Anda di halaman 1dari 11

Nadhia Indah Lestari ( 19056 )

TK 1A

Seorang perempuan berumur 20 tahun dirawat dengan keluhan demam, pusing, mual dan
lemas. Saat dilakukan pemeriksaan fisik didapatkan konjungtiva anemis, kekuatan otot 3, TTV
Tekanan darah 90/60 mmHg, Nadi 60x/m, RR 20x/m dan suhu 39,6 derajat celcius. Kegiatan
sehari-hari pasien seperti mandi dibantu oleh perawat dan keluarga, jika ingin kekamar mandi
merasa pusing sehingga pasien didampingi keluarga. Pasien tidak napsu makan. BB saat ini 44
kg dengan TB 145 cm. Hasil pemeriksaan lab didapatkan Hb 9,0 gr/dl.

Pertanyaan:

1. Jelaskan sistem tubuh yang berperan dalam kebutuhan aktivitas?


 Tulang
Tulang merupakan organ yang memiliki berbagai fungsi, yaitu fungsi mekanis
untuk membentuk rangka dan tempat melekatnya berbagai otot, fungsi sebagai
tempat penyimpanan mineral khususnya kalsium dan fosfor yang bisa dilepaskan
setup saat susuai kebutuhan, fungsi tempat sumsum tulang dalam membentuk sel
darah, dan fungsi pelindung organ-organ dalam.
 Otot dan Tendon Otot
Otot dan Tendon memiliki kemampuan berkontraksi yang memungkinkan tubuh
bergerak sesuai dengan keinginan. Otot memiliki origo dan insersi tulang, serta
dihubungkan dengan tulang melalui tendon yang bersangkutan, sehingga
diperlukan penyambungan atau jahitan agar dapat berfungsi kembali.
 Ligamen
Ligamen merupakan bagian yang menghubungkan tulang dengan tulang.
Ligament bersifat elastic sehingga membantu fleksibilitas sendi dan mendukung
sendi. Ligamen pada lutut merupakan struktur penjaga stabilitas, oleh karena itu
jika terputus akan mengakibatkan ketidakstabilan.
 Sistem saraf
Terdiri atas sistem saraf pusat (otak dan modula spinalis) dan sistem saraf tepi
(percabangan dari sistem saraf pusat). Setiap saraf memiliki somatic dan otonom.
Bagian somatic memiliki fungsi sensorik dan motorik. Terjadinya kerusakan pada
sistem saraf pusat seperti pada fraktur tulang belakang dapat menyebabkan
kelemahan secara umum, sedangkan kerusakan saraf tepi dapat mengakibatkan
terganggunya daerah yang diinervisi, dan kerusakan pada saraf radial akan
mengakibatkan drop hand atau gangguan sensorik pada daerah radial tangan.
 Sendi
Sendi merupakan tempat dua atau lebih ujung tulang bertemu. Sendi membuat
segmentasi dari rangka tubuh dan memungkinkan gerakan antar segmen dan
berbagai derajat pertumbuhan tulang. Terdapat beberapa jenis sendi, misalnya
sendi synovial yang merupakan sendi kedua ujung tulang berhadapan dilapisi oleh
kartilago artikuler, ruang sendinya tertutup kapsul sendi dan berisi cairan
synovial. Selain itu, terdapat pula sendi bahu, sendi panggul, lutut, dan jenis sendi
lain sepertii sindesmosis, sinkondrosis dan simpisis.

2. Apakah yang dimaksud perubahan intoleransi aktivitas?


Perubahan intoleransi aktivitas merupakan ketidakcukupan energi psikologis atau
fsiologis untuk melanjutkan atau menyelesaikan aktiftas kehidupan sehari – hari yang
harus ingin dilakukan.
3. Hitung IMT pasien tersebut!
Rumus IMT :
𝐵𝑒𝑟𝑎𝑡 𝑏𝑎𝑑𝑎𝑛/𝑚𝑎𝑠𝑠𝑎(𝑘𝑔)
Indeks masa tubuh : 𝑡𝑖𝑛𝑔𝑔𝑖 𝑏𝑎𝑑𝑎𝑛 2 (𝑚𝑒𝑡𝑒𝑟)
44 𝑘𝑔
: 1,452 𝑚
44 𝑘𝑔
: 2,1

: 20,9 ( ideal)

4. Buatlah asuhan keperawatan dari pengkajian sampai dengan evaluasi pada kasus diatas?
Pengkajian
Riwayat Keperawatan
 Alasan masuk rumah sakit
Pasien mengatakan keluhan demam, pusing, mual, dan lemas sehingga sulit
beraktivitas dan tidak nafsu makan
 Keluhan utama
Demam, pusing,dan mual
 Pemeriksaan fisik
pemeriksaan fisik didapatkan konjungtiva anemis,kekuatan otot 3, TTV Tekanan
darah 90/60 mmHg, Nadi 60x/m, RR 20x/m dan suhu 39,6 derajat celcius, BB
saat ini 44 kg dengan TB 145 cm
 Pemeriksaan penunjang
Hasilpemeriksaan lab didapatkan Hb 9,0 gr/dl

