Anda di halaman 1dari 98

MODUL

MATA KULIAH
ADMINISTRASI DAN MANAJEMEN KESEHATAN

DI SUSUN OLEH:
WEMPI EKA RUSMANA, S.Farm., M.M., Apt

POLITEKNIK PIKSI GANESHA


BANDUNG
2015
Administrasi dan Manajemen Kesehatan Page 1
BAB I

PENGANTAR MANAJEMEN KESEHATAN

I. SEJARAH MANAJEMEN
 Dimasa Pra Modern akhir, teridentifikasi aktivitas mirip manajemen seperti
pembangunan piramid, pembangunan candi, kerajaan dll
 Abad 19
 Pelaku Ekonomi klasikAdam Smith dan John Stuart Mill memberikan teori teori
pengaturan sumber daya| pengaturan sumber dana, produksi dan penetapan harga.
 penemu seperti Eli Whitney, James Watt, dan Matthew Boulton mengembangkan
teknik produksi seperti Penetapan standar, prosedur kontrol kualitas, akuntansi
biaya, penukaran bahan, dan perencanaan kerja.
 Pada pertengahan abad 19, Robert Owen, Henry Poor, dan M. Laughlin dan lain-
lain memperkenalkan elemen manusia dengan teori pelatihan, motivasi, struktur
organisasi dan kontrol pengembangan pekerja.
 Abad 20
 Teori pertama tentang manajemen yang lengkap muncul sekitar tahun 1920. oleh
orang seperti Henry Fayol dan Alexander Church
 Peter Drucker menulis salah satu buku paling awal tentang manajemen terapan:
“Konsep Korporasi” (Concept of the Corporation), diterbitkan tahun 1946
 H. Dodge, Ronald Fisher, dan Thorton C Fry memperkenalkan teknik statistika ke
dalam manajemen. Pada tahun 1940an, Patrick Blackett mengkombinasikan teori
statistika dengan teori mikroekonomi dan lahirlah ilmu riset operasi. Riset
operasi, sering dikenal dengan “Sains Manajemen”, mencoba pendekatan sains
untuk menyelesaikan masalah dalam manajemen, khususnya di bidang logistik
dan operasi.

II. PENGERTIAN MANAJEMEN


 Manajemen berasal dari kata : Managie
Latin : Manus = tangan, agere = melakukan atau melaksanakan

Administrasi dan Manajemen Kesehatan Page 2


Yang berarti : Melakukan dengan tangan

 Menurut Sondang P. Siagian, MPA, ph. D., “Manajemen adalah kemampuan


dan ketrampilan untuk memperoleh sesuatu hasil dalam rangka pencapaian tujuan
melalui kegiatan-kegiatan orang lain”.

 Menurut G.R Terry, “Manajemen merupakan suatu proses yang khas terdiri dari
tindakan-tindakan perencanaan, pengorganisasian, pengagerakan, dan
pengendalian yang dilakukan untuk menentukan serta mencapai sasaran-sasaran
yang telah ditentukan melalui pemanfaatan suber daya manusia dan rumber-
sumber lainnya“.

 Menurut John D. Millet, “Manajemen adalah proses pembimbingan dan


pemberian fasilitas terhadap pekerjaan-pekerjaan yang terorganisasi dalam
kelompok formal untuk mencapai suatu tujuan yang di kehendaki”.

 Menurut Patterson dan E.G. Plowman, “Manajemen dapat didefinisikan


sebagai suatu tehnik, maksud dan tujuan dari sekelompok manusia tertentu yang
ditetapkan, dijelaskan, dan dijalankan”.

 Menurut Longest (1978) : adalah suatu proses yang melibatkan hubungan


interpersonal dan teknologi , yang akan digunakan untuk mencapai seluruh atau
setidaknya sebagian tujuan organisasi dgn. menggunakan tenaga manusia yang
ada serta sumber daya lain dan teknologi yang ada

 Manullang (1985 ) : adalah Seni dan ilmu perencanaan,


pengorganisasian,penyusunan, pengarahan dan pengawasan daripada SDM
untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan
 Gibson,Donelly, Ivancevich(1996) Adalah Suatu proses yg dilakukan oleh satu/
lebih individu utk.mengkoordinasikan berbagai aktivitas utk mencapai hasil-2 yg
tidak bisa dicapai apabila satu individu bertindak sendiri.

Administrasi dan Manajemen Kesehatan Page 3


 Kadarman dan Udaya (1993) : Suatu rentetan langkah-langkah yang terpadu
yang mengembangkan suatu organisasi sebagai suatu sistem yang bersifat sosio-
ekonomis-teknis. Sosio berarti : menunjukkan peran penting manusia dalam
menggerakkan seluruh organisasi. Ekonomi berarti : kegiatan dalam sistem
organisasi yang bertujuan memenuhi kebutuhan hakiki manusia. Teknis berarti
dalam kegiatan ini digunakan alat dan cara tertentu secara sistematis

III. ADMINISTRASI VS MANAJEMEN

PENGERTIAN ADMINISTRASI

 Administrasi berasal dari kata : Administrare


Latin : Ad = Pada, Ministrare = Melayani
Yang berarti : Memberikan Pelayanan Kepada
 Administrasi adalah upaya mencapai tujuan yang telah ditetapkan dengan
menggunakan orang lain ( George R. Terry)
 Administrasi adalah suatu proses dengan mana upaya untuk mencapai tujuan
tertentu dapat dilaksanakan & diawasi ( Social Science Encyclopedia)
 Administrasi adalah suatu upaya untuk mencapai tujuan yang diinginkan dengan
menciptakan lingkungan kerja yang menguntungkan (Koontz O’Donell)

 Administrasi # Manajemen :
o Administrasi < Manajemen
Administrasi =melaksanakan kebijakan,
Manajemen = Pembuat Kebijakan
o Administrasi > Manajemen
Administrasi = seni manajemen,
Manajemen = mengelola sumber-sumber saja
 Administrasi = Manajemen

Administrasi dan Manajemen Kesehatan Page 4


Karena kedua istilah tersebut sering dipakai secara bergantian untuk macam
kegiatan yang sama

IV. FUNGSI MANAJEMEN


 Menurut Freeman : Fungsi manajemen/administrasi ada 6 macam, yakni
perencanaan, penggerakan (actuating), Pengkoordinasian (coordinating),
bimbingan (guidance), membebaskan (freedom) dan pertanggungjawaban
(responsibility).
 Menurut George R. terry Fungsi manajemen/administrasi ada 4 macam, yakni
perencanaan, penggerakan (actuating), Pengorganisasian, Penggerakan dan
Pengawasan dikenal dengan POAC
 Menurut Hendry Fayol Fungsi manajemen/administrasi ada 4 macam, yakni
perencanaan, penggerakan (actuating), Pengorganisasian, Perintah (commanding)
dan Pengawasan

 Dalam praktek sehari-hari fungsi manajemen dapat disederhanakan menjadi 4


macam :
1. Perencanaan (planning) yang didalamnya termasuk penyusunan anggaran
2. Pengorganisasian (organizing) yang didalamnya termasuk penyusunan staf
3. Pelaksanaan (implementing) yang didalamnya termasuk pengarahan,
pengorganisasian, bimbingan, pergerakan dan pengawasan
4. Penilaian (evaluation) yang didalamnya temasuk penyusunan laporan

V. UNSUR-UNSUR MANAJEMEN
 Dirumuskan dengan 6M, yaitu:
1. Men, tenaga kerja manusia, baik tenaga kerja eksekutif maupun operatif .
2. Money, uang yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan yang diinginkan.
3. Methode, cara-cara yang dipergunakan dalam usaha untuk mencapai suatu
tujuan .
4. Materials, bahan-bahan yang diperlukan untuk mencapai tujuan

Administrasi dan Manajemen Kesehatan Page 5


5. Machines, mesin-mesin atau alat-alat yang diperlukan /dipergunakan untuk
mencapai tujuan.
6. Market, pasar untuk menjual output dan jasa-jasa yang dihasilkan.

VI. PENGERTIAN PELAYANAN


I. Ivancevich, Lorenzi, Skinner dan Crosby(1997), Pelayanan Adalah produk-
produk yang tidak kasat mata (yang tidak dapat diraba) yang melibatkan usaha-
usaha manusia dan menggunakan peralatan.
II. Gronroos (1990), Pelayanan adalah suatu aktivitas atau serangkaian aktivitas
yang bersifat tidak kasat mata ( tidak dapat diraba) yang terjadi sebagai akibat
adanya interaksi antara konsumen dengan karyawan atau hal-hal lain yang
disediakan oleh perusahaan pemberi pelayanan yang dimaksudkan untuk
memecahkan permasalahan konsumen/pelanggan.

III. KepmenPAN 63/KEP/M.PAN/7/2003)


Pelayanan adalah suatu bentuk kegiatan yang dilaksanakan oleh penyelenggara
pelayanan publik sebagai upaya pemenuhan kebutuhan penerima pelayanan
maupun pelaksanaan ketentuan peraturan perundang-undangan

VII. PENGERTIAN SEHAT


 Sehat adalah suatu kedaan sejahtera sempurna dari fisik, mental, dan sosial tidak
hanya terbatas pada bebas dari penyakit atau kelemahan saja ( WHO 1947 dan
UU Pokok Kesehatan No 9 th 1960)

 Sehat adalah suatu keadaan dan kualitas dari organ tubuh yang berfungsi secara
wajar dengan segala faktor keturunan dan lingkungan yang dipunyai ( WHO,
1957)

 Sehat adalah suatu keadaan sejahtera dari badan, jiwa dan sosial yang
memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomis (UU
Kesehatan No. 23 th 1992)

Administrasi dan Manajemen Kesehatan Page 6


VIII. PENGERTIAN SISTEM KESEHATAN
 Sistem Kesehatan adalah Kumpulan dari berbagai faktor yang kompleks dan
saling berhubungan yang terdapat dalam suatu negara, yang diperlukan untuk
memenuhi kebutuhan dan tuntutan kesehatan perseorangan, keluarga, kelompok
dan ataupun masyarakat pada setiap saat yang dibutuhkan.

 Keterkaitan antar unsur Dalam Sistem

INPUT PROSES OUTPUT

LINGKUNGAN

IX. PENDEKATAN SISTEM


 Adalah suatu strategi yang menggunakan metoda analisa, desain dan manajemen
untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan secara efektif dan efisien.
 Adalah penerapan dari cara berpikir yang sistematis dan logis dalam membahas
dan mencari pemecahan dari suatu masalah atau keadaan yang dihadapi

X. PELAYANAN KESEHATAN
 Pelayanan Kesehatan adalah setiap upaya yang diselenggarakan sendiri atau
secara bersama-sama dalam suatu organisasi untuk memelihara kesehatan,
meningkatkan kesehatan, mencegah penyakit, penyembuhan penyakit dan
pemulihan penyakit (Levey & Loomba ,1973)
 Sedangkan menurut UU RI nomor 44 tahun 2009 tentang Rumah Sakit
Pelayanan Kesehatan Paripurna adalah pelayanan kesehatan yang meliputi
promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif

 Macam Pelayanan Kesehatan :


o Pelayanan Kedokteran ; untuk menyembuhkan & memulihkan penyakit,
dilakukan oleh 1 atau lebih orang, sasarannya orang atau keluarga

Administrasi dan Manajemen Kesehatan Page 7


o Pelayanan Kesehatan Masyarakat ; Untuk memelihara & meningkatkan kesehatan
serta mencegah penyakit, dilakukan secara bersama-sama, sasarannya kelompok
& masyarakat

Stratifikasi Pelayanan Kesehatan


1. Pelayanan kesehatan tingkat pertama
Pelayanan kesehatan yang bersifat pokok, yang sangat dibutuhkan oleh
masyarakat & mempunyai nilai strategis untuk meningkatkan derajat kesehatan
masyarakat, mis : Puskesmas, Dokter Keluarga, Posyandu
2. Pelayanan kesehatan tingkat kedua
Pelayanan kesehatan yang lebih lanjut dan telah bersifat rawat inap dan tersedia
tenaga spesialis, mis : rumah sakit
3. Pelayanan kesehatan tingkat ketiga
Pelayanan kesehatan yang bersifat lebih kompleks dan umumnya diselenggarakan
oleh tenaga subspesialistik

Mekanisme hubungan kerja yang memadukan satu strata pelayanan dengan strata
pelayanan kesehatan lain banyak macamnya.Salah satu diantaranya dikenal dengan nama
sistem rujukan (referal system)

SISTEM RUJUKAN (REFERAL SYSTEM)


 Adalah suatu sistem penyelenggaraan pelayanan kesehatan yang melaksanakan
melimpahkan tanggung jawab timbal balik terhadap satu kasus penyakit atau
masalah kesehatan secara vertikal dalam arti dari unit yang berkemampuan
kurang kepada unit yang lebih mampu atau secara horisontal dalam arti antar unit-
unit yang setingkat kemampuannya (SK Menteri Kesehatan RI No.32 Tahun 1972
)

 Rujukan ada 2 yaitu :


1. Rujukan Kesehatan ; terutama dikaitkan dengan pencegahan penyakit dan
peningkatan derajat kesehatan. Dengan demikian rujukan kesehatan pada

Administrasi dan Manajemen Kesehatan Page 8


dasarnya berlaku untuk kesehatan pelayanan masyarakat (public healt services).
Ada 3 macam yaitu : Rujukan Teknologi Rujukan Sarana & Rujukan Operasional
2. Rujukan Medik; terutama dikaitkan dengan upaya penyembuhan penyakit serta
pemulihan kesehatan

Administrasi dan Manajemen Kesehatan Page 9


BAB II

PERENCANAAN KESEHATAN
(HEALTH PLANNING)

Salah satu fungsi manajemen adalah perencanaan.


Perencanaan merupakan awal dari terlaksananya fungsi-fungsi manajemen yang lain.
Pelaksanaan berbagai fungsi manajemen yang lain akan berjalan dengan ”sempurna” bila
dapat selalu berpedoman pada PERENCANAAN yang telah disusun sebelumnya.

I. DEFINISI

PERENCANAAN adalah kemampuan untuk memilih satu kemungkinan dari berbagai


kemungkinan yang tersedia dan yang dipandang paling tepat untuk mencapai tujuan
(Billy E. Goetz)
PERENCANAAN adalah pekerjaan yang menyangkut penyusunan konsep serta kegiatan
yang akan dilaksanakan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan demi masa depan
yang lebih baik. (Le Breton)
PERENCANAAN adalah upaya menyusun berbagai keputusan yang bersifat pokok yang
dipandang paling penting dan yang akan dilaksanakan menurut urutannya guna mencapai
tujuan yang telah ditetapkan (maloch dan Deacon)
PERENCANAAN adalah suatu proses menganalisa dan memahami sistem yang dianut,
merumuskna tujuan umum dan tujuan khusus yang ingin dicapai, memperkirakan segala
kemampuan yang dimiliki, menguraikan segala kemungkinan yang dapat dilakukan untuk
mencapai tujuan yang telah ditetapkan, menganalisa efektivitas dari berbagai
kemungkinan tersebut, menyusun perincian selengkapnya dari kemungkinan yang
terpilih, serta mengikatnya dalam suatu sistem pengawasan yang terus menerus sehingga
dapat dicapai hubungan yang optimal antara rencana yang dihasilkan dengan sistem yang
dianut (Levev & Lomba)

Administrasi dan Manajemen Kesehatan Page 10


II. CIRI-CIRI PERENCANAAN

1. Bagian Dari Sistem Manajemen/Administrasi


Perencanaan pada dasarnya merupakan salah satu dari fungsi manajemen/administrasi
yang amat penting. Pekerjaan administrasi/manajemen yang tidak didukung oleh
perencanaan, bukanlah merupakan pekerjaan administrasi yang baik.

2. Dilaksanakan Secara Terus Menerus Dan Berkesinambungan


Perencanaan yang baik adalah yang dilakukan secara terus menerus dan
berkesinambungan. Perencanaan yang dilakukan hanya sekali bukanlah perencanaan
yang dianjurkan.

PERENCANAAN PROSES HASIL PERENCANAAN

3. Berorientasi Pada Masa Depan


Perencanaan yang baik adalah yang berorientasi pada masa depan, Artinya hasil dari
pekerjaan perencanaan tersebut, apabila dilaksanakan dengan baik maka akan
mendatangkan berbagai kebaikan.

4. Mampu Menyelesaikan Masalah


Perencanaan harus mampu menyelesaikan berbagai masalah dan ataupun tantangan yang
dihadapi.

5. Mempunyai Tujuan
Perencanaan juga harus mempunyai tujuan yang dicantumkan secara jelas

6. Bersifat Mampu Kelola


Perencanaan juga bersifat mampu kelola, dalam arti bersifat wajar, logis, onjektif, jelas,
runtun, fleksibel serta telah sesuai dengan sumber daya.

Administrasi dan Manajemen Kesehatan Page 11


III. MACAM PERENCANAAN

1) Ditinjau Dari Jangka Waktu Berlakunya Rencana


a.Perencanaan Jangka Panjang ( 12-20 tahun )
b. Perencanaan Jangka Menengah ( 5-7 tahun )
c.Perencanaan Jangka Pendek ( 1 tahun saja )

2) Ditinjau Dari Frekwensi Penggunaan


a.Digunakan Satu Kali
Disebut penggunaan satu kali (single-use planning).
Perencanaan ini dapat sengaja dilakukan atau karena memang tidak dapat
digunakan lagi karena antara lain keadaan lingkungan yang berubah
b. Digunakan Berulang Kali
Disebut penggunaan berulang (repeat-use planning). Perencanaan ini dapat
dilakukan apabila situasi dan kondisi lingkungan normal serta tidak terjadi
perubahan yang terlalu mencolok. Perencanaan berulang kali ini disebut pula
dengan nama perencanaan standard (standard planning)

3) Ditinjau Dari Tingkat Rencana


a.Perencanaan Induk
Ciri perencaan induk (master planning) yaitu : rencana yang dihasilkan lebih
menitik beratkan pada aspek kebijakan, mempunyai ruang lingkup yang luas
serta berlaku dalam jangka waktu yang panjang.
b. Perencanaan Operasional
Ciri perencaan operasional (operasional planning) yaitu : rencana yang
dihasilkan lebih menitik beratkan pada aspek pedoman pelaksanaan.
c.Perencanaan Harian
Ciri perencaan harian (day-to-day planning) yaitu : rencana yang dihasilkan
telah disusun secara rinci. Rencana harian biasanya disusun untuk program
yang bersifat rutin

Administrasi dan Manajemen Kesehatan Page 12


4) Ditinjau Dari Filosofi Perencanaan
a. Perencanaan Memuaskan (Satisfying Planning)
Apabila perencanaan yang dilakukan tidak terlalu mementingkan keuntungan
golongan, melainkan kepuasan semua pihak yang terlibat.
b. Perencanaan Optimal (Optimizing Planning)
Apabila perencanaan yang dilakukan mementingkan pencapaian tujuan. Pada
perencanaan ini ukuran-ukuran kuantitas menjadi penting dank arena itu
perhatian lebih diutamakan pada bagian-bagian yang produktif
c. Perencanaan Adaptasi (Adaptivizer Planning)
Apabila perencanaan yang dilakukan berupaya menyesuaikan diri dengan
situasi dan kondisi yang dihadapi

5) Ditinjau Dari Orientasi Waktu


Perencanaan dibedakan menjadi :
a. Perencanaan Berorientasi Masa Lalu-Kini (Past-Present Planning)
Apabila rencana yang dihasilkan semata-mata bertitik tolak dari pengalaman yang
diperoleh pada masa lalu.
b. Perencanaan Berorientasi Masa Depan (Future-Oriented Planning)
Apabila rencana yang dihasilkan memperhitungkan perkiraan-perkiraan yang
terjadi pada masa yang akan datang. Perencanaan ini ada 3 macam yaitu :
1) Perencanaan Redistributif (Redistributive Planning)
2) Perencanaan Spekulatif (Speculativge Planning)
3) Perencanaan Kebijkan (Policy Planning)

6) Ditinjau Dari Ruang Lingkup


Perencanaan dibedakan menjadi :
a. Perencanaan Strategik (Strategic Planning)
Apabila rencana yang dihasilkan menguraikan kebijakan, tujuan dan kegiatan
jangka panjang. Perencanaan strategic umumnya sulit berubah.
b. Perencanaan Taktis (Tactical Planning)

Administrasi dan Manajemen Kesehatan Page 13


Apabila rencana yang dihasilkan hanya menguraikan kebijakan, tujuan dan
kegiatan jangka pendek saja
c. Perencanaan Menyeluruh (Comprehensive Planning)
Apabila rencana yang dihasilkan mengandung uraian yang bersifat menyeluruh.
(seluruh aspek kegiatan)
d. Perencanaan Terpadu (Integrated Planning)
Apabila rencana yang dihasilkan jelas menggambarkan keterpaduan antar
kegiatan

IV. UNSUR PERENCANAAN

Supaya dapat menghasilkan sebuah perencanaan yang baik dan lengkap, maka perlu
dipahami tentang unsur-unsur yang terdapat dalam suatu perencanaan, yaitu :

1. Rumusan Misi
Perencanaan yang baik harus memperhatikan Misi dari organisasi yang menyusun
rencana. Dalam suatu perencanaan, biasanya Misi terdapat pada latar belakang.

