Anda di halaman 1dari 3

Nama : muhamad ari nuraji

Nim : 022916359

1. Jelaskan karakteristik kualitatif pokok dari laporan keuangan


2. Unit Jasa Keuangan Syariah (UJKS) BAGUS mendapatkan pesanan pembangunan gedung .
Rencananya gedung tersebut akan dibangun 2 lantai dengan luas bangunan total 500 m 2.
Nilai kontrak yang disepakati untuk pembangunan gedung tersebut adalah
Rp550.000.000,-. Biaya yang dikeluarkan dalam proses pembangunan gedung tersebut
sebesar Rp100.000.000,- (termasuk biaya pra kontrak sebesar Rp50.000.000,-).
Berdasarkan informasi, buatlah jurnal pembayaran beban pra akad ?
3. Jelaskan secara singkat tentang standar akuntansi murabahah dalam transaksi jual beli
JAWABAN :

1. A. Dapat dipahami : kualitas penting informasi yang di tampung dalam laporan keuangan
adalah kemudahannnya untuk segera dapat di pahami oleh pemakai, untuk maksud ini,
pemakai di asumsikan memiliki pengetahuan yang memadai tentang aktivitas ekonomi dan
bisnis, akuntansi, serta kemauan untuk mempelajari informasi dengan ketentuan yang
wajar.
B. Relevan : agar bermanfaat, informasi harus relevan untuk memenuhi kebutuhan
pemakai dalam proses pengambilan keputusan. Informasi memiliki kualitas relevan kalau
dapat mempengaruhi kuputusan ekonomi pemakai dengan membantu mereka
mengevaluasi peristiwa masa lalu, masa kini atau masa depan, menegaskan, atau
mengoreksi, hasil evaluasi mereka di masa lalu,
C. Dapat di perbandingkan : pemakai harus dapat memperbandingkan laporan keuangan
entitas syariah antara periode untuk mengidentifikasi kecendrungan (trend) posisi dan
kinerja keuangan. Pemakai juga harus dapat memperbandingkan laporan keuangan antara
entitas syariah untuk mengevaluasi posisi keuangan, kinerja serta perubahan posisi
keuangan secara relative.

2. A. pada saat di keluarkan biaya pra akad :

(Dr) beban pra-akad istishna Rp. 50.000.000,-


Ditangguhkan
(Cr) kas/utang Rp. 50.000.000,-
B. pada saat ada kepastiaan penandatanganan akad (akad jadi ditandatangani) :

(Dr) aktiva istishna dalam Rp. 50.000.000,-


penyelesaian
(Cr) beban pra-akad istishna Rp. 50.000.000,-
Ditangguhkan
C. pada saat ada kepastian penandatanagan akad (akad tidak jadi di tanda tangani )

