Anda di halaman 1dari 10

KUIS PRA UTS FARMAKOLOGI

JAKARTA 2019

I Pilih dan beri tanda silang (X) pada pilihan jawaban yang dianggap paling
Tepat
1. Konsep dasar ilmu Farmakologi yang mempelajari kegiatan obat terhadap tubuh
organisme hidup yang mencakup semua efek yang dilakukan oleh obat terhadap
tubuh terutama cara dan mekanisme kerjanya, reaksi fisiologi, serta efek terapi
yang ditimbulkannya adalah:
A. Farmakokinetika B. Farmakoterapeutika
C. Farmakognosa D. Farmakodinamika E. Toksikologi

2. Ruang lingkup Farmakologi terutama meliputi:


A. Farmakokinetik B. Farmakodinamik
C. Farmakognosis D. Farmakoterapeutik E. Semua benar

3. Farmakokinetik meliputi proses proses yang termasuk di dalamnya adalah:


A. Absorpsi B. Ekskresi (atau eliminasi).
C. Metabolisme D. Distribusi E. Semua benar

4. Dalam Farmakologi, cabang ilmu yang menyelidiki semua interaksi antara obat dan
tubuh manusia khususnya, serta penggunaannya pada pengobatan penyakit disebut:
A. Toksikologi B. Farmakoterapeutika
C. Farmakologi Klinis D. Farmakognosa E. Farmakokinetika

5. Pada fase mana dari farmakokinetika yang akan mengalami abnormalitas, pada pasien
dengan sirosis hepatik?
A. ekskresi B. absorbsi
C. distribusi D. metabolism E. Eliminasi

6. Efek terapeutik obat didefinisikan juga sebagai sebuah konsekuensi dari suatu
penanganan medis, di mana hasilnya dapat dikatakan bermanfaat atau malah tidak
diharapkan. Efek yang tidak diharapkan ini disebut:
A. Sekunder B. Efek tertier
C. Efek primer D. Efek psikologis E. efek samping.

7. Setiap obat dalam dosis yang cukup tinggi dapat bekerja sebagai racun dan merusak
organisme.
A. Sola dosis facit venenum B. Generatiospontanea
C. Omne vivum ex ovo D. Abiogenesis E. Fostulatio

8. Konsep dasar Farmakologi yang menelaah penggunaan obat untuk mengobati penyakit atau
gejalanya, berdasarkan atas pengetahuan tentang hubungan antara khasiat obat dan sifat
fisiologi atau mikrobiologinya di satu pihak dan penyakit di pihak lain adalah:
A. Farmakokinetik B. Farmakodinamik
C. Farmakognosis D. Farmakoterapeutik E. Toksikologi
9. Kebanyakan obat oral diabsorpsi di usus halus melalui kerja permukaan vili mukosa yang
luasAbsorpsi obat dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu:
A. Aliran darah B. Rasa nyeri dan stres,
C. Kelaparan dan makanan D. pH. E. Semua benar

10 Ada 4 kategori kerja obat, yaitu perangsangan atau penekanan, penggantian, pencegahan atau
membunuh organisme dan iritasi. Obat - obat yang mencegah atau membunuh organisme
atau menghambat pertumbuhan sel bakteria adalah kerja obat yang bersifat:
A. Restorative B. Curativer
C. Konfulsif D. Aditif E. Suportif

11 Morphin atau Aspirin digunakan untuk mengurangi rasa nyeri. Adalah jenis obat yang
bersifat mengurangi gejala penyakit tetapi tidak berpengaruh terhadap penyakit itu sendiri.
Efek terapeutik dari kedua jenis obat tersebut bersifat:
A. Paliative B. Curativer
C. Konfulsif D. Aditif E. Suportif

12 Thyroxine untuk hypothryroidism dan Insulin untuk penderita diabetes mellitus adalah dua
jenis obat yang memiliki efek terapeutik yang bersifat:
A. Paliative B. Curativer
C. Subtitutive D. Aditif E. Suportif

