Anda di halaman 1dari 16

MAKALAH

PROBLEMATIKA PERNIKAHAN ERA MILENIAL

Makalah ini disusun untuk memenuhi Tugas Mata Kuliah Fiqih Munakahat dan Muwaris

Dosen Pengampu

Fathiyaturrahmah, M.Ag

Disusun oleh :
1. M Abdul Rozak (T20181315)
2. M Alif Fajar (T20181316)

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM FAKULTAS TARBIYAH


DAN ILMU KEGURUAN

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI JEMBER 2019/2020


KATA PENGANTAR

Puji syukur atas kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat serta
hidayah-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan makalah yang berjudul
“Problematika Pernikahan Era Milenial” ini tepat pada waktunya.

Kami juga menyadari bahwa di dalam penyelesaian makalah ini tidak telepas
dari bantuan berbagai pihak. Terima kasih penulis ucapkan kepada dosen yang telah
membimbing dan memberikan arahan tentang bagaimana pengerjaan makalah
dengan baik dan benar.

Tak lupa kami ucapkan terimakasih kepada teman-teman yang telah bekerja
sama dalam pelaksanaan makalah ini. Kami berharap makalah ini dapat menambah
pengetahuan dan wawasan bagi para pembaca.

Makalah ini masih belum sempurna untuk itu kritik dan saran sangat kami
harapkan untuk menyempurnakan makalah ini.

Jember, 20 April 2020

Penyusun
DAFTAR ISI

COVER.......................................................................................................

KATA PENGANTAR................................................................................ ii

DAFTAR ISI.............................................................................................. iii

BAB I PENDAHULUAN...........................................................................

A. Latar Belakang................................................................................ 5

B. Rumusan Masalah........................................................................... 5

C. Tujuan Penulisan............................................................................. 5

BAB II PEMBAHASAN............................................................................

A. Penyimpangan Seksual Sebagai Problem Pernikahan.............................. 6

B. Dampak Media Sosial Terhadap Pernikahan................................... 3

C. Analisis Implikasi Jejaring Sosial Terhadap Kehidupan

Perkawinan.......................................................................................... 8

D. Talak Lewat Facebook Perfektif Hukum Islam............................... 10

BAB III PENUTUP....................................................................................

A. Kesimpulan..................................................................................... 15

B. Saran................................................................................................ 15

DAFTAR PUSTAKA.................................................................................
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Manusia dalam proses perkembangannya untuk meneruskan
jenisnya membutuhkan pasangan hidup yang dapat memberikan keturunan
sesuai dengan apa yang ingin diinginkannya. Perkawinan sebagai jalan
untuk bisa mewujudkan suatu keluarga atau rumah tangga bahagia dan
kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa. Hal ini dimaksudkan
bahwa perkawinan itu hendaknya berlangsung seumur hidup dan tidak
boleh berakhir begitu saja.
Perkawinan pada umumnya dilakukan oleh orang dewasa dengan
tidak memandang pada profesi, agama, suku bangsa, miskin atau kaya,
tinggal di desa atau di kota.
Usia perkawinan yang terlalu muda mengakibatkan meningkatnya
kasus perceraian karena kurangnya kesadaran untuk bertanggung jawab
dalam kehidupan berumah tangga bagi suami-istri.Meskipun batas umur
perkawinan telah ditetapkan dalam pasal 7 ayat (1) UU No. I tahun 74,
yaitu perkawian hanya diijinkan jika pihak pria sudah mencapai umur 19
tahun dan pihak wanita sudak mencapai umur 16 tahun. Namun dalam
prakteknya masih banyak kita jumpai perkawinan pada usia muda atau di
bawah umur, padahal perkawianan yang sukses membutuhkan kedewasaan
tanggung jawab secara fisik maupun mental untuk bisa mewujudkan
garapan yang ideal dalam kehidupan berumah tangga.
Peranan orang tua sangat besar artinya bagi psikologis anak-
anaknya. Mengingat keluarga adalah tempat pertama bagi tumbuh
perkembangan anak sejak lahir hingga dengan dewasa maka pola asuh
anak dalam perlu disebar luaskan pada setiap keluarga.
B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana Problematika Penyimpangan Seksual?
2. Apa Saja Yang Menjadi Dampak Media Sosial Dalam Pernikahan?
3. Bagaimana Implikasi Media Sosial Terkait Kehidupan Pernikahan?
4. Bagaimana Perfektif Talak melalui Jejaring Facebook?
C. Tujuan
1. Dapat mengetahui problematika penyimpangan seksual
2. Dapat mengetahui dampak yang ditimbulkan media sosial terhdap
pernikahan
3. Dapat mengetahui peran media sosial terkait kehidupan pernikahan
4. Dapat mengetahui perfektif talat melalui Facebook
A. Penyimpangan seksual sebagai problem pernikahan

