Anda di halaman 1dari 13

MAKALAH ANATOMI MATA

OLEH

KELOMPOK 2

LANA ERAWATI F B DIMARA NIM : 0130841034


LENI WENDA NIM : 0130840136
MIKINA WEYATO NIM : 0130840166
NATANIEL MAISINI NIM : 0130840176
NESON WENDA NIM : 0130840178
PAULINA B.N. RUMAIKEWI NIM : 0130840193
PEGI ONAN WIHELA SIMBIAK NIM : 0130840194
RUVINUS DOUW NIM : 0130840215
SISERA WAMBRAW NIM : 0130840227
TRISNA WINDESI NIM : 0130840232
TONIUS URWAN NIM : 0130840237
VINNA T.E. YARISETOUW NIM : 0130840243
WILLIAM Y. WANDA NIM : 0130840248
ZERRA STEVANUS MANANGSANG NIM : 0130840269
ELISABETH WEYA NIM : 0130840275
JIM M. WANAY NIM : 0130840283
RINNA NETHA DOGOTO PIGOME NIM : 0130840293
BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar belakang

Mata merupakan organ penglihatan yang mendeteksi cahaya, yang dilakukan mata yang paling
sederhana yaitu untuk mengetahui apakah lingkungan sekitarnya adalah terang atau gelap. Mata
merupakan salah satu organ yang sangat penting.

Mata manusia memiliki cara kerja otomatis yang sempurna, mata dibentuk dengan unsur- unsur
utama yang berbeda dan ke semua bagian ini memiliki fungsi penting dalam proses
melihatkerusakan atau ketiadaan salah satu fungsi bagiannya saja akan menjadikan mata
mustahil dapat melihat. Lapisan tembus cahaya di bagian depan mata adalah kornea, tepat di
belakangnyaterdapat iris, selain memberi warna pada mata, iris juga dapat mengubah ukurannya
secara otomatis sesuai kekuatan cahaya yang masuk, dengan bantuan otot yang melekat padanya,
misalnya ketika berada di tempat gelap iris akan membesar untuk memasukkan cahaya sebanyak
mungkin. Ketika kekuatan cahaya bertambah, iris akan mengecil untuk mengurangi cahaya
yangmasuk ke mata

1.2. Rumusan masalah

1.Apa Definisi dari mata

2. Apa saja yang termasuk stuktur dan fungsi anatomi mata

3. Proses Vakularisasi dari mata

4. Kelainan atau penyakit pada mata

1.3. Tujuan

1. Agar kita mampu mengetahui dan memahami struktur anatomi dari mata

2. Agar kita mengetahui fungsi dari setiap bagian-bagian mata.

3. Agar kita dapat mengetahui kelainan dari mata

4. Sebagai salah satu tugas dari ilmu penyakit mata


BAB II

PEMBAHASAN

A. Pengertian Mata

Mata merupakan salah satu indra yang memiliki fungsi untuk melihat. Kita mampu melihat
segala sesuatu karena adanya suatu sistem penglihatan dari mata kita.

B. Anatomi Mata

Bola mata berdiameter antara 2,5 cm dimana 5/6 bagiannya terbenam dalam rongga mata dan
hanya1/6 bagianya saja yang tampak pada bagian luar. Mata juga memiliki struktur disekitar
mata yang melindungi dan memungkinkan mata bergerak secara bebas ke segala arah. Struktur
tersebut juga melindungi mata terhadap debu, angin, bakteri, virus, jamur dan bahan bahan
berbahaya lainya, tetapi juga memungkinkan mata tetap terbuka sehingga cahaya masih bisa
masuk. Struktur pelindung mata tersebut terdiri dari:

a. Orbita

Orbita adalah rongga yang berbentuk piramid dengan basis di depan dan apeks di belakang. Atap
orbita dibentuk oleh pars orbitalis ossis frontalis yang memisahkan orbita dengan fossa krani
anterior dinding lateral yang terdiri dari ossis zigomatikum dan ossis sfenoidalis. Dasarnya
dibentuk oleh fasies orbitalis maksilaris. Orbita juga merupakan rongga bertulang yang
mengandung bola mata,otototot,saraf,pembuluh darah,lemak dan struktur yang menghasilkan
dan mengalirkan air mata.