(Dr) beban pra-akad istishna Rp. 50.000.000,-


(Cr) beban pra-akad istishna Rp. 50.000.000,-
Ditangguhkan

3. Standart akuntansi keuangan murabahah


A) Pendahuluan
Standart yang mengatur tentang akuntasi keuangan murabahah adalah PSAK 59
paragraf 52 sampai 68.
2) Karakterristik murabahah sebagai transaksi jual beli barang dengan
menyatakan harga perolehan dan keuntungan (margin) yang di sepakati
oleh penjual dan pembeli.
3) Pengakuan dan pengukuran transaksi murabahah dari prespektif bank
sebagai penjual saja sehingga tidak ada kentungan bagi pembeli untuk
melakukan standarisasipencatatan transaksi keuangan.
PSAK 102 akuntansi murabahah sebagai penyempurna PSAK 59
1) Transaksi murabahah dilakukan oleh LKS dan pihak lain yang melakukan
transaksi dengan LKS. Dalam PSAK ini ditetapkan :
a. LKS sebagai penjual
b. LKS atau pihak lain yang bertransaksi denga LKS sebagai pembeli
2) Sitematika penulisan secara garis besar disusun dengan memisah antara
akuntansi penjual dan pembeli.
3) Pada bagian pengakuandan pengukuran untuk akuntansi penjualan
penyempurnaan untuk :
a. Pengakuan potongan pembeli dari pemasok
b. Pengakuan keuntungan murabahah pada saat terjadi jika murabahah secara
tunai atau tanggu yang tidak melebihi satu periode laporan keuangan
c. Pengakuan pemberian pemotongan angsur piutang murabahah.
4) Pada bagian pengakuan pan pengukuran untuk akuntansi pebelian akhir
penyempurnaan dilakukan untuk :
a. Pengakuan dan pengukuran beban murabahah tangguhan.
b. Penerimaan diskon pembelian setelah akad
c. Pemberian denda kerena pembeli lalai dan potongan uang muka pembeli
batal.
5) Pembelian akhir harus menyajikan utang murabahahsecara tersendiri.
B) karakteristik
1. Murabahah dapat dilakukan berdasarkan pesanan atau tanpa pesanan. Dalam murabahah
berdasarkan pesanan, penjual (bank) melakukan pembelian barang setelah ada pemesanan
dari pembeli (nasabah).
2. Murabahah berdasarkan pesanan dapat bersifat mengikat atau tidak mengikat pembeli
untuk membeli barang yang dipesannya. Dalam murabahah pesanan mengikat pembeli
tidak dapat memabatalkan pesanannya. Jika aset murabahah yang telah dibeli oleh penjual
mengalami penurunan nilai sebelum diserahkan kepada pembeli, maka penurunan nilai
tersebut menjadi tanggungan penjual dan akan mengurangi nilai akad.
3. Pembayaran murabahah dapat dilakukan secara tunai atau tangguh. Pembayaran tangguh
adalah pembayaran yang dilakukan tidak pada saat barang diserahkan kepada pembeli,
tetapi pembayaran dilakukan secara angsuran atau sekaligus pada waktu tertentu
4. Akad murabahah memperkenankan penawaran harga yang berbeda untuk cara
pembayaran yang berbeda sebelum akad murabahah dilakukan. Namun jika akad tersebut
telah disepakati, maka hanya ada satu harga (harga dalam akad) yang digunakan.
5. Harga yang disepakati dalam murabahah adalah harga jual, sedang biaya perolehan harus
diberitahukan. Jika penjual mendapatkan diskon sebelum akad murabahah maka diskon itu
merupakan hak pembeli.
6. Diskon yang terkait dengan pembelian barang, antara lain meliputi:
1. Diskon dalam bentuk apa pun dari pemasok atau pembelian barang.
2. Diskon biaya asuransi dari perusahaan asuransi dalam rangka pembelian barang.
3. Komisi dalam bentuk apa pun yang diterima terkait dengan pembelian barang.
7. Diskon atas pembelian barang yang diterima setelah akad murabahah disepakati
diperlakukan sesuai dengan kesepakatan dalam akad tersebut. Jika tidak diatur dalam akad,
maka diskon tersebut menjadi hak penjual.
8. njual dapat meminta pembeli menyediakan agunan atas piutang murabahah, antara lain,
dalam bentuk barang yang telah dibeli dari penjual dan/atau aset lainnya.
9. Penjual dapat meminta uang muka kepada pembeli sebagai bukti komitmen pembelian
sebelum akad disepakati. Uang muka menjadi bagian pelunasan piutang murabahah, jika
akad murabahah disepakati. Jika akad murabahah batal, maka uang muka dikembalikan
kepada pembeli setelah dikurangi kerugian riil yang ditanggung oleh penjual. Jika uang
muka itu lebih kecil dari kerugian, maka penjual dapat meminta tambahan dari pembeli.
10. Jika pembeli tidak dapat menyelesaikan piutang murabahah sesuai dengan yang
diperjanjikan, maka penjual dapat mengenakan denda kecuali dapat dibuktikan bahwa
pembeli tidak atau belum mampu melunasi disebabkan oleh force majeur. Denda tersebut
didasarkan pada pendekatan ta’zir yaitu untuk membuat pembeli lebih disiplin terhadap
kewajibannya. Besarnya denda sesuai dengan yang diperjanjikan dalam akad dan dana yang
berasal dari denda diperuntukan sebagai dana kebajikan.
11. Penjual boleh memberikan potongan pada saat pelunasan piutang murabahah jika pembeli:

 Melakukan pelunasan pembayaran tepat waktu; atau


 Melakukan pelunasan pembayaran lebih cepat dari waktu yang telah disepakati.
 Penjual boleh memberikan potongan dari total piutang murabahah yang belum
dilunasi jika pembeli:
 Melakukan pembayaran cicilan tepat waktu; atau
 Mengalami penurunan kemampuan pembayaran; atau
 Meminta potongan dengan alasan yang dapat diterima penjual.