13 Obat yang dapat membunuh parasit dan kuman di dalam tubuh si sakit, dimana obat ini
memiliki kegiatan farmakodinamika yang sangat kecil terhadap organisme penderita dan
berkhasiat sangat besar membunuh sebanyak mungkin parasit (cacing, protozoa) dan
mikroorganisme (bakteri, virus). Obat-obatan tersebut termasuk jenis obat yang bersifat:
A. Farmakodinamis B. Obat Kemoterapeutis
C. Antibiotika D. Obat diagnotis E. Curative

14 Barium sulfat digunakan untuk mengenal penyakit pada saluran lambung-usus dan Natrium
propanoat digunakan untuk saluran empedu dan asam iod organik lainnya. Kedua jenis obat
tersebut merupakan obat pembantu untuk melakukan pengenalan penyakit. Obat-obatan
tersebut termasuk jenis obat:
A. Farmakodinamis B. Obat Kemoterapeutis
C. Antibiotika D. Obat diagnotis E. Curative

15 Interaksi obat sukar diperkirakan karena :


A. Dokumentasinya masih sangat kurang
B. Kurangnya pengetahuan akan mekanisme dan kemungkinan terjadi interaksi obat.
C. Kejadian atau keparahan interaksi obat dipengaruhi oleh variasi individual,
D. Dipengaruhi oleh factor lain seperti faktor penyakit tertentu .
E. Semua benar
16. Interaksi farmakokinetik terdiri dari:
A. Absorpsi B. Distribusi
C. Metabolisme D. Ekskresi E. Semua benar
17 Suatu obat dapat juga menghambat metabolisme obat lain, memperpanjang atau
meningkatkan aksi obat lain. Alopurinol mengurangi produksi asam urat melalui
penghambatan Enzim:
A. Xantin oksidase, B. Xantin reduktase
C. Xantin tranferase D. Xantin isomerase E. Xantinase

18 Interaksi obat dapat terjadi pada beberapa obat terutama yang diberikan secara oral secara
bersamaan. Jika obat A menimbulkan efek terapi = 1 dan obat B menimbulkan efek terapi =
1, jika kedua jenis obat tersebut diberikan bersamaan secara oral, efek terapi kombinasi dari
kedua obat tersebut menjadi = 2. Kombinasi dari kedua obat tersebut merupakan interaksi
obat yang bersifat:
A. Interaksi Sinergis B. Interaksi Aditif
C. Interaksi Antagonis D. Interaksi suportif E. Interaksi Faliatif

19 Absorpsi obat terjadi melalui transport pasif maupun aktif. Pada transport aktif terjadi
perpindahan obat melawan gradien konsentrasi dan membutuhkan energi, sedangkan
transport pasif terjadi perpindahan obat dari konsentrasi yang tinggi ke yang lebih rendah
melalui proses:
A. Pinositosis B. Difusi
C. Osmosis D. Karier protein E. Fagositosis

20 Bila dua atau lebih obat yang sangat terikat protein digunakan bersama-sasam, terjadi
kompetisi pengikatan pada tempat yang sama, yang mengakibatkan terjadi penggeseran salah
satu obat dari ikatan dengan protein, hal ini akan menyebabkan:
A. Terjadi peningkayan efek terapi obat
B. Terjadi penurunan efek terapi obat
C. Terjadi peningkatan absorpsi obat
D. Terjadi peninggatan kadar obat bebas dalam darah.
E. Terjadi peningkatan metabolism obat

21 Interaksi obat dapat terjadi pada beberapa obat terutama yang diberikan secara oral secara
bersamaan. Jika obat A menimbulkan efek terapi = 1 dan obat B menimbulkan efek terapi =
1, jika kedua jenis obat tersebut diberikan bersamaan secara oral, efek terapi kombinasi dari
kedua obat tersebut menjadi = 3. Kombinasi dari kedua obat tersebut merupakan interaksi
obat yang bersifat:
A. Interaksi Sinergis B. Interaksi Aditif
C. Interaksi Antagonis D. Interaksi suportif E. Interaksi Faliatif

