Anda di halaman 1dari 33

ANESTESI DAN TERAPI INTENSIF

FKG USU
2019
EVALUASI PASIEN PREOPERATIF

Perencanaan pasien
 Premedikasi
 Jenis anestesi
 Evaluasi
 Managemen intraoperatif
 Managemen postoperatif
ANESTHETIC PLAN
Preoperative evaluation

pasien

prosedur alat

obat
4
Pasien
anamnesis 6. Review of organ systems
1. Penyakit yang diderita dan akan di  General (including activity
lakukan penatalaksanaan sekarang level)
2. Masalah atau penyakit penyerta yang  Respiratory
diderita  Cardiovascular
3. Riwayat medis sebelumnya  Renal
 Allergi  Gastrointestinal
 Drug intolerances  Hematological
 Penggunaan obat rutin baik herbal  Neurological
maupun kimia
 Endocrine
 Alcohol
 Psychiatric
 Merokok atau tidak
 Orthopedic
4. Riwayat operasi sebelumnya, penggunan
obat anastesi, riwayat kehamilan dan
 Musculoskeletal
nyeri yang pernah diderita  Dermatological
5. Riwayat penyakit atau kelainan bawaan5 7. Last oral intake
Pemeriksaan fisik

 Keadaan umum
 Tampak sakit ringan, sedang, atau berat
 Penampilan dari pasien tersebut
 Kesadaran
 Aktifitas fisik yang tampak

6
Pemeriksaan fisik umum

 Tanda vital
 Tekanan darah
Sistol tidak boleh ≥ 160 mmhg
Diastol ≤ 110 mmhg
Nadi : 60-120 kali permenit
Respiratory rate : 12-22 kali permenit
Suhu : 36,5- 37,5

7
paru Jantung

 Inspeksi: gerak nafas, retraksi  Inspeksi: ictus cordis,


intercostal,  Palpasi : apex jantung, nyeri
 Palpasi: krepitasi, benjolan,  Perkusi: batas jantung
nyeri,  Auskultasi: bunyi jantung,
 Perkusi: redup, pekak, cairan, mitral auskultasi, regurgutasi
massa,
 Auskultasi: Rh, Wh,
Px neurologis &
Abdomen, bladder muskul0skletal
 Inspkesi: distensi, datar, edem,  Pemeriksaan saraf kranialis n. I-
urine XII
 Palpasi: nyeri tekan, massa<  Pemeriksaan kekuatan otot
 Perkusi: timpani, batas organ  Refleks fisiologis dan patologi:
dalam refleks patella, refleks trisep
 Aukultasi: bunyi usus,
LABORATORIUM

 Hemoglobin & Hematokrit


- wanita menstruasi
- pasien di atas 60 tahun
- pasien dgn kemungkinan perdarahan
banyak
 Serum glukosa & kreatinin
 EKG → >40 tahun
 X Foto thoraks → > 60 tahun
KLASIFIKASI ASA
1 = Pasien sehat
2 = Pasien dengan kelainan sistemik ringan
3 = Pasien dengan kelainan sistemik moderat sampai
berat, dengan keterbatasan fungsi
4 = Pasien dengan kelainan sistemik berat dengan
kelainan yang mengancam jiwa
5 = Pasien yang tidak diharapkan hidup dalam 24 jam
dengan atau tanpa pembedahan
6 = Pasien “brain dead”

E = ditambahkan bila statusnya emergency


Blood pressure
 Faktor resiko hipertensi
 Age >55 yr (male); >65 yr
 Tekanan darah (female)
 Smoking
 Hypercholesterolaemia >6.5
mmol litre1
 Diabetes
 Family history of
cardiovascular events
 P Foe¨x DPhil FRCA, JW Sear. The surgical
hypertensive patient. Continuing Education in
Anaesthesia, Critical Care & Pain | Volume 4
The Seventh Report of the Joint National Number 5 2004
Committee on Prevention, Detection,
Evaluation, and Treatment of High Blood
14
Pressure, August 2004
Penilaian jalan nafas
 Klasifikasi Mallampati :pemeriksaan subjektif untuk mengetahui
kemudahan dalam melakukan intubasi dalam menjaga airway
 Class I: Faucial pillars, soft palate and uvula.
 Class II: Faucial pillars and soft palate. Uvula is masked by the tongue
base.
 Class III: Only soft palate is visible
 Class IV: Only hard palate is visible
 Kelas 1 paling mudah dalam penjagaan intubasi, kelas 4 paling susah
penjagaan airway

15
Laboratorium

Darah rutin
 Leukosit
 HB :

 Eritsrosit

 Trombosit; 150-450 ribu, batasan


 ≥ 10g/dl untuk operasi, jika untuk spinal anastesi 80 ribu,
kurang tansfusi PRC sampai transfusi plasma platelet
mencapai target.  Gula darah : ≤200 mg/dl,
Laboratorium

 PT/APTT: 11-12.5 detik/30-  Elekltrolit:


40 detik Na= serum anak dan
 Ureum :10-40 mg/dl dewasa : 135-145 mmol/L
 K= serum anak : 3,5-5,5
 Creatinin : 0,5-1,5 mg/dl
mmo/L,serum dewasa :
 SGOT : 25-31 U.I 3,5-5,3 mmol
 SGPT : 32-41 U.I  CL= serum anak : 98-105
mmol/L,serum dewasa :
95-105 mmol/L
Pemeriksaan penunjang

