Anda di halaman 1dari 7

THE HERBAL DAUN JAMBU BIJI (PSIDIUM GUAJAVA) DAN JAHE (ZINGIBER

OFFICINALE) UNTUK MEREDAKAN DIARE DAN PENGOBATAN DEMAM


BERADARAH

I Gusti Ayu Agung Mas Rosmita


Program Studi Pendidikan Kimia, Jurusan Kimia
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Pendidikan Ganesha
Email: gungmasrosmita@gmail.com

ABSTRAK
Hidup sehat merupakan hal yang didambakan semua orang. Masyarakat Indonesia akhir-
akhir ini cenderung memmilih minuman herbal sebagai solusi pengobatan. Salah satu bahan
yang dapat dimanfaatkan sebagai teh herbal adalah daun jambu biji dan jahe. Berdasarkan
beberapa penelitian menyatakan bahwa baun jambu biji efektif digunakan untuk meredakan diare
dan mengobati demam beradar. Sehingga tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuat
minuman herbal yang berbahan dasar dari daun jambu biji dan jahe. Teh daun jambu biji dan
jahe ini dibuat melalui proses sortasi, pencucian dibawah air mengalir, pelayuan menggunakan
oven tangkring pada suhu 70oC, penggilingan menggunakan blander, pengeringan dibawah sinar
matahari dan pengemasan menggunakan kantong teh celup. Penambahan jahe pada daun jambu
biji bertujuan untuk menambahkan cita rasa teh agar tidak terasa begitu pahit dan sepat. Denngan
penambahan jahe juga dapat meningkatkan kandungan antioksidan pada teh. Kandungan
Kanduangan flavonoid, dalam daun jambu biji dan gingerol, shogaol, dan zingeron dalam jahe
bermafaat sebagai antioksidan. Selain itu kandungan flavonoid, tanin, minyak atsiri dan alkaloid
dalam jambu biji bermanfaat untuk meredakan diare dan meningkatkan trombosit pada penderita
DBD.