22 Berikut ini merupakan pernyataan yang tepat tentang efek samping obat
A. Semua efek samping obat membahayakan
B. Semua efek samping suatu obat tidak diinginkan
C. Reaksi merugikan baik ringan maupun berat yang tidak diinginkan
D. Efek samping obat kadang diinginkan
E. Efek samping obat selalu tidak diinginkan
23 Interaksi obat dapat terjadi pada beberapa obat terutama yang diberikan secara oral secara
bersamaan. Jika obat A menimbulkan efek terapi = 1 dan obat B menimbulkan efek terapi =
1, jika kedua jenis obat tersebut diberikan bersamaan secara oral, efek terapi kombinasi dari
kedua obat tersebut menjadi = 0. Kombinasi dari kedua obat tersebut merupakan interaksi
obat yang bersifat:
A. Interaksi Sinergis B. Interaksi Aditif
C. Interaksi Antagonis D. Interaksi suportif E. Interaksi Faliatif

24 Waktu paruh, (t1/2) suatu obat adalah waktu yang dibutuhkan oleh separuh konsentrasi obat
untuk dieliminasi. Suatu obat akan melalui beberapa kali waktu paruh sebelum lebih dari
90% obat itu dieliminasi. Jika suatu obat yang diberikan mengandung 120 mg Paracetamol
yang memiliki waktu paruh 3 jam maka setelah 6 jam akan tersisa sebanyak
A. 30 mg B. 15 mg
C. 60 mg D. 40 mg E. 7,5 mg

25 Obat-obat yang cenderung berinteraksi pada proses distribusi adalah obat-obat yang :
A. Terikat protein tinggi ( lebih dari 90%) dan terikat pada jaringan
B. Volume distribusi yang kecil
C. Rasio eksresi hepatic yang rendah dan rentang terapetik yang sempit
D. Mempunyai onset aksi yang cepat dan digunakan secara intravena
E. Semua benar

26 Buku resmi yang ditetapkan hukum dan memuat standarisasi obat-obat penting serta
persyaratannya akan identitas, kadar kemurnian, dan sebagainya, begitu pula metode analisa
dan resep sediaan farmasi adalah:
A. Buku Resep B. Buku Rekammedis.
C. Farmakope D. Diagnosis E. Buku Obat

27 Obat milik suatu perusahaan dengan nama khas yang dilindungi hukum, yaitu memiliki nama
merk pabrik, terdaftar atau proprietary name.di sebut obat:
A. Obat Generik B. Obat paten atau spesialite 
C. Kemoterafik D. Herbalik E. Narkotik

28 Kapsul adalah sediaan padat yang terdiri dari obat dalam cangkang keras atau lunak yang
dapat larut, digunakan untuk pemakaian oral. Keuntungan/tujuan sediaan kapsul yaitu:
A. Menutupi bau dan rasa yang tidak enak
B. Menghindari kontak langsung dengan udara dan sinar matahari
C. Bentuk dan warna cangkang yang bervariasi
D. Dapat untuk 2 sediaan yang tidak tercampur secara fisis (income fisis)
E. Semua benar

29 Keuntungan/tujuan sediaan kapsul yaitu:


A. Menutupi bau dan rasa yang tidak enak
B. Menghindari kontak langsung dengan udara dan sinar matahari
C. Bentuk dan warna cangkang yang bervariasi
D. Dapat untuk 2 sediaan yang tidak tercampur secara fisis (income fisis)
E. Semua benar

30 Sediaan padat dalam berbagai bobot dalam bentuk yang diberikan melalui rectal, vagina atau
uretra, umumnya meleleh, melunak atau melarut pada suhu tubuh, merupakan sediaan obat
berbentuk:
A. Kaplet B. Kapsul
C. Supositoria D. Pil E. Eliksir

31 Sediaan obat yang didesain untuk terapi dengan efek lokal pada bagian anal (contoh:
hemorrhoid) atau vaginal (contoh: candidiasis), dengan efek sistemik sebagai alternatif
pengobatan melalui anal bagi pasien yang tidak kooperatif terhadap pengobatan oral
(keadaan pingsan atau mengalami emesis) adalah sediaan obat berbentuk:
A. Kaplet B. Kapsul
C. Tincture D. Supositoria E. Emulsi

32 Efek terapeutik dari suatu obat disebut juga efek yang diinginkan, adalah efek yang utama
yang dimaksudkan yakni alasan obat diresepkan. Obat yang memiliki efek mengurangi
gejala penyakit tetapi tidak berpengaruh terhadap penyakit itu sendiri. (Contoh: Morphin
sulfat atau Aspirin untuk rasa nyeri) merupakan obat memiliki efek terapeutik yang bersifat:
A. Supportive B. Paliative
C. Currative D. Subtitutive E. Restorative

