Anda di halaman 1dari 22

MAKALAH SISTEM INFORMASI AKUNTANSI

SISTEM MANAJEMEN DATABASE

DISUSUN OLEH :

KELOMPOK II

1. Tri Romualdus Pea Malun (1810020018)


2. Maria Liswanti (1810020038)
3. Dewita Prety H. Mone (1810020007)
4. Dinda Yulianti A. Pratiwi (1810020012)
5. Maria Dolorosa Alfi Putri Seo (1810020040)
6. Maria Chemy Astary (1810020022)
7. Kesya Marce Henukh (1810020010)
8. Veridiana Jida Putri N. Siribein (1810020014)

JURUSAN AKUNTANSI

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

UNIVERSITAS NUSA CENDANA

KUPANG

2020

1
KATA PENGANTAR

Puji Syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa yang telah memberikan
pimpinan dan kasih karunia-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan makalah yang
berjudul “SISTEM MANAJEMEN DATABASE”.

Makalah ini dibuat dalam rangka memenuhi Tugas Mata Kuliah Sistem
Informasi Akuntansi. Dan kami mengucapkan terima kasih kepada dosen yang telah
memberikan tugas ini kepada kami. Kami berharap dengan adanya makalah ini, dapat
menambah ilmu pengetahuan dan mudah-mudahan tugas ini dapat bermanfaat bagi kita
semua.

Kami menyadari bahwa makalah yang kami buat ini belumlah sempurna. Untuk
itu kami membutuhkan kritik dan saran yang membangun dari teman–teman dan juga
Ibu dosen pengajar Mata Kuliah Sisitem Informasi Akuntansi.

Kupang, 16 April 2020

Penyusun

2
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR……………………………………………………………i

DAFTAR ISI....................................................................................................….ii

BAB I : PENDAHULUAN
1. Latar Belakang .............................................................................................1
2. Rumusan Masalah ........................................................................................1
3. Tujuan ..........................................................................................................2

BAB II : PEMBAHASAN
1. Pengertian Sistem Manajemen Basis Data.....................................……..3
2.Perkembangan Sistem Manajemen Basis Data...............................……..4
3.Sistem Manajemen Basis Data……….…………………………………5

BAB III : PENUTUP


1. Kesimpulan……………………………………………………………….17
2. Saran.............................................................................................................18

DAFTAR PUSTAKA.......................................................................................…..19

3
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Sistem manajemen berbasis data adalah suatu sistem atau perangkat lunak yang
dirancang untuk mengelola suatu basis data dan menjalankan operasi terhadap data yang
diminta banyak pengguna. Saat ini peranan data sangatlah menonjol. Pemrosesan basis
data menjadi perangkat andalan yang sangat diperlukan oleh berbagai perusahaan. Basis
data tidak hanya dapat mempercepat perolehan informasi, tetapi juga meningkatkan
pelayanan kepada pelanggan. Sistem manajemen berbasis data mengorganisasikan
volume data dalam jumlah besar yang digunakan oleh perusahaan dalam transaksi-
transaksinya sehari-hari.

Data harus diorganisasikan sehingga pada manajer dapat menemukan data


tertentu dengan mudah dan cepat untuk mengambil keputusan. Sedangkan data adalah
bahan baku informasi yang dikumpulkan dalam suatu basis data agar
pengumpulan dapat dilaksanakan secara efektif dan efesien diperlukan manajemen data.

Manajemen data merupakan bagian dari manajemen sumber daya informasi. Basis
data (Database) adalah kumpulan dari berbagai data yang saling berhubungan satu
dengan yang lainya, database tersimpan di perangkat keras, serta dimanipulasi dengan
perangkat lunak. Pendefinisian basis data meliputi spesifikasi dari tipe data atau
informasi yang akan disimpan.Database meupakan salah satu komponen yang penting
dalam sistem informasi, karena merupakan basis dalam menyediakan informasi bagi
para pengguna atau user.