Kata kunci: Teh herbal daun jambu biji dan jahe, meredakan diare, pengobatan DBD

Pendahuluan bahan alam diproduksi dalam skala besar di


Hidup sehat tanpa gangguan penyakit pabrik.
merupakan hal yang begitu didambakan bagi Sebagian besar penduduk Indonesia yang
setiap orang. Di era modern ini kondisi masih tinggal di pedesaan cenderung
tubuh yang sehat memiliki peranan yang memilih pengobatan tradisional
begitu penting. Hal tersebut disebabkan dibandingkan pengobatan modern. Hal
karena semakin tingginya tingkat aktivitas tersebut disebabkan karena tim medis dan
yang menuntut untuk dapat terus obat-obat modern sulit dijangkau dan juga
melaksanakan kegiatan. Menurut biaya pengobatan yang relatif mahal. Salah
Wijayakusuma dalam Jefrin dkk. (2016) satu jenis obat tradisional adalah minuman
gaya hidup kembali ke alam (back to nature) herbal.
yang menjadi tren saat ini membawa
Minuman herbal adalah minuman yang
masyarakat kembali memanfaatkan bahan-
berasal dari tumbuhan obat yang memiliki
bahan alam termasuk pengobatan dengan
zat aktif didalamnya (Muhajir, 2018).
tanaman berkhasiat obat, bahkan beberapa
Minuman herbal yang banyak dikonsumsi
adalah teh herbal. Teh herbal merupakan
istilah umum yang digunakan untuk dan alkaloid yang merupakan inhibitor
minuman yang bukan berasal dari daun teh pertumbuhan dan mematikan
Camellia sinensis. Teh herbal banyak dibuat mikroorganisme di usus. Selain itu daun
dari bunga, biji, daun dan akar dari berbagai jambu biji dapat juga digunakan untuk
tanaman (Cakra dkk, 2020). Bagian tanaman meningkatkan trombosit pada penderita
yang paling banyak digunakan oleh demam berdarah. Berdasarkan penelitian
masyarakat sebagai tanaman obat adalah yang dilakukan Fairuz (2015) mengenai
bagian daun karena mudah dalam pengaruh pemberian ekstrak daun jambu biji
pengambilan dan pengolahannya, sedangkan terhadap peningkatan trombosit pada pasien
yang paling sedikit digunakan adalah bagian demam berdarah, hasil uji klinis
akar (Jefrin dkk, 2016). menunjukkan bahwa pemberian ekstrak
kering daun jambu biji selama 5 hari
Salah satu tanaman yang dapat digunakan
mempercepat pencapaian jumlah trombosit
sebagai teh herbal adalah tanaman jambu
>100.000/μl, pemberian ekstrak kering
biji (Psidium gaujava linn.). Tanaman tropis
setiap 4-6 jam meningkatkan jumlah
ini berasal dari Brazil, disebarkan ke
trombosit >100.000/μl setelah 12-14 jam,
Indonesia melalui Thailand. Jambu biji
tanpa menimbulkan efek samping.
memiliki buah yang berwarna hijau dengan
daging buah berwarna putih atau merah dan Berdasarkan beberapa hasil penelitian
berasa asam manis. Daun jambu biji diatas penulis tertarik untuk membuat
mengandung tanin, minyak atsiri (eugenol), minuman herbal yang berbahan dasar daun
minyak lemak, damar, zat samak, jambu biji dan jahe. Minuman herbal daun
triterpenoid, asam malat dan asam apfel. jambu biji sebenarnya merupakan minuman
Daun jambu biji mengandung senyawa yang sudah ada sejak lama contohnya adalah
fenolat yaitu flavonoid antosianin dan rebusan daunnya. Namun rebusan daun
isoflafon. Flavonoid dapat bekerja sebagai jambu biji juga ini memiliki rasa yang pahit.
antioksidan untuk mengendalikan radikal Oleh karena penulis tertarik untuk membuat
bebas, antivirus, antimikroorganisme, teh daun jambu biji dan jahe sebagai
mengurangi pembekuan darah, melancarkan penambah cita rasa yang belum banyak
aliran darah, anti radang, memulihkan sel- digunakan oleh masyarakat.
sel liver, anti hipertensi, anti alergi, dan
Tujuan Penelitian
merangsang pembentukan estrogen.
Untuk membuat minuman teh herbal dari
Kelompok senyawa fenolat kedua adalah
daun jambu biji dan jahe sebagai obat
tanin yang kerap digunakan sebagai obat
pereda diare dan pengobatan demam
diare (Eunike, 2010). Berdasarkan penelitian
berdarah.
yang dilakukan Yolanda (2014) senyawa
aktif dalam daun jambu biji yang berfungsi
Metode Penelitian
sebagai antidiare adalah flavonoid
1. Alat dan Bahan
khususnya quercetin yang dapat
Alat yang digunakan adalah: baskom,
menghambat pengeluaran asetilkolin dan
nampan, pisau, talenan, blander, sendok
kontraksi usus, tanin yang memiliki efek
teh, gelas, penjepit, dan gelas
mengurangi peristaltik usus, minyak atsiri
Bahan yang digunakan adalah: daun Percobaan ini bertujuan untuk membuat
jambu biji, jahe, dan air. minuman teh herbal yang terbuat dari daun
2. Prosedur Kerja jambu biji (Psidium guajava) dan jahe
- Daun jambu biji dipetik sesuai urutan (Zingiber officinale). Pertama-tama yang
daun, lalu disortir dengan cara pisahkan dilakukan adalah daun jambu biji yang telah
da un jambu biji yang baik dan daun dipetik di sortasi untuk
jambu biji yang cacat. memisahkan daun yang
- Kemudian dilakukan pencucian dengan layak digunakan
air yang mengalir. Selanjutnya daun dengan yang rusak.
jambu biji ditiriskan sampai air luruh Setelah itu dilanjutkan dengan proses
seluruhnya. pencucian untuk membersihkan dari
- Proses pelayuan dilakukan dengan daun kotoran-
jambu biji ditebarkan diatas nampan. kotoran yang menempel pada daun
Kemudian daun jambu biji dimasukkan selanjutnya ditiriskan hingga kering. Hal
ke dalam oven tangkring pada suhu yang sama juga dilakukan pada jahe.
70oC hingga daun menjadi layu dan Pertama jahe yang digunakan dikupas
aroma daun keluar. Hal yang sama juga terlebih dahulu kemudian dicuci dan
dilakukan pada pelayuan jahe ditiriskan.
- Setelah pelayuan dilanjutkan dengan
penggilingan (penghancuran),
penggilingan dilakukan menggunakan
blander, namun sebelum di blander
Gambar 1. Sortasi daun Gambar 2. Pencucian
dipotong terlebih dahulu kecil-kecil ± 2 daun

