Anda di halaman 1dari 89

MODUL

MATA KULIAH MANAJEMEN DAN


ADMINISTRASI FARMASI

DI SUSUN OLEH:
WEMPI EKA RUSMANA, S.Farm., M.M., Apt
EMYLIA FISKASARI, S.Si., Apt., M.M

POLITEKNIK PIKSI GANESHA


BANDUNG
2018
1
Kata Pengantar

Puji Syukur ke hadirat Allah SWT., karena berkat Ridho-Nya modul Manajemen dan
Administrasi Farmasi bagi mahasiswa D III Farmasi.

Modul ini dibuat agar mahasiswa Farmasi mengetahui dan mengerti serta dapat
menerapkan dengan baik dan benar tentang sistem Manajemen dan Administrasi Farmasi, etika
dalam melakukan promosi yang sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Modul ini merupakan rangkuman dari berbagai buku, dengan maksud agar mahasiswa
mudah memperoleh kepustakaan dalam ilmu manajemen pemasaran khususnya yang
berhubungan dengan manajemen dan Administrasi farmasi. Selain itu juga berisikan tentang
tugas-tugas yang diberikan kepada mahasiswa selama perkuliahan berlangsung.

Akhir kata kami ucapkan terimakasih kepada DR.H..K.Prihartono A.H., S.Sos., S.Kom.,
M.M selaku Direktur Politeknik Piksi Ganesha yang telah memberikan kesempatan dan
kepercayaan kepada kami untuk menyusun bahan ajar dan modul ini.

Modul ini masih banyak kekurangannya, namun dengan segala kerendahan hati kami
menerima masukan untuk pengkayaan isi modul ini satu dan lain hal untuk kemajuan Program
studi D III Farmasi.

Bandung, April 2018

Tim Penyusun

2
DAFTAR ISI
Halaman
Kata Pengantar ii
Pengantar Dari Sekber iii
Daftar Isi iv
BAB I : RUANG LINGKUP ADMINISTRASI
A. Pengertian Administrasi dan Manajemen 1
B. Ruang Lingkup Manajemen 3
C. Hubungan Antara Administrasi, Organisasi dan Manajemen 4
D. Unsur / Sarana Manajemen ( Tools of Management ) 5
E. Prinsip – Prinsip Manajemen 7
Efisiensi dan Efektifitas 8
BAB II : FUNSGI – FUNGSI MANAJEMEN
A. Beberapa Pendapat Tentang Fungsi Manajemen 10
B. Fungsi Perencanaan 11
C. Fungsi Pengorganisasian 17
D. Penggerakan ( Actuating ) 24
Pengawasan ( Controlling ) 26
BAB III : PRINSIP – PRINSIP POKOK DALAM BIDANG AKUNTANSI
A. Pendahuluan 32
B. Pihak – Pihak Yang Memerlukan Informasi Akuntansi 33
C. Prinsip – Prinsip dan Fungsi Akuntansi 34
D. Bidang – Bidang Akuntansi dan Profesi Akuntan 36
E. Siklus Akuntansi 38
F. Klasifikasi Perkiraan 41
G. Persamaan Akuntansi 45
H. Laporan Keuangan Dari Hasil Persamaan Akuntansi 49
I. Pengaruh Transaksi Perkiraan Tertentu Terhadap Persamaan 50
Akuntansi
J. Analisa Transaksi dan Kejadian 51
K. Jurnal ( Journal ) 52
L. Buku Besar ( Ledger ) 53
M. Memindahkan Data Jurnal ke Dalam Buku Besar 54
BAB IV : AKUNTANSI PERUSAHAAN JASA
A. Jurnal Umum 59
B. Cara Menjurnal 59
C. Pengertian Ledger 62
D. Posting 62
E. Neraca Saldo 68
F. Memperbaiki Kesalahan 70
G. Penyesuaian 71
H. Neraca Lajur ( work sheet ) 72
I. Jurnal Penutup 75
J. Neraca Saldo Penutupan 79
K. Laporan Keuangan 80

3
BAB I
RUANG LINGKUP ADMINISTRASI,
DAN MANAJEMEN

Sudah menjadi ketentuan Tuhan Yang Maha Kuasa, bahwa manusia hidup di muka bumi
ini tidak terlepaskan dari kebutuhan. Dari berbagai kebutuhan itu, manusia tidak dapat
memenuhinya secara sendirian, tetapi memerlukan orang lain. Karena adanya saling
ketergantungan, maka mereka perlu bekerja sama sehingga kebutuhan-kebutuhan atau tujuan
tersebut lebih mudah dicapai.
Kondisi seperti ini akan terjadi secara terus-menerus di masyarakat dengan berbagai jenis
tujuannya. Semakin besar tujuan yang ingin dicapai semakin banyak pula orang yang diajak
bekerja sama. Dengan kata lain bahwa untuk mencapai tujuan tertentu yang tidak dapat dicapai
secara sendirian, maka diperlukan orang lain (dua orang atau lebih) dan harus bekerja sama.
Suatu rangkaian kegiatan yang mengandung adanya faktor sekelompok orang, faktor kerja sama,
dan faktor tujuan tertentu yang diusahakan untuk dicapai sering disebut administrasi. Dalam hal
ini dapat dinyatakan bahwa suatu administrasi dapat terjadi apabila terdapat faktor-faktor :
 sekelompok orang (dua orang atau lebih),
 kerja sama, dan
 tujuan yang hendak dicapai.

A. Pengertian Administrasi dan Manajemen

1. Pengertian administrasi

Dilihat dari asal katanya (etimologi), kata administrasi dalam bahasa Inggris administration,
berasal dari kata administrare (bahasa Latin), yaitu suatu kata kerja yang berarti melayani,
membantu, dan memenuhi. Sering pula diartikan ad yaitu intensif dan ministrare yang berarti
melayani. Jadi, administrasi berarti melayani secara intensif.

Pengertian sempit
Administrasi dalam pengertian sempit, berasal dari bahasa Belanda "administratie" yang
artinya suatu pekerjaan ketatausahaan dan kesekretarisan. Misalnya pekerjaan surat-
menyurat, dokumentasi, dan kearsipan.
Dalam buku Ensiklopedi Administrasi juga dinyatakan bahwa administrasi dalam arti tata
usaha ini berasal dari kata administratie (bahasa Belanda) diartikan setiap penyusunan
keterangan-keterangan secara sistematis dan pencatatannya secara tertulis dengan maksud
untuk memperoleh suatu ikhtisar mengenai keterangan-keterangan itu dalam
keseluruhannya dan dalam hubungannya satu sama lain.
Secara singkat dapat dinyatakan bahwa administrasi dalam pengertian sempit yang diartikan
tata usaha, yaitu segala kegiatan yang berkaitan dengan menghimpun, mencatat, mengolah,
menggandakan, mengirim, dan menyimpan keterangan-keterangan yang diperlukan dalam
setiap kantor (usaha kerja sama).

1
Pengertian luas
Dari gambaran yang diutarakan pada pendahuluan maka dalam pengertian luas,
administrasi dapat didefinisikan proses penyelenggaraan usaha, kerja sama dari
sekelompok orang (dua orang atau lebih) berdasarkan tingkat pemikiran tertentu untuk
mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

Dari pengertian tersebut administrasi dapat dilihat dari tiga sudut, yaitu sebagai berikut :
(a) Sudut proses
Administrasi adalah keseluruhan proses yang meliputi kegiatan pemikiran-pemikiran,
pengaturan-pengaturan yang dimulai dari penentuan tujuan sampai dengan
pelaksanaan/ penyelenggaraan sehingga tercapai tujuan.

(b) Sudut fungsional


Administrasi adalah keseluruhan fungsi yang dilakukan secara sadar oleh setiap orang
atau kelompok-kelompok menurut fungsinya untuk mencapai tujuan.

(c) Sudut institusional


Administrasi adalah keseluruhan orang-orang, baik orang per orang atau kelompok-
kelompok yang menjalankan kegiatan-kegiatan ke arah tercapainya tujuan. Adapun
orang-orang yang dimaksud di atas adalah sebagai berikut.
 Administrator adalah mereka yang menetapkan kebijaksanaan atau tujuan yang
akan dicapai.
 Manajer adalah mereka yang memimpin pelaksanaan kerja serta mengerahkan
segala fasilitas kerja untuk mencapai tujuan.
 Staff/pembantu ahli adalah mereka yang membantu administrator atau manajer
berdasarkan keahliannya.
 Pekerja (worker) adalah mereka yang melaksanakan pekerjaan secara langsung di
bawah perintah manajer.

2. Berbagai Definisi Manajemen

 Menurut George Robert Terry, Manajemen adalah pencapaian tujuan yang telah
ditetapkan sebelumnya dengan melalui kegiatan orang lain .

 Menurut Mery Parket Follet, Manajemen adalah seni untuk melaksanakan sesuatu
pekerjaan melalui orang lain.

 Menurut James AF. Stoner, manajemen adalah perencanaan, pengorganisasian,


pengarahan dan pengendalian upaya anggota organisasi dan penggunaan semua
sumber daya organisasi untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

Pokok pikiran tentang definisi manajemen adalah


 Adanya tujuan
 Adanya aktivitas / kegiatan
 Adanya proses
POAC terhadap anggota dan sumber daya :
Planning = Perencanaan
Organizing = Pengorganisasian
Actuating = Penggerakan / Pengarahan
Controlling = Pengendalian / pengawasan

B. Ruang Lingkup Manajemen

Menurut Drs. Soekarno, K. menggolongkan administrasi sebagai berikut.

1. Administrasi negara (public administration), adalah administrasi yang dilakukan untuk


mengatur urusan-urusan yang menyangkut kepentingan-kepentingan umum suatu negara.
Administrasi negara meliputi hal-hal sebagai berikut :
a) Administrasi pemerintahan negara, adalah seluruh tindakan yang dilakukan untuk
melaksanakan kebijaksanaan pemerintah dalam memberikan pelayanan kepada
masyarakat, yang meliputi:
 Administrasi sipil, adalah seluruh kegiatan yang dilakukan oleh departemen
dannon departemen mulai dari kegiatan kelurahan sampai dengan kegiatan MPR
 Administrasi militer, adalah seluruh kegiatan yang dilakukan/diseleng-garakan
oleh angkatan bersenjata.

b) Administrasi perusahaan negara, yaitu administrasi yang diselenggarakan dalam


organisasi perusahaan milik negara berupa BUMN ( Badan Usaha Milik Negara )
seperti Perum, Perjan, PN ; PT

2. Administrasi swasta (private administration ), adalah seluruh kegiatan dan tindakan swasta
yang tujuan utamanya untuk kepentingan sendiri atau golongan. Administrasi swasta meliputi
hal-hal sebagai berikut:
a) Administrasi niaga (business administration), adalah seluruh kegiatan dan tindakan
swasta di bidang niaga yang bertujuan untuk mencari keuntungan bagi dirinya
sendiri atau golongan.

b) Administrasi nonniaga (nonbusiness administration), adalah seluruh kegiatan dan


tindakan swasta di bidang usaha-usaha sosial, budaya, dan kemasyarakatan, seperti
Yayasan dan LSM ( Lembaga Swadaya Masyarakat ).

3. Administrasi internasional (international administration), adalah seluruh kegiatan dan


tindakan yang dilakukan oleh organisasi-organisasi internasional untuk memenuhi kepentingan
negara-negara anggotanya. Administrasi ini meliputi hal-hal sebagai berikut :
a) Administrasi niaga internasional (business international administration) adalah
seluruh kegiatan dan tindakan dari organisasi internasional dalam perniagaan atau
perekonomian.Misalnya : OPEC, MEE.
b) Administrasi non niaga internasional (Non Business International Adminis-tration),
adalah seluruh kegiatan dan tindakan yang dilakukan oleh organisasi-organisasi
internasional di bidang usaha-usaha sosial, budaya maupun kemasyarakatan.
Misalnya: UNICEF.

Bagan Ruang Lingkup / Objek Atau Penggolongan Administrasi

Administrasi

Adm. Negara Adm. Swasta Adm. Internasional

Adm. Adm. Adm. Adm. Adm. Adm.


Pemerintah Perusahaan Niaga Nonniaga Niaga Nonniaga

- PN - PT - Yayasan - OPEC - WH O
- Perjan - CV - LSM - MEE - UNESCO
- Perum
- PT

Adm. Adm.
Sipil Militer

C. Hubungan Antara Administrasi, Organisasi dan Manajemen

 Administrasi merupakan proses / usaha kerja sama untuk mencapai tujuan. Tujuan inti
dari administrasi adalah manajemen.
 Manajemen merupakan orang – orang dari dalam organisasi itu terutama pihak
pimpinan guna mencapai tujuan yang telah ditetapkan administrasi.
 Organisasi merupakan suatu wadah dimana manajer berusaha melaksanakan kegiatan
untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan administrasi.
 Inti dari manajemen adalah kepemimpinan ( leadership ).
 Kepemimpinan adalah kemampuan seseorang mempengaruhi perilaku orang agar mau
bekerja secara sukarela untuk mencapai tujuan.
 Inti dari kepemimpinan adalah kemampuan pimpinan untuk mengambil keputusan.
 Inti pengambilan keputusan adalah adanya hubungan antara manusia baik dalam
organisasi maupun diluar organisasi untuk memperoleh informasi.
Bila digambarkan hubungan administrasi dengan organisasi, manajemen kepemimpinan,
pengambilan keputusan, hubungan antar manusia adalah sebagai berikut :

1 2 3 4 5 6

Keterangan :
1. Administrasi
2. Organisasi
3. Manajemen
4. Kepemimpinan
5. Pengambilan keputusan
6. Hubungan antar manusia

D. Unsur / Sarana Manajemen (Tools of Management)

Manajemen dapat dilaksanakan dengan baik apabila dilengkapi dengan alat – alat atau
sarana ( tools of management ). Sarana – sarana manajemen adalah meliputi 6 M, yaitu :
(1) Men ( orang )
(2) Money ( uang )
(3) Materials ( bahan – bahan )
(4) Methode ( cara )
(5) Machines ( mesin )
(6) Market ( pasar )

(1) Men ( orang )


Men (orang) merupakan sarana yang paling penting, dan faktor yang dominan serta
menentukan. Men adalah sarana yang istimewa karena ia dapat dikatakan sebagai subyek
dan dapat dikatakan sebagai obyek ( mempunyai fungsi ganda ).
Men sebagai subyek, karena dialah yang memulai suatu tindakan atau usaha (starter of
action) . Dia pula sebagai penggerak, motivator maupun dinamisator. Kalau diumpamakan
sebagai mesin maka ia berfungsi sebagai generator dari mesin tersebut.
Men sebagai obyek, karena ia dapat diatur dan digerakkan seperti sarana lainnya. Namun
kelebihannya ia mempunyai jiwa dan perasaan , sehingga perlu dihargai secara wajar sesuai
dengan harkat kemanusiaannya.

(2) Money ( uang )


Apabila men (orang) yang berfungsi sebagai subyek telah mengatur dan menentukan tujuan
organisasi, maka giliran selanjutnya diperlukan uang sebagai sarana utama mencapai tujuan.
Karena dengan uang itu dapat digunakan untuk membiayai tenaga kerja, membeli material
dan mesin serta dapat digunakan untuk membiayai penelitian cara – cara (methode) kerja.
Money dapat digunakan pula untuk membiayai pemasaran. Pokoknya uang dapat digunakan
untuk berbagai keperluan dalam mencapai tujuan. Agar uang dapat berguna secara efektif
dan efisien maka perlu diatur oleh orang / bidang yang ahli yaitu finansial manajemen.

(3) Materials ( bahan – bahan )


Setelah uang tersedia, maka kita harus menyediakan material sebagai sarana pokok dalam
usaha produksi maupun perdagangan. Material dapat berupa bahan mentah, bahan setengah
jadi maupun bahan jadi.

(4) Methode ( cara )


Apabila bahan baku telah tersedia maka ia harus diolah untuk menjadi barang jadi. Dalam
rangka pengolahan inilah diperlukan suatu cara tertentu yang sangat efektif dan efisien.
Cara ( methode ) yang digunakan dalam proses produksi harus merupakan standard
sehingga dapat digunakan oleh semua pegawai demi keseragaman kerja, mempermudah
pengawasan serta mencegah hasil produksi yang tidak memuaskan.

(5) Machines ( mesin )


Mesin merupakan sarana penting dalam dunia modern. Bekerja dengan menggunakan
mesin akan sangat membantu mempercepat, memperlancar proses penyelesaian pekerjaan,
serta melipat gandakan hasil produksi. Karena itulah mesin sangat dibutuhkan sebagai
sarana yang menguntungkan usaha produksi dan perdagangan terutama dalam menghadapi
saingan usaha.

(6) Market ( pasar )


Apabila barang jadi telah menumpuk, maka kewajiban selanjutnya adalah melemparkan
barang tersebut ke pasar. Kegiatan dalam bidang pemasaran merupakan kegiatan puncak,
kegiatan yang menentukan apakah hasil jerih payah kita dapat diterima oleh konsumen atau
tidak.
Tanpa keahlian bidang pemasaran, barang hasil produksi tidak dapat dijadikan uang, semua
pegawai tidak dapat digaji, kelanjutannya terjadi pemogokan, hambatan dan kerugian yang
diderita perusahaan.

E. Prinsip – Prinsip Management


Dalam melaksanakan management diperlukan dalil khusus yang dapat dijadikan pedoman
oleh para manager dalam melaksanakan tugasnya, yang disebut Prinsip – Prinsip Management.
Menurut Hendry Fayol, ada 14 prinsip – prinsip management, yaitu :
(1) Pembagian kerja ( Devision of Work )
(2) Otoritas / wewenang ( Authority )
(3) Disiplin ( Dicipline )
(4) Kesatuan Perintah ( Unity of Command )
(5) Kesatuan Arah ( Unity of Direction )
(6) Mengutamakan Kepentingan Umum Diatas Kepentingan Pribadi ( Sub Ordination Of
Individual Interest To The Comman Good )
(7) Pemberian Upah ( Remuneration )
(8) Pemusatan ( Centralization )
(9) Jenjang Jabatan ( The Hierarchy )
(10) Tata Tertib ( Order )
(11) Kesamaan ( Equity )
(12) Kestabilan Staf ( Stability of Staff )
(13) Inisiatif ( Initiative )
(14) Semangat Korps ( Esprit de Corps )

Untuk lebih mudah diingat, bagi kita cukup membahas 7 (tujuh) prinsip management sebagai
berikut :

(1) Pembagian Kerja ( Devision of Work )


Sebelum pekerjaan dilaksanakan, terlebih dahulu diadakan pembagian pekerjaan. Setiap
pegawai ditempatkan sesuai dengan kemampuan, pendidikan, keterampilan serta sesuai
dengan keadaan fisik dan psikisnya (the right men on the right place).

(2) Wewenang dan Tanggung Jawab ( Autority and Responsibility )


Dalam pembagian pekerjaan harus disertakan dengan pelimpahan wewenang dan tanggung
jawab. Setiap wewenang dan tanggung jawab yang diberikan kepada bawahan harus jelas
batasannya serta harus menganut prinsip keseimbangan antara wewenang dan tanggung
jawab tersebut.
Apabila wewenang terlalu berlebihan dibandingkan dengan tanggung jawab yang diterima,
maka akan terjadi tindakan sewenang – wenang dari pejabat yang menerima wewenang
tersebut terhadap bawahannya. Sebaliknya apabila tanggung jawab berlebihan dibandingkan
dengan wewenang yang diterima maka bawahan yang menerima wewenang dan tanggung
jawab tersebut tidak dapat melaksanakan tugas dan tanggung jawab tersebut dengan sebaik
– baiknya.

(3) Prinsip Kesatuan Komando ( Unity of Command )


Komando atau perintah terhadap bawahan harus sama dari atas sampai bawah (satu bahasa)
serta harus berasal dari sumber yang sama / satu. Maksudnya agar dalam pelaksanaan tugas,
bawahan tidak bimbang dan ragu serta jelas kemana ia harus bertanggung jawab.

(4) Prinsip KISS : ( Koordinasi, Integrasi, Sinkronisasi dan Simplikasi )


Koordinasi ialah segala kegiatan untuk menghimpun dan sekaligus untuk mengarahkan
kegiatan – kegiatan semua sarana atau alat – alat ( 6M ) untuk mencapai tujuan organisasi.
Atau usaha kerja sama antara badan atau unit / bagian dalam pelaksanaan tugas tertentu
dengan jalan sedemikian rupa sehingga terdapat saling pengertian, saling mengisi, saling
membantu dan melengkapi untuk mempermudah mencapai tujuan yang ditentukan.

Integrasi ialah usaha untuk menyatukan berbagai bagian atau unit dalam organisasi
sehingga merupakan suatu kebulatan pemikiran maupun tindakan ke arah satu sasaran.

Sinkronisasi ialah usaha untuk menyelaraskan atau menyesuaikan kegiatan dari berbagai
bagian guna mencapai keserasian atau keharmonisan tindakan dalam mencapai sasaran.

Simplikasi ialah usaha untuk melakukan penyederhanaan didalam organisasi maupun


penyederhanaan dalam dalam system atau cara kerjasupaya terjadi penghematan tenaga,
waktu dan biaya sehingga tercapai tujuan yang diinginkan. Penyederhanaan ini perlu
dilakukan apabila terjadi kelesuan dalam bidang pemasaran, terjadi penurunan produksi
sehingga pemasukan tidak sesuai dengan pengeluaran.

(5) Prinsip Tertib dan Disiplin


Suatu ketertiban dan disiplin dalam setiap usaha amat penting, sebab dengan menjalankan
tertib dan disiplin pekerjaan dapat diselesaikan pada waktu yang telah ditentukan. Dengan
disiplin dan tertib mutu kerja akan meningkat pula.
Misal semboyan dalam bahasa latin : UBI ORDO DEFICIT NULIA VIRTUS SUFICIT,
yang artinya dimana tidak berlaku ketertiban disana tidak akan tercapai mutu yang tinggi.

(6) Prinsip Semangat Kesatuan atau Prinsip Expirit De Korps


Setiap orang yang bekerja sama dalam suatu usaha perlu memiliki jiwa kesatuan, rasa
senasib dan seperjuangan, mulai dari tingkat yang paling atas sampai paling bawah. Dengan
semangat korps setiap orang akan bekerja dengan senang hati dan akan timbul inisiatif serta
prakarsa untuk memajukan usaha.

(7) Prinsip Keadilan dan Kejujuran


Semangat kesatuan akan terbina jika dalam usaha itu berlaku keadilan dan kejujuran. Adil
pula dalam pembagian pendapatan ( upah ) sesuai dengan berat ringannya tugas dan
tanggung jawab seseorang. Kejujuran disini berarti bekerja pertama – tama untuk
kepentingan bersama dalam organisasi dan bukan mendahulukan kepentingan pribadi.

F. Efisiensi dan Efektifitas

Efisiensi dan efektifitas merupakan dua konsepsi utama untuk mengukir prestasi kerja
( performance ) management.

1. Pengertian Efisiensi
Adalah kemampuan untuk menyelesaikan suatu pekerjaan dengan benar, yang berarti untuk
mencapai hasil tertentu dengan pengorbanan sekecil – kecilnya. Contohnya :

In put Rugi
Out
put In put > Out put

In put Out put Break Even Point


In put = Out put

Out put Laba


In
put In put < cukup

2. Pengertian Efektifitas
Merupakan kemampuan untuk memilih tujuan yang tepat atau peralatan yang tepat untuk
pencapaian tujuan yang ditetapkan. Jadi seorang manager efektif adalah manager yang dapat
memilih pekerjaan yang harus dilakukannya atau methode yang tepat untuk mencapai tujuan.
BA
B II
FUNGSI – FUNGSI MANAJEMEN

A. Beberapa Pendapat Tentang Fungsi Manajemen

Terdapat banyak sekali pendapat tentang fungsi-fungsi manajemen oleh para pakar yang
berbeda-beda. Perbedaan terletak pada penggunaan istilahnya, tetapi pada prinsipnya pola
pemikiran mereka tidak banyak berbeda. Dari sekian banyak pakar, terlihat Henry Fayol yang
mengemukakan pendapatnya sejak dini dengan menyebutkan bahwa fungsi-fungsi manajemen
meliputi:
1. perencanaan (planning);
2. pengorganisasian (organizing);
3. pemberian komando (commanding);
4. pengkoordinasian (coordinating); dan
5. pengawasan (controlling).
Kemudian pada abad modern ini bermunculan pakar-pakar dengan pendapatnya, sebagai
berikut :
1 George Robert Terry, merumuskan fungsi-fungsi manajemen adalah :
 perencanaan (planning);
 pengorganisasian (organizing);
 penggerakan (actuating); dan
 pengawasan (controlling).