Islam mengajarkan bahwa seorang homo atau lesbi sebagaimana


manusia lainnya, sangat berpotensi menjadi orang yang saleh atau takwa
selama dia menjunjung tinggi nilai-nilai agama, yaitu tidak menduakan
Tuhan (syirik), meyakini kerasulan Muhammad Saw serta menjalankan
ibadah yang diperintahkan. Dia tidak menyakiti pasangannya dan berbuat
baik kepada sesama manusia, kepada sesama makhluk dan peduli kepada
lingkungannya.
1. Pengertian Homoseksual (gay) dan Lesbian serta Hukumnya
Homoseksual (gay) di dalam agama Islam disebut dengan istilah
“al-liwath” ( )‫ اللواط‬yang berarti orang yang melakukan perbuatan seperti
perbuatan kaum Nabi Luth, yang pelakunya disebut “al-luthiyyu” (‫)اللوطي‬,
yang berarti laki-laki yang melakukan hubungan seksual dengan laki-laki.
Istilah lesbian di dalam agama Islam disebut dengan “al-sihaq” (
‫ )السحاق‬yang berarti perempuan yang melakukan hubungan seksual dengan
sesama perempuan.
2. Hukum Penyimpangan Seksual (LGBT)
Menurut Islam Pasangan homoseks dalam bentuk liwath termasuk
dalam tindak pidana berat (dosa besar), karena termasuk perbuatan keji
yang merusak kepribadian, moral dan agama. Hal ini sesuai dengan firman
Allah dalam Q.S al-Syu‟ara‟ (26) : ayat 165 dan 166 sebagai berikut:
َ‫أَتَأْتُونَ ٱل ُّذ ْك َرانَ ِمنَ ْٱل ٰ َعلَ ِمين‬
Artinya : “Luth berkata kepada kaumnya): Mengapa kamu mendatangi
(menggauli jenis laki-laki) di antara manusia” (QS. al-Syuara‟:165)
َ‫ق لَ ُك ْم َربُّ ُكم ِّم ْن أَ ْز ٰ َو ِج ُكم ۚ بَلْ أَنتُ ْم قَوْ ٌم عَا ُدون‬
َ َ‫َوتَ َذرُونَ َما َخل‬

