Anda di halaman 1dari 3

HAL 32 - 38

Desain skematis akan menghasilkan tampilan dasar proyek, ketinggian bangunan, tata
letak lantai, pengaturan ruangan di dalam gedung, dan fitur keseluruhan proyek. Sehingga
pemilik dapat meninjau konfigurasi desain dan perkiraan biaya sebelum memberikan
persetujuan untuk melanjutkan pengembangan desain. Pengembangan desain mendefinisikan
penggunaan fungsional dan sistem dalam proyek untuk menghasilkan dokumen kontrak,
rencana dan spesifikasi untuk membangun proyek.
Proyek- proyek sektor infrastruktur mencakup sistem transportasi, seperti jalan-jalan
kota, jalan daerah, jalan raya negara, bandara, atau saluran air. Sektor infrastruktur juga
mencakup proyek utilitas, seperti sistem saluran air dan saluran pembuangan, jalur distribusi
gas, transmisi dan distribusi listrik, saluran telepon, dan kabel. Proyek sektor proses meliputi
pabrik kimia, penyulingan minyak, farmasi, pulp dan kertas, dan pembangkit listrik. Dalam
praktek saat ini kompetitif-tawaran proyek, kontraktor mengajukan tawaran proyek setelah
dokumen kontrak selesai. Setelah menerima tawaran, kontraktor harus mengembangkan
gambar awal untuk membangun proyek.

Untuk perkembangan industri konstruksi saat ini sendiri telah meningkat tajam
dengan menggunakan bantuan dari program komputer (CAD) untuk membuat skema desain,
fabrikasi, konstruksi dan operasi fasilitas yang dibangun. Bantuan komputer saat ini telah
mendukung tampulan dua dimensi dan juga tampila tiga dimensi, keuntungan atau
peningkatan dari penggunaan bantuan komputer ini adalah terbentuknya kegiatan yang lebih
baik dalam suatu proses yang terintegrasi.
Proyek dapat diklasifikasikan menjadi sektor swasta dan sektor publik, sektor swasta
biasanya adalah bisnis menyediakan barang dan jasa untuk mendapatkan keuntungan seperti
toko ritel komersial, fasilitas manufaktur dan lainnya, sedangkan pemilik sektor publik
biasanya adalah agen pemerintah yang mengambil bagian untuk membangun sarana atau
fasilitas umum seperti jalan raya dan lainnya.
Manajeme proyek membutuhkan keerjasama antara pihak yang terlibat kontrak,
anggota tim pemilik atau investor harus menyediakan standar yang diharapkan, anggaran
yang diizinkan dan jadwal yang diperlukan, selain itu pekerjaan yang ditetapkann dalam
dokumen kontrak harus dapat dibangun oleh kontraktor dan tim kontraktor harus secara
efisien mengelola pekerjaan fisik diperlukan untuk membangun proyek sesuai dengan
dokumen kontrak.
Ada beberapa kombinasi pengaturan kontrak untuk menangani suatu proyek yaitu
sebagai berikut:
 Kontrak desain/penawaran/pembangunan; biasanya digunakan untuk proyek yang
memiliki fitur yang biasa dan ruang lingkup yang terdefinisi dengan baik.
 Kontrak desain dan pembangunan: kontrak ini sering digunakan unntuk
mempersingkat waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan suatu proyek atau untuk
memberikan fleksibilitas bagi pemilik unntuk membuat perubahan dalam proyek
selama proses konsruksi.
 Kontrak manajemen konstruksi (CM); kontrak ini dapat diberikan kepada perusahaan
CM untuk mengkoordinasikan proyek untuk pemilik, kontrak ini adalah sebuah
pengaturan empat pihak yang melibatkan pemilik, perancang, perusahaan CM dan
kontraktor. Konsepnya adalah pemilik memberikan kontrak kepada perusahaan
berpengetahuan luas dan mampu mengkoordinasikan semua aspek untuk memenuhi
maksud penggunaan proyek oleh pemilik..
 Kontrak pemilik-agen; pengaturan tipe ini terkadang digunakan saat pemilik
menggunakan konsultan desain dari luar timnya, kontrak konstruksi ini dapat
diberikan kepada satu atau lebih kontraktor, pemilik juga dapat melakukan semua
kegiatan desain dan konstruksi dengan personel internal.