Penyusunan basis data meliputi memasukan data kedalam media penyimpanan data
dan diatur dengan menggunakan perangkat sistem manajemen basis data (Database
System DBMS). Manipulasi basis data meliputi proses pembuatan
pernyataan (query) untuk mendapatkan informasi tertentu, melakukan pembaruan atau
pergantian (update) data, serta pembuatan report data.

4
Sebuah sistem informasi yang efektif menyediakan informasi yang akurat, tepat
waktu dan relevan bagi penggunanya sehingga dapat digunakan untuk pengambilan
keputusan. Dalam pengambilan keputusan, baik dalam operasional harus dilandasi oleh
data dan informasi yang tepat waktu dan tepat isi agar keputusan yang diambil tepat
sasaran. Informasi diperoleh dari pengelolaan data yang dilaksanakan oleh sistem
informasi dengan dukungan teknologi informasi.

B. Rumusan Masalah
 Seperti apa Database manajemen sistem?
 Manfaat dan tujuan dari penggunaan DBMS?
 Apa saja keunggulan dan kelemahan DBMS?

C. Tujuan dan Manfaat


 Mahasiswa dapat mengetahui tentang Database/ Basis Data dan Database
Manajemen Sistem.
 Mahasiswa dapat mengetahui tujuan dan manfaat DBMS
 Mahasiswa dapat mengetahui keunggulan dan kelemahan menggunakan
DBMS

5
BAB II

PEMBAHASAN

A.    PENGERTIAN SISTEM MANAJEMEN BASIS DATA

Sistem manajemen basis data (Database Manajement System/DBMS) adalah


pernagkat lunak untuk mendefinisikan, menciptakan, mengelolah dan mengendalikan
pengaksesan  basis data. DBMS merupakan perangkat lunak yang dirancang untuk
dapat melakukan utilasi dan mengelolah koleksi data dalam jumlah yang besar. Sistem
manajemen basis data juga dirancang untuk dapat melakukan manipulasi data secara
lebih muda. Sebelum adanya BMS maka data pada umumnya disimpan dalam bentuk
flatfile, yaitu file teks yang ada pada sistem operasi. Sampai sekarangpun masih ada
aplikasi yang menyimpan data dalam bentuk flat secara langsung.

Menyimpan data dalam bentuk flat file mempunyai kelebihan dan kekurangan.
Penyimapanan dalam bentuk ini akan mempunyai manfaat yang optimal jika ukuran
filenya relative kecil, seperti file passwd. File passwd pada umumnya hanya digunakan
untuk menyimpan nama yang jumlahnya tidak lebih dari 1000 orang. Selain dalam
bentuk flat file, penyimpanan data juga dapat dilakukan dengan menggunakan program
bantu seperti spreadsheet. Pengguna perangkat lunak ini  memperbaiki beberapa
kelemahan dari flat file, seperti bertambahnya kecepatan dalam pengolahan data.

Ada beberapa pengertian sistem manajemen menurut bebrapa para ahli, antara lain:

 Asep Herman Suyanto (2004) manajemen system basis data/DBMS adalah


perangkat lunak yang didesain untuk membantu dalam hal pemeliharaan dan
utilitas kumpulan data dalam jumlah besar, DBMS dapat menjadi alternative
penggunaan secara khusus untuk aplikasi, misalnya penyimpanan data dalam file
dan menulis kode aplikasi yang spesifik untuk pengaturannya.

6
 Kumpulan file-file yang saling berelasi, relasi tersebut ditunjukkan dengan kunci
dari tiap file yang ada untuk digunakan dalam satu lingkup perusahaan, instansi
(Kristanto, 1994).
 Kumpulan file data yang terorganisasi, terintegrasi, dan bisa dipakai bersama
(C.J Date, 1981)
 Kumpulan rekaman data berbagai tipe yang memiliki relasi satu sama lain
(Martin, 1977)
 Sekumpulan data organisasi untuk melayani banyak aplikasi secara efisien
dengan memusatkan data dan mengendalikan redundansi data. (Kenneth C.
Laudon. Jane P. Louden, 2010
 Kumpulan dari data yang saling terintegrasi satu dengan yang lainnya tersimpan
dalam perangkat keras komputer dan menggunakan perangkat lunak untuk
bantuan dalam mengoperasikannya (ICT Database/Data Resources
Management, Dr. Syopiansyah Jaya Putra, M.Sis, 2010).

