomi yang diatur sesuai dengan dasar-dasar dan prinsip-prinsip
ekonomi Islam.

Dan dapat disimpulkan bahwa ekonomi islam itu mempunyai dua bagian,
yaitu:
Pertama, bagian yang tetap (tsabit) yang berhubungan dengan prinsip-
prinsip dan dasar ekonomi islam yang dibawa oleh nash-nash Al- qur'an dan
sunnah. Masih banyak dasar-dasar lain yang ada dalam Al-qur'an dan sunnah
yang semuanya disebut dengan istilah dasar-dasar ekonomi ilahiyah (usul
ilahiyah).
Kedua, dan bagian yang berubah (Al-Mutaghaiyar) bagian ini merupakan
metode atau langkah-langkah praktis yang disingkapkan oleh para ulama dari
sumber pokok dan prinsip ekonomi Islam yang ada dalam Al- qur'an dan hadis.
Bagian ini disebut dengan teori ekonomi Islam.(Rozalinda,2014:2-13)

Prinsip Dasar Ekonomi Islam,


1. Tauhid, Prinsip tauhid dalam ekonomi islam sangat esensial
sebab prinsip ini mengajarkan kepada manusia agar dalam
hubungan kemanusiaan (hubungan horizontal), sama
pentingnya dengan hubungan dengan Allah (hubungan
vertikal) dalam arti manusia dalam melakukan aktivitas
ekonominya didasarkan pada keadilan sosial yang
bersumber kepada Al-Qur’an. Lapangan ekonomi (economic

Prinsip Ekonomi Islam | 48


court) tidak lepas dari perhatian dan pengaturan islam.
Islam melandaskan ekonomi sebagai usaha untuk bekal
beribadah kepada-Nya dan yang menjadi landasan ekonomi
islam adalah tauhid ilahiyah. Dengan tauhid yang benar, pelaku
ekonomi menjadikan landasan ketauhidan dalam setiap aktivitasnya.
Dengan tauhid yang benar pula, pelaku ekonomi melakukan aktivitas
ekonomi dengan senantiasa mengingat bahwa pertanggungjawaban yang
hakiki adalah pertanggungjawaban akhirat. Dengan pondasi yang kokoh
ini, diharapkan agar setiap pelaku ekonomi dapat memahami dan
melaksanakan islam secara benar, lalu meyakini bahwa ekonomi islam
tidak terlepas dari islam itu sendiri.

2. Keadilan, adalah salah satu prinsip yang penting dalam


mekanisme perekonomian islam. Bersikap adil dalam
ekonomi tidak hanya didasarkan pada ayat-ayat Al Qur’an
atau Sunnah Rasul tapi juga berdasarkan pada
pertimbangan hukum alam, alam diciptakan berdasarkan
atas prinsip keseimbangan dan keadilan. Adil dalam
ekonomi bisa diterapkan dalam penentuan harga, kualitas
produksi, perlakuan terhadap para pekerja, dan dampak
yang timbul dari berbagai kebijakan ekonomi yang
dikeluarkan. Penegakkan keadilan dan pembasmi bentuk
diskriminasi  telah ditekankan oleh Al-Qur’an, bahkan salah
satu tujuan utama risalah kenabian adalah untuk
menegakkan keadilan. Bahkan Al-Qur’an menempatkan
keadilan sederajat dengan kebajikan dan ketakwaan. Hal ini
didasarkan pada QS. Al-Maidah (5): 8: “hai orang-orang
yang beriman hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu
menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi
dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu
terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku
adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada
taqwa. Dan bertaqwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah
Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan”.

3. Khalifah, Manusia adalah Khilafah (wakil) Tuhan di muka bumi. Manusia


telah dibekali dengan semua karakteristik mental dan spiritual serta materi
untuk memungkinkan hidup dan mengemban misinya secara efektif. Posisi
manusia sebagai khilafah dapat dilihat dalam berbagai ayat Al-Qur’an, QS.
Al-Fatir (35): 39: “Dia-lah yang menjadikan kamu Khilafah-
khilafah di muka bumi. Barangsiapa yang kafir, maka
(akibat) kekafirannya menimpa dirinya sendiri. Dan
kekafiran orang-orang yang kafir itu tidak lain hanyalah
akan menambah kemurkaan pada sisi Tuhannya dan
kekafiran orang-orang yang kafir itu tidak lain hanyalah
akan menambah kerugian mereka belaka”. Nilai mendasari
prinsip kehidupan kolektif manusia, fungsi dan peran utamanya adalah agar
menjaga keteraturan interaksi (mu’amalah) antar kelompok termasuk
bidang ekonomi, dan memastikan bahwa perekonomian suatu negara
berjalan dengan baik tanpa distorsi dan telah sesuai dengan syariah.