b. Kelopak Mata

Kelopak Mata merupakan lipatan kulit tipis yang melindungi mata. Kelopak Mata secara refleks
segera menutup untuk melindungi mata dari benda asing, angin, debu dan cahaya yang sangat
terang.
Didepan mata ada kelopak mata , dua buah lipatan muskulofibrosa yang dapat digerakan, dibuka
dan di tutup untuk melindungi meratakan air mata permukaan bola mata dan mengontrol
banyaknya sinar yang masuk. Kelopak mata tersususn oleh kulit tanpa lemak subklutis. Kelopak
Mata sangat elastis dan mudah digerakan.

Hubungan antara Kelopak Mata atas dan bawah dinamakan kantus. Pada bagian luar, kantus
lateral terletak di aspek temporal rateral mata. Bagian dalam, kantus medial mengandung puncata
satu muara yang memungkinkan air mata mengalir kebagian atas sistem lakrimal. Ronggga elips
antara kelopak mata terbuka dinamakan fisura palpebra. Sisi bawah kelopak mata dilapisi oleh
konjungtiva palfera. Suatu membran mukosa trasparan, vaskuler, tipis yang melanjutkan diri
dengan sklera anterior sampai keatas luar kornea.

Posisi kelopak mata sebagian di kontrol oleh dua saraf otak : SO III yang bertanggung jawab
untuk pembukaan kelopak mata : SO VII, untuk menutup kelopak mata. Ketika di tutup, kedua
kelopak harus temu secara penuh. Ketika terbuka, kelopak mata atas harus terletak secara alami
pada bagian atas iris, tepat diatas pupil, tidak boleh ada betuk bulatan sabit putih sklera yang
tampak diatas atau dibawah rimkorneoskleral (timbus atau batas).

Pengedipan kelopak mata akan menyebarkan selapis air mata pelumas dan pelembab keseluruh
permukaan bola mata. Repleks berkedip akan melindung mata dari debris atau pertikal asing.
Bulu mata akan membatu fungsi kelopak dengan mendorong keluar debu dan debrisuntuk
melindungi mata external dari cedera aksi mekanis berkedip menghasilkan gaya hisap dalam
sistem nasolakriminal atas memudahkan pengaliran air mata.

c. Bulu mata

Mata merupakan pendek yang tumuh di ujung keelopak mata dan berpungsi embantu melindungi
mata dengan bertindak sebagai barrier ( penghalang). Kelenjar kecil menghasilkan bahan
berminyak yang mencegah penguapan air mata.

d. Kelenjar Lakrimalis

Kelenjar Lakrimaris terletak diuncak tepi luar dari mata kiri dan kanan dan menghasilakan air
mata yang ecer. Air mata mengalir dari mata ke dalam hidung melalui dua duktus lakrimaris,
setiap duktus memiliki lubang diujung kelopak mata atas dan bawah, didekat hidung. Air mata
berfungsi menjaga kelembaban dan kesehatan mata, juga menjerat dan membuang
farikal.fartikal kecil yang masuk kemata. Selai itu, mata kaya akan anti body yang membantu
mencegah terjadinya infeksi.

e. Bola Mata

Bola Mata dilapisi oleh tiga lapisan primer : Seklera, Yuviea (yang mengandung kroid), dan
Retina. Tiap lapisan mempunyai struktur dan fungsinya sendiri ketiga lapisan tersebut berperan
dalam bentuk mata yang bulat ketiak terisi humor vitreus (subtansi seperti glatin antara lensa dan
retina).

f. Sklera

Lapisan paling luar dan kuat dinamakan sklera bagian “putih”mata.bila seklera mengalami
penipisan warnanya akan menjadi kebiruan. Dibagian osterior seklera empunyai lubang

yang dilalui saraf optiks dan pembulu darah retina senratis. Dibagian anterior berlanjut menjadi
kornea. Permukan anterior seklera diselubungi secara longgar dengan konjungtifa, suatu
membran mukosa tipis yang mengandung sebagai kelenjar yang bertanggung jawab untuk
lapisan air mata. Konjungtifa palpebramelapisi sisi bawah kelopak mata dan merupakan
kelanjutan dari konjungtifa bulbaris yang menyelubungi seklera anterior. Hal ini sangat
menguntungkan sehingga lensa kontak mungkin “terselip” kedalam mata. Konjungtifa berakhir
pada limbus korneosklera biasanya mengandung jaringan pembul darah yang rapat.