mm untuk membuatnya menjadi Selanjutnya setelah proses pencucian

potongan kecil-kecil. Untuk jahe dilanjutkan dengan proses pelayuan. Proses

sebelum di blander digeprek terlebih pelayuan menggunakan oven tangkring pada

dahulu untuk mempercepat proses suhu 70oC. Daun jambu biji yang awalnya

penggilingan menggunakan blander berwarna hijau setelah dilayukan menjadi

- Selanjutnya dilakukan pengeringan di berwarna hijau kekuningan dan daunnya

bawah sinar matahari selama 5-6 jam menggulungdan mengeluarkan aroma khas

hingga berubah menjadi warna cokelat daun jambu biji. Jahe yang awalnya

muda. berwarna kekuningan setelah pelayuan

- Daun dan jahe yang telah melalui tahap menjadi kisut dan kering. Proses pelayuan

produksi kemudian dikemas ini dilakukan untuk bertujuan untuk

dimasukkan ke dalam kantong teh menginaktifkan enzim khususnya

celup. polifenoloksidase. Selain itu menurut Lase

- Selanjutnya cara penyajian diseduh dalam Cakra dkk (2020) pada proses

dengan air panas 100oC dan the dicelup- pelayuan terjadi perubahan fisik dan

celupkan. perubahan kimia. Perubahan fisik yaitu


berkurangnya kadar air yang mengakibatkan

Hasil dan Pembahasan daun menjadi layu dan tangkai melunak.


Sedangkan perubahan kimianya perubahan
pengeringan serta untuk memecahkan sel-sel
daun, agar sel daun dapat dapat bereaksi
dengan oksigen diudara (Dewi, 2017).
asam-asam amino yang mengakibatkan
perubahan aroma dan rasa. Semakin lama
waktu pelayuan menghasilkan kadar total Setelah proses penggilingan dilanjutkan
asam yang semakin meningkat. Peningkatan dengan proses pengeringan. Proses
total asam ini juga dipengaruhi oleh pengeringan dilakukan dengan menjemur
peningkatan kadar total fenol dan kadar total dibawah sinar matahari selama 5-6 jam.
flavonoidnya Cakra dkk (2020). Hal yang Serbuk daun jambu biji yang awalnya
sama juga dilakukan pada jahe, yaitu berwarna hijau kekuningan berubah warna
dilakukan proses pelayuan hingga keluar setelah dijemur menjadi hijau kecoklatan.
aroma khas jahe setra terjadi perubahan dari Serbuk jahe yang awalnya berwarna cokelat
struktur fisik jahe menjadi lebih kering. kekuningan setelah dijemur menjadi
berwarna cokelat muda. Proses pengeringan
ini dilakukan untuk menurunkan kadar air
hingga yang tersisa hanya 2,5-3,5%
sehingga dapat memperlambat laju
kerusakan bahan akibat aktivitas biologis

Gambar 4.
Selanjutnya setelahPelayuan
melalui
dengan
proses
Gambar 3. Pelayuan
pelayuan dilanjutkan
dengan Oven pada Oven
dengan proses
o
suhu 70 C
penggilinggan. Pada percobaan ini
penggilingan dilakukan menggunakan dan kimia yang dapat
blander. Daun jambu biji yang telah layu membahayakan produk teh. Selain itu
semakin meningkatnya suhu pengeringan
yang digunakan menyebabkan total fenol
meningkat. Menurut Chu dan Juneja dalam
Cakra dkk (2020) Hal tersebut disebabkan
karena panas dapat menyebabkan terjadinya

terlebih dahulu dihilangkan tulang daunnya, kerusakan terhadap komponen penyusun

selanjutnya dipotong kecil-kecil dinding sel daun yaitu karbohidrat (termasuk

menggunakan pisau ± 2 mm untuk serat selulosa) dan protein sebagai

memepermudah proses penggilingan dengan komponen tidak terlarut. Kerusakan ini

blander selanjutnya setelah diblander dapat memudahkan keluarnya senyawa

diperoleh serbuk daun jambu biji berwarna polifenol dari dalam daun karena polifenol

hijau kekuningan. Hal yang sama juga merupakan senyawa yang memiliki berat

dilakukan pada jahe, diperoleh serbuk molekul rendah, sehingga mudah untuk

berwarna cokelat kekuningan. Proses ini terinfusi kedalam pelarut.