2 Selanjutnya Harold Koontz dan Cyril O Donnel, berpendapat bahwa fungsi-fungsi


manajemen adalah:
 perencanaan (planning);
 pengorganisasian (organizing);
 pengadaan tenaga kerja (staffing);
 pengarahan/pembimbingan (directing); dan
 pengawasan (controlling).

.3. Kemudian pendapat Luther M Gullick tentang fungsi-fungsi manajemen adalah:


 perencanaan (planning);
 pengorganisasian (organizing);
 pengadaan tenaga kerja (staffing);
 pengarahan/pembimbingan (directing);
 pengkoordinasian (coordinating);
 pelaporan (reporting); dan
 penganggaran (budgeting).
4. Prof. Dr. Sondang P Siagian, M.P.A. seorang pakar dari Indonesia, memberikan pendapat
tentang fungsi-fungsi manajemen, adalah:
 perencanaan (planning);
 pengorganisasian (organizing);
 pemberian motivasi (motivating);
 pengawasan (controlling); dan
 penilaian (evaluating).

Di atas telah dikemukakan bahwa walaupun pendapat-pendapat dari pakar berbeda-beda,


tetapi pola pemikirannya tidak banyak berbeda/sama. Kesamaan pola pemikiran mereka terlihat
dengan membandingkan fungsi-fungsi manajemen tersebut, misalnya :
 fungsi budgeting menurut Gullick dapat dimasukkan ke dalam fungsi planning,
 fungsi staffing termasuk dalam organizing,
 fungsi commanding, coordinating, directing dan motivating dapat dimasukkan dalam
actuating,
 sedangkan fungsi controlling dapat berkembang menjadi reporting dan evaluating.
Jelaslah bahwa walaupun istilah-istilah dari fungsi-fungsi manajemen menurut para pakar
berbeda-beda sebenarnya mempunyai maksud yang sama.

B. Fungsi Perencanaan

1. Pengertian dan tujuan perencanaan


Sebelum kita membuat rumusan pengertian perencanaan, lebih baik kita perhatikan
rumusan pengertian perencanaan dari beberapa ahli sebagai berikut :
 Newman, perencanaan adalah pembuatan keputusan apa yang akan dilaksanakan /
dikerjakan.
 Louis A. Allen, perencanaan adalah penentuan serangkaian kegiatan atau tindakan
untuk mencapai hasil yang diinginkan.
 Beishline, perencanaan menentukan apa yang harus dicapai, dimana, bagaimana
hal tersebut harus dicapai, siapa yang harus bertanggung jawab dan mengapa hal
tersebut harus dicapai.

Kesimpulan rumusan pengertian perencanaan :


Adalah perumusan tentang apa yang akan dicapai serta tindakan – tindakan apa yang akan
dilakukan untuk mencapai tujuan yang dikehendaki dengan memperhitungkan kemampuan
yang dimiliki.

Jelasnya perencanaan dimaksudkan untuk memperoleh sesuatu dalam waktu yang akan
datang dan usaha mencapainya dengan cara yang efektif dan efisien. Secara lebih rinci
perencanaan mencakup kegiatan :
 Mempelajari dan meramalkan masa depan
 Menentukan sasaran / tujuan beserta fasilitas yang diperlukan dan memilih strateginya
 Membuat kebijaksanaan
 Membuat program kerja dan perhitungan waktu tiap kegiatan
 Menentukan prosedur kerja dan cara berhubungan antara kerabat kerja
 Menentukan rencana anggaran

Tujuan perencanaan
Penulis tidak menjelaskan secara langsung tujuan perencanaan, tapi akan menjelaskan
alasan dasar perlunya perencanaan dan manfaat perencanaan.

Alasan dasar perencanaan


 Untuk mencapai Protective Benefits yang dihasilkan dari pengurangan kemungkinan
terjadinya kesalahan dalam pembuatan keputusan.
 Untuk mencapai Positive Benefits dalam bentuk meningkatnya sukses pencapaian
tujuan organisasi.

Manfaat perencanaan
 Membantu management untuk menyesuaikan diri dengan perubahan lingkungan.
 Membantu dalam kristalisasi persesuaian pada masalah – masalah utama.
 Memungkinkan manager memahami keseluruhan gambaran operasi lebih jelas.
 Membantu penempatan tanggung jawab lebih tepat.
 Memberikan cara pemberian perintah untuk beroperasi.
 Memudahkan dalam melakukan koordinasi diantara berbagai bagian organisasi.
 Membuat tujuan lebih khusus, terperinci dan lebih mudah dipahami.
 Meminimumkan pekerjaan yang tidak pasti.
 Menghemat waktu, usaha dan dana.

2. Prinsip – prinsip perencanaan

Di samping unsur-unsur dan sifat-sifat yang dituntut dalam perencanaan, maka perencanaan
yang baik harus didasarkan pada prinsip-prinsip sebagai berikut :
 Membantu/mendukung terhadap tujuan manajemen.
 Mengisi atau memasuki setiap kegiatan di setiap tingkatan manajemen (pervasivity).
 Merupakan kegiatan utama dan pertama dari seluruh kegiatan manajemen (primacy
activity).
 Terkandung penghematan-penghematan dan ketepatan (effisiency).
 Adanya pilihan-pilihan terutama pilihan terhadap unsur-unsur manajemen (alternative).
 Merupakan faktor yang membatasi terhadap hal-hal yang ada manfaatnya (limiting
factors).
 Dapat menyesuaikan/mengikuti perkembangan atau perubaan-perubahan dari situasi
dan kondisi (flexibility).
 Merupakan arah yang dapat berubah, tetapi tujuan tetap sama (the same of purpose).
 Dapat mengatasi saingan yang juga membuat perencanaan (strategy).

3. Persyaratan suatu perencanaan


(a) Rencana harus mengandung unsure 5 W dan 1 H
 What : menerangkan nama proyek; nama kegiatan apa yang harus dikerjakan.
 Why : menerangkan tentang alasan mengapa kegiatan tersebut dilaksanakan.
 Where : menjelaskan dimana kegiatan / proyek itu harus dilaksanakan (menyatakan
tempatnya)
 When : menerangkan waktu bilamana kegiatan / proyek tersebut dilaksanakan.
 Who : menerangkan tentang siapa ( orangnya / organisasinya ) yang akan menjalankan
kegiatan tersebut.
 How : menerangkan bagaimana cara ; langkah – langkah prosedur pelaksanaan serta
anggaran yang digunakan agar proyek / kegiatan dapat berjalan lancar.

(b) Rencana harus bersifat rasional, fleksibel, pragmatis dan kontinyu.


 Rasional : berarti rencana harus dibuat berdasarkan data perhitungan yang matang dan
masuk akal.
 Fleksibel : berarti rencana itu harus dapat menyesuaikan diri dengan perkembangan
situasi dan kondisi yang selalu berubah.
 Pragmatis : berarti rencana itu harus berdaya guna atau mempunyai kegunaan bagi
kepentingan masyarakat.
 Kontinyu : yakni suatu rencana dibuat sedemikian rupa sehingga kegiatan yang kita
lakukan itu dapat berlangsung terus menerus dan berkelanjutan.

4. Macam – macam rencana

Hasil dari perencanaan adalah rencana. Dari hasil perencanaan ini ada bermacam-macam
dilihat dari berbagai sudut.
(a) Dilihat dari luas lingkupnya, rencana dibedakan menjadi empat macam.
 Rencana kebijaksanaan (policy plan), yaitu rencana tentang apa dan bagaimana cara
penyelenggaraan secara garis besar dan dengan data yang lengkap.
 Rencana program (program plan), adalah rencana yang memuat apa yang ingin dicapai
dan cara pelaksanaannya secara jelas dan dibuat berdasarkan fakta mutakhir.
 Rencana proyek (project plan), merupakan bagian-bagiannya dari rencana program.
 Rencana operational (operational plan), yaitu rencana yang memuat kegiatan-kegiatan
operational dan sasaran-sasaran yang akan dicapai.
(b) Dilihat dari jangka waktunya, rencana dibedakan menjadi tiga macam
 Rencana jangka panjang (long range plan), rencana yang pelaksanaannya memerlukan
waktu lebih dari 3 tahun.
 Rencana jangka menengah (medium plan) yaitu rencana yang pelaksanaannya
memerlukan waktu antara 1 sampai dengan 3 tahun.
 Rencana jangka pendek (short range plan), yaitu rencana yang pelaksanaannya
memerlukan waktu kurang dari satu tahun.

(c) Dilihat dari sudut materinya, rencana dibedakan :


 rencana kepegawaian;
 rencana keuangan;
 rencana industri;
 rencana pendidikan.
(d) Dilihat dari sudut daerah/wilayah pelaksanaannya, rencana dibedakan :
 rencana desa dan rencana antar desa;
 rencana kota dan rencana antar kota;
 rencana daerah dan rencana antar daerah;
 rencana nasional dan rencana internasional.
(e) Dilihat dari sudut umum/khusus, rencana dibedakan menjadi empat macam
 Rencana umum (general plan) adalah rencana yang dibuat secaaa garis besar dan
menyeluruh dari suatu kegiatan.
 Rencana khusus (specific plan) adalah suatu rencana yang dibuat secara terperinci.
 Rencana relasi kerja (network plan), yaitu rencana yang menunjukkan ke arah mana
rencana itu dipergunakan.
 Rencana semesta (overal plan), adalah rencana yang memberikan pola secara
keseluruhan dari pekerjaan yang harus dikerjakan.

5. Type – type perencanaan

Menurut John AF. Stonner dalam buku Management, ada 2 type rencana, yaitu :

(a) Rencana Strategis (Strategic Plan), yakni rencana yang dirancang untuk memenuhi tujuan
organisasi yang lebih luas dan mengimplementasikan misi yang memberikan alasab khas
keberadaan organisasi. Perencanaan strategis merupakan proses perencanaan jangka panjang
yang disusun dan digunakan untuk menentukan dan mencapai tujuan – tujuan organisasi.

(b) Rencana Operasional (Operational Plan), adalah penguraian lebih terperinci bagaimana
rencana – rencana strategis akan dicapai. Ada 2 type rencana operasional, yaitu :
(1) Rencana sekali pakai (single use plan), rencana ini dikembangkan untuk mencapai
tujuan – tujuan tertentu dan tidak digunakan kembali bila telah tercapai ; seperti
pembangunan gedung tertentu.
Type pokok rencana sekali pakai adalah :
 Program, meliputi serangkaian kegiatan yang relatif luas yang
menunjukkan langkah – langkah pokok yang diperlukan untuk mencapai
tujuan dan menentukan satuan / parameter anggota organisasi yang bertanggung
jawab atas setiap langkah serta menunjukkan urutan dan waktu setiap langkah,
dapat juga disertai anggaran bagi kegiatan yang diperlukan.

 Proyek, adalah rencana sekali pakai yang lebih sempit dan merupakan
bagian yang terpisah dari program, mempunyai ruang lingkup yang terbatas, arah
penugasan yang jelas dan waktu penyelesaian yang sudah ditentukan juga disertai
dengan anggaran tertentu.
 Anggaran (budget), adalah laporan sumber daya keuangan yang disusun untuk
kegiatan – kegiatan tertentu, dalam jangka waktu tertentu, yang merinci
pendapatan dan pengeluaran. Anggaran terutama merupakan peralatan koordinasi
dan pengawasan kegiatan – kegiatan organisasi dan komposisi penting dari
program dan proyek.

(2) Rencana – rencana tetap (standing plans), merupakan pendekatan standar untuk
penanganan situasi – situasi yang dapat diperkirakan dan terjadi berulang – ulang.
Rencana – rencana ini sekali ditetapkan akan terus diterapkan sampai perlu diubah
( dimodifikasi ) atau dihapuskan. Rencana – rencana tetap sangat membantu manager
menghemat waktu tanpa perlu membuat rencana ulang terhadap pembuatan keputusan
untuk situasi dan permasalahan yang sama.
Wujud umum rencana tetap adalah :
 Kebijaksanaan (policy) adalah pedoman umum pembuatan keputusan;
merupakan batas bagi keputusan untuk menentukan apa yang dapat dibuat dan
menutup apa yang tidak dapat dibuat. Kebijaksanaan dapat menyangkut masalah
penting maupun masalah sederhana, dapat ditetapkan secara formal maupun
muncul secara informal. Kebijaksanaan secara formal muncul karena untuk
meningkatkan efektifitas organisasi, untuk mencerminkan nillai – nilai pribadi
mereka ( pakaian seragam ) dan untuk menjernihkan berbagai konflik.

 Prosedur standar adalah suatu kebijaksanaan yang dilaksanakan dengan pedoman


yang lebih rinci. Prosedur standar memberikan sejumlah instruksi yang terinci
untuk pelaksanaan serangkaian kegiatan yang terjadi secara teratur. Manfaat
prosedur standar adalah menghemat usaha managerial, memudahkan
pendelegasian wewenang dan penempatan tanggung jawab, menimbulkan
pengembangan methode – methode operasi yang lebih efisien, memudahkan
pengawasan, memungkinkan penghematan personalia dan membantu kegiatan
koordinasi.

 Aturan ( Rules atau Regulations ), adalah pernyataan ( ketentuan ) bahwa suatu


kegiatan tertentu harus atau tidak boleh dilakukan dalam situasi tertentu. Dalam
melaksanakan suatu aturan, para anggota organisasi tidak mempunyai pilihan
melainkan harus mematuhinya. Contohnya tata tertib siswa selama praktikum
resep atau praktikum kimia.

6. Langkah penyusunan perencanaan

Menurut James AF Stoner dalam buku management, bahwa perencanaan dapat dipadatkan
menjadi empat langkah dasar. Keempat langkah perencanaan ini dapat disesuaikan dengan semua
kegiatan perencanaan pada semua tingkat di dalam organisasi atau perusahaan. Empat langkah
dasar penyusunan perencanaan adalah :
 Tetapkan tujuan atau seperangkat tujuan.
 Definisikan situasi saat ini.
 Identifikasi hal – hal yang membantu dan yang menghambat tujuan – tujuan
 Kembangkan rencana - rencana atau separangkat rencana atau perangkat tindakan
untuk mencapai tujuan

7. Penerapan rencana
Setelah kita mempalajari segala sesuatu yang berhubungan dengan rencana maka dibawah
ini akan diberi contoh pembuatan rencana dengan menerapkan pertanyaan 5W + 1H

 What : nama proyek : rencana pengadaan barang di apotik

 Why : tujuan : untuk mengisi barang yang sebagian besar telah terjual atau
untuk menjaga keseimbangan persediaan barang dengan penjualan.

 Who : siapa petugas pembelian : adalah kepala bagian pembelian


siapa penerima barang : kepala gudang
siapa suppier / pemasok barang : adalah para Pedagang Besar Farmasi
yang terpilih karena harga lebih murah , syarat pembayaran lebih
lama, barang diantar sampai apotik tepat waktu dan lain – lain.
siapa petugas pembuat surat pesanan : petugas bagian pembelian dan
untuk obat bius barang psikotropik ditanda tangani apoteker
siapa petugas pencatat : kepala gudang mencatat di buku harian
penerimaan barang dikartu stok. Bagian pembukuan / Akuntansi =
mencatat rekening / pembelian pada faktur
 Buku jurnal umum atau jurnal pembelian barang atas pembelian
barangsecara kredit
 Buku jurnal umum atau jurnal khusus pengeluaran kas bila
pembelian secara kontan
siapa petugas pembayaran : kepala bagian keuangan. Bila faktur
sudah jatuh tempo dibayarkan oleh kasir setelah mendapat
persetujuan kepala bagian keuangan / pemilik sarana apotik

 When : Bilamana / kapan pelaksanaan pembelian. Pada hari / tanggal / bulan


tertentu dimana jumlah persediaan sudah berada pada posisi Buffer
stock

 Where : Dimana lokasi supplier / pemasok / PBF. Apakah didalam kota atau
diluar kota atau harus di import sendiri

 How : Bagaimana metode / tehnis pelaksanaan pembelian


 Tentukan nama, jenis dan jumlah obat yang akan dipesan / dibeli
sesuai gudang obat apotik atau informasi dari bagian peracikan
obat atau penjualan bebas terhadap penolakan resep atau obat
baru yang sering ditulis dokter tapi belum tersedia di apotik
 Klasifikasi obat – obat yang akan dibeli sesuai dengan nama atau
alamat PBF yang sudah diseleksi dengan perkiraan yang sudah
dikonfirmasikan
 Buatkan surat pesanan untuk tiap – tiap PBF yang sudah ditanda
tangani oleh petugas yang berwenang
 Surat pesanan dikirim atau dimonitor sampai barang datang pada
saat dibutuhkan
 Penerimaan barang sesuai dengan ketentuan yang berlaku, yaitu
kesiapan bagian gudang, kesiapan bagian pembukuan dan
kesiapan bagian pembayaran

C. Fungsi Pengorganisasian (Organizing)

1. Pengertian

Pengertian pengorganisasian
Pengorganisasian adalah penyatuan, pengelompokkan, pengaturan orang – orang untuk
dapat digerakkan sebagai suatu kesatuan sesuai dengan rencana yang telah dirumuskan
menuju tercapainya tujuan yang telah ditetapkan.

Pengertian organisasi
Organisasi adalah suatu sistem kerja sama antara sekelompok orang dengan yang lainnya
secara teratur mengenai hubungan tugas, wewenang dan tanggung jawab dalam rangka
mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya.

Pengertian lain dari organisasi


Organisasi adalah sekelompok orang yang bekerja sama untuk mencapai tujuan tertentu.

2. Unsur – unsur organisasi


Dalam pengertian ini, unsur – unsur organisasi adalah sekelompok orang ( 2 orang atau lebih ),
adanya kerja sama dan adanya tujuan.

3. Sasaran dan tujuan pengorganisasian


Berkaitan dengan pengertian organisasi di atas maka :
 sasaran pengorganisasian adalah diperolehnya suatu organisasi yang efektif untuk
melaksanakdn proses manajemen; dan
 tujuan pengorganisasian adalah terselenggaranya proses manajemen untuk memperoleh
hasil secara efektif dan efisien.

Dari hal-hal di atas jelaslah bahwa pengorganisasian memang sangat penting, oleh karena
itu bagi seorang manajer dituntut untuk dapat menjalankan fungsi pengorganisasian secara
efektif.
4. Fungsi – fungsi pengorganisasian
Telah diketahui bahwa pengorganisasian adalah kegiatan membagi-bagi kerja/tugas,
wewenang dan tanggungjawab, dan hasilnya adalah organisasi. Didasarkan pada pengertian
tersebut, maka pengorganisasian dapat berfungsi sebagai berikut.
 Mengatur kerja dan kerja sama secara efektif.
 Mencegah dan mengurangi kelambatan-kelambatan kerja.
 Mencegah dan mengurangi kesimpangsiuran kerja.
 Mencegah dan mengurangi kesulitan-kesulitan kerja.
 Membuat pedoman-pedoman atau standar-standar kerja.

5. Keuntungan pengorganisasian
Pengorganisasian yang dapat menghasilkan organisasi yang baik, akan mendatangkan
keuntungan-keuntungan sebagai berikut :
 Setiap anggota organisasi mengetahui tugas-tugas yang harus dilaksanakan.
 Hubungan-hubungan kerja akan jelas terlihat.
 Dapat dicapai koordinasi yang efektif antara satuan-satuan organisasi.
 Dapat dimanfaatkan tenaga kerja dan fasilitas kerja secara efektif dan efisien.

6. Prinsip – prinsip organisasi


Suatu organisasi dikatakan baik, apabila dalam penyelenggaraan organisasi itu berdasarkan
pada prinsip-prinsip sebagai berikut:
 Adanya tujuan yang jelas, yang merupakan sumber dan pedoman kegiatan organisasi.
 Pembagian kerja/tugas (division/distribution of work). Dalam membagi tugas harus
didasarkan prinsip "the right man in the right place", yaitu memberikan tugas kepada
pegawai/bawahan, disesuaikan dengan kemampuan, keahlian atau kondisi fisiknya.
 Pelimpahan wewenang dan tanggungjawab (delegation of authority and
responsibility), adalah menugaskan kepada seorang bawahan untuk mengerjakan
suatu pekerjaan dan minta pertanggungjawabannya.
 Hierarki, bahwa dalam organisasi ada tingkatan-tingkatan wewenang dan
tanggungjawab dari atas sampai ke bawah.
 Kesatuan perintah/komando (unity of command), bahwa setiap orang hanya
menerima perintah dari satu orang atasan yang sama.
 Batas kemampuan mengawas (span of control), bahwa seorang pemimpin terbatas
jumlah orang yang diawasi/dipimpinnya.
 Pertanggungjawaban (accountability), bahwa seorang bawahan wajib memberikan
pertanggung jawaban kepada orang/pejabat yang memberi tanggungjawab.

7. Cara – cara mengorganisasi


Untuk mengorganisasi secara teratur, perlu memperhatikan hal-hal sebagai berikut :
 Mengetahui tujuan yang ingin dicapai.
 Membagi pekerjaan yang akan dilaksanakan kegiatan-kegiatan yang lebih kecil.
 mengelompokkan kegiatan-kegiatan tersebut menjadi satuan-satuan yang praktis.
 Menetapkan tugas-tugas secara jelas untuk setiap kegiatan tersebut..
 Menyediakan alat-alat fisik dan fasilitas lain yang diperlukan.
 Mempekerjakan tenaga-tenaga yang cakap.
 Melimpahkan wewenang yang perlu dilimpahkan.

8. Bentuk – bentuk organisasi


Kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan dalam organisasi yang satu dengan lainnya sering
tidak sama. Ada kegiatan-kegiatan yang sangat komplek ada pula yang sederhana. Hal ini
mengakibatkan penyesuaian bentuk organisasi yang disusun. Pada umumnya organisasi ada
empat macam bentuk yaitu sebagai berikut.
 Organisasi lini.
 Organisasi lini dan staff.
 Organisasi staff (fungsional).
 Organisasi panitia.

(a) Organisasi lini/garis/lurus

A A : pimpinan
B dan C : menerima perintah dari A dan
memberikan pertanggung-
B C jawaban kepada A
D dan E : masing-masing menerima
perintah dan memberikan
pertanggung-jawaban kepada
D E F G B, begitu pula F dan G kepada
C.

Ciri-ciri organisasi lini


 Organisasinya kecil dan karyawannya/pegawainya sedikit.
 Hubungan kerja dilakukan secara langsung, baik antara pimpinan dan bawahan atau
sesama pimpinan atau sesama bawahan.
 Spesialisasi pekerjaan atau tenaga belum banyak diperlukan.
 Tujuan/kebijaksanaan organisasi masih sederhana.
 Susunan organisasi juga masih sederhana, sehingga fasilitas yang diperlukan juga
masih sederhana.
 Produksi yang dihasilkan belum beragam.

Dari kesederhanaan, organisasi lini mempunyai kebaikan-kebaikan antara lain sebagai-


berikut :
 Dalam hal pembuatan keputusan biasanya lebih cepat karena anggota timnya hanya
sedikit.
 Karena antara anggota dapat berhubungan langsung dan saling mengenal, maka rasa
kesetiakawanan masih besar.
 Begitu pula dalam hal disiplin masih cukup tinggi.
Kelemahan-kelemahan organisasi lini
 Pimpinan sering menyamakan antara tujuan pribadi dengan tujuan organisasi.
 Pimpinan cenderung berbuat/bersifat-diktator karena organisasi dianggap milik pribadi.
 Kelangsungan hidup organisasi tidak berjalan dengan baik karena seluruh anggota
bergantung kepada satu orang pimpinan.
 Bawahan sulit berkembang, terutama untuk menjadi tenaga-tenaga spesialis sangat
terbatas.