2. Rumusan Masalah
Ciri dari rumusan masalah yang baik yaitu :
a. Harus mempunyai tolok ukur ( apa masalahnya, siapa yang terkena masalah,
dimana masalah ditemukan, bilamana masalah terjadi, berapa besar
masalahnya )
b. Bersifat netral ( tidak boleh menyalahkan orang lain, menggambarkan
penyebab timbulnya masalah, cara mengatasi masalah )

3. Rumusan Tujuan Umum & Tujuan Khusus


a. Tujuan Umum pada dasarnya harus bias menggambarkan keadaan umum
yang ingin dicapai
b. Tujuan Khusus pada dasarnya harus mempunyai tolok ukur ( apa
masalahnya, siapa yang terkena masalah, dimana masalah ditemukan,

Administrasi dan Manajemen Kesehatan Page 14


bilamana masalah terjadi, berapa besar masalahnya ), harus menetapkan
target, dan menetapkan jangka waktu pelaksanaan

4. Rumusan Kegiatan
Pada dasarnya kegiatan dibedakan menjadi dua yaitu :
a. Kegiatan Pokok yaitu kegiatan yang bersifat mutlak dean merupakan
kunci bagi keberhasilan rencana
b. Kegiatan Tambahan yaitu kegiatan yang bersifat fakultatif yang artinya
apabila kegiatan tersebut tidak dilaksanakan, tidak akan menentukan
keberhasilan suatu rencana
Untuk lebih praktisnya, kegiatan sering dikelompokan menjadi : kegiatan persiapan
(preparation activities), kegiatan pelaksanaan (implementation activities), kegiatan
penilaian (evaluation preparation)

5. Asumsi Perencanaan
Asumsi perencanaan dibedakamn menjadi 2 yaitu :
a. Asumsi perencanaan yang bersifat positif ysitu uraian tentang berbagai
factor penunjang yang diperkirakan akan dapat memperlancar pelaksanaan
rencana.
b. Asumsi perencanaan yang bersifat negative yaitu tentang berbagai factor
penghambat yang diperkirakan dapat menjadi kendala pada pelaksanaan
rencana

6. Strategi Pendekatan
Secara umum strategi pendekatan yang dilakukan dengan 2 cara yaitu :
a. Pendekatan Institusi.
Pada pendekatan ini memerlukan dukungan legalitas, kekuasaan.
Keuntungan pendekatan ini adalah dapat mempercepat pelaksaan program.
TAPI kekurangannya hasil yang dicapai tidak langgeng karena seolah-olah
ada paksaan

Administrasi dan Manajemen Kesehatan Page 15


b. Pendekatan Komunitas
Pada pendekatan ini dilakukan dengan tujuan menimbulkan kesadaran
dalam melaksanakan program yang akan dilaksanakan tersebut.
Keuntungannya ; perubahan yang dicapai akan bertahan lama, karena
memang bertolak dari adanya kesadaran. Kerugiannya : pelaksanaan
program akan membutuhkan waktu yang lama.
7. Kelompok Sasaran
Kelompok sasaran dapat disederhanakan menjadi 2 macam, yaitu :
a. Kelompok Sasaran Langsung yaitu anggota masyarakat yang
memanfaatkan langsung program yang direncanakan
b. Kelompok Sasaran Tidak Langsung yaitu kelompok sasaran antara,
misalnya program Imunisaasi dasar bayi, maka sasaran tidak langsungnya
adalah ibu-ibu dll.
8. Waktu
Berisi tentang tentang jangka waktu pelaksanaan rencana.

9. Organisasi Dan Tenaga Pelaksana


Menguraikan tenatng organisasi serta susunan anggota yang akan melaksanakan
rencana tersebut dan dianjurkan agar dilengkapi dengan uraian tugas & wewenang
dari masing-masing tenaga pelaksana.

10. Biaya
Menguraikan tentang biaya yang dibutuhkan agar terlaksananya kegiatan yang
direncanakan dan sebisa mungkin dilengkapi dengan rincian.

11. Metoda Penilaian Dan Kriteria Keberhasilan


Menguraikan tentang metoda penilaian serta criteria keberhasilan

Administrasi dan Manajemen Kesehatan Page 16


V. LANGKAH-LANGKAH MEMBUAT PERENCANAAN
1. Menetapkan Prioritas Masalah
a. Melakukan pengumpulan data
Data yang dikumpulkan dapat terdiri dari keadaan geografis,
pemerintahan, kependudukan, Pendidikan, Pekerjaan & Mata pencaharian,
keadaan sosial dan kesehatan
b. Melakukan pengolahan data
Pengolahan data dapat dilakukan dengan cara manual maupun dengan IT
(SPSS dll)
c. Melakukan penyajian data
Penyajian data dapat menggunakan tekstural, tabular dan grafikal
d. Memilih prioritas masalah
Kriteria dalam menentukan prioritas masalah :
1. Pentingnya Masalah
a. Besarnya masalah (Prevalence)
b. Akibat yang ditimbulkan oleh masalah (Severity)
c. Kenaikan besarnya masalah (rate of increase)
d. Derajat keinginan masyarakat yang tidak terpenuhi (degree of
unmeet need)
e. Keuntungan social karena selesainya masalah (social benefit)
f. Rasa prihatin masyarakat terhadap masalah (public concern)
g. Suasana politik (political climate)
2. Kelayakan Tekhnologi
3. Sumber Daya yang tersedia

Teknik Kriteria Pemilihan Prioritas Masalah


No Daftar Masalah 1 2 3 Jumlah
a b c d e f g 1X2X3
1 A 1 4 2 3 4 3 1 3 2 1.728
2 B 2 3 4 1 5 2 4 2 1 1.920
3 C 4 2 5 2 3 1 3 1 4 2.880

Administrasi dan Manajemen Kesehatan Page 17


2. Menetapkan Prioritas Jalan Keluar (Solusi)
A. Menyusun alternative jalan keluar
Menyusun alternatif jalan keluar bisa dilakukan dengan cara curah
pendapat (brain storming), fish bone diagram, RCA

B. Memilih prioritas jalan keluar


Dengan menggunakan Kriteria Matriks yaitu :
1. Efektifitas Jalan keluar
a. Besarnya masalah yang dapat diselesaikan ( magnitude )
Makin besar masalah dapat diatasi, makin tinggi prioritas jalan
keluar tersebut.
b. Pentingnya jalan keluar (Importancy)
Makin langgeng selesainya masalah, makin penting jalan keluar
tersebut
c. Sensitivitas Jalan keluar (Vunerability)
Makin cepat masalah teratasi, makin sensitif jalan keluar tersebut.
2. Efisiensi Jalan keluar
Tetapkanlah nilai efisiensi untuk setiap alternatif jalan keluar,
yakni dengan memberikan angka 1 (paling tidak efisien) sampai
dengan angka 5 (paling efisien).
Maka nilai Prioritas (P) = MxIxV
C
C. Melakukan uji lapangan
Uji lapangan ini perlu dilakukan, karena sering ditemukan solusi yang di
atas kertas baik, tapi ternyata sulit dilaksanakan.
Tujuan utama dari uji lapangan ini bukan lagi mempermasalahkan jalan
keluar (solusi) yang telah dipilih, tapi hanya untuk menilai berbagai faktor
penopang dan faktor penghambat yang kiranya akan ditemukan apabila
solusi tersebut dilaksanakan. Catatlah berbagai faktor penopang & faktor
penghambat yang ditemukan pada uji lapangan tersebut

Administrasi dan Manajemen Kesehatan Page 18


D. Memperbaiki prioritas jalan keluar
Selesai melakukan uji lapangan, maka dilanjutkand dengan memperbaiki
prioritas jalan kelaur tersebut dengan memanfaatkan data dari faktor
penopang & faktor penghambat

E. Menyusun uraian rencana prioritas jalan keluar


Selanjutnya susun uraian rencana prioritas jalan keluar selengkapnya

Administrasi dan Manajemen Kesehatan Page 19


BAB III

PENGORGANISASIAN KESEHATAN

Setelah melakukan PERENCANAAN maka langkah selanjutnya adalah menjalankan


fungsi manajemen yang lain yaitu PENGORGANISASIAN

I. PENGERTIAN
 PENGORGANISASIAN adalah pengelompokan berbagai kegiatan yang diperlukan
untuk melaksanakan suatu rencana sedemikian rupa sehingga tujuan yang telah
ditetapkan dapat tercapai dengan memuaskan
 PENGORGANISASIAN adalah pengaturan sejumlah personil yang dimiliki untuk
memungkinkan tercapainya suatu tujuan yang telah disepakati dengan jalan
mengakolasikan masing-masing fungsi dan tanggungjawabnya.
 PENGORGANISASIAN adalah pengkoordinasian secara rasional berbagai kegiatan
dari sejumlah orang tertentu untuk mencapai tujuan bersama.

II. UNSUR POKOK DALAM PENGORGANISASIAN :


1. Hal yang di organisasikan
Hal yang diorganisasikan adalah kegiatan dan tenaga pelaksana
2. Proses pengorganisasian
Proses yang dimaksud adalah langkah-langkah yang harus dilakukan sedemikian rupa
sehingga semua kegiatan yang akan dilakukan dan tenaga yang diperlukan mendapat
pengaturan yang sebaik-baiknya
3. Hasil Pengorganisasian
Hasil dari pengorganisasian adalah suatu wadah yang merupakan perpaduan antara
kegiatan dan tenaga yang dibutuhkan untuk melaksanakan kegiatan tersebut.
Wadah yang terbentuk ini disebut sebagai ORGANISASI

Sedangkan pengertian PENGORGANISASIAN sebagai wadah yaitu :


 Organisasi adalah persekutuan antara dua orang atau lebih yang bersepakat untuk
bersama-sama mencapai tujuan yang dimiliki

Administrasi dan Manajemen Kesehatan Page 20


 Organisasi adalah suatu sistem yang mengatur kerjasama antara dua orang atau lebih,
sedemikian rupa sehingga segala kegiatan dapat diarahkan untuk mencapai tujuan
yang telah ditetapkan

III. PRINSIP-PRINSIP ORGANISASI :


1. Mempunyai Pendukung
Ada orang yang bersepakat untuk membentuk organisasi.
2. Mempunyai Tujuan
Harus ada tujuan baik tujuan khusus maupun tujuan umum.
Tujuan ini adalah sesuatu yang mengikat para para pendukungnya.
3. Mempunyai Kegiatan
Agar tujuan tersebut dapat tercapai maka perlu adanya kegiatan.
Organisasi yang baik mempunyai kegiatan yang jelas & terarah
4. Mempunyai Pembagian Tugas
Agar kegiatan organisasi berjalan dengan baik, maka perlu dibuat/diatur
pembagian tugas antara para pendukung organisasi tersebut.
Organisasi yang baik bila setiap tugas yang ada pada organisasi tersebut
dibagi habis.
5. Mempunyai Perangkat Organisasi
Agar tugas-tugas organisasi dapat berjalan dengan baik maka diperlukan
perangkat organisasi yang popular disebut sebagai satuan organisasi, misalnya
: unit, Departemen, Direktorat, Instansi, Bagian, Bidang dll
6. Mempunyai Pembagian & Pendelegasian Wewenang
Karena peranan yang dimiliki oleh setiap satuan organisasi tidak sama, maka
perlu diatur pembagian dan pendelegasian wewenang.
Wewewang satuan organisasi pimpinan sebaiknya bersifat yang penting saja,
sedangkan wewenang pengambilan keputusan yang bersifat rutin
diserahkan/didelegasikan kepada satuan organisasi yang lebih rendah.
Wewenang yang ditetapkan harus sesuai dengan tanggungjawabnya , karena
kalau wewenang >tanggungjawab maka akan timbul penyalahgunaan dan

Administrasi dan Manajemen Kesehatan Page 21


sebaliknya bila wewenang<tanggungjawab menyebabkan keputusan yang
diambil menjadi kurang mantap.
7. Mempunyai Kesinambungan Kegiatan, Kesatuan Perintah & Arah.
Agar tujuan dapat tercapai maka perlu adanya prinsip kesatuan perintah serta
kesatuan arah yang kesemuanya harus dapat membentuk satu hubungan mata
rantai yang tidak terputus.

IV. MACAM ORGANISASI

Jika di ditinjau dari pembagian dan pelaksanaan fungsi serta wewenang yang dimiliki
oleh satuan organisasi, maka secara umum organisasi dibedakan menjadi 3 macam, yaitu
1. Organisasi Lini
Disebut sebagai organisasi lini bila dalam pembagian tugas serta wewenang antara satuan
organisasi pimpinan & satuan organisasi pelaksana terdapat perbedaan yang nyata.
Pada organisasi lini ini peranan pimpinan sangat dominan, dan segala kendali ada
ditangan pimpinan.
Pimpinan pada organisasi lini biasanya sekaligus pemilik organisasi
Keuntungan organisasi lini yaitu
a) pengambilan keputusan lebih cepat,
b) kesatuan arah dan perintah lebih terjamin
c) Pengawasan & koordinasi lebih mudah
Kerugian organisasi lini yaitu :
a) Keputusan diambil oleh satu orang sehingga keputusan menjadi sering kurang
sempurna
b) Pemimpin yang mempunyai wibawa & pengetahuan yang luas tidak mudah
ditemukan
c) Unsur manusiawinya sering terabaikan, sehingga suasana kerjanya kurang
menggairahkan

Administrasi dan Manajemen Kesehatan Page 22


2. Organisasi Staf
Disebut sebagai organisasi staf apabila satuan organisasi stafnya berperan sebagai
pembantu pimpinan.
Pada umumnya orang yang duduk dalam organisasi staf adalah orang-orang yang ahli dan
berasal dari berbagai spesialis sesuai dengan kebutuhan.
Organisasi staf merupakan perkembangan dari organisasi lini yang dilatarbelakangi oleh
dengan semakin kompleksnya masalah organisasi , sehingga pimpinan tidak lagi sanggup
menyelesaikan masalah organisasi sehingga diperlukan bantuan dari mereka yang duduk
dalam satuan organisasi staf.
Bantuan yang diberikan oleh staf tersebut sifatnya hanya nasehat, sedangkan
keputusannya tetap berada para pimpinan.
Keuntungan dari organisasi staf adalah : Keputusan lebih baik
Kerugian dari organisai staf adalah : Pengambilan keputusan lebih lama
3. Organisasi Lini & Staf
Disebut sebagai organisasi lini & staf jika dalam organisasi disamping tetap ditemukan
satuan organisai pimpinan juga dikembangkan satuan organisai staf.
Organisasi lini dan staf ini merupakan pengembangan dari organisasi staf, dimana
peranan staf tidak hanya terbatas memberikan nasehat tapi juga diberikan tanggungjawab
untuk melaksanakan kegiatan tertentu.
Keuntungan organisasai lini & staf adalah :
a) Keputusan menjadi lebih baik
b) Tanggungjawab pimpinan berkurang dan bisa lebih focus pada hal-hal yang penting.
c) Pengembangan bakat dapat dilakukan sehingga mendorong disiplin & tanggungjawab
yang tinggi.
Kerugiannya :
a) Keputusan lebih lama
b) Bila wewenangnya tidak jelas, maka akan menimbulkan kebingungan staf.

Administrasi dan Manajemen Kesehatan Page 23


Bentuk organisasi yang sering digunakan pada bidang kesehatan adalah organisasi lini &
staf. Dalam kehidupan sehari-hari, sering ditemukan bahwa yang dibutuhkan bukanlah
membuat organisasi baru, melainkan membentuk perangkat organisasi khusus dalam
organisasi yang telah ada. Perangkat organisasi khusus ini selanjutnya diberikan tugas
tertentu untuk melaksanakan suatu kegiatan tertentu pula.

Beberapa contoh organisasi khusus yaitu :


1. Panitia
Ialah suatu perangkat organisasi yang dibentuk secara khusus untuk melaksanakan
kegiatan tertentu yang tidak dapat dilaksanakan oleh satuan organisasi yang telah ada.
Sifat kepanitiaan umumnya sementara dan dibubarkan bila kegiatannya telah selesai.
Apabila kegiatannya mendesak maka panitia tersebut disebut satuan tugas.
2. Komisi.
ialah perangkat organisasi yang dibentuk secara khusus yang tugas utamanya adalah
melakukan pemeriksaan dan pemeriksaan tersebut tidak dapat dilakukan oleh satuan
organisasi yang lain.
Komisi akan dibubarkan bila tugasnya telah selesai dilaksanakan.
3. Komite
Ialah perangkat organisai khusus yang dibentuk secara khusus yang tugas utamanya
menyusun saran-saran dan saran-saran tersebut tidak mungkin disusun oleh satuan
organisasi yang telah ada.
Komite akan dibubarkan bila tugasnya telah selesai dilaksanakan.
4. Tim
ialah perangkat organisasi yang dibentuk secara khusus yang tugas utamanya adalah
melakukan penyidikan dan penyidikan tersebut tidak dapat dilakukan oleh satuan
organisasi yang lain.
Tim akan dibubarkan bilam tugasnya telah selesai dilaksanakan.

Administrasi dan Manajemen Kesehatan Page 24


IV. PENGORGANISASIAN SEBAGAI SUATU PROSES
Untuk membentuk suatu organisasi ada 7 buah proses yang harus ditempuh yaitu :
1. Memahami tujuan
Pahami tujuan yang hendak dicapai dari didirikannya organisasi. Uraikanlah tujuan
tersebut sehingga jelas tolok ukurnya
2. Memahami kegiatan
Pahami berbagai kegiatan yang akan dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut (arah
& sasaran kegiatan harus jelas.)