dilakukan dengan tujuan untuk memperkecil


ukuran daun agar dapat mempercepat proses

Gambar 7. Penjemuran jahe


dan daun jambu

Gambar 5. Daun Gambar 6. Jahe


Setelah proses proses pengeringan Teh daun jambu biji ini memiliki rasa
dilanjutkan dengan yang pahit dan sepat hal tersebut disebabkan
karena terdapatnya kandungan tanin
didalamnya. Untuk memperkaya cita rasa
teh daun jambu biji ditambahkan jahe gajah
untuk memperkaya cita rasa. Menurut
pengemasan. Serbuk daun Koswara dalam Astri (2009) jahe badak
jambu biji dan jahe yang sudah kering memiliki rasa yang kurang tajam, sehingga
diharapkan minuman yang dihasilkan
memiliki rasa yang tidak terlalu pedas.
Selain sebagai penambah cita rasa jahe juga
memiliki kandungan senyawa sebagai
antioksida.
Kandungan senyawa fenolat yaitu
dimasukkan ke dalam kantong teh celup
flavonoid pada daun jambu biji merupakan
yang kemudian dicampur. Fungsi kantong
senyawa yang berfungsi sebagai
teh adalah sebagai tempat dari campuran
antioksidan. Menurut Kikuzaki dan
beberapa jenis bahan yang diinginkan serta
Nakatani dalam Agus (2018) pada jahe
dapat dijadikan sebagai kertas saring agar
terkandung senyawa senyawa aktif non-
daun teh tidak ikut kedalam seduhan teh.
volatil fenol, seperti gingerol, shogaol, dan
Berdasarkan penelitian yang dilakukan
zingeron, yang terdapat pada jahe terbukti
Rahmi (2019) tentang formulasi rasio jahe
memiliki kemampuan sebagai antioksidan
dan daun jambu biji dalam pembuatan teh
melebihi dari vitamin E. Sehingga dengan
herbal perlakuan terbaik dari sifat
ditambah dengan ditambahkan jahe dapat
organoleptik dan sifat kimia itu pada
meningkatkan kandungan antioksidan pada
perbandingan daun jambu biji dan jahe yaitu
teh herbal daun jambu biji dan jahe.
3:2 gram. Setelah teh celup jadi penyajian
dilakukan dengan menyeduh dengan air Menurut Kochhar dan Rosseli dalam
panas 100oC. Astri (2009) antioksidan merupakan
senyawa yang dapat menunda,
memperlambat dan mencegah proses
oksidasi lipid. Dalam arti khusus,
antioksidan adalah zat yang dapat menunda
Gambar 8. Daun jambu atau mencegah terjadinya reaksi oksidasi
Gambar 9. Jahe
setelah penjemurangan
setelah penjemuran
radikal bebas dalam oksidasi lipid. Radikal
bebas merupakan molekul yang sangat
reaktif karena memiliki elektron yang tidak
berpasangan dalam orbital luarnya sehingga
dapat bereaksi dengan molekul sel tubuh
dengan cara mengikat elektron molekul sel
Gambar 10. Serbuk jahe Gambar 11. Setelah
dan daun jambu dikemas tersebut. Dengan adanya anti oksidan maka
diseduh dengan air
kedalam kantong teh celup panas 100oC
dapat dapat menghambat oksidasi dengan Kesimpulan
cara bereaksi dengan radikal bebas.
Berdasarkan hasil dan pembahasan diatas
Selain mengandung antioksidan daun maka dapat disimpulkan bahwa teh herbal
jambu biji juga dapat dimanfaatkan sebagai daun jambu biji dan jahe dibuat melalui
obat untuk meredakan diare. Senyawa aktif proses, sortasi bahan, pelayuan,
yang berkhasiat sebagai antidiare pada daun penggilingan, pengeringan, dan
jambu biji. adalah flavonoid, tanin, minyak pengemasan.
atsiri dan alkaloid. Adanya senyawa dari
Kanduangan flavonoid, dalam daun
esktrak daun jambu biji yang mampu
jambu biji dan gingerol, shogaol, dan
menjadi agen antidiare tidak hanya menjadi
zingeron dalam jahe bermafaat sebagai
inhibitor efek spasmogenik pada usus tetapi
antioksidan. Selain itu kandungan flavonoid,
juga dapat memberikan efek sebagai
tanin, minyak atsiri dan alkaloid dalam
inhibitor pertumbuhan dan perkembangan
jambu biji berfamfaat untuk meredakan
bakteri yang dapat menyebabkan diare
diare dan meningkatkan trombosit pada
seperti Escherichia coli, Salmonella,
penderita DBD.
Shigella, Staphylococus aureus, dan Vibrio
cholera. Terhambatnya pertumbuhan dan Daftar Pustaka