Prinsip Ekonomi Islam | 58


4. Tazkiyah, Tazkiyah berarti penyucian (purification). Dalam konteks
pembangunan, proses ini mutlak diperlukan sebelum manusia diserahi
tugas sebagai agen of development. Jikalau proses ini dapat terlaksana
dengan baik, apapun pembangunan dan pengembangan yang dilakukan
oleh manusia tidak akan berakibat kecualu dengan kebaikan bagi diri
sendiri , masyarakat dan lingkungan.

5. Ma’ad dan Falah, Ma’ad secara harfiah berarti kemballi. Maksudnya


manusia akan kembali pada Tuhan untuk mempertanggung jawabkan
perbuatannya, karena kehidupan manusia bukan hanya berlangsung didunia
saja melainkan terus berlajut diakhirat. Dan bisa juga di artikan sebagai
hasil atau imbalan, sesuai dengan kata Imam Ghazali bahwa motif para
pelaku ekonomi adalah untuk mendapatkan keuntungan/profit/laba. Dalam
islam, ada laba/keuntungan di dunia dan ada laba/keuntungan di akhirat.
Oleh karena itu pencapaian adalah suatu hal yang mutlak. Sedangkan Falah
adalah konsep tentang sukses dalam islam. Dalam konsep ini apapun
jenisnya keberhasilan yang dicapai selama didunia akan memberikuan
konstribusi untuk keberhasilan diakhirat kelak selama dalam keberhasilan
ini dicapai dengan petunjuk allah. Oleh karena itu, dalam kacamata islam
tidak ada dikotomi antara usaha-usaha untuk pembangunan didunia ( baik
ekonomi maupun sektor lainnya), dengan persiapan untuk kehidupan
diakhirat nanti.

2.2 Perbedaan Ekonomi Islam, Ekonomi Kapitalis dan Ekonomi Sosialis

1. Sistem Ekonomi Islam

Sistem Ekonomi Islam adalah sekumpulan dasar-dasar umum ekonomi


yang disimpulkan dari Al-Qur’an dan As-Sunnah, dan merupakan bangunan
perekonomian yang di dirikan atas landasan dasar-dasar tersebut yang sesuai
dengan kondisi lingkungan dan masa.

Prinsip-Prinsip Ekonomi Islam:


a. Berbagai sumber daya dipandang sebagai pemberian atau titipan dari
Allah swt kepada manusia.
b. Islam mengakui pemilikan pribadi dalam batas-batas tertentu.
c. Kekuatan penggerak utama ekonomi Islam adalah kerja sama.
d. Ekonomi Islam menolak terjadinya akumulasi kekayaan yang
dikuasai oleh segelintir orang saja.
e. Ekonomi Islam menjamin pemilikan masyarakat dan penggunaannya
direncanakan untuk kepentingan banyak orang.
f. Seorang mulsim harus takut kepada Allah swt dan hari penentuan di
akhirat nanti.
g. Zakat harus dibayarkan atas kekayaan yang telah memenuhi batas
(nisab)
h. Islam melarang riba dalam segala bentuk.

Ciri-ciri Ekonomi Islam:


a. Aqidah sebagai substansi (inti) yang menggerakkan dan
mengarahhkan kegiatan ekonomi

Prinsip Ekonomi Islam | 68


b. Syari’ah sebagai batasan untuk memformulasi keputusan ekonomi
c. Akhlak berfungsi sebagai parameter dalam proses optimalisasi
kegiatan ekonomi

2. Sistem Ekonomi Kapitalis

Kapitalisme adalah sistem perekonomian yang memberikan kebebasan


secara penuh kepada setiap orang untuk melaksanakan kegiatan
perekonomian seperti memproduksi baang, manjual barang, menyalurkan
barang dan lain sebagainya. Dalam sistem ini pemerintah bisa turut ambil
bagian untuk memastikan kelancaran dan keberlangsungan kegiatan
perekonomian yang berjalan, tetapi bisa juga pemerintah tidak ikut campur
dalam ekonomi.
Dalam perekonomian kapitalis setiap warga dapat mengatur nasibnya
sendiri sesuai dengan kemampuannya. Semua orang bebas bersaing dalam
bisnis untuk memperoleh laba sebesar-besarnya. Semua orang bebas
malakukan kompetisi untuk memenangkan persaingan bebas dengan berbagai
cara.