(b) Organisasi lini dan staff

A A : pimpinan
B-C : menerima perintah dari A dan
P memberikan pertang-gung-
jawaban kepada A. begitu
pula D-E kepada b dan F-G
B C kepada C
P - G - R : tenaga staff yang memberi
nasehat kepada A
D E F G

Ciri – ciri organisasi lini staff


 Organisasinya besar dan kegiatannya banyak, sehingga memerlukan karyawan/pegawai
yang banyak pula.
 Karena organisasinya besar, maka hubungan kerja secara langsung sehari-hari antara
pimpinan puncak dengan bawahan atau bahkan sesama anggota organisasi sudah sulit
dilakukan.
 Sesuai dengan namanya, organisasi ini terdiri dari dua kelompok pegawal, yaitu
kelornpok lini yang melaksanakan tugas-tugas pokok dan kelompok staff, yang
membantu pimpinan menurut keahliannya.
 Dapat dipekerjakan tenaga-tenaga spesialis yang beraneka ragam.

Kebaikan-kebaikan organisasi lini dan staff


 Pembagian kerja yang tegas dan jelas.
 Dapat disalurkan bakat yang berbeda-beda.
 Koordinasi kegiatan-kegiatan dan orang-orang dalam setiaap kelompok dapat
dijalankan dengan mudah.
 Dapat dipekerjakan tenaga kerja yang sesuai dengan keahlian, bakat maupun
pendidikan dan pengalamannya (the right man in the right place).
 Dapat meningkatkan semangat kerja dan disiplin karena pekerja bekerja sesuai dengan
bakat, keahlian, pendidikan dan pengalamannya.

Kelemahan-kelemahan organisasi lini dan staff


 Para pelaksana tugas pokok (lini) sering bingung, karena dihadapkan kepada atasan
secara lini dan pimpinan staff yang memberi nasihat-nasihat.
 Sering terjadi ketidaksesuaian;antara perintah dari pimpinan lini dengan nasihat-nasihat
dari pimpinan staff, sehingga membingungkan angggta.
 Kemungkinan pimpinan staff melampaui kewenangannya.

(c) Organisasi staff / fungsional

A A : pimpinan
B-C : menerima perintah dari A dan
memberikan pertanggung-
B C jawaban kepada A
D-E-F-G : dapat diperintah B dan C
sesuai dengan bidang
D E F G keahliannya dan memberik-
an pertanggungnya kepada B
dan C

Ciri-ciri organisasi staff / fungsional


 Organisasi yang menekankan pada fungsi yang dilakukan setiap anggota.
 Kurang menekankan tingkatan-tingkatan organisasi (hierarki)
 Seorang bawahan tidak mempunyai atasan yang jelas, sehingga bawahan memberikan
pertanggungjawaban kepada lebih dari satu orang atasan.
 Setiap pimpinan merupakan tenaga spesialis yang ahli dalam bidangnya.

Kebaikan-kebaikan organisasi staff/ fungsional


 Ada pembagian pekerjaan yang tegas antara pekerjaan manajerial dengan pekerjaan
operatif.
 Dapat dicapai spesialisasi pekerjaan yang baik.
 Koordinasi/kerja sama antara orang-orang dalam satu fungsi mudah dilaksanakan.

Kelemahan-kelemahan organisasi staff/fungsional


 Pemborosan biaya yang sangat besar.
 Ada kemungkinan timbul perselisihan antara pejabat.
 Inisiatif/prakarsa perseorangan.tertekan.

Organisasi fungsional menurut F.W. Taylor


Menurut Taylor, organisasi yang dipergunakan dalam produksi, dibagi menjadi dua
bagian, yaitu bagian perencanaan dan pelaksanaan.

(1)Bagian perencanaan
 Time and cost clerk (TC), yaitu sub bagian yang bertugas memperhitungkan
biaya/ongkos dan waktu yang diperlukan dalam Proses produksi.
 Route and order of work clerk (RC), yaitu sub bagian yang bertugas
memperhitungkan cara yang sebaik-baiknya tentang perjalanan bahan mentah
sampai dengan barang jadi yang diproses dalam pabrik.
 Instruction card clerk (IC), yaitu subbagian yang bertugas memberi petunjuk
tentang cara bekerja pegawai.
 Disciplination, yaitu sub bagian yang bertugas menjaga kedisiplinan kerja,
ketertiban dalam perusahaan.
(2)Bagian pelaksana/pabrik
 Gang Boss (GB), yang betugas menipersiapkan segala sesuatu untuk kerja para
pekerja.
 Speed Boss (SP), yang-bertugas menjaga dan mangatur jalannya mesin sesuai
dengan waktu yang telah ditetapkan.
 Inspector (Ins), seaagai pengawas yang bertugas mengawasi dan mengendalikan
agar pekerjaan berjalan sesuai dengan aturan-aturannya sehingga rnenghasilkan
barang sesuai dengan kualitas yang ditetapkan.
 Repair Boss (RB), yang bertugas, memeriksa, meneliti mesin-mesin dana
memperbaiki jika ada kerusakan-kerusakan.

TC RC IC DICS.

GB SP INS RB

PEKERJA

(d) Organisasi panitia


A A-B-C-D : merupakan pimpinan secara
kolegial.
A : sebagai ketua pinitian

B C D

Menurut Harold Koontz dan Cyril O Donnel, panitia adalah sejumlah orang yang diangkat
atau dipilih untuk berkumpul pada suatu organisasi tertentu, guna mempertimbangkan soal-
soal yang diajukan kepadanya. Sedangkan menurut G.R. Terry, panitia adalah sekumpulan
orang-orang yang dipilih/diangkat untuk berkumpul berdasarkan organisasi tertentu, guna
mempersoalkan persoalan-persoalan yang dihadapkan kepadanya.
Panitia sering disebut dengan dewan, senat, majelis, komisi, badan, satuan tugas, court,
team (tim).

Ciri-ciri organisasi panitia


 Tugas-tugas kepemimpinan dijalankan secara bersama-sama oleh beberapa orang
(kolektif).
 Barlakunya organisasi dalam waktu terbatas.
 Semua anggota pimpinan memiliki hak, wewenang, dan tangungjawab yang sama.
 Tugas-tugas dari para pelaksanaannya dikelompokkan sesuai dengan bidang-bidang
tertentu yang dijalankan.

Kebaikan-kebaikan organisasi panitia


 Karena setiap hal dimusyawarahkan secara kolektif, maka keputusan yang diambil
biasanya tepat.
 Setiap anggota pimpinan akan sulit bertindak secara diktatoris.
 Usaha kerja sama para pelaksana lebih mudah dibina.

Kelemahan-kelemahan organisasi panitia


 Karena segala dimusyawarahkan terlebih dahulu, maka proses pembuatan/
pengambilan keputusan terjadi sangat lambat.
 Karena setiap anggota mempunyai hak, wewenang, dan tanggung jawab yang sama,
maka apabila proses penyelenggaraan kerja macet, maka tidak dapat diminta
pertanggungjawaban yang satu lebih besar dari yang lain.
 Sering timbul kesimpangsiuran kerja, karena perintah kepada pelaksana sering datang
dari lebih satu orang.
 Biasanya kreativitas pelaksana tidak kelihatan menonjol karena segala tugas dilakukan
secara besama-sama.

Tujuan dibentuknya panitia :


 Untuk mengemukakan saran-saran.
 Untuk menerima keterangan-keterangan.
 Untuk mengklasifikasikan keterangan-keterangan.
 Mendiskusikan keterangan-keterangan.
 Menyediakan keterangan-keterangan kepada pihak lain.

9. Reorganisasi

Reorganisasi adalah suatu aktivitas untuk menyusun kembali organisasi yang sedang
menjalankan kegiatannya.

Sebab-sebab reorganisasi
Reorganisasi dapat terjadi dengan sebab-sebab sebagai berikut.
 Kegiatan-kegiatan organisasi sudah menjadi rutin dan baku.
 Adanya perubahan-perubahan dari dalam, misalnya perubahan kebijaksana-an,
perubahan perencanaan, perubahan keuangan, dan kepegawaian.
 Adanya perubahan-perubahan yang terjadi di luar organisasi, misalnya perubahan
kebijaksanaan dari pemerintah, perubahan peraturan-peraturan.

Cara-cara reorganisasi
Reorganisasi dapat dilakukan dengan dua cara.
 Musyawarah para pimpinan yang ada dalam organisasi dengan maksud memberikan
keyakinan bahwa reorganisasi perlu dilakukan (strategy of conser).
 Dipaksakan, dalam hal ini diperlukan suatu kekuatan untuk memaksakan reorganisasi
(strategy of force).

D. Penggerakan (Actuating)

1.. Pengertian penggerakan


Fungsi penggerakan merupakan intinya manajemen, karena fungsi ini kegiatannya
berhubungan langsung dengan faktor manusia bawahan.
Dalam menggerakan manusia sebagai bawahan ini, seorang pimpinan/manajer dituntut suatu
kemampuan, sehingga para bawahan dengan senang hati mengikuti ajakan atau kehendak
pimpinan.
Banyak pakar yang mengemukakan pendapatnya tentang fungsi penggerakan ini, di
antaranya sebagai berikut :
 G.R. Terry
Penggerakan adalah menempatkan anggota dari pada kelompok agar kerja secara sadar
untuk mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkan sesuai dengan perencanaan dan pola
organisasi.

 Prof. Dr. Mr. S. Prajudi Atmosudirdjo


Penggerakan adalah pengaktifan dari pada orang-orang sesuai dengan rencana-rencana dan
pola organisasi yang telah ditetapkan.

 Prof. Dr. H. Arif in Abdulrachman


Penggerakan adalah kegiatan manajemen untuk membuat orangorang lain suka dan dapat
bekerja.
 Prof. Dr. Sondang P. Siagian, M.P.A.
Penggerakan adalah keseluruhan proses pemberian motif bekerja kepada para bawahan
sedemikian rupa, sehingga mereka mau bekerja dengan ikhlas demi tercapainya tujuan
organisasi dengan efisiensi dan ekonomis.

Dari berbagai pendapat para pakar di atas jika disimpulkan atau dapat diambil suatu
pengertian bahwa:
 penggerakan adalah kegiatan yang dilakukan pimpinan/manajer untuk membuat
bawahan dapat melakukan tugas dengan senang seperti yang dikehendaki pimpinan;
atau
 penggerakan adalah kegiatan yang dilakukan oleh pimpinan/manajer untuk
menggerakkan anggota organisasi sehingga mereka berusaha untuk mencapai sasaran
perusahaan/organisasi.

2. Sasaran dan Tujuan Penggerakan


Dengan memperhatikan pengertian penggerakan di atas, maka suatu penggerakan
hendaknya mempunyai sasaran dan tujuan sebagai berikut :
 Sasaran penggerakan
Agar seseorang bawahan menjadi pengikut yang taat, disiplin, dan setia dalam mengerjakan
tugas-tugas dengan sebaik-baiknya:.

 Tujuan penggerakan
Agar penyelenggaraan manajemen dapat berjalan secara efektif dan efisien.

3. Unsur – Unsur Penggerakan


 Dorongan ( motivating ) : yaitu menggerakkan orang dengan memberikan rangsangan
yang baik, alasan – alasan yang menimbulkan kemauan bekerja dengan baik.
 Pimpinan, Bimbingan ( Leading ) : yaitu memberikan bimbingan dengan contoh
tauladan.
 Perintah / Pengarahan ( Directing ) : yaitu memberikan pengarahan dengan petunjuk
yang benar, jelas dan tepat.

4. Faktor – faktor penggerakan


 Faktor kepemimpinan atau Leadership.
 Faktor komunikasi atau Communication.
 Faktor fasilitas atau Fasility.
 Faktor hubungan antara manusia atau Human Relation.

5. Prinsip – prinsip penggerakan


Setelah mengetahui apa yang menjadi sasaran dan tujuan penggerakan, maka seorang
manajer sudah seharusnya mengarahkan kegiatannya dalam menggerakkan bawahan-nya sesuai
dengan sasaran/tujuannya. Agar dalam melakukan kegiatan-kegiatan tersebut benar-benar terarah
perlu berpedoman pada prinsip-prinsip penggerakan sebagai berikut :
 Efisiensi, dengan daya dan dana serta fasilitas yang terbatas dapat menghasilkan
ketaatan, kedisiplinan, dan kesetiaan dari bawahan secara maksimal.
 Efektivitas metode penggerakan, hendaknya metode yang digunakan dalam
menggerakkan bawahan secara tepat.
 Komunikasi managerial, penggerakan dapat dilakukan melalui komunikasi antara
pimpinan-pimpinan atau manajer-manajer pada semua tingkatan
 Information, yaitu perlu adanya informasi yang selalu tersalur, mengalir kepada semua
pihak yang harus memperoleh informasi tersebut (flow of information).
 Pemanfaatan organisasi informal dalam penggerakan secara strategis.
 Efektivitas kepemimpinan, yaitu penggerakan dengan mengefektifkan penyelenggaraan
kepemimpinan.

6. Pentingnya penggerakan
Telah dijelaskan di muka bahwa penggerakan merupakan intinya manajemen, karena fungsi
ini berhubungan langsung dengan faktor manusianya.
Seperti diketahui pula bahwa manusia merupakan faktor pusat, faktor pertama, dan utama dalam
kegiatan manajemen. Oleh karena itu fungsi penggerakan adalah penting, karena :
 dengan penggerakan berarti membuat hidup dan berjalannya kegiatan-kegiatan
manajemen;
 dengan penggerakan berarti fungsi perencanaan sebagai fungsi fundamental pertama
dalam proses manajemen dapat terealisasi;
 dengan penggerakan yang efektif, organisasi juga menjadi lebih efektif, dan
 dengan menggerakan yang efektif pula, manajemen akan berhasil karena orang-orang
yang cakap dapat digerakkan secara tepat, begitu pula pengawasan dapat berfungsi
secara efektif.

E. Pengawasan ( Controlling )

1. Pengertian pengawasan
Dalam fungsi penggerakan sudah diketahui bahwa manusia merupakan faktor yang sangat
menentukan hidup matinya kegiatan manajemen. Sebab manusialah yang menciptakan sekaligus
melaksanakan kegiatankegiatan manajemen. Faktor manusia/ orang yang ada dalam manajemen
terdiri dari pimpinan dan bawahan.
Dengan berbagai teori dan metode bagaimana seorang manajer/pimpinan menggerak-kan
bawahannya agar mau dan tahu melaksanakan tugas. Akan tetapi manusia dengan kelebihan dan
kekurangannya membawa dampak terhadap penyelenggaraan manajemen pada setiap organisasi.
Dalam proses kerja mencapai hasil dalam organisasi sering pula terjadi pelaksanaan kerja
tidak sesuai dengan rencana yang ditetapkan. Sebaliknya dapat pula terjadi pelaksanaan kerja
yang sesuai atau bahkan melebihi dari rencana yang telah ditetapkan. Situasi tersebut akan
diketahui melalui fungsi pengawasan yang dilaksanakan manajer/ pimpinan.
Apa sebenarnya fungsi pengawasan itu? Banyak pakar yang mengemukakan pendapathya
tentang pengawasan, di antaranya sebagai berikut.

 Prof Dr. H. Arifin Abdulrachman


Pengawasan adalah kegiatan atau proses untuk mengetahui hasil pelaksanaan, kesalahan,
kegagalan untuk diperbaiki kemudian dan mencegah terulangnya kembali kesalahan-
kesalahan itu, begitu pula mencegah sehingga pelaksanaan tidak berbeda dengan rencana
yang telah ditetapkan.

 G. R. Terry
Pengawasan adalah proses penentuan apa yang akan dicapai yaitu, standar, apa yang akan
dihasilkan yaitu pelaksanaan, menilai pelaksanaan dan bilamana perlu mengambil tindakan
korektif sehingga pelaksanaan berjalan menurut rencana, yaitu sesuai dengan standar.

 Prof. Dr. Sondang P. Siagian, M.P.A.


Pengawasan adalah proses pengamatan dari pelaksanaan seluruh kegiatan organisasi untuk
menjamin agar semua pekerjaan yang sedang dilakukan sesuai dengan rencana yang telah
ditentukan sebelumnya.

Dari beberapa pendapat para pakar di atas dapat diambil pengertian bahwa pengawasan
adalah kegiatan yang dilakukan manajer/pimpinan atau yang berwenang untuk mengetahui hasil
pelaksanaan kerja, kemudian memperbaiki apabila terjadi kesalahan-kesalahan atau
penyimpangan-penyimpangan dan mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan terulang
kembali, sehingga hasil yang dicapai sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.

2. Sasaran dan tujuan pengawasan


Berdasarkan pengertian di atas, maka yang menjadi sasaran dan tujuan pengawasan adalah
sebagai berikut :
 Sasaran pengawasan adalah memperbaiki ketidaksesuaian, penyimpangan-
penyimpangan, penyelewengan-penyelewengan dan seterusnya mencegah agar tidak
terjadi hal-hal yang mengakibatkan ketidaksesuaian antara rencana dan hasilnya.
 Tujuan pengawasan adalah menciptakan kondisi tertib dinamis dan harmonis dalam
penyelenggaraan menajemen sehingga diperoleh hasil secara efektif dan efisien.

3. Syarat - syarat pengawasan


Agar pengawasan efektif, perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut.
 Pengawasan harus terkait erat dengan sifat dan kebutuhan kegiatan manajemen.
 Pengawasan harus fleksibel, yaitu selalu mengikuti perkembangan ataupun perubahan-
perubahan situasi, baik dari luar atau dari dalam organisasi.
 Pengawasan harus berhubungan erat dengan pola organisasi.
 Pengawasan harus ekonomis, yaitu biayanya harus sehemat-hematnya atau serendah-
rendahnya.
 Pengawasan harus menjamin tindakan-tindakan perbaikan.
 Pengawasan tidak mencari orangnya yang melakukan hal-hal yang tidak benar.

4. Proses pengawasan
Proses pengawasan merupakan rangkaian kegiatan secara berurutan yang dilakukan dalam
pengawasan, yaitu sebagai berikut:
 Menetapkan patokan (standar) pengawasan.
 Mengukur dan menilai hasil pekerjaan yang telah dicapai.
 Membandingkan hasil yang dicapai dengan patokan tersebut sehingga diketahui
kesesuaian/ketidaksesuaian yang terjadi.
 Melakukan tindakan korektif/perbaikan jika terjadi ketidaksesuaian sehingga hasil
pekerjaan benar-benar sesuai dengan rencananya.

Menetapkan standar Mengukur hasil Membandingkan hasil Melakukanperbaikan

5. Fungsi - fungsi pengawasan


Kegiatan pengawasan dalam penyelenggaraan manajemen di setiap organisasi berfungsi
sebagai berikut:
 Mencegah dan memperbaiki terjadinya ketidaksesuaian, penyimpangan-penyimpangan,
dan penyelewengan-penyelewengan.
 Membuat setiap kegiatan organisasi menjadi dinamis.
 Membuat setiap anggota organisasi bertanggungjawab secara maksimal.
 Mendidik setiap anggota organisasi.

6. Prinsip - prinsip pengawasan


Prinsip-prinsip pengawasan merupakan pedoman dasar untuk melakukan pengawasan, agar
kegiatan yang dilakukan benar-benar sesuai/mencapai sasaran maupun tujuan pengawasan.

Prinsip-prinsip tersebut adalah sebagai berikut.


 Berorientasi kepada tujuan organisasi.
 Efisiensi, dengan dana dan daya yang minimal untuk mencapai hasil pengawasan yang
maksimal.
 Melihat ke depan, dalam rangka mencegah terjadinya penyimpangan-penyimpangan.
 Menjamin manajer bawahan dengan mengefektifkan pengawasan secara langsung.
 Standar/patokan yang objektif, tepat, dan teliti.
 Umpan balik dan teliti ulang, yaitu pengawasan arus dapat memberikan umpan balik,
sehingga dapat meneliti ulang secara periodik dari cara-cara pengawasan yang
dilakukan.

7. Macam - macam pengawasan


Kegiatan pengawasan banyak ragamnya dan dapat dilihat dari berbagai macam sudut.

a) Dilihat dari subjek/petugas yang mengawasi, pengawasan dibedakan sebagai berikut.


 Pengawasan managerial, adalah pengawasan dilakukan oleh manajer atau
pimpinan terutama yang berkaitan dengan proses manajemen.
 Pengawasan staff, adalah pengawasan yang dilakukan oleh tenaga ahli dalam
bidang-bidang tertentu.
 Pengawasan internal, adalah pengawasan yang dilakukan oleh aparat pengawasan
dari dalam organisasi sendiri.
 Pengawasan eksternal, adalah pengawasan yang dilakukan oleh aparat pengawasan
dari luar organisasi, misalnya pihak pemerintah.
 Pengawasan formal, adalah pengawasan secara resmi sesuai dengan.prosedur
maupun tata kerja oleh aparat pengawasan resmi.
 Pengawasan informal, adalah pengawasan yang dilakukan secara tidak resmi dan
tidak melalui prosedur maupun tata kerj a yang resmi.

b) Dilihat dari sistemnya, pengawasan dibedakan sebagai berikut.


 Pengawasan komparatif, yaitu pengawasan yang dilakukan oleh pimpinan puncak
dengan cara membandingkan hasil dengan rencananya.
 Pengawasan verifikatif, yaitu pengawasan yang dilakukan oleh pengawas ahli
terutama bidang keuangan dan bahan-bahan.
 Pengawasan investigatif, pengawasan yang dilakukan meialui penyelidikan-
penyelidikan, untuk mengetahui hal-hal yang tersirat (penyelewengan-
penyelewengan yang tidak kelihatan) serta untuk membongkar penyelewengan.
 Pengawasan inspektif, ialah pengawasan yang dilakukan melalui pemeriksaan
setempat untuk mengetahui hal-hal atau situasi yang sebenarnya.

c) Dilihat dari segi waktu, pengawasan dibedakan sebagai berikut.


 Pengawasan preventif, pengawasan yang dilakukan dalam usaha mencegah
kemungkinan-kemungkinan terjadinya penyelewengan-penyelewengan atau
penyimpangan-penyimpangan.
 Pengawasan represif, pengawasan yang dilakukan dalam usaha memperbaiki
setelah terjadi penyelewengan-penyelewengan atau penyimpangan-penyim-pangan,
dengan tujuan agar di waktu yang akan datang tidak terjadi hal-hal yang sama.
 Pengawasan incognito, pengawasan secara tiba-tiba tanpa memberitahu terlebih
dahulu kepada yang akan diawasi (pengawasan mendadak).
d) Dilihat dari objek yang diawasi, pengawasan meliputi:
 pengawasan keuangan;
 pengawasan biaya/ongkos;
 pengawasan material;
 pengawasan produksi; dan
 pengawasan kepegawaian.

8. Metode pengawasan
Pengawasan dapat dilakukan dengan dua macam metode.
 Pengawasan langsung, yaitu pengawasan yang dilakukan oleh pimpinan organisasi
secara langsung ke tempat pelaksanaan kerja yang sedang berjalan.
 Pengawasan tidak langsung yaitu pengawasan yang dilakukan melalui laporan secara
tertulis atau lisan.

