Anda di halaman 1dari 43

PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN POOP UP BOOK PADA MATA

PELAJARAN BIOLOGI MATERI KEANEKARAGAMAN HAYATI UNTUK


MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS X

PROPOSAL PENELITIAN

Disusun sebagai salah satu syarat


untuk memenuhi tugas pada mata kuliah metodologi penelitian

Oleh
KELOMPOK 2

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI


FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MARITIM RAJA ALI HAJI
2019

1
KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh


Segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan kami kemudahan sehingga kami
dapat menyelesaikan makalah ini dengan tepat waktu. Tanpa pertolongan-Nya tentunya kami
tidak akan sanggup untuk menyelesaikan makalah ini dengan baik. Shalawat serta salam semoga
terlimpah curahkan kepada baginda tercinta kita yaitu Nabi Muhammad SAW yang kita nanti-
natikan syafa’atnya diakhirat nanti.
Penulis mengucapkan syukur kepada Allah SWT atas limpahan nikmat sehat-Nya, baik
itu berupa sehat fisik maupun akal pikiran, sehingga penulis mampu untuk menyelesaikan
Proposal Penelitian untuk memenuhi tugas dari mata kuliah Metodologi Penelitian dengan judul
Pengembangan Media Pembelajaran Poop Up Book pada Mata Pelajaran Biologi Materi
Keanekaragaman Hayati untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep dan Hasil Belajar
Siswa Kelas X”. Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan skripsi ini tidak lepas dari
bantuan berbagai pihak. Oleh karena itu dalam kesempatan ini penulis mengucapkan terima
kasih yang sebesar-besarnya kepada pihak-pihak terkait.

Tanjungpinang, 15 Desember 2019

penulis

i
DAFTAR ISI

Kata Pengantar....................................................................................................................i

Daftar Isi..............................................................................................................................ii

Bab I Pendahuluan.............................................................................................................1

1.1 Latar Belakan..................................................................................................................1

1.2 Rumusan Masalah...........................................................................................................3

1.3 Tujuan Penelitian............................................................................................................3

1.4 Manfaat penelitian..........................................................................................................3

Bab II Tinjauan Pustaka....................................................................................................4

2.1 Dasar Teori......................................................................................................................4

2.2 Penelitian Relevan.........................................................................................................17

2.3 Kerangka Berfikir..........................................................................................................19

Bab III Metode Penelitian.................................................................................................21

3.1 Tempat dan Waktu.........................................................................................................21

3.2 Pendekatan dan Metode Penelitian................................................................................21

3.3 Populasi dan Sampel......................................................................................................23

3.4 Teknik Pengambilan Data..............................................................................................23

3.5 Instrumen Penelitian......................................................................................................24

3.6 Teknik Analisis Data......................................................................................................25

Daftar Pustaka...................................................................................................................28

Lampiran

ii
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Pendidikan adalah usaha sadar dan sistematis yang dilakukan orang-orang dan
disertai tanggung jawab untuk mempengaruhi peserta didik agar mempunyai sifat dan
perilaku sesuai dengan cita-cita pendidikan. Proses pembelajaran pada hakekatnya adalah
untuk mengembangkan aktivitas dan kreativitas siswa, melalui berbagai interaksi dan
berbagai pengalaman belajar. Dalam kegiatan pembelajaran, seorang guru membutuhkan
media pembelajaran untuk menunjang proses pembelajaran agar tercapainya tujuan
pembelajaran (Daryanto, 2010). Menurut Kustandi (2011) media pembelajaran adalah alat
yang dapat membantu proses belajar mengajar dan berfungsi untuk memperjelaskan makna
pesan yang akan disampaikan, sehingga dapat mencapai tujuan pembelajaran lebih baik dan
sempurna.
Diera Revolusi Industri 4.0 ini telah menjadikan teknologi sebagai kebutuhan yang
sangat dibutuhkan khususnya pada perkembangan ilmu pengetahuan untuk mendorong
upaya-upaya pembaharuan dalam pemanfaatan teknologi pada proses belajar. Dimana hal
tersebut menuntut agar seorang tenaga pengajar mampu menggunakan alat-alat yang
disediakan oleh sekolah, dan tidak tertutup kemungkinan bahwa alat-alat tersebut sesuai
dengan perkembangan dan tuntutan zaman. Guru setidaknya dapat menggunakan dan
memanfaatkan media-media yang efisien untuk upaya mencapai tujuan pembelajaran yang
diharapkan.
Media pembelajaran merupakan salah satu faktor pendukung dalam kegiatan
pembelajaran ( Asyhar, 2012). Media adalah segala sesuatu yang dapat menyampaikan atau
menyalurkan pesan dari satu sumber secara terencana, sehingga terjadi lingkungan belajar
yang kondusif. Media merupakan salah satu komponen pembelajaran yang harus dilibatkan
sehingga dapat menarik perhatian dalam proses pembelajaran. Media pembelajaran mimiliki
peranan penting untuk menunjang proses belajar mengajar, dimana media dapat membuat
pembelajaran tersebut lebih menyenangkan dibandingkan ketika hanya menjelaskan materi
itu saja. Pada dasarnya dalam pemilihan media pembelajaran harus memperhatikan kriteria
atau karakteristik materi yang dipilih.
Keanekaragaman Hayati adalah suatu istilah yang mencakup semua bentuk
kehidupan dimana didalamnya termasuk gen, spesies tumbuhan, hewan dan mikroorganisme,
ekosistem dan proses-proses ekologi. Adanya arus globalisasi dan efisiensi menuntut suatu
keseragaman, mengakibatkan krisis keragaman diberbagai bidang. Nah, saat ini keragaman
dianggap sebagai in-efisien dan primitif. Hal yang sama ini juga terjadi pada keragaman
hayati atau sering diistilahkan sebagai keanekaragaman hayati. Pada saat ini proses
penyeragaman sudah terjadi pada semua aspek, sehingga terjadi penekanan pada
perkembangan keanekaragaman genetik.
Pop-up book merupakan sebuah buku yang menampilkan potensi untuk bergerak dan
interaksinya melalui penggunaan kertas sebagai bahan lipatan, gulungan, bentuk, roda, atau
putarannya. media ini memiliki sifat yang unik dan fungsional. Menurut Dzuanda (2010:1)
pop-up book adalah sebuah buku yang memiliki bagian yang dapat bergerak atau memiliki
unsur tiga dimensi serta memberikan visualisasi yang menarik, mulai dari tampilan gambar
yang dapat bergerak ketika halamannya dibuka. Berdasarkan pengertian tersebut pop-up
book adalah suatu media yang dapat dimanfaatkan dalam proses pembelajaran yang mana
berupa tampilan gambar yang memiliki unsur tiga dimensi yang memberikan visualisasi yang
unik, menarik dan bermakna serta dapat bergerak ketika halaman buku tersebut dibuka,
sehingga dapat menarik perhatian siswa dalam proses pembelajaran. Adapun pop-up book
memiliki beberapa teknik yaitu Flaps, V-Folding, Internal Stand, Transformation, Folvelles,
Peepshow, Pull-taks, Carausel, dan Box and Cylinder.
Disini peneliti ingin mengembangkan media pembelajaran pop-up book dengan
teknik internal stand pada materi keanekaragaman hayati sehingga dapat menanamkan
konsep siswa dalam memahami materi tersebut dan dapat mencapai tujuan dari proses
pembelajaran. Dalam mengembangkan media pembelajaran berbasis pop-up book karena
berdasarkan penelitian-penelitian sebelumnya, kebanyakan dalam menyampaikan materi
keanekaragaman hayati disekolah hanya sebatas penjelasan oleh guru didepan kelas dengan
metode ceramah yang juga disertai dengan penggunaan power point dalam pembelajaran
untuk mempermudah menjelaskan materi tersebut, sehingga selama ini guru belum mencoba
menggunakan media yang lebih bervariasi untuk menunjang pembelajaran. Selain itu materi
keanekaragaman hayati berisi penjelasan yang panjang sehingga dibutuhkan media yang
dapat membuat siswa memahami konsep dari materi tersebut. Oleh karena itu dengan

2
mengembangkan media pembelajaran pop-up book dapat lebih membantu, mempermudah
dan menarik perhatian siswa dalam menjelaskan dan menanamkan konsep dari materi
keanekaragaman hayati sehingga tercapainya tujuan pembelajaran dan dapat meningkatkan
motivasi serta minat belajar siswa.