g. Uvea

Lapisan tengah yang mengandung pigmen adalah traktus Uvea, yang tersusun atas koroid. Iris,
dan badan silier.Koroid merupakan lapisan vaskuler yang memberiak darah kelapisan epitel
berpigmen retina dan retina sensoris perifer. Koroid melapisi kamera posterior mata dan
membentang dari badan silir, dibagian anterior dan saraf optikus dibagian posterior. Korid juga
merupakan segmen pospolior uvea diantara retina dan sklera. Koroid tersusun dari tiga lapisan
pembuu darah koroid besar, sedang dan kecil. Semakin dalam pembulu darah koroid dikenal
sebagai khorikapitalaris. Darah dari pembulu darah koroid dialirkan melalui empat vena kortes,
satu dimasingmasing kuadran posterior koroid disebelah dalam dibatasi oleh membra bruch dan
disebelah luar sklera ruang supra koroid, terletak diantara koroid dan sklera. Koroid melekat erat
di posterior ketepi.tepi nerfus optikus, sedangkan ke anterior, koroid bersambung dengan korpus
siliaris. Agregat pembuluh darah koroid memperdarahi bagian luar retina.

h. iris

Iris merupakan struktur muskuler berfigmen yang memberikan warna khas mata. Iris adalah
bagian anterior traktus uvea dan membagi ruangan antara kornra dan lensa menjadi kamera
anterior dan posterior.Iris juga merupakan struktur yang sangat paskuler dengan pigmen yang
berbedabeda (ditentukan secara genetik). Warna mata bergantung pada jumlah melanin yang ada
pada iris; semakin cerah warnanya, semakin banyak jumlah cahaya yang dapat memasuki mata.
Orang yang mempunyai mata yang sangat cerah mengalami fotofoba (peka terhadap cahaya).
Kebalikannya adalah orang dengan mata yang sangat hitam, tidak ada dua iris yang benarbenar
sama, temasuk mata kanan dan mata kiri orang yang sama. Iris merupakn uvea,

atau traktus berfimen dan berhubungan dengan lapisan koroid pada tepinya dan badansilier pada
sisi bawahnya merupakan diafragma muskuler silkuler tipis yang ditengahnya terdapat lubang
bulat, pupil. Iris termasuk kedalam diafragma berpigmen yang tipis yang terdapat di dalam
aqueus homor diantara kornea dan lensa. Tetapi iris melekat pada permukaan anterior
kurpusiliare yang membagi ruang diantara lensa dan korne a. Serat otot iris terdiri dari serat
sikuler.

i. pupil

Pupil adalah rongga yang terjadi di tengah cincin internal iris. Pupil berbentuk bulat, regular, dan
mempunyai ukuran dan respon terhadap cahaya yang sama pada kedua mata. Anisokoria atau
pupil yang tidak sama, merupakan temuan yang normal pada 20% populasi. Sedangkan pada
populasi lain, pupil yang tidak sama menunjukan adanya penyakit saraf pusat. Pupil terletak agak
kenasal dari pusat kornea. Konstriksi dan dilatasi pupil pada reaksi terhadap cahaya terjadi
sebagai akibat berbagai hubungan neuronal. Ketika cahaya memasuki mata, sel fotosensitif akan
mengirimkan pesan ke otot konstriktor pupil melalui SO III. Hal ini akan mengurangi distrosi
dan silau yang terjadi akibat berlebihnya cahaya yang masuk. Tingkat cahaya yang rendah akan
mengaktifkan otot dilator pupil, yang akan meretraksi iris dan membuka pupil. Lima kali energi
lebih besar yang masuk kedalam mata ketika pupil berdilatasi. Kerusakan sel fotosensitif dapat
menurunkan fungsi pupil.
j. Kornea