Rangkuman
 Pada dasarnya fungsi-fungsi manajemen adalah perencanaan, pengorganisasian,
penggerakan, pengawasan, kemudian oleh para pakar dikembangkan menjadi beberapa
fungsi sesuai dengan pendapatnya.
 Perencanaan adalah rangkaian kegiatan menetapkan hal-hal yang akan dikerjakan pada
waktu yang akan datang berdasarkan fakta-fakta dan pemikiran,pemikiran yang matang
dalam rangka pencapaian tujuan yang diinginkan.
 Unsur-unsur perencanaan meliputi rasional, estimasi, preparasi, dan operasional.
 Sifat-sifat perencanaan meliputi faktual, logikal, fleksibel, kontinyu, dan dialektis.
 Dalam menyusun perencanaan harus mengikuti langkah-langkahnya, berdasarkan
prinsip-prinsip sehingga perencanaan benar-benar sesuai dengaap fungsi-fungsinya.
 Perencanaan/rencana ada bermacam-macam dan dapat dilihat dari luas lingkupnya,
jangka waktunya, materinya, daerah/wilayah pelaksdnaannya serta dari segi umum dan
khusus.
 Pengorganisasian adalah proses membagi-bagi tugas, wewenang, dan tanggungjawab
yang hasilnya adalah organisasi.
 Pengorganisasian sangat penting dalam penyelenggaraan manajemen, karena dari
fungsi ini diatur tugas wewenang dan tanggungjawab yang hasilnya adalah organisasi.
 Pengorganisasian sangat penting dalam penyelenggaraan manajemen, karena dari
fungsi ini diatur tugas wewenang dan tanggungjawab serta hubungan-hubungan
sehingga masing-masing anggota organisasi mengetahui tugasnya.
 Dalam penyelenggaraan organisasi harus didasarkan pada prinsip-prinsip organiaasi
agar kegiatan berjalan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.
 Bentuk organisasi pada umumnya ada empat macam: yaitu bentuk lini, staff/
fungsional, lini dan staff, dan panitia, yang masing-masing mempunyai ciri-ciri,
kebaikan-kebaikan dan kelemahan-kelemahan.
 Penggerakan merupakan fungsi yang saangat penting dalam manajemen dan
merupakan intinya manajemen.
 Penggerakan adalah kegiatan yang dilakukan pimpinan/manajer untuk membuat
bawahan dapat melakukan tugas dengan senang hati seperti yang dikehendaki
pimpinan.
 Penggerakan dalam bahasa asing juga disebut: actuating, motivating, leading, directing,
commanding.
BAB III
PRINSIP – PRINSIP POKOK
DALAM BIDANG AKUNTANSI

A. Pendahuluan

1. Pengantar
Saat ini peranan akuntansi sebagai alat bantu dalam pengambilan keputusan – keputusan
ekonomi dan keuangan semakin penting bagi suatu organisasi khususnya bagi para usahawan.
Karena sebagian besar informasi yang diperlukan adalah informasi akuntansi. Oleh karena itu
para pemakai informasi akuntansi khususnya para usahawan dituntut untuk memiliki kemampuan
menganalisis dan menggunakan data akuntansi.

2. Sejarah akuntansi
Akuntansi mulai dikenal dan dipelajari oleh manusia, sejak manusia mengenal hitungan uang
beserta pencatatannya. Pada zaman dahulu pencatatan transaksi tidak dilakukan pada kertas,
melainkan pada kayu, kulit, atau batu dan sebagainya.
Pada tahun 1494 akuntansi mulai dikenal sebagai ilmu pengetahuan yaitu dengan
diterbitkannya buku yang berjudul Summa de Aritmatica, Geometria Proportioni et
Proportionalita karangan Luca Paciolo. Buku tersebut berisi pelajaran mengenai matematika dan
berisi pula pelajaran akuntansi yang tercantum dalam Bab berjudul Tractatus de Computis et
Skriptorio. Bab ini memperkenalkan sistem pembukuan berpasangan (Double Entry) yang
mencatat semua transaksi menjadi debet dan kredit.
Pada akhir abad ke XV peranan Romawi sebagai pusat kegiatan dunia usaha mulai pudar,
dan mulai beralih ke Spanyol, Portugis, Belanda sampai ke Inggris. Perpindahan ini
mempengaruhi pula perkembangan akuntansi dengan memperkenalkannya perhitungan laporan
usaha (laba – rugi) dan penyusunan keadaan keuangan perusahaan (neraca) secara periodik.
Pada abad ke XIX terjadi revolusi industri yang ikut mendorong perkembangan akuntansi
dengan dimunculkannya pemikiran tentang akuntansi biaya dan masalah penyusutan. Begitu pula
dengan penemuan benua Amerika menyebabkan banyak usahawan Eropa yang pindah dan
melebarkan usahanya disana, sehingga hal diatas berdampak pula terhadap perkembangan
akuntansi.
Di negara Indonesia dengan diproklamasikannya kemerdekaan Indonesia tahun 1945,
Indonesia sangat merasakan kekurangan tenaga akuntan. Sehingga diantara tahun 1950 – 1954
negara kita mengadakan berbagai kursus atau pelatihan untuk memenuhi kebutuhan tenaga
dibidang akuntansi.
Pada tahun 1949, Belanda mengakui kedaulatan negara Indonesia yang membawa dampak
semakin luasnya kesempatan untuk mempelajari berbagai pengetahuan di luar negeri, termasuk
diantaranya mempelajari akuntansi. Di bukanya Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia pada
tahun 1952, memperlihatkan perkembangan akuntansi dalam mendidik tenaga akuntansi.
Perkembangan ini diikuti pula dengan banyaknya pembukaan fakultas – fakultas ekonomi
diberbagai universitas di seluruh Indonesia. Sedangkan pengetahuan akuntansi yang diajarkan di
tingkat SLTA dimulai sejak tahun 1984 sampai dengan sekarang.
3. Definisi akuntansi
Akuntansi dapat didefinisikan dari dua sudut pandang, yaiut definisi dari sudut user
(pemakai jasa akuntansi) dan dari sudut activity (proses kegiatan akuntansi).

Definisi dari sudut user (pemakai)


Akuntansi ditinjau dari sudut pemakainya dapat didefinisikan sebagai suatu disiplin ilmu
yang menyediakan informasi yang diperlukan guna melaksanakan kegiatan secara efisien
dan mengevaluasi kegiatan – kegiatan suatu organisasi. Informasi yang dihasilkan
akuntansi diperlukan untuk :
 Membuat perencanaan yang efektif, pengawasan yang terus menerus dan pengambilan
keputusan oleh manajemen.
 Pertanggung jawaban organisasi kepada para investor,kreditur, badan pemerintah dan
sebagainya.

Definisi dari sudut activity (proses kegiatan)


Akuntansi ditinjau dari sudut kegiatannya dapat didefinisikan sebagai proses pencatatan,
penggolongan, pelaporan, dan penganalisisan data keuangan suatu organisasi. Definisi ini
menunjukkan bahwa kegiatan akuntansi merupakan tugas kompleks dan menyangkut
bermacam – macam kegiatan, meliputi :
 Mengindentifikasi data mana yang berkaitan atau relevan dengan keputusan yang akan
diambil,
 Memproses atau menganalisis data yang relevan, dan
 Mengubah data menjadi informasi yang dapat digunakan untuk pengambilan keputusan.

Perbedaan akuntansi dan tata buku


Istilah akuntansi di Indonesia relatif belum lama dikenal, bila dibandingkan dengan istilah
tata buku yang merupakan warisan dari Belanda. Istilah akuntansi baru mulai dikenal pada
tahun 60 – an, itu ketika akuntansi yang berasal dari Amerika Serikat mulai masuk ke
Indonesia. Sejak itu orang menganggap bahwa akuntansi adalah sistem pembukuan yang
berasal dari Amerika dan tata buku tadi adalah sistem pembukuan model Belanda.
Pengertian semacam ini tidak benar, sebab tata buku yang telah dikenal sejak zaman
Belanda tidak lain adalah bagian dari sistem akuntansi Belanda. Tata Buku sebenarnya
merupakan sebagian dari proses akuntansi, khususnya yang berkaitan dengan proses
pencatatan. Tata buku adalah elemen prosedural dari akuntansi, seperti halnya geometrika
dalam elemen prosedural dari matematika.

B. Pihak – Pihak Yang Memerlukan Informasi Akuntansi

Akuntansi dilaksanakan baik dalam perusahaan yang bertujuan mencari laba maupun untuk
organisasi – organisasi yang bertujuan nirlaba. Dalam akuntansi, transaksi – transaksi keuangan
dikelola sedemikian rupa sehingga menjadi laporan keuangan yang siap digunakan untuk
pengambilan keputusan. Dengan demikian akuntansi merupakan suatu sistem informasi yang
sangat diperlukan oleh berbagai macam organisasi. Informasi akuntansi dibutuhkan oleh berbagai
pihak, baik dari kalangan luar dan dalam organisasi yang menyelenggarakan akuntansi seperti :

1. Manajer
Seorang manajer perusahaan menggunakan informasi akuntansi untuk menyusun
perencanaan perusahaannya, mengevaluasi kemajuan yang dicapai dalam usaha mencapai
tujuan, dan melakukan tindakan – tindakan koreksi yang diperlukan.

2. Kreditur (pemberi pinjaman)


Seorang kreditur tertarik dengan informasi keuangan yang memungkinkan mereka untuk
memutuskan apakah pinjaman serta bunganya dapat dibayar pada saat jatuh tempo. Oleh
karena itu calon kreditur harus menilai kemampuan keuangan calon pengambil kredit
dengan meminta laporan keuangan calon nasabah.

3. Pemasok dan kreditur usaha lainnya


Pemasok dan kreditur usaha lainnya tertarik dengan informasi yang memungkinkan mereka
untuk memutuskan apakah jumlah yang terhutang akan dibayar pada saat jatuh tempo.
Kreditur usaha berkepentingan pada perusahaan dalam tenggang waktu yang lebih pendek
daripada pemberi pinjaman kecuali kalau sebagai pelanggan utama mereka tergantung pada
kelangsungan hidup perusahaan.

4. Investor
Seorang investor melakukan penanaman modal dalam perusahaan dengan tujuan untuk
mendapatkan hasil yang sesuai dengan harapannya. Oleh sebab itu, sebelum melakukan
penanaman modal, mereka mengevaluasi pendapatan yang diperkirakan akan dapat
diperoleh dari investasinya.

5. Karyawan
Karyawan dan kelompok – kelompok yang mewakili mereka tertarik pada informasi
mengenai stabilitas dan profitabilitas perusahaan. Mereka juga tertarik dengan informasi
yang memungkinkan mereka untuk menilai kemampuan perusahaan dalam memberikan
jasa, manfaat pensiun dan kesempatan kerja.

6. Pemerintah
Pemerintah dan berbagai lembaga yang berada dibawah kekuasaannya berkepentingan
dengan alokasi sumber daya dan karena itu berkepentingan dengan aktivitas perusahaan,
menetapkan kebijakan pajak dan sebagai dasar untuk menyusun statistik pendapatan
nasional dan statistik lainnya.

C. Prinsip – Prinsip dan Fungsi Akuntansi

1. Prinsip – prinsip akuntansi


Prinsip – prinsip akuntansi di Indonesia dirumuskan dan diterapkan oleh suatu yang
kompetan yaitu Ikatan Akuntan Indonesia (IAI). IAI merupakan satu – satunya badan yang
berwenang untuk membuat peraturan – peraturan dibidang akuntansi. Prinsip – prinsip akuntansi
Indonesia ditetapkan pertama kalinya oleh IAI dalam kongres IAI yang kedua pada tahun 1973.
Dari sekian banyak aturan yang terdapat dalam prinsip akuntansi Indonesia, maka aturan yang
perlu dibahas adalah konsep – konsep dasar :
(a) Konsep Entitas (Kesatuan Usaha)
Konsep ini menguraikan bahwa suatu organisasi atau bagian dari organisasi merupakan
suatu kesatuan usaha yang berdiri sendiri, terpisah dari organisasi lain atau individu lain.. ini
berarti bahwa kejadian keuangan yang menyangkut satu kesatuan usaha, tidak boleh
dicampur dengan kesatuan usaha lain atau dengan pemiliknya, dan sebaliknya.

(b) Konsep Obyektifitas


Catatan dan laporan akuntasi harus didasarkan pada data yang bisa dipercaya sehingga
laporan menyajikan informasi yang tepat dan berguna.

(c) Konsep Penetapan Beban dan Pendapatan


Penentuan laba periodik dan posisi keuangan dilakukan berdasarkan metode akrual, yaitu
dikaitkan dengan pengukuran aktiva dan kewajiban serta perubahannya pada saat
terjadinya, bukan hanya sekedar pencatatan peneriman dan pengeluaran uang. Penentuan
laba periodik pada dasarnya menyangkut dua masalah, yaitu pengakuan pendapatan yang
terjadi selama periode tertentu dan penentuan beban yang terjadi sehubungan dengan usaha
untuk menghasilkan pendapatan tersebut. Pendapatan dihitung sesuai dengan prinsip
realisasi, yaitu pada saat transaksi pertukaran telah terjadi. Pembebanan biaya sedapat
mungkin dihubungkan dengan pendapatan dan dilaporkan dalam periode diakuinya
pendapatan.

(d) Konsep Kesinambungan


Suatu entitas ekonomi diasumsikan akan terus melanjutkan usahanya dan tidak akan
dibubarkan, kecuali bila ada bukti sebaliknya.

(e) Konsep Harga Pertukaran


Transaksi keuangan harus dicatat sebesar harga pertukaran yaitu jumlah uang yang akan
diterima atau dibayarkan untuk transaksi tersebut.

(f) Konsep Periode Akuntansi


Suatu gambaran yang lengkap dan tepat mengenai tingkat kesuksesan suatu perusahaan
hanya dapat diketahui pada saat perusahaan menghentikan usahanya dan mencairkan
seluruh hartanya menjadi kas. Akan tetapi, banyak keputusan yang berkaitan dengan
perusahaan harus diambil oleh pimpinan maupun pihak lain selama berlangsungnya
kegiatan perusahaan. Pengambilan keputusan tidak dapat menunggu sampai operasi
perusahaan tersebut dihentikan, oleh sebab itu aktivitas ekonomi perusahaan dipecah
kedalam periode – periode, dan dengan penyajian laporan keuangan secara periode
diharapkan dapat membantu pihak lain yang berkepentingan di dalam pengambilan
keputusan.

(g) Konsep Pengukuran dalam Nilai Uang


Akuntansi keuangan menggunakan uang sebagai dominator umum dalam pengukuran aktiva
dan kewajiban perusahaan beserta perusahaannya agar informasi laporan keuangan yang
diukur dengan nilai uang dapat memberikan penafsiran yang universal bagi pemakai
laporan. Namun hal tersebut tidak berarti bahwa informasi non moneter tidak tercakup
dalam sistem akuntansi perusahaan, informasi ini juga diikutsertakan agar laporan keuangan
menjadi lengkap.

2. Fungsi akuntansi
Fungsi akuntansi adalah mengawasi, mengelola, dan memecahkan masalah – masalah
keuangan, diantarannya :
(a) Membuat laporan hasil usaha suatu perusahaan dalam membuat perhitungan rugi laba
serta menilai kondisi keuangan perusahaan di neraca.
(b) Membuat sistem akuntansi yang sesuai dan dapat diterapkan perusahaan agar
perusahaan terhindar dari penyelewengan dan pemborosan.
(c) Menetapkan dasar – dasar yang penting bagi pengakuan biaya dan pendapatan.
(d) Menetapkan hak – hak bagi setiap pihak yang berkepentingan didalam suatu
perusahaan. (e) Memberikan masukan – masukan yang diperlukan manajemen seperti
informasi tentang,
rentabilitas, solvabilitas perusahaan dan sebagainya.

D. Bidang – Bidang Akuntansi dan Profesi Akuntan

1. Bidang – Bidang Akuntansi


Dalam prakteknya akuntansi dapat dikelompokkan menjadi :

(a) Akuntansi Publik yang meliputi :


 Akuntansi perpajakan, merupakan informasi yang diberikan oleh jasa akuntan publik
yang berlaku dan untuk menetapkan pajak seminimal mungkin.
 Pemeriksaan laporan keuangan (Auditing), bidang ini merupakan pekerjaan profesi
akuntansi paling utama yang diberikan kepada publik atau umum. Hasil pemeriksaan
akuntan publik dituangkan dalam sebuah laporan yang disebut laporan hasil
pemeriksaan akuntansi yang disusun sesuai dengan prinsip akuntansi.

 Konsultasi manajemen, merupakan pemberian jasa yang meliputi pengetahuan yang


mendalam mengenai operasi perusahaan yang diperiksa oleh akuntan terhadap seorang
manajer dalam memberikan berbagai pertimbangan dan saran untuk perbaikan hasil
operasi perusahaan.

(b) Akuntansi Intern yang meliputi :


 Akuntansi keuangan, merupakan akuntansi yang bertujuan untuk menghasilkan
informasi keuangan khususnya bagi pihak luar seperti investor, kreditur, dan
sebagainya.

 Akuntansi manajemen, merupakan akuntansi yang bertujuan utama menghasilkan


informasi untuk kepentingan manajemen.

 Akuntansi Biaya, merupakan akuntansi yang menganalisis biaya perusahaan untuk


membantu menajemen dalam pengawasan biaya.
 Anggaran (Budgeting), merupakan informasi yang digunakan bagi penetapan anggaran
atau perusahaan dalam mencapai sasaran penjualan dan perencanaan yang terinci untuk
mencapai sasaran tersebut.

 Sistem Akuntansi, merupakan sistem informasi yang dirancang dan dikembangkan


sesuai dengan kondisi perusahaan. Sistem informasi akuntansi sangat membantu dalam
mengawasi jalannya operasi suatu perusahaan.

 Akuntansi Pemeriksaan Intern, merupakan informasi akuntansi pemeriksaan yang


dilakukan oleh akuntan intern perusahaan. Tugas para akuntan intern adalah
mengevaluasi sistem akuntansi dan manajemen terutama membantu manajemen dalam
memperbaiki efisiensi operasi serta menjamin bahwa para karyawan dan bagian –
bagian perusahaan telah melaksanakan prosedur dan rencana yang ditetapkan
manajemen.

2. Profesi Akuntan

Jabatan – jabatan dalam bidang akuntansi dapat dikelompokkan kedalam berbagai bidang,
yang meliputi :

(a) Akuntan Publik (Akuntan Ekstern)


Adalah akuntan yang memberikan jasanya untuk melayani kebutuhan masyarakat. Seorang
akuntan publik akan menerima imbalan jasa dari perusahaan yang memakai jasanya, seperti
halnya pengacara atau dokter. Jenis pekerjaan yang biasanya dilakukan oleh para akuntan
publik adalah pemeriksaan laporan keuangan, bantuan dibidang perpajakan, dan konsultasi
manajemen.

(b) Akuntan Intern


Adalah akuntan yang bekerja dalam suatu perusahaan tertentu. Akuntan intern hanya
melakukan pekerjaan untuk kepentingan perusahaan dimana ia bekerja. Akuntan Intern
terdapat pada berbagai organisasi, baik yang berupa perusahaan maupun organisasi nirlaba
seperti yayasan, rumah sakit, dan sebagainya.

(c) Akuntan Pendidik


Adalah akuntan yang bekerja mengajarkan keahliannya kepada siswa atau mahasiswa dan
melakukan penelitian untuk mengembangkan akuntansi.

(d) Akuntan Pemerintah (Negara)


adalah akuntan yang bekerja di lembaga – lembaga sistem akuntansi yang diperlukan oleh
negara seperti Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK), Kantor Pelayanan Pajak, dan
sebagainya. Tugas Akuntansi Negara adalah melakukan pemeriksaan keuangan dan
merancang negara.
E. Siklus Akuntansi

1. Pendahuluan
Akuntansi keuangan melakukan segala pencatatan segala perubahan yang terjadi di dalam
perusahaan sejak awal hingga akhir. Proses pencatatan ini dilakukan bertahap – tahap dan
berlangsung terus menerus dinamakan siklus akuntansi. Tahapan dari siklus akuntansi itu meliputi
:
(a) Tahap pencatatan
(b) Tahap pengikhtisaran
(c) Tahap pelaporan

(a) Tahap Pencatatan


Kegiatan usaha suatu perusahaan tampak sebagai transaksi dan kejadian yang harus disertai
dengan bukti transaksi atau dokumen.
Transaksi adalah kegiatan perusahaan yang menghasilkan perubahan pada harta, utang dan
modal. Biasanya transaksi menghubungkan perusahaan dengan pihak luar, contohnya
setoran modal,pembelian, penjualan, pelunasan piutang, pembayaran utang dan sebagainya.
Sedangkan kejadian adalah kegiatan perusahaan yang sifatnya intern, karena terjadi hanya
di lingkungan perusahaan saja, contohnya penyusutan harta tetap, pemakaian
perlengkapan, pernyataan beban yang masih belum dibayar atau pendapatan yang masih
harus diterima. Semua transaksi dan kejadian harus dicatat secara kronologis artinya
berurutan sesuai tanggal terjadinya.

Tahap pencatatan meliputi :


 Menyiapkan dokumen atau bukti pencatatan yang menyatakan telah terjadinya transaksi
dan kejadian. Dokumen ini misalnya kwitansi, faktur, nota dan sebagainya.
 Pencatatan dalam buku jurnal semua dokumen tersebut diatas dicatat secara kronologis
dalam buku jurnal sebagai buku catatan kwitansi yang pertama.
 Pencatatan dalam buku besar semua catatan yang terdapat dalam buku jurnal dicatat
kembali menurut cara tertentu ke dalam buku besar, pencatatan dalam buku besar ini
dinamakan posting.

(b) Tahap pengikhtisaran


Tahapan ini adalah kelanjutan dari tahap pencatatan dan terdiri dari :
 Membuat neraca saldo dan ayat penyesuaian
Caranya dilakukan dengan menghitung dulu saldo setiap perkiraan yang ada dalam
buku besar. Saldo perkiraan disalin dalam suatu daftar yang disebut neraca Saldo.
Setiap akhir periode akuntansi, biasanya terdapat perkiraan yang tidak sesuai dengan
keadaan yang sebenarnya, maka untuk hal ini dibuatkan ayat penyesuaian.

 Menyusun laporan keuangan dan ayat penutup


Laporan keuangan adalah hasil akhir dari tahap akuntansi. Untuk memudahkan
penyususunan laporan keuangan, biasanya dibuatkan dulu kertas kerja (disebut juga
neraca lajur). Untuk setiap perkiraan yang menghasilkan laba atau rugi bagi perusahaan,
akan ditutup dengan ayat penutup, maksudnya supaya perkiraan – perkiraan itu tidak
mempunyai saldo lagi (saldonya = nol).
 Menyusun neraca saldo setelah penutupan dan jurnal pembalikan
Neraca lajur setelah penutup dibuat pada akhir periode akuntansi yang memperlihatkan
harta, utang dan modal perusahaan setelah tutup buku, dan dipergunakan untuk
menyusun neraca pada awal periode berikutnya.
Jurnal pembalikan dibuat pada awal periode berikutnya yaitu mengenai ayat
penyesuaian yang pada akhir periode sebelumnya telah menimbulkan perkiraan riil
baru.

(c) Tahap pelaporan


Seperti sudah disinggung diatas, laporan keuangan yang disusun dengan bantuan kertas
kerja, harus diinformasikan kepada pihak – pihak yang memerlukannya. Laporan keuangan
terdiri dari :
 Neraca yaitu daftar yang melaporkan harta, utang, dan modal perusahaan pada waktu
tertentu.
 Laporan rugi laba yang melaporkan segala hasil yang diperoleh serta beban yang
ditanggung perusahaan selama satu periode.
 Laporan perubahan modal melaporkan berubahnya modal suatu perusahaan dalam suatu
periode.
 Laporan perubahan posisi keuangan melaporkan sumber dana serta penggunaan dana
itu oleh perusahaan selama satu periode.

2. Bukti transaksi
Semua transaksi dan kejadian mempengaruhi posisi keuangan perusahaan, keberadaannya
harus dinyatakan dengan bukti atau dokumen tertulis. Bukti atau dokumen itu menjadi sumber
pencatatan. Dokumen pencatatan ini harus disimpan dengan baik, supaya dikemudian hari, jika
diperlukan dapat dibuka kembali. Macam – mcam pencatatan itu antara lain :
(a) Bukti intern yang menyatakan telah terjadi suatu kejadian, yaitu peristiwa ekonomi
dalam lingkungan perusahaan itu sendiri. Dokumen ini disebut memo.

(b) Bukti ekstern yang menyatakan terjadinya transaksi, yaitu kegiatan perusahaan yang
berhubungan dengan pihak luar, sehingga merubah harta, utang dan modal.

Surat – surat bukti ekstern antara lain :


 Kwitansi yaitu surat bukti mengenai pembayaran dengan uang tunai.
Kwitansi dibuat oleh pihak yang menerima uang. Kwitansi terdiri dari 2 bagian.
Bagian kiri disebut sisi kwitansi disimpan oleh penerima uang sebagai dokumen
penerimaan. Sedangkan bagian kanan diberikan kepada si pembayar dan
disimpan sebagai dokumen pembayaran. Seringkali kwitansi dibuat beberapa
rangkap. Dalam hal demikian lembar pertama/asli disimpan oleh si pembayar
sebagai bukti pembayaran dan salah satu lembar berikutnya disimpan si penerima
uang sebagai dokumen penerimaan.