Ciri-ciri sistem ekonomi Kapitalis :


a. Pengakuan yang luas atas hak-hak pribadi
b. Perekonomian diatur oleh mekanisme pasar
c. Manusia dipandang sebagai mahluk homo-economicus, yang selalu
mengejar kepentingann (keuntungan) sendiri
d. Paham individualisme didasarkan materialisme, warisan zaman
Yunani Kuno (disebut hedonisme).

3. Sistem Ekonomi Sosialis

Sosialis adalah suatu sistem perekonomian yang memberikan


kebebasan yang cukup besar kepada setiap orang untuk melaksanakan
kegiatan ekonomi tetapi dengan campur tangan pemerintah. Pemerintah
masuk ke dalam perekonomian untuk mengatur tata kehidupan perekonomian
negara serta jenis-jenis perekonomian yang menguasai hajat hidup orang
banyak dikuasai oleh negara seperti air, listrik, telekomunikasi, gas lng, dan
lain sebagainya.
Sistem ekonomi sosialis adalah suatu sistem ekonomi dengan kebijakan
atau teori yang bertujuan untuk memperoleh suatu distribusi yang lebih baik
dengan tindakan otoritas demokratisasi terpusat dan kepadanya perolehan
produksi kekayaan yang lebih baik daripada yang kini berlaku sebagaimana
yang diharapkan.
Sistem Sosialis (Socialist Economy) berpandangan bahwa kemakmuran
individu hanya mungkin tercapai bila berfondasikan kemakmuran bersama.
Sebagai Konsekuensinya, penguasaan individu atas aset-aset ekonomi atau
faktor-faktor produksi sebagian besar merupakan kepemilikan sosial.

Prinsip Dasar Ekonomi Sosialis


a. Pemilikan harta oleh negara
b. Kesamaan ekonomi
c. Disiplin Politik

Ciri-ciri Ekonomi Sosialis:

Prinsip Ekonomi Islam | 78


a. Lebih mengutamakan kebersamaan (kolektivisme).
b. Peran pemerintah sangat kuat
c. Sifat manusia ditentukan oleh pola produksi

Prinsip Ekonomi Islam | 88


Perbedaan Ketiga Sistem Ekonomi

Mekanisme
Pengambilan
Paham ekonomi Insentif Kepemilikan informasi dan
keputusan
koordinasi
Mutlak Mekanisme
Kapitalisme Material Desentralistik
individual pasar
Individual atas Mekanisme
Material dan Sentralistik dan
Kapitalisme negara pengawasan pasar dan
norma sosial desentralistik
negara negara
Mekanisme
Kapitalisme Material dan Mutlak Sentralistik dan
pasar dan
campuran norma sosial individual desentralistik
negara
Sosialisme Norma sosial Mutlak negara Negara Sentralistik
Individual,
Maslahah
sosial dan Mekanisme Musyawarah
Islam (dunia dan
negara atas pasar yang adil berbasis maslahah
akhirat)
dasar maslahah