Artinya: “Dan kamu tinggalkan isteri-isteri yang dijadikan oleh Tuhanmu


untukmu, bahkan kamu adalah orangorang yang melampaui batas”. (QS.
al-Syuara‟:166).
Ayat-ayat yang telah disebutkan menerangkan bahwa perbuatan
kaum Nabi Luth yang hanya melakukan hubungan seksual kepada sesama
laki-laki melepaskan syahwatnya hanya kepada sesama laki-laki dan tidak
berminat kepada perempuan sebagaimana ditawarkan oleh Nabi Luth,
tetapi mereka tetap melakukan perbuatan homoseksual, akhirnya Allah
memberikan hukuman kepada mereka dan memutarbalikan negeri mereka,
sehingga penduduk Sodom, termasuk isteri Nabi Luth kaum lesbi,
tertanam bersamaan dengan terbaliknya negeri itu. Yang tidak kena azab
hanya Nabi Luth dan pengikut-pengikutnya yang saleh dan menjauhkan
diri dari perbuatan homoseks.
Dari uraian di atas dapat disimpulkan, bahwa perbuatan homo dan
lesbi haram hukumnya, apakah itu berbentuk pasangan menikah atau tidak.
Larangan homoseksual dan lesbian bukan hanya karena merusak
kemuliaan dan martabat kemanusiaan, tetapi resikonya lebih besar lagi,
yaitu dapat menimbulkan penyakit kanker kelamin HIV/AIDS, spilis, dan
lain-lain.
3. Penyimpangan seksual dan Antisipasinya
Mengingat banyak sekali dampak-dampak yang ditimbulkan dari
perilaku menyimpang LGBT, maka diperlukan cara mengantisipasinya
agar selamat dari bahaya LGBT ini, di antaranya adalah:
a. Menumbuhkan Kesadaran Individual Pelaku LGBT
b. Menerapkan Usulan Untuk Menanggulangi Wabah LGBT
c. Kaum muslimin, khususnya, perlu memberikan pendekatan yang
integral dalam memandang kedudukan LGBT di tengah
masyarakat.
d. Orang-orang yang sadar dari LGBT perlu didukung dengan sarana
dan prasarana yang memadai.
B. Dampak media Sosial terhadap pernikahan
Sosial media merupakan media yang dapat membuat kita mendapat
siksa kubur/nikmat kubur. Sosmed pulalah yang yang menjadi
wasilah/media untuk memasukkan kita ke neraka atau ke surga, ia
bagaikan pedang bermata dua. Barangsiapa tak pandai mengambil
manfaatnya pastilah ia akan terbunuh karenanya. Ketika kita akan masuk
dunia sosmed, maka jangan lupa pasang niat. Niatkan semua karena Allah,
niatkan untuk menjalin tali silaturahmi, niatkan untuk berbagi faedah yang
disampaikan oleh para ulama. Kaidah fikih mengatakan :
‫الوسيلة لها احكام المقاصد‬
“Hukum sarana itu tergantung pada tujuannya.”
Jika tujuan menggunakan sosmed adalah untuk menebar faidah dan
berdakwah, maka penggunaan sosmed yang semacam ini akan berpahala.
Akan tetapi jika penggunaan sosmed hanya untuk ikut-ikutan, rame
ramean tanpa ada unsur taqarrub (mendekatkan diri pada Allah), tanpa ada
amall sholeh, maka celakalah kita, karena semua itu kelak akan
memperpanjang waktu hisab kita.
Dijelaskan dalam kompilasi bahtsul masaail bahwa berkomunikasi
dengan seorang perempuan, melalui media dalam bentuk apapun, seperti
HP, Internet (yang sedang marak pada saat ini adalah facebook) dll, pada
dasarnya sama saja dengan berkomunikasi secara langsung. Jika
menimbulkan syahwat atau fitnah (dorongan dalam hati untuk bersetubuh)
maka tidak diperbolehkan alias haram. Sebab hal ini menjadi penyebab
untuk melakukan larangan-larangan syariat yang lebih jauh lagi, seperti
khalwah, bermesraan atau bahkan sampai pada perzinaan.

C. Analisis Implikasi Jejaring Sosial Terhadap Kehidupan Perkawinan


Perkembangan teknologi komunikasi, seperti jejaring sosial telah
menjadi fenomena masa kini. Berbagai jenis dan macam produk teknologi
komunikasi terlahir dan mewarnai dalam kehidupan masyarakat. Tanpa
disadari keberadaan jejaring sosial sebagai media komunikasi ini telah
membawa beberapa implikasi dalam kehidupan masyarakat termasuk
kehidupan perkawinan.
1. Dampak tersebut bisa positif maupun negatif. Diantara dampak positif
jejaring sosial adalah:
a. Sebagai sarana untuk menjalin hubungan sesama manusia, baik
hubungan silaturahim antar kerabat, hubungan dengan sesama teman,
atau hubungan relasi kerja. Tidak sedikit, banyak juga orang yang
menjadikannya sebagai sarana mencari jodoh atau pasangan hidup.
b. Sebagai sarana komunikasi yang dapat digunakan untuk
meningkatkan kualitas hubungan dan keharmonisan diantara anggota
keluarga/pasangan suami-isteri. Apalagi bagi pasangan suami sisteri
yang tinggal tidak satu atap karena tuntutan pekerjaan atau tugas
belajar.
c. Memudahkan terjadinya transfer of knowledge dalam sebuah
keluarga. Mereka akan saling menambah dan bertukar ide, gagasan,
dan pengetahuan sehingga menambah wawasan anggota keluarga
dalam kaitannya menuju kelangsungan hidup keluarga yang sejahtera
dalam masyarakat.
d. Manfaat yang spektakuler dari keberadaan media jejaring sosial ini
adalah kemampuannya untuk menjadi agen perubahan sosial jika
disertai dengan tujuan-tujuan yang positif.