 Faktur adalah surat bukti mengenai penjualan dan pembelian barang yang
dilakukan dengan kredit. Faktur dibuat oleh si penjual. Biasanya faktur dibuat
beberapa rangkap. Lembar pertama atau aslinya diserahkan kepada pembeli,
dinamakan faktur pembelian, lembar tebusannya disimpan oleh sipenjual,
dinamakan faktur penjualan.

 Nota adalah bukti mengenai pembelian atau penjualan barang yang dilakukan
dengan tunai. Nota harus juga dibuat minimal rangkap 2, yaitu lembar pertama
atau aslinya diserahkan kepada sipembeli, dinamakan nota pembelian. Lembar
kedua menjadi arsip sipenjual, dinamakan nota penjualan. Nota lebih dikenal
dengan sebutan nota kontan.

 Nota kredit adalah surat pernyataan yang dibuat oleh perusahaan untuk
mengkredit perusahaan langganan. Hal ini dapat disebabkan misalnya karena
menerima kembali barang yang dijual, mungkin karena rusak atau mutunya
ternyata tidak cocok, mungkin pula karena ada salah hitung.

 Nota debet adalah surat yang dibuat oleh pembeli yang isinya menyatakan
bahwa perkiraan langganannya akan didebet, disebabkan barang yang dibelinya
dikembalikan karena rusak, tidak cocok atau terdapat salah perhitungan.

3. Skema siklus akuntansi

Dokumen Jurnal Buku besar Tahap


dibuat berdasar pencatatan
Dibuat berdasar data jurnal
data dokumen

Awal
Neraca lajur
Dibuat dari data buku besar
dan data lain

Tahap
Laporan keuangan pengikhtisaran
Akhir Disusun dari data neraca lajur

Neraca saldo Ayat jurnal Jurnal :


penutupan penyesuaian Ayat penyesuaian dan ayat penutup
disusun dari dan ayat jurnal dicatat dalam jurnal neraca lajur
buku besar penutup
diposting ke
buku besar

F. Klasifikasi Perkiraan

1. Pendahuluan
Mencatat macam –macam data keuangan diawali dengan analisa, untuk mengetahui dalam
perkiraan – perkiraan nama perusahaannya harus kita catat. Dalam hal ini kita memerlukan
klasifikasi perkiraan. Klasifikasi – klasifikasi perkiraan itu harus dilakukan dengan sistematis.
Dengan memperhatikan sifatnya, maka terdapat perkiraan permanen, perkiraan sementara dan
perkiraan perantara.

2. Perkiraan neraca
Perkiraan neraca disebut juga perkiraan riil adalah macam – macam perkiraan yang harus
dilaporkan dalam neraca yaitu perkiraan terdiri dari harta (assets), kewajiban (liabilities), dan
modal (kapital). Perkiraan neraca bersifat sebagai perkiraan permanen, artinya tetap ada dalam
setiap periode.

(a) Harta atau aktiva


Ialah semua milik, baik yang berwujud (barang) atau yang tidak berwujud (hak) yang dapat
diukur dengan satuan uang, klasifikasi harta didasarkan atas likuiditasnya, maksudnya
tingkat mudah tidaknya dicairkan menjadi uang tunai. Mengingat hal itu maka klasifikasi
harta adalah sebagai berikut :
(1) Harta lancar (current assets) yaitu semua milik perusahaan yang dapat dicairkan atau
yang akan habis dipakai dalam jangka satu tahun, harta lancar diklasifikasikan menjadi
 Kas (cash) yaitu persediaan uang milik perusahaan termasuk simpanan di Bank
semacam cek, giro dan deposito.

 Surat berharga (marketable sekurities) yaitu saham dan obligasi atau surat berharga
lainnya yang dimiliki perusahaan untuk sementara waktu. Maksud kepemilikannya
hanya untuk memanfaatkan uang yang nganggur dan setiap saat dapat dijual
kembali untuk memenuhi uang tunai.

 Piutang wesel (notes receivable) yaitu janji tertulis yang menyatakan kesanggupan
seseorang untuk melakukan pembayaran jumlah tertentu pada waktu yang tertentu
pula. Masa laku wesel biasanya kurang dari setahun.

 Piutang usaha/dagang (account receivable) yaitu tagihan terhadap perusahaan atau


orang lain yang terjadi karena menjual barang atau jasa dengan kredit.

 Persediaan barang dagangan (merchandise inventory) yaitu barang yang dibeli


dengan maksud menjual kembali untuk mendapatkan keuntungan, pembelian
barang untuk dipakai perusahaan sendiri, apapun jenisnya, tidak diklasifikasikan
sebagai persediaan barang dagangan.

 Perlengkapan (supplies) yaitu macam – macam barang milik perusahaan untuk


dipakai dalam operasionilnya. Perlengkapan ini akan segera habis dipakai atau
jangka waktu penggunaannya diperkirakan kurang dari setahun. Misalnya
perlengkapan kantor (office supplies) yang berupa alat tulis, materai dan perangko
dan perlengkapan toko (store supplies) yang berupa tali, karet gelang, kantong,
kertas bungkus dan sebagainya.

 Beban bayar dimuka atau persekot beban (prepaid expense) yaitu beban yang
sudah dibayar lebih dahulu, tetapi waktunya belum dijalani, Misalnya : persekot
sewa, persekot bunga dan sebagainya.
 Pendapatan yang masih harus diterima (accrued revenue) yaitu pengorbanan jasa
yang sudah dilakukan tetapi balas jasanya belum diterima, sewa yang masih harus
diterima.

(2) Investasi (invesment) yaitu penanaman modal diperusahaan lain untuk jangka panjang
(lebih dari setahun). Misalnya pemilikan saham, obligasi atau investasi lainnya dengan
maksud tidak untuk dijual kembali dalam waktu dijual kembali dalam waktu pendek.

(3) Harta tetap (fixed assets) yaitu harta berwujud yang dipakai dalam aktivitas perusahaan,
jadi tidak untuk dijual belikan, dan dapat dimanfaatkan lebih dari setahun, harta tetap
ini meliputi :
 Peralatan (Equipment) yaitu harta tetap yang dipakai dalam operasional perusahaan.
Dapat dipergunakan dalam jangka lama. Misalnya peralatan kantor, peralatan toko,
mesin, kendaraan dan sebagainya.

 Bangunan (Building) yaitu harta yang dipakai untuk aktivitas perusahaan. Didapat
dalam bentuk siap pakai atau dibangun lebih dulu.

 Akumulasi penyusutan harta tetap (Accumulated Depreciation Fixed Assets) yaitu


kumpulan atau jumlah penyusutan harta tetap yang ditetapkan setiap akhir periode
akuntansi. Menunjukkan berkurangnya nilai atau manfaat yang diperoleh dari harta
tetap itu.penyusutan itu diakhiri apabila manfaat dari harta tetap itu habis.

 Tanah (Land) yaitu tanah yang dimiliki perusahaan dan digunakan sebagai tempat
perusahaan itu melakukan kegiatan usahanya. Tanah tidak dikenakan penyusutan.

(4) Harta tidak berwujud (intangible fixed assets), secara fisik harta ini tidak ada (abstrak)
tetapi mempunyai nilai. Secara periodik harta ini dihapuskan dari pembukuan. Harta
tidak berwujud ini antara lain :
 Hak paten yaitu hak yang diberikan pemerintah kepada perusahaan, badan atau
perorangan untuk menggunakan atau memanfaatkan suatu penemuan baru.

 Hak cipta (copyright) yaitu hak istimewa yang diberikan oleh pemerintah kepada
perusahaan, lembaga atau perorangan untuk memperbanyak atau menjual hasil
karya seni atau karya tulis menggunakan cap, nama, gambar atau lambang tertentu.

 Merk dagang (trade mark) yaitu hak yang diberikan pemerintah kepada
perusahaan, lembaga atau perorangan untuk menggunakan cap, nama, gambar atau
lambang tertentu.

 Franchise yaitu hak istimewa yang diberikan oleh suatu perusahaan kepada
perusahaan lainnya untuk menggunakan teknik atau resep tertentu dan menjual
hasilnya.

 Goodwill yaitu kelebihan atau keunggulan suatu perusahaan dibanding dengan


perusahaan lain yang sejenis yang memungkinkan perolehan laba yang lebih
tinggi.
Kelebihan itu mungkin disebabkan oleh keunggulan manajemennya, nama perusahaan
yang sudah sangat terkenal, letaknya yang strategis, distribusi dan pemasaran
yang efektif dan efisien.

(5) Harta lain – lain ( other assets ) yaitu segala macam harta yang tidak termasuk kedalam
jenis harta tersebut diatas. Misalnya pembelian tanah atau emas sebagai cadangan
perusahaan, bangunan yang belum selesai dibuat.

(b) Kewajiban atau utang (liabililties)


Merupakan kewajiban perusahaan terhadap pihak luar perusahaan yang bukan pemilik
perusahaan dan harus dibayar jangka waktu tertentu. Dalam neraca utang harus dilaporkan
dengan memperhatikan jatuh temponya, maksudnya berdasar jangka waktu pelunasannya.
Karena itu utang diklasifikasikan sebagai berikut :
(1) Utang lancar (current liabilities) adalah semua kewajiban perusahaan yang dilunasi
dalam jangka waktu satu tahun. Utang lancar terdiri dari :
 Utang usaha atau utang dagang (account payables) yaitu kewajiban yang terjadi
karena pembelian barang atau jasa dengan kredit yang harus dilunasi dalam waktu
satu tahun.

 Utang wesel atau wesel bayar (notes payables) adalah surat pengakuan yang
menyatakan kesediaan membayar jumlah tertentu pada waktu tertentu dan pada
orang yang namanya tercantum pada surat itu.

 Utang beban (accured express) adalah beban yang masih harus dibayar yang terjadi
karena perusahaan telah menerima jasa dari pihak lain, tetapi belum dibayar.

 Utang pendapatan (deffered income) adalah pendapatan yang diterima lebih dahulu
yang terjadi karena perusahaan telah menerima balas jasa atau uang, tetapi
penyerahan barang atau jasanya belum dilakukan.

(2) Utang jangka panjang (long term liabilities) adalah kewajiban perusahaan yang harus
dilunasi dalam jangka lebih dari satu tahun, yang termasuk utang jangka panjang :
 Utang Hipotek (Mortgage Payables) yaitu pinjaman jangka panjang yang
jaminannya berupa harta tetap.

 Utang Obligasi (Bond Payables) adalah janji tertulis untuk membayar pinjaman
(yaitu nilai nominalnya) pada tanggal jatuh temponya. Bunga obligasi dibayarkan
secara periodik.

 Kredit investasi yaitu pinjaman dari bank untuk keperluan memperluas atau
rehabilitasi usahanya.

(c) Modal (kapital)


Yaitu kewajiban perusahaan kepada pemilik perusahaan, jadi merupakan semacam utang
perusahaan kepada pemilik perusahaan itu. Dalam perusahaan perseorangan perkiraan
modal
dicatat berikut nama pemiliknya, misalnya modal Bakri. Begitu pula pada perusahaan
persekutuan semacam firma dan persekutuan komanditer (CV) adapun perkiraan prive,
merupakan perkiraan kontra modal, artinya tergolong sebagai perkiraan ,modal tetapi
sifatnya mengurangi modal. Pada perseroan terbatas (PT) perkiraan modal disebut modal
saham.

3. Perkiraan nominal
Perkiraan nominal terdiri dari perkiraan pendapatan dan perkiraan beban bersifat sebagai
perkiraan sementara, sebab setiap akhir periode akuntansi, saldonya harus dipindahkan ke
perkiraan ikhtisar rugi – laba.
Apabila pendapatan lebih dari beban, berarti perusahaan memperoleh laba. Sebaliknya jika
beban lebih dari pendapatan berarti memperoleh rugi. Itulah sebabnya perkiraan nominal disebut
juga Perkiraan rugi – laba.

(a) Perkiraan pendapatan (income atau revenue)


Pendapatan merupakan tambahan secara bruto terhadap modal perusahaan. Ada dua
klasifikasi pendapatan :
 Pendapatan operasional atau pendapatan usaha yang diperoleh sebagai hasil usaha
utama perusahaan, misalnya penjualan barang dagangan, penyerahan jasa kepada
langganan dan sebagainya.

 Pendapatan non operasional yang diperoleh diluar usaha utama suatu perusahaan.
Misalnya perusahaan angkutan memperoleh pendapatan bunga.

(b) Perkiraan beban (expense)


Beban merupakan pengorbanan yang dilakukan perusahaan untuk memperoleh pendapatan,
terdapat dua macam beban :
 Beban operasional atau beban usaha yang berhubungan langsung dengan kegiatan
utama perusahaan, Misal : beban gaji, beban iklan, beban penyusutan.

 Beban non operasional yaitu pengorbanan yang tidak ada hubungannya dengan
kegiatan utama perusahaan. Misal : beban bunga, beban administrasi.

4. Kode perkiraan
Supaya mudah mengelompokkan dan mencarinya dalam buku besar, maka perkiraan –
perkiraan itu diberi kode tertentu. Sebagai kode dipergunakan angka atau huruf dalam abjad.
Sekarang kita hanya akan menggunakan kode dengan angka saja yang biasanya terdiri dari dua
atau tiga angka. Jika dipergunakan tiga angka maka :

Angka pertama menunjukkan kode kelompok perkiraan


Angka kedua menunjukkan kode golongan perkiraan
Angka ketiga menunjukkan kode jenis perkiraan

Kode kelompok perkiraan terdiri dari :


Angka 1 adalah kode kelompok perkiraan harta
Angka 2 adalah kode kelompok perkiraan utang
Angka 3 adalah kode kelompok perkiraan modal
Angka 4 adalah kode kelompok perkiraan pendapatan
Angka 5 adalah kode kelompok perkiraan beban

Perkiraan kas kodenya 111 yaitu : angka 1 yang pertama menunjukkan kode kelompok
harta, angka 1 kedua/tengah menunjukkan kode golongan harta lancar dan angka 1 ketiga
menunjukkan kode jenisnya, kode jenis ini sering pula menunjukkan urutan perkiraan itu.

Berikut ini contoh sederhana kode perkiraan.


Harta : Utang : Modal :
111 Kas 211 utang usaha 311 Modal dr Ani
112 Piutang usaha 212 utang wesel 312 prive dr Ani
113 Perlengkapan 221 utang hipotik
121 Peralatan 222 utang obligasi

Pendapatan : Beban :
411 Pendapatan jasa 511 beban gaji
412 Pendapatan bunga 512 beban perlengkapan
413 Pendapatan sewa 519 beban rupa – rupa

Keterangan :

111 : Kas 1 1 1
Kelompok Golongan Jenis
perkiraan perkiraan perkiraan
= harta = harta lancar = kas

G. Persamaan Akuntansi

1. Pendahuluan
Setiap perusahaan didirikan dengan tujuan mendapat laba. Untuk mencapai laba tujuan itu,
perusahaan memerlukan modal, Modal diperoleh dari pemilik perusahaan. Apabila modal itu tidak
cukup, maka perusahaan akan meminjamnya dari kreditur.
Dengan kekayaan yang diperolehnya itu, perusahaan melakukan suatu usaha yang membeli
dan menjual barang dan jasa atau menghasilkan sendiri barang itu. Dalam melakukan kegiatan –
kegiatan itu, perusahaan memerlukan berbagai sarana harta serta memerlukan berbagai
pengorbanan. Pengorbanan ini adalah beban atau biaya. Hasil dari semua kegiatan itu merupakan
pendapatan perusahaan. Gambaran dari semua kegiatan perusahaan itu tampak sebagai transaksi
dan kejadian.

2. Nilai transaksi
Transaksi dan kejadian itu harus dapat dinilai dengan uang untuk kemudian dilakukan
pencatatan. Nilai dari transaksi yang dicatat harus berdasar nilai perolehan, artinya nilai atau
harga yang benar – benar dibayar atau diterima. Selain itu pencatatan harus didasarkan pada
bukti pencatat atau dokumen dan dilakukan dengan cara kronologis.
3. Persamaan Akuntansi
Jika perusahaan menerima setoran uang atau barang lainnya dari pemilik perusahaan, maka
setoran itu menjadi kekayaan atau harta perusahaan. Pada sisi lain, setoran itu menjadi utang
kepada pemilik perusahaan, yang disebut modal, Jadi besarnya nilai harta sama dengan besarnya
nilai modal. Persamaan ini disebut persamaan akuntansi yang dirumuskan sebagai berikut :
Harta (aktiva) = Modal

Apabila modal yang diperoleh itu tidak cukup, maka dilakukan pinjaman dari kreditur, yaitu
pihak luar yang bukan pemilik perusahaan, disebut utang. Dengan demikian persamaan akuntansi
diatas dapat dirumuskan lagi menjadi :
Harta = Utang + Modal

Utang dicantumkan dahulu dari modal, karena apabila perusahaan dibubarkan maka hak
kreditur harus diselesaikan lebih dahulu daripada hak pemilik perusahaan (modal).

4. Pencatatan transaksi dalam persamaan akuntansi


Semua transaksi yang terjadi, akan berakibat berubahnya harta, utang dan modal. Harta ini
diperlihatkan dalam persamaan akuntansi. Namun bagaimanapun perubahan itu, tidak akan
mempengaruhi kesinambungannya.
Marilah kita mempelajari contoh persamaan akuntasi berikut :

Transaksi 1 : Dr. Ani membuka praktek dokter, untuk usahanya ini ia menyetorkan uang
tunai sebesar Rp. 5.000.000,- sebagai modal

Analisa : Dengan setoran ini sekarang perusahaan mempunyai uang tunai yang
disebut kas dan sisi lain timbul utang perusahaan kepada pemilik yang
disebut modal. Dalam persamaan akuntansi tampak sebagai berikut :

Persamaan akuntansi
(dalam ribuan Rupiah)
No. Transaksi Harta = Modal Keterangan
Kas = Modal Dr Ani
1 + 5000 = + 5000 Modal awal

Transaksi 2 : Membayar sewa ruangan praktek dan membayar dengan cek sebesar
Rp. 200.000,-
Analisa : Harta kas perusahaan dan modal masing – masing berkurang dengan
Rp.200.000,-. Persamaan akuntansinya sebagai berikut :

No. Transaksi Harta = Modal


Kas = Modal Dr. Ani Keterangan
1 5000 = 5000 Modal awal
2 -200 = -200 Beban sewa
Saldo 4800 = 4800

Transaksi 3 : Membeli peralatan kedokteran dengan kredit seharga Rp. 1.200.000,-


dari PT. Adhifarma
Analisa : Transaksi ini menyebabkan timbulnya harta bertambah yang berupa
peralatan dan diisi lain karena pembelian belum dibayar, timbul pula utang.
Dalam persamaan akuntansi tampak sebagai berikut :

No. Harta = Utang Modal


Transaksi Kas Peralatan = Utang Usaha Modal Dr. Ani Ket.
Saldo 4800 = 4800
3 + 1200 = + 1200
Saldo 4800 + 1200 = + 1200 4800

Transaksi 4 : Membeli dengan tunai obat – obatan untuk perlengkapan praktek dari PT.
Faritex seharga Rp. 700.000,-
Analisa : Pembelian menyebabkan harta perlengkapan bertambah dan harta kas
dipakai membayar jadi berkurang. Persamaan akuntansinya :

No. Harta = Utang Modal


Transaksi Kas Perlkpn Peraltn = Utang usaha Modal Dr Ani Ket.
Saldo 4800 + 1200 = + 1200 + 4800
4 - 700 + 700 =
Saldo 4100 + 700 + 1200 = + 1200 + 4800

Transaksi 5 : Menerima pendapatan dari praktek dokter selama setengah bulan sebesar
Rp. 2.300.000,-
Analisa : Penerimaan menyebabkan harta kas bertambah dan modal juga bertambah
dari pendapatan. Persamaan akuntansinya :

No. Harta = Utang Modal


Transaksi Kas Perlkp Peraltn = Utang U. Modal Dr Ani Ket.
Saldo 4100 + 700 + 1200 = 1200 + 4800
5 + 2300 = + 2300 Pendpt jasa
Saldo 6400 + 700 + 1200 = 1200 + 7100

Transaksi 6 : Telah dilakukan pengobatan dan perawatan para karyawan firma Abadi
dengan memperhitungkan Rp. 900.000,- yang akan diterima bulan
depan.
Analisa : Dengan pemberian jasa ini modal perusahaan bertambah dan timbul piutang
usaha karena uang jasanya belum diterima.

No. Harta = Utang Modal


Transaksi Kas Piutang Perlkp Peraltn = Utang U. Modal Dr Ani Ket.
Saldo 6400 + 700 + 1200 = 1200 + 7100
6 + 900 + 700 = + 900 Pendpt jasa
Saldo 6400 + 900 + 700 + 1200 = 1200 + 8000

Transaksi 7 : Membayar gaji perawat dan karyawan lainnya sebesar Rp. 250.000,-
Analisa : Transaksi ini menyebabkan harta kas berkurang dan modalpun berkurang
akibat pengeluaran untuk gaji. Persamaan akuntansinya :

No. Harta = Utang Modal


Transaksi Kas Piutang Perlengk. Peralat. = Utang U. Modal Dr Ani Ket.
Saldo 6400 + 900 + 700 + 1200 = 1200 + 8000
7 - 250 = - 250 Beban gaji
Saldo 6150 + 900 + 700 + 1200 = 1200 + 7750

Transaksi 8 : Nilai persedian perlengkapan pada akhir periode akuntansi seharga


Rp. 225.000,-
Analisa : Nilai persedian akhir berarti pula nilai perlengkapan yang belum dipakai,
jadi nilai yang mengurangi perlengkapan, atau yang sudah dipakai dan juga
mengurangi modal – Rp. 475.000,-
Yaitu : Rp. 700.000 – Rp. 225.000 = Rp. 475.000

No. Harta = Utang Modal


Transaksi Kas Piutang Perlengk. Peralat. = Utang U. Modal Dr Ani Ket.
Saldo 6150 + 900 + 700 + 1200 = 1200 + 7750
8 - 475 = - 475 Beban perlengk.
Saldo 6150 + 900 + 225 + 1200 = 1200 + 7275

Apabila persamaan akuntansi diatas disusun selengkapnya, maka akan tampak sebagai berikut :

PRAKTEK Dr. ANI


PERSAMAAN AKUNTANSI

Tgl Kas Piutang Perlkp Peral = Utang U Modal Keterangan


Dr. Ani
1 5000 - - - = - + 5000 Modal Awal
2 - 200 - - - = - - 200 Beban Sewa
Saldo - 4800 - - - = - + 4800
3 - - - +1200 = 1200
Saldo 4800 - - +1200 = 1200 + 4800
4 - 700 - + 700 - = - -
Saldo 4100 - + 700 + 1200 = 1200 + 4800
5 + 2300 - = - + 2300 Pend. Jasa
Saldo 6400 - + 700 + 1200 = 1200 + 7100
6 - + 900 = - + 900 Pend. Jasa
Saldo 6400 + 900 + 700 + 1200 = 1200 + 8000
7 - 250 - = - - 250 Beban gaji
Saldo 6150 + 900 + 700 + 1200 = 1200 + 7750
8 - - - 475 = - - 475 Beban perlengkapan
Jml 6150 + 900 + 225 + 1200 = 1200 + 7275

H. Laporan Keuangan Dari Hasil Persamaan Akuntansi

Laporan keuangan
(1) Neraca
(2) Laporan R / L
(3) Laporan Perubahan Modal

(1) NERACA Praktek Dr. Ani

Harta Utang

Kas Rp. 6150 Utang Rp. 1200


Piutang Rp. 900
Perlengkapan Rp. 225 Modal
Peralatan Rp. 1200 Modal Dr. Ani Rp. 7275
Jumlah Harta Rp. 8475 Jumlah U + M Rp. 8475

(2) Laporan Rugi / Laba Praktek Dr. Ani

I. Pendapatan I Rp. 2.300


Pendapatan II Rp. 900
Jumlah Pendapatan Rp. 3.200

II. Beban – Beban


1. Beban Sewa Rp. 200
2. Beban Gaji 3. Beban
Perlengkapan Rp. 250
Rp. 475
Rp. 925

III. Laba Rp. 2.275

(3) Laporan Perubahan Modal


Laporan Perubahan Praktek Dr. Ani

Modal Awal Rp. 5.000


Laba Rp. 2.275

Modal Akhir Rp. 7.275

I. Pengaruh Transaksi Perkiraan Tertentu Terhadap Persamaan Akuntansi

I. Perkiraan Harta
1. Pembelian harta secara kontan : Harta (+) dan Harta (-)
Contoh :
Pembelian perlengkapan kontan : Perlengkapan (+) Kas (-)
Pembelian peralatan kontan : Peralatan (+) Kas (-)

2. Pembelian harta secara kredit : Harta (+) dan Utang (+)


Contoh :
Pembelian perlengkapan kredit : Perlengkapan (+) Utang (+)
Pembelian peralatan kredit : Peralatan (+) Utang(+)

II. Perkiraan Utang


3 Pinjaman uang dari bank : Kas (+) Utang (+)
4 Pembelian perlengkapan kredit : Perlengkapan (+) Utang (+)
5 Pelunasan utang : Kas (-) Utang (-)

III. Perkiraan Modal


: Keterangan
6 Investasi modal : Kas (+) Modal (+) Investasi Modal
7 Penarikan prive : Kas (-) Modal (-) Prive
8 Pendapatan : Kas (+) Modal (+) Pendapatan
9 Beban : Kas (-) Modal (-) Beban

IV. Penyusutan Harta


10 Perlengkapan susut : Perlengkapan (-) Beban
Perlengkapan berkurang : Modal (-) Perlengkapan
11 Penyusutan alat / harta : Akumulasi penyusutan
Alat / harta (+) Beban penyusutan
Modal (-) Peralatan / harta

J. Analisa Transaksi dan Kejadian

Sebelum kita mempelajari bagaimana melakukan pencatatan, perlu lebih dulu kita pelajari
analisa transaksi dan kejadian. Analisa itu terhadap harta, utang dan modal. Analisa dengan
menggunakan persamaan akuntansi ternyata tidak praktis, apa lagi jika perusahaan telah
berkembang.
Pada pelajaran tentang klasifikasi perkiraan, telah diketahui bahwa perkiraan – perkiraan
terbagi menjadi lima kelompok, yaitu :

(a) Harta, dalam neraca dilaporkan disebelah kiri, atau menurut istilah akuntansi debet.
Jika harta bertambah pencatatannya di debet pula. Sebaliknya jika harta berkurang,
maka dicatat disebelah kanan (kredit). Tiap akhir periode akuntansi saldonya selalu
debet, biasa disebutkan saldo normalnya debet.