perkembangan bakteri penyebab diare di Agus Setiawan dan Dwiyanti Pujimulyani.


usus akan mencegah proses iritasi pada usus 2018. Pengaruh Penambahan Ekstrak
Jahe Terhadap Aktivitas Antioksidan
dan mengurangi peningkatan kecepatan Dan Tingkat Kesukaan Minuman Instan
gerakan peristaltik usus. Peristiwa ini dapat Kunir Putih (Curcuma Mangga Val.)
Inovasi Pangan Lokal Untuk Mendukung
mengurangi kontraksi usus dan Ketahanan Pangan” Universitas Mercu
memperpanjang waktu absorbsi makanan di Buana Yogyakarta

usus sehingga dapat menghentikan diare Astri Dwi. 2009. Skripsi Aktivitas
Antioksidan Dan Karakteristik
(Yolanda, 2015). Organoleptik Minuman Fungsional Teh
Hijau (Camellia Sinensis) Rempah
Instan. Bogor: Institut Pertanian Bogor

Selain dapat meredakan diare daun jambu Cakra Legawa, I.N dkk. 2020. Pengaruh
Waktu Pelayuan dan Suhu Pengeringan
biji juga dapat diamnfaatkan untuk terhadap Karakteristik Teh Daun Bambu
meningkatkan trombosit pada penderita Tabah (Gigantochloa nigrociliata BUSE-
KURZ). Jurnal BETA (Biosistem dan
DBD. Kelompok senyawa tanin dan Teknik Pertanian) Volume 8 Nomor 2
flavonoid yang dinyatakan sebagai quersetin Dewi Angraiyati dan Faizah Hamza. 2017.
dalam ekstrak daun jambu biji dapat Lama Pengeringan Pada Pembuatan Teh
Herbal Daun Pandan Wangi (Pandanus
menghambat aktivitas enzim reverse Amarylifolius Roxb.,) Terhadap Aktivitas
transcriptase sehingga dapat menghambat Antioksidan. JOM Faperta UR Vol. 4
No. 1
pertumbuhan virus dengue (Fairuz, 2015).
Eunike. 2010. Herbal Indonesia Berkhasiat.
Menurut Kuswari dalam Fairuz (2015) PT. Trubus Swadaya. Jakarta.
ekstrak daun jambu biji dapat meningkatkan
Fairuz Rabbaniyah. 2015. Pengaruh
jumlah megakariosit dalam sumsum tulang Pemberian Ekstrak Daun Jambu Biji
(Psidium guajava Linn.) terhadap
sehingga dapat meningkatkan jumlah
Peningkatan Trombosit pada Pasien
trombosit dalam darah. Demam Berdarah Dengue. Majority
Volume 4 Nomor 7.
Jefrin Sambara dkk. 2016. Pemanfaatan
Tanaman Obat Tradisional Oleh
Masyarakat Kelurahan Merdeka
Kecamatan Kupang Timur 2016.
JURNAL INFO KESEHATAN, VOL.
14, NOMOR 1
Muhajir Adzam. 2018. Skripsi Kajian
Pembuatan Teh Herbal Daun Sirih
(Piper Betle L) Dengan Metode
Pengolahan Dan Suhu Pengeringan
Yang Berbeda. Bandung: Universitas
Pasundan
Rahmi. 2019. Skripsi Formulasi Rasio Jahe
Dan Daun Jambu Biji Dalam Pembuatan
Teh Herbal. Mataram: Universitas
Muhammadiah Mataram
Yolanda Fratiwi. 2015. The Potential Of
Guava Leaf (Psidium Guajava L.) For
Diarrhea. J MAJORITY Volume 4
Nomor 1

Anda mungkin juga menyukai