1.2 Rumusan masalah

1.2.1 Bagaimana Pengembangan Media Pembelajaran Poop Up book pada Mata Pelajaran
Biologi Materi Keanekaragaman Hayati untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep dan
Hasil belajar siswa kelas X ?
1.2.2 Bagaimana Kelayakan Media Pembelajaran Poop Up book pada Mata Pelajaran
Biologi Materi Keanekaragaman Hayati untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep dan
Hasil belajar siswa kelas X ?

1.3 Tujuan Penelitian

1.3.2 Untuk Mengembangkan Media Pembelajaran Poop Up book pada Mata Pelajaran
Biologi Materi Keanekaragaman Hayati untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep dan
Hasil belajar siswa kelas X.
1.3.3 Untuk Mengetahui Kelayakan Media Pembelajaran Poop Up book pada Mata
Pelajaran Biologi Materi Keanekaragaman Hayati untuk Meningkatkan Pemahaman
Konsep dan Hasil belajar siswa kelas X.

1.4 Manfaat Penelitian

1.4.1 Manfaat bagi siswa


Sebagai alat bantu pembelajaran, sehingga dapat menumbuhkan semangat dan
motivasi belajar, selain itu juga memberikan pengalaman belajar dengan metode
belajar yang dapat membantu mereka untuk belajar aktif dan juga sebagai perangkat
dalam menanamkan dan menguatkan konsep dari materi yang diajarkan.
1.4.2 Manfaat bagi guru
Dapat memberikan masukan terhadap guru dalam upaya pemanfaatan
media pembelajaran dalam proses belajar mengajar. Sebagai referensi untuk

3
mengembangkan media pembelajaran yang baru serta memancing inovasi dalam
menciptakan media yang bervariasi sehingga dapat membuat pelajaran biologi lebih
mudah dipahami.

4
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Dasar Teori


A. Belajar dan Pembelajaran

1. Belajar dan Pembelajaran

Belajar merupakan proses penting dalam kehidupan, yang mana dengan belajar
maka seseorang dapat membentuk prilaku yang sesuai dengan apa yang didapatnya pada
proses belajar tersebut. Sehingga belajar sering kali diistilahkan dengan perubahan pilaku
manusia yang mencakup segala sesuatu yang dipikirkan dan dikerjakannya. Belajar
memiliki peranan penting dalam perkembangan, kebiasaan, sikap, keyakinan, tujuan,
kepribadian dan bahkan persepsi manusia karena hal tersebut nantinya akan
mempengaruhi dan membentuk prilaku manusia tersebut.

Secara psikologis belajar merupakan suatu proses perubahan yaitu perubahan


tingkah laku sebagai hasil dari interaksi dengan lingkunganya dalam rangka memenuhi
kebutuhan hidupnya. Menurut Slameto (2003) menyatakan bahwa belajar merupakan
suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah
laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi
dengan lingkungannya. Menurut Hakim (2005), belajar adalah suatu proses perubahan
didalam kepribadian manusia, dan perubahan tersebut ditampakkan dalam bentuk
peningkatan kualitas dan kuantitas tingkah laku seperti peningkatan kecakapan,
pengetahuan, sikap, kebiasaan, pemahaman, keterampilan, daya pikir, dan lain-lain
kemampuan. Menurut Gagne seperti yang dikutip oleh Slameto (2003) dalam bukunya
”Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya”, memberikan dua definisi belajar
yang pertama belajar adalah suatu proses untuk memperoleh motivasi dalam
pengetahuan, keterampilan, kebiasaan, dan tingkah laku. Kedua belajar adalah
penguasaan pengetahuan atau keterampilan yang diperoleh dari instruksi.

Dari pernyataan-penyataan diatas maka dapat dijelaskan bahwasannya belajar


adalah serangkaian proses yang terjadi pada individu yang akan menimbulkan perubahan

5
dimana perubahan tersebut akan bersifat permanen dan dapat meningkatan kualitas dan
kuantitas tingkah laku seseorang diberbagai bidang yang terjadi akibat melakukan
interaksi terus menerus dengan lingkungannya. Jika didalam proses belajar tidak
mendapatkan peningkatan kualitas dan kuantitas kemampuan, dapat dikatakan bahwa
orang tersebut mengalami kegagalan didalam proses belajar. Jadi pada dasarnya belajar
tidak hanya proses mentransfer ilmu saja, tetapi juga memberikan hasil yang dapat
direalisasikan.

Seseorang yang melakukan proses belajar maka akan ditandai dengan munculnya
perubahan tingkah laku (change behavior). Perubahan tingkah laku tersebut biasanya
bersifat menetap dan dapat diamati baik pada saat proses tersebut berlangsung maupun
tidak sehingga memiliki sifat yang potensial. Balajar sejatinya tidak hanya didapatkan
dari proses belajar didalam kelas saja, namun juga dari hasil latihan ataupun pengalaman
seseorang. Pengalaman atau latihan dapat memberikan penguatan serta informasi baru
yang tanpa sengaja disadari. Penguatan yang dihasilkan dari suatu latihan atau
pengalaman akan memberikan semangat serta dorongan untuk mengubah tingkah laku.

Dalam proses belajar mengajar, sangat dibutuhkan peran seorang guru untuk
membimbing, mengarahkan, memberi informasi serta memotivasi siswa sehingga dapat
tercapainya tujuan pembelajaran. Dalam melaksanakan proses belajar tersebut guru perlu
meperhatikan beberapa prinsip yaitu :

a. Apapun yang dipelajari siswa, dialah yang harus belajar, bukan orang lain.
Untuk itu siswalah yang harus bertindak aktif.

b. Setiap siswa belajar sesuai dengan tingkat kemampuannya.

c. Siswa akan dapat belajar dengan baik bila mendapatkan penguatan langsung
pada setiap langkah yang dilakukan selama proses belajar.

d. Penguasaan yang sempurna dari setiap langkah yang dilakukan oleh siswa akan
membuat proses belajar lebih berarti.

e. Motivasi belajar siswa akan lebih meningkat apabila diberi tanggungjawab dan
kepercayaan penuh atas belajarnya.

6
Proses belajar akan terlaksana apabila terjadinya pembelajaran. Pembelajaran
sendiri merupakan penerapan dari proses belajar tersebut. Pembelajaran secara umum
dapat diartikan sebagai suatu kegiatan yang dilakukan oleh guru kepada siswa dalam
ruangan. Pembelajaran hakekatnya adalah suatu proses mengatur, mengorganisasi
lingkungan yang ada di sekitar anak didik sehingga dapat menimbulkan dan mendorong
anak didik melakukan proses belajar.

Pembelajaran biologi mendasarkan kepada bagaimana siswa belajar secara aktif.


Belajar biologi memerlukan pemahaman konsep yang akan memunculkan sebuah konsep
pada penjelasan materi yang panjang sehingga siswa tidak hanya menghafal tetapi juga
paham ketika telah menemukan konsep tersebut. Peranan guru adalah memberikan
motifasi kepada siswa supaya mereka mau belajar serta mewujudkan tujuan pembelajaran
yang juga merupakan tugas yang cukup berat, karena pada umumnya siswa menganggap
pelajaran biologi kurang menarik bahkan ada yang menganggap membosankan.

Dari hal diatas maka dapat dilihat bahwa, dalam pembelajaran biologi guru dapat
memberikan motivasi kepada siswa, sehingga mereka terdorong untuk belajar. Selain itu
guru harus lebih kreatif dan inovatif untuk menemukan cara-cara baru dalam
menyampaikan suatu materi, khususnya pada materi-meteri biologi yang lebih banyak
berisi penjelasan, sehingga siswa dapat memahami konsep pada meteri tersebut dari pada
menghafal materi. Hal ini merupakan salah satu usaha dalam mengajar, dan guru juga
bertugas membuat rancangan untuk memberikan kemudahan mencapai tujuan
pembelajaran.