(b) Utang, dilaporkan dalam neraca disebelah kredit. Jadi jika utang bertambah pun dicatat
di kredit, dan jika berkurang dicatat di debet. Tiap akhir periode akuntansi, saldo
normalnya kredit.

(c) Modal, dalam neraca dilaporkan disebelah kredit, dengan demikian bertambahnya
modal harus dicatat di kredit, sedangkan berkurangnya modal dicatat di debet. Saldo
normalnya kredit.

(d) Pendapatan, merupakan perkiraan sementara yang selama berlangsungnya periode


akuntansi mencatat penambahan modal. Jadi tambahan pendapatan, dicatat seperti
modal bertambah, yaitu di kredit. Sedangkan berkurangnya dicatat di debet.

(e) Beban, juga merupakan perkiran sementara, tapi selama berlangsungnya periode
akuntansi mencatat pengurangan modal. Jika beban bertambah, berarti modal
berkurang, dicatat di debet. Sebaliknya jika beban berkurang, maka dicatat di kredit.

Harta
Debet ---- bertambah ------ Beban ------berkurang ------- kredit
Beban

Utang
Debet ---- berkurang ------ Modal ------bertambah ------- kredit
Pendapatan
K. Jurnal (Journal)

Sesungguhnya pencatatan transaksi – transaksi dapat dilakukan langsung ke dalam Buku


Besar. Namun cara ini mengandung resiko, yaitu sukar menemukan kesalahan – kesalahan yang
terjadi. Karena itu akan lebih aman jika pencatatan dilakukan dengan tidak langsung, yaitu
dengan menggunakan Jurnal.
Jurnal adalah buku catatan pertama dalam akuntansi dan merupakan buku catatan asli (Book
of original entry), sebab mencatat semua transaksi dan kejadian secara langsung dari surat – surat
bukti, sebelum dicatat ke dalam buku – buku catatan lain.

1. Fungsi jurnal
(a) Fungsi mencatat, semua transaksi harus dicatat dalam jurnal. Tidak boleh ada
transaksi yang tidak dicatat.
(b) Fungsi historis, pencatatan ini harus berurutan (kronologis) menurut tanggal terjadinya
transaksi.
(c) Fungsi analisa, semua transaksi yang dijurnal dianalisa untuk menentukan debet dan
kreditnya. Debet dan kredit ini harus sesuai dengan catatan dalam buku besar.
(d) Fungsi instruktif, semua transaksi di jurnal mengandung instruksi atau perintah, yaitu
harus dipindahkan (posting) ke buku besar.
(e) Fungsi informatif, setiap catatan dalam jurnal sifatnya memberi informasi atau
penjelasan mengenai perkiraan dan macamnya transaksi yang terjadi.

2. Bentuk jurnal
Besar kecilnya perusahaan serta sifat operasi perusahaan, berpengaruh terhadap bentuk
jurnal yang dipergunakan. Namun disini kita hanya akan mempelajari jurnal dua kolom,
saja, yaitu sebagai berikut :

JURNAL UMUM

Halaman : . .
Tgl Perkiraan dan uraian Ref Debet Kredit

Cara mencatat transaksi dalam jurnal umum :


(a) Tiap halaman jurnal diberi nomor halaman, yang akan dipergunakan sebagai referensi.
(b) Tahun dicatat pada baris paling atas pada lajur/kolom tanggal. Cukup sekali saja
dilakukan pada tiap halaman jurnal.
(c) Bulan dicatat dibawah tahun. Juga cukup dicatat sekali pada tiap halaman kecuali jika
terjadi pergantian bulan.
(d) Tanggal yang dicatat adalah tanggal terjadinya transaksi atau kejadian.
(e) Perkiraan yang didebet harus dicatat lebih dahlu dan jumlah uang dicatat di lajur debet.
(f) Perkiraan yang dikredit harus dicatat di bawah perkiraan yang didebet dan jumlah
uangnya dicatat dilajur kredit. Penulisannya agak kekanan.
(g) Bila perlu, uraian singkat dapat dicatat dibawah perkiraan yang dikredit.

Contoh :
JURNAL UMUM
Halaman : 7
Tgl Perkiraan dan uraian Ref Debet Kredit
1993
Mei 7 Perlengkapan Rp. 50.000,-
Utang usaha Rp. 50.000,-
Ket : Membeli obat –
obatan dari Toko Puri

L. Buku Besar (Ledger)

Buku besar merupakan buku catatan akhir (book of final entry). Buku besar adalah
kumpulan dari banyak daftar yang masing – masing disebut perkiraan. Perkiraan – perkiraan itu
boleh berbentuk lembaran – lembaran atau kartu dan boleh pula berbentuk buku.

Bentuk perkiraan buku besar


Kita mengenal tiga macam bentuk perkiraan buku besar :
(1) Bentuk dua kolom disebut juga bentuk skontro. Mempunyai dua sisi yaitu sisi kiri atau
debet dan sisi kanan atau kredit. Baik sisi debet baikpun sisi kredit mempunayi susunan
lajlur yang sama, yaitu sebagai berikut :

Nama perkiraan : ……. Halaman : . . . . . .. .


Tgl Uraian Ref Jumlah Tgl Uraian Ref Jumlah

(2) Bentuk Tiga kolom yang mempunyai susunan lajur sebagai berikut

Nama Perkiraan : . . . . . . . . . . Halaman : . . . . . . .


Tgl Uraian Ref Debet Kredit Saldo
(3) Bentuk Empat Kolom.
Susunan lajurnya sama seperti bentuk tiga kolom, hanya jalur saldonya terbagi menjadi
jalur saldo debet dan saldo kredit, yaitu sebagai berikut :

Nama Perkiraan : . . . . . . . . . . Halaman : . . . . . .


Saldo
Tgl Uraian Ref Debet Kredit
Debet Kredit

M. Memindahkan Data Jurnal ke Dalam Buku Besar

Setelah semua transaksi dan kejadian tercatat dalam Jurnal, maka setiap hari data jurnal itu
harus dipindahkan ke dalam buku besar. Tahap pencatatan ini disebut posting. Posting dilakukan
melalui langkah – langkah berikut :
(1) Salin tanggal yang terdapat dalam jurnal ke lajur tanggal yang terdapat pada perkiraan
buku besar.
(2) Salin keterangan yang terdapat dalam jurnal ke perkiraan buku besar yang
bersangkutan. (3) Salin nomor halaman jurnal ke lajur ref yang terdapat dalam perkiraan
buku besar yang
bersangkutan.
(4) Salin jumlah debet yang terdapat dalam jurnal ke lajur jumlah debet yang terdapat
dalam perkiraan buku besar. Hal sama dilakukan pula untuk jumlah kredit.
(5) Untuk perkiraan tiga atau empat kolom, hitunglah saldonya dan kemudian catat debet
dan kredit.
(6) Salin nomor kode perkiraan buku besar ke lajur ref yang ada dalam jurnal.

JURNAL UMUM
Contoh :
Halaman : 8
Tgl Uraian Ref Debet Kredit
1992 Peralatan Toko 131 Rp. 75.000 -
Utang Usaha 211 - Rp. 75.000

BUKU BESAR
Peralatan Toko No. 131
Tgl Uraian Ref Debet Kredit Saldo Dr
1992
Sep 7 Utang usaha 8 Rp. 75.000 - Rp. 75.000

Utang Usaha No. 211


Tgl Uraian Ref Debet Kredit Saldo Dr
1992
Sep 7 Peralatan Toko 8 - Rp. 75.000 Rp. 75.000

Latihan 1:
1. Saudara Kurnia mendirikan perusahaan “Penjahit Kurnia” pada tanggal 1 Mei 1990.
Selama bulan 1990 itu telah terjadi transaksi – transaksi :
Mei 1 Menyetorkan uang tunai sebagai modal perusahaan sebesar Rp. 3.000.000,-
Mei 3 Membeli dengan kredit dari PT. Asia 4 mesin jahit dengan harga @
Rp. 600.000,-
Mei 4 Membeli dari Pasar Baru macam – macam perlengkapan menjahit seharga
Rp. 600.000
Mei 7 Telah diselesaikan jahitan pakaian seragam kerja pesanan dari PT. MITRA,
uangnya diterima bulan ini Rp. 850.000,-
Mei 10 Membayar sewa ruangan bulan ini Rp. 250.000,-
Mei 12 Diselesaikan pesanan jahitan dari Toko Murni seharga Rp. 1.500.000,- yang
baru diterima Rp. 500.000,-
Mei 15 Membayar cicilan pertama pembelian mesin jahit Rp. 200.000,-
Mei 20 Saudara Kurnia mengambil uang Rp. 150.000,- untuk keperluan pribadinya.
Mei 28 Membayar gaji para karyawan sebesar Rp. 240.000,-
Mei 29 Membayar rekening Listrik bulan ini Rp. 45.000,-
Mei 30 Sisa perlengkapan yang masih ada berharga Rp. 275.000,-
Mei 31 Mesin jahit disusutkan 2 % dari harga belinya

Diminta : Menyusun persamaan akuntansi mengenai transaksi di atas.

2. Tanggal 2 Maret Sdr Sudi menanamkan uang Rp. 12.000.000,- sebagai modal pada
perusahaan angkutan yang didirikannya dengan nama “Perusahaan Angkutan Dudi”. Transaksi
selama bulan Maret itu :
Mrt 3 Membayar sewa bangunan untuk setahun Rp. 1.500.000,-
Mrt 5 Membeli tiga truk seharga Rp. 45.000.000,- dibayar Rp. 5.000.000,- sedangkan
sisanya akan dicicil.
Mrt 7 Membeli oli, bensin, ban dan perlengkapan kendaraan lainnya Rp. 2.400.000,-
Mrt 15 Membeli peralatan kendaraan untuk reparasi Ro. 400.000,-
Mrt 30 Menerima Rp. 6.800.000,- pendapatan jasa angkutan bulan ini.
Mrt 30 Membayar :
Bebangajipengurus Rp. 750.000,-
Bebanupahsopir Rp. 300.000,-
Beban rupa – rupa Rp. 40.000,-

Mrt 31 Perlengkapan kendaraan yang habis dipakai selama bulan maret Rp. 1.860.000,-
Penyusutan kendaraan ditetapkan 2 % dari harga belinya.

Diminta : Susunlah persamaan akuntansi untuk transaksi di atas.


3. Tanggal 1 Agustus 1992 perusahaan “Photo Copy Ardi” melanjutkan usahanya dengan
kekayaan sebagai berikut :
Agt 1 Perusahaan “Photo Copy Ardi” mempunyai :
Uang tunai Rp. 7.700.---,-
Piutang usaha Rp. 2.400.000,-
Perlengkapan Rp. 680.000,-
Peralatan photo copy Rp. 7.500.000,-
Agt 3 Membeli perlengkapan dengan tunai Rp. 120.000,-
Agt 5 Diselesaikan pekerjan photo copy dan penjilidan untuk PT. Sukma dan diterima
tunai Rp. 2.100.000.-
Agt 11 Membeli dengan kredit dari Toko Kenanga perlengkapan Photo copy seharga
Rp. 1.200.000,-
Agt 15 Membayar gaji karyawan setengah bulan pertama Rp. 220.000,-
Agt 18 Membayar biaya pemasangan iklan Rp. 170.000,-
Agt 19 Diselesaikan untuk beberapa langganan pekerjaan photo copy dan menjilid buku
seharga Rp. 2.345.000,- yang baru diterima Rp. 1.250.000,- sedangkan sisanya
akan diterima kemudian.
Agt 22 Membeli sebuah mesin photo copy baru dari PT. Sawit dengan harga
Rp. 1.200.000,- baru dibayar Rp. 200.000,- sisanya akan diangsur dalam 10 bulan.
Agt 23 Menerima pembayaran dari para pelanggan Rp. 395.000,-
Agt 25 Membayar sewa ruangan untuk bulan Agustus Rp. 500.000,-
Agt 29 Membayar gaji karyawan setengah bulan kedua Rp. 220.000,- dan uang makan
karyawan bulan Agustus Rp. 150.000,-
Agt. 30 Membayar angsuran utang Rp. 100.000,-
Agt 30 Untuk keperluan pribadi, Ardi mengambil uang perusahaan sebesar Rp. 400.000,-
Agt 31 Persediaan perlengkapan Rp. 380.000,-, sedangkan peralatan disusut Rp. 82.000,-.

Diminta : Catatlah transaksi – transaksi di atas dalam persamaan akuntansi.


Latihan 2

1. Jumlah di Jakarta membuka usaha reparasi peralatan listrik dengan nama ”Jumala Service”.
Selama bulan Maret 1992 telah terjadi transaksi sebagai berikut :
Mrt 1 Menyetor uang tunai ke dalam kas perusahaan Rp. 7.000.000,-
Mrt 3 Membeli dari Eka Electrics seperangkat peralatan seharga Rp. 4.800.000,- : baru
dibayar Rp. 2.300.000,-.
Mrt 4 Membeli tunai dari PT Sumber dengan harga Rp. 1.150.000,-
Mrt 10 Menerima pendapatan jasa service Rp. 960.000,-
Mrt 11 Membayar sewa ruangan untuk bulan ini Rp. 400.000,-
Mrt 15 Membayar angsuran utang kepada “Eka Electrics” sejumlah Rp. 500.000,-
Mrt 20 Menerima pendapatan jasa service Rp. 1.880.000,- diantaranya Rp. 200.000,-
dipinjam oleh Jupri, seorang karyawan.
Mrt 24 Membeli berbagai perlengkapan listrik dari PT Sumber dengan harga Rp. 730.000,-
Mrt 27 Membayar biaya pemeliharaan peralatan Rp. 215.000,-
Mrt 29 Menyelesaikan pekerjaan reparasi untuk para pelanggan dan mendapatkan jasa
Rp. 1.250.000,- diantaranya Rp. 500.000,- diterima tunai.
Mrt 30 Sisa perlengkapan berharga Rp. 680.000,-
Mrt 31 Peralatan disusutkan 2 % dari harga belinya.

Diminta a. Mencatatat transaksi diatas dalam jurnal umum.


b. Postingkan jurnal itu ke dalam buku besar (perkiraan buku besar
bentuk empat kolom).

2. Dr. Adhisti membuka praktek umum, dan selama bulan Februari tahun ini melakukan
transaksi sebagai berikut :
Feb 1 Ditanamkan modal pertama sebesar Rp. 3.000.000,- dalam usaha praktek dokter.
Feb 1 Dibayar lebih dulu sewa ruangan untuk tiga bulanan sebesar Rp. 250.000,-
Feb 2 Dibeli dengan kredit dari PT. Dharma Farma, alat – alat kedokteran seharga
Rp. 175.000,- dan obat – obatan untuk keperluan praktek sehsarga Rp. 480.000,-.
Feb 4 Dibayar premi asuransi sebesar Rp. 75.000,-
Feb 8 Untuk pengobatan para karyawan PT Vita selama seminggu, diterima honorarium
sebesar Rp. 480.000,-
Feb 12 Dibeli dari PT Dharma Farma tambahan peralatan kedokteran seharga Rp. 75.000,-,
baru dibayar Rp. 25.000,-
Feb 15 Honorarium pengobatan dan pemelirahaan kesehatadn karyawan PT Multi selama
setengah bulan Rp. 800.000,- yang baru diterima Rp. 250.000,- sisanya akan diterima
akhir bulan.
Feb 24 Dibayar kepada PT. Dharma Farma Rp. 125.000,-
Feb 25 Diterima dari PT Vita honorarium pengobatan karyawannya sebesar Rp. 360.000,-
Feb 26 Dibeli dari PT Turi Farma Obat – obatan seharga Rp. 480.000,- yang dibayar dengan
cek BRI.
Feb 27 Untuk keperluan pribadi, Dr. Adhisti mengambil uang tunai perusahaan Rp. 200.000,-
Feb 28 Diterma cek BRI dari PT. Multi sebesar Rp. 550.000,- yaitu sisa tagihan tangal 15
Februari yang lalu.
Diminta : a. Membuat jurnal untuk transaksi – transaksi di atas.
b. Postingkan jurnal tersebut ke dalam buku besar.

3. Menurut necara tanggal 1 Oktober 1990 bengkel sepeda motor ”Eka “mempunayi kekayaan
sebagai berikut :
Kas Rp. 960.000,- Utang usaha Rp. 440.000,-
Piutang usaha Rp. 510.000,- Modal Eka Rp. 5.560.000
Perlengkapan Rp. 730.000,-
Peralatan Rp. 3.800.000,-
Rp. 6.000.000,- Rp. 6.000.000,-

Pada bulan Oktober 1990 terjadi transaksi sebagai berikut :


Okt 1 Eka menambah investasinya dengan menyetor uang Rp. 440.000,-
Okt 3 Dibeli tunai dari PT Nuisa minyak pelumas dan stemvet seharga Rp. 120.000,-
Okt 8 Diterima dari para pelanggan sebagai imbalan service sepeda motor Rp. 870.000,-
Okt 11 Dibeli dari CV Intan sejumlah perlengkapan baru seharga Rp. 140.000,- yang baru
dibayar Rp. 40.000,-
Okt 13 Dibayar biaya pemasngan iklan di Medica Rp. 130.000,-
Okt 18 Diterima pelunasan tagihan dari Sdr. Harsono Rp. 310.000,-
Okt 21 Dibeli tambahan peralatan baru seharga Rp. 200.000,- dari PT Dinar yang akan
dibayar bulan depan.
Okt 25 Telah diselesaikan service dan reparasi 5 sepeda motor milik Firma Adhi ; biayanya
Rp. 750.000,- diterima berupa cek.
Okt 28 Dibayar gaji bulan ini untuk montir Rp. 150.000,- dan untuk pembantu Rp.
50.000,-
Okt 31 Perlengkapan masih bersisa Rp. 290.000,- sedang peralatan disusutkan 2 % dari
harga belinya.

Diminta : a. Jurnalah transaksi – transaksi tersebut diatas.


b. Postingkan jurnal itu ke dalam buku besar.
BAB IV
AKUNTANSI PERUSAHAAN JASA

A. Jurnal Umum
Transaksi-transaksi yang terjadi dalam kegiatan perusahaan akan mengakibatkan susunan
pada harta, kewajiban maupun modal berubah. Perubahan tersebut harus dicatat pada suatu daftar
yang sesuai dengan penggolongan masing-masing. Pencatatan secara langsung dari transaksi-
transaksi kedalam rekening/akun sering terjadi kesalahan-kesalahan. Untuk memperkecil
kesalahan tersebut. Sebelum transaksi dipindahkan kedalam rekening sesuai dengan
penggolongannya, transaksi perlu dianalisa terlebih dahulu, karena pencatatan pertama/prima
dapat akan menjadikan pencatatan berikutnya salah.
Untuk mengurangi kesalahan tersebut derngan jalan menampung data-data yang akan
dipindahkan kedalam rekening-rekening itu kedalam sebuah daftar yang disebut jurnal. Secara
keseluruhan sebelum transaksi-transaksi dipindahkan dalam rekening-rekening perlu dicatat
dalam jurnal ( jurnal umum )

B. Cara Menjurnal
Sebelum transaksi dijurnal. Perlu dianalisa lebih dahulu untuk memperkecil kesalahan.
Dalam menganalisa perlu diketahui lebih dahulu, apakah itu mengakibatkan/yang menyangkut
rekening golongan harta, kewajiban atau modal. Dalam menganalisa perlu berpedoman ketentuan
dalam mendebet dan mengkredit perkiraan-perkiraan, antara lain :
(1) Bila harta bertambah, maka perkiraan harta dibukukan sebelah debet
Bila harta berkurang, maka perkiraan harta akan dibukukan sebelah kredit.
(2) Bila kewajiban bertambah, maka perkiraan kewajiban/hutang dibukukan sebelah
kredit.
Bila kewajiban berkurang, maka perkiraan kewajiban akan dibukukan sebelah debet.
(3) Bila modal bertambah, maka perkiraan modal dibukukan sebelah kredit.
Bila modal berkurang, maka perkiraan modal akan dibukukan sebelah debet.
(4) Bila prive bertambah, maka perkiraan prive akan dibukukan sebelah debet.
(5) Bila beban bertambah, maka perkiraan beban akan dibukukan sebelah debet
(6) Bila pendapatan bertambah, maka perkiraan pendapatan akan dibukukan sebelah
kredit.
(7) Bila terjadi penyusutan harta maka Beban penyusutan harta tetap di debet dan
akumulasi penyusutan harta tetap dikredit.

Contoh.- 1 :
Amin menanamkan uang dalam perusahaan sebesar Rp. 1.000.000,00. Dengan penanaman
ini modal perusahaan milik Amin bertambah, dibuku sebelah kredit. Disamping itu uang
kas perusahaan Amin mengalami penambahan, maka perkiraan harta yang berupa Kas
dibuku sebelah debet, dengan jumlah sebesar itu.
Contoh – 2 :
Diterima pendapatan bunga sebesar Rp. 10.000,00. Dengan penerimaan sejumlah
itu Modal akan bertambah dengan demikian perkiraan pendapatan bunga dibuku sebelah
kredit. Dengan penerimaan Kas perusahaan mengalami penambahan, dengan demikian
59
perkiraan Kas dibuku sebelah debet sebesar jumlah itu.

Contoh – 3 :
Dibayar per kas faktur Toko Tenteram atas pembelian dengan kredit beberapa waktu yang
lalu sebesar Rp. 100.000,00. Dengan pembayaran tunai itu berarti harta yaitu yang berupa
uang tunai berkurang, maka perkiraan kas dibukukan sebelah kredit. Disamping
berkurangnya uang kas/harta, berkurangnya pula kewajiban/hutang terhadap toko
Tenteram, maka perkiraan hutang usaha/toko Tenteran dibukukan sebelah debet.