Adapun beberapa aturan yang harus dipatuhi pada file basis data agar dapat memenuhi
kriteria sebagai suatu basis data, yaitu:

 Kerangkapan data, yaitu munculnya data-data yang sama secara berulang-ulang


pada file basis data, 
 Inkonsistensi data, yaitu munculnya data yang tidak konsisten pada field yang
sama untuk beberapa file dengan kunci yang sama, 
 Data terisolasi, disebabkan oleh pemakaian beberapa file basis data. Program
aplikasi tidak dapat mengakses file tertentu dalam sistem basis data tersebut,
kecuali program aplikasi dirubah atau ditambah sehingga seolah-olah ada file
yang terpisah atau terisolasi terhadap file yang lain, 
 Keamanan data, berhubungan dengan masalah keamanan data dalam sistem
basis data. Pada prinsipnya file basis data hanya boleh digunakan oleh pemakai
tertentu yang mempunya wewenang untuk mengakses, 
 Integrasi data, berhubungan dengan unjuk kerja sistem agar dapat melakukan
kendali atau kontrol pada semua bagian sistem sehingga sistem selalu beroperasi
dalam pengendalian penuh.

7
B.     PERKEMBANGAN SISTEM MANAJEMEN BASIS DATA

Generasi pertama system manajemen basis data didesain oleh Charles Bachman
di perusahaan General Eectric pada awal tahun 1960, disebut sebagai penyimpanan data
terintegrasi (intergrated data store). Dibentuk dasar untuk model data jaringan yang
kemudian distandarisasi oleh Conference on Data System Languages (CODASYL).
Bachman kemudian menerima ACM Turing Award (penghargaan semacam Nobelpada
ilmu computer) di tahun 1973. Dan pada akhir 1960, IBM mengembangkan system
manajemen informasi (informasi Manajement System) DBMS. IMS terbentuk dari
representasi data pada kerangka kerja yagn disebut dengan model data hirarki. Dalam
waktu yang sama, dikembangkan system SABRE sebagai hasil kerjasama antara IBM
dengan perusahaan penerbangan Amerika. System ini memungkinkan user untuk
mengakses data yang sama pada jaringan computer.

Kemudian pada tahun 1970, Edger Codd, di Laboratorium Penelitian di San


Jose, mengusulkan model data relasional. Ditahun 1980, model rasional menjadi
pradigma DBMS yang paling dominan. Bahasa query SQL dikembang untuk basis data
relasional sebagai bagian dari proyek Sistem R dari IBM. ISQ distandardisasi di akhir
tahun 1980, dan SQL-92 diadopsi oleh American National Standards Instute (ANSI)
dan international Standars Organization (ISO). Program yang digunakan untuk eksekusi
bersamaan dalam basis data disebut transaksi. User menulis programnya, dan
bertanggung jawab untuk menjalankan program tersebut secara bersamaan terhadap
DBMS.

Pada akhir tahun 1980 dan permulaan 1990, banyak bidang basis data meliputi
bahasa query, model data yang lengkap, dan penekanan pada dukungan analisis data
yang kompleks dari semua bagian organisasi. Beberapa vonder memperluas sistemnya
dengan kemampuan query  yang kompleks. Sisitem khusus/special dikembangkan oleh
banyak vendor untuk membuat data warehouse, mengkonsolidasi data dari beberapa
basis data. Pada tahun 1990, James Gray memenangkan Turing Award untuk
kontribusinya pada manajemen transaksi dalam DBMS.