2. Hasil Belajar

Dalam pembelajaran harus mampu menghasilkan perubahan. Dimana perubahan


tersebut digunakan untuk mengetahui dan mengukur apakah proses pembelajaran tersebut
berhasil atau tidak yang ditujukkan dengan adanya hasil belajar. Hasil belajar merupakan
perubahan perilaku yang diperoleh pembelajar setelah mengalami aktivitas belajar.
Menurut Sudjana (2002) ada faktor-faktor yang dapat mempengaruhi hasil belajar siswa
yaitu sebagai berikut:

a) Faktor dari dalam diri siswa

7
Faktor dari dalam diri siswa yang paling berpengaruh terhadap hasil belajar adalah
kemampuan yang dimiliki. Selain faktor kemampuan yang dimiliki siswa, faktor
lain yang berasal dari diri siswa adalah kesiapan belajar, perhatian, motivasi,
minat, ketekunan, tingkat sosial ekonomi, psikis, dan fisik siswa.

b) Faktor dari luar diri siswa

Faktor yang datang dari luar diri siswa terutama dipengaruhi oleh:

1) Guru

Guru merupakan faktor yang paling menentukan kualitas


pembelajaran karena guru adalah sutradara sekaligus aktor dalam proses
pembelajaran. Seorang guru harus pandai dalam merencanakan pembelajaran
termasuk dalam menentukan strategi dan metode yang digunakan untuk
konsep tertentu. Guru harus mampu mensiasati sarana dan prasarana yang
dibutuhkan pada pembelajaran apabila keadaannya tidak memadai sehingga
proses belajar tetap berjalan dan tercapainya tujuan pembelajaran.

2) Suasana belajar

Suasana belajar yang demokratis akan memberi peluang mencapai


hasil belajar yang optimal. Penggunaan strategi pembelajaran yang sesuai
diharapkan siswa lebih termotivasi, bebas menuangkan pendapatnya, berani
mengajukan pertanyaan, sehingga kegiatan belajar mengajar akan lebih
bermakna, dan hasil belajar tercapai secara optimal.

3) Fasilitas dan sumber belajar yang tersedia

Keberadaan fasilitas dan sumber belajar yang terbatas biasanya


membatasi pengembangan pembelajaran yang akhirnya menyebabkan
rendahnya hasil belajar siswa. Untuk itu kelas harus diusahakan sebagai
laboratorium belajar bagi siswa. Artinya kelas harus menyediakan berbagai
sumber belajar seperti buku pelajaran dan alat peraga. Selain itu juga harus

8
diusahakan agar siswa diberi kesempatan untuk berperan sebagi sumber
belajar.

4) Karakteristik sekolah

Karakteristik sekolah berkaitan dengan disiplin sekolah, perpustakaan


sekolah, letak geografis sekolah, lingkungan sekolah dan estetika dalam arti
sekolah memberikan perasaan nyaman, kepuasan belajar, bersih, rapi dan
teratur.

B. Media Pembelajaran

Kata media berasal dari bahasa Latin dan merupakan bentuk jamak dari kata
medium yang secara harfiah berarti perantara atau pengantar. Media adalah perantara atau
pengantar pesan dari pengirim ke penerima pesan (Sadiman, dkk, 2009: 6). Media
pembelajaran menurut AETC (Assosiation of education and communication technology),
adalah segala bentuk dan saluran yang digunakan untuk menyalurkan pesan atau
informasi. Menurut Falahudin,dkk (2014) Media merupakan salah satu komponen
pembelajaran yang seharusnya merupakan bagian yang harus mendapat perhatian dalam
pembelajaran. Sedangkan menurut Miarso dalam Santoso (2004) mengatakan media
adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk merangsang pikiran, perasaan,
perhatian dan kemampuan siswa sehingga dapat mendorong terjadinya proses
pembelajaran pada diri siswa.

Media biasanya digunakan untuk menyampaikan suatu informasi kepada orang


yang menerimanya sehingga terjadinya suatu proses komunikasi. Dalam proses
komunikasi tersebut, media merupakan satu dari empat komponen yang harus ada.
Komponen yang lain yaitu sumber informasi, informasi, dan penerima informasi.
Seandainya satu dari empat komponen tidak ada, maka proses komunikasi tidak mungkin
terjadi interaksi dan saling ketergantungan keempat komponen tersebut tergambar seperti
di bawah ini.

9
Sumber informasi Penerima informasi

Media
informasi
Penerima informasi Sumber informasi

Gambar 1. Peran Media dalam Proses Komunikasi (dalam Ulya (yang dikutip dari
sarwana 2006); (2010))

Dari gambar diatas dapat dijelaskan bahwa, dalam suatu proses komunikasi media
memiliki peran yang penting dalam menyampaikan sumber informasi kepada si penerima
informasi. Proses komunikasi akan berlangsung apabila ada sumber informasi yang
disampaikan melalui media informasi dan akhirnya informasi tersebut diterima oleh
penerima informasi. Sehingga dalam proses tersebut, media berperan sebagai wahana
atau sarana untuk tempat terjadinya tukar menukar informasi.

Dalam kegiatan pembelajaran, seorang guru membutuhkan media pembelajaran


untuk menunjang proses pembelajaran agar tercapainya tujuan pembelajaran (Daryanto,
2010). Menurut Kustandi (2011) media pembelajaran adalah alat yang dapat membantu
proses belajar mengajar dan berfungsi untuk memperjelaskan makna pesan yang akan
disampaikan, sehingga dapat mencapai tujuan pembelajaran lebih baik dan sempurna.
Media pembelajaran merupakan media yang membawa pesan-pesan serta informasi yang
memiliki tujuan instruksional atau mengandung maksud-maksud pengajaran. Media
adalah segala sesuatu yang berguna untuk menyampaikan dan menyalurkan pesan dari
suatu sumber secara terencana, sehingga terciptanya lingkungan belajar yang kondunsif.
Pada hakekatnya media yang digunakan dalam proses pembelajaran bertujuan untuk
dapat meningkatkan efesiensi dan efektifitas pengajaran. Media memiliki peranan dan
kedudukan penting dalam pembelajaran, dimana dengan adanya media maka dapat
menunjang kualitas proses belajar mengajar. Adapun klasifikasi media yaitu :

a. Menurut sifatnya, media dibagi menjadi:


 Media Audiktif, yaitu media yang hanya dapat didengar saja, atau yang hanya
memiliki unsur suara saja.

10
 Media Visual, yaitu media yang dapat dilihat saja, tidak mengandung unsur
suara.
 Media Audiovisual, yaitu jenis media yang mengandung unsur suara dan
mengadung unsur gambar. Bisa dilihat dan didengar.
b. Menurut kemampuan jangkauannya, media dibagi menjadi:
 Media yang memiliki daya liput yang luas dan serentak seperti radio dan
televisi.
 Media yang mempunyai daya liput yang terbatas oleh ruang dan waktu seperti
film slide, film, video, dan lain-lain.
c. Menurut cara memakainya, media dibagi menjadi:
 Media yang diproyeksikan seperti film, slide, film strip, transparansi dan lain-
lain.
 Media yang tidak diproyeksikan seperti gambar, foto, lukisan, radio dan
sebagainya.
Media yang digunakan dalam proses pembelajaran biasanya lebih dikenal dengan
media ajar. Media ajar sendiri merupakan jenis media pendidikan yang berisi tentang
mata pelajaran atau bidang studi tertentu, yang sengaja disusun secara sistematis dan
telah diseleksi berdasarkan tujuan tertentu, orientasi pembelajaran dan perkembangan
siswa untuk diasimilasikan. Menurut Chambliss dan Calfee media ajar adalah alat bantu
siswa untuk memahami dana belajar dari hal-hal yang dibaca dan untuk memahami dunia
diluar dirinya. Media ajar memiliki kekuatatan besar terhadap proses pembelajaran,
kerena dapat mempengaruhi pengetahuan anak dan nilai-nilai tertentu. Dari pnjelasan
tersebut maka suatu media ajar memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
a. Media ajar merupakan media pendidikan yang ditunjukkan bagi siswa yang
berada pada jenjang pendidikan tertentu
b. Biasanya media ajar berisi bahan ajar yang telah terseleksi sebelumnya.
c. Media ajar yang digunakan dalam proses belajar harus berkaitan dengan bidang
studi atau mata pelajaran yang diambil.
d. Media ajar ditulis dengan standar kompetensi tertentu.
e. Media ajar disusun secara sistematis mengikuti strategi pembelajaran tertentu.
f. Media ajar untuk diasimilasikan dalam pembelajaran.

11
g. Dan media ajar disusun untuk menunjang program pembelajaran.