Berdasarkan contoh-contoh diatas, maka jurnal umum akan tampak sebagai berikut :
JURNAL UMUM
Halaman :
Tanggal Keterangan Ref. Debet Kredit

Kas 1.000.000,00
Modal Amin (penanam modal Amin ) 1.000.000,00
Kas 10.000,00
Pendapatan Bunga 10.000,00
Hutang usaha 100.000,00
Kas ( Faktur Toko Tenteram ) 100.000,00

Contoh . a. Tanggal diisi tanggal transaksi itu terjadi


b. Keterangan diisi nama rekening sesuai dengan transaksinya
c. Ref. diisi dengan nomor / kode perkiraan.
d. Debet/Kredit diisi sesuai jumlahnya.

Untuk lebih jelas diberikan contoh soal yang lain beserta jawabannya.

Contoh soal :
Transaksi-transaksi yang terjadi pada Bengkel Adi selama bulan Juli 2000 bulan pertama
kegiatannya sebagai berikut :
Tanggal 3 Juli 2000, Adil Permana menanamkan uangnya sebesar Rp. 5.000.000,00
kedalam perusahaan ( kwitansi nomor 001 )
Tanggal 5 Juli 2000, membeli peralatan bengkel dari PT. Mega Indah seharga
Rp. 5.500.000,00. Sejumlah Rp. 3.000.000,00 dibayar tunai sisa
dibayar kemudian ( faktur no. 2076 )
Tanggal 7 Juli 2000, membeli perlengkapan kantor secara tunai sebesar Rp. 550.000,00
( nota penjualan no. 089 )
Tanggal 9 Juli 2000, membayar sewa kantor Juli 2000 sebesar Rp. 50.000,00
( kwitansi no. 10/VIII/2000 )

60
12 Juli 2000, membayar rekening telepon dan air Tp. 75.000,00 (bukti No. 001) Tanggal 20 Juli 2000,
membayar kekurangan pembelian peralatan yang dibeli tanggal
5 Juli 2000 sebagai angsuran pertama sebesar Rp. 500.000,00
( kwitansi no. 897 )
Tanggal 23 Juli 2000, menerima dari langganan jasa reparasi sebesar Rp. 1.500.000,00
( dengan bukti kwitansi no. 001 ).
Tanggal 31 Juli 2000, telah melaksanakan pekerjaan reparasi untuk PT. Tani Makmur tetapi
jasa/uang jasa reparasi belum diterima senilai Rp. 1.200.000,
faktur no. 020
Tanggal 31 Juli 2000, membayar upah tukang/karyawan bulan Juli 2000 sebesar
Rp. 500.000,00 ( bukti kwitansi no. 002 )
Tanggal 31 Juli 2000, Adil Permana mengambil uang untuk kepentingan pribadi sebesar
Rp. 500.000,00 ( bukti kwitansi no. 003 )

Diminta : catatlah transaksi-transaksi tersebut dalam Jurnal Umum.

Jawab :

BENGKEL ADI
JURNAL JULI 2000

1 : 1000
Tanggal Keterangan Ref Debet Kredit
2000
Juli 3 Kas Rp. 5.000
Modal Adil Permana Rp. 5.000
(kwitansi no.001)
5 Peralatan bengkel Rp. 5.500
Kas Rp. 3.000
Utang dagang Rp. 2.500
( faktur no. 2076 )
7 Perlengkapan kantor Rp. 550
Kas Rp. 550
(nota penjualan no. 089)
9 Beban sewa kantor Rp. 50
Kas Rp. 50
( kwitansi no. 10/VIII/2000)
12 Beban rekening telepon dan Rp. 75
air
Kas Rp. 75
( bukti no. 001 )
20 Utang dagang Rp. 500
Kas Rp. 500
(angsuran utang kwitansi
no. 897 )
23 Kas Rp. 1.500
Pendapatan Rp. 1.500
(bukti kwitansi no.001 )
31 Piutang jasa Rp. 1.200
Pendapatan jasa Rp. 1.200
( Faktur no. 0020 )
31 Beban upah karyawan Rp. 500
Kas Rp. 500
(bukti kwitansi no. 0.002)
31 Prive Adil Permana Rp. 500
Kas Rp. 500
( kwitansi no. 003 )
Jumlah Rp. 15.375 Rp. 15.375

Tugas / latihan jurnal : buatlah jurnal dari soal persamaan akuntansi pada halaman 54 s/d 57

C. Pengertian Ledger
Transaksi-transaksi yang terjadi dalam kegiatan perusahaan dalam suatu periode akan
berpengaruh atas pengurangan atau penambahan berbagai elemen harta, kewajiban/hutang dan
modal. Dalam mempersiapkan suatu laporan keuangan yang lengkap dan tepat waktunya catatan-
catatan mengenai masing-masing jenis Harta, Kewajiban/Hutang modal, pendapatan dan beban.
Pencatatannya dilakukan sesuai dengan perkiraan masing-masing. Kumpulan dari perkiraan/akun
ini disebut Buku Besar/Ledger.
Cara pencatatan untuk penambahan dan pengurangan pada setiap perkiraan dipergunakan
suatu sistem pencatatan berpasangan ( double entry ) atau disebut sebagai sistem akuntansi
berpasangan. Yang disebut dengan sistem berpasangan ialah bahwa setiap transaksi-transaksi
akan selalu dicatat dalam dua perkiraan atau lebih dengan jumlah debet dan kredit yang
seimbang.

D. Posting

Setelah bukti transaksi dicatat dalam Jurnal, maka tahap selanjutnya memindahkan data-
data yang tercatat dalam jurnal kedalam perkiraan-perkiraan yang bersangkutan dalam buku
besar. Jadi jurnal sebagai titian atau jembatan dalam perpindahan/pencatatan bukti transaksi ke
rekening-rekening yang sesuai dengan penggolongan/jenisnya dalam buku besar.
Secara lengkap pengertian buku besar ialah kumpulan dari perkiraan yang saling
berhubungan serta merupakan kesatuan yang lengkap pada suatu perusahaan disebut Buku Besar.
Pada umumnya suatu perkiraan ( acount ) berbentuk “ T “ atau skontro sebelah
menyebelah, ada yang berbentuk laporan ( report form ). Dalam praktek banyak menggunakan
empat kolom dengan mencatumkan sekali saldo karena adanya perubahan. Bentuk rekening yang
mempunyai dua lajur sebagai berikut :
Debet ( judul perkiraan ) kredit
Debet Kredit
Sisi kiri Sisi kanan

Cara Menggunakan Perkiraan

Pada dasarnya naik-turun atau penambahan dan pengurangan uang pada sisi debet dan kredit
secara garis besarnya dapat digambarkan sebagai berikut :

Harta
(+) (-)
Bertambah dibuku sebelah Berkurang dibuku sebelah
Debet Kredit

Kewajiban/Hutang
(-) (+)
Berkurang dibuku sebelah Bertambah dibuku sebelah
Debet Kredit

Modal
(-) (+)
Berkurang dibuku sebelah Bertambah dibuku sebelah
Debet Kredit

Penghasilan/Pendapatan
(-) (+)
Berkurang dibuku sebelah Bertambah dibuku sebelah
Debet Kredit

Beban/Biaya
(+) (-)
Bertambah dibuku sebelah Berkurang dibuku sebelah
Debet Kredit
Penggolongan perkiraan buku besar

Untuk mengetahui perubahan tiap transaksi perlu dibuat penggolongan atas transaksi yang
dicatat dalam perkiraan. Perkiraan-perkiraan dalam buku besar dapat dikelompokkan /
digolongkan menjadi dua kelompok, yakni :
(1) Kelompok perkiraan Riil, terdiri dari golongan Harta, Utang dan Modal. Karena
golongan-golongan tersebut merupakan pos-pos neraca, maka perkiraan tersebut
disebut Perkiraan Neraca.

(2) Kelompk perkiraan Nominal, terdiri dari dua golongan, yaitu :


 pendapatan/penghasilan ( termasuk perkiraan rugi/laba )
 biaya/beban ( termasuk perkiraan rugi/laba )

Karena golongan pendapatan dan biaya merupakan pos-pos yang termasuk laporan rugi/laba,
perkiraan “ Nominal “ merupakan perkiraan rugi/laba.

Proses pelaksanaan pemindahan dari jurnal ke buku besar dilakukan sebagai berikut :
(1) Tanggal serta jumlah yang tercatat di dalam jurnal dipindahkan / dicatat kembali pada
perkiraaan yang bersangkutan pada kolom-kolom yang telah tersedia. Jumlah debet
yang ada dalam jurnal ditempatkan pada debet perkiraan, demikian pula jumlah kredit
yang ada dalam jurnal dipindahkan pada kredit perkiraan.
(2) Pada kolom Ref. ( referensi/kode perusahaan ) dalam perkiraan yang bersangkutan
dicatat nomor halaman jurnal darimana pemindahan itu dilakukan.
(3) Dari kolom Ref jurnal dipindahkan/dicatat sebagai nomor perkiraan.

Langkah-langkah pemindahan dari jurnal ke perkiraan itu secara nyata dapat dilihat seperti
contoh dibawah :

Jurnal Umum
Halaman : 1
Tanggal Keterangan Ref. Debet Kredit
1999
Jan 2 Perlengkapan kantor 14 90.000,00
Kas ( pembelian kertas ) 11 90.000,00

Buku Besar
KAS No. 11
Tanggal Keterangan Ref. Debet Tanggal Keterangan Ref. Kredit
1999 1999
Jan 2 1 90.000,00
Perlengkapan Kantor No : 14
Tanggal Keterangan Ref. Debet Tanggal Keterangan Ref. Kredit
1999
Jan 2 1 90.000,00

Agar jelasnya mengenai posting dapat dilihat dalam contoh dibawah.


Contoh.
Drs. Prawito Ak. membuka Biro Jasa Akuntansi dengan menanamkan uang pribadi kedalam
usahanya sebesar Rp. 6.000.000,00 sebagai modal, dengan nama “ Biro Jasa Akuntansi Prawito “,
usaha dimulai 1 April 2000.
2 April 2000, membayar sewa kantor untuk 1 tahun Rp. 1.200.000,00
5 April 2000, membeli peralatan kantor Rp. 1.500.000,00 dibayar tunai
6 April 2000, membeli perlengkapan kantor Rp. 150.000,00
9 April 2000, menyelesaikan masalah akuntansi untuk tiga langganan baru dengan
menerima jasa sebesar Rp. 900.000,00
13 April 2000, memasang iklan / advertensi di RADAR Madiun Rp. 80.000,00
16 April 2000, menerima jasa Rp. 400.000,00 dari langganan yang urusan akuntansinya
diselesaikan
18 April 2000, membayar biaya rupa-rupa Rp. 60.000,00
21 April 2000, membayar biaya transportasi Rp. 40.000,00
25 April 2000, membeli kontan perlengkapan kantor Rp. 30.000,00
28 April 2000, menerima jasa dari langganan Rp. 600.000,00
29 April 2000, membayar gaji pegawai Rp. 650.000,00
30 April 2000, membeli peralatan kantor dengan secara kredit Rp. 300.000,00
30 April 2000, telah menyelesaikan tugas, tetapi jasa belum diterima dan dianggap
sebagai piutang Rp. 200.000,00
30 April 2000, diambil untuk kepentingan pribadi sebesar Rp. 150.000,00

Dari transaksi diatas setelah di jurnal dan di posting ke perkiraan-perkiraan dalam buku besar
akan tampak sebagai berikut :

Jurnal Umum

Tanggal Keterangan Ref Debet Kredit


2000
April 1 Kas 11 6.000.000,00 -
Modal Prawito 31 - 6.000.000,00
2 Sewa dibayar dimuka 15 1.200.000,00 -
Kas 11 - 1.200.000,00
5 Peralatan Kantor 14 1.500.000,00 -
Kas 11 - 1.500.000,00
6 Perlengkapan Kantor 13 150.00,00 -
Kas 11 - 150.000,00
9 Kas 11 900.000,00 -
Pendapatan jasa 41 - 900.000,00
13 Biaya Advertensi 57 80.000,00 -
Kas 11 - 80.000,00
16 Kas 11 400.000,00 -
Pendapatan Jasa 41 - 400.000,00
18 Biaya rupa-rupa 59 60.000,00 -
Kas 11 - 60.000,00
21 Biaya Transportasi 51 40.000,00 -
Kas 11 - 40.000,00
25 Perlengkapan Kantor 14 30.000,00 -
Kas 11 - 30.000,00
28 Kas 11 600.000,00 -
Pendapatan Jasa 41 - 600.000,00
29 Biaya gaji pegawai 53 650.000,00 -
Kas 11 - 650.000,00
30 Peralatan Kantor 18 300.000,00 -
Hutang usaha 22 - 300.000,00
30 Piutang Usaha 13 200.000,00 -
Pendapatan Jasa 41 - 200.000,00
30 Prive Prawito 31 150.000,00 -
Kas 11 - 150.000,00

JUMLAH 12.260.000,00 12.260.000,00

Setelah seluruh transaksi dicatat pada jurnal, maka tahap selanjutnya dicatat pada masing-masing
perkiraan.
Buku besar setelah pemindahan dari jurnal akan terlihat sebagai berikut :

Kas
No. 11
Tgl Ket Ref Debet Tgl Ket. Ref Kredit
2000 2000
April 1 1 6.000.000,00 April 2 1 1.200.000,00
9 1 900.000,00 5 1 1.500.000,00
16 1 400.000,00 6 1 150.000,00
28 600.000,00 13 1 80.000,00
18 1 60.000,00
21 1 40.000,00
25 1 30.000,00
29 1 650.000,00
30 150.000,00

Piutang Usaha
No. 13
Tgl Ket Ref Debet Tgl Ket. Ref Kredit
2000
April 30 1 200.000,00

Perlengkapan Kantor
No. 14
Tgl Ket Ref Debet Tgl Ket. Ref Kredit
2000
April 6 1 150.000,00
25 1 30.000.00

Sewa dibayar dimuka


No. 15
Tgl Ket Ref Debet Tgl Ket. Ref Kredit
2000
April 2 1 1.200.000,00

Peralatan Kantor
No. 18
Tgl Ket Ref Debet Tgl Ket. Ref Kredit
2000
April 5 1 1.500.000,00
30 1 300.000,00

Hutang Usaha
No. 22
Tgl Ket Ref Debet Tgl Ket. Ref Kredit
2000
April 30 1 300.000,00

Modal Prawito
No. 31
Tgl Ket Ref Debet Tgl Ket. Ref Kredit
2000
April 1 1 6.000.000,00

Prive Prawito
No. 32
Tgl Ket Ref Debet Tgl Ket. Ref Kredit
2000
April 30 1 150.000,00
Pendapatan Jasa
No. 41
Tgl Ket Ref Debet Tgl Ket. Ref Kredit
2000
April 9 900.000,00
16 1 400.000,00
28 1 600.000,00
30 1 200.000,00

Biaya Gaji Pegawai


No. 51
Tgl Ket Ref Debet Tgl Ket. Ref Kredit
2000
April 29 1 650.000,00

Biaya Transportasi
No. 53
Tgl Ket Ref Debet Tgl Ket. Ref Kredit
2000
April 21 1 40.000,00

Biaya Rupa-rupa
No. 59
Tgl Ket Ref Debet Tgl Ket. Ref Kredit
2000
April 18 1 60.000,00

E. Neraca Saldo

Setelah dilakukan pemindahan catatan angka-angka dari jurnal kebuku besar, selanjutnya
diperlukan penyusunan neraca saldo atau disebut juga Trial balance. Langkah-
langkah penyusunan neraca saldo dilakukan sebagai berikut :
 menjumlahkan sebelah debet dan kredit setiap perkiraan buku besar.
 membandingkan jumlah debet dan kredit setiap perkiraan apabila jumlah debet lebih
besar dari kredit : jumlah diletakkan di debet neraca saldo dan sebaliknya , masing-
masing perkiraan untuk disusun dalam bentuk neraca saldo.
 Memindahkan saldo debet atau saldo kredit perkiraan buku besar ke dalam neraca
saldo.

Dari perkiraan-perkiraan dalam contoh diatas yaitu Biro Jasa Akuntansi milik Prawito akan
disusun Neraca-saldo akan tampak sebagai berikut

Biro Jasa Akuntasi Prawito


Neraca Saldo
Per 30 April 2000
No. Perk Nama Rekening Debet Kredit
11 Kas 4.040.000,00 -
13 Piutang usaha 200.000,00
14 Perlengkapan Kantor 180.000,00
15 Sewa dibayar dimuka 1.200.000,00
18 Peralatan Kantor 1.800.000,00
22 Hutang Usaha 300.000,00
31 Modal Prawito 6.000.000,00
32 Pengambilan prive Prawito 150.000,00
41 Pendapatan Jasa 2.100.000,00
51 Biaya gaji karyawan 650.000,00
53 Biaya transportasi 40.000,00
57 Biaya advertensi 80.000,00
59 Biaya rupa-rupa 60.000,00
8.400.000,00 8.400.000,00

Biasanya bila jumlah debet dan kredit sama/setimbang dapat dikatakan, benar
apabila angka-angka diatas dicatat sesuai perkiraan-perkiraan masing-masing. Dalam
kesetimbangan diatas dapat saja neraca saldo salah, apa bila dalam mencatat dalam sebelah debet
atau sebelah kredit dengan perkiraan salah. Contohnya. pendebetan untuk perkiraan “ P erlen
gkap an” didebet pada perkiraan “peralata n”
Bila neraca saldo tidak setimbang, antara jumlah debet dan jumlah kreditnya, kemungkinan
besar kesalahan terdapat pada :
 kesalahan menulis angka pada saat memindahkan dari jurnal ke buku besar/ledger.
 kesalahan menjumlah sebelah debet atau kredit neraca saldo.
 kesalahan memindahkan/menulis yang mestinya didebet tetapi dibuku sebelah kredit.

Bila terjadi kesalahan dalam neraca-saldo ( neraca saldo tidak setimbang) kita harus dengan
segera meneliti kembali pencatatan yang sudah kita lakukan, baik dalam jurnal maupun dalam
memindahkan ke buku besar. Kita memeriksa kembali keseluruhan proses akuntansi antara lain:
 memeriksa kembali kebenaran jumlah debet dan jumlah kredit buku besar dan
menghitung saldonya. (mana kala kita mempergunakan buku besar dengan dua kolom)
 memeriksa kembali kebenaran jumlah debet dan jumlah kredit di neraca saldo.
 mencocokkan angka-angka yang ada di jurnal dengan yang ada di buku besar
 memeriksa kembali keseimbangan jurnal.
Jadi dapat dikatakan neraca saldo dibuat sebagai alat yang berfungsi sebagai penguji
untuk menguji keseimbangan antara jumlah debet dan jumlah kredit dalam buku besar pada akhir
periode tertentu. Disamping itu neraca saldo sebagai dasar dalam menyusun laporan keuangan.

F. Memperbaiki Kesalahan

Kesalahan-kesalahan yang ditemukan sering kali terdapat pada saat menjurnal dan
memposting dari jurnal ke buku besar. Memperbaiki kesalahan tidak dibenarkan dengan cara
menggosok dengan karet, menutup dengan tipex, atau menutup dengan kertas sebab dalam hal ini
akan mengundang kecurigaan. Untuk memperbaiki kesalahan dilakukan tindakan-tindakan
sebagai berikut :
(1) Apa bila kesalahan itu terdapat pada jurnal dan belum diposting ke buku besar,
memperbaikinya dengan cara mencoret jumlah atau perkiraan yang salah dengan tinta
berwarna kemudian menuliskan yang seharusnya ( yang benar). Ada cara yang lain
yaitu mencoret yang salah disertai memaraf dan menulis yang sebenarnya.

(2) Apabila kesalahan terdapat dalam jurnal, dan kesalahan itu sudah di posting ke dalam
buku besar, maka cara memperbaiki kesalahan itu harus diperbaiki dengan jurnal
koreksi.

Cara membuat jurnal koreksi harus dilakukan hal-hal sebagal berikut :


 ketahui terlebih dahulu jurnal yang salah.
 menghapuskan jurnal yang salah dengan cara membalik jurnal yang salah itu
 membuat jurnal yang sebenarnya.

Jadi pada waktu melakukan pembetulan kita menjurnal dua kali yaitu jurnal pembalikan
dan jurnal yang sebenarnya.
Contoh :
Pembelian perlengkapan kantor sebesar Rp. 250.000,00 dengan tunai dibukukan seolah-
olah pembelian tunai peralatan kantor. Kesalahan diketahui setelah jurnal
diposting/dipindahkan keperkiraan dalam buku besar.

Cara pembetulannya sebagai berikut:


a. Kita mengetahui dulu waktu salah menjurnal yaitu :
Peralatan kantor Rp. 250.000,00
Kas Rp. 250.000,00

b. Selanjutnya kita menghapuskan kesalahan tersebut dengan jalan menjurnal kebalikannya


yaitu :
Kas Rp. 250.000,00
Peralatan Kantor Rp. 250.000,00
c. Selanjutnya kita menjurnal yang benar yaitu :
Perlengkapan kantor Rp. 250.000,00
Kas Rp. 250.000,00

Jadi yang kita lakukan yaitu membalik jurnal yang salah dan menjurnal yang benar.

Bilamana jurnal perbaikan itu telah kita posting kepada buku besar akan tampak sebagai berikut:

Kas
b. menghapus 250.000,00 a. Salah 250.000,00
c. yang seharusnya 250.000,00

Peralatan Kantor
a. salah 250.000,00 b. menghapus 250.000,00

Perlengkapan Kantor
c. seharusnya 250.000,00 250.000,00

G. Penyesuaian

Macam-macam jurnal penyesuaian


Untuk membuat jurnal penyesuaian lebih dahulu meneliti setiap perkiraan yang ada di
neraca saldo apakah saldo telah mencerminkan keadaan yang sebenarnya. Ada dua macam
keadaan dimana jurnal penyesuaian dibuat antara lain:
(1) suatu transaksi telah terjadi, tetapi informasi ini belum dicatat dalam perkiraan.
Contohnya beban telah terjadi, tetapi belum saatnya dibayar, seperti beban bunga.

(2) menyangkut keadaan dimana suatu transaksi telah dicatat dalam suatu perkiraan, tetapi
saldo perkiraan yang bersangkutan perlu dikoreksi, agar mencerminkan keadaan yang
sebenarnya. Misalnya perlengkapan yang telah dibeli dan dicatat dalam perkiraan
Aktiva. Pada akhir periode sebagian dari perlengkapan telah dipakai dalam kegiatan
operasinya. Dalam keadaan demikian suatu ayat jurnal penyesuaian akan membuat
saldo perkiraan aktiva tadi sesuai dengan keadaan yang sebenarnya.

Tujuan dari proses penyesuaian pada umumnya dilakukan agar :


(1) Setiap perkiraan Riil, yaitu yang termasuk kelompok Harta, utang pada akhir periode
dapat menunjukkan jumlah yang sebenarnya.
(2) Setiap perkiraan nominal, yaitu yang termasuk kelompok penghasilan dan biaya dapat
menunjukkan hasil-hasil dan biaya-biaya yang sebenarnya dapat diakui masuk dalam
suatu periode.
Dalam kenyataan saldo-saldo di dalam neraca saldo perlu disesuaikan untuk hal-hal sebagai
berikut :
(1) Yang diakibatkan karena adanya transaksi keuangan yang dilakukan lebih dahulu,
sedangkan prestasinya kemudian. Kelompok ini sering disebut sebagai Transitoris,
yang terdiri dari biaya yang dibayar dimuka ( prepaidexpense ) dan hasil yang diterima
dimuka ( deferedincome )

(2) Yang diakibatkan karena adanya transaksi yang Prestasinya diberikan atau dinikmati
lebih dahulu, sedangkan keuangannya dibayar kemudian. Kelompok ini disebut
sebagai Antisipasi ( accruals), yang terdiri dari hasil yang masih harus diterima
( accrued income ) dan biaya yang masih harus dibayar ( accrued expense )

Penyusutan
Semua aktiva tetap, kecuali tanah, akan menyusut. Manfaat yang diperoleh akan menurun
bersamaan dengan berlalunya waktu dan penggunaannya dalam kegiatan usaha. Penurunan
manfaat ini perlu diperhitungkan dalam penetapan laba atau rugi perusahaan. Pengakuan beban
karena penyusutan aktiva dapat dilakukan melalui jurnal penyesuaian.
Ayat jurnal penyesuaian untuk penyusutan merupakan pemindahan dari perkiraan aktiva ke
perkiraan beban. Jumlah yang dipindahkan hanyalah didasarkan atas perkiraan/ taksiran saja.
Bukan didasarkan atas kenyataan yang dapat diperiksa kebenarannya. Oleh karena itu untuk
menyajikan baik harga perolehan maupun akumulasi penyusutan dalam neraca , pengurangan
atas aktiva ini dicatat sebagai kredit pada perkiraan tersendiri, yaitu Akumulasi Penyusutan.