Pada bagian mata juga terdapat kornea yang merupakan struktur transparan yang menyerupai
kubah,merpakan pembungkus dari iris, pupil dan bilik anterior serta membantu memfokuskan
cahaya. Badan silier mengandung serabut otot yang dapat membantu kontraksi dan relaksasi
zonula lensa (struktur yang menggantung lensa). Badan silier berperan (penting dalam menjaga
tekanan intraokuler (TIO)) dengan sekresi humor aqueus, cairan transparan berkadar air tinggi
yang mengisi kamera anterior dan posterior dan kemudian di salurkan melalui kanalis Schlemm.

k. Retina/Selaput Jala

Retina merupakan lapisan jaringan peka cahaya yang terletak di bagian belakang bola mata,
berfungsi mengirimkan pesan visuil melalui saraf optikus ke otak. Cahaya yang masuk melalui
kornea di teruskan ke pupil. Iris mengatur jumlah cahaya yang masuk dengan cara membuka
dan menutup, seperti halnya celah pada lensa kamera. Jika lingkungan di sekitar gelap, maka
cahaya yang masuk akan lebih banyak, jika di lingkungan sekitar terang, maka cahaya yang
masuk lebih sedikit. Ukuran pupil di control oleh otot sfingter pupil, yang membuka dan
menutup iris.

Retina terdiri dari 3 lapisan sel :

1. Lapisan neuraepithelium

2. Lapisan sel bipolar

3. Lapisan sel ganglion

l. Aqueous Humor

Aqueous humor merupakan cairan jernih dan encer yang mengalir diantara lensa dan kornea
(mengisi segmen anterior mata), serta merupakan sumber makanan bagi lensa dan kornea di
hasilkan oleh prosesus siliaris. Fungsi aqueous humor adalah penyokong dinding bola mata
dengan member tekanan dari dalam dan memberi makan pada lensa serta membuang produk
metabolisme karena lensa tidak memiliki pembuluh darah.

m. Vitreus Humor
Vitreus humor merupakan gel transparan yang terdapat di belakang lensa dan di depan retina
(mengisi segmen posterior mata). Pada dearah perbatasan dengan lensa, membran vetreus
menebal yang terdiri dari lapisan posterior yang menutup korpus vitreum. Lapisan anterior
membentuk ligamentum suspensorium lensa yang melekat pada prosesus siliare. Di dalam
korpus vitreum tidak terdapat pembuluh darah yang fungsinya menambah daya pembesaran
mata, menyokong permukaan posterior lensa, dan membantu melekatkan pars pigmentosa
retina.

n. Lensa

Lensa adalah badan bikonveks yang transparan dan terletak di belakang iris, di dekat corpus
vitreum, dan di kelilingi oleh prosesus siliaris dengan merubah bentuknya, lensa memfokuskan
cahaya ke retina. Jika mata memfokuskan pada objek yang dekat, maka otot silier akan
berkontraksi, sehingga lensa menjadi lebih tebal dan lebih kuat. Jika mata memfokuskan pada
objek yang jauh, maka otot silier akan mengendur dan lensa menjadi lebih tipis dan lebih lemah.
Sejalan dengan pertambahan usia, lensa menjadi kurang lentur, kemampuannya untuk menebal
menjadi berkurang sehingga kemampuannya untuk memfokuskan objek yang dekat juga
berkurang. Keadaan ini di sebut presbiopia.

Bola mata terbagi menjadi 2 bagian, masing-masing terisi oleh cairan:

1. Segmen anterior : mulai dari kornea sampai lensa, berisi aqueus humor yang merupakan
sumber energy bagi struktur mata di dalamnya. Segmen anterior sendiri terbagi menjadi 2 bagian
(bilik anterior : mulai dari kornea sampai iris, dan bilik posterior : mulai dari iris sampai lensa).
Dalam keadaan normal, aqueus humor di hasilkan di bilik posterior, lalu melewati pupil masuk
ke bilik anterior kemudian keluar dari bola mata melalui saluran yang terletak di ujung iris.