Agar media pembelajaran benar-benar digunakan untuk membelajarkan siswa,


maka harus sesuai dengan prinsip-prinsip sebagai berikut:
1) Media yang akan digunakan oleh guru harus sesuai dan diarahkan untuk
mencapai tujuan pembelajaran.
2) Media yang digunakan harus sesuai dengan materi pembelajaran.
3) Media pembelajaran harus sesuai dengan minat, kebutuhan, dan kondisi siswa.
4) Media yang digunakan harus memperhatikan efektivitas dan efesien.
5) Media yang digunakan harus sesuai dengan kemampuan guru dalam
mengoprasikannya.
Menurut Arsyad (2014), pemakaian media pembelajaran dalam proses belajar
mengajar dapat membangkitkan keinginan dan minat yang baru, membangkiykan
motivasi dan rangsangan kegiatan belajar, dan mampu membawa pengaruh-pengaruh
psikologis terhadap siswa. Penggunaan media pembelajaran pada tahap pembelajaran
akan sangat membantu keefektifan proses pembelajaran dan penyampaian pesan serta isi
dalam pembelajaran tersebut. Selain membangkitkan motivasi belajar siswa dengan
media pembelajaran juga akan membantu siswa dalam meningkatkan pemahaman,
menyajikan data dengan menarik dan terpecaya, memudahkan penafsiran data serta
memadatkan informasi. Media ajar yang digunakan dalam proses pembelajaran harus
memiliki kesesuaian antara media tersebut dengan tujuan pembelajaran, kurikulum dan
struktur program pendidikan, tingkat perkembangan siswa yang diajarkan, kondisi dan
fasilitas sekolah serta kondisi guru yang menggunakannya, sehingga hal-hal tersebut
merupakan faktor-faktor yang harus dipertimbangkan dalam membuat dan menggunakan
media ajar. Dengan memprtimbangkan faktor-faktor tadi, maka media ajar akan berfungsi
dengan baik dalam proses pembelajaran yakni sebagai sarana pengembangan bahan dan
program dalam kurikulum pendidikan, sebagai srana untuk memperlancar tugas akademik
guru, dapat membantu untuk mencapai tajuan pembelajaran dan juga membuat
pembelajaran lebih efisien dan efektif.
Media ajar yang baik menurut Geene dan Pety memiliki ciri-ciri salah satunya
ialah mempunyai sudut pandang atau ”point of view” yang jelas dan tegas sehingga ada

12
akhirnya juga menjadi sudut pandang para pemakainya yang setia. Sedangkan Schorling
dan Batchelder mengemukakan bahwa ciri-ciri media ajar yang baik biasanya
direkomendasikan oleh guru-guru yang berpengalaman sebagai media ajar yang baik.
bahan ajarnya sesuai dengan tujuan pendidikan, kebutuhan siswa, dan kebutuhan
masyarakat. cukup banyak memuat teks bacaan, bahan drill dan latihan/tugas; dan
memuat illustrasi yang membantu siswa belajar.
Pada dasarnya dalam mengembangkan suatu media ajar, haruslah mengikuti
beberapa prosedur antara lain yaitu :
1) Identifikasi masalah pembelajaran yang terjadi di kelas melalui review media
ajar yang ada, review literature, observasi kelas pada saat pemanfaatan media
ajar, dan telaah dokumen.
2) Menganalisis kurikulum dengan menganalisis kompetensi inti, kompetensi
dasar, merumuskan indikator, dan merumuskan tujuan pembelajaran.
3) menyusun draft media ajar berdasarkan teoretik, validasi ahli untuk mengetahui
kesesuaian draft dengan landasan teoretiknya, dan menggunakan instrument
validasi.
4) Revisi draft media ajar berdasarkan validasi ahli sehingga hasilnya lebih baik
dan sesuai dengan teori.
5) Uji coba media ajar dalam praktik pembelajaran.
6) Revisi kemudian dilakukan berdasarkan uji coba skala terbatas dengan
menimbang efek pembelajaran dan keterbatasan media ajar itu.

Untuk mengetahui apakah media ajar yang kita gunakan telah sesuai maka perlu
adanya penilaian (validitas). Validasi media ajar adalah upaya mengahasilkan media
dengan validitas tinggi, dilakukan melalui uji validasi. Uji validasi dapat dilakukan oleh
ahli, pengguna, dan audience.

1) Validasi Ahli
Validasi ahli dilakukan dengan cara seorang atau beberapa ahli
pembelajaran menilai media ajar menggunakan instrument validasi. Ia memberi
masukan perbaikan media ajar yang dikembangkan.
2) Validasi Pengguna

13
Media ajar yang diuji coba dalam praktik pembelajaran di kelas berarti
digunakan oleh penyusunnya ataupun guru (pengguna). Dari sini pengguna dapat
mengetahui dan merasakan tingkat keterterapan (dapat-tidaknya media ajar itu
digunakan di kelas). Pengguna akan mengetahui kehebatan atau kekurangannya
dari sisi relevansi, akurasi, keterbacaan, kebahasaan, juga kesesuaiannya dengan
pembelajaran yang terpusat pada siswa. Berdasarkan penilaian tersebut
pengguna dapat memberi masukan perbaikan media ajar yang dikembangkan.
3) Validasi Audience
Audience di sini adalah peserta didik yang belajar dengan perangkat media
ajar.Validasi audience ini untuk mengetahui keefektifan media ajar mencapai
tujuan pembelajaran, caranya dengan melakukan uji kompetensi. Uji kompetensi
siswa dapat dilakukan baik melalui tes maupun non-tes. Pilihan cara uji
kompetensi sangat tergantung pada kompetensi apa yang akan diketahui/diuji.

Media pembelajaran sangat membantu untuk tercapainya proses belajar mengajar.


Dengan menggunakan media pembelajaran yang terencana dan sistematis maka akan
meminimalisir terjadinya kerancuan terhadap media dan materi yang diajarkan. Oleh
karena itu media sangat bermanfaat sebagai penafsiran yang beragam yang dapat
direduksi, sehingga materi tersampaikan secara seragam. Dengan media pembelajaran
proses belajar akan menjadi lebih menarik, dan interaktif.

C. Media Poop Up Book


Poop Up berasal dari bahasa inggris yang berarti “muncul keluar”, sedangkan
buku poop up dapat diartikan sebagai buku yang berisi catatan atau kertas bergambar tiga
dimensi yang mengandung unsur interatif pada saat buku dibuka sehingga mengeluarkan
suatu benda yang muncul dalam buku tersebut. Dalam proses pembelajaran akan lebih
kondusif apabila seorang guru dapat membangunkan antusias dan fokus siswa untuk
mengikuti proses pembelajaran. Salah satu media yang dapat menarik fokus serta antusias
siswa dapat dilakukan mengembangkan media pembelajaran dalam bentuk poop up.
Media poop up book adalah media cetak yang menggunakan variasi warna dan
tidak memerlukan aliran listrik sehingga media poop up book ini dapat dijadikan
alternatif belajar peserta didik dalam tanpa menggunakan listrik. Media bahan cetak

14
adalah media visual yang pembuatannya melalui proses pencetakan/printing atau offset.
Media bahan cetak ini menyajikan pesannya melalui huruf-huruf dan gambar-gambar
yang diilustrasikan untuk lebih memperjelas pesan atau informasi yang disajikan (Lestari,
2014). Poop up book merupakan sebuah buku yang memiliki potensi untuk bergerak dan
interaksinya melalui penggunaan kertas sebagai bahan lipatan, gulungan, bentuk, roda
atau putarannya. saat ini poop up book mulai dikembangkan di Indonesia karena sifatnya
yang unik dan fungsional. Menurut Dzuanda (2010) poop up book adalah sebuah buku
yang memiliki bagian yang dapat bergerak atau memiliki unsur tiga dimensi serta
memberikan visualisasi yang menarik, mulai dari tampilan gambar yang dapat bergerak
ketika dibuka halamannya. Sedangkan menurut Yulia (Hariani:2015), poop up book
adalah sebuah buku dengan bentuknya yang menarik karena dapat bergerak ketika
halamannya dibuka. Dari pengertian tersebut maka dapat di jelaskan bahwasannya media
poop up book adalah media yang berbentuk buku dimana buku tersebut memiliki unsur
tiga dimensi yang memberikan visualisasi yang unik, menarik dan bermakna, sera dapat
bergerak ketika halamannya dibuka serta dapat menarik perhatian siswa dalam proses
pembelajaran.
a. Jenis-jenis poop up book
Poop up book merupakan salah satu media pembelajaran yang menarik karena memiliki
macam-macam jenis. Menurut Bernadette (2010) terdapat beberapa teknik poop up
diantarannya:
 Flaps : flaps adalah satu bentuk paling awal dalam teknik poop up. Ketika flaps
diangkat terdapat ilustrasi yang tersembunyi didalamnya.
 V-folding : yaitu teknik menambahkan panel lipat pada sisi gambar yang akan
ditempelkan. Panel ini diletakkan disisi dalam kartu sehingga tidak tampak dari
luar. Sudut harus diperhatikan agar tidak terjadi kemiringan. (Mark, 1996).
 Internal stand : biasannya digunakan sebagai sandaran kecil, sehingga pada saat
dibuka, gambarnya akan berdiri. Dibuat dengan cara potongan kertas yang dilipat
tegak lurus dan diberi panel untuk ditempelkan pada kartu.
 Transformation : yaitu menunjukkan bentuk tampilan yang terdiri dari potongan-
potongan poop up yang disusun secara vertikal. Apabila menarik lembar halaman
kesamping atau keatas sehingga tampilan dapat berubah kebentuk yang berbeda.