3. Mengelompokan kegiatan
Karena kegiatan yang akan dilaksanakan banyak macamnya, maka perlu lebih
disederhanakan. Prinsip pengelompokan kegiatan ini yaitu :
 Jenis kegiatan ( jenis kegiatan yang dikelompokan harus sama)
 Jumlah kegiatan ( jumlah kegiatan jangan terlalu banyak dan juga jangan terlalu
sedikit )

4. Mengubah kelompok kegiatan ke dalam bentuk jabatan


Langkah selanjutnya yaitu mengubah kelompokan kegiatan tersebut kedalam bentuk
jabatan (position classification).
Untuk ini dilakukan beberapa kegiatan sebagai berikut :
a) Analisis tugas
Analisis tugas ini tujuannya adalah untuk memperjelas tugas setiap kelompok
kegiatan (disusun menurut kelompok dan urutannya)
b) Uraian tugas
Uraian tugas tujuannya untuk lebih menjelaskan tugas-tugas yang telah disusun
dan dilengkapi dengan berbagai keterangan yang dibutuhkan
c) Penilaian tugas
Penilaian tugas tujuannya untuk mengkaji ulang setiap tugas yang telah diperinci
tersebut (apakah ada yang berlebihan atau ada yang kurang)
5. Melakukan pengelompokan jabatan

Administrasi dan Manajemen Kesehatan Page 25


Jabatan yang dihasilkan dari pekerjaan klasifikasi dapat terlalu berlebihan dan
beraneka ragam, oleh karena itu perlu dilakukan pengelompokan jabatan bagi
jabatan-jabatan yang dapat dirangkap atau disatukan, sehingga bisa lebih efisien
6. Mengubah kelompok jabatan ke dalam bentuk satuan orgtanisasi
Kemudian mengubah kelompokan jabatan tersebut ke dalam satuan organisasi, Cara
membentuk satuan organisasi dapat dilakukan dengan 5 cara yaitu :
a. Atas dasar kesamaan fungsi dan jabatan.
b. Atas dasar kesamaan proses atau cara kerja dari jabatan
Misalnya : bagian rehabilitasi medik, bagian perawatan bedah, bagian teknisi
c. Atas dasar kesamaan hasil dari jabatan
Misalnya : bagian produksi obat, bagian produksi makanan dll
d. Atas dasar kesamaan kelompok masyarakat yang memanfaatkan
Misalnya : Bagian KIA, bagianh KB, bagian UKS dll
e. Atas dasar kesamaan lokasi jabatan
Misalnya : Bagian Dinas Kesehatan Kabupaten, Bagian Dinas Kesehatan Propinsi
dll
f. Kombinasi dari berbagai cara di atas

7. Membentuk struktur organisasi.


Langlah selanjutnya adalah menyusun satuan organisasi tersebut dalam bentuk
struktur organisasi.
Yang perelu diperhatikan dalam membentuk struktur organisasi tersebut adalah
a) hirarkinya,
b) pembagian tugas,
c) pembagian wewenang dan
d) kemampuan pengawasan yang dimiliki
Dalam kemampuan pengawasan yang menjadi perhatian adalah kompleksitas sifat
komunikasinya ( makin kompleks komunikasinya maka sulit pekerjaan
manajemennya ).

Administrasi dan Manajemen Kesehatan Page 26


Untuk tingkat pimpinan, maka jumlah satuan organisasi yang diawasi paling banyak 4
orang sedangkan untuk tingkat pelaksana maka jumlah yang diawasi berkisar 8-12 .

V. ORGANISASI MATRIK
Adalah satuan organisasi baru yang dibentuk dengan memanfaatkan berbagai kelebihan
yang dimiliki oleh satuan-satuan organisasi yang ada.
Organsasi matrik ini bertujuan untuk melaksanakan tugas/program tertentu.

VI. PENGEMBANGAN ORGANISASI


 Pengembangan organisasi adalah perubahan terencana dari suatu organisasi termasuk
sistemnya secara menyeluruh yang diarahkan untuk meningkatkan efektifitas
organisasi secara menyeluruh (Massie)
 Pengembangan organisasi adalah suatu pendekatan sistematis, terpadu, dan terencana
untuk lebih meningkatkan efektivitas suatu organisasi (Koontz)

Tujuan pengembangan organsasi adalah untuk lebih meningkatkan efektivitas organsasi.


Meningkatkan efektivitas yang dimaksud adalah menyempurnakan struktur organisasi ,
baik menggabungkan, mengurangi maupun menambah struktur organisasi.

Faktor yang mempengaruhi pengembangan organsiasi yaitu :


1. Faktor Internal
Yaitu factor yang terdapat dalam organisasi, misalnya : penambahan/pengurangan
karyawan, penambahan/pengurangan kegiatan, penambahan/pengurangan tujuan
2. Faktor Eksternal
Yaitu factor yang terdapat dari luar organisasi, misalnya : ada perubahan kebijakan
pemerintah, perubahan tehnologi, perubahan masyarakat lingkungan.

Administrasi dan Manajemen Kesehatan Page 27


Hal-hal yang harus diperhatikan dalam rencana pengembangan organisasi, yaitu :
 Rencana perubahan sedapat mungkin didukung oleh yang berwenang (setingkat
manajer)
 Rencana perubahan diusahakan dapat menjanjikan terpenuhinya kebutuhan setiap
karyawan (menguntungkan karyawan)
 Upayakan mengikutsertakan karyawan dalam memutuskan rencana perubahan
Tahapan Pengembangan Organisasi.
Ada 6 tahap (menurut Koonzt) :
1) Mengenal adanya masalah
Hal ini ditandai dengan munculnya kesadaran akan adanya suatu ketidak
sempurnaan dalam organsiasi misalnya ; keresahan karyawan, mundurnya
semangat kerja karyawan, keluhan masyarakat, turunnya omset penjualan dll
2) Mendiagnosis Organisasi
Yaitu menemukan masalah dan penyebab masalah dalam organisasi. Ada baiknya
menggunakan tenaga ahli (konsultan)
3) Umpan Balik
Hasil diagnosis disampaikan ke karyawan (pimpinannya) sebagai umpan balik.
Sebaiknya dilakukan dalam rapat bersama.
4) Mengembangkan strategi perubahan
Selanjutnya menyusun strategi sesuai dengan jalan keluar prioritas yang
ditetapkan
5) Melaksanakan intervensi perubahan
Pada tahap ini adalah melaksanakan strategi yang disusun
6) Melakukan pengukuran & penelitian hasil.
Kemudian dilakukan penilaian hasil yang dicapai.

Administrasi dan Manajemen Kesehatan Page 28


VII. PENYUSUNAN STAF
Ada 7 langkah penyusunan staf, yaitu :
1. Perencanaan sumber daya manusia
Ada 4 kegiatan perencanaan sdm, yaitu :
a) Perencanaan yang didasari untuk kepentingan masa depan
b) Perencanaan untuk keseimbangan masa depan
c) Perencanaan untuk rekrutmen dan seleksi karyawan baru serta
memberhentikan karyawan yang ada saat ini
d) Perencanaan pengembangan karyawan
2. Pencarian calon karyawan
Ada 2 pencarian yaitu :
a) Pencarian umum untuk karyawan biasa
b) Pencarian khusus untuk karyawan dengan kualifikasi tertentu
3. Penyaringan
Langkah-langkah penyaringan ada 6 langkah yaitu :
a) Mempelajari surat lamaran
b) Melakukan wawancara awal (pengalaman, gaji yang diharapkan dll)
c) Melakukan test
d) Melakukan penyelidikan latar belakang calon
e) Melakukan wawancara lanjutan (dilakukan oleh manajer terkait)
f) Melakukan pemeriksaan jasmani
g) Menawarkan pekerjaan
4. Perkenalan & orientasi
Yang dinformasikan adalah mengenai organisasi, kebijakan-kebijakan umum
dll
5. Pelatihan & pengembangan
Ada 4 dasar yang menjadi acuan dalam melakukan pelatihan &
pengembangan karyawan :
a. Atas dasar penampilan karyawan

Administrasi dan Manajemen Kesehatan Page 29


b. Atas dasar hasil analisa terhadap persyaratan yang diperlukan untuk
melaksanakan pekerjaan/kegiatan tertentu
c. Atas dasar hasil analisa keadaan organisasi
d. Atas dasar survey karyawan
6. Penilaian penampilan
Ada 3 cara penilaian karyawan yaitu :
a) Penilaian oleh seorang pimpinan ( suka ada unsur subjektif)
b) Penilaian oleh sekelompok pimpinan
c) Penilaian oleh teman kerja
7. Promosi, Mutasi, Demosi, dan Rotasi

Administrasi dan Manajemen Kesehatan Page 30


BAB IV

PELAKSANAAN PROGRAM KESEHATAN 1

Setelah melakukan perencanaan & pengorganisasian, maka langkah selanjutnya adalah


melaksanakan atau mengaktualisasikan rencana tersebut dengan mempergunakan
organisasi yang telah dibentuk tersebut.

Pelaksanaan ini dilakukan dengan memadukan semua aktivitas yang saling berhubungan,
kompleks dan majemuk tersebut sedemikian rupa sehingga tujuan yang ditetapkan dapat
tercapai.

Seorang administrator atau Manajer harus mempunyai enam pengetahuan & keterampilan
khusus yaitu :
1. Pengetahuan & keterampilan motivasi (Motivation)
2. Pengetahuan & keterampilan komunikasi (communication)
3. Pengetahuan & keterampilan kepemimpinan (Leadership)
4. Pengetahuan & keterampilan pengarahan (directing)
5. Pengetahuan & keterampilan pengawasan (controling)
6. Pengetahuan & keterampilan supervisi (supervision)

MOTIVASI
Berasal dari perkataan motif (motive) yang artinya rangsangan, dorongan ataupun
pembangkit tenaga yang dimiliki seseorang sehingga orang tersebut memeperlihatkan
perilaku tertentu.

Sedangkan pengertian MOTIVASI adalah upaya untuk menimbulkan rangsangan,


dorongan ataupun pembangkit tenaga pada seseorang dan ataupun sekelompok
masyarakat agar mau berbuat dan bekerjasama secara optimal untuk melaksanakan
sesuatu yang telah direncanakan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

Administrasi dan Manajemen Kesehatan Page 31


Yang harus diperhatikan agar pekerjaan motivasi dapat berjalan dengan maksimal
adalah :
1. Diusahakan tujuan organisasi yang telah ditetapkan menjadi tujuan perorangan
ataupun kelompok masyarakat yang akan melaksanakan kegiatan tersebut.
2. Diusahakan agar kegiatan/perbuatan yang dilakukan tersebut sesuai dengan
kemampuan yang dimiliki oleh seseorang dan ataupun sekelompok masyarakat.

KEBUTUHAN MANUSIA PADA MOTIVASI


Secara umum kebutuhan yang ada pada orang perorang (yang sering disebut sebagai
kebutuhan manusia) dapat dibedakan atas dua macam yaitu :
1. Kebutuhan Primer
Ialah kebutuhan utama untuk menjamin kelangsungan hidup seseorang seperti
makan/minum, tidur, istirahat, seksual dan lain-lain
2. Kebutuhan Sekunder
Ialah kebutuhan yang muncul sebagai hasil terjadinya interaksi antara seseorang
dengan orang lain dalam kehidupan bermasyarakat seperti mengekspresikan diri,
mencinta, membenci, bersaing dll

Untuk level karyawan maka yang harus diperhatikan adalah kebutuhan primer,
sedangkan untuk level manajer yang harus diperhatikan adalah kebutuhan sekunder

Menurut A.H Maslow kebutuhan manusia dibedakan atas lima tingkatan, yaitu :
1. Kebutuhan Pokok (Physiological needs)
Ialah kebutuhan untuk melangsungkan kehidupan, seperti makananan, minuman,
tidur, istirahat, seksual, pakaian, rumah dll
2. Kebutuhan Keamanan (safety needs)
Ialah kebutuhan yang ada kaitannya dengan kepastian untuk hidup yang bebas
dari ancaman, bahaya yang didalamnya termasuk bahaya dari sudut ekonomi, dan
social

Administrasi dan Manajemen Kesehatan Page 32


3. Kebutuhan Sosial (social needs)
Ialah Kebutuhan sebagai mahluk social seperti perkawanan, simpati, dicintai,
disayangi dll
4. Kebutuhan Dihargai dan Dihormati (the esteem needs)
Ialah Kebutuhan akan status, kehormatan, gengsi dll
5. Kebutuhan Penampilan Diri (self actualization needs)
Ialah kebutuhan untuk melakukan sesuai dengan bakatnya, ingin mengeluarkan
ide, ingin berprakarsa/berpartisipasi dll.

PENDEKATAN PADA MOTIVASI


Seteleh mengetahui kebutuhan myang dimiliki, maka langkah selanjutnya adalah
melakukan pendekatan pada orang tersebut.
Sedikitnya ada 5 cara pendekatan pada motivasi ( (Strauss & Sayles) yaitu :
1. Pendekatan yang keras
Ialah pendekatan dimana kekuasaan & kewenangan yang dimiliki digunakan
dalam melakukan motivasi. Pendekatan seperti ini sering berhasil jika
kebutuhan karyawan masih sebatas kebutuhan pokok
2. Pendekatan untuk memperbaiki
Ialah pendekatan dengan cara memenuhi kebutuhan yang dimiliki sehingga
diharapkan bila dilakukan perbaikan maka karyawan mau bekerja dengan
baik. Biasanya berhasil jika kebutuhan karyawan baru mencapai kebutuhan
pokok dan rasa aman
3. Pendekatan dengan tawar menawar
Ialah pendekatan dengan cara tawar menawar dengan karyawan tentang
kebutuhan yang akan dipenuhi. Biasanya berhasil jika kebutuhan karyawan
baru mencapai kebutuhan pokok dan rasa aman
4. Pendekatan melalui persaingan yang efektif
Ialah pendekatan yang dilakukan dengan cara memberikan kesempatan
kepada karyawan untuk bersaing yang sehat antar karyawan dalam mencapai
tujuan. Pendekatan ini bisa dilakukan pada semua tingkatan kebutuhan.

Administrasi dan Manajemen Kesehatan Page 33


5. Pendekatan dengan proses internalisasi
Ialah pendekatan yang dilakukan dengan jalan menimbulkan kesadaran pada
diri masing-masing karyawan. Pendekatan ini biasanya digunakan pada
masyarakat yang sudah maju.

PERANGSANG PADA MOTIVASI


Agar seseorang mau & bersedia melakukan seperti yang diharapkan, kadangkala
diperlukan perangsang (incentive). Dalam Motivasi perangsang tersbut dibedakan
menjadi 2 yaitu :
1. Perangsang Positif
Ialah imbalan yang menyenangkan yang disediakan untuk karyawan yang
berprestasi. Misalnya : hadiah, pengakuan, promosi dll
2. Perangsang Negatif
Ialah imbalan yang tidak menyenangkan berupa hukuman bagi karyawan yang
tidak berprestasi ataupun karyawan yang berbuat tidak seperti yang
diharapkan, misalnya : denda, teguran, mutasi sampai PHK

KOMUNIKASI
 Komunikasi berasal dari kata communicare yang artinya berpartisipasi atau
memberitahukan
 Komunikasi adalah pertukaran pikiran atau keterangan dalam rangka menciptakan
rasa saling mengerti serta saling percaya demi terwujudnya hubungan yang baik
antara seseorang dengan orang lainnya
 Komunikasi adalah pertukaran fakta , gagasan, opini atau emosi antar dua orang
atau lebih
 Komunikasi adalah suatu hubungan yang dilakukan melalui surat, kata-kata, simbul
atau pesan yang bertujuan agar setiap manusia yang terlibat dalam proses dapat
saling tukar menukar arti dan pengertian terhadap sesuatu
 TUJUAN UTAMA dari komunikasi adalah untuk menimbulkan saling pengertian
(bukan persetujuan). Orang yang tidak setuju terhadap sesuatu hal, tapi paham

Administrasi dan Manajemen Kesehatan Page 34


benar apa yang tidak disetujuinya tersebut, juga termasuk mempunyai komunikasi
yang baik.

Peranan komunikasi dalam manajemen/administrasi dapat dibedakan menjadi dua, yaitu :


1. Menyempurnakan Pekerjaan Administrasi/Manajemen
Dalam komunikasi akan menghasilkan berbagai keterangan/informasi yang
dapat dimanfaatkan untuk membantu dalam menganmbil keputusan, sehingga
dengan demikian pekerjaan administrasi/manajemen dapat lebih
disempurnakan
2. Menimbulkan Suasana Kerja Yang menguntungkan
Komunikasi yang baik dapat meningkatkan hubungan antar karyawan dan
pimpinan

UNSUR-UNSUR KOMUNIKASI
Agar komunikasi dapat berjalan dengan baik, maka perlu ada beberapa unsur yang harus
diperhatikan yaitu :
1. Sumber
Adalah tempat tempat asalnya pesan, misalnya : perseorangan, kelompok atau
institusi
2. Pesan
Adalah yang disampaikan oleh sumber kepada sasaran., misalnya kata-kata,
gerakan tubuh, tulisan dll
3. Media
Adalah alat atau saluran yang dipilih oleh sumber untuk menyampaikan pesan
kepada sasaran. Ada dua macam media yakni :
a.Media Massa
Misalnya Surat kabar, Majalah, Radio, Televisi. Keuntungan media massa
adalah sasaran yang dicapai lebih banyak, sehingga penghematan terhadap
waktu, biaya dan tenaga. Tapi kerugiannya : tidak dapat diketahui
keberhasilan dari komunikasi yang dilakukan, dan tidak dapat
menyampaikan semua jenis pesan misalnya ; pesan yang bersifat pribadi

Administrasi dan Manajemen Kesehatan Page 35


b. Media Antar Pribadi
Misalnya : pembicaraan melalui telepon, melalui surat dan pembicaraan
langsung . Keuntungannya adalah pesan dapat disampaikan dengan secara
lengkap dan terperinci dan juga keberhasilan komunikasi ini dapat
diketahui karena ada umpan balik serta juga pesan-pesan yang bersifat
pribadi atau rahasia dapat disampaikan. TAPI kerugiannya jangkauan
sasarannya terbatas dan membutuhkan waktu, tenaga dan biaya yang lebih
besar.
4. Sasaran
Adalah yang menerima pesan, misalnya : perseorangan, kelompok atau institusi
5. Umpan Balik
Adalah reaksi dari sasaran terhadap pesan yang disampaikan.
6. Akibat
Adalah hasil dari suatu komunikasi yaitu terjadinya perubahan pada diri sasaran

PROSES KOMUNIKASI
Secara umum proses komunikasi dikelompokam menjadi 2 macam yaitu :
1. Model Linier
Pada proses ini kedudukan dan peranan sumber seolah-olah lebih tinggi
dibandingkan dengan sipenerima pesan
2. Model Sistem
Pada proses ini kedudukan dan peranan sumber dan sasaran sama

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KOMUNIKASI


Ada 7 faktor yang mempengaruhi komunikasi ( 7C) yaitu :
1. Credibility
Faktor ini terdapat pada ”sumber” yang berarti bahwa kredibilitas sumber harus
tinggi sehingga dapat memudahkan kepercayaan dari ”sasaran”

Administrasi dan Manajemen Kesehatan Page 36


2. Content
Faktor ini terdapat pada “pesan” yang berarti isnya harus ada manfat bagi
”sasaran”
3. Context
Faktor ini terdapat pada “pesan” yang berarti bahwa isi pesan yang disampaikan
ada hubungannya dengan kepentingan ataupun realita kehidupan sehari-hari.
4. Clarity
Faktor ini terdapat pada “pesan” yang berarti bahwa isi pesan harus jelas
5. Continuity & Consistency
Faktor ini juga terdapat pada “pesan” yang berarti bahwa pesan yang disampaikan
harus terus menerus dan bersifat tetap.
6. Chanels
Faktor ini terdapat pada “media” yang berarti harus dipilih media yang paling
tepat untuk bias menyampaikan pesan dengan baik.
7. Capability of Audience
Faktor ini terdapat pada “sasaran” yang berarti harus memperhitungkan
kemampuan sipenerima pesan ( tingkat pendidikan, tingkat social ekonomi,
tingkat social budaya dll )