33 Ahli Farmakologi yang dinobatkan sebagai Bapak Farmakologi Amerika (The Father of
American Pharmacology) adalah:
A. John J. Abel B. Rudolf Buchheim
C. Oswald Schmiedeberg D. Bernhard Naunyn E. Dioscorides

34 pH urin mempengaruhi ekskresi obat. Urin yang basa akan meningkatkan eliminasi obat-
obat yang bersifat asam lemah. Obat-obatan dibawah ini yang eliminasinya lebih cepat
akibat dari urin yang bersifat asam kecuali:
A. Milanta B. Aspirin
C. Promag D. Antasid E. Tidak ada

35 Banyaknya suatu obat yang dapat dipergunakan atau diberikan kepada seorang penderita baik
untuk dipakai sebagai obat dalam maupun obat luar adalah:
A. Indikasi B. Kontraindikasi
C. Dosis (takaran) D. Diagnosis E. Waktu paruh

36 Jika seorang klien mendapat 650 mg aspirin (miligram) dan waktu paruhnya adalah 3 jam,
maka hal tersebut memiliki makna ...
A. Obat memiliki efek terapetik puncak setelah 3 jam
B. Obat memiliki efek terapetik puncak selama 3 jam
C. Perlu waktu 3 jam untuk waktu paruh pertama untuk mengeliminasi 325 mg
D. Perlu waktu 3 jam untuk mengeliminasi 650 mg aspirin
E. Pemberian selanjutnya dilakukan setelah 3 jam
37 Dosis (takaran) yang terbesar yang dapat diberikan kepada orang dewasa untuk pemakaian
sekali dan sehari tanpa membahayakan adalah:
A, Dosis minimum B. Dosis lazim
C. Dosis maksimum D. Dosis optimal E. Dosis umum

38 Penggolongan obat dilakukan guna untuk meningkatkan keamanan serta ketepatan


pemakaian atau penggunaan dan pengamanan distribusi obat Penggolongan obat diatur
dalam: 
A. Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor : 917/Menkes/Per/X/1993.
B. Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor : 917/Menkes/Per/X/1983
C. Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor : 017/Menkes/Per/X/1983
D. Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor : 917/Menkes/Per/X/2003
E. Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor : 017/Menkes/Per/X/1993

39 Dibawah ini adalah jenis jenis obat yang digolongkan berdasarkan tujuan terapinya :
A. Obat Diagnotis B. Obat Farmakodinamis
C. Obat Chemoterapeutika D. Obat substitusi E. Semua benar

40 Dibawah ini adalah jenis jenis obat yang digolongkan berdasarkan ijin edarnya (Jenis /
Undang-undang) :
A. Obat Bebas dan Obat Bebas terbatas B. Obat Keras
C. Obat Psikotropika D. Obat Narkotika E. Semua benar

41 Golongan Obat yang mengandung zat aktif yang relative aman dan memiliki efek samping
yang rendah selama dikonsumsi sesuai dengan petunjuk dan dosis yang tertera pada kemasan
atau merupakan obat yang dapat dibeli di toko-toko obat atau apotek tanpa harus
menggunakan resep dokter. Adalah obat dari golongan:
A. Obat Bebas B. Obat Bebas terbatas
C. Obat Keras D. Obat Psikotropika E. Obat Narkotika

42 Obat yang dimaksudkan berbahaya jika pemakaiannya tidak berdasarkan resep dokter karena
dikhawatirkan dapat memperparah penyakit, meracuni tubuh, bahkan menyebabkan
kematian, dimana pada kemasannya ditandai dengan lingkaran merah bergaris tepi
hitam yang terdapat huruf K didalamnnya. Adalah jenis obat dalam golongan:
A. Obat Bebas B. Obat Bebas terbatas
C. Obat Keras D. Obat Psikotropika E. Obat Narkotika