15
 Peepshow : menunjukkan tampilan yang tersusun dari serangkaian tumpukan
kertas yang disusun bertumpuk menjadi satu sehingga menciptakan ilusi kedalam
perspektif.
 Pull-tabs : yaitu sebuah tabs kertas geser atau bentuk yang ditarik dan dipotong
untuk memperlihatkan gambaran baru.
 Corousel : yaitu teknik yang didukung dengan tali, pita dan kancing yang apabila
dibuka dapat dilipat kembali berbentuk benda yang kompleks.
 Box and cylinder : yaitu kotak dan cylinder dengan gerakan sebuah gubus atau
tabung yang bergerak naik dari tengah halaman ketika halamannya dibuka.

Media poop up book ini dapat digunakan dalam proses pembelajaran agar dapat
membantu guru dalam menjelaskan materi-materi yang bersifat abstrak. Adapun manfaat
dari media poop up book dalam proses pembelajaran yaitu dapat memperjelas
pemahaman peserta didik sehingga pada saat guru memberikan penjelasan peserta didik
bisa langsung menangkap materi yang dijelaskan. Selain itu media ini akan
mempermudah guru dalam mengelola kelas, memudahkan guru memberikan gambaran
kepada peserta didik serta mengurangi adanya kesalahan konsep oleh peserta didik.

D. Keanekaragaman Hayati

Keanekaragaman Hayati adalah suatu istilah yang mencakup semua bentuk


kehidupan dimana didalamnya termasuk gen, spesies tumbuhan, hewan dan
mikroorganisme, ekosistem dan proses-proses ekologi. Adanya arus globalisasi dan
efisiensi menuntut suatu keseragaman, mengakibatkan krisis keragaman diberbagai
bidang. Nah, saat ini keragaman dianggap sebagai in-efisien dan primitif. Hal yang sama
ini juga terjadi pada keragaman hayati atau sering diistilahkan sebagai keanekaragaman
hayati. Pada saat ini proses penyeragaman sudah terjadi pada semua aspek, sehingga
terjadi penekanan pada perkembangan keanekaragaman genetik.
Keanekaragaman hayati mencakup interaksi berbagai bentuk kehidupan dengan
lingkungannya. Keanekaragaman hayati menunjukkan berbagai variasi dalam bentuk,
struktur tubuh, warna, jumlah dan sifat lain dari makhluk hidup disuatu daerah. Sumber

16
alam hayati merupakan bagian dari mata rantai tatanan lingkungan hidup, yang
menjadikan lingkungan hidup mampu menghidupkan manusia dari generasi ke generasi.

Shah (2008), menjelaskan keanekaragaman ekosistem akan menciptakan


keragaman bentuk kehidupan dan kepunahan spesies, selain itu penyeragaman varietas
tanaman maupun hewan menimbulkan erosi genetik. Hal ini menimbulkan krisis
keanekaragaman hayati. Indonesia dikenal sebagai negara memiliki keanekaragaman
hayati yang timggi termasuk keanekaragaman plasma nutfah atau sumber daya genetik
pada taraf didalam spesies.

Penting bagi seorang guru untuk mengenalkan materi keanekaragaman hayati


kepada siswa supaya lebih mendapatkan konsep dari materi tersebut. Selain itu siswa
lebih mengenal macam-macam keanekaragaman hayati baik yang ada diindonesia
maupun yang ada di belahan dunia. Jadi guru harus mampu menanamkan konsep secara
keseluruhan dari materi tersebut. Karena materi tersebut banyak berisi penjelasan guru
harus mengupayakan supaya siswa lebih fokus dan menarik perhatiannya agar dapat
mengikuti pembelajaran pada materi ini sehingga dapat meningkatkan pemahaman
konsep serta hasil belajar siswa. Untuk meningkatkan pemahaman konsep hasil belajar
siswa dapat dikembangkan suatu media pembelajaran yang sesuai dengan kriteriamateri
keanekaragaman hayati yaitu dengan mengembangkan media poop up book yang lebih
menarik sehingga siswa termotivasi untuk mengikuti proses pembelajaran.

2.2 Penelitian Relevan

Penelitian dan pengembangan ini mengambil referensi dari penelitian-penelitian


sebelumnya yang pernah dilakukan oleh :

Roviah pada tahun 2018 dalam jurnal yang berjudul kelayakan poop up book
materi keanekaragaman hayati dari buah randum, salak hutan dan arok putih. Hasil dalam
penelitian ini menjelaskan bahwa hasil validasi semua kriteria poop up book memiliki
rata-rata nilai CVR (Konten Validity Ratio) adalah 0,99 dimana CVR telah memenuhi
nilai batas minimum lauwse yaitu 0,99 untuk validator yang berjumlah lima orang selain
itu menggunakan nilai CVI ( Konten Validity Index) yang didapatkan berkisar 0-1 yaitu
0,99.

17
Dalam penelitian yang dilakukan oleh Roviah, memiliki kesamaan pada penelitian
ini yang mana sama-sama menguji atau menilai kelayakan dari media poop up book,
kemudian kesamaan lainnya yaitu pada materinya sama-sama bermaterikan
keanekaragaman hayati. Namun terdapat perbedaan dimana pada penelitian Roviah
materi yang dibahas hanya kepada tingkat keanekaragaman spesies, sedangkan pada
penelitian ini peneliti mengembangkan media tersebut untuk meningkatkan konsep dan
hasil belajar pada seluruh materi keanekaragaman hayati baik itu keanekaragaman
spesies, gen, jenis dan ekosistem serta upaya-upaya yang dilakukan dalam pelestarian
keanekaragaman hayati di Indonesia.

Gianti dalam skripsi yang berjudul Pengembangan Media Belajar Poop Up Book
untuk Peserta Didik Tunarungu SMP-LB Pada Materi Gerak Dan Gaya. Hasil dalam
penelitian ini bahwa untuk pemanfaatan media pembelajaran di dua SLB masih
kurangbervariasi serta buku-buku pembelajaran yang memuat materi yang singkat. Telah
diketahui bahwa anak tunarungu memiliki keterbatasan dalam pendengarannya dan
hambatan dalam komunikasi sehingga segala sesuatu diartikan dengan indra
penglihatannya. Sehingga dalam skripsi ini perlu memperbaiki kelayakan dari media
pembelajaran tersebut yaitu pada tampilan pada media pembelajaran tersebut.

Dalam penelitian pengembangan buku poop up sebagai media pembelajaran pada


materi crustaceae untuk SMA kelas X dengan hasil penelitian menunjukan bahwa buku
poop up pada materi crustaceae menarik untuk digunakan dan dapat membantu
memahami konsep dasar dengan benar.

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti sebelumnya bahwa


penelitian dilakukan untuk sekolah yang umum pada media pembelajarannya memiliki
kelayakan untuk digunakan sebagai media pembelajaran. Sedangkan untuk sekolah SLB
penggunaan media tersebut masih kurang layak dikarenakan tampilan yang digunakan
masih terbatas sehingga sulit untuk siswa-siswa tunarungu memahami materi yang
diberikan dengan menggunakan media tersebut. Adapun persamaan dari kedua penelitian
tersebut yaitu sama-sama membahas tentang kelayakan dari media poop up book,
sedangkan perbedaannya terletak pada materi yang dibahas dan subjek penelitiannya.

