Anda di halaman 1dari 4

coba sdr uraikan pengertian standar akuntansi pemerintah (SAP), untuk apa dan apa jadinya

kalau lapporan keuangan tidak sesuai dengan SAP. Apakah SAP ini digunakan untuk semua
laporan keuangan dari tingkat presiden/menteri sampai dengan kecamatan/desa.

Pengertian Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP) adalah prinsip-prinsip akuntansi yang


diterapkan dalam menyusun dan menyajikan Laporan Keuangan Pemerintah yang terdiri atas
Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) dan Laporan Keuangan Permerintah Daerah
(LKPD). Laporan keuangan pokok menurut Standar Akuntansi Pemerintah adalah Laporan
Realisasi Anggaran, Neraca, Laporan Arus Kas, dan Catatan Atas Laporan Keuangan.
Standarisasi ini dilakukan dalam rangka transparansi dan akuntabilitas penyelenggaraan
akuntansi pemerintahan. Sekaligus untuk memberikan peningkatan kualitas dari LKPP dan
LKPD. Jika laporan keuangan tidak sesuai dengan SAP maka laporan keuangan tersebut tidak
layak dan benar. SAP itu sendiri adalah sebagai acuan untuk menyusun laporan keuangan
pemerintahan baik pemerintah pusat maupun daerah. Laporan keuangan itu pula nantinya akan di
periksa oleh Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) yang menggunakan Standar Pemeriksaan
Keuangan Negara. Dengan demikian, SAP merupakan persyaratan yang mempunyai kekuatan
hukum dalam upaya meningkatkan kualitas laporan keuangan pemerintah di Indonesia.
SAP diterapkan dalam lingkup pemerintahan yaitu pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan
satuan organisasi dilingkungan pemerintah pusat/daerah.

4 peraturan pemerintah mengenai standar akuntansi pemerintahan di Indonesia :


- Peraturan Pemerintah No. 71 Tahun 2010
- Lampiran I Standar Akuntansi Pemerintahan Berbasis Akrual
- Lampiran II Standar Akuntansi Pemerintahan Berbasis Kas Menuju Akrual
- Lampiran III Proses Penyusunan Standar Akuntansi Pemerintahan Berbasis Akrual

Secara umum SAP berbentuk Pernyataan Standar Akuntansi Pemerintahan (PSAP) yang
memiliki judul, nomor, dan tanggal efektif berlaku standar tersebut. Selain itu SAP juga
memiliki Kerangka Konseptual Akuntansi Pemerintahan yang menjadi rangka penyusunan.

Dalam membantu penerapannya, PSAP ini dibarengi dengan Interpretasi Pernyataan Standar
Akuntansi Pemerintahan (IPSAP) atau Buletin Teknis SAP. Gunanya adalah untuk menghindari
salah arti ari penggunaan PSAP dan mengatasi permasalahn teknis.

IPSAP dan Buletin Teknis SAP disusun dan diterbitkan oleh Komite Standar Akuntansi
Pemerintahan (KSAP) dan diberitahukan kepada Pemerintah dan Badan Pemeriksa Keuangan
(BPK). Rancangan IPSAP disampaikan kepada BPK paling lambat empat belas hari kerja
sebelum IPSAP diterbitkan.
Standar Akuntansi Pemerintahan di Indonesia dan Penerapannya
Nah dari alasan-alasan diatas maka pemerintah Indonesia menetapkan beberapa aturan terkait
standar akuntansi pemerintahan yang berlaku di Indonesia. Berikut ini adalah 4 peraturan
pemerintah mengenai standar akuntansi pemerintahan di Indonesia :

Peraturan Pemerintah No. 71 Tahun 2010


Lampiran I Standar Akuntansi Pemerintahan Berbasis Akrual
Lampiran II Standar Akuntansi Pemerintahan Berbasis Kas Menuju Akrual
Lampiran III Proses Penyusunan Standar Akuntansi Pemerintahan Berbasis Akrual
Dari peraturan pemerintah No. 71 Tahun 2010 ini terdapat lampiran yang mengatur tentang
bagaimana standar akuntansi di Indonesia diterapkan yaitu

Penyusunan standar dalam melaksanakan tugasnya.