MACAM-MACAM KOMUNIKASI
Macam komunikasi dibedakan menjadi 5 yaitu :
1. Ditinjau Dari Media Yang Digunakan
a.Komunikasi Visual, misalnya : Surat Kabar, Majalah, Poster dll
b. Komunikasi Audio, misalnya : Radio, Kaset, Telepon
c.Komunikasi Audio Visual, misalnya : Televisi, Film, Ceramah dll
2. Ditinjau Dari Hubungan Sumber & Sasaran
a.Komunikasi Langsung / Tatap Muka, seperti wawancara, diskusi, ceramah dll
b. Komunikasi Tidak Langsung, seperti surat menyurat, majalah, koran dll
3. Ditinjau Dari Umpan Balik Yang Diperoleh
a.Komunikasi Dua Arah dimana sasarannya turut mengemukakan pendapat
b. Komunikasi satu Arah dimana sasarannya hanya mendengar saja

Administrasi dan Manajemen Kesehatan Page 37


4. Ditinjau Dari Simbol Yang Dipergunakan
a.Komunikasi Lisan, simbol yang digunakan adalah kata-kata yang diucapkan.
b. Komunikasi Tulisan, simbol yang digunakan adalah huruf
c.Komunikasi Isyarat, simbol yang digunakan adalah isyarat tertentu misalnya
gerak anggota badan atau tanda-tanda tertentu
5. Ditinjau Dari Suasana Atau Lingkungan Berlangsungnya Komunikasi
a.Komunikasi Formal bila disampaikan pada suasana resmi, misalnya : rapat dll
b. Komunikasi Informal, bila disampaikan pada suasana tidak resmi,
misalnya pada saat berduaan dll

Administrasi dan Manajemen Kesehatan Page 38


BAB V

PELAKSANAAN PROGRAM KESEHATAN 2

KEPEMIMPINAN

 Kepemimpinan adalah perpaduan berbagai perilaku yang dimiliki oleh seseorang


sehingga orang tersebut memiliki kemampuan untuk mendorong orang lain sehingga
bersedia dan dapat menyelesaikan tugas-tugas tertentu yang dipercayakan kepadanya
(Ordway Tead)
 Kepemimpinan adalah suatu proses yang mempengaruhi aktivitas seseorang atau
sekelompok orang untuk mau berbuat dan mencapai tujuan tertentu yang telah
ditetapkan (Stogdill)
 Kepemimpinan adalah hubungan yang tercipta dari adanya pengaruh yang dimiliki
oleh seseorang terhadap orang lain sehingga orang lain tersebut secara sukarela mau
dan bersedia bekerjasama untuk mencapai tujuan yang diinginkan (Georgy R. Terry)

SIFAT-SIFAT PEMIMPIN
 Taqwa
 Taat
 Jujur
 Tekun
 Tanggap
 Berbadan Sehat
 Trengginas (Lincah)
 Tegas
 Tangguh
 Beriman
 Terbuka

Administrasi dan Manajemen Kesehatan Page 39


 Toleran
 Teliti
 Tertib
 Tanpa Pamrih
 Tanggungjawan
 Membangkitkan

TEORI LAHIRNYA PEMIMPIN


1. Teori Orang Besar/Orang Bakat
Dalam teori ini disebutkan bahwa seorang pemimpin itu dilahirkan yang berarti
bahwa ada bakat-bakat tertentu yang diperlukan oleh seorang untuk menjadi
pemimpin diperoleh sejak lahir
2. Teori Situasi
Dalam teori ini dikatakan bahwa perlunya menciptakan situasi tertentu sehingga
bisa memunculkan seorang pemimpin. Misalnya faktor belajar dan bekerja
keras.
3. Teori Ekologi
Dalam teori ini disebutkan bahwa seseorang memang dapat dibentuk menjadi
pemimpin tapi untuk menjadi pemimpin yang baik memang harus ada bakat-
bakat tertentu.

GAYA KEPIMPINAN
Ada empat gaya kepimpinan yaitu :
1. Gaya Kepemimpinan Diktaktor
Dalam mencapai tujuan dilakukan dengan menimbulkan ketakutan, ancaman &
hukuman
2. Gaya Kepemimpinan Autokratis
Hampir seperti gaya diktaktor tapi bobotnya agak kurang. Pendapat & kritik dari
anak buah tidak dibenarkan

Administrasi dan Manajemen Kesehatan Page 40


3. Gaya Kepemimpinan Demokratis
Mengikutsertakan bawahan dalam pengambilan keputusan (keputusan dilakukan
dengan musyawarah)
4. Gaya Kepemimpinan Santai
Dalam gaya ini, peranan pimpina jadi kurang terlihat, karena segala keputusan
diserahkan kepada bawahannya

PENGARAHAN
 Pengarahan adalah memberikan bimbingan serta mengenadalikan para pekerja
dalam melakukan tugasnya guna mencapai tujuan yang telah ditetapkan
 Pengarahan adalah upaya pengambilan keputusan secara berkesinambungan dan
terus menerus yang terwujud dalam bentuk adanya perintah ataupun petunjuk
guna dipakai sebagai pedoman dalam organisasi

MANFAAT PENGARAHAN
Ada 4 manfaat pengarahan yaitu :
1. Para pekerja mendapatkan informasi yang tepat tentang segala sesuatu yang
dikerjakan
2. Para pekerja akan terhindar dari kemungkinan berbuat salah dan dengan demikian
tujuan akan lebih mudah tercapai
3. Para pekerja akan selalu berhadapan dengan proses belajar mengajar sehingga
pengetahuan, keterampilan dan keaktivitasaan akan mengikat
4. Para pekerja akan berada dalam suasana yang menguntungkan yakni terciptanya
hubungan pimpinan dan bawahannya dengan baik

SYARAT PENGARAHAN
1. Kesatuan Perintah
Harus ada perintah yang terpelihara kesatuannya karena perintah yang simpang
siur akan mebingungkan karyawan

Administrasi dan Manajemen Kesehatan Page 41


2. Informasi Yang Lengkap
Perintah harus dilengkapi dengan segala keterangan yang diperlukan.
3. Hubungan Langsung Dengan Karyawan
Perintah sebisa mungkin diterima langsung oleh karyawan
4. Suasana Informal
Ciptakan suasa informal sehingga staf tidak merasa terbebani dengan perintah
tersebut

TEKNIK PENGARAHAN

1. Teknik Konsultasi
Cara konsultasi ini dilakukan dalam suatu rapat dimana pimpinan
menyampaikan pengarahan dan kemudian dibahas secara bersama. Keuntungan
dari teknik ini ialah mengundang peran serta dari karyawan. Kerugiannya jikan
sering dilakukan maka akan menambah beban kerja serta menimbulkan
anggapan pimpinan tidak bisa apa-apa.
2. Teknik Demokrasi
Cara konsultasi ini dengan cara memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada
karyawan untuk mengajukan pendapat dan saran. Keuntungan dari teknik ini
dapat menimbulkan inisiatif karyawan. Kerugiannya dapat menyulitkan
pimpinan, apalagi bila saran & pendapat tersebut sulit dilaksanakan dan
bertentangan dengan kebijakan organisasi
3. Teknik Otokratis
Dalam teknik ini pengarahan dilakukan secara satu arah yakni dari pimpinan
kepada bawahan. Keuntungannya pengarahan dapat berjalan cepat. Kerugiannya
dapat timbul kesalahan dalam pengarahan
4. Teknik Bebas Teratur
Disini pengarahan yang dilakukan tidak terlalu ketat. Hal ini karena
karyawannya memiliki pengetahuan, keterampilan dan pengalaman yang cukup

Administrasi dan Manajemen Kesehatan Page 42


PROSES PENGARAHAN
1. Menyusun Perintah dan ataupun Petunjuk
Perintah atau petunjuk yang disusun harus jelas
2. Melaksanakan Pelatihan
Pelatihan dilakukan secara berkala dan terus menerus sehingga kerayawan dapat
menjalankan perintah dengan baik
3. Melakukan Motivasi
Motivasi karyawan sehingga karyawan mau menjalankan perintah dengan baik
4. Memelihara Ketertiban & Kepatuhan
Memelihara ketertiban sehingga tidak terjadi penyimpangan

PENGAWASAN
 Pengawasan adalah melakukan penilaian dan sekaligus koreksi terhadap setiap
penampilan karyawan untuk mencapai tujuan seperti yang telah ditetapkan dalam
rencana
 Pengawasan adalah suatu proses untuk mengukur penampilan suatu program yang
kemudian dilanjutkan dengan pengarahan sedemikian rupa sehingga tujuan yangb
telah ditetapkan dapat tercapai

MANFAAT PENGAWASAN
1. Tujuan yang ditetapkan akan tercapai dengan kulitas & kuantitas yang tinggi
2. Biaya yang dikeluarkan untuk mencapai tujuan tersebut tidak melebihi apa yang telah
ditetapkan
3. Memacu karyawan yang berprestasi sesuai dengan kemampuan yang dimilik

SYARAT PENGAWASAN
1. Pengawasan Harus Bersifat Khas
Pengawasan harus jelas sasaran dan tujuan yang ingin dicapai serta ditujukan
pada hal-hal yang bersifat pokok. Misalnya mengawasi penyimpangan-
penyimpangan saja

Administrasi dan Manajemen Kesehatan Page 43


2. Pengawasan Harus Mampu Melaporkan Setiap penyimpangan
Harus mampu melaporkan penyimpangan yang terjadi secara cepat, tepat dan
benar
3. Pengawasan Harus Fleksibel Dan Berorientasi Pada Masa Depan
Harus tanggap terhadap segala perubahan yang terjadi. Pengawasan yang terlalu
kaku tidak akan memberikan hasil yang optimal
4. Pengawasan harus Mencerminkan Keadaan Organisasi
Harus sesuai dengan keadaan & kemampuan organisasi (bersifat ekonomis)
5. Pengawasan Harus Mudah Dilaksanakan
Pengawasan bisa dilakukan sendiri oleh satuan organisasi (self control)
6. Hasil Pengawasan Harus Mudah Dimengerti
Hasil pengawasan harus mudah dimengerti dan bisa digunakan untuk menyusun
rekomendai guna memperbaiki sesuatu yang dipandang perlu untuk diperbaiki
METODA PENGAWASAN
1. Melalui laporan khusus dan hasil analisa dari laporan khusus tersebut
2. Melalui laporan data statistik
3. Melalui Observasi personal
4. Melalui Internal Audit
5. Melalui Alat Elektronic Otomatic
PROSES PENGAWASAN
1. Merumuskan rencana, Tujuan Dan Standar Pengawasan
2. Mengukur Penampilan
3. Membandingkan hasil Dengan Standar
4. Menarik Kesimpulan & Melaksanakan Tindak Lanjut
SUPERVISI
Berasal dari kata SUPER= diatas serta VIDERE= melihat, maka Supervisi adalah melihat
dari atas
Supervisi adalah melakukan pengamatan secara langsung & berkala oleh atasan

Administrasi dan Manajemen Kesehatan Page 44


MANFAAT SUPERVISI
1. Dapat lebih meningkatkan efektivitas kerja
2. Dapat lebih meningkatkan efisiensi kerja

PRINSIP SUPERVISI
1. Tujuan utama Supervisi adalah untuk meningkatkan kemampuan bawahan
BUKAN mencari kesalahan bawahan
2. Sifat Supervisi adalah edukatif dan suportif BUKAN otoriter
3. Supervisi harus dilakukan secara teratur & berkala
4. Supervisi harus dapat menjalin kerjasama yang baik antara atasan & bawahan
5. Tatacara Supervisi harus sesuai dengan kebutuhan masing-masing bawahan
secara individu
6. Supervisi harus dilaksanakan secara fleksibel dan disesuaikan dengan
perkembangan

TEKNIK SUPERVISI
1. Pengamatan Langsung
Yang harus diperhatikan :
 Harus jelas sasaran pengamatannya
 Harus objektive (harus apa adanya)
 Pendekatan yang dilakukan secara edukatif dan suportif
2. Kerjasama
Agar tujuan dari Supervisi ini berhasil maka perlu kerjasama antara pelaksana
Supervisi dengan yang disupervisi

Administrasi dan Manajemen Kesehatan Page 45


BAB VI

PENILAIAN (EVALUASI) & PENGAWASAN ( CONTROLING)


PROGRAM KESEHATAN

PENGERTIAN
1. Penilaian adalah suatu proses untuk menentukan nilai atau jumlahkeberhasilan dari
pelaksanaan suatu program dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan (THE
AMERICAN PUBLIC ASSOCIATION).
2. Penilaian adalah pengukuran terhadap akibat yang ditimbulkan dari dilaksanakannya
suatu program dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan (REICKEN)

JENIS PENILAIAN
1. Penilaian pada tahap awal program
Penilaian ini dilakukan pada saat merencanakan suatu program (formative evaluation)
dengan tujuan untuk meyakinkan bahwa rencana yang disusun benar-benar telah
sesuai dengan masalah yang ditemukan
2. Penilaian pada tahap pelaksanaan program
Penilaian ini dilakukan pada saat program sedang dilaksanakan (promotive
evaluation) dengan tujuan untuk mengukur apakah program yang sedang
dilaksanakan tersebut sesuai dengan rencana atau tidak
3. Penilaian pada tahap akhir program
Penilaian ini dilakukan pada saat program telah selesai dilaksanakan (summative
evaluation) dengan tujuan untuk mengukur keluaran atau untuk mengukur dampak.

JENIS PENGAWASAN
Ada 3 jenis pengawasan yaitu :
1. Pengawasan Struktural
Pengawasan struktural adalah pengawasan yang dilakukan oleh pimpinan angsung
dalam struktural organisasi (atasan terhadap bawahan)

Administrasi dan Manajemen Kesehatan Page 46


2. Pengawasan Publik
Pengawasan publik adalah pengawasan yang dilakukan oleh masyarakat misalnya
: kotak Pos 5000
3. Pengawasan Non Fungsional
Pengawasan yang dilakukan oleh badan-badan yang diberikan kewenangan untuk
melakukan pengawasan

RUANG LINGKUP PENILAIAN


Menurut DENISTON ruang lingkup penilaian terdiri dari :
 Kelayakan program
 Kecukupan program
 Efektivitas program
 Efisiensi

Menurut GEORGE JAMES, ruang lingkup penilaian terdiri dari :


 Upaya program
 Penampilan program
 Ketepatan penampilan program
 Efisiensi program

Menurut MILTON R. ROEMER, ruang lingkup penilaian terdiri dari :


 Status kesehatan yang dihasilkan
 Kualitas pelayanan yang diselenggarakan
 Kuantitas pelayanan yang diselenggarakan
 Sikap masyarakat terhadap program kesehatan
 Sumber daya yang tersedia
 Biaya yang digunakan

Administrasi dan Manajemen Kesehatan Page 47


Menurut BLUM, ruang lingkup penilaian terdiri dari :
 Pelaksanaan program
 Pemenuhan kriteria yang telah ditetapkan
 Efektivitas program
 Efisiensi program
 Keabsahan hasil yang dicapai oleh program
 Sistem yang dipergunakan untuk melaksanakan program

Agar LEBIH PRAKTIS, maka ruang lingkup penilaian tersebut secara sederhana dapat
dibedakan menjadi
 Penilaian terhadap masukan
 Penilaian terhadap proses
 Penilaian terhadap keluaran
 Penilaian terhadap dampak

LANGKAH-LANGKAH PENILAIAN
Menurut MAC MAHON :
 Menentukan macam & ruang lingkup penilaian
 Memahami program yang akan dinilai
 Pelaksanaan penilaian dan penarikan kesimpulan

Menurut AUDIE KNUTSON :


 Pahami program yang akan dinilai
 Kembangkan rencana penialain dan melaksanakan penilaian
 Menarik kesimpulan

Menurut LEVEY & LOOMBA :


 Tetapkan tujuan penilaian
 Lengkapi tujuan dengan tolok ukur tertentu

Administrasi dan Manajemen Kesehatan Page 48


 Kembangkan model, rencana dan program penilaian
 Melaksanakan penilaian
 Menjelaskan derajat keberhasilan yang ingin dicapai
 Tahap menyusun saran-saran

Menurut THE WORLD HEALTH ORGANIZATION :


 Tahap penentuan hal yang akan dinilai
 Tahap melengkapi keterangan yang dibutuhkan
 Tahap memeriksa hubungan antara keterangan dengan tujuan penilaian
 Tahap menilai kecukupan keterangan
 Tahap menetapkan kemajuan program
 Tahap menetapkan efektivitas program
 Tahap menetapkan efisiensi program
 Tahap menatapkan dampak program
 Tahap menarik kesimpulan dan menyusun saran

Agar LEBIH PRAKTIS, maka langkah-langkah penilaian tersebut secara sederhana


dapat dibedakan menjadi :
 Pahami program yang akan dinilai
 Menentukan macam & ruang lingkup penilaian
 Susun rencana penilaian
 Laksanakan penilaian
 Tarik kesimpulan
 Susunlah saransaran

TUJUAN PENGAWASAN & PENILAIAN adalah agar penggunaan sumber daya yang
digunakan lebih diefisienkan dan tujuan organisasi dapat tercapai dengan lebih efektif.

Administrasi dan Manajemen Kesehatan Page 49


MANFAAT PENGAWASAN & PENILAIAN
1. Untuk mengetahui sejauh mana kegiatan program sudah dilaksanakan
(membandingkan hasil yang dicapai dengan standar/rencana yang sudah
ditetapkan).
2. Untuk mengetahui apakah ada penyimpangan dalam pelaksanaan program
tersebut
3. Untuk mengetahui apakah waktu dan sumber daya yang digunakan sudah
mencukupi
4. Untuk mengetahui sebab-sebab penyimpangan & memperbaiki penyimpangan
tersebut
5. Untuk mengetahui staf mana yang berprestasi sehingga bisa diberikan
penghargaan
6. Untuk mengukur

OBYEK PENGAWASAN & PENILAIAN


1. Kualitas & kuantitas barang atau jasa
2. Kualitas & kuantitas sumber daya manusia
3. Keuangan
4. Pelaksanaan program (proses) dilapangan & disesuaikan dengan Rencana Kerja
Organisasi yang sudah ditetapkan
5. Objek yang bersifat strategis
6. Proses-proses kerjasama dengan pihak lain.

CARA MENDAPATKAN DATA DALAM PROSES PENGAWASAN &


PENILAIAN
 Pengamatan langsung
 Laporan Lisan
 Laporan Tertulis

Administrasi dan Manajemen Kesehatan Page 50


Administrasi dan Manajemen Kesehatan Page 51
BAB VII

PEMBIAYAAN KESEHATAN

PENGERTIAN

1. Biaya kesehatan adalah besarnya dana yang harus disediakan untuk


menyelenggarakan dan atau memanfaatkan berbagai upaya kesehatan yang
diperlukan oleh perorangan, keluarga, kelompok dan masyarakat.
2. Biaya kesehatan dari sudut penyedia pelayanan kesehatan adalah besarnya dana yang
harus disediakan untuk dapat menyelenggarakan upaya kesehatan
3. Biaya kesehatan dari sudut pemakai jasa pelayanan adalah besarnya dana yang harus
disediakan untuk dapat memanfaatkan jasa pelayanan.

SUMBER BIAYA KESEHATAN.


Secara umum sumber biaya kesehatan ini dapat dibedakan atas dua macam yaitu :
1. Seluruhnya bersumber dari anggaran pemerintah
2. Sebagian ditanggung oleh masyarakat

MACAM BIAYA KESEHATAN.