18
2.3 Kerangka Berpikir

Dapat
Meningkatkan
Pemahaman
Materi Konsep dan Hasil
Keanekaragaman Belajar Siswa
Hayati

Alokasi Waktu
Yang Terbatas
Pengembangan
Karakteristik
materi yang Poop Up Book
banyak berisi
penjelasan

Materi banyak

Metode 1. Lebih menarik


Pembelajaran 2. Menghemat wktu
Tuntutan KD 3. Mampu memuat materi
yang banyak
4. Dapat digunakan dimana
saja
5. Menanamkan konsep
tentang materi
6. Menambah rasa ingin tahu
7. Mengeluarkan gambar
yang mampu bergerak
8. Menambah motivasi siswa

Guru dan siswa merupakan komponen yang penting dalam suatu proses
pembelajaran. Dimana, pembelajaran akan mencapai hasil belajar yang baik, apabila
terjadi interaksi antara komponen-komponen tersebut. Untuk meningkatkan hasil belajar
siswa, guru memerlukan perantara dalam menyampaikan materi khususnya pada materi

19
keanekaragaman hayati, dengan waktu yang terbatas dan materi yang banyak berisi
penjelasan, guru perlu terlebih dahulu menanamkan konsep dari materi tersebut kepada
siswa. Penyampaian materi yang dilakukan oleh guru dapat diperantarai oleh metode
pembelajaran maupun media pembeljaran. Penggunaan metode pembelajaran oleh guru
harus dilakukan dengan sistematis dan terencana dan juga harus memperhatikan
karakteristik materi yang diajarakan.
Dalam penggunaan metode pembelajaran tidak cukup hanya menjelaskan saja,
terlebih lagi apabila karakteristik dari materi tersebut bersifat abstrak dan banyak berisi
penjelasan. Guru harus mampu memvariasikan dan memanfaatkan sumber-sumber
belajar yang lain yaitu dengan menggunakan media pembelajaran sebagai salah satu
sumber untuk menyampaikan informasi. Jadi guru perlu memanfaatkan media
pembelajaran yang sesuai pila dengan materi yang diajarkan. Sehingga dalam
menyampaikan materi keanekaragaman hayati tersebut perlu dikembangkannya media
pembelajaran Poop Up Book yang akan lebih menarik perhatian, rasa ingin tahu dan
memotivasi siswa untuk mempelajari materi tersebut sehingga dengan karakteristik
materi yang bersifat abstrak dan banyak berisi penjelasan tersebut, siswa tetap dapat
memperoleh konsep yang tepat dibandingkan menghafal keseluruhan penjelasan yang
ada pada materi tersebut. Ketika siswa telah menemukan konsep dari materi tersebut,
maka dengan sendirinya siswa akan mudah mengkaitkannya pada materi sehingga
dengan penemuan konsep yang tepat akan dapat meningkatkan pemahaman dan hasil
belajar terhadap meteri tersebut.

20
BAB III
METODE PENELITIAN

3.1 Tempat dan Waktu

Penelitian ini dilakukan di SMA Negri 4 yang terletak di Jalan Pemuda Km.4
Tanjungpinang, Kepulauan Riau. Penelitian ini dilaksanakan mulai tahap persiapan hingga
selesai tahap pelaksaan pada semester ganjil Tahun Ajaran 2019/2020.

3.2 Pendekatan dan Metode Penelitian

Pendekatan yang kami gunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif
hal ini didasarkan pada rumusan-rumusan yang muncul dalam penelitian ini yang menuntut
peneliti untuk melakukan eksplorasi dalam rangka memahami dan menjelaskan masalah-
masalah yang menjadi fokus masalah penelitian ini, kemudian melakukan pengumpulan
berbagai data dan informasi melalui observasi penyebaran angket dan study dokumentasi
terhadap sumber-sumber data yang diperlukan. Daniel Muijs (2004) bahwa pendekatan
kuantitatif merupakan fenomena yang menggunakann data-data numerik, kemudian
dianalisis menggunakan statistik.

Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan R and D (Research


and Development), metode ini adalah metode yang digunakan menghasilkan rancangan
produk baru, menguji keefektifan produk yang telah ada, serta mengembangkan dan
menciptakan produk baru. Metode penelitian dan pengembangan ini untuk menghasilkan
media pembelajaran berupa poop up book. Menurut Nana Syaodin (2006) penelitian dan
pengembangan adalah suatu proses untuk mengembangakan suatu produk baru atau
menyempurnakan produk yan sudah ada, yang dapat dipertanggungjawabkan. Melalui
penelitian ini, peneliti berusaha untuk mengembangkan produk yang layak dan efektif
digunakan dalam pembelajaran. Produk yang dikembangkan pada penelitian ini adalah media
pembelajaran Poop Up Book pada materi keanekaragaman hayati.

Dalam penelitian ini digunakan prosedur pengembangan media dengan model


Hannafin & Peck. Dimana dalam model ini terdiri dari empat tahap pengembangan, adapun
tahapan-tahapan tersebut yaitu :

21
1. Analisis kebutuhan (assesment)

Pada tahap ini terdiri dari pengumpulan informasi yang khusus ditujukan
untuk memperoleh analisis permasalahan dan kebutuhan yang diperlukan oleh siswa
pada aspek media pembelajaran. Berdasarkan hasil analisis permasalahan pada siswa
kelas X diperoleh informasi yaitu :

a) Dalam menyampaikan pembelajaran khususnya materi keanekaragaman hayati,


guru terbiasa hanya menggunakan metode-metode pembelajaran saja tanpa
adanya perantara yang membuat siswa itu lebih aktif.
b) Adapun pada materi keanekaragaman hayati memiliki karakteristik yang banyak
berisi penjelasan, sehingga dengan karakteristik tersebut guru harus mampu
menginovasikan hal-hal baru seperti media pembelajaran yang dapat
meningkatkan pemahaman konsep peserta didiknya yang nantinya dengan
karakteristik materi tersebut guru mampu membuat peserta didik tidak terfokus
dalam menghafalkan materi tapi lebih benar-benar memahami konsep pada materi
tersebut.
c) Dengan waktu yang terbatas guru harus mampu mencapai indikator pembelajaran
sesuai dengan tuntutan KD.
2. Desain (design)
Kegiatan yang dilakukan pada tahap ini yaitu untuk menyusun secara garis besar
isi dari media yang ingin dikembangkan, yang ingin digunakan sebagai rancangan
awal sebelum melakukan tahap pengembangan.
3. Tahap pengembangan dan implementasi (development and implementation)
Pada tahap ini desain yang telah dirancang pada tahap sebelumnya kemudian
dikembangkan kedalam produk media poop-up book. Kegiatan implementasi pada
media pembelajaran poop up book dilakukan dengan melibatkan subjek uji coba
siswa kelas X dengan cara mengaplikasikan media tersebut kedalam proses
pembelajaran, kemudian dilakukan pengamatan dalam penggunaan produk
tersebut baik dari segi kemudahan dalam memahami bahasa, kesesuaian antara
materi dengan gambar yang dapat bergerak pada buku tersebut hingga
kelengkapan yang membuat buku tersebut layak untuk digunakan.

22
4. Evaluasi (evaluation)
Pada kegiatan evaluasi ini dilakukan untuk memperoleh penilaian terhadap
produk poop up book yang dikembangkan serta mendapatkan kesimpulan layak
atau tidaknya produk tersebut digunakan sebagai media pembelajaran.

3.3 Subjek Penelitian


a. Validator

Validator dalam penelitian ini adalah ahli materi, ahli media pembelajaran, ahli
bahasa dan ahli pembelajaran. Yang bertindak sebagai ahli materi dalam pengembangan
media ajar ini adalah seorang Dosen Pendidikan Biologi. hal ini didasarkan atas
pertimbangan bahwa yang bersangkutan memiliki kompetensi dibidang pendidikan
biologi. Dan yang bertindak sebagai ahli media pembelajaran adalah seorang dosen
yang ahli dalam bidang desain dan media pembelajaran. Sedangkan ahli pembelajaran
orang yang bertindak dalam memberikan tanggapan dan penilaian penggunaan media
ajar ini pada siswa kelas X. Hal ini didasarkan pada pertimbangan bahwa yang
bersangkutan telah memiliki banyak pengalaman mengajar.

b. Subjek Uji Coba


Subjek uji coba dalam pengembangan media pembelajaran ini adalah siswa siswi
kelas X.

