Anda di halaman 1dari 5

LAPORAN RESMI PRAKTIKUM ELEKTRONIKA DISKRIT

INFRARED + PHOTO DIODA + OPTOCOUPLER

Praktikan:1. MUHAMMAD ROIS AMIN (P27 838 118 004)


2. SHELLA VIDYA AYU (P27 838 118 005)
3. ARVIN SATYA ALFARUQ (P27p 838 118 017)
Asisten: Evrinka Hikaristiana M.
Waktu Percobaan: Rabu, 26 September 2018
TEM 412108
Laboratorium Elektronika
Jurusan Teknik Elektromedik-Poltekkes Surabaya

Inframerah merupakan radiasi gelombang Inframerah adalah radiasi


elektromagnetik, yang memiliki panjang elektromagnetik dari panjang gelombang
gelombang antara 700 nm dan 1 mn.. yang lebih panjang dari cahaya tampak,
Fotodioda merupakan detektor cahaya tetapi lebih pendek dari radiasi
inframerah yang dibantu penguat gelombang radio. Namanya (dari bahasa
transistor. Optocoupler adalah komponen Latin infra,"Bawah"), merah merupakan
elektronika yang berfungsi sebagai warna dari cahaya tampak dengan
penghubung berdasarkan cahaya optik. gelombang terpanjang. Radiasi
Kata kunci : Infrared, Photo dioda, inframerah memiliki jangkauan tiga
Optocoupler. "Order" dan memiliki panjang gelombang
antara 700 nm dan 1 mm. Sinar
1. Pendahuluan inframerah (inframerah / IR) termasuk
Laporan ini kami buat dengan tujuan dalam gelombang elektromagnetik dan
agar praktikan dapat memahami dan berada dalam rentang frekuensi 300 GHz
menghitung tegangan tentang komponen sampai 40.000 GHz (10 pangkat 13).
kelistrikan seperti Infrared, Photodiode, Sinar inframerah dihasilkan oleh proses
Optocoupler. Komponen tersebut di dalam molekul dan benda panas.
merupakan komponen yang wajib Inframerah memiliki karakteristik
diketahui oleh seorang praktikan
kelistrikan. Supaya nantinya
memudahkan seorang instalator bekerja
dilapangan, oleh karena itu kami
melakukan praktikum ini dengan niat
untuk mengetahui fungsi dari setiap (https://informazone.com/jenis-jenis-
komponen sehingga memudahkan dalam dioda/)
kami merangkai komponen. Gambar 2.1
2. Dasar Teori 2.1.1 Karakteristik Infra merah:
a. Tidak dapat dilihat oleh mata
2.1 Inframerah telanjang manusia
LAPORAN RESMI PRAKTIKUM ELEKTRONIKA DISKRIT
b. Tidak dapat menembus materi yang Pada saat fotodioda terkena sinar
tidak tembus pandang cahaya, foton yang merupakan partikel
c. Dapat ditimbulkan oleh komponen terkecil pada cahaya akan menembus
yang menghasilkan panas lapisan tipis semikonduktor bertipe-N,
lalu memasuki lapisan semikonduktor
d. Panjang gelombang pada
tebal bertipe-P. Foton tersebut kemudian
inframerah memiliki hubungan yang
akan bertabrakan dengan elektron yang
berlawanan atau dibandingkan
terikat sehingga terpisah dari intinya, dan
terbalik dengan suhu. Ketika suhu
menyebabkan terjadinya hole.
mengalami kenaikan, maka panjang
gelombang mengalami penurunan Elektron yang terpisah akibat
tabrakan tadi berada di dekat
2.1.2Tipe-Tipe Inframerah
persimpangan PN junction, dan akan
Berdasarkan Panjang
menyeberangi persimpangan menuju ke
Gelombang:
wilayah semikonduktor yang bertipe-N.
a. Inframerah jarak dekat dengan Hal tersebut membuat elektron
panjang gelombang 0,75 μm - 1.5 bertambah di sisi semikonduktor N, dan
μm hole akan bertambah di sisi
semikonduktor P.
b. Inframerah jarak menengah dengan
panjang gelombang 1.50 μm - 10 μm Pemisahan muatan positif dan negatif
yang terjadi mengakibatkan terjadinya
c. Inframerah jarak jauh dengan beda potensial pada persimpangan PN.
panjang gelombang 10 μm - 100 μm Saat beban atau kabel dihubungkan ke
2.1.3Manfaat Infra merah dalam Katoda (semikonduktor N) dan Anoda
kesehatan dan komunikasi: (semikonduktor P), maka akan timbul
aliran arus listrik akibat elektron yang
a. Kesehatan (Meningkatkan mengalir melalui beban atau kabel
metabolisme tubuh, meningkatkan tersebut dari Katoda menuju ke Anoda.[2]
sirkulasi mikro dan lain-lain)
b. Komunikasi (remote TV, sistem
sensor inframerah)[1]