2. Dampak buruk yang ditimbulkan medsos terhadap pernikahan


Salah satu dampak buruk media sosial yang akan kita bahas adalah
merusak hubungan harmonis keluarga. Memang, tidak secara langsung
keharmonisan rumah tangga bisa hancur begitu saja, perlahan tapi nyata.
Tentu saja ini tergantung dari bagaimana pasangan menyikapinya. Dengan
adanya media sosial dapat mengantarkan pada hubungan haram antara
lawan jenis. Hubungan ini bisa mengantarkan kepada keburukan-
keburukan lain yang bahkan lebih besar darinya, seperti perzinaan,
perselingkuhan atau rusaknya rumah tangga seseorang sehingga memicu
perceraian.
Upaya untuk pencegahannya
 Suami sebagai kepala rumah tangga hendaknya mampu menciptakan
suasana pergaulan dalam rumah tangganya dengan baik, yang dijalin oleh
kemesraan dan kasih sayang.
 Yang sangat penting ialah menciptakan suasana keagamaan dalam rumah
tangga. Suasana keagamaan ini akan menjadikan rumah tangga yang
penuh kerukunan dan kedamaian, karena didasari oleh rasa berserah diri
kepada Allah. Nabi Muhammad SAW menggambarkan bahwa rumah
tangga yang diwarnai oleh suasana keagamaan ibarat orang hidup,
sedangkan rumah tangga yang sunyi dan kering dari suasana keagamaan
ibarat orang mati.
D. Talak lewat facebook perfektif hukum islam
1. Hukum Talak Lewat Facebook
Talak dengan tulisan di dalam fiqih disebut juga dengan at talaq
bi al- kitabah. Ulama Hanafi membagi menjadi dua macam, yaitu:
1) At-talaq mustabinah , yaitu talak yang dijatuhkan kepada istrinya
dengan menggunakan tulisan secara jelas dan berbekas, seperti tulisan
pada kertas, tembok, kulit, kain, dan lain-lain. Kasus yang terjadi pada
Susi termasuk dalam kategori at-talaq mustabinah karena talak pada
pesan facebook meninggalkan bekas yaitu di layar Handphone, atau di
layar komputer.
2) At talak ghairu mustabinah , yaitu talak yang ditulis pada sesuatu
barang yang tidak berbekas dan tidak jelas atau segala sesuatu yang
tidak mungkin dapat dipahami dan dibaca. Mengenai hukum talak ini
dihukumi tidak jatuh kecuali ada niat sebelumnya