3.4 Teknik Pengambilan Data

Teknik pengambilan data yang digunakan dalam penelitian dan pengembangan


media pembelajaran poop up book yaitu :

1. Angket
Angket merupakan suatu teknik pengumpulan data dengan memberikan atau
penyebaran daftar pertanyaan kepada responden dengan harapan memberikan respons
atas daftar pertanyaan tersebut. Dalam teknik pengumpulan data lewat angket ini,
digunakan untuk mengumpulkan informasi mengenai respon subjek uji coba dan
validator terhadap media pembelajaran poop up book yang dikembangkan.

23
2. Wawancara
Wawancara merupakan salah satu teknik pengumpulan data yang dilakukan
secara langsung dengan yang diwawancarai tetapi dapat juga diberikan daftar petanyaan
dahulu untuk dijawab pada kesempatan lain. Wawancara merupakan alat untuk
membuktikan informasi atau keterangan yang diperoleh sebelumnya. Menurut Esterberg
yang dikutip oleh Sugiyono, wawancara adalah pertemuan dua orang untuk bertukar
informasi dan ide melalui tanya jawab, sehingga dapat dikonstruksikan makna dalam
suatu topik tertentu.
3. Dokumentasi
Dokumentasi merupakan catatan peristiwa yang berlalu. Dokumentasi bisa
berbentuk tulisan, gambar, atau karya-karya monumentel dari seseorang. Dokumentasi
yang digunakan peneliti dalam pengembangan media pembelajaran berupa pengambilan
gambar atau foto serta video pada saat proses uji coba produk.

3.5 Instrumen Penelitian


Instrumen penelitian merupakan sesuatu yang terpenting dan strategis kedudukannya
di dalam keseluruhan kegiatan penelitian. Instrumen penelitian dapat diartikan pula sebagai
alat untuk mengumpulkan, mengolah, menganalisa dan menyajikan data-data secara
sistematis serta objektif dengan tujuan memecahkan suatu persoalan atau menguji suatu
hipotesis. Jadi semua alat yang bisa mendukung suatu penelitian bisa disebut instrumen
penelitian atau instrumen pengumpulan data. Pada penelitian ini instrumen yang digunakan
ialah lembar angket, pedoman wawancara dan lembar pertanyaan wawancara.

3.6 Teknik Aanlisis Data

Data yang diperoleh kemudian dilakukan analisis. Dimana teknik dalam menganalisis
data yang digunakan dalam penelitian ini adalah mendeskripsikan semua pendapat, saran dan
tanggapan validator yang didapat di lembar kritik dan saran. Sedangkan data yang dari
lembar angket merupakan data kuantitatif menggunakan skala linkert.

24
1. Analisis Data Validasi
Analisis data instrumen validasi untuk melihat kevalidan media pembelajaran
yang dikembangkan berdasarkan skala likert.
Penskoran pada analisis data instrumen validasi dapat dilihat pada tabel 3.1
berikut ini:
Tabel 3.1 Aturan Pemberian Skor

No Validator Media Skor


1 Sangat Baik (SB) 5
2 Baik (B) 4
3 Cukup Baik (CB) 3
4 Kurang Baik (KB) 2
5 Sangat Kurang Baik (SKB) 1

Untuk menganalisis data angket validasi, menggunakan rumus sebagai berikut:


Skor
xi= ×100 %
Skor max

Keterangan : xi = Jumlah nilai responden per aspek


Skor = Jumlah skor per aspek
Skor max = Skor maksimal per aspek

Untuk mengetahui kelayakan dari media pembelajaran yang dikembangkan


perhitungan nilai rata-rata akhir semua aspek, rumus untuk menghitung nilai rata-rata
adalah sebagai berikut:
Xi
x=
n
Keterangan :
x = Rata-rata akhir
Xi = Jumlah nilai responden semua aspek
n = Jumlah responden

25
Selanjutnya skor akhir yang diperoleh diinterpretasikan dalam kriteria tabel 3.2
berikut :
Tabel 3.2
Keriteria Interpretasi Hasil Validasi

Kriteria Range Presentasi


0% ≤ V ≤ 20% Sangat Kurang Baik
21% ˂ V ≤ 40% Kurang Baik
41% ˂ V ≤ 60% Cukup Baik
61% ˂ V ≤ 80% Baik
81% ˂ V ≤ 100% Sangat Baik

2. Analisis Data Angket Respon Peserta Didik


Analisis data instrumen respon peserta didik untuk melihat kemenarikan media
pembelajaran yang dikembangkan berdasarkan skala Guttman yang dinyatakan dalam
bentuk pernyataan. Hasil penelitian respon peserta didik, dapat dianalisis secara
deskriptif kuantitatif dengan menggunakan persentase dari tiap komponen hasil angket.
Kriteria penilaian respon peserta didik dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 3.3 Kriteria Penilaian Respon Peserta Didik

Skor Kriteria
1 Ya
0 Tidak

Hasil respon peserta didik dianalisis dengan persentase setiap indikator dan
keseluruhan menggunakan rumus berikut:
jawaban ya
Nilai responden peserta didik = ×100 %
skor maksimal per aspek

Hasil analisis presentase akhir yang diperoleh dari penelitian diinterprestasikan


dalam kriteria seperti pada table 3.3 berikut :

Table 3.4
Kriteria Interprestasi Respon Peserta Didik

26
Kriteria Range Persentase
0% ≤ V ≤ 20% Sangat Kurang Baik
21% ˂ V ≤ 40% Kurang Baik
41% ˂ V ≤ 60% Cukup Baik
61% ˂ V ≤ 80% Baik
81% ˂ V ≤ 100% Sangat Baik

Tabel kriteria di atas digunakan sebagai acuan melihat rerata skor penilaian dari
ahli media, ahli materi, ahli bahasa dan respon peserta didik terhadap media pembelajaran
yang dikembangkan. Jika menunjukkan persentase < 61% maka akan dilakukan revisi
sesuai dengan hasil yang didapat. Jika persentase menunjukkan ≥ 61% maka media pop-
up book mendapat respon positif. Dengan demikian, produk yang dikembangkan
dinyatakan layak untuk digunakan sebagai media pembelajaran dalam mendukung proses
belajar peserta kelas X.

DAFTAR PUSTAKA

27
LAMPIRAN

KISI-KISI WAWANCARA AHLI PEMBELAJARAN (TENAGA PENDIDIK) MATA


PELAJARAN BIOLOGI PADA PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN POOP

28
UP BOOK UNTUK PESERTA DIDIK KELAS X PADA MATERI
KEANEKARAGAMAN HAYATI

N ASPEK KOMPONEN NOMOR ITEM


O
1. Media pembelajaran yang 1,2,3,4,7,8
1 Media Pembelajaran diterapkan
2. Ketertarikan peserta didik
3. Kelemahan media
pembelajaran
4. Buku yang digunakan dalam
proses belajar
5. Kesan pendidik terhadap media
pembelajaran yang digunakan
1. Kendala saat menyampaikan 5,6,9,10
2 Proses Pembelajaran materi
2. Tingkat pemahaman peserta
didik
3. Kegiatan dalam proses belajar
4. Tingkat kepuasan peendidik
dalam proses pembelajaran

LEMBAR WAWANCARA UNTUK AHLI PEMBELAJARAN (TENAGA PENDIDIK)

29
1. Apakah saat kegiatan belajar mengajar (KBM) guru menerapkan media
pembelajaran?
…………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………
2. Apakah peserta didik paham dengan materi yang disampaikan?
…………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………....
3. Apakah kebanyakan peserta didik tertarik dengan materi yang diajarkan?
…………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………
4. Apakah kelemahan dari media pembelajaran yang digunakan?
…………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………
5. Apa sajakah kendala yang dihadapi Bapak/Ibu guru dalam menyampaikan materi
pelajaran?
…………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………....
6. Bagaimana kemampuan peserta didik dalam menyelesaikan suatu persoalan yang
berhubungan dengan materi ?
…………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………

30
…………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………
7. Buku apa saja yang Bapak/Ibu guru gunakan dalam kegiatan belajar mengajar?
…………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………
8. Menurut Bapak/Ibu bagaimana kesan media pembelajaran tersebut terhadap perserta
didik?
…………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………
9. Bagaimana cara yang dilakukan Bapak/Ibu dalam proses belajar mengajar?
…………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………..
10. Apakah Bapak/Ibu merasa puas dalam setiap kegiatan pembelajaran yang telah
dilakukan? Jika tidak, masalah apa yang biasanya timbul dan bagaimana
mengatasinya?
…………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………...