TAHAPAN PROYEK
Sebuah proyek berada dalam keadaan perubahan terus-menerus ketika proyek itu
berkembang dari awal, sebagai kebutuhan oleh pemiliknya, melalui pengembangan desain
dan konstruksi. Pada fase awal pengembangan desain mungkin tidak ada informasi yang
cukup untuk mendefinisikan ruang lingkup yang cukup akurat untuk mengetahui pekerjaan
yang akan dilakukan. Oleh karena itu manajer proyek dapat memberitahu pemilik bahwa
anggaran harus disesuaikan dan juga jadwal harus disesuaikan karena ada perubahan yang
terjadi didalam ruang lingkup proyek, Selama pengembangan konfigurasi dan alternatif
konseptual, kualitas dan total biaya proyek harus dipertimbangkan. Ini hanya bisa dicapai
melalui masukan yang luas dari pemilik yang pada akhirnya akan menggunakan proyek,
karena biaya untuk mengoperasikan dan memelihara fasilitas setelah selesai adalah faktor
utama dalam desain proyek.
Otoritas pemilik untuk melanjutkan proyek sesuai dengan desain akhir haruslah
disertai dengan waktu, waktu yang memadai harus dialokasikan kepada perancang agar
menghasilkan desain yang dapat dibangun dengan biaya pembangunan dan pengoperasian
serta waktu paling sedikit. Untuk proyek-proyek yang besar pengadaan material dan peralatan
khusus akan memakan waktu yang lebih lama pada jadwal konstruksi, manajer proyek harus
memastikan waktu pembelian barang ini tidak akan melewati jadwal yang telah ditentukan,
manajer proyek memainkan peran penting dalam proses kualifikasi kontraktor, evaluasi
penawaran dan rekomendasi pemberian kontrak konstruksi.

STUDI PEMILIK
Sebuah proyek dimulai sebagai kebutuhan oleh pemilik dan desain dan konstruksi
fasilitas untuk menghasilkan produk atau layanan. Kebutuhan akan fasilitas dapat dikenali
oleh divisi pemilik yang berbeda, kelompok perencanaan perusahaan, eksekutif puncak,
dewan direktur, atau konsultan luar. Persyaratan pertama dari pemilik adalah penetapan
objektif. Ini penting karena pemberikan fokus untuk definisi ruang lingkup, memandu proses
desain, dan mempengaruhi motivasi tim proyek. Proses penetapan tujuan melibatkan operasi
kualitas, biaya, dan jadwal.
Studi pemilik harus menyimpulkan dengan serangkaian tujuan dan kebutuhan proyek
yang ditetapkan dengan baik , persyaratan minimum kualitas dan kinerja, anggaran
maksimum yang disetujui, dan tanggal penyelesaian proyek yang diperlukan.

KEBUTUHAN PEMILIK DAN TUJUAN PROYEK


Seorang pemilik harus mengetahui kebutuhan dan tujuannya sebelum pekerjaan
proyek produktif dapat dimulai, Menentukan kebutuhan pemilik adalah langkah pertama
dalam berbagai kegiatan praproyek yang mengarah pada definisi ruang lingkup. Proses
mengidentifikasi kebutuhan dan sasaran pemilik membutuhkan keterlibatan berbagai macam
orang di dalam organisasi pemilik. Ini termasuk manajer puncak dan investor, personel
keuangan, dan khususnya orang-orang yang akan menggunakan dan / atau mengoperasikan
proyek setelah dibangun.