Anda di halaman 1dari 3

Nama : Fakhrul Siswanda

NIM : 12405183131

Kelas : MBS 4-C

DESKRIPSI UMKM

Telur asin cap Ternak Mulya Putra (TMP) merupakan sebuah usaha home industri
yang bergerak di bidang makanan, tepatnya di bidang telur asin. Usaha ini didirikan oleh ibu
Nita Kurniasari dan Bapak Kukuh Sugiarto, yang didirikan sejak tahun 2009. Pada tahun
2014 usaha ini mulai berkembang berkat keuletan dan ketekunan sang pemilik usaha mulai
dari mengikuti beberapa macam event dan lomba-lomba yang diadakan di kabupaten dan
provinsi hingga pada tangga 8-13 Oktober 2019 tempat usaha bu Nita mendapatkan juara 1 di
tingkat provinsi dalam bidang agri bisnis itik dalam lomba bidang peternakan Provinsi Jawa
Timur. Telur asin TMP juga sudah mendapatkan sertifikasi halal ber-NKV dan sekarang
pemilik usaha telur asin ini sedang mengajukan izin produksi pangan dari PIRT dan BPOM.

Telur asin yang diolah bu Nita ini memiliki varian rebus dan asap. Untuk
pemasaranya, bu Nita saat ini telah berhasil menembus target pasar yang ada di Kota
Tulungagung dan kota-kota sekitarnya. Banyak supermarket yang berhasil dimasuki oleh bu
Nita seperti Golden Swalayan Tulungagung, Belga Tulungagung, Bravo Tulungagung dan
masih banyak lainnya

TARGET PASAR UMKM

Terget pasar usaha ini adalah untuk semua kalangan baik dari kalangan atas,
menengah dan bawah bisa menikmati telur asin TMP. Untuk persaingan dalam hal pemasaran
memang masih belum ketat, maksudnya belum banyak orang yang bisa melakukan produksi
telur asin dengan baik. Pernah sekali bu Nita memasarkan produk di pasar, karena di pasar
maka akan terjadi tawar menawar produk. Bisanya konsumen yang ada di pasar akan mencari
harga termurah dari sebuah produk tanpa memikirkan bagaimana kualitas produk tersebut.
Dengan pemikiran tersebut akhirnya keuntungan yang di dapat bu Nita menjadi tidak
maksimal sehingga Bu Nita menarik produknya dari pasar dan mengalihkan pemasaran ke
beberapa supermarket yang dirasa bisa memberikan keuntungan yang maksimal dari
sebelumnya. Untuk harga dan kualitasnya sendiri tidak usah diragukan lagi, dengan harga
yang sangat terjangkau dan memiliki kualitas rasa yang sangat enak maka banyak peminat
yang menginginkan dan banyak yang suka telur asin TMP.

KEKURANGAN YANG ADA DI UMKM

Untuk kekurangannya sendiri yaitu karena usaha ini dikelola oleh suami istri maka
dalam menjalankan usahanya tidak terdapat manajemen yang jelas. Mengenai pengelolaan
keuangan usaha yang masih belum tercatat dengan rapi yang masih tercampur dengan
keuangan pribadi juga menjadi problem untuk mengetahui kemajuan usahanya. Untuk sektor
fasilitas menurut saya tidak ada kekurangan yang berarti karena dalam memproduksi sudah
menggunakan mesin hanya saja tempat memasak telur asin nya yang kurang luas.

KEGIATAN USAHA DI UMKM

Untuk kegiatan yang saya lakukan dalam minggu pertama di tempat UMKM adalah
mencari informasi tentang UMKM tersebut dan melakukan pengenalan kepada pemilik
UMKM yaitu bu Nita. Setelah ngobrol banyak tentang usahanya ini mulai dari sejak berdiri
hingga sekarang yang dilakukan di rumah sang pemilik UMKM yaitu bu Nita maka kita bisa
tahu seluk beluk usaha bu Nita ini dan ternyata bu Nita ini baik juga orangnya.

Untuk minggu kedua, saya di berikan tugas oleh bu Nita untuk membersihkan telur
yang habis diasinin. Jadi telur yang baru saja diasinin itu di taruh di bak yang berisi air bersih
untuk di gosok menggunakan alat yang biasanya digunakan mencuci piring. Dalam
membersihkan telur asin itu harus berhati-hati karena canggkang telur asin itu mudah retak,
dan jika retak maka kualitas telur asin akan menjadi jelek. Untungnya saya tidak
memecahkan satu pun telur yang saya bersihkan, memang ada beberapa telur yang retak
tetapi itu bukan kesalahan saya tetapi mungkin dalam mengasini telur terjadi peretakan
canggkang telur.

Untuk minggu ketiga, karena banyaknya pesanan yang diterima bu Nita, maka saya
diberikan tugas untuk melipat kardus sebagai bungkus telur asin sebanyak 40 kardus.
Menurut saya itu cukup mudah karena hanya melipat kardus saja dan saya melakukannya
dengan baik. Ketika saya melipat kardus tersebut, teman-teman yang lain juga diberikan
tugas untuk membantu bu Nita dalam mencatat hasil laporan keuangan.
TUJUAN JANGKA PANJANG UMKM

Dalam tujuan jangka panjang ada beberapa hal yang menjadi