(http://www.robotics-
university.com/2014/08/photo-diode.html)
(https://www.rednewswire.com/global- Gambar 2.2
inframerah-led-market-development-
status-and-outlook-2018/) 2.3 Optocoupler
Gambar 2.1.3
Optocoupler adalah komponen
2.2 Fotodioda elektronika yang berfungsi sebagai
Fotodioda adalah komponen penghubung berdasarkan cahaya optik.
elektronika aktif yang terbuat dari bahan Pada dasarnya Optocoupler terdiri dari 2
semikonduktor yang berfungsi mengubah bagian utama yaitu Transmitter yang
cahaya menjadi arus listrik. Bentuk dari berfungsi sebagai pengirim cahaya optik
komponen fotodioda tak jauh berbeda jika dan Receiver yang berfungsi sebagai
dibandingkan dengan LED biasa punya pendeteksi sumber cahaya. Masing-
banyak fungsi. Beberapa diantaranya masing bagian Optocoupler (Transmitter
adalah untuk membuat robot seperti line dan Receiver) tidak memiliki hubungan
follower, alat-alat medis, scanner konduktif rangkaian secara langsung
barcode, sensor cahaya kamera, peralatan tetapi dibuat sedemikian rupa dalam satu
keamanan, dan masih banyak lagi lainnya. kemasan komponen.
Itulah sebab mengapa komponen yang
satu ini banyak dicari untuk
diimplementasikan ke dalam rangkaian-
rangkaian tersebut.

(https://teknikelektronika.com/pengertian
-optocoupler-fungsi-prinsip-kerja-
optocoupler/) Gambar 2.3
(https://informazone.com/jenis-jenis-
Jenis-jenis Optocoupler yang sering
dioda/)
ditemukan adalah Optocoupler yang
Gambar 2.2
terbuat dari bahan Semikonduktor dan
terdiri dari kombinasi LED (Light
LAPORAN RESMI PRAKTIKUM ELEKTRONIKA DISKRIT
Emitting Diode) dan Phototransistor. Gambar 3.3
Dalam Kombinasi ini, LED berfungsi

47 K
sebagai pengirim sinyal cahaya optik

R 3
+5V
(Transmitter) sedangkan Phototransistor
berfungsi sebagai penerima cahaya P H O T O D IO D E

tersebut (Receiver). Jenis-jenis lain dari Gambar 3.4


Optocoupler diantaranya adalah Rangkaian ketiga
kombinasi LED-Fotodioda, LED-LASCR +5V +5V

dan juga Lamp-Photoresistor. R 4


Cahaya Infra Merah yang R E S IS T O R
LED

dipancarkan tersebut akan dideteksi oleh


Phototransistor dan menyebabkan
terjadinya hubungan atau Switch ON o p t o c o u p le r
pada Phototransistor. Prinsip kerja
Phototransistor hampir sama dengan
Transistor Bipolar biasa, yang R 2
220 O hm