Apabila dijabarkan lebih detail tentang kepemilikan maka akan terlihat seperti   tabel
berikut ini:
Indikator Kapitalisme Sosialisme Islam
Sumber kekayaan
Sumber kekayaan Sumber kekayaan
sangat langka
Sumber Kekayaan sangat langka (scarcity alam semesta dari
(scarcity of
of resources) ALLAH SWT
resources)
Untuk mencapai
Kesetaraan
Tujuan Gaya Hidup kemakmuran/success
Kepuasan pribadi penghasilan diantara
Perorangan (Al-Falah), di Dunia
kaum buruh
dan di Akhirat
Allah adalah pemilik
Kepemilikan mutlak Kepemilikan mutlak mutlak, sementara
Sifat kepemilikan
oleh manusia oleh manusia manusia memiliki hak
kepemilikan terbatas.
Pemanfaatan oleh
Manusia bebas Manusia bebas
Hak pemanfaatan manusia mengikuti
memanfaatkannya memanfaatkannya
ketentuan Allah
Hak milik Hak milik individu dan
Prioritas Hak milik individu
kolektif/sosial kolektif dijunjung
kepemilikan dijunjung tinggi
dijunjung tinggi tinggi
Terdapat kewajiban
Individu bebas Negara
Peran individu dan individu-masyarakat-
memanfaatkan mengatur  pemanfaata
negara negara secara
sumber daya n sumber daya
proporsional
Bertumpu pada pasar,
Distribusi Bertumpu pada Bertumpu pada peran
pemerintah, dan
kepemilikan mekanisme pasar pemerintah
langsung oleh al-Quran
Pertanggung jawaban Pertanggung jawaban Pertanggung jawaban
Tanggung jawab kepada diri sendiri kepada publik secara kepada diri, publik dan
pemanfaatan secara ekonomis- ekonomis-teknis Allah di dunia dan
teknis belaka belaka akhirat

Prinsip Ekonomi Islam | 98


PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Dasar ekonomi Islam ada 5, yakni Tauhid, Keadilan, Khilafah, Tazkiyah,


Ma’ad dan Falah. Kapitalisme merupakan suatu sistem ekonomi yang secara
jelas ditandai oleh berkuasanya “kapital”. Ciri dari sistem ekonomi adalah bukan
ekonomi yang tersentral dan setiap individu memiliki kesempatan untuk
melakukan kegiatan ekonomi tanpa dibatasi oleh pemerintah. Sosialisme adalah
‘alianse’ atau keterasingan yang timbul dalam suatu masyarakat kapitalis sebagi
akibat dari eksploitasi kaum proletar oleh kaum borjulis. Setiap individu tidak
memiliki kuasa atas kepemilikan dan segala sistem bersifat terpusat. Sementara
itu sistem ekonomi Islam menganut keduanya dan hanya mengambil sisi positif
dari kedua sistem ekonomi yang telah dijelaskan di atas.
Dalam agama Islam, pemilik mutlak dari alam semesta ini adalah Tuhan
Yang Maha Esa. Allah menciptakan alam semesta ini diciptakan untuk
memenuhi kebutuhan makhluk hidup yang ada di dalamnya. Setiap manusia
memiliki hak untuk memanfaatkan apa yang telah disediakan oleh Tuhan.
Manusia hanya mendapat mandat untuk memanfaatkan dan mengembangkannya
untuk kepentingan kemaslahan manusia (li hifdz al maslahat al ibad).
Aktivitas dalam ekonomi umumnya terdiri dari 3 aktivitas yakni, produksi,
distribusi dan konsumsi. Dalam ekonomi Islam aktivitas pentingnya juga sama
seperti ekonomi lainnya.

Prinsip Ekonomi Islam | 108


DAFTAR PUSTAKA

 http://zakiyatur97.blogspot.com/2018/09/makalah-prinsip-prinsip-ekonomi-islam.html
 https://www.kompasiana.com/nadiaavitasari/5c7c6af9bde5754218180a54/perbandinga
n-antara-ekonomi-islam-dengan-ekonomi-kapitalis-dan-ekonomi-sosialis?page=all
 https://www.kompasiana.com/rinaarsi/5c7c2534677ffb33303f9442/ekonomi-islam-
ekonomi-sosialis-ekonomi-kapitalis-dan-perbandingannya?page=all
 https://www.tokohkita.co/read/20190714/607/ini-perbedaan-sistem-ekonomi-islam-
dengan-kapitalis
 http://ekonomisyariahbmt.blogspot.com/2017/09/perbedaan-sistem-ekonomi-islam-
sosialis.html?m=1
 http://makalahkuindonesia.blogspot.com/2017/12/makalah-prinsip-prinsip-dari-
ekonomi.html
 http://makalahiainkerinci1.blogspot.com/2017/04/prinsip-prinsip-dasar-ekonomi-
islam.html

Prinsip Ekonomi Islam | 118