C. SISTEM MANAJEMEN BASIS DATA

8
Fitur-fitur Database Manajemen Sistem (DBMS)

DBMS pada umumnya menyediakan fasilitas atau fitur-fitur yang


memungkinkan data dapat diakses dengan mudah, aman, dan cepat. Beberapa fitur yang
secara umum tersedia adalah:

 Keamanan : DBMS menyediakan sistem pengamanan data sehingga tidak


mudah diakses oleh orang yang tidak memiliki hak akses.
 Independensi : DBMS menjamin independensi antara data dan program, data
tidak bergantung pada program yang meng-akses-nya, karena struktur data-nya
dirancang berdasarkan kebutuhan informasi, bukan berdasarkan struktur
program. Sebaliknya program juga tidak bergantung pada data, sehingga
walaupun struktur data diubah, program tidak perlu berubah.
 Konkruensi / data sharing : data dapat diakses secara bersamaan oleh beberapa
pengguna karena manajemen data dilaksanakan oleh DBMS.
 Integritas : DBMS mengelola file-file data serta relasi-nya dengan tujuan agar
data selalu dalam keadaan valid dan konsisten
 Pemulihan : DBMS menyediakan fasilitas untuk memulihkan kembali file-file
data ke keadaan semula sebelum terjadi-nya kesalahan (error) atau gangguan
baik kesalahan perangkat keras maupun kegagalan perangkat lunak.
 Kamus / katalog sistem : DBMS menyediakan fasilitas kamus data atau katalog
sistem yang menjelaskan deskripsi dari field-field data yang terkandung dalam
basisdata.
 Perangkat Produktivitas : DBMS menyediakan sejumlah perangkat
produktivitas sehingga memudahkan para pengguna untuk menarik manfaat
dari database, misalnya reportgenerator (pembangkitlaporan)dan query
generator (pembangkit query).

Berikut ini disajikan tabel beberapa DBMS yang terkenal.

9
DBMS Perusahaan

Access Microsoft Corporation

DB2 IBM

Informix IBM

Ingress Computer Associate

MySQL The MySQL Company

Oracle Oracle Corporation

Postgres SQL Postgres

Sybase Sybase Inc.

Visual dBase Borland

Visual FoxPro FoxPro Corporation

DBMS untuk model data berbasis objek biasanya dinamakan sebagai Object Oriented
Data Base Management System (OODBMS). Beberapa OODBMS yang terkenal adalah
sebagai berikut:

OODBMS Perusahaan

Gemstone Gemstone System

Matisse ADB Inc.

Versant Versant

Jeevan W3 Apps.

Vision Insyte

Objectivity Objectivity Inc.

ObjectStone Object Design Inc.

Poet Poet Software.

10
Perlu ditambahkan disini bahwa beberapa DBMS berbasis objek sebenarnya
tetap menggunakan file data relasional biasa, dengan kata lain, programnya berbasis
objek tetapi datanya masih model relasional biasa. Software seperti ini biasanya disebut
sebagai Object Oriented Relational DataBase Management System  (OORDBMS),
misalnya Visual dBase.

Komponen Penyusun Database Manajemen Sistem (DBMS)

Dalam pembuatan DBMS diperlukan beberapa komponen fungsional penyusunnya


sebagai berikut

1. Query Processsor

Merubah bentuk query ke dalam instruksi tingkat rendah ke database


manager. Menterjemahkan pernyataan-pernyataan bahasa query ke dalam
instruksi-instruksi low-level yang dimengerti oleh database manager.

2. Database Manager

Menerima query dan menguji skema eksternal dan konseptual untuk


menentukan apakah record-record dibutuhkan untuk memenuhi
permintaan. Menyediakan interface antara data low-level yang disimpan didalam
basisdata dengan program-program aplikasi dan queries yang dikirimkan ke
system.

3. File Manager

Manipulasi penyimpanan file dan mengatur alokasi ruang penyimpanan


pada disk.

4. DML Preprocessor

Merubah perintah DML embedded ke dalam program aplikasi dalam


bentuk fungsi-fungsi yang memanggil dalam host language. Mengkonversi
pernyataan-pernyataan DML yang dimasukkan di dalam program aplikasi ke
dalam pemanggilan prosedur normal di dalam bahasa induknya. Procompiler

11
harus berinteraksi dengan query processor untuk membuat kode-kode yang
diperlukan

5. DDL Compiler

Merubah perintah DDL menjadi kumpulan tabel yang berisi


metadata. Mengkonversi pernyataan DDL ke dalam sekumpulan table yang
mengandung metadata atau “data mengenai data”

6. Dictionary Manager

Mengatur akses dan memelihara data dictionary.

Model Database Manajemen Sistem (DBMS)

Sistem manajemen database biasanya dikategorikan menurut model database


yang mereka mendukung, seperti jaringan, model relasional atau obyek. Model
cenderung untuk menentukan bahasa query yang tersedia untuk mengakses database.
Fungsi dari Model Database ini adalah untuk merepresentasikan data sehingga data
tersebut mudah dipahami. Model Database adalah kumpulan konsep yang terintegrasi
yang menggambarkan data, hubungan antara data dan batasan-batasan data dala suatu
organisasi.

Terdapat dua model data dalam DBMS sebagai berikut :

1. Model Data Berbasis Objek

Yaitu suatu model data yang menggunakan konsep entitas, atribut dan hubungan
antar entitas. Jenis model data berbasis objek yang umum adalah :

 Entity-relationship
 semantic
 functional
 object-oriented

2. Model data berbasis record

12
Yaitu Model Data yang terdiri dari sejumlah record dalam bentuk yang tetap yang dapat
dibedakan dari bentuknya. Ada 3 macam jenis yaitu :

 Model Hirarkis / Model Pohon (belum ada penjelasannya)

Model database Hierarki merupakan model data yang dimana data tersebut diatur
dengan struktur data tree. Struktur ini dapat mewakili informasi menggunakan
hubungan child/parent: setiap parent dapat memiliki banyak child, tetapi setiap child
hanya boleh memiliki satu parent (yang dikenal juga dengan hubungan 1-ke-banyak).
Seluruh atribut dari record yang ditentukan telah diatur dengan tipe entitas

 Model Jaringan

Model Jaringan merupakan model database yang diyakini sebagai cara fleksibel


mewakili objek dan hubungan mereka. Model ini memiliki fitur istimewa yang pada
skema, diperlihatkan sebagai grafik dengan tipe objek ialah node, tipe hubungannya
ialah kurva, yang tidak terbatas dengan menjadi hierarki atau berkisi.

Beberapa sistem database terkenal yang menggunakan jaringan model termasuk:

 Integrated Data Store (IDS)


 IDMS (Integrated Database Management System)
 RDM Embedded
 TurboIMAGE
 Unisys OS 2200 database
 Model Relasional

Model Relasional merupakan model yang paling sederhana sehingga mudah


digunakan dan dipahami oleh pengguna, serta merupakan model yang paling populer
saat ini.

Model ini menggunakan sekumpulan tabel berdimensi dua ( yang disebut relasi atau
tabel ), dengan masing-masing relasi tersusun atas tupel atau baris dan atribut.
DBMS yang bermodelkan relasional biasa disebut RDBMS (Relational Data Base
Management System).

13
Contoh produk DBMS terkenal yang menggunakan model relasional antara lain adalah :
1. DB2 (IBM)
2. Rdb/VMS (Digital Equipment Corporation)
3. Oracle (Oracle Corporation)
4. Informix (Informix Corporation)
5. Ingres (ASK Group Inc)
6. Sybase (Sybase Inc)

Di lingkungan PC, produk-produk berbasis relasional yang cukup terkenal antara lain
adalah :
1. Keluarga R:Base (Microrim Corp) antara lain berupa R:Base 5000
2. Keluarga dBase (Ashton-Tate, sekarang bagian dari Borland International), antara
lain dbase III Plus, dBase IV, serta Visual dBase
3. Microsoft SQL ( Microsoft Corporation)
4. Visual FoxPro (Microsoft Corporation)

Arsitektur Database Manajemen Sistem (DBMS)

Salah satu tujuan dari DBMS adalah untuk menyediakan sarana antar muka
(interface) dalam meng-akses data secara efisien tanpa harus melihat kerumitan atau
detail tentang cara data direkam dan dipelihara. DBMS memiliki arsitektur untuk
melakukan abstraksi dari data sehingga dapat diperoleh independensi data-program.

Pada tahun 1975, badan standarisasi nasional Amerika ANSI-SPARC (American


National Standards Institute – Standards Planning and Requirements Committee)
menetapkan tiga level abstraksi dalam database, yaitu:

1. Level Eksternal (external level) atau Level Pandangan (view level)

Level Eksternal adalah level yang berhubungan langsung dengan pengguna


database. Pada level ini pengguna (user) hanya bisa melihat struktur data sesuai dengan
keperluannya sehingga setiap user bisa memiliki pandangan (view) yang berbeda dari
user lainnya. Pada level ini pula dimungkinkan pandangan user berbeda dengan
representasi fisik dari data, misalkan untuk data hari secara fisik data direkam dalam
bentuk kode (1, 2, 3, dst) sedang user melihat data dalam bentuk teks nama hari (Ahad,

14
Senin, Selasa, …). Data yang dilihat oleh user seakan-akan berasal dari satu file, secara
fisik mungkin diambil dari beberapa file yang berelasi.

2. Level Konseptual (conceptual level)

Level Konseptual adalah level dari para administrator database, pada level ini
didefinisikan hubungan antar data secara logik, sehingga diperlukan struktur data secara
lengkap. Para administrator database memahami bagaimana satu view dijabarkan dari
beberapa file data, demikian pula pada saat perancangan database mereka dapat saja
membagi data menjadi beberapa file agar dapat diakses dan disimpan secara efisien

3. Level Internal (internal level) atau Level Fisik (physical level)

Level Internal adalah level dimana data disimpan secara fisik dalam bentuk
kode, teks, angka, bit. Pada level ini didefinisikan allokasi ruang penyimpanan data,
deskripsi data dalam penyimpanan, kompressi data (agar lebih hemat), dan enkripsi data
(agar lebih aman).

Bahasa Database Manajemen Sistem (DBMS)

Implementasi bahasa DBMS bervariasi sesuai dengan variasi perusahaan yang


merancangnya, namun pada prinsipnya bahasa ini bisa dikategorikan ke dalam tiga
komponen bahasa, yaitu:

1. Data Definition/Decription Language (DDL)

DDL adalah komponen bahasa DBMS yang digunakan untuk mendefinisikan


struktur data antara lain perintah untuk membuat tabel baru (CREATE) dimana
terdefinisi komponen/field data dengan tipe dan panjangnya, mengubah index (INDEX,
REINDEX) agar setiap rekord dalam satu file data dapat diakses melalui indeks-nya,
mengubah struktur (MODIFY STRUCT) dari file data, dan sebagainya. Komponen
bahasa ini banyak digunakan oleh para administrator basisdata pada saat merencanakan
atau membangun file-file basisdata

2. Data Manipulation Language (DML)

15
DML adalah komponen bahasa DBMS yang digunakan untuk memanipulasi
data, komponen ini diperlukan oleh para pengguna untuk memanipulasi data, antara lain
perintah-perintah untuk melakukan hal-hal berikut ini:

 mengambil data dari basisdata (LIST, DISPLAY)


 menambah data kedalam basisdata (INSERT, APPEND)
 meremajakan data yang ada dalam basisdata (UPDATE)
 menghapus data yang tidak diperlukan (DELETE)
 meng-urutkan data (SORT)
 menghitung frekuensi data (COUNT)
 mencari data (SEEK, FIND)

DML dapat dibedakan atas dua macam, yaitu DML Prosedural dan DML Non-
Prosedural. Pada DML Prosedural ketika data akan dimanipulasi maka perintah harus
disertai dengan perintah-perintah bagaimana data diakses dari file database. Perintah
DML Prosedural biasanya termuat dalam bahasa pemrograman tingkat tinggi (high level
programming language) seperti COBOL, C, C++ dan sebagainya. Pada DML non-
Prosedural data dapat dimanipulasi langsung tanpa harus memerintahkan bagaimana
data dibaca dari file. Perintah DML non-Prosedural biasanya digunakan dalam bahasa-
bahasa DBMS seperti pada dBase, Access, Paradox, FoxPro, SQL, dan sebagainya.

3. Device Control Media Language (DCML)

DCML adalah komponen bahasa DBMS yang digunakan untuk mengatur


perekaman atau penyimpanan data secara fisik. Komponen bahasa DCML digunakan
oleh operator-operator sistem basisdata didalam mengatur file-file data secara fisik.
Perintah-perintah yang termuat dalam komponen ini, antara lain perintah perintah:
merekam (Write Record, Create Table), menghapus (Drop, Delete Table).

Tujuan Database Manajemen Sistem (DBMS)

Tujuan utama DBMS adalah untuk menyediakan tinjauan abstrak dari data bagi
user. Jadi sistem menyembunyikan informasi mengenai bagaimana data disimpan dan

16
dirawat, tetapi data tetap dapat diambil dengan efisien. Pertimbangan efisien yang
digunakan adalah bagaimana merancang struktur data yang kompleks, tetapi tetap dapat
digunakan oleh pengguna yang masih awam, tanpa mengetahui kompleksitas struktur
data. Basis data menjadi penting karena munculnya beberapa masalah bila tidak
menggunakan data yang terpusat, seperti adanya duplikasi data, hubungan antar data
tidak jelas, organisasi data dan update menjadi rumit. Jadi tujuan dari pengaturan data
dengan menggunakan basis data adalah :

 Menyediakan penyimpanan data untuk dapat digunakan oleh organisasi saat


sekarang dan masa yang akan datang.
 Kemudahan pemasukan data, sehingga meringankan tugas operator dan
menyangkut pula waktu yang diperlukan oleh pemakai untuk mendapatkan data
serta hak-hak yang dimiliki terhadap data yang ditangani.
 Pengendalian data untuk setiap siklus agar data selalu up-to-date dan dapat
mencerminkan perubahan spesifik yang terjadi di setiap sistem.
 Pengamanan data terhadap kemungkinan penambahan, pengubahan,
pengerusakan dan gangguan-gangguan lain.

Fungsi Database Manajemen Sistem (DBMS)

 Penyimpanan, pengambilan dan perubahan data


 Katalog yang dapat diakses pemakai
 Mendukung Transaksi
 Melayani kontrol concurrency
 Melayani recovery
 Melayani autorisasi
 Mendukung komunikasi data
 Melayani integrity
 Melayani data independence
 Melayani utility

Manfaat Database Manajemen Sistem (DBMS)

Manfaat yang diperoleh dari penyusunan database adalah         :

17
Mengatasi kerangka (redundancy) data.
Menghindari terjadinya inkonsistensi data.
Mengatasi kesulitan dalam mengakses data.
Menyusun format yang standar dari sebuah data.
Penggunaan oleh banyak pemakai (multiple user).
Melakukan perlindungan dan pengamanan data (data security).
Menyusun integritas dan independensi data.

Keuntungan-keuntungan dalam penggunaan DBMS antara lain adalah:

a)  Pemusatan kontrol data. Dengan satu DBMS di bawah kontrol satu orang atau
kelompok   dapat menjamin terpeliharanya standar kualitas data dan keamanan
batas penggunaannya serta dapat menetralkan konflik  yang terjadi dalam
persyaratan data dan integritas data dapat terjaga.

b) Pemakaian data bersama (Shared Data). Informasi yang ada dalam basis data
dapat digunakan lebih efektif dengan pemakaian beberapa user dengan kontrol
data yang terjaga.

c) Data yang bebas (independent). Program aplikasi terpisah dengan data yang


disimpan dalam komputer.

d) Kemudahan dalam pembuatan program aplikasi baru.

e) Pemakaian secara langsung. DBMS menyediakan interface yang memudahkan


pengguna dalam mengolah data.

f) Data yang berlebihan dapat dikontrol. Data yang  dimasukkan dapat terjadi


kerangkapan (redudant), untuk itu DBMS berfungsi untuk menurunkan tingkat
redudancy dan pengelolaan proses pembaruan data.

g) Pandangan user (user view). Ada kemungkinan basis data yang diakses adalah
sama, maka DBMS mampu mengatur interface yang berbeda dan disesuaikan
dengan pemahaman tiap user terhadap basis data menurut kebutuhan.

Kelemahan-kelemahan DBMS antara lain:

18
a) Biaya Kebutuhan untuk medapatkan perangkat lunak dan perangkat keras yang
tepat cukup mahal, termasuk biaya pemeliharaan dan sumber daya  manusia
yang mengelola basis data tersebut.

b) Sangat kompleks. Sistem basis data lebih kompleks dibandingkan dengan proses
berkas, sehingga dapat mudah terjadinya kesalahan dan semakin sulit dalam
pemeliharaan data.

c) Resiko data yang terpusat. Data yang terpusat dalam satu lokasi dapat
beresiko  kehilangan data selama proses aplikasi.

d) Memerlukan suatu skill tertentu untk bisa melakukan administrasi dan


manajemen database agar dapat diperolehh struktur dan relasi data yang optimal.

e) Memerlukan kapasitas penyimpanan baik eksternal disc maupun internal


memory agar DBMS dapat bekerja cepat dan efisien.

f) Kebutuhan akan sumber daya resources biasanya cukup tinggi.

g) Apabila DBMS gagal menjalankan misinya maka tingkat kegagalan menjadi


lebih tinggi Karena banyak pengguna bergantung pada sistem ini.

BAB III

PENUTUP

A. KESIMPULAN

19
Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa basis data merupakan kumpulan data
yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya yang diaorganisasikan sesuai
struktur tertentu dan disimpan dengan baik

Ada setidaknya 10 fungsi DBMS dalam membantu menjaga dan memelihara


integritas data dalam suatu sistem adalah: Menjaga Integritas Data, Penyimpanan Data
(Data Storage Management), Kamus Data, Transformasi dan Penyajian Data, Keamanan
Data, Memungkinkan Akses Beberapa User, Menyediakan Prosedur Backup dan
Recovery, Menyediakan bahasa akses dan pemogramman, Menyediakan interface untuk
komunikasi, dan Manajemen Transaksi

Komponen  DBMS (Data Base Management System) umumnya memiliki sebagian


komponen fungsional (modul) seperti : File Manager, Database Manager, Query
Processor, DML Precompiler, DDL Compiler.

Keunggulan dari DBMS adalah mengurangi duplikasi data, menjaga consistentsi


dan integritas data, meningkatkan keamanan data, efisiensi dan efektifitas penggunaan
data, meningkatkan produktifitas para pengguna data.

Kelemahan DBMS adalah Memerlukan suatu skill tertentu untuk bisa melakukan


administrasi dan manajemen database agar dapat diperolehh struktur dan relasi data
yang optimal, Memerlukan kapasitas penyimpanan baik eksternal disc maupun internal
memory agar DBMS dapat bekerja cepat dan efisien. Kebutuhan akan sumber daya
resources biasanya cukup tinggi. apabila DBMS gagal menjalankan misinya maka
tingkat kegagalan menjadi lebih tinggi Karena banyak pengguna bergantung pada
sistem ini. Harga DBMS yang handal biasanya sangat mahal.

B. SARAN

Sebaiknya pada saat menggunakan DBMS diperlukan kapasitas penyimpanan yang


besar baik eksternal disc maupun internal memory agar DBMS dapat bekerja cepat dan
efisien.

20
DAFTAR PUSTAKA

http://kumpulanmakalahsim.blogspot.co.id

21
22