Biaya kesehatan secara umum dibedakan menjadi dua macam yaitu :
1. Biaya pelayanan kedokteran
2. Biaya pelayanan kesehatan masyarakat

SYARAT POKOK PEMBIAYAAN KESEHATAN


Suatu biaya kesehatan yang baik haruslah memenuhi beberapa syarat pkok yakni :
1. Jumlah
Biaya kesehatan haruslah tersedia dalam jumlah yang cukup dalam arti dapat
membiayai penyelenggaraan semua upaya kesehatan yang dibutuhkna
2. Penyebaran
Penyebaran dana yang harus sesuai dengan kebutuhan

Administrasi dan Manajemen Kesehatan Page 52


3. Pemanfaatan
Pemanfaatannya harus diatur dengan seksama sehingga bisa lebih tapat sasaran.

Upaya mengatur penyebarab dan pemanfaatan biaya kesehatan berkisar kepada :


1. Peningkatan Efektifitas
Agar dapat lebih efektifitas maka alokasi dana lebih diutamakan pada upaya
kesehatan yang menghasilkan dampak yang lebih besar, misalnya mengutamakan
upaya pencegahan, bukan pengobatan penyakit
2. Peningkatan Efisiensi
Peningkatan efisiensi dilakukan dengan mekanisme pengawasan dan pengendalian.
Mekanisme yang dimaksud antara lain :
 Penyusunan standar minimal pelayanan yang terdiri dari standar minimal sarana
dan standar minimal tindakan
 Penerapan konsep kerjasama antar berbagai sarana pelayanan kesehatan baik
kerjasama institusi dan kerjasama sistem

MASALAH POKOK PEMBIAYAAN KESEHATAN


Beberapa masalah pokok dalam pembiayaan kesehatan antara lain :
1. Kurangnya dana yang tersedia
Pelayanan kesehatan dianggap sebagai tidak bersifat produktif, sehingga kirang
diprioritaskan
2. Penyebaran dana yang tidak sesuai
Penyebaran dana kebanyakan dikota, padahal sebagai besar penduduk Indonesia
berada didesa.
3. Pemanfaatan dana yang tidak tepat
Dana kebanyakan dimanfaatkan untuk pelayanan kedokteran, padahal semua pihak
mengetahui bahwa pelayanan kedokteran kurang efektif untuk meningkatkan derajat
kesehatan masyarakat
4. Pengelolaan dana yang belum sempurna
Hal ini dsebabkan karena kemampuan yang kurang dalam mengelola dana serta
mental dari para pengelola yang tidak baik

Administrasi dan Manajemen Kesehatan Page 53


5. Biaya kesehatan yang makin meningkat
Sebab makin meningkatnya biaya kesehatan disebabkan karena :
 Tingkat inflasi yang mencapai 15 % lebih tinggi dari pada tingkat inflasi bahan
makanan
 Tingkat permintaan makin tinggi
 Pemanfaatan ilmu & teknologi
 Perubahan pola penyakit
 Perubahan pola pelayanan kesehatan
 Perubahan pola hubungan dokter-pasien
 Lemahnya mekanisme pengendalian biaya
 Penyalahgunaan asuransi kesehatan

UPAYA PENYELESAIAN
1. Upaya meningkatkan jumlah dana
2. Upaya memperbaiki penyebaran, pemanfaatan dan pengelolaan dana
3. Upaya mengendalikan biaya kesehatan

TARIF PELAYANAN
Tarif=harga
Faktor-faktor yang mempengaruhi tarif :
1. Biaya Investasi
2. Biaya Kegiatan Rutin
3. Besarnya target Keuntungan
4. Biaya Rencana Pengembangan

ASURANSI KESEHATAN
Asuransi adalahsuatu upaya memberikan perlindungan terhadap kemungkinan-
kemungkinan yang dapat mengakibatkan kerugian ekonomi.
Pembentu asuransi kesehatan terdiri dari 3 yaitu :Peserta, Penanggung dan Penyedia
Pelayanan

Administrasi dan Manajemen Kesehatan Page 54


MACAM-MACAM ASURANSI
Ditinjau dari pengelola dana :
 Asuransi Kesehatan Pemerintah
 Asuransi Kesehatan Swasta
Ditinjau dari keikutsertaan anggota :
 Asuransi kesehatan wajib
 Asuransi kesehatan sukarela
Ditinjau dari jenis pelayanan yang ditanggung :
 Menanggung seluruh jenis pelayanan
 Menanggung sebagian jenis pelayanan
Ditinjau dari jumlah dana yang ditanggung :
 Menanggung seluruh biaya kesehatan yang diperlukan
 Menanggung sebagian biaya kesehatan
Ditinjau dari jumlah peserta yang ditanggung :
 Peserta adalah perseorangan
 Peserta adalah satu keluarga
 Peserta adalah satu kelompok
Ditinjau dari peranan badan asuransi :
 Hanya bertindak sebagai pengelola dana
 Juga bertindak sebagai penyelenggaraan pelayanan kesehatan
Ditinjau dari cara pembayaran kepada penyelenggara pelayanan kesehatan :
 Pembayaran berdasarkan jumlah kunjungan peserta ( fee for service)
 Pembayaran dilakukan dimuka
MANFAAT ASURANSI
 Membebaskan peserta dari kesulitan menyediakan dana tunai
 Biaya kesehatan dapat diawasi
 Mutu pelayanan dapat diawasi
 Tersedianya data kesehatan

Administrasi dan Manajemen Kesehatan Page 55


BIAYA PELAYANAN KEDOKTERAN
Adalah bagian dari biaya kesehatan yang menunjuk pada besarnya dana yang harus
disediakan untuk menyelenggaraan dan atau memanfaatkan pelayanan kedokteran yang
dibutuhkan oleh perorangan, keluarga, kelompok atau masyarakat.
Mekanisme pembiayaan pelayanan kedokteran :
 Pembayaran tunai
 Pembayaran di muka

BIAYA PELAYANAN KESEHATAN MASYARAKAT


Adalah bagian dari biaya kesehatan yang menunjuk pada besarnya dana yang harus
disediakan untuk menyelenggaraan dan atau memanfaatkan pelayanan kesehatan
masyarakat yang dibutuhkan oleh perorangan, keluarga, kelompok atau masyarakat.
Mekanisme pembiayaan pelayanan kedokteran :
 Mekanismen pembiayaan sentralisasi
 Mekanismen pembiayaan desentralisasi
Pada Mekanisame pembiayaan desentralisasi dibedakan menjadi dua yaitu :
1. Otonom
Tanggung jawab sepenuhnya ada di Pemerintah Daerah termasuk
membuat kebijakan
2. Semi Otonom
Tanggung jawab pemerintah daerah terbatas, karena sebagiannya lagi
masih diatur oleh Pemerintah Pusat

BIAYA PELAYANAN KESEHATAN MASYARAKAT DI INDONESIA


Sesuai dengan Undang-Undang No.5 tahun 1974 tentang Pokok Pokok Pemerintah
Daerah, maka tanggungjawab penyelenggaraan pelayanan kesehatan termasuk
pembiayaannya berada di tangan Pemerintah daerah.
Tapi karena kemampuan Pemerintah daerah masih terbatas , maka masih ditemukan
peran dari Pemerintah Pusat.

Administrasi dan Manajemen Kesehatan Page 56


Mekanisame pembiayaan Pelayanan Kesehatan Nmasyarakat di Indonesia dapat
dibedakan atas 3 macam yaitu :
1. Asas Desentralisasi
Sesuai UU No. 1974
2. Asas Dekosentralisasi
Karena kemampuan pemerintah daerah masih terbatas, maka ada beberapa
program tertentu masih menjadi tanggungjawab pemerintah pusat. Hal
tersebut disebut asas Dekosentralisasi
3. Asas Perbantuan
Karena keterbatasan kemampuan Pemerintah Daerah, sehingga ada
beberapat program yang tidak bisa dilaksanakan oleh Pemerintah Daerah,
sehingga Pemerintah Pusat membantunya. Hal tersebut disebut sebagai
asas perbantuan

Administrasi dan Manajemen Kesehatan Page 57


BAB VIII

PUSKESMAS

Puskesmas (Pusat Kesehatan Masyarakat) adalah salah satu sarana pelayanan kesehatan
masyarakat di Indonesia.
Puskesmas adalah suatu unit pelayanan fungsional yang berfungsi sebagai pusat
pembangunan kesehatan, pusat pembinaan peran serta masyarakat dalam bidang
kesehatan serta pusat pelayanan kesehatan tingkat pertama yang menyelenggarakan
kegiatan secara menyeluruh , terpadu dan berkesinambungan pada suatu masyarakat yang
bertempat tinggal dalam suatu wilayah tertentu

Pelayanan yang diberikan oleh puskesmas tidak hanya pelayanan kesehatan masyarakat
tapi juga pelayanan kedokteran.

Program kerja/kegiatan puskesmas ada 17 yaitu :

1. Usaha Pelayanan Rawat Jalan 10. Usaha Pendidikan Kesehatan


2. Usaha Pelayanan Kesejahteraan Ibu & 11. Usaha Pencegahan & Pemberantasan
Anak Penyekit Menular
3. Usaha Keluarga Berencana 12. Usaha Kesehatan Olahraga
4. Usaha Kesehatan Gigi 13. Usaha Kesehatan Lanjut Usia
5. Usaha Kesehatan Gizi 14. Usaha Kesehatan Mata
6. Usaha Kesehatan Sekolah 15. Usaha Kesehatan Kerja
7. Usaha Kesehatan Lingkungan 16. Usaha Pencatatan & Pelaporan
8. Usaha Kesehatan Jiwa 17. Usaha Laboratorium Kesehatam
Masyarakat
9. Usaha Perawatan Kesehatan masyarakat

ASAS PENGELOLAAN
Dalam pengelolaan program kesrja Puskesmas berpedoman pada 4 asas pokok yaitu :

Administrasi dan Manajemen Kesehatan Page 58


1. Asas Pertanggung jawaban Wilayah
Artinya, Puskesmas harus bertanggungjawab atas semua masalah kesehatan yang
terjadi diwilayah kerjanya. Karena asas ini maka program program keja
Puskesmas tidak hanya dilakukan dengan pasif tapi juga dilakukan dengan aktif.
Program kerja Puskesmas juga harus dilakukan lebih banyak pada program
pemeliharaan kesehatan dan pencegahan penyakit
2. Asas Peran Serta Masyarakat
Artinya, Puskesmas harus melibatkan masyarakat dalam menyelenggarakan
program kerja tersebut, misalnya pelayanan POSYANDU.
Prinsip utama POSYANDU adalah dari, oleh dan untuk masyarakat.
Kegiatan utama POSYANDU adalah pelayanan KIA, pelayanan Gizi, pelayanan
keluarga Berencana, palayanan Pemberian Oralit dan pelayanan Imunisasi
3. Asas Keterpaduan
Artinya, Puskesmas harus memadukan berbagai kegiatan yang diadakan oleh
puskesmas tersebut.
4. Asas Rujukan
Artinya, jika Puskesmas tidak mampu menangani suatu masalah kesehatan, maka
harus merujuknya kesarana kesehatan yang lebih mampu

Sebagai pelaksana pelayanan kesehatan sehari, hari, maka pemerintah mendirikan


Puskesmas disemua Kecamatan di Indonesia

Jika ada sebuah Kecamatan yang mempunyai penduduk lebih dari 30.000 dan yang
wilayah kerjanya luas, maka dibuatlah Puskesmas Pembantu. Dan untuk lebih
mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat maka dibuatlah Puskesmas
Keliling.

Untuk lebih memaksimalkan peran serta masyarakat dalam pelayanan kesehatan, maka
difasilitasi dengan dibentuknya program Pembangunan Kesehatan Masyarakat Desa yang
organisasinya berada di bawah Lembaga Ketahanan Masyarakat Desa (LKMD) dan

Administrasi dan Manajemen Kesehatan Page 59


wadah untuk melaksanakan Pembangunan Kesehatan Masyarakat Desa disebut Pos
Pelayanan Terpadu (POSYANDU).
Hubungan Antar Perbagai Sarana Pelayanan Kesehatan Masyarakat

DEPKES DEPDAGRI

KANWIL GUBERNUR

KANDEP BUPATI

DINKES TK I
CAMAT
KANKESCAM

DINKES TK II
LURAH

PUSKESMAS

LKMD

PUSKESMAS
PEMBANTU

POSYANDU

Manajemen Pelayanan Puskesmas adalah suatu kegiatan yang meliputi perencanaan,


pengorganisasian, pergerakan dan penilaian yang dilakukan untuk menyelenggarakan
pelayanan kesehatan masyarakat

Perencanaan Puskesmas, sekurang-kurangnya terdiri dari :


1. Penentuan Visi, Misi dan Tujuan Pelayanan Puskesmas
2. Bentuk struktur Organisasi

3. Jenis & jumlah pelayanan yang disediakan


4. Jenis & jumlah tenaga yang disediakan
5. Jenis & jumlah peralatan
Administrasi dan Manajemen Kesehatan Page 60
6. Rencana pengembangan program/layanan

Organisasi Puskesmas, sekurang-kurangnya terdiri dari : Kepala Puskesmas, unsur


pelayanan kedokteran, unsur pelayanan kesehatan masyarakat, serta administrasi umum
& keuangan.
Organisasi Puskesmas juga dudukung dengan ilmu manajemen yang terdiri dari :
 Manajemen Strategi : untuk mengelola perencanaan bisnis
 Manajemen Sumber Daya Manusia : untuk mengelola berbagai sumber daya
manusia di Puskesmas
 Manajemen Logistik : untuk mengelola sistem logistiknya baik logistik umum
maupun logistik farmasi

Jenis pelayanan yang diselanggarakan di Puskesmas yaitu 17 program kerja Puskesmas


Evaluasi Puskesmas, hali ini dilakukan untuk :
1. Menilai yang sudah berjalan
2. Mengiidentifikasi masalah
3. Menentukan prioritas masalah
4. Menentukan alternatif pemecahan masalah
5. Menentukan prioritas pemecahan masalah
6. Membuat rencana perbaikan/program kerja
7. Mengevaluasi pelaksanaan

Waktu pelayanan evaluasi terdiri dari :


 Bulanan
 Tiga Bulanan
 Enam Bulanan
 Tahunan
 Lima Tahunan

Administrasi dan Manajemen Kesehatan Page 61


BAB IX

PUSAT KESEHATAN MASYARAKAT ERA REFORMASI

Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) mulai dikembangkan di Indonesia pada tahun


1971 yaitu sejak dicanangkan Pembangunan Jangka Panjang (PJP) yang pertama.

Tujuan dikembangkannya Puskesmas adalah untuk mendekatkan pelayanan kesehatan


kepada masyarakat yang masih tinggal di daerha pedesaaan. Puskesmas harus
menyelenggarakan pelayanan kesehatan dasar, menyeluuh dan terpadu.

Setelah 32 tahun Puskesamas dikembangkan sebagai UJUNG TOMBAK pelayanan


kesehatan di Indonesia. Reformasi dan sistem Desentralisasi yang mulai dikembangkan
sejak tahun 2001 menhendaki adanya perubahan visi, misi dan strategi Puskesmas.

Hal-hal yang menyebabkan/menjadi pertimbangan dilakukannya reformasi Puskesmas :


a. Krisis moneter tahun 1997
b. Gerakan Reformasi tahun 1998, yang menghasilkan reformasi kebijakan
kesehatan yang salah satunya adalah Penca
c. nangan Visi Indonesia Sehat tahun 2010
d. Otonomi Daerah yang diterapkan sejak tahun 2001. Hal ini menyebabkan
berubahnya hampir seluruh tatanan manajemen jajaran Dep-Kes yang selama ini
bersifat sentralisasi.
e. Pencanangan Indonesia Sehat 2010,. Sehingga semua Pemda harus
menjbarkannya pada kebijakan pembangunan kesehatan di masing-masing
daerahnya.

Administrasi dan Manajemen Kesehatan Page 62


ANALISA SITUASI PUSKESMAS
Hasil kajian manajemen di beberapa Puskesmas di Bali tahun 2001-2002 yaitu :
1. Visi & Misi baru Puskesmas diera Desentralisasi kurang dihayati, baik oleh
pimpinan Puskesmas maupun staf Puskesmas. Mereka terperangkap dengan
tugas-tugas rutin yang bersifat kuratif, sehingga pelayanan yang bersifat promotif
dan preventif menjadi kurang
2. Penurunan Mutu pelayanan Puskesmas
3. Waktu Kerja yang tidak digunhakan secara efektif. Rata-rata waktu kerja efektif
di Puskesamas yaitu dari jam 8.00 s/d 11.00, padahal waktu kerja efektif
Puskesmas yang sebanarnya adalah dari jam 08.00 s/d 14.00
4. Ketidakefisien Rawat Inap di Puskesmas. Hal ini bisa terlihat dari rendahnya
pemanfaatan ruang rawat inap di Puskesmas.
5. Jumlah petugas kesehatan ( petugas medik) yang melakukan praktek swasta di
aderah kerja Puskesamas, sehingga menjadi ”pesaing” bagi Puskesamas itu
sendiri.
6. Banyaknya program pokok Puskesmas yang belum dilaksanakan secara efesien &
efektif
7. Sikap pasif petugas kesehatan di daerah. Mereka kurang berani proaktif untuk
mengembangkan program pokok Puskesmas
8. Sistem Informasi Puskesmas yang belum mampu dikembangkan untuk
menunjang proses penyusunan rencana strategis
9. Kemampuan pimpinan puskesmas yang kurang (terutama dalam hal melakukan
advokasi), sehingga banyak pemikiran para pimpinan didaerah yang menganggap
bahwa pembangunan kesehatan merupakan tanggungjawab sektor kesehatan saja.

UPAYA PENGEMBANGAN PELAYANAN PUSKESMAS


Sesuai dengan misi Puskesmas yaitu sebagai pusat pengembangan kesehatan, maka dapat
dilakukan melalui kegiatan :

Administrasi dan Manajemen Kesehatan Page 63


1. Meluaskan jangkauan pelayanan kesehatan sampai ke desa-desa dengan
membangun Puskesmas yang baru, Puskesmas Pembantu, Posyandu, Poliklinik
Persalinan Desa.
2. Meningkatkan mutu pelayanan Puskesmas dengan jalan meningkatkan Quality of
care seperti meningkatkan keterampilan dan kompetensi staf kesehatan,
meningkatkan motivasi staf kesehatan dan meningkatkan Quality of Service
seperti meningkatkan kualitas dan jumlah saranan & prasarana dll
3. Pengadaan obat-obatan dan peralatan yang sesuai kebutuhan masyarakat
4. Memperkuat sistem rujukan pelayanan kesehatan
5. Meningkatkan peran serta masyarakat melalui Pembangunan Kesehatan
masyarakat Desa (PMKD)

PARADIGMA BARU PUSKESMAS


Reformasi Puskesmas berarti harus ada upaya yang berkelanjutan, menyeluruh, terpadu,
sistematis dan obyektif sehingga masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan yang
bermutu

Visi Puskesmas era Reformasi : Terwujudnya Kesehatan Tahun 2010


Misi Puskesmas era Reformasi :
1. Menggerakan Pembangunan Berwawasan Kesehatan
2. Memberdayakan Masyarakat Dan Keluarga Dalam Pembangunan Kesehatan
3. Menyelenggarakan Pelayanan Kesehatan dasar Yang Bermutu

Dalam mengembangkan reformasi Puskesmas dilakukan dengan 3 pendekatan yang


diterapkan, yaitu :
1. Penentuan prioritas program Puskesmas
Pelayanan kesehatan Puskesmas di Indonesia dimulai dengan program Basic Seven
WHO, kemudian dikembangkan menjadi Basic Twelve.

Administrasi dan Manajemen Kesehatan Page 64


Prioritas Program adalah program yang dipilih untuk mencegah dan menanggulangi
masalah kesehatan serta meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

Prioritas program dimulai dengan identifikasi masalah kesehatan di wilayah kerjanya,


kemudian menentukan prioritas masalah dan kemudian menentukan alternatif
penyelesaian masalah, lalu menetapkan prioritas penyelesaian masalah dan terakhir
membuat rencana program. Kesemua langkah tersebut diatas disebut PROBLEM
SOLVING.