43. Yang termasuk golongan obat keras adalah:


A. Antibiotik, seperti: Penisilin, Tetrasiklin, Sefalosporin, Ampisilin dan lain sejenisnya
B. Obat_obatan yang mengandung hormon, seperti obat penenang obat diabetes
C. Psikotropika
D. Obat Generik dan Obat Wajib Apotek
E. Semua benar
44 Golongan obat yang memberikan efek terapi mempengaruhi susunan sistem saraf pusat
(SPP) sehingga dapat menimbulkan perubahan yang khas terhadap mental dan perilaku bagi
orang yang mengonsumsinya. Juga dapat menyebabkan halusinasi, gangguan pada cara
berpikir, mengurangi rasa nyeri dan sakit, serta dapat menimbulkan ketergantungan bagi
pemakainya. Adalah jenis obat dalam Golongan:
A. Obat Bebas B. Obat Bebas terbatas
C. Obat Keras D. Obat Psikotropika E. Obat Narkotika

45 Diazepam, Bromazepam, Allobarbital, Nitrazepam, dan sebagainya merupakan obat yang


sangat banyak digunakan untuk tujuan ilmu pengetahuan dan terapi. Selain itu juga
berkhasiat dalam pengobatan dan memiliki potensi menimbulkan sindrom ketergantungan
yang ringan. Contoh obat-obatan di atas termasuk obat dari golongan:
A. Narkotika B. Psikotropika Golongan IV
C. Psikotropika Golongan I D. Psikotropika Gololongan III
E. Psikotropika Golongan II

46 Menurut UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, Opium mentah, Ganja maupun


Heroina adalah narkotika yang hanya digunakan dalam kepentingan pengembangan ilmu
pengetahuan, tidak dapat dipakai dalam terapi, dan memiliki potensi yang sangat tinggi guna
menimbulkan ketergantungan. Oleh karena itu Narkotika tersebut masuk dalam golongan:
A. Narkotika Golongan I B. Narkotika Golongan II
C. Narkotika Golongan III D. Narkotika Golongan IV
E. Golongan obat Psikotropika

47 Dosis ( takaran ) yang harus diberikan selanjutnya setelah tercapai kejenuhan untuk
memelihara kerja sertakonsentrasi jaringanyang sudah berusia lanjut, maka pemberian dosis
lebih kecil dari dosis dewasa. Dosis ini disebut:
A. Dosis lazim B. Dosis maksimal
C. Dosis pemeliharaan D. Dosis minimal E. Dosis awal

48 Diketahui dosis terapi untuk orang dewasa pada obat Phenobarbital adalah 15-30 mg/dosis,
maka dosis terapi untuk anak umur 4 tahun menurut perhitungan rumus YOUNG : ( n / (n +
12) ) x dosis maksimal dewasa, adalah:
A. = 3mg –7mg/kali B. = 2 mg-4mg/kali
C. = 4mg – 5mg/kali D. = 3,75mg–7,5mg/kali
E. = 2,5mg – 4,5mg/kali

49 Diketahui dosis terapi untuk orang dewasa pada obat Phenobarbital adalah 15-30 mg/dosis,
maka dosis terapi untuk bayi umur 6 bulan menurut perhitungan Rumus FRIED : ( n / 150 ) x
dosis maksimal dewasa, adalah:
A. = 0,3mg –0,7mg/kali B. = 2 mg-4mg/kali
C. = 4mg – 5mg/kali D. = 0,6 – 1,2 mg/kali
E. = 2,5mg – 4,5mg/kali
50 Diketahui dosis terapi untuk orang dewasa pada obat Phenobarbital adalah 15-30 mg/dosis,
Jika perhitungan dosis untuk anak berdasarkan perhitungan berat badan dipergunakan rumus:
( Berat badan anak dalam kg / 70 x dosis maksimal dewasa) maka dosis terapi untuk anak
usia 9 tahun dengan berat badan 21 kg adalah:
A. 4,5mg – 9 mg/kali B. 2,5mg-7mg/kali
C. 10mg – 15mg/kali D. 7mg-9mg/kali E. 3mg-6mg/kali

51 Dokumentasi keperawatan merupakan media komunikasi yang efektif antar profesi dalam
suatu tim pelayanan kesehatan pasien. Dokumentasi keperawatan bertujuan untuk:
A. Perencanaan perawatan pasien
B. Sebagai indikator kualitas pelayanan kesehatan,
C. Sumber data untuk penelitian bagi pengembangan ilmu keperawatan,
D. Bahan bukti pertanggung jawaban dan pertanggung-gugatan pelaksanaan asuhan
E. Semua benar