2. Segmen posterior : mulai dari tepi lensa bagian belakang sampai ke retina, berisi vitreus
humor yang membantu menjaga bentuk bola mata.

Mekanisme melihat :

Cahaya di tangkap mata, kemudian masuk ke retina, melalui : kornea-aqueus humor-pupil-lensa


vitreus humor-fotoreseptor di retina. Dari fotoreseptor di teruskan ke serabut-serabut saraf-saraf
optik kemudian menuju pusat penglihatan di otak sensasi penglihatan.
C. Persyarafan Mata

Ada beberapa saraf otak yang memiliki hubungan dengan mata : untuk penglihatan, gerakan
mata, reaksi pupil pengangkatan kelopak mata dan penutupan kelopak mata. Hubungan batang
otak memungkinkan koordinasi gerakan mata.

Mata mempunyai otot, saraf serta pembuluh darah. Beberapa otot bekerja sama menggerakan
mata. Setiap otot di rangsang oleh saraf cranial tertentu. Tulang orbita yang melindungi mata
juga mengandung berbagai saraf lainnya, yaitu :

Ø Saraf optikus membawa gelombang saraf yang di hasilkan di dalam retina ke otak

Ø Saraf lakrimalis merangsang pembentukan air mata oleh kelenjar air mata

Ø Saraf lainnya menghantarkan sensasi ke bagian mata yang lain dan merangsang otot pada
tulang orbita

D. Vaskularisasi Mata

Arteri oftalmika dan arteri retinalis menyalurkan darah ke mata kiri dan mata kanan, sedangkan
darah dari mata di bawa oleh vena oftalmika dan vena retinalis. Pembuluh darah ini masuk dan
keluar melalui mata bagian belakang.

E. kelainan / penyakit mata

1. kelainan refraksi.

Kelainan refraksi yang sering ditemukan adalah myopia ( rabun jauh), hipermetropia ( rabun
dekat ), astigmat ( gangguan pengelihatan jauh dan dekat) dan pesbiopia yang terjadi pada setiap
usia telah mencapai usia 40 tahun.

a. Presbiopia

Gangguan akomodasi pada usia lanjut dapat terjadi akibat kelemahan otot, dan lensa mata tidak
kenyal atau berkurang elastisitasnya akibat sklerosis lensa. Akan memberikan keluhan setelah
membaca yaitu berupa mata lelah, berair dan sering terasa pedas.

b. Miopia
Myopia merupakan rabun jauh, kekuatan pembiasan media refraksi terlalu kuat. Terdapat dua
bentuk myopia yaitu; myopia refraktif ( pembiasan media penglihatan kornea dan lensa yang
kuat), sedangkan pada myopia aksial ( panjangnya sumbuh bolah mata, dengan kelengkungan
kornea dan lensa yang normal). Pasien dengan myopia akan memberikan keluhan sakit kepala
sering disertai dengan juling dan celah kelopak mata yang sempit

c. Hipermetropia

Hipermetropia atau rabun dekat merupakan keadaan gangguan kekuatan pembiasan mata dimana
mata sianr sejajar jauh tidak cukup dibiaskan sehingga titik fokusnya terletak dibelakang retina.
Terdapat 3 bentuk hipermetropia yaitu; hipermetropia sumbu/aksial, hipermetriopia kurvatur,
dan hipermetropia refraktif. Keluhan yang ditemukan pada hipermetropia adalah pengelihatan
dekat dan jauh kabur, sakit kepala, silau, dan kadang rasa juling atau lihat ganda.

d. Astigmat

Pada astigmat berkas sinar tidak difokuskan pada satu titik dengan tajam pada retina akan tetapi2
garis titik api yamg saling tegak lurus yang terjadi akibat kelainan kelengkungan permukaan
kornea. Bentuk astigmet ada dua bentuk; astigmat regulae dan astigmat irregular. Gejalanya
pengelihatan buram menengok untuk lebih jelas, membaca lebih dekat.