Menurut Mazhab Hanafi, bila redaksi dan obyeknya jelas,


maka talak tersebut jatuh. Bila obyeknya tidak jelas, seperti
kalimat,istriku saya ceraikan‛, maka tidak sah. Mazhab Maliki,
Syafi’i, dan Hanbali berpandangan, selama tidak disertai niat,
sekalipun redaksi dan objeknya jelas, maka talak tersebut dianggap
cacat.
Mantan Rektor Universitas Al-Azhar Mesir, Prof. Ahmad
Umar Hasyim, pernah memberi saran: ‚Sebaiknya, jangan sekali-kali
menempuh perceraian lewat SMS. Kecuali, jika memang terhalang
akibat cacat fisik. Daripada SMS, lebih baik utus delegasi‛. Pendapat
serupa yang membolehkan perceraian lewat internet adalah ketua
jurusan fiqih perbandingan institut qadha Saudi Prof. Dr. Abd.
Rahman Sind dan Mufti Jordania Shaikh Nuh bin Salman al-Qudhat.
Perlu diperhatikan terlebih dahulu dalam kasus tersebut,
seperti syarat dan rukun apakah sudah terpenuhi atau belum. Dari
beberapa rukun dan syarat hanya satu yang tidak terpenuhi yaitu qasdu
(kesengajaan), hal ini dikarenakan setelah terkirimnya pesan facebook
yang berisi kata talak, suami telah meninggalkan istri hingga sekarang
sehingga tidak diketahui apakah suami benar-benar ingin menjatuhkan
talak kepada istrinya tersebut atau tidak. Bahkan, pesan
facebooktersebut tidak diketahui kebenaran pengirimnya apakah dari
suaminya atau dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.
Pasalnya tingkat keamanan suatu akun facebook untuk diretas
sangatlah rendah, sehingga kemungkinan akun seseorang untuk diretas
cukup tinggi.
Selain itu, apabila benar pengirim dari pesan facebook
tersebut adalah suami maka menurut penulis pesan talak tersebut tidak
berakibat jatuhnya talak kepada istri. Pendapat penulis berdasar
kepada al-Quran surat at - Talaq ayat 2 sebagai berikut:

‫ُوف َوأَ ْش ِهدُوا َذ َويْ َع ْد ٍل ِم ْن ُك ْم َوأَقِي ُموا‬


ٍ ‫ارقُوه َُّن بِ َم ْعر‬ ِ َ‫ُوف أَوْ ف‬ ٍ ‫فَإ ِ َذا بَلَ ْغنَ أَ َجلَه َُّن فَأ َ ْم ِس ُكوه َُّن بِ َم ْعر‬
ٰ
‫ق هَّللا َ يَجْ َعلْ لَهُ َم ْخ َرجًا‬ِ َّ‫ال َّشهَا َدةَ هَّلِل ِ ۚ َذلِ ُك ْم يُو َعظُ بِ ِه َم ْن َكانَ ي ُْؤ ِمنُ بِاهَّلل ِ َو ْاليَوْ ِم اآْل ِخ ِر ۚ َو َم ْن يَت‬
Apabila mereka telah mendekati akhir iddahnya, maka rujukilah
mereka dengan baik atau lepaskanlah mereka dengan baik dan
persaksikanlah dengan dua orang saksi yang adil di antara kamu dan
hendaklah kamu tegakkan kesaksian itu karena Allah. Demikianlah
diberi pengajaran dengan itu orang yang beriman kepada Allah dan
hari akhirat. Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan
mengadakan baginya jalan keluar.

2. Talak Lewat Facebook Berdasarkan Sadd al – Dhari’ah .


Talak dengan menggunakan pesan facebook hukumnya
tidak sah, sehingga tidak jatuh talaknya.Sadd al – dhari’ah adalah
menetapkan hukum larangan atas sesuatu hukum yang pada dasarnya
diperbolehkan untuk mencegah perbuatan lain yang dilarang atau
dengan kata lain sadd al – dhariah merupakan bentuk preventif yaitu
mengutamakan pencegahan sebelum terjadinya suatu kejadian.
praktek perceraian jenis ini banyak menimbulkan madaratnya yang
lebih banyak daripada maslahatnya , kelebihan praktek perceraian ini
hanya seputar efisiensi waktu dan uang yang merupakan orientasi dari
masyarakat modern . Namun, melihat kekurangan dari praktek
tersebut seperti perbuatan tersebut selain dianggap sebagai bentuk
pelecehan terhadap perempuan dan rawan akan disalahgunakan serta
praktek tersebut tidak memiliki kekuatan hukum yang mengikat
karena segala jenis perceraian di luar pengadilan dianggap tidak sah,
maka hal tersebut bisa mengakibatkan hak-hak perempuan yang
diceraikan menjadi tidak terjamin. Maka sesuai dengan kaidah fikih
yang menjadi salah satu dasar sadd adh - Dhariah sebagaimana
berikut:

‫ذرءالمفاسداولى من جلب المصالح‬

“Menolak keburukan lebih utama daripada meraih kebaikan”


Dari kaidah tersebut, mengesampingkan kebaikan (kelebihan) dan lebih memilih
menolak keburukan-keburukan (kekurangan) dari praktek talak lewat facebook.