2)             Penyusunan  laporan  keuangan  dalam  menanggulangi  masalah  akuntansi yang belum
diatur dalam standar.
3)             Pemeriksa  dalam  memberikan  pendapat  mengenai  apakah  laporan keuangan disusun
sesuai dengan standar.
4)             Para pengguna laporan keuangan dalam menafsir informasi yang disajikan
pada  laporan  keuangan  yang  disusun  sesuai  dengan  Standar  Akuntansi Pemerintah.
Kerangka konseptual berfungsi sebagai acuan dalam hal terdapat masalah akuntansi yang
belum dinyatakan dalam standar akuntansi pemerintah. Terjadinya  pertentangan antara kerangka
konseptual dan standar, maka ketentuan standar  diunggulkan relative terhadap kerangka
konseptual ini. Dalam jangka panjang, konflik demikian diharapkan dapat sejalan dengan
pengembangan standar akuntansi pemerintahan dimasa depan.

Visi:
”Mendukung terwujudnya pengelolaan dan pertanggungjawaban keuangan negara yang
akuntabel dan transparan melalui Standar Akuntansi Pemerintahan yang berkualitas”
 
 
Misi:

1. Mewujudkan Standar Akuntansi Pemerintahan yang andal dan diterima secara umum.
2. Mendorong terwujudnya entitas pemerintah yang mampu menghasilkan laporan
keuangan sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan.
3. Mendorong terwujudnya masyarakat Indonesia yang mampu memahami dan
memanfaatkan informasi keuangan.

 
Tujuan:

1. Menyusun standar akuntansi yang sesuai dengan peraturan perundang-undangan, praktik


dan wacana akuntansi paling mutakhir di Indonesia maupun di lingkungan internasional.
2. Membantu entitas pelaporan menghasilkan laporan keuangan sesuai Standar Akuntansi
Pemerintahan.
3. Membangun dan meningkatkan pemahaman masyarakat akan manfaat informasi dalam
laporan keuangan yang disusun sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan.
4. Meningkatkan profesionalisme dan independensi Komite Standar Akuntansi
Pemerintahan.

Untuk organisasi pemerintahan, siapakah yang mengauditnya? Dan standar apa yang
diberlakukan atau digunakan dalam mengaudit organisasi pemerintahan?
Izin menjawab
Yang mengaudit untuk organisasi pemerintahan yaitu Auditor Pemerintah
Sebuah lembaga yang bertugas menilai kewajaran informasi laporan keuangan instansi
pemerintah atas pelaksanaan program dan penggunaan aset milik pemerintah. Audit instansi
pemerintah biasanya dilakukan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atau Badan Pemeriksa
Keuangan dan Pembangunan (BPKP).
Pada dasarnya Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) bertugas melakukan pengawasan terhadap
pengelolaan keuangan negara. Berdasarkan landasan hukumnya, kewenangan BPK telah diatur
dalam Undang-undang Dasar 1945 pasal 23E, yaitu untuk memeriksa pengelolaan dan tanggung
jawab tentang keuangan negara. Selain itu dalam UU nomor 15 tahun 2014 tentang Pemeriksaan
Pengelolaan dan Tanggungjawab Keuangan Negara, ditegaskan pula tugas dan wewenang Badan
Pemeriksa Keuangan untuk memeriksa tanggung jawab pemerintah tentang keuangan negara,
memeriksa semua pelaksanaan APBN dan berwenang untuk meminta keterangan berkenaan
dengan tugas yang diembannya. Disinilah BPK melaporkan hasil auditnya kepada lembaga yang
kompeten untuk pemberantasan korupsi.
Standar yang digunakan yaitu Standar Pemeriksaan Keuangan Negara
Terimakasih

Hubungan antara SAP dan SPKN


Sebagai suatu proses, auditing berhubungan dengan prinsip dan prosedur akuntansi yang
digunakan oleh organisasi. Untuk melaksanakan audit tersebut auditor harus berpedoman pada
SPKN. Auditor akan mengeluarkan opini atas laporan keuangan suatu entitas, yang merupakan
hasil dari sistem akuntansi dan diputuskan atau dibuat oleh pengelola. pengelola suatu entitas
menggunakan data mentah akuntansi yang kemudian dialokasikan untuk masing-masing laporan
surplus-defisit dan neraca, dan menyajikan hasilnya dalam bentuk laporan yang dipublikasikan.
Dalam melakukan proses akuntansi, akuntan sektor publik berpedoman pada SAP.
SPKN adalah pedoman dalam melakukan proses audit di Indonesia. Standar ini akan menjadi
acuan bagi auditor pemerintah dalam menjalankan tugasnya sebagai pemeriksa. Sedangkan SAP
digunakan sebagai pedoman dalam mengatasi berbagai kebutuhan yang muncul dalam pelaporan
keuangan, akuntansi dan audit di pemerintahan, baik pemerintah pusat maupun daerah. Dari
penjelasan ini dapat disimpulkan bahwa SPKN adalah bagian dari SAP itu sendiri. Dalam SAP
juga mengatur audit / pemerintahan di pemerintahan.