31
KISI-KISI INSTRUMEN VALIDATOR AHLI MEDIA PENGEMBANGAN MEDIA
PEMBELAJARAN POOP-UP BOOK UNTUK PESERTA DIDIK KELAS X PADA
MATERI KEANEKARAGAMAN HAYATI

No Aspek Kriteria Nomor Item


1) Kemenarikan Media
1 Kualitas Media
2) Kesesuaian media 1, 2, 3, 4
1) Kesesuaian ukuran tulisan 5, 6, 7, 8
2) Kesesuaian penampilan media
2 Tampilan Media
pada sampul muka, belakang,
dan punggung secara harmonis
1) Kesesuaian penggunaan huruf 11, 12, 13, 14, 15
2) Keselarasan penggunaan spasi
3 Desain isi media
3) Kemenarikan objek/gambar
4) Unsur tata letak

32
KISI-KISI INSTRUMEN VALIDATOR AHLI MATERI PENGEMBANGAN MEDIA
PEMBELAJARAN POOP-UP BOOK UNTUK SISWA KELAS X PADA MATERI
KEANEKARAGAMAN HAYATI

No Aspek Kriteria Nomor Item


1 Kualitas isi 1) Kesesuaian materi 1, 2, 3
2) Kelengkapan materi
3) Kesesuaian dalam memaparkan
konsep fisika
2 Keterlaksanaan 1) Kesesuaian sajian materi 4, 5, 6, 7
3 Tampilan visual 1) Bentuk tampilan dan penulisan
materi
2) Penulisan warna 8, 9, 10, 11
3) Kesesuaian gambar dan ilustrasi

KISI-KISI INSTRUMEN VALIDATOR AHLI BAHASA PENGEMBANGAN MEDIA


PEMBELAJARAN POOP-UP BOOK UNTUK PESERTA DIDIK PADA MATERI
KEANEKARAGAMAN HAYATI

33
No Aspek Kriteria Nomor Item
1 Lugas 1) Keefektifan kalimat 1, 2, 3
2 Komunikatif 2) Tingkat pemahaman informasi 4
3 Diagnosis dan 3) Tingkat motivasi 5, 6
interaktif
4 Kesesuaian dengan 4) Tingkat perkembangan intelektual 7, 8
perkembangan dan emosional
peserta didik
5 Kesesuaian dengan 5) Ketepatan bahasa 9, 10
kaidah Bahasa 6) Ketepatan ejaan
Indonesia
6 Penggunaan istilah, 7) Tingkat konsistensi penggunaan 11, 12
simbol atau ikon istilah, dan simbol atau ikon

KISI-KISI INSTRUMEN RESPON PESERTA DIDIK PENGEMBANGAN MEDIA


PEMBELAJARAN POOP-UP BOOK UNTUK SISWA KELAS X PADA MATERI
KEANEKARAGAMAN HAYATI

34
No Aspek Kriteria Nomor Item
1 Tampilan 1) Kejelasan teks
2) Kejelasan gambar 1, 2, 3, 4, dan 5
3) Kemenarikan gambar
2 Penyajian materi 1) Kemudahan memahami materi 6 dan 7
2) Kesesuaian materi
3 Manfaat 1) Kemudahan belajar 8, 9, dan 10
2) Kemenarikan media

35
LEMBAR VALIDASI AHLI MEDIA PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN
POOP-UP BOOK UNTUK SISWA KELAS X PADA MATERI KEANEKARAGAMAN
HAYATI

Nama :

NIM :

Hari/Tanggal :

Tempat :

A. Petunjuk Pengisian
1. Mohon kesediaan Bapak/Ibu untuk menilai media pembelajaran yang telah dibuat
meliputi aspek kelayakan yang tercantum dalam instrumen.
2. Berilah tanda ceklis (√) pada kolom skala penilaian yang sesuai dengan penilaian
Bapak/Ibu.
3. Tuliskan komentar dan saran yang Bapak/Ibu berikan pada kolom yang telah
disediakan.
Keterangan :
a. Skala penilaian 5 : Sangat Baik
b. Skala penilaian 4 : Baik
c. Skala penilaian 3 : Cukup Baik
d. Skala penilaian 2 : Kurang Baik
e. Skala Penilaian 1 : sangat Kurang Baik
4. Deskripsi penilaian terdapat dihalaman lampiran.
5. Terimakasih atas ketersediaan Bapak/Ibu yang telah memberikan tanggapan atau
pendapat, semoga dapat membantu memberikan masukan dalam pemanfaatan Media
Pembelajaran Poop-up Book yang seharusnya.

36
B. Aspek Penilaian

No Aspek Kriteria Skor


5 4 3 2 1
1 Kualitas media 1. Media mengungkapkan karakter
objek dengan kehidupan sehari-
hari
2. Penataan paragraf pada media
telah tepat
3. Kesesuaian media terhadap
kebutuhan peserta didik
4. Media menggambarkan isi/materi
ajar yang sesuai dengan ilustrasi
kehidupan sehari-hari
2 Tampilan media 5. Kesesuain ukuran font/tulisan
6. Tampilan cover media yang
menarik
7. Kemenarikan penempatan gambar
dan ilustrasi
8. Warna judul media kontras
dengan warna latar belakang
3 Desain isi media 9. Tidak menggunakan terlalu
banyak jenis huruf
10. Penggunaan variasi huruf (bold,
italic, all capital, small capital)
tidak berlebihan
11. Spasi antar susunan teks normal
12. Spasi antar huruf normal
13. Bentuk, warna, ukuran, proporsi
objek/gambar sesuai realitas

14. Penempatan unsur tata letak


konsisten berdasarkan pola
15. Penempatan ilustrasi dan
keterangan gambar (caption) tidak

37
mengganggu pemahaman
Jumlah Skor Total

C. Kritik dan Saran


Komentar Umum dan Saran Perbaikan :
................................................................................................................................................
................................................................................................................................................
................................................................................................................................................
................................................................................................................................................
................................................................................................................................................
................................................................................................................................................
................................................................................................................................................
Kesimpulan :
Media poop-up book ini dinyatakan :
1. Layak untuk diujicobakan tanpa revisi.
2. Layak diujicobakan dengan revisi sesuai saran.
3. Tidak layak diujicobakan.

Tanjungpinang,....................,2019

NIP :

LEMBAR RESPON PESERTA DIDIK PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN


POOP-UP BOOK UNTUK SISWA KELAS X PADA MATERI KEANEKARAGAMAN
HAYATI

Nama :

Kelas :
38
Nomor Absen :
A. Petujuk Pengisian :
1. Bacalah indikator penilaian dengan seksama
2. Berilah tanda ceklis (√) pada kolom skala penilaian yang sesuai dengan penilaian
anda
3. Tuliskan komentar dan saran yang Anda berikan pada kolom yang telah disediakan.
a. Jawaban “Ya” : Apabila media pembelajaran poop-up book memenuhi kriteria
yang baik/layak.
b. Jawaban “Tidak” : Apabila media pembelajaran poop-up book tidak memenuhi
kriteria yang baik/layak.
4. Deskripsi penilaian terdapat di halaman lampiran.

39
B. Aspek Penilaian

Jawaban
No Aspek Pertanyaan
Ya Tidak
1 Tampilan 1. Apakah teks atau bahan tulisan
pada poop-up book ini mudah
dibaca ?
2. Apakah ganbar yang disajikan
jelas atau tidak buram ?
3. Apakah tedapat keterangan pada
setiap gambar yang disajikan
dalam poop-up book ini ?
4. Apakah gambar yang terdapat
dalam poop-up book menarik ?
5. Apakah gambar yang terdapat
dalam poop-up book sesuai
dengan materi ?
2 Penyajian 6. Apakah poop-up book ini
materi menjelaskan suatu konsep yang
berkaitan dengan kehidupan
sehari-hari ?
7. Apakah poop-up book ini
menggunakan contoh-contoh soal
yang berkaitan dengan masalah
kehidupan sehari-hari
3 Manfaat 8. Setelah belajar menggunakan
media poop-up book ini, apakah
kalian dapat memahami materi
keanekaragaman hayati ?
9. Setelah belajar menggunakan
media poop-up book ini, apakah
suasana belajar menjadi
menyenangkan ?
10. Setelah belajar menggunakan
media poop-up book ini, apakah
kalian lebih tertarik dalam belajar
Biologi khusus materi
keanekaragaman hayati ?

40