3. Kelebihan dan Kekurangan Talak Lewat Facebook


Kelebihan facebook sebagai media menceraikan istri, antara lain:
a. Pesan lebih cepat tersampaikan, sesuai dengan kebutuhan
masyarakat yang menginginkan segala sesuatu dilaksanakan
dengan cepat dan efisien.
b. Dapat menyampaikan pesan walaupun terpisah jarak yang
jauh,sehingga sesuai dengan era digital tidak memerlukan saling
bertatap muka antara satu sama lain dalam berinteraksi.
c. Biaya yang murah, apabila sesorang yang bekerja di luar negeri
akan membutuhkan biaya yang cukup besar untuk pulang ke
negaranya hanya untuk menceraikan istri dengan cara
mengucapkannya langsung.
4. Kekurangan facebook sebagai media menceraikan istri, antara lain:
a. Tingkat keakuratan pesan yang dikirim sangat rendah.
b. Berpotensi disalahgunakan oleh suami terutama dalam kondisi
emosi.
c. Berpotensi pesan yang terkirim merupakan virus yang berupa
malware .
5. Upaya untuk pencegahannya
 Suami sebagai kepala rumah tangga hendaknya mampu
menciptakan suasana pergaulan dalam rumah tangganya dengan
baik, yang dijalin oleh kemesraan dan kasih sayang.
 Yang sangat penting ialah menciptakan suasana keagamaan dalam
rumah tangga. Suasana keagamaan ini akan menjadikan rumah
tangga yang penuh kerukunan dan kedamaian, karena didasari oleh
rasa berserah diri kepada Allah. Nabi Muhammad SAW
menggambarkan bahwa rumah tangga yang diwarnai oleh suasana
keagamaan ibarat orang hidup, sedangkan rumah tangga yang sunyi
dan kering dari suasana keagamaan ibarat orang mati.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Islam mengajarkan bahwa seorang homo atau lesbi sebagaimana manusia lainnya,
sangat berpotensi menjadi orang yang saleh atau takwa selama dia menjunjung tinggi
nilai-nilai agama, yaitu tidak menduakan Tuhan (syirik), meyakini kerasulan
Muhammad Saw serta menjalankan ibadah yang diperintahkan. Pengertian
Homoseksual (gay) dan Lesbian, Hukum Penyimpangan Seksual (LGBT) ,dan
penyimpangan seksual beserta antisipasinya. Sosial media merupakan media yang
dapat membuat kita mendapat siksa kubur/nikmat kubur. Sosmed pulalah yang yang
menjadi wasilah/media untuk memasukkan kita ke neraka atau ke surga, ia bagaikan
pedang bermata dua. Barangsiapa tak pandai mengambil manfaatnya pastilah ia akan
terbunuh karenanya. Ketika kita akan masuk dunia sosmed, maka jangan lupa pasang
niat. Perkembangan teknologi komunikasi, seperti jejaring sosial telah menjadi
fenomena masa kini. Berbagai jenis dan macam produk teknologi komunikasi terlahir
dan mewarnai dalam kehidupan masyarakat.
B. Saran
Dengan berakhirnya makalah kami buat ini.Kami menyadari bahwa dalam
penulisan makalah ini terdapat kesalahan dan kekurangan.Untuk itu kami
mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun demi kesempurnaan
makalah ini dan berikutnya. Besar harapan kami semoga makalah ini dapat
memberikan manfaat bagi para pembaca pada umumnya dan khususnya bagi para
pemakalah.

DAFTAR PUSTAKA
Wawan Kusnandi, Komunikasi Massa, Rineke Cipta, Jakarta, 1994, hal:1

Ahmad, Abdul Aziz, Problematika dan Penyelesaiannya Jawa Barat, Pustaka


Hidayah, 2009

Yanggo, Huzaemah Tahido, Penyimpangan Seksual (LGBT) Dalam Islam, Desember


2018