Data Fokus

DS :

 Pasien mengeluh demam


 Pasien mengeluh pusing, mual dan lemas
 Pasien tidak nafsu makan

DO :

 Konjungtiva anemis
 Kekuatan otot 3
 TTV Tekanan darah 90/60 mmHg, Nadi 60x/m, RR 20x/m dan suhu 39,6 derajat
celcius
 BB saat ini 44 kg dengan TB 145 cm
 Kulit terasa hangat
 Kulit tampak kemerahann
 Nafsu makan menurun
 Pucat
 Sering meludah

Analisis Data
TGL DATA MASALAH ETIOLOGI
KEPERAWATAN
25/ DS : Hipertermia Peningkatan laju
3/ Pasien mengeluh panas metabolisme
/2020 DO :
kulit terasa hangat, kulit tampak
kemerahan, TTV Tekanan darah
90/60 mmHg, Nadi 60x/m, RR
20x/m dan suhu 39,6 derajat
celcius
25/ DS : Difisit Nutrisi Faktor psikologis
3/ Pasien tidak nafsu makan keenganan untuk
/2020 DO : makan
Pucat, BB 44 Kg
25/ DS : Mobilitas Fisik Penurunan
3/ Pasien mengeluh lemas dan pasien kekuatan otot
/2020 membutuhkan bantuan orang lain
saat beraktivitas.
DO :
Kekuatan otot 3
25/ DS: Nausea Distensi lambung
3/ Pasiel mengeluh mual
/2020 DO :
konjungtiva anemis, sering
meludah

Diagnosa Keperawatan
 Hipertermia berhubungan dengan peningkatan laju metabolism
DS : Pasien mengeluh panas
DO : kulit terasa hangat, kulit tampak kemerahan, TTV Tekanan darah 90/60
mmHg, Nadi 60x/m, RR 20x/m dan suhu 39,6 derajat celcius
 Defisit nutrisi berhubungan dengan faktor psikologis keenganan untuk makan
DS : Pasien tidak nafsu makan
DO : Pucat, BB 44 Kg
 Gangguan mobilitas fisik berhubungan dengan penurunan kekuatan otot
DS : Pasien mengeluh lemas dan pasien membutuhkan bantuan orang lain saat
beraktivitas.
DO : Kekuatan otot 3
 Nausea berhubungan dengan distensi lambung
DS: Pasiel mengeluh mual
DO : Konjungtiva anemis, sering meludah

Rencana Tindakan Keperawatan

NO TGL DIAGNOSA TUJUAN/ KRITERIA RENCANA


KEPERAWATAN HASIL TINDAKAN
1 25/ 3/ Hipertermia berhubungan Hipertermia teratasi O:
/2020 dengan peningkatan laju setelah dilakukan tindakan Memonitor suhu
metabolism keperawatan dengan tubuh
DS : Pasien mengeluh kriteria hasil : T:
panas DS : Sediakan
DO : kulit terasa hangat, Pasien mengatakan sudah lingkungan
kulit tampak kemerahan, tidak panas yang dingin,
TTV Tekanan darah 90/60 DO : lakukan
mmHg, Nadi 60x/m, RR Suhu tubuh pasien 37 kompres
20x/m dan suhu 39,6 derajat celcius, kulit tidak E:
derajat celcius terasa hangan dan tidak Anjurkan
tampak kemerahan minum yang
cukup
K:
Kolaborasi
pemberian
cairan dan obat
antipiretik
2 25/ 3/ Defisit nutrisi berhubungan Difisit nutrisi teratasi O:
/2020 dengan faktor psikologis tindakan keperawatan Monitor berat
keenganan untuk makan selama 1x24 jam dengan badan dan
DS : Pasien tidak nafsu kriteria hasil : asupan makan
makan DS : T:
DO : Pucat, BB 44 Kg Pasien kembali nafsu Memberikan
makan makanan tinggi
DO : kalori dan tinggi
Pasien tidak tampak pucat protein
E:
Anjurkan posisi
duduk
K:
Kalaborasi ahli
gizi untuk
mementukan
nutrisi yang
dibutuhkan
3 25/ 3/ Gangguan mobilisasi fisik Gangguan mobilisasi fisik O:
2020 berhubungan dengan teratasi setelah dilakukan Monitor kondisi
penurunan kekuatan otot keperawatan selama 1x24 umum selama
DS : Pasien mengeluh jam dengan kriteria hasil : melakukan
lemas dan pasien DS: mobilisasi
membutuhkan bantuan Pasien mengatakan tidak T:
orang lain saat beraktivitas. terlalu lemas untuk Libatkan
DO : Kekuatan otot 3 beraktivitas keluarga untuk
DO : membantu
Pasien sudah bisa duduk paisen dalam
dan berdiri sendiri meningkatkan
pergerakan
E:
Anjurkan
mobilisasi
sederhana yang
harus dilakukan
(mis. Duduk)
4 25/ 3/ Nausea berhubungan Nasea berkurang setelah O:
2020 dengan distensi lambung dilakukan keperawatan 1x monitor mual
DS: Pasiel mengeluh mual 24 jam dengan kriteria T:
DO : Konjungtiva anemis, hasil Berikan
sering meludah DS : makanan dalam
Pasien mengatakan mual jumlah kecil
berkurang dan menarik
DO : E:
Pasien tidak sering Anjurkan
meludah dan tidak istirahat dan
terdapat konjungtiva tidur yang
anemis cukup
K:
Kolaborasi
pemberian
antlemetik

Implementasi Keperawatan

TGL NO.DX JAM TINDAKAN KEPERAWATAN RESPON PARAF


DAN
NAMA
26/ D.0076 09.00 -Monitor mual DS :
3/ WIB -Berikan makanan dalam jumlah Pasien
2020 kecil dan menarik mengatakan
-Anjurkan istirahat dan tidur sudah tidak
yang cukup terlalu mual
-Kolaborasi pemberian DO :
antlemetik Pasien
tampak
jarang
meludah
dan tidak
konjungtiva
anemis
26/ D.0032 10.00 -Monitor berat badan dan asupan DS :
3/ WIB makan Pasien
2020 -Memberikan makanan tinggi mengatakan
kalori dan tinggi protein sudah mulai
-Anjurkan posisi duduk nafsu makan
-Kalaborasi ahli gizi untuk DO :
mementukan nutrisi yang Pasien
dibutuhkan sudah tidak
pucat
26/ D.0130 11.00 -Memonitor suhu tubuh DS :
3/ WIB -Sediakan lingkungan yang Pasien
2020 dingin, lakukan kompres jika mengatakan
perlu sudah tidak
-Anjurkan minum yang cukup panas
-Kolaborasi pemberian cairan DO :
dan obat antipiretik Suhu tubuh
pasien 37
derajat
celcius,
kulit tidak
terasa
hangan dan
tidak
tampak
kemerahan
26/ D.00054 12.00 -Monitor kondisi umum selama DS:
3/ WIB melakukan mobilisasi Pasien
2020 -Libatkan keluarga untuk mengatakan
membantu paisen dalam tidak terlalu
meningkatkan pergerakan lemas untuk
-Anjurkan mobilisasi sederhana beraktivitas
yang harus dilakukan (mis. DO :
Duduk Pasien
sudah bisa
duduk dan
berdiri
sendiri

Evaluasi

NO.DX HARI/ TGL/ EVALUASI HASIL ( SOAP ) PARAF


JAM (MENGACU PADA TUJUAN) DAN
NAMA
D.0076 Jumat/27-3- S:
2020 Pasien mengatakan sudah tidak terlalu
mual
O:
Pasien tampak jarang meludah dan tidak
konjungtiva anemis
A:
Nausea teratasi
P:
Intervensi dihentikan
D.0032 Jumat/27-3- S:
2020 Pasien mengatakan sudah mulai nafsu
makan
O:
Pasien sudah tidak pucat
A:
Masalah keperawatan teratasi
P:
Intervensi dihentikan
D.0130 Jumat/27-3- S:
2020 Pasien mengatakan sudah tidak panas
O:
Suhu tubuh pasien 37 derajat celcius, kulit
tidak terasa hangan dan tidak tampak
kemerahan
A:
Hipertermia teratasi
P:
Intervensi dihentikan
D.00054 Jumat/27-3- S:
2020 Pasien mengatakan tidak terlalu lemas
untuk beraktivitas
O:
Pasien sudah bisa duduk dan berdiri sendiri
A:
Mobilisasi fisik teratasi
P:
Intervensi dihentikan
REFERENSI

 SDKI, DPP & PPNI. 2016. Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia: definisi dan
indicator diagnostik (edisi I ). Jakarta. DPPPPNI.
 Wahid A, Wahyudi A S. 2016. Buku Ajar Ilmu Keperawatan Dasar. Jakarta. Mitra
Wacana Medis
 Mubarak, Wahit Iqbal.2017.Buku ajar kebutuhan dasar manusia : teori & aplikasi dalam
praktek.Jakarta:EGC.
 Darmayanti I K, Ardhiyanti R, Pitriani R. 2014. Keterampilan Dasar Kebidanan I.
Yogyakarta. CV Budi Utama