2. Pengembangan program menjaga mutu


Peningkatan mutu pelayanan Puskesmas merupakan tuntutan nyata masyarakat,
karena tren kunjungan Puskesmas sejak tahun 1997 semakin menurun.

Awal dari proses peningkatan mutu adalah analisa berbagai faktor penyebab
kurangnya mutu pelayanan.

3. Pengembangan swadana Puskesmas


Swadana Puskesmas diarahakan untuk peningkatan mutu pelayanan medis dasar
(private goods), karena biaya langsung dibayar oleh masyarakat.
Sedangkan untuk pelayanan kesehatan masyarakat esensial (public goods) seperti
imunisasi, usrveilance, program sanitasi, promosi kesehatan dan lain lian tetap harus
dibiayai oleh pemerintah

PENERAPAN MANAJEMEN PUSKESMAS


Manajemen bermanfaat untuk membantu pimpinan dan pelaksana program agar kegiatan
program Puskesmas dapat dilaksanakan secara efesien dan efektif.
Manajemen Pelayanan Puskesmas adalah suatu kegiatan yang meliputi perencanaan,
pengorganisasian, pergerakan dan penilaian yang dilakukan untuk menyelenggarakan
pelayanan kesehatan masyarakat

Administrasi dan Manajemen Kesehatan Page 65


Penerapan manajemen Puskesmas terdiri dari :
1. PLANING : Micro Pkaning (MP) yaitu perencanaan tingkat Puskesmas
Pengembangan program Puskesmas dalam lima tahun tercantum dalam MP.
2. ORGANIZING : Struktur Organisasi, pembagian tugas, pembagian wilayah kerja.
3. ACTUATING :
a. Lokakarya Mini Puskesmas (LKMP) yaitu bentuk penjabaran MP kedalam
paket-paket kegiatan program yang dilaksanakan oleh staf, baik secara individu
maupun secara kelompok. LKMP dilaksanakan setiap tahun
b. Kepemimpinan
c. Motivasi Kerja
d. Koordinasi (rapat-rapat rutin)
4. CONTROLOING :
a. Lokal Area Monitoring (LAM) atau PIAS-PWS (Pemnatauan Ibu & Anak
–Pemantauan Wilayah Setempat) adalah siitem pencatatan & pelaporan untuk
memantau tingkat penyakit pada ibu & anak atau untuk penyakit menular yang
dapat dicegah dengan imunisasi. LAM merupakan penjabaran fungsi
pengawasan dan pengendalian program.
b. Audit Internal
c. Monitoring
d. Evaluasi
Setiap tahun Puskesmas melakukan evaluasi program untuk mengetahui pelaksanaan
manajemen program Puskesmas secara menyeluruh.
Penilaian dilakukan oleh tim dari Dinas Kesehatan Propinsi dan Kabupaten.
1. Sub Sistem Manajemen Keuangan
a. Jenis Anggaran
Anggaran yang digunakan untuk mendukung pengembangan kegiatan program
Puskesmas terdiri dari dana rutin ( gaji pegawai ) dan operasional/proyek untuk
masing-masing program.

Administrasi dan Manajemen Kesehatan Page 66


Alokasi yang digunakan untuk dana operasional biasanya diperuntukan untuk
kunjungan pembinaan ke lapangan, pemeliharaan, pembelian alat penunjang dan
lain sebagainya
b. Sumber
Sejak otonomi daerah sumber dana untuk program Puskesmas sebagaian besar
dari APBD Kabupaten/Kota yang disalurkan melalui Dinas Kesehatan
Kabupaten/Kota.
Puskesmas juga mendapatkan dana dari pembayaran karcis, obat dan jasa
pelayanan Puskesmas. Dana ini kemudian disetor ke Kas Daerah dan kemudian
uang jasa pelayanan Puskesmas dikembalikan ke Puskesmas sebesar 25 % dan
dapat digunakan kembali oleh Puskesmas untuk menunjang pelaksanaan kegiatan
program
c. Pencatatan Pelaporan
Pimpinan Puskesmas menunjuk satu atau dua orang stafnya untuk menjadi
Bendahara puskesmas dengan tugas mencatat dan melaporkan semua dana yang
diterima dan yang dikeluarkan oleh Puskesmas. Sesuai dengan ruang lingkup
kegiatannya maka Bendahara Puskesmas dibagi dua yaitu Bendahara Proyek
(mencatat dan melaporkan dana operasional kegiatan proyek) dan Bendahara
Rutin (mencatat dan melaporkan gaji pegawai dan pemasukan keuangan rutin
Puskesmas)
Pimpinan Puskesmas wajib melalukan pemeriksaan keuangan (audit kas) untuk
menghindari terjadinya “kecurangan”. Selain itu ada juga pemeriksaan yang
dilakukan oleh BPKP (Badan Pemeriksa Keuangan Proyek)
2. Sub Sistem Manajemen Logistik
a. Jenis Logistik
Logistik digunakan untuk menunjang pelaksanaan kegiatan program pokok
Puskesmas. Misalnya ; program P2M membutuhkan termos, kulkas, jarum suntik
& spuit, thermometer, alat semprot nyamuk , vaksin dan sebagainya. Jenis &
jumlah logistic ditentukan berdasarkan kebutuhan Puskesmas setahun. Kebutuhan
ini disusun dalam Lokakarya Mini Puskesmas (LKMP)

Administrasi dan Manajemen Kesehatan Page 67


b. Sumber
Kebutuhan logistic Puskesmas di satu Kabupaten/Kota biasanya disediakan pihak
Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota dan BKKBN (khusus untuk program KB).
c. Pencatatan Pelaporan
Pencatatan penerimaan dan pengeluaran dicatat oleh petugas dalam bentuk
inventaris Puskesmas (barang yang berbentuk Inventaris), demikian juga untuk
barang-barang rutin misalnya obat-obatan.
Khusus untuk manajemen obat, penyimpanan & pengeluaran nya menggunakan
sisem FIFO (first in first out) untuk mencegah kadaluarsa.

3. Sub Sistem Personalia ( Manajemen Sumber Daya Manusia)


Sesuai dengan system manejemen modern, staf Puskesmas yang merupakan factor
produksi utama untuk menghasilkan pelayanan yang bermutu, maka perlu dikembangkan
baik motivasi, inisiatif dan keterampilan mereka, yaitu dengan cara siste insntif yang
berkeadilan, system reward bagi staf yang berprestasi, suasa keterbukaan sehingga bias
meningkatkan rasa kebersamaan dalam melaksanakan tugas-tugas pokoknya.
Masalah ketenagaan dalam Puskesmas adalah jumlah yang terbatas, keterampilan yang
rendah, dan kualifikasi yang tidaks esuai dengan kebutuhan.
Tenaga minimal yang harus dimiliki oleh Puskesmas yaitu ; dokter umum, bidan, perawat
sanitasi, perawat umum, perawat gigi, tatausaha dan bendahara.
DiPuskesmas yang ada rawat inapnya maka membutuhkan 2-3 dokter umum, 1 orang
dokter gigi, 1 orang perawat jiwa, 1 orang perawat sanitasi, 1 orang tenaga analis, 1 orang
assisten apoteker, juru masak dan supir.
Untuk Puskesmas yang jumlah tenaganya terbatas, maka Puskesmas bias menganut
system kerja integrative yaitu satu orang staf merangkap dengan tugas-tugas lainnya.
Dalam manajemen personalia di Puskesmas, dokter selaku manajer Puskesmas tidak
diberikan wewenang untuk mengangkat staf kecuali Puskesmas dapat menyisihkan dana
sendiri untuk membayar honor staf.

Administrasi dan Manajemen Kesehatan Page 68


Manajer Puskesmas hanya dapat mengusulkan kebutuhan staf ke Dinkes
Keterampilan yang harus dimiliki oleh seorang manajer Puskesmas :
 Kemampuan membimbing & membina anak buah.
 Kemampuan memotivasi staf
 Kemampuan membuat perencanaan
 Kemampuan mensupervisi
 Kemampuan menilai

4. Sub Sistem Manajemen Pencatatan & Pelaporan


Setiap kegiatan program akan menghasilkan data. Dan data tersebut harus dicatat,
dianalisis dan dibuat laporan.
Data yang dilaporkan adalah informasi tentang pelaksanaan program dan perkembangan
masalah kesehatan masyarakat.
Jenis-Jenis Laporan Puskesmas :
a. Laporan Harian : untuk melaporkan kejadian luar biasa (KLB) penyekit tertentu
b. Laporan Mingguan : untuk melaorkan kegiatan penanggulangan penyakit diare
c. Laporan Bulanan, Ada 4 jenis yaitu :
1) LB1 berisi data kesakitan
2) LB2 berisi data kematian
3) LB3 berisi data program Gizi, KIA dan P2M
4) LB4 berisi data obat-obatan
d. Laporan Triwulan
e. Laporan Semester
f. Laporan Tahunan

Standart Keberhasilan Program Puskesmas.


Dikes Kabupaten/Kota dan Dinkes Propinsi secara rutin menetapkan target atau standar
keberhasilan masing-masing setiap program.
Tingkat keberhasilan program secara kuantitatif diukur dengan membandingkan target
yang sudah ditetapkan dengan output kegiatan program.

Administrasi dan Manajemen Kesehatan Page 69


Indikator derajat kesehatan masyarakat yang paling peka untuk menilai dampak program
kesehatan adalah IMR (Infant Mortality Rate), MMR (Maternal Mortality Rate), dan BR
(Birth Rate).
Dan untuk dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakatr adalah dengan
memprioritaskan 4 program pokok puskesmas yaitu : KIA, KB. P2M dan Gizi.

Administrasi dan Manajemen Kesehatan Page 70


BAB X

DOKTER KELUARGA

PENGERTIAN
Pelayanan dokter keluarga adalah pelayanan kedokteran yang menyeluruh yang
memusatkan pelayanan keluarga sebagai suatu unit (Menurut The American Academy Of
Family Physician th 1969)

Pelayanan dokter keluarga adalah pelayanan spesialis yang luas yang bertitik tolak dari
suatu pokok ilmu yang dikembangkan dari berbagai disiplin ilmu lainnya terutama ilmu
penyakit dalam, ilmu kesehatan anak, ilmu kebidanan dan kandungan, ilmu bedah, limu
kedokteran jiwa, ilmu perilaku, limu biologi yang secara keseluruhan membentuk satu
kesatuan terpadu untuk menyelenggarakan penatalaksaan pasien, penyelesaian masalah,
pelayanan konseling. (Menurut The American Academy Of Family Physician th 1969)

Dokter Keluarga adalah dokter yang memberikan pelayanan kesehatan yang berorientasi
komunitas dengan titik berat pada keluarga (IDI, 1982)

Dokter Keluarga adalah dokter yang memiliki tanggung jawab menyelenggarakan


pelayanan kesehatan tingkat pertama serta pelayanan kesehatan secara menyeluruh yang
dibutuhkan oleh semua anggota yang terdapat dalam satu keluarga (The American Board
pf Family Practice, 1969)

Dokter keluarga adalah dokter yang melayani masyarakat sebagai kontak pertama yang
merupakan pintu masuk kedalam sistem pelayanan kesehatan.(The American Academy
of General Practice)

Administrasi dan Manajemen Kesehatan Page 71


Tujuan Pelayanan Dokter Keluarga
 Tujuan Umum : terwujudnya keadaan sehat bagi setiap anggota keluarga

 Tujuan Khusus : terpenuhinya kebutuhan keluarga akan pelayanan kedokteran


yang lebih efektif dan efisien.

Ciri-Ciri Pelayanan Dokter Keluarga ( Menurut IDI, th 1982) :


 Melayani penderita tidak hanya sebagai orang per orang, melainkan sebagai
anggota satu keluarga dan bahkan sebagai anggota masyarakat sekitarnya

 Memberikan pelayanan kesehatan secara menyeluruh dan memberikan perhatian


kepada penderita secara lengkap dan sempurna, jauh melebihi jumlah keseluruhan
keluhan yang disampaikan

 Mengutamakan pelayanan kesehatan guna meningkatkan derajat kesehatan


seoptimal mungkin, mencegah timbulnya penyakit dan mengenal serta mengobati
penyakit sedini mungkin

 Mengutamakan pelayanan kesehatan sesuai kebutuhan dan berusaha memebuhi


kebutuhan tersebut sebaik-baiknya

 Menyediakan dirinya sebagai tempat pelayanan kesehatan tingkat pertama dan


bertanggungjawab pada pelayanan kesehatan lanjutan

Ciri-Ciri Pelayanan Dokter Keluarga ( Menurut Debra P. Hymovick & Martha


Underwood Barnards, th 1973) :
 Dapat menjamin terpenuhinya kebutuhan masyarakat akan pelayanan kesehatan
yang lebih responsive serta bertanggungjawab

 Dapat menjamin terpenuhinya kebutuhan akan pelayanan kesehatan tingkat


pertama (termasuk pelayanan darurat) serta pelayanan lanjutan (rujukan)

Administrasi dan Manajemen Kesehatan Page 72


 Dapat menjamin terpenuhinya kebutuhan akan pelayanan pencegahan penyakit
dalam stadium dini serta peningkatan derajat kesehatan pasien setinggi mungkin

 Dapat menjamin terpenuhinya kebutuhan untuk diperhatikannya pasien tidak


hanya sebagai orang per orang, tetapi juga sebagai anggota keluarga dan anggota
masyarakat.

 Dapat menjamin terpenuhinya kebutuhan untuk dilayani pasien secara


menyeluruh dan dapat diberikan perhatian kepada pasien secara lengkap &
sempurna, jauh melebihi jumlah keseluruhan keluhan yang disampaikan

Praktek Dokter Keluarga.


Pada awalnya praktek dokter keluarga dilakukan di 1) Tempat praktek saja, 2) ada yang
kunjungan ke rumah dan 3) ada juga yang digabungkan dengan pelayanan rawat inap
dirumah sakit. Tapi kemudian praktek dokter keluarga mulai berkembang dan sudah
mencakup ketiga bentuk pelayanan diatas.
Di Amerika pelayanan kunjungan kerumah sudah mulai jarang dilakukan karena
peralatan/sarana pemeriksaannya lebih lengkap
Sarana pelayanan kesehatan yang ada di tempat praktek dokter keluarga (Family Practice
Center) sudah cukup lengkap yaitu : Laboratorium untuk pemeriksaan darah rutin, alat
X-Ray, EKG, tensimeter dll disamping tersedia pula berbagai sarana pelayanan non
medic misalnya ruang khusus untuk penyuluhan kesehatan.
Bahkan menurut American Academy ogfGeneral Practice (1960) sebuah tempat praktek
dokter keluarga sekurang-kurangnya harus terdiri dari ruang tunggu, rung konsultasi,
ruang periksa, ruang tindakan, ruang laboratorium, ruang rontgen, ruang administrasi,
kamar mandi. Luas bangunan untuk praktek dokter keluarga minimal 150 s/d 200 meter
persegi. Sedangkan untuk tenaga pelaksananya dilakukan oleh satu kelompok sekurang
kurangnya terdiri dari 2-3 orang, dibantu oleh 2-3 tenaga lainnya (Perawat &
administrasi) untuk setiap dokter

Administrasi dan Manajemen Kesehatan Page 73


Manfaat Pelayanan Dokter Keluarga :
 Diselenggarakan penanganan kasus penyakit sebagai manusia seutuhnya, bukan
hanya terhadap keluhan yang disampaikan

 Diselenggarakan pelayanan pencegahan penyakit dan dijamin kesinambungan


pelayanan kesehatan.

 Diselenggarakan penanganan kasus penyakit dengan tata cara yang lebih


sederhana dan tidak begitu mahal dank arena itu akan meringankan biaya
kesehatan.

 Dapat dicegah pemakaian perbagai peralatan kedokteran canggih yang


memberatkan biaya kesehatan.

 Diselenggarakan pelayanan kesehatan yang terpadu sehingga penanganan satu


masalah kesehatan tidak timbul berbagai masalah lainnya.

Pelayanan Dokter Keluarga Di Indonesia :


Bentuk praktek dokter keluarga di Indonesia masih bersifat praktek perseorang, dengan
fasilitas yang sederhana serta berpraktek secara paroh waktu.
Pelayanan Dokter Keluarga Di Indonesia belumlah sebagaimana yang diharapkan,
karena :
 Belum adanya peraturan perundang-undangan tentang pelayanan dokter keluarga
serta belum mantapnya pendidikan dokter keluarga dalam kurikulum serta sistem
pendidikan dokter di Indonesia

 Belum adanya kata sepakat tentang pelayanan dokter keluarga tersebut, apakah
termasuk spesialis atau bukan

 Kebanyakan anggota masyarakat masih lebih tertarik ke pelayanan dokter


spesialis dan sering berobat ke dokter yang berbeda.

Administrasi dan Manajemen Kesehatan Page 74


BAB XI
PELAYANAN GAWAT DARURAT

Pelayanan Gawat Darurat ( Emergency Care ) adalah bagian dari pelayanan


kedokteran yang dibutuhkan oleh penderita dalam waktu segera (immediately) untuk
menyelamatkan kehidupannya (life saving).
Unit kesehatan yang menyelenggarakan pelayanan gawat darurat disebut Unit
Gawat Darurat (Emergency Unit). Keberadaan Unit Gawat Darurat (UGD) tersebut
beraneka ragam ada yang pelayanan dilakukan 24 jam ada yang tidak (on call) .
Lazimnya keberadaan UGD tergabung dalam rumah sakit TAPI ada juga rumah
sakit yang tidak mempunyai UGD hal ini karena memang tidak gampang dalam
mengelola pelayanan UGD mengingat UGD adalah salah satu unit yang padat modal,
padat karya dan padat teknologi.
Sebagai contoh di AMERIKA pada tahun 1980 Rumah sakit yang memiliki UGD
hanya 81,5%, hal menurun bila dibandingkan pada tahun 1958 yang mana Rumah Sakit
di Amerika yang mempunyai UGD berjumlah 91%.
Walaupun tidak semua rumah sakit mempunyai UGD TAPI keberadan UGD
merupakan suatu kebutuhan pokok, oleh karena itu bagi rumah sakit yang tidak
mempunyai UGD diwajibkan untuk menjalin kerjasama dengan rumah sakit yang
mempunyai UGD
Kegiatan yang menjadi tanggung jawab UGD secara umum dibedakan menjadi 3 macam,
yaitu :
1. Menyelenggarakan Pelayanan Gawat Darurat
2. Menyelenggarakan Pelayanan Penyaringan Untuk Kasus-Kasus Yang
Membutuhkan Pelayanan Rawat Inap Intensif
3. Menyelenggarakan Pelayanan Informasi Medis Darurat

Administrasi dan Manajemen Kesehatan Page 75


Permasalah dalam penyelenggaraan pelayanan Gawat darurat, secara umum dibedakan
menjadi 2 macam yaitu :
1. Masalah Pembiayaan
Kesulitan pembiayaan dalam mengelola UGD pada dasarnya dibedakan menjadi 2
yaitu :
a. Biaya pengelolaan UGD yang besar
b. Pendapatan UGD tidak pernah bisa dijamin. Hal ini erat hubungannya
dengan ketidaksiapan dana dari pihak penderita karena datangnya musibah
gawat darurat yang tiba-tiba, sementara itu menolak pasien yang
membutuhkan pelayanan gawat darurat dengan lasan tidak ada biaya tidak
dibenarkan.
2. Masalah Beban Kerja
Kerena terdapatnya perbedaan pendapat mengenai pengertian keadaan gawat darurat
anatar pasien dengan petugas kesehatan, menyebabkan pelayanan UGD sering
dimanfaatkan oleh mereka yang kurang membutuhkan. Sebagai contohnya, di
Amerika Serikat misalnya pada tahun 1970 tercatat sekitar 50-85 % dari pengunjung
UGD adalah mereka yang sebenarnya membutuhkan pelayanan rawat jalan saja.. Hal
ini tentu saja memperberat beban kerja UGD.
Faktor-faktor yang menyebabkan tingginya kunjungan ke UGD :
1. Tidak tersedianya berbagai sarana kesehatan lain yang dapat dimanfaatkan
untuk memperoleh pelayanan rawat jalan, terutama pada hari libur.
2. Makin banyaknya dokter yang lebih senang merujuk penderita ke rumah sakit
(UGD) dibandingkan melakukan tindakan medis ditempat prakteknya
3. Makin banyaknya penderita yang untuk pengehamatan, tidak berkunjung dulu
ke dokter praktek atau ke klinik.
4. Pengaruh kebijakan asuransi kesehatan, yang hanya menanggapi biaya
pelayanan rawat jalan apabila diselenggarakan oleh UGD

Administrasi dan Manajemen Kesehatan Page 76


Upaya penyelesaian masalah pelayanan di UGD antara lain dapat dilakan dengan :
1. Meningkatkan kegiatan pendidikan kesehatan masyarakat, sehingga pemahaman
masyarakat tentang pelayanan UGD dapat ditingkatkan
2. Meningkatkan keterampilan masyarakat dalam menanggulangi masalah kesehatan
yang sederhana
3. Menambah jumlah sarana kesehatan yang melaksanakan pelayanan rawat jalan

WAKTU PELAYANAN
Pelayanan gawat darurat, terpisah dari pelayanan lain, tersedia dalam waktu 24 jam
terus menerus, ada dokter dan perawat jaga on site, ada dokter konsulen jaga on call, ada
petugas jaga dari pelayanan radiologi dan laboratorium on site

RAMBU & AKSES


 Harus ada tanda, rambu atau papan pemberitahuan yang menunjukkan arah, lokasi
dan cara mencapai unit/ instalasi Gawat Darurat. Adanya petunjuk ini untuk
memudahkan orang yang ingin mencari atau mencapai lokasi unit/instalasi gawat
darurat baik dari luar maupun dari dalam rumah sakit.
 Kendaraan roda empat harus dapat sampai langsung ke UGD tanpa hambatan

PIMPINAN
Instalasi gawat darurat dipimpin oleh dokter yang telah mendapat pelatihan gawat
darurat, dibantu oleh tenaga medis, para medis perawatan, para medis non perawatan dan
tenaga non medis yang terampil

PELATIHAN
 Staf UGD harus sudah mengikuti pelatihan penanggulangan kegawatdaruratan,
yaitu pelatihan yang diselenggarakan oleh kalangan profesi atau Departemen
Kesehatan dengan memberikan sertifikat PPGD atau sejenisnya (ATLS, ACLS).