 EKG
 Indikasi:
-pasien diatas 40th
-Ada r/ penyakit jantung,
-cari penyebab
 Pemeriksaan khusus sesuai indikasi
Langkah selanjutnya

 Dokumen Medikolegal
 Informed consent
 Penjelasan yang cukup
 Lembar administrasi
REKAM MEDIS
PREOPERATIF
 Riwayat pasien
 Riwayat anestesi
 Riwayat pengobatan
 Klasifikasi ASA
 Informed consent
 Rencana anestesi yg digunakan

INTRAOPERATIF
 Pengecekan mesin anestesi
 Reevaluasi pasien yg akan dilakukan anestesi
REKAM MEDIS
INTRAOPERATIF
 Penulisan hasil laboratorium yg baru (kalau ada)
 Pengecekan informed consent
 Waktu pemberian, dosis & rute pemberian obat
 Monitoring intraoperatif (kehilangan darah, produksi urin)
 Pemberian cairan intravena
 Penggunaan teknik anestesia
 Kejadian-kejadian penting selama operasi
 Komplikasi yg timbul selama operasi
 Kondisi pasien setelah operasi selesai
REKAM MEDIS

POST OPERATIF
 Perawatan pasien di Post Anesthesia
Care Unit (PACU)
 Pengawasan tanda vital
 Komplikasi yang berkaitan dengan anestesi
premedikasi

 Tujuan : untuk  5 golongan:


mengurangi rasa cemas  Analgesik narkotik
menjelang pembedahan,  Sedatif barbiturat
memperlancar induksi,
 Benzidiazepin
mengurangi ke gawatan
akibat anastesia,  Antikolinergik
mengurangi efek  neuroleptik
hipersalivasi, bradikardia,
dan muntah
 Contoh  Barbiturat
 Analgesik narkotik:  Menimbulkan sedasi,
 Morfin, fentanyl jarang mual muntah,
 Keuntungan: nyeri pasca  Pentobarbital oral
bedah berkurang, mual maupun im
muntah(<),
 Dosis 1 mg/kgBB pada
 Kerugian: depresi
anak diatas 6 bulan
kardiovaskuler, waktu
pemulihan lebih lama  100-150 mg utk dewasa
 Benzodiazepin  Neuroleptik
 Lebih dianjurkan, amnesia  Megurangi rasa mual dan
retrograd, menyebabkan muntah
tidur, sedikit mendepresi  Sedasi lebih bagus
nafas,
 Menimbulkan efek
 Lorazepam: 0.05mg/kgBB hipotensi dan takikardi
 midazolam  Mayor transquilezier
 CPZ
 Antimuskarinik
 Mengurangi dan
mencegah hipersekresi
kelenjar ludah dan
bronkus
 Atropine 0.02 mg/kgBB
Monitoring
selama operasi
Monitoring…

Sirkulasi •Non-Invasif
•Invasif

Ventilasi •Di lakukan dengan tanpa alat, stetoskop,


oksimetri denyut, Kapnometri

Suhu tubuh •Biasanya di lakukan pada bayi dan anak

Oksigenasi
POST ANESTHESIA CARE UNIT
Pendahuluan

PACU Meminimalkan kematian


pasien post OP
Design PACU

 Jarak dekat dengan ruang


operasi dan fasilitas perawatan
khusus
 Ruang terbuka

 Ruangan yang besar dan


pencahayaan baik

 1,5 tempat tidur dibanding


kamar operasi

 Terdapat saluran keluar


penghubung elektrik (O2,
Udara, dan suction)
Perlengkapan

 Pulse oximetry (SpO2)


 Ectrocardiogram (ECG)
 Blood pressure (NIBP)
monitors
 Selimut penghangat
 Kereta dorong
 Saluran elektrik : O2, suction
 Minor set
 Infus set dan syringe pump
 DC shock
Pemindahan dari Ruang Operasi
Posisi
Pindah ke Pasien tidak
lateral
RR : stabil, stabil harus Posisikan
Berikan O2 berguna
jalan nafas dalam
pasien untuk pasien
terjaga, selama intubasi dan
dengan baik dengan
ventilasi pemindahan dipindahkan
: posisi resiko
pada pasien dengan
adekuat, dgn resiko disertai
trendelenbru muntah atau
oksigen g atau posisi perdarahan
hipoksia monitor dan
dan kepala jalan nafas
(SpO2 <90) persediaan
hemodinam diatas atas seperti
obat
ik stabil tonsilektomi
emergenci
,
Kriteria pemindahan (PACU)

 Kriteria minimal untuk memindahkan  Yang paling dibutuhkan :


pasien :
1. Mudah bergerak - Mengontrol nyeri
2. Sadar penuh postoperatif
3. Dapat mempertahankan jalan
nafas - Mengontol mual dan
4. Tanda vital stabil selama 15-30 muntah
menit
- Mengembalikan suhu
5. Mampu minta tolong bila perlu
6. Tidak ada komplikasi operasi normal
secara nyata (pendarahan yang
aktif)
 Untuk anestesi regional
diperlukan juga kembalinya
sensoris dan motorik
TERIMA KASIH

53