Anda di halaman 1dari 6

Nadhia Indah Lestari ( 19056 )

TK 1A

TUGAS INDIVIDU KONSEP KEBUTUHAN KESEIMBANGAN SUHU TUBUH

Tugas untuk absen genap

Seorang perempuan berumur 19 tahun dirawat dengan keluhan demam, pusing, mual, dan
lemas. TTV Tekanan darah 100/60 mmHg, Nadi 80x/m, RR 20x/m dan suhu 37,9 derajat celcius.
Rambut pasien tampak kotor, pasien mengatakan sudah 3 hari tidak keramas. Kuku pasien kotor
dan panjang tetapi tidak ingin dipotong. Diagnosa medis typoid. Pertanyaan:

1. Apakah faktor yang mempengaruhi suhu tubuh?


 Kecepatan metabolisme basal
 Rangsangan saraf simpatis
 Hormone pertumbuhan
 Hormone tiroid
 Hormone kelamin
 Peradangan
 Status gizi
 Aktivitas
 Gangguan organ
 Lingkungan

2. Jelaskan gangguan kesehatan akibat perubahan suhu tubuh?


 Kelelahan akibat panas
Kelelahan akibat panas terjadi bila diaforesis yang banyak mengakibatkan
kehilangan cairan dan elektrolit secara berlebihan. Disebabkan oleh lingkungan
yang panas. Tindakan pertama yaitu memindahkan klien ke lingkungan yang
lebih dingin serta memperbaiki keseimbangan cairan dan elektrolit
 Hipertermia
Peningkatan suhu tubuh sehubungan dengan ketidakmampuan tubuh untuk
meningkatkan pengeluaran panas atau menurunkan produksi panas adalah
hipertermia
 Demam
Demam dapat terjadi karena mekanisme pengeluaran panas tidak mampu untuk
mempertahankan kecepatan pengeluaran kelebihan produksi panas, yang
mengakibatkan peningkatan suhu tubuh abnormal. Demam biasanya tidak
berbahaya jika berada pada suhu di bawah 39°C
3. Buatlah asuhan keperawatan dari pengkajian sampai dengan evaluasi pada kasus diatas?
(1 diagnosa aktual)
Pengkajian
Riwayat Keperawatan
 Alasan masuk rumah sakit
Pasien mengatakan keluhan demam, pusing, mual, dan lemas
 Keluhan utama
Demam, pusing,dan mual
 Pemeriksaan fisik
TTV Tekanan darah 100/60 mmHg, Nadi 80x/m , RR 20x/m dan suhu 37,9
derajat celcius. Rambut pasien tampak kotor tetapi tidak ingin dipotong
 Pemeriksaan penunjang
Hasil pemeriksaan medis typoid

Data Fokus

DS :

 Pasien mengeluh demam


 Pasien mengeluh pusing, mual dan lemas

DO :

 TTV Tekanan darah 100/60 mmHg, Nadi 80x/m , RR 20x/m dan suhu 37,9
derajat celcius
 Kulit terasa hangat
 Kulit tampak kemerahan

Analisis Data

Tgl Data Masalah keperawatan Etiologi


2/4/2020 DS : Hipertermia infeksi salmonella
Pasien mengeluh demam thypi
DO :
Kulit terasa hangat, kulit tampak
kemerahan, TTV Tekanan darah
100/60 mmHg, Nadi 80x/m , RR
20x/m dan suhu 37,9 derajat celcius

Diagnosa Keperawatan

 Hipertermia berhubungan dengan infeksi salmonella thypi


DS :
Pasien mengeluh demam
DO :
Kulit terasa hangat, kulit tampak kemerahan, TTV Tekanan darah 100/60 mmHg,
Nadi 80x/m , RR 20x/m dan suhu 37,9 derajat celcius

Rencana Tindakan Keperawatan

No Tgl Diagnosa Keperawatan Tujuan / Kriteria Rencana


Hasil Tindakan
1 2/4/2020 Hipertermia berhubungan dengan Hipertermia teratasi O:
infeksi salmonella thypi setelah dilakukan Memonitor suhu
DS : tindakan tubuh
Pasien mengeluh demam keperawatan 3x24 T:
DO : jam dengan kriteria Memberikan
Kulit terasa hangat, kulit tampak hasil : kompres hangat,
kemerahan, TTV Tekanan darah DS : Berikan cairan
100/60 mmHg, Nadi 80x/m , RR Pasien mengatakan oral
20x/m dan suhu 37,9 derajat sudah tidak panas E:
celcius DO : ajarkan
Suhu tubuh pasien pasien/keluarga
normal 37 derajat dalam mengukur
celcius, kulit tidak suhu
terasa hangat dan K:
kemerahan pada Memberikan obat
kulit hilang antipiretik

Implementasi Keperawatan

Tgl No. Dx Jam Tindakan keperawatan Respon


2/4/2020 D.0130 09.00  Memonitor suhu tubuh  Suhu 37,9 derajat
 Memberikan kompres celcius
hangat  Pasien dikompres
 Berikan cairan oral pake air hangat
 Ajarkan  Pemberian asupan
pasien/keluarga dalam cairan oral,
mengukur suhu sedikitnya 2 liter
 Memberikan obat sehari 3
antipiretik  Sudah
mengajarkan
pasien/keluarga
mengukur suhu
tubuh
 Pemberikan obat
sesuai dosis sudah
diberikan
3/4/2020 D.0130 08.55  Memonitor suhu tubuh  Suhu 37,7 derajat
 Memberikan kompres celcius
hangat  Pasien dikompres
 Berikan cairan oral pake air hangat
 Ajarkan  Pemberian asupan
pasien/keluarga dalam cairan oral,
mengukur suhu sedikitnya 2 liter
 Memberikan obat sehari 3
antipiretik  Sudah
mengajarkan
pasien/keluarga
mengukur suhu
tubuh
 Pemberikan obat
sesuai dosis sudah
diberikan
4/4/2020 D.0130 09.30  Memonitor suhu tubuh  Suhu 37 derajat
 Memberikan kompres celcius
hangat  Pasien sudah tidak
 Berikan cairan oral dikompres
 Ajarkan  Pemberian asupan
pasien/keluarga dalam cairan oral,
mengukur suhu sedikitnya 2 liter
Memberikan obat sehari 3
antipiretik  Sudah
mengajarkan
pasien/keluarga
mengukur suhu
tubuh
 Sudah tidak
diberikan obat

Evaluasi

No . Dx Hari / Tgl/ Jam Evaluasi Hasil ( SOAP ) ( Mengacu dengan tujuan )


D.0130 Sabtu / 4-4-2020/ 09.30 S:
Pasien mengatakan sudah tidak demam lagi
O:
Suhu tubuh pasien 37 derajat celcius, kulit tidak terasa
hangan dan tidak tampak kemerahan
A:
Masalah Teratasi
P:
Intervensi dihentikan

Referensi

 SDKI, DPP & PPNI. 2016. Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia: definisi dan
indicator diagnostik (edisi I ). Jakarta. DPPPPNI.
 Wahid A, Wahyudi A S. 2016. Buku Ajar Ilmu Keperawatan Dasar. Jakarta. Mitra
Wacana Medis.
 Kusuma S Y, Latifin K. 2014. Panduan Dasar Klinik Keperawatan. Malang . Gunung
Samudera.