Administrasi dan Manajemen Kesehatan Page 77


 Semua dokter dan tenaga keperawatan mampu melakukan teknik pertolongan
hidup dasar (Basic Life Support).
SARANA
 Ruangan di UGD meliputi
 Tempat triase
 Tempat tindakan khusus yaitu resusitasi
 Ruang tindakan : a. Medical
b. Bedah
 Ruang observasi
 Ruang tunggu keluarga
 Ruang istirahat petugas

 Unit/instalasi gawat darurat mempunyai telepon intern dan extern. Hubungan


keluar unit/instalasi gawat darurat dapat langsung
 Semua peralatan yang ada di UGD harus sudah menjalani pemeriksaan dan
pemeliharaan secara berkala, dan alat siap pakai.
TRIASE
TRIASE adalah system :
1. Seleksi terhadap keluhan atau masalah penderita dalam situasi sehari-hari
2. Seleksi penderita atau korban akibat adanya bencana

Hasil TRIASE :
Pasien Kategori Merah :
Pasien yang berada dalam keadaan yang mengancam jiwa/potensial mengancam jiwa
dan memerlukan tindakan penyelamatan segera meliputi: pembebasan jalan nafas,
obat-obatan emergency, atau intervensi hemodinamik yang lain (kecuali pemasangan
infus, pemberian oksigen suplemental, monitor, EKG, dan pemeriksaan laboratorium).
Pasien Kategori Kuning:
a. Pasien dengan risiko tinggi
b. Pasien letargik, bingung, atau disorientasi

Administrasi dan Manajemen Kesehatan Page 78


c. Pasien dengan tingkat nyeri/distress yang berat
d. Pasien dengan tanda vital yang berbahaya
Pasien Kategori Hijau : Pasien yang tidak termasuk kedalam salah satu dari kategori
diatas.
Pasien Kategori Hitam : Pasien yang dengan keadaan Death On Arrival (DOA).
MUTU
Indikator Mutu di UGD :
 Angka Keterlambatan Pelayanan Pertama Gawat Darurat (Emergency Response
Time Rate), atau disingkat Angka KPPGD.
 Angka Kematian di UGD (tidak termasuk DOA)
Mutu harus dimonitoring setiap bulan

PELAYANAN RAWAT JALAN


Adalah salah satu bentuk dari pelayanan kedokteran yang disediakan untuk pasien tidak
dalam bentuk rawat inap.
Ada 5 penyebab makin berkembangnya pelayanan rawat jalan, yaitu :
1. Saranan & prasarana untuk mendirikan pelayanan rawat jalan relatif lebih murah
2. Kebijakan pemerintah untuk mengendalikan biaya kesehatan.
3. Tingkat kesadaran kesehatan penduduk yang makin meningkat, yang mana
masyarakat lebih membutuhkan pelayanan kesehatan untuk memelihara &
meningkatkan kesehatan (tidak terbatas mengobatai saja)
4. Kemajuan ilmu pengetahuan & teknologi kedokteran, sehingga ada pelayanan
yang biasanya harus dirawat inap, tapi saat ini bisa dilakukan dengan rawat jalan.
5. Utilisasi rawat inap di rumah sakit yang semakin menurun. Sehingga
memunculkan klinik-klinik ”satelit” suatu rumah sakit tertentu.
Pelayanan rawat jalan pada umumnya dibedakan menjadi 2 yaitu :
1. Pelayanan Rawat Jalan Oleh Rumah Sakit
Yaitu pelayanan rawat jalan yang diselenggarakan oleh rumah sakit, misalnya :
a) Pelayanan gawat darurat
b) Pelayanan rawat jalan paripurna

Administrasi dan Manajemen Kesehatan Page 79


c) Pelayanan rujukan, yakni hanya melayani pasien-pasien yang dirujuk oleh
sarana kesehatan lain dan pada umumnya adalah untuk diagnostik &
terapi
d) Pelayanan Bedah Jalan (One Day Seurgery)
2. Pelayanan Rawat Jalan Oleh Klinik Mandiri
Yaitu pelayanan rawat jalan yang diselenggarakan oleh klinik mandiri yang tidak
ada hubungannya dengan rumah sakit

Administrasi dan Manajemen Kesehatan Page 80


BAB XII
GAMBARAN UMUM MANAJEMEN RUMAH SAKIT

BEBERAPA DEFINISI
 Rumah sakit adalah suatu organisasi pelayanan kesehatan yang unik dan serba
padat,yaitu padat usaha, padat modal, pada kecanggihan ilmu teknologi, padat
SDM dan profesi serta padat masalah.
 Rumah sakit adalah suatu organisasi yang melalui tenaga medis profesional yang
terorganisir serta tenaga kedokteran yang permanen Penyelenggaraan pelayanan
kedokteran, asuhan keperawatan yang berkesinambungan, diagnisis serta
pengobatan penyakit yang diderita oleh pasien( American hospital
association;1974)
 Rumah sakit adalah dimana tempat orang sakit mencari dan menerima pelayanan
kedokteranserta dimanan tempat pendidikan klinik untuk mahasiswa kedokteran,
perawat dan berbagai tenaga profesi kesehatan lainnya diselenggarakan ( Wolper
dan Pena; 1987)
 Rumah sakit adalah dimana pelayanan kesehatan masyarakat, pendidikan serta
penelitian kedokteran diselenggarakan.
 Rumah sakit adalah dimana pelayanan kesehatan masyarakat, pendidikan serta
penelitian kedokteran diselenggarakan ( associationof hospital care; 1947)
 RS adalah institusi pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan pelayanan
kesehatan perorangan secara paripurna yang menyediakan pelayanan rawat
inap,rawat jalan dan gawat darurat ( Pasal 1 UU RI NO.44 TAHUN 2009
tentang RS).

ORGANISASI RUMAH SAKIT


Secara garis besar terdiri dari 3 kelompok:
1) Para Penentu Kebijakan : Dewan perwalian, Ketua Yayasan sebagai Pemilik RS
2) Para Pelaksana pelayanan non-medis : Kalangan administrasi/manajemen
yangditunjuk oleh Dewan perwalian untuk mengelola kegiatan aspek non medis

Administrasi dan Manajemen Kesehatan Page 81


3) Para Pelaksana pelayanan medis : diwakili oleh kalangan kesehatan (medical
staff) untuk menyelenggarakan pelayanan medis RS.

STATUS KARYAWAN
Secara umum dibedakan 6 macam:
a. Staf tetap(attending staff): tenaga yang bekerja di RS secara purna waktu
b. Staf Asosite(assosiate staff): adalah dokter yang telah melampaui masa
percobaan, ttp masih menanti waktu utntuk dianggap sebagai staf tetap.
c. Staf Percobaan(provisional staff): adalah dokter yg bekerja di RS secara purna
waktu ttp masih dalam masa percobaan
d. Staf Tamu (courtesy staff): adalah dokter yg bekerja di RS secara paruh waktu.
e. Staf Konsultan(consultating staff): adalah dokter yang tidak bekerja di RS, tapi
sering dihubungi untuk kepentingan konsultasi untuk jenis pelayanan kesehatan
tertentu
f. Staf Tidak Tetap(temporary staff): adalah dokter yg.bekerja sebagai pegawai
tidak tetap RS dalam jangka waktu tertentu.

 Tenaga kesehatan terdiri dari ( Menurut UU No 32 tahun 1996 tentang Tenaga


Kesehatan) :
1. Tenaga Medis (dr,drg)
2. Tenaga Keperawatan (perawat, bidan)
3. Tenaga Kefarmasian (;(apoteker, analis farmasi dan asisten apoteker)
4. Tenaga kesehatan Masyarakat (epidemiolog kesehatan, entomolog kesehatan,
mikrobiolog kesehatan, penyuluh kesehatan, administrator kesehatan dan
sanitarian)
5. Tenaga Gizi (meliputi nutrisionis dan dietisien).
6. Tenaga Keterapian fisik (fisioterapis, okupasiterapis dan terapis wicara.
7. Tenaga Keteknisian Medis (radiografer, radioterapis, teknisi gigi, teknisi
elektromedis, analis kesehatan, refraksionis optisien, otorik prostetik, teknisi
transfusi dan perekam medis ).

Administrasi dan Manajemen Kesehatan Page 82


JENIS & KUALIFIKASI RUMAH SAKIT MENURUT UU N0 44 TAHUN 2009
TENTANG RUMAH SAKIT

 Pasal 18 UU nomor 44 tahun 2009: RS dibagi berdasarkan jenis pelayanan dan


pengelolaannya
 Pasal 19 ay.1: Berdasarkan jenis pelayanan yang diberikan, RS dikategorikan:
RS Umum dan RS Khusus
Ay.2: RS Umum sebagaimana dimaksud ayat1 memberikan pelayanan kesehatan
pada semua bidang dan jenis penyakit.
Ay.3 :RS Khusus sebagaimana dimaksud ayat1 memberikan pelayanan utama
pada satu bidang atau satu jenis penyakit tertentu berdasarkan disiplin
ilmu,golongan umur, organ, jenis penyakit atau kekhususan lainnya.
 Pasal 20 :
Ayat 1. Berdasarkan pengelolaannya RS dapat dibagi :
RS Publik dan RS Privat
Ayat 2. RS publik sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat dikelola oleh
Pemerintah, Pemda, dan badan hukum yang bersifat nirlaba.
Ayat 3. RS Publik yang dikelola Pemerintah dan Pemda diselenggarakan
berdasarkan pengelolaan BLU atau BLUD sesuai dengan ketentuan peraturan
perundang-undangan.
Ayat 4. RS Publik yang dikelola Pemerintah dan Pemda sebagaimana dimaksud
pada ayat (2) tidak dapat dialihkan menjadi RS privat.
 Pasal 21.
RS privat sebagaimana dimaksud dalam psl. 20 ayat(1) dikelola badan hukum
dengan tujuan profit yang berbentuk Perseroan Terbatas atau persero.
 Pasal 22.
Ayat 1. RS dapat ditetapkan menjadi RS pendidikan setelah memenuhi
persyaratan dan standar rumah sakit pendidikan.

Administrasi dan Manajemen Kesehatan Page 83


Ayat 2. RS pendidikan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan oleh
Menteri setelah berkoordinasi dengan menteri yang membidangi urusan
pendidikan
 Pasal 24
Ayat 1. Dalam rangka penyelenggaraan kesehatan secara berjenjang dn fungsi
rujukan , RS umum dan RS khusus diklasifikasikan berdasarkan fasilitas dan
kemampuan pelayanan RS
Ayat 2. Klasifikasi RS umum : memiliki Fasilitas dan kemampuan
a. RSU kelas A ( 4 spes.dasar, 5 spes. Penunjang medik,12 spes.lain, 13 subspesialis).
b. RSU kelas B (4 spes.dasar, 4 spes. Penunjang medik,8 spes.lain, 4 subspes.dasar.
c. RSU kelas C (4 spes.dasar, 4 spes. Penunjang medik )
d. RSU kelas D (2 spes.dasar) paling sedikit.
Ayat 3. Klasifikasi RS Khusus terdiri atas :
a. RS Khusus kelas A
b. RS Khusus kelas B
c. RS Khusus kelas C

JENIS-JENIS RUMAH SAKIT


1. Menurut Pemilik : ada RS Pemerintah DAN ada RS Swasta
2. Menurut Filosofi Yang Dianut : ada RS Non Profit DAN ada RS Profit
3. Menurut Jenis Pelayanan Yang Diselenggarakan : ada RS Umum DAN ada RS
Khusus
4. Menurut Lokasi Rumah Sakit : ada RS Pusat DAN ada RS Kabupaten

PERLINDUNGAN HUKUM RUMAH SAKIT


1. RS dapat menolak mengungkapkan segala informasi kepada publik yang
berkaitan dengan rahasia kedoteran
2. Pasien dan/atau keluarga yang menuntut RS dan menginformasikan melalui
media massa, dianggap telah melepaskan hak rahasia kedoterannya kepada umum

Administrasi dan Manajemen Kesehatan Page 84


PERKEMBANGAN RUMAH SAKIT
1. Pada saat ini telah berkembang menjadi suatu pusat kesehatan kebutuhan akan
pelayanan serta perkembangan ilmu dan teknologi secara berkesinambungan
2. Ruang lingkup perkembangan pada saat ini dengan adanya diversifikasi melihat
kehidupan masyarakat maka hanya dibatasi pada aspek kesehatan saja
3. Fungsi yang dimiliki perkembangan Rumah Sakit dengan kemajuan ilmu
teknologi dan kedokteran telah mencakup hal- hal yang spesialistik bahkan
subspesialistik
4. Perkembangan pada pemilikan Rumah sakit saat ini telah berubah menjadi salah
satu kegiatan ekonomi, telah menjadi badan usaha yang mencari keuntungan
(profit making) tetapi tidak mengabaikan kepentingan sosial dan kemanusiaan

Administrasi dan Manajemen Kesehatan Page 85


BAB XIII

MANAJEMEN MUTU KESEHATAN & PATIENT SAFETY

SEJARAH
Mutu sudah dikenal sejak jaman Mesir Kuno hal ini ditandai dengan cara
memilih dimensi-dimensi batu yang akan digunakan untuk membuat Piramida.
Pada jaman modern fungsi mutu berkembang melalui berbagai tahap yaitu :
1. Inspeksi (Inspection)
Konsep mutu mulai pada tahun 1920. Kelompok mutu disebut bagian inspeksi.
Para Inspektor mengukur hasil produksi berdasarkan spesifikasi tertentu. TAPI
bagian inspeksi ini tidak independen karena mereka tetap harus melapor ke
pimpinan dan keputusan akhir tetap ada ditangan pimpinan.
Pada tahu ini tokohnya yaitu WalterA. Sewhart (1924) yang mengenalkan
konsep Statitistik tentang pengendali variabel-variabel produksi seperti volume,
panjang. lebar, tinggi dan juga pelopor pengambilan sampel untuk menguji
penerimaan produk
2. Pengendalian Mutu (Quality Control)
Pada tahun 1940, bagian Inspeksi berkembang menjadi bagian Pengendali
Mutu. Hal ini karena dengan adanya Perang kedunia II yang mengharuskan
produk-produk militer bebas dari cacat. Mutu dari produk militer merupakan
salah satu penentu kemengan dari suatu peperangan. Hal ini mengharuskan
pemantauan pada PROSES produksi.
Para pemeriksa mutu ini memiliki otonomi penuh.
Pada tahun ini tokohnya yaitu Feigenbaum yang merupakan pelopor Total
Quality System
3. Jaminan Mutu (Quality Assuransce)
Quality Control berkembang menjadi Quality Assurance. Bagian Quality
Assurance ini lebih berfokus pada proses dan mutu produk melalui pelaksanaan
audit operasi, pelatihan, analisis kinerja teknis dan petunjuk operasi peningkatan
mutu. Quality Assurance ini bekerja sama dengan bagian-bagian terkait yang
bertanggungjawab terhadap mutu pada masing-masing bagian.

Administrasi dan Manajemen Kesehatan Page 86


4. Manajemen Mutu (Quality Manajemen)
Quality Assurance bekerja hanya pada memastikan pelaksanaan pengendaliam
mutu, sehingga upaya peningkatan mutu menjadi kurang, oleh karena itu agar
aspek mutu dapat berhasil dengan baik maka perlu dilakukan fungsi-fungsi
manajemen (perencanaan, organisasi, pergerakan dan evaluasi) dan disebut
Quality Manajemen
5. Manajemen Mutu Terpadu (Total Quality Manajemen)
Komsep ini dimulai di Jepang. Ketika persaingan global makin berkembang
luas, maka Jepang mengembangkan teknologi yang lebih produktif dan inovatif.
Selain itu di Jepang konsep TQC (Total Quality Control) dikembangkan dengan
membentuk Gugus Kendali Mutu pada setiap perusahaan untuk mengontrol dan
menghasilkan produk dengan kualitas yang tinggi.
Sistem TQC ini kemudian dikembangkan menjadi Total Quality Manajemen
yang intinya adalah MUTU itu bukan hanya tanggungjawab bagian tertentu saja
tetapi MUTU merupakan tanggungjawab dari semua individu di perusahaan

PENGERTIAN
 Mutu adalah tingkat kesempurnaan penampilan dari sesuatu yang diamati
atau derajat kepatuhan terhadap standar yang ditentukan terlebih dahulu.
 Mutu adalah kesesuaian dengan kebutuhan.
 Mutu adalah suatu kondisi dimana produk sesuai dengan spesifikasi tertentu
 Mutu adalah keseluruhan karekteristik suatu produk atau jasa yang bertujuan
untuk memenuhi kebutuhan pelanggan
 Manajemen mutu adalah suatu upaya yang dilaksanakan secara
berkesinambungan, sistematis, objektif dan terpadu dalam identifikasi dan
menetapkan masalah dan penyebab masalah mutu pelayanan berdasarkan
standar yang telah ditetapkan, menetapkan dan melaksanakan cara
penyelesaian masalah sesuai dengan kemampuan yang tersedia, serta menilai
hasil yang dicapai dan menyusun saran tindak lanjut untuk lebih
meningkatkan mutu pelayanan

Administrasi dan Manajemen Kesehatan Page 87


TUJUAN
Tujuan progran manajemen mutu mencakup dua hal yang bersifat pokok, yaitu
sebagai berikut :
1.1.1. Tujuan Antara
Tujuan antara yang hendak dicapai oleh manajemen mutu ialah
diketahuinya mutu pelayanan melalui aktivitas kendali mutu (quality
control) dan manajemen mutu (quality asurance).
1.1.2. Tujuan Akhir
Tujuan akhir yang hendak dicapai oleh manajemen mutu ialah semakin
meningkatnya mutu pelayanan (quality improvement)
MANFAAT
1.1.3. Dapat lebih meningkatkan efektifitas pelayanan kesehatan
Peningkatan efektifitas yang dimaksud erat hubungannya dengan dapat
diselesaikannya masalah yang tepat dengan cara penyelesaian masalah
yang benar. Karena dengan diselenggarakannya manajemenmutu
(quality assurance) dapat diharapkan pemilihan masalah telah dilakukan
secara tepat serta pemilihan dan pelaksanaan cara penyelesaian masalah
telah dilakukan secara benar
1.1.4. Dapat lebih meningkatkan efesiensi pelayanan kesehatan
Peningkatan efesiensi yang dimaksud erat hubungannya dengan dapat
dicegahnya penyelenggaraan pelayanan yang berlebihan atau yang di
bawah standar. Biaya tambahan karena pelayanan yang berlebihan atau
karena harus mengatasi berbagai efek samping karena pelayanan yang di
bawah standar akan dapat dicegah.
1.1.5. Dapat meningkatkan penerimaan masyarakat terhadap pelayanan
kesehatan
Peningkatan penerimaan masyarakat ini erat hubungannya dengan telah
sesuainya pelayanan kesehatan yang diselenggarakan dengan kebutuhan
dan tuntutan masyarakat sebagai pemakai jasa pelayanan.