H. Neraca Lajur ( work sheet )

Neraca lajur merupakan daftar yang disusun dengan sistematis yang berfungsi sebagai alat
bantu dalam menyajikan laporan keuangan. Dalam penyelenggaraannya ada beberapa bentuk
( kolom yang digunakan) antara lain :
 enam kolom ( tiga kolom berganda)
 delapan kolom ( empat kolom berganda)
 sepuluh kolom ( lima kolom berganda )
 dua belas kolom ( enam kolom berganda)
Tetapi pada umumnya Yang biasa digunakan ialah sepuluh kolom ( lima kolom berganda), yaitu :
 sepasang kolom pertama ( Neraca saldo)
 sepasang kolom kedua ( ayat penyesuaian )
 sepasang kolom ke tiga ( neraca saldo penyesuaian )
 sepadang kolom ke empat ( daftar rugi dan laba)
 sepasang kolom ke lima ( Neraca/neraca akhir)
Langkah-langkah penyusunan neraca lajur
(1) Bukti transaksi dianalisa terlebih dahulu sebelum dijurnal
(2) Jumlah-jumlah dalam jurnal di posting ke dalam perkiraan-perkiraan yang sesuai
dengan jenis/golongannya masing-masing di dalam buku besar.
(3) Perkiraan-perkiraan buku besar disusun ( pada akhir periode, misal satu bulan) dalam
neraca saldo dengan memindahkan saldo tiap-tiap perkiraan sesuai dengan saldo dan
sebelah yang sama.
(4) Membuat saldo penyesuaian dengan lebih dahulu meneliti, apakah saldo-saldo pada
perkiraan-perkiraan dalam neraca saldo telah mencerminkan keadaan yang sebenarnya.
Ayat jurnal penyesuaian yang dibuat akan membuat saldo perkiraan aktiva sesuai
dengan keadaan yang sebenarnya.
(5) Dengan merangkum/memadukan neraca saldo dengan jurnal penyesuaian akan
menghasilkan neraca saldo penyesuaian .
(6) Dari neraca saldo penyesuaian, saldo-saldo akan dipindahkan sebagai berikut :
 untuk golongan perkiraan Nominal ( pendapatan dan biaya) dipindahkan ke kolom
Rugi dan laba, perkiraan beban ke sebelah kiri/debet atau Rugi, dan pendapatan ke
sebelah kanan atau laba.
 untuk golongan perkiraan Riil ( neraca) dipindahkan kekolom Naraca sesuai
dengan sebelah masing-masing.

Apabila data-data yang dimiliki oleh “BIRO JASA AKUNTNASI” milik Prawito pada contoh,
pada akhir periode ( akhir April 2000 ) terdapat data-data seperti dibawah ini,

Data-data yang didapat pada akhir April sebagai berikut :


1. Perlengkapan kantor yang dibeli selama periode menunjukkan sisa sebesar
Rp. 100.000,00
2. Pendapatan jasa untuk bulan April 2000, diterima bulan Mei 2000 sebanyak
Rp. 200.000,-
3. Peralatan kantor disusutkan 10% dari harga belinya/perolehan.
4. Sewa dibayar dimuka, dibayar 2 April 2000 untuk 12 bulan.

Maka ayat jurnal penyesuaian akan terlihat pada neraca lajur sebagai berikut :
BIRO JASA AKUNTANSI PRAWITO

Neraca Lajur
Per 30 April 2000

1 : 1000 1:2
Nama Perkiraan Neraca Saldo Ayat Penyesuaian Neraca Saldo Daftar Rugi / Laba Neraca
No.
Setelah Penyesuaian
Buku Besar Debe Kredit Debet Kredit Debet Kredit Debet Kredit Debet Kredit
Perk.
t
101 Kas 4.040 - - - 4.040.000 - - - 4.040.000 -
102 Piutang Usaha 200 - 200 - 400.000 - - - 400.000 -
103 Perlengkapan Kantor 180 - - 80 100.000 - - - 100.000 -
Sewa dibayar 1.200 - - 100 1.100.000 - - - 1.100.000 -
104 dimuka
111 Peralatan Kantor 1.800 - - - 1.800.000 - - - 1.800.000 -
201 Hutang Usaha - 300 - - - 300.000 - - - 300.000
301 Modal Prawito - 6.000 - - - 6.000.000 - - - 6.000.000
302 Prive Prawito 150 - - - 150.000 - - 150.000 -
401 Pendapatan Jasa - 2.100 - 200 - 2.300.000 - 2.300.000 - -
501 Biaya gaji karyawan 650 - - - 650.000 - 650.000 - - -
502 Biaya transportasi 40 - - - 40.000 - 40.000 - - -
503 Biaya advertensi 80 - - - 80.000 - 80.000 - - -
504 Biaya rupa-rupa 60 - - - 60.000 - 60.000 - - -
8.400 8.400 - -
506 Biaya perlengkapan 80 - 80.000 - 80.000 - - -
507 Biaya sewa 100 - 100.000 - 100.000 - - -
508
Biaya penyusutan 180 - 180.000 - 180.000 - -
peralatan
Akumulasi - 180 180.000 180.000
112 penyusutan peralatan
560 560 8.780.000 8.780.000 1.190.000 2.300.000 7.590.000 6.480.000
Saldo rugi atau laba 1.110.000 - - 1.110.000
Saldo Rugi dan Laba 2.300.000 2.300.000 7.590.000 7.590.000

74
I. Jurnal Penutup

Pada akhir periode akuntansi. buku besar pada perusahaan akan terdiri dari enam jenis
perkiraan, yaitu :
1. Perkiraan harta ( assetaccount )
2. Perkiraan hutang ( liability accounts )
3. Perkiraan modal ( owner's capital accounts )
4. Perkiraan prive ( ownert’s withdrawal accounts )
5. Perkiraan pendapatan ( revenue accounts )
6. Perkiraan biaya ( expense accounts )
Tiga perkiraan, yaitu: perkiraan prive, penghasilan dan biaya, merupakan perkiraan
sementara yang nantinya akan digabungkan dengan perkiraan modal pada akhir periode tertentu.
Setiap dimulai periode akuntansi yang baru, ketiga perkiraan tadi harus bersih atau
berjumlah nol. Untuk memperoleh posisi tersebut, perlu ayat jurnal penutup. Jurnal penutup
diperlukan untuk memindahkan perkiraan-perkiraan sementara ( prive, penghasilan dan biaya)
sehingga pada akhirnya menjadi nol. Langkah-langkah untuk membuat jurnal penutupan adalah
sebagai berikut :
1. Semua penghasilan yang diperoleh perusahaan harus ditutup menjadi nol. Perkiraan
penghasilan yang dibuku sebelah debet dipindahkan ke rugi dan laba di sebelah kredit.
2. Semua biaya yang dikeluarkan perusahaan harus ditutup menjadi nol. Perkiraan biaya
di kredit dan dipindahkan ke sebelah debet perkiraan ikhtisar rugi dan laba.
3. Selisih yang diperoleh dari debet dan kredit ikhtisar rugi dan laba dipindahkan ke
perkiraan modal. Jika kredit lebih besar (laba) dipindahkan ke modal sebagai
penambah modal. Jika debet lebih besar (rugi), dipindahkan ke perkiraan modal
sebagai mengurangi jumlah modal.
4. Perkiraan prive ditutup dengan mengkredit jumlah prive, langsung dipindahkan ke
perkiraan modal debet, mengurangi modal.

Apabila BIRO JASA AKUNTANSI milik Prawito, dalam contoh diatas setelah buku
besar ditutup, maka akan tampak sebagai berikut :
Pertama kali kita lakukan jurnal penutup untuk rekening : pendapatan biaya dan prive seperti
dibawah ini.
Jurnal Penutup
Tanggal Keterangan Ref Debet Kredit

1 Pendapatan Jasa 41 2.300.000


Ikhtisar rugi / laba 33 2.300.000
2 Ikhtisar rugi / laba 33 1.190.000
Biaya gaji 51 650.000
Biaya transportasi 53 40.000
Biaya advertensi 53 80.000
Biaya rupa-rupa 59 60.000
Biaya perlengkapan 54 80.000
Biaya sewa 55 100.000
Biaya penyusutan peralatan 56 180.000
3 Ikhtisar rugi / laba 33 1.110.000
Modal Prawito 31 1.110.000
4 Modal Prawito 31 150.000
Prive Prawito 32 150.000

75
Setelah jurnal penutup dipindahkan ke buku besar, maka perkiraan-perkiraan yang
bersangkutan ( pendapatan, biaya dan prive bersaldo nol ).
Setelah ayat jurnal dipindahkan ke buku besar, buku besar dari BIRO JASA AKUNTANSI
PRAWITO akan terlihat sebagai berikut :

Catatan : rekening-rekening buku besar dibuat 2 kolom

KAS No. 11
Tanggal Keterangan Ref Debet Tanggal Keterangan Ref Kredit
2000
April 1 1 6.000.000 April 2 1 1.200.000
9 1 900.000 5 1 1.500.000
16 1 400.000 6 1 150.000
28 1 600.000 13 1 80.000
18 1 60.000
21 1 40.000
25 1 30.000
29 1 650.000
30 1 150.000
30 Saldo v 4.040.000
7.900.000 7.900.000

Mei 1 Saldo 4.040.000

Piutang Usaha No. 13


Tanggal Keterangan Ref Debet Tanggal Keterangan Ref Kredit
2000 2000 1
April 30 1 200.000 April 30 saldo 3 400.000
30 Penyesuaian 200.000 400.000
Mei 1 saldo v 200.000

Perlengkapan Kantor No. 14


Tanggal Keterangan Ref Debet Tanggal Keterangan Ref Kredit
2000 2000
April 6 1 150.000 April 30 Penyesuaian 2 80.000
25 1 30.000 30 saldo v 100.000
180.000 180.000
Mei 1 saldo v 100.000
Sewa dibayar dimuka No. 15
Tanggal Keterangan Ref Debet Tanggal Keterangan Ref Kredit
2000 2000
April 2 1 1.200.000 April 30 penyesuaian 2 100.000
April 30 saldo v 1.100.000
1.200.000 1.200.000
Mei 1 saldo v 1.100.000

Peralatan Kantor No. 18


Tanggal Keterangan Ref Debet Tanggal Keterangan Ref Kredit
2000 2000
April 5 1 1.500.000 April 30 saldo v 1.800.000
30 1 300.000
1.800.000 1.800.000
Mei 1 saldo v 1.800.000

Akumulasi penyusutan peralatan kantor No. 18.1


Tanggal Keterangan Ref Debet Tanggal Keterangan Ref Kredit
2000 2000
April 30 saldo v 180.000 April 30 penyesuaian 2 180.000
180.000 180.000
Mei 1 saldo v 180.000

Utang dagang No. 22


Tanggal Keterangan Ref Debet Tanggal Keterangan Ref Kredit
2000 2000
April 30 saldo v 300.000 April 30 300.000
300.000 300.000
Mei 1 saldo v 300.000

Modal Prawito No. 31


Tanggal Keterangan Ref Debet Tanggal Keterangan Ref Kredit
2000 2000
April 30 penutupan 3 150.000 April 1 1 6.000.000
30 saldo v 6.960.000 30 penutupan 1.110.000
7.110.000 7.110.000
Mei 1 saldo v 6.960.000
Prive Prawito No. 32
Tanggal Keterangan Ref Debet Tanggal Keterangan Ref Kredit
2000 2000
April 30 1 150.000 April 30 penutupan 3 150.000
150.000 150.000

Penghasilan / pendapatan jasa No. 401


Tanggal Keterangan Ref Debet Tanggal Keterangan Ref Kredit
2000 2000
April 30 penutupan 3 2.300.000 April 9 1 900.000
16 1 400.000
28 1 600.000
30 1 200.000
30 penyesuaian 2 200.000
2.300.000 2.300.000

Biaya gaji pegawai No. 51


Tanggal Keterangan Ref Debet Tanggal Keterangan Ref Kredit
2000 2000
April 29 1 650.000 April 30 Penutupan 3 650.000
(r/l)
650.000 650.000

Biaya transportasi No. 52


Tanggal Keterangan Ref Debet Tanggal Keterangan Ref Kredit
2000 2000
April 21 1 40.000 April 30 penutupan 3 40.000
40.000 40.000

Biaya advertensi No. 53


Tanggal Keterangan Ref Debet Tanggal Keterangan Ref Kredit
2000 2000
April 13 1 80.000 April 30 penutupan 3 80.000
80.000 80.000

Biaya perlengkapan No. 54


Tanggal Keterangan Ref Debet Tanggal Keterangan Ref Kredit
2000 2000
April 30 penyesuaian 2 80.000 April 30 penutupan 3 80.000
80.000 80.000

Biaya sewa No. 55


Tanggal Keterangan Ref Debet Tanggal Keterangan Ref Kredit
2000 2000
April 30 penyesuaian 2 100.000 April 30 penutupan 3 100.000
100.000 100.000
Biaya penyusutan peralatan No. 56
Tanggal Keterangan Ref Debet Tanggal Keterangan Ref Kredit
2000 2000
April 30 penyesuaian 2 180.000 April 30 penutupan 3 180.000
180.000 180.000

Biaya rupa-rupa No. 59


Tanggal Keterangan Ref Debet Tanggal Keterangan Ref Kredit
2000 2000
April 18 1 60.000 April 30 penutupan 3 60.000
60.000 60.000

Iktisar rugi - laba No. 33


Tanggal Keterangan Ref Debet Tanggal Keterangan Ref Kredit
2000
April 30 penutupan 3 1.110.000 April 30 penutupan 3 2.300.000
Biaya pendapatan
30 penutupan 1.190.000
ke modal
2.300.000 2.300.000

J. Neraca Saldo Penutupan


Tahap akhir dari suatu siklus akuntansi adalah penyusunan neraca saldo penutupan. Tujuan
menyusun neraca saldo penutupan adalah untuk pengecekan kebenaran keseimbangan jumlah
debet. Catatan ini dilakukan sebelum periode berikutnya dimulai. Dalam pencatatan ini yang ada
hanyalah perkiraan riil/neraca saja, dengan mengambil saldo perkiraan setelah ayat jurnal
penutupan dibukukan. Apabila dari data-data pada contoh diatas yaitu BIRO JASA
AKUNTANSI milik Prawiro, neraca saldo penutupannya akan tampak sebagai berikut :

BIRO JASA AKUNTANSI


Neraca saldo penutupan
Per 30 April 2000
No
Perkiraan Debet Kredit
Perk
11 Kas 4.040.000
13 Piutang usaha 360.000
14 Perlengkapan kantor 100.000
15 Sewa dibayar dimuka 1.100.000
18 Peralatan kantor 1.800.000
18.1 Akumulasi penyusutan kantor 180.000
22 Utang usaha 300.000
31 Modal Prawito 6.960.000

7.440.000 7.440.000
K. Laporan Keuangan.

Neraca Lajur ( work sheet ) sebagai alat dalam penyajian laporan pada akhir periode
akuntansi. Dari neraca lajur dapat dipakai sebagai sumber laporan keuangan, yang meliputi :
 Laporan rugi dan laba
 Laporan perubahan modal
 Laporan Neraca

Bentuk Umum Laporan Keuangan

1. LAPORAN R / L PERUSAHAAN JASA


Pendapatan XX
Beban
Beban –1 = X
Beban –2 = X
Beban –3 = X
Beban –4 = X
Beban –5 = X

Total Beban YY

Rugi / Laba ZZ

2. LAPORAN PERUBAHAN MODAL


Modal ( awal ) =
XXX Laba bersih = XX
Prive = X
(-)
Penambahan modal = XX
(+)
Modal ( Akhir ) = XXXXX
3. NERACA BERBENTUK SCONTRO ( BENTUK T )

Harta Hutang dan Modal


I.Harta Lancar
1 Kas XX IV.Hutang Lancar
2 Piutang dagang XX 15 Utang usaha XX
3 Perlengkapan XX 16 Utang bank XX
4 Asuransi bayar dimuka XX 17 Utang wesel XX
5 Sewa bayar dimuka XX 18 Utang gaji XX
6 Efek XX 19 Utang bunga XX
XXX XX
II. Investasi V.Hutang
Jangka Panjang Jangka Panjang
7 Saham PT. Timur XXX 20 Utang obligasi XX

III. Harta Tetap 21 Utang hipotik XX


8 Tanah XX XX
9 Bangunan XXX Jumlah hutang XXX
10 Akum.penyst. bang. X (-) VI. Modal
XX 1. Modal XX
11 Peralatan XXX
12 Akum.penyst. alat X (-)
XX
13 Kendaraan XXX
14 Akum. penyst. Kend. X (-)
XX
XXX
+
Jumlah harta XXXX Total hutang & modal XXXX

Dari data BIRO JASA AKUNTANSI milik Prawito disusun laporan sebagai tercantum
dibawah ini.

I. BIRO JASA AKUNTANSI PRAWITO


Laporan rugi dan laba
Per 30 April 2000
Pendapatan Rp. 2.300.000,00
Beban-beban
- beban gaji karyawan Rp. 650.000,00
- beban transportasi Rp. 40.000,00
- beban advertensi Rp. 80.000,00
- beban perlengkapan Rp. 80.000,00
- beban rupa-rupa Rp. 60.000,00
- beban sewa Rp. 100.000,00
- beban penyusutan perlatan kantor Rp. 180.000,00
Jumlah beban Rp. 1.190.000,00

Pendapatan bersih Rp. 1.110.000,00


II. BIRO JASA AKUNTANSI PRAWITO
Laporan perubahan modal
Per 30 April 2000
Modal awal Rp. 6.000.000,00
Pendapatan bersih Rp. 1.110.000,00
Minus Prive Rp. 150.000,00
Kenaikan modal Rp. 960.000,00

Modal per 30 April 2000 Rp. 6.960.000,00

III. BIRO JASA AKUNTANSI PRAWITO


Laporan Neraca
Per 30 April 2000
Harta
- Kas Rp. 4.040.000,00
- Piutang Usaha Rp. 400.000,00
- Perlengkapan kantor Rp. 100.000,00
- Sewa dibayar dimuka Rp. 1.100.000,00
- Perlatan kantor Rp. 1.800.000,00
Minus penyusutan Rp. 180.000,00
Kenaikan modal Rp. 1.620.000,00

Jumlah harta Rp. 7.260.000,00


Kewajiban / Hutang
- Hutang Usah Rp. 300.000,00
Modal
- Modal Prawito Rp. 6.960.000,00
Jumlah Hutang dan Modal Rp. 7.260.000,00

SOAL- SOAL.
1. Nona Lilik dari hasil tabungannya akan mendirikan usaha RIAS / DEKORASI per 1 Januari
2000 sebesar Rp. 6.000.000,- dimasukkan sebagai modal usaha. Selama bulan Januari 2000
telah terjadi transaksi-transaksi sebagai berikut :
1 Januari 2000 Membeli peralatan Rp. 3.000.000,00 dibayar tunai sebesar Rp. 2.000.000,00
sisanya ditanda tangani wesel nominal Rp. 1.000.000,00
3 Januari 2000 Membeli perlengkapan Rp. 175.000,00
6 Januari 2000 Membeli alat angkut (suzuki) pick up sehargar Rp. 4.000.000,00
9 Januari 2000 Menerima pembayaran jasa yang telah diberikan Rp. 600.000,00
10 Januari 2000 Membayar honor/upah pegawai Rp. 250.000,00
12 Januari 2000 Membayar premi asuransi kecelakaan Rp. 26.000,00
15 Januari 2000 Mencatat Rp. 700.000,00 sebagai piutang, untuk jasa yang telah diberikan
kepada pelanggan
19 Januari 2000 Menerima pembayaran jasa untuk pekerjaan yang telah selesai
Rp. 300.000,00
22 Januari 2000 Membayar biaya rupa-rupa Rp. 25.000,00
24 Januari 2000 Membayar cicilan mobil Rp. 2.000.000,00
25 Januari 2000 Menerima pembayaran Rp. 700.000,00 dari pelanggan
26 Januari 2000 membayar wesel 1 Januari 2000 sebesar Rp. 1.000.000,00
27 Januari 2000 Membeli peralatan secara tunai Rp. 300.000,00
28 Januari 2000 Membayar gaji pegawai Rp. 300.000,00
29 Januari 2000 Mencatat jasa Rp. 1.000.000,00 sebagai penghasilan yang diterima
30 Januari 2000 Mengambil uang dari perusahaan sebesar Rp. 150.000,00 untuk keperluan
pribadi .
31 Januari 2000 Membayar sewa kantor untuk bulan Januari 2000 sebesar Rp. 200.000,00
DIMINTA :
1. Jurnal umum berdasarkan transaksi diatas
2. Posting jurnal dalam reke'ning-rekening sbb :
11 Kas
13 Piutang usaha
14 Perlengkapan
15 Asuransi dibayar dimuka
16 Mobil ( Pick up )
18 Peralatan
21 Wesel bayar
22 Utang usaha
31 Modal Nona Lilik
32 Prive Nona Lilik
41 Pendapatan jasa
51 Upah/honor pegawai
52 Biaya gaji pegawai
54 Biaya rupa-rupa
3. Susun neraca saldo, setelah jurnal diposting dalan buku-besar ( rekening-rekening )
Soal- soal.

1 Februari 2000 Nona parlina menamamkan uang pribadinya dalam perusahaan jasa sebesar
Rp. 16.000.000,00
2 Februari 2000 Membeli perlengkapan kantor Rp. 150.000,- tunai. Dan peralatan kantor
Rp. 4.000.000,- secara kredit
3 Februari 2000 Membayar sewa kantor Rp. 300.000,00 untuk periode februari, Maret dan
April 2000.
5 Februari 2000 Membayar biaya pemasangan telepon Rp. 210.000,00
6 Februari 2000 Membayar ongkos perjalanan pegawai Rp. 15.000,00
9 Februari 2000 Menerima komisi penjualan tanah Rp. 12.000.000,00
10 Februari 2000 Membayar biaya Notaris Rp. 50.000,00
11 Februari 2000 Membayar biaya hotel dan jamuan tamu Rp. 90.000,00
14 Februari 2000 Membayar biaya pemasangan iklan Rp. 35.000,00
17 Februari 2000 Membeli perlengkapan kantor secara tunai Rp. 95.000,00
19 Februari 2000 membayar utang pembelian peralatan kantor Kp. 2.000.000,00
23 Februari 2000 Menerima komisi atas penjualan tanah, dan gedung kantor
Rp. 6.500.000,00
25 Februari 2000 Membayar komisi perantara Rp. 1.500.000,00 dan bonus pegawai
Rp. 250.000,00
26 Februari 2000 Menerima komisi penjualan mesin-mesin pertanian Rp. 1.500.000,00
27 Februari 2000 Memasang iklan untuk pemasaran Rp. 150.000,00 dibayar dibelakang.
27 Februari 2000 Membayar gaji pegawai Rp. 1.300.000,00 dan mengambil uang untuk
pribadi Rp. 750.000,00
28 Februari 2000 Mencatat penyusutan peralatan kantor Rp. 150.000,00
29 Februari 2000 perlengkapan kantor yang terpakai seharga Rp. 175.000,00

Diminta.
1. Bukukan transaksi diatas dalam jurnal umum maupun penyesuaian
2. Memposting dalam perkiraan-perkiraan
3. Susun neraca saldo per 29 Februari 2000
4. Susun laporan R / L dan perubahan modal per 29 Pebruari 2000
5. Susun neraca per 29 Februari 2000
6. Penutupan rekening-rekening buku besar per 29 Februari 2000

Anda mungkin juga menyukai