membedakan adalah Terminal Basis


(Base) Phototransistor merupakan
penerima yang peka terhadap cahaya.
Optocoupler banyak diaplikasikan Gambar 3.5
sebagai driver pada rangkaian pada
Mikrokontroller, driver pada Motor DC, Pengukuran resistansi rangkaian
DC dan AC power control dan juga pada menggunakan multimeter
komunikasi rangkaian yang dikendalikan Langkah-langkah:
oleh PC (Komputer).[3] 1. Mengatur potensio pada tegangan 0
ohm, 50 ohm, 100 ohm dengan
menggunakan multimeterselector
sesuai dengan faktor pengkali pada
hasil pembacaan (misal hasil pengali
10k ohm, maka putar selector ke arah
(https://teknikelektronika.com/pengertian 10k ohm.)
-optocoupler-fungsi-prinsip-kerja- 2. Meletakan probe hitam di ground dan
optocoupler/) Gambar 2.3 probe merah di power supply 5 V
3. Mengukur tegangan rangkaian satu
1. Metodologi
persatu dengan selektor diletakn di
DCV
Membuat rangkaian seri pada project
4. Melakukan pembacaan skala dengan
board :
melihat jarum yang ditunjukkan oleh
Langkah-langkah:
multimeter
1. Mempersiapkan bahan-bahan
komponen yang dibutuhkan sesuai
4. Hasil dan Analisis
yang dicontohkan.
2. Merangkai komponen sesuai dengan
Data hasil percobaan dituliskan pada
yang sudah di contohkan pada
bagian ini. Ada kalanya data lebih baik
projectboard.
jika ditulis dalam bentuk tabel. Pada
3. Menghubungkan salah satu ujung
bagian ini diuraikan pula analisis atas
pada voltase dan ground.
hasil yang diperoleh.
Rangkaian pertama
Tabel 3.1
100K
R 2
220 O hm

LED

VR Volt Volt Volt Volt Volt


R 1
V CC

(R2) R1 R2 INFRARE R3 PHOT


Gambar 3.1 D O
DIOD
E
R 3

47K
+5V

P H O T O D IO D E 0Ω 3,4 V 0,1 1,2 v 4v 1,2 V


V
Gambar 3.2

Rangkaian kedua 50 Ω 0,02 3,8 1v 0,01 v 4,6 V


V V
100K
220 O hm

R 2

LE D
R 1
V C C
LAPORAN RESMI PRAKTIKUM ELEKTRONIKA DISKRIT
100 0,01 3,8 0,8 v 0,005 v 4,6 V http://belajarelektronika.net/pengertia
Ω V V n-photodiod e-dioda-foto-dan-
fungsinya/ (26 September 2018)

Tabel 3.2 [3]

https://teknikelektronika.com/pengertia
VR Volt Volt Volt Volt Volt n-optocou pler-fungsi-prinsip-kerja-
optocoupler/ (26 Septe mber 2018)
(R R1 R2 INFR R3 PHOTO
2) ARED DIODE
PARAF ASISTEN

0Ω 3,4 V 0,01 1,2 v 3v 1,6 V


V
TGL

50 0,02 2,8 1v 0,005 4,6 V JAM


Ω V V v

10 0,01 3,8 0,8 v 0,005 4,6 V


0Ω V V v

Tabel 3.3

OPTO Volt Volt Vol Volt


t
COUPLE LED Kolektor LED
R Emitor R2

DITUTU 0V 3,2 V 0v Mati


P

DIBUKA 1,8 3,6 V 0,4 Hidup


V v

5. Kesimpulan

Dapat disimpulkan dari data


praktikum yang kami dapatkan, bahwa
semakin kecil hambatan maka semakin
besar tegangannya, dan nyala inframerah
semakin terang begitu sebaliknya. Ketika
hambatannya kecil, inframerah memiliki
tegangan yang besar sehingga nyala
inframerah semakin terang dan fotodioda
mendapat sinar yang banyak dan
hambatannnya menjadi kecil begitu juga
dengan tegangannya. Ketika optocoupler
ditutup maka LED tidak menyala karena
cahaya inframerah tidak bisa di tangkap
oleh fotodioda

1. Daftar Pustaka

[1]

http://bocahvillage.blogspot.com/2011/
07/definis i-infraredinfrared-
adalah.html (26 September 2018)

[2]
LAPORAN RESMI PRAKTIKUM ELEKTRONIKA DISKRIT