2. Kelainan konjungtivitas

Konjungtivitas atau mata merah merupakan kelainan yang diakibatkan polusi lingkungan yang
meningkat. Berbagai penyebab seperti debu, virus, bekteri, jamur, dan alergi akan
mengakibatkan peradangan pada konjungtiva. Semua menyebabkan timbul keluhan mata berair,
kotor dan gatal yang sangat menggangu oenderita

3. ARMD ( Age-related mascular degeneration )

ARMD merupakan kelianan pada usia lanjut yang menggangu pengelihatan sentral. Terdapat 2
tipe ARMD, basah dan kering.

a. ARMD kering (dry) terjadi bilah pebuluh darah dibawa makula menjadi tipis dan rapuh.
Terdapat deposit kecil berwarna kuning yang dinamakan drusen. Hampir semua degenerasi
makula dimulai dengan bentuk kering
b. ARMD basah ( wet) terjadi hanya pada 10% pasien dengan makula degenerasi. Pembuluh
darah baru abnormal dan rapuh berkembang dibawa makula lutea. Pembuluh darah ini
membocorkan darah dan cairan. Biasanya selanjutnya akan menurunkan tajam pengelihatan.

4. Katarak

Katarak merupakan kekeruhan lensa yang merupakan penyebab utama gangguan penglihatan di
seluruh dunia. Katarak dapat terjadi pada semua umur

5. Retinopati diabetic

Retinopati diabetic merupakan penyulit diabetes mellitus yang dapat mengakibatkan kebutaan
dan biasanya mengenai kedua mata. Retinopati diabetic adalah kelainan retina yang ditemukan
pada penderita diabetes mellitus. Disebabkan perubahan mikrovaskular retina. Hiperglikemia
mengakibatkan kematian perisit intra mural dan penebalan membrane basalis mengakibatkan
dinding pembuluha darah lemah. Dan penimbunan glukosa dan fruktosa merusak pembuluh
darah halus pada retina.

6. Glaucoma

Glaucoma merupakan kalainan yang merusak saraf optik yang berakibat kebutaan. Mata dapat
dicegah dari kebutaan bila diberikan pengobatan sedini mungkin. Terdapat 2 bentuk, sudut
terbuka ( berjalan kronis) dan sudut tertutup yang berjalan akut.

7. Ambliopia

Ambliopia sering disebut sebagai mata malas yang mengakibatkan gangguan pengelihatan pada
anak, terjadi akibat kelainan refraksi, katarak congenital.

8. Strabismus

Strabismus merupakan gangguan keseimbangan kedudukan mata. Mata tidak terangsang sama.
BAB IV

PENUTUP

a. kesimpulan

Salah satu alat indera pada manusia adalah mata atau indera penglihatan , yang disebut
juga dengan fotoreseptor karena mampu menerima rangsangan fisik yang berupa cahaya. Ada 3
lapisan jaringan atu selaput yang membungkus bola mata dari luar kedalam yaitu sklera , koroid ,
dan retina.Pada mata juga terdapat alat-alat tambahan yaitu otot-oto mata , pelupuk-pelupuk mata
dan kelenjar air mata , kotak mata ( rongga tempat mata ) & bulu mata.

Pada mata juga sering ditemukan kelainan-kelainan atau penyakit yang dapat menyebabkan
kerusakan pada mata seperti miopi, hipermetropi, presbiopi, katarak, astigmatisma dan lain-lain.
Karena mata adalah organ yang penting pada manusia, kita harus bisa melindungi makalah kita
agar tidak terkena penyakita mata tersebut. Untuk itu banyak hal yang bisa dilakukan ,
diantaranya mengkonsumsi vitamin A sesuai kebutuhan, tidak menonton TV terlalu dekat
dengan layar ,tidak membaca buku terlalu dekat/sambil tidur,tidak membaca diruangan yang
kurang cahaya / redup.dan bila mata terkena debu,jangan mengucek mata dengan tangan yang
kotor karena dapat menyebabkan mata iritasi.
Daftar Pustaka

www.google.com//indera penglihat

http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/31522/3/Chapter%20II.pdf
  tanggal akses : 3 maret 2020 Pukul 13.30 WIT
http://adydech.blogspot.com/2010/12/anatomi-sistem-penginderaan-mata.html
  tanggal akses : 3 maret 2020 pukul 14.35 WIT