Administrasi dan Manajemen Kesehatan Page 88


1.1.6. Dapat melindungi pelaksanaan pelayanan kesehatan dari kemungkinan
munculnya gugatan hukum
Dengan terselenggaranya pelayanan kesehatan yang bermutu, yang akan
berdampak pada peningkatan kepuasan para pemakai jasa pelayanan
kesehatan dan tentunya akan melindungi kemungkinan munculnya
gugatan hukum dari masyarakat yang tidak puas terhadap pelayanan
kesehatan.

SYARAT
1.1.7. Bersifat Khas
Dalam artian jelas sasaran, tujuan dan tata cara pelaksanaannya serta
diarahkan untuk hal-hal yang bersifat pokok saja, oleh karena itu perlu
disusun dahulu rencana kerja manajemen mutu
1.1.8. Mampu Melaporkan Setiap Penyimpangan
Kemampuan untuk melaporkan setiap penyimpangan secara tepat, cepat
dan benar, oleh karena itu suatu manajemen mutu harus mempunyai
mekanisme umpan balik yang baik
1.1.9. Fleksibel dan Berorientasi Pada Masa Depan
Manajemen mutu yang terlalu kaku dalam arti tidak tanggap terhadap
setiap perubahan, bukanlah manajemen mutu yang baik.
1.1.10. Mencerminkan dan Sesuai Keadaan Organisasi
Manajemen mutu yang berlebihan dan terlalu dipaksakan sehingga tidak
sesuai dengan kemampuan yang dimiliki, tidak akan ekonomis dan
karena itu bukanlah suatu program yang baik.
1.1.11. Menghasilkan peningkatan mutu
Manajemen mutu harus menghasilkan peningkatan mutu secara terus
menerus.
1.1.12. Mudah Dilaksanakan
Itulah sebabnya sering dikembangkan manajemen mutu mandiri (self
assesment). Dan sebaiknya program tersebut dilakukan secara langsung,

Administrasi dan Manajemen Kesehatan Page 89


dalam arti dilaksanakan oleh pihak-pihak yang melaksanakan pelayanan
kesehatan
1.1.13. Mudah Dimengerti
Manajemen mutu yang berbelit-belit atau yang hasilnya sulit dimengerti,
bukanlah program yang baik.

PRINSIP-PRINSIP MANAJEMEN MUTU


Manajemen mutu harus melibatkan setiap orang yang berada dalam organisasi
untuk meningkatkan pelayanan yang terus menerus dimana mereka akan
memenuhi kebutuhan standar dan harapan dari pada pelanggan baik pelanggan
intern ataupun pelanggan ekstern.
Manajemen mutu didasarkan pada prinsip-prinsip sebagai berikut :
a. Setiap orang di dalam organisasi harus dilibatkan dalam penentuan,
pengertian dan peningkatan proses yang berkelanjutan dengan masing-
masing kontrol dan tanggung jawab dalam setiap mutu yang dihasilkan
oleh masing-masing orang
b. Setiap orang harus sepakat untuk memuaskan masing-masing pelanggan,
baik pelanggan eksternal maupun pelanggan internal
c. Peningkatan mutu dilaksanakan dengan menggunakan metode ilmiah yaitu
dengan menggunakan data untuk pengambilan keputusan, penggunaan
alat-alat statistik, dan keterlibatan setiap orang yang terkait
d. Adanya pengertian dan penerimaan terhadap suatu perbedaan yang alami
e. Pembentukan team work, baik dalam part time team work, full time team
work, ataupun cross funtional team.
f. Adanya komitmen tentang pengembangan karyawan melalui keterlibatan
di dalam pengambilan keputusan
g. Partisipasi dari pada setiap orang dalam kegiatan merupakan dorongan
yang positif dan harus dilaksanakan
h. Program pendidikan dan pelatihan dianggap sebagai suatu investasi/modal
dalam rangka pengembangan kemampuan dan pengetahuan pegawai untuk
mencapai potensi mereka

Administrasi dan Manajemen Kesehatan Page 90


i. Supliers dan customer diintegrasikan dalam proses peningkatan mutu

Konsep Mutu Dalam Industri Jasa (Kesehatan)


Mutu pada Industri Manufaktur dan Mutu pada Industri jasa banyak sekali perbedaannya
antara lain :
a) Pelayanan merupakan output yang tidak berbentuk
b) Pelayanan tidak dapat disimpan dalam inventori tetapi langsung dikonsumsi oleh
konsumen
c) Pengukuran efektivitas pelayanan sifatnya subyektif
d) Terdapat hubungan langsung dari pelanggan dalam proses pelayanan
e) Pelanggan berpartisipasi dalam proses pelayanan
f) Perusahaan jasa umumnya bersifat padat karya

Langkah-langkah yang harus dilakukan untuk meningkatkan mutu pada industri


jasa, yaitu :
a) Mengidentifikasi Penentu Utama Mutu Pelayanan
Dengan cara melakukan riset pelanggan (kuesioner)
b) Mengelola Harapan Pelanggan
Hasil dari riset tersebut diolah dan kemudian kita membuat “janji” untuk
memenuhi harapan pelanggan tersebut.
Yang penting “janji” tersebut jangan muluk-muluk karena bisa membuat
pelanggan kecewa, TAPI lebih baik bila kita bisa memberikan lebih dari
yang kita janjikan.
c) Mengelola Mutu Jasa
Mutu jasa tidak terlepas dari perilaku sipenyedia jasa, seperti keramahan,
kecermatan, kesopanan, kejelasan, rasionalitas dll
d) Mengembangkan Budaya Mutu
Perlu dukungan dari semua anggota organisasi untuk mewujudkan budaya
mutu tersebut

Administrasi dan Manajemen Kesehatan Page 91


Dalam upaya penjagaan mutu ini, perlu diperhatikan empat hal utama yaitu:
1. standar kualitas,
2. aktivitas pelayanan yang berkualitas,
3. dokumentasi yang berkualitas,
4. dan evaluasi kualitas.

Budaya yang menganggap suatu aktivitas terhenti pada masa actuating masih melekat
pada kita. Sehingga masa evaluasi seringkali terlalaikan. Evaluasi kinerja rumah sakit
dilaksanakan dalam dua sudut pandang yaitu internal and external evaluation. Evaluasi
internal dilaksanakan oleh satuan kerja yang ada di rumah sakit. Contoh pelaksanaan
evaluasi internal misalnya adalah melalui Gugus Kendali Mutu (GKM), Problem Solving
for Better Health (PSBH), Total Quality Management (TQM), Audit Medik, dan Audit
Keperawatan.
Selain evaluasi internal juga dilaksanakan evaluasi eksternal, misalnya, yaitu
accreditation (Akreditasi) , ISO.
Accreditation atau akreditasi, menurut Depkes RI adalah suatu pengakuan yang diberikan
oleh pemerintah pada rumah sakit karena telah memenuhi standar yang ditentukan.
Akreditasi digunakan secara luas di dunia, menggunakan standar dan instrumen yang
disusun sendiri oleh kalangan kesehatan (peer review).
Fokus penilaiannya adalah pada penilaian struktur, proses, dan outcome dengan indikator
klinik. Akreditasi untuk rumah sakit sendiri memiliki indikator-indikator tersendiri.
Diantaranya adalah angka pasien dengan dekubitus, angka ketidaklengkapan pengisian
rekam medik, angka kejadian infeksi dengan jarum infus, angka keterlambatan yang
pertama gawat darurat (respon time), angka infeksi luka operasi.

Jenis Akreditasi versi Depkes RI


1) Akreditasi 5 pelayanan : Administrasi manajemen (24) , Pelayanan Medis (18),
Pelayanan Gawat darurat (31), Pelayanan Keperawatan (23), pelayanan Rekam
medik (16) Total 112 Parameter
2) Akreditasi 12 Pelayanan : Pelayanan Farmasi (16), Keselamatan Kerja,
Kebakaran, Kewaspadaan Bencana (27), Pelayanan Radiologi (18), Pelayanan

Administrasi dan Manajemen Kesehatan Page 92


laboratorium (23), Pelayanan Kamar operasi (25), Pelayanan Pengendalian Infeksi
(17), Pelayanan Perinatal resiko Tinggi (16). Total 254 parameter
3) Akreditasi 16 Pelayanan : Pelayanan Rehabilitasi Medik (16), Pelayanan Gizi
(17), Pelayanan Intensif (17), Pelayanan Darah (15) Total 319 parameter

Setiap RS WAJIB melakukan Akreditasi 5 pelayanan dan kemudian bisa meningkatkan


menjadi 12 pelayanan setelah 3 tahun dan kemudian bisa meningkatkan lagi menjadi 16
pelayanan setelah 3 tahun lagi.
Setiap RS yang baru diWAJIBkan sudah melakukan Akreditasi Dep.Kes, maksimal 1
tahun setelah operasionalnya
Rumah sakit dapat mendaftar untuk dinilai Akreditasi bila sudah melakukan self
assesment denagn nilai 80-85.
PATIENT SAFETY

MENGAPA perlu Patien Safety


1. Laporan WHO (10 Fakta Keselamatan Pasien) :
 Dinegara maju : 1 dari 10 pasien dirawat mengalami cidera
 Dinegara berkembang lebih tinggi (Risiko infeksi 20 X lipat )
 Setiap saat 1,4 jt orang didunia menderita infeksi di RS
 Min 50% peralatan medik dinegara berkembang tidak layak
 Setiap th 1,3 jt kematian disebabkan injeksi yg tdk aman
 Di Penerbangan & Nuklir rasio safety 1: 1 juta TAPI Di Yankes rasio
2. Di AS
 Kesalahan pemberian obat di AS 34-56%
 Kesalahan Bedah 1:50 pasien rawat
3. Di INGGRIS : Tiap hari terjadi kelalaian medik
4. Di INDONESIA (di Yogya) menurut Iwan D. MMedSc,Phd:
 Medication Errors di ICU mencapai 96 %(tidak sesuai indikasi, tidak sesuai
dosis dll)
 Medication Errors di Puskesmas mencapai 80 %

Administrasi dan Manajemen Kesehatan Page 93


5. Di INDONESIA (Jakarta th 2005) :
 Pidana : 48 kasus di PoldaMetro
 Perdata :160 kasus ke LBH Kesehatan
6. LAPORAN INSIDEN KE KKPRS PERSI (SEPT 2006-AGUST 2007)
 Asal Propinsi yang melapor 9 propinsi dengan 3 terbanyak adalah DKI,
JATENG & Yogyakarta

 Rincian kejadian :
• Fraktur fibula TIDAK TERDETEKSI , hanya di hecting di UGD
• Salah tulis nama bayi, BAYI TERTUKAR
• Kasus multi trauma di CT Scan tapi belum distabilkan shg pasien
MENINGGAL
• Perawat melakukan persiapan operasi (cukur bulu mata), TAPI dr blum
menentukan mata yang akan diVitrektomi krn masih konsul ke dr 1 & dr
2]
• Gips tanpa jendela, shg KAKI BUSUK
• Pasien TB diberi MDT, konsul ke Paru diberi MDT juga (double MDT)
• Salah baca obat : Ottopan diberi Ottopain TT
• Salah dosis : 1,5 mg menjadi 1,5 ml

PENGERTIAN PATIENT SAFETY


Keselamatan pasien adalah suatu sistem dimana rumah sakit membuat asuhan
pasien lebih aman.
Sistem tersebut meliputi : ASSESMENT RISIKO, IDENTIFIKASI &
PENGELOLAAN RISIKO (LAPORAN & ANALISA), BELAJAR DARI
INSIDEN (TINDAK LANJUT & IMPLEMENTASI SOLUSI

Administrasi dan Manajemen Kesehatan Page 94


TUJUAN PATIENT SAFETY
1) Terciptanya budaya keselamatan pasien di rumah sakit.
2) Meningkatnya akuntabilitas rumah sakit terhadap pasien dan masyarakat.
3) Menurunnya kejadian tidak diharapkan (KTD) di rumah sakit.
4) Terlaksananya program-program pencegahan sehingga tidak terjadi
pengulangan kejadian tidak diharapkan
5) Menciptakan lingkungan yang aman bagi karyawan dan pengunjung Santosa
Bandung International Hospital
6) Mempertahankan reputasi Santosa Bandung International Hospital.
7) Memberikan pelayanan yang efektif dan efisien

MANFAAT
1) Budaya safety meningkat & berkembang
2) Komunikasi dengan pasien berkembang
3) Kejadian tidak diharapkan (KTD) menurun.
4) Resiko klinis menurun
5) Keluhan berkurang
6) Mutu pelayanan rumah sakit meningkat
7) Citra rumah sakit dan kepercayaan masrakat meningkat, diikuti dengan
kepercayaan diri yang meningkat

7. LANGKAH MENUJU PATIENT SAFETY


 Membangun kesadaran akan nilai keselamatan pasien.
 Memimpin & mendukung staf untuk komitmen & fokus pada keselamatan
pasien di rumah sakit
 Integrasikan manajemen resiko
 Sistem pelaporan di rumah sakit
 Komunikasi terbuka dengan pasien
 Belajar & berbagi pengalaman keselamatan pasien
 Cegah cedera melalui implementasi keselamatan pasien

Administrasi dan Manajemen Kesehatan Page 95


BAB XIV

MASALAH-MASALAH PADA PELAYANAN KESEHATAN

 Masalah adalah kesenjangan antara teori dengan kenyataan


 Masalah adalah kesenjangan antara harapan dengan kenyataan

 Masalah program kesehatan adalah masalah yang berkaitan dengan pelaksanaan


manajemen kesehatan.
 Masalah kesehatan masyarakat adalah penyakit yang berkembang pada kelompok
masyarakat tertentu, pada waktu dan tempat tertentu.

Pemerintah mempunyai kewajiban untukm menyelenggarakan pelayanan kesehatan yang


baik untuk melindungi masyarakat yang ada diwilayah kerjanya. TAPI dalam
pelaksanaannya banyak sekali masalah yang ditemukan.

MASALAH DI ORGANISASI KEMASYARAKATAN


 Ada beberapa anggota masyarakat yang tidak ingin berprastipasi dengan kegiatan
program kesehatan yang dilakukan
 Banyak masyarakat yang mengabaikan peran PUSKESMAS didekat tempat
tinggalnya dan malah memilih berobat ke rumah sakit
 Motivasi masyarakat dalam memanfaatkan program kesehatan masih sangat
kurang
 Kegiatan KB terhambat karena tidak adanya dukungan daro tokoh masyarakat

MASALAH KOMUNIKASI, INFORMASI & EDUKASI (KIE)


1. Banyak orang tua yang tidak memahami pentingnya imunisasi untuk anak mereka
2. Banyak ibu-ibu yang tidak memahami pesan kunci untuk persiapan &
pelaksanaan imunisasi

Administrasi dan Manajemen Kesehatan Page 96


3. Pesan KB tidak diterima baik oleh kelompok masyarakat tertentu karena pengaruh
agama yang kuat
4. Beban kerja yang berat sehingga petugas kesehatan kurang memberikan informasi
kesehatan kepada masyarakat
5. Banyak orang tua yang kurang memperhatikan perubahan berat badan anak-anak
mereka
6. Banyal orang tua yang tidak mengetahui pentingnya memantau pertumbuhan anak
7. Paramedis kesulitan untuk meyakinkan ibu-ibu mengenai pentingnya memberikan
ASI inklusif kepada anak mereka
8. Program Makan Tambahan kurang mamputivasi ibu-ibu untuk memberikan
makanan yang bergizi pada anak-anaknya di rumah

MASALAH PADA SISTEM INFORMASI (PENCATATAN & PELAPORAN)


1. Kader kesehatan kurang terlatih dan tidak mampu membuat catatan.
2. Kader kesehatan tidak mampu menyusun informasi yang diperlukan, tidak mapu
menggunakan catatan kesehatan untuk menentukan masalah kesehatan
masyarakat yang serius serta menentukan siapa saja dari anggota keluarga yang
terlibat
3. Adanya anggapan bahwa membuat catatan dan laporan memerlukan banyak
waktu
4. Kader kesehatan tidak memiliki pengetahuan dasar yang memadai untuk
memberikan tanggapan yang wajar atas pertanyaan penduduk, sehingga kesulitan
dalam meberikan konseling.
5. Kader kesehatan tidak dapat mencatata berat badan anak dengan benar pada
grafik
6. Petugas Puskesmas membuat catatan dengan buruk

Administrasi dan Manajemen Kesehatan Page 97


MASALAH DI BIDANG PERSONEL & PELATIHAN
1. Kinerja kader kesehatan sangat menurun
2. Kader kesehatan memiliki motivasi yang rendah dalam menjalankan tugasnya
3. Kader kesehatan merasa tidak dihargai oleh penduduk yang dilayani
4. Pekerja Keluarga Berencana tidak diterima oleh masyarakat sekitar.
5. Kekurangan jumlah petugas kesehatan
6. Staf tidak punya cukup waktu untuk melaksanakan tugas dengan sewajarnya
7. Terlalu banyak tugas yang diberikan kepada kader (tugas-tugasnya kurang jelas
skala prioritasnya)

MASALAH DIBIDANG LOGISTIK


1. Tempat penyimpanan vaksin tidak sesuai dengan standar (pengaturan suhunya)
2. Alat-alat tidak dilkalibrasi, sehingga datanya tidak akurat

MASALAH DIBIDANG PENGAWASAN


1. Pimpinan jarang melakukan pengawasan
2. Pengawasan kurang memadai terhadap pemantauan Kembang Anak dan terhadap
kegiatan konseling

Sehingga pada akhirnya kesempatan imunisasi sering tidak dimanfaatkan oleh


masyarakat

PROSES PEMECAHAN MASALAH


1. Identifikasi masalah
2. Tentukan masalah yang pokok
3. Identifikasikan sebab-sebab masalah
4. Mengumpulkan data-data pendukung
5. Identifikasikan semua solusi yang memungkinkan
6. Tentukan solusi yang paling tepat
7. Pelaksanaan solusi yang efektif
8. Evaluasi

Administrasi dan Manajemen Kesehatan Page 98

Anda mungkin juga menyukai