Anda di halaman 1dari 3

SOAL UJIAN TENGAH SEMESTER

SARJANA TERAPAN KEBIDANAN NON REGULER & REGULER


STIKES MITRA RIA HUSADA
Nama : Divyana Azhari Sundayani
Nim : 19502006
Kelas : A STR Non-Reguler
UTS : Humaniora
Dosen : dr. Dina Martha Fitri

1. Jelaskan pentingnya pendidikan humaniora dalam kehidupan sehari-hari?


2. Jelaskan kegunaan pendidikan humaniora dalam kehidupan berbudaya serta berikan
contoh?
3. Jelaskan prinsip pendidikan humaniora?
4. Pendidikan humaniora berhubungan dengan bidang-bidang ilmu lain, sebutkan dan
jelaskan yang Anda ketahui?
5. Jelaskan perbedaan filsafat dan filsafat ilmu, menurut Anda dan berikan contoh?
(Take Home)

1. Pendidikan humaniora adalah pendidikan yang berorientasi untuk mendidik manusia


menjadi manusia seutuhnya. Dan dalam kehidupan sehari-hari pendidikan humaniora
memang sangat penting karena didalam kehidupan bermasyarakat masih banyak kasus
kasus kekerasan, tindakan anarkis, dan pelanggaran nilai kemanusiaan. Sehingga penting
untuk mempelajari pendidikan humaniora dalam kehidupan sehari-hari agar kita bisa
lebih memanusiakan manusia.
2. Kegunaan pendidikan humaniora dalam kehidupan berbudaya merupakan segala sesuatu
yang dilakukan dan dihasilkan oleh manusia yang meliputi kehidupan berbudaya
materinal dan kehidupan berbudaya non-material. Dan kegunaan pendidikan humaniora
tersebut agar manusia mancakup nilai etika, logika, estetika, pendidikan pancasila,
pendidikan kewarganegaraan, agama dan fenomenologi. Contohnya ketika ada seorang
pasien yang bernaya Ny. A datang ke bidan ingin melahirkan ditemanin oleh
keluarganya, dan keluarga tersebut membawa adat tradisi budaya tersebut untuk proses
persalinan agar lancar dan seorang Bidan harus menghargai proses budaya tersebut.
3. Prinsip pendidikan humaniora bertujuan membuat manusia lebih manusiawi atau untuk
keselamatan dan kesempurnaan manusia. Pendidikan humaniora ini berorientasi untuk
mendidik manusia seutuhnya. Dan prinsip pendidikan humaniora menjadikan manusia
lebih manusiawi dengan membentuk manusia yg terdidik dan memahami sarana
komunikasi secara baik dan berfikir secara logika bertujuan untuk membentuk manusia
terdidik agar dapat menyampaikan sesuatu yang mudah dimengerti dan masuk akal.
4. Humaniora sebagai ilmu
a. Ilmu kedokteran
lebih khusus dalam kaitan dengan pengembangan ilmu dan teknologi, ialah iptek
kedokteran. Kedokteran adalah ilmu yang paling manusiawi, seni yang paling indah,
dan humaniora yang paling ilmiah.
clauser berpendapat bahwa mempelajari humaniora – sastra, filsafat, sejarah –
dapat meningkatkan kualitas pikir (qualities of mind) yang diperlukan dalam ilmu
kedokteran. Kualitas pikir tidak lagi terfokus pada hal-hal hafalan, materi baku,
konsep mati, tetapi ditingkatkan dalam hal kemampuan kritik, perspektif yang lentur,
tidak terpaku pada dogma, dan penggalian nilai-nilai yang berlaku didalam ilmu
kedokteran.
ilmu kedokteran, selain ilmu-ilmu dasar, adalah juga profesi. Pengembangan
profesi cenderung mengkotak-kotakkan pada bidang spesialisasi.
1. Aplikasi humaniora di dalam ilmu kedokteran
- praktek kedokteran 
- pelayanan kesehatan 
- pendidikan kedokteran 
- penelitian dasar pengaplikasian
- pemisahan antara jasad dan jiwa 
- pemisahan antara pencegahan  dan pengobatan 
- penghambaan diri terhadap   teknologi modern berlebihan dalam mengejar    
spesialisasi perbedaan dalam tingkat   pelayanan kesehatan 
b. Humaniora medis
Humaniora medis merupakan bidang interdisipliner medis dimana termasuk
humaniora (literatur, filosofi, etika, sejarah dan bahasa), ilmu sosial (antropologi,
studi budaya, psikologi, sosiologi), dan seni (literatur, teater, film dan seni visual) dan
aplikasinya terhadap edukasi dan praktek medis. 
Humaniora dan seni memberikan pengertian yang dalam tentang kondisi manusia,
penderitaan, kemanusiaan dan tanggung jawab kita satu sama lain, dan menawarkan
perspektif sejarah dalam praktek medis. 
c. Humaniora ilmu pedidikan
d. Humaniora ilmu sosial
e. Humaniora ilmu farmasi
f. Humaniora psikologi
5. A. Filsafat
- Bersifat Universal
- Bersifat non fragmentaris
- Menonjolkan daya spekulasi, pemikiran kritis dan pengamatan
Contoh : penduduk masyarakat di desa terpencil yang perekonomian rata rata di
bawah dan kurang nya pengetahuan bahwah menganggap proses melahirkan di bidan
itu akan mengalami proses melahirkan yang cukup lama dan serta akan terjadi rujuk
bila pasien tersebut mengalami masalah dalam proses melahirkan dan dibandingkan
proses melahirkan didukun, makrna sebagian masyarakat proses melahirkan didukun
itu sangat cepat dan dukun mempunyai wejangan wejangan yang dapat dipercaya
oleh masyarakat sehingga mayoritas penduduk desa tersebut lebih memilih untuk
melahirkan di dukun. Akan tetapi pemikiran masyarakat tersebut atau pendapat
tersebut belum tentu kebenarannya untuk proses persalinan di dukun. Sehingga perlu
diberikan arahan kepada masyarakat betapa pentingnya melahirkan di tenaga
kesehatan agar dapat menurunkan timbulnya resiko yang mungkin bisa terjadi jika
proses persalinan di dukun atau bukan tenaga kesehatan.
B. Filsafat Ilmu
- Bersifat khusus dan empiris
- Bersifat fragmentaris
- Pendekatan riset
Contoh : menurut penelitian yang sudah dikakukan bahwa efektifitas aroma terapi
lapender bisa membuat rilexsasi bahkan menurunkan rasa nyeri pada saat proses
persalinan, sehingga perlunya pendekatan riset-riset utnuk membuktikan
kebenarannya.