52 Dibawah ini merupakan salah satu hak pasien dalam pemberian obat, kecuali:
A. Hak second opinion
B. Hak mengetahui alasan pemberian obat
C. Mendapat pelayanan keperawatan yang optimal
D. Menentukan takaran obat
E. Untuk tidak meminum obat

53 Salah satu peran perawat dalam dalam pemberian obat-obatan adalah memberikan
penyuluhan tentang pengobatan berupa hal berikut ini, kecuali
A. Bagaimana cara memberikan pengobatan
B. Perlunya taat dalam pengobatan yang diberikan dokter
C. Menginstruksikan pasien tentang makanan apa yang pelu dikonsumsi
D. Efek samping yang perlu dilaporkan kepada dokter atau perawat
E. Menerangkan fungsi dari setiap obat yang diberikan.

54 Pasien anda menolak pemberian obat, maka yang harus didokumentasikan adalah:
A. Alasan penolakan B. Dosis obat
C. Rute pemberian obat D. Waktu pemberian. E. Jenis obat
55 Pasien saudara menolak untuk minum obat yang diresepkan dokter. Respon saudara
sebaiknya adalah ….
A. Menjelaskan keuntungan dan efek samping obat
B. Meninggalkan obat di meja pasien agar nanti bisa diminum
C. Memaksa pasien untuk meminum obat
D. Menjelaskan resiko bila tidak minum obat yang diresepkan
E. Membiarkan pasien tidak meminum obat

56 Rute pemberian obat yang digunakan untuk obat yang absorbsinya buruk melalui saluran
cerna, dan untuk obat yang tidak stabil dalam saluran cerna, serta untuk pengobatan pasien
yang tidak sadar dan dalam keadaan yang memerlukan kerja obat yang cepat digunakan rute
pemberian obat:
A. Oral B. Rectal
C. Injection D. Enteral E. Parenteral

57. Perawat bertanggung jawab terhadap keamanan pasien dalam pemberian terapi, oleh karena
itu dalam memberikan obat. Hal-hal yang harus diperhatikan Perawat dalam pemberian
obat:
A. Right Medication B. Right Dose
C. Right Time D. Right Route E. Semua benar

58. Untuk menghindari kesalahan, label obat harus dibaca tiga kali :
A. Pada saat melihat botol atau kemasan obat,
B. Sebelum menuang/ mengisap obat dan
C. Setelah menuang/mengisap obat.
D. Pernyataan A, B dan C benar
E. Tidak ada yang benar

5 9. Tepat waktu adalah saat dimana obat yang diresepkan harus diberikan. Tujuannya adalah
agar kadar dalam plasma dapat dipertahankan. Dosis obat harian diberikan pada waktu
tertentu dalam sehari, seperti obat yang diberikan 3 kali sehari pada kemasan akan terdapat
tulisan:
A. b.i.d (bis in die) B. t.i.d (ter in die)
C. q.i.d (quarter in die) D. q6h (quaque 6 hora) E. Tida ada yang benar

60. Obat dapat diberikan melalui sejumlah rute yang berbeda. Faktor yang menentukan
pemberian rute terbaik ditentukan oleh keadaan umum pasien, kecepatan respon yang
diinginkan, sifat kimiawi dan fisik obat, serta tempat kerja yang diinginkan. Obat dapat
diberikan melalui:
A. Oral B. Sublingual,
C. Parenteral, D. Topikal, E. Semua benar.
LEMBAR JAWABAN
KUIS PRA UJIAN TENGAH SEMESTER (UTS) FARMAKOLOGI
2020

Mata ajar : FARMAKOLOGI Nama : ....................................


Waktu : Menit Prodi : ....................................
Dosen pengajar : Dedy Supriyadi M.Si. Tgl. : ...................................

Jawaban Jawaban
Nomor A B C D E Nomor A B C D E
1 31
2 32
3 33
4 34
5 35
6 36
7 37
8 38
9 39
10 40
11 41
12 42
13 43
14 44
15 45
16 46
17 47
18 48
19 49
20 50
21 51
22 52
23 53
24 54
25 55
26 56
27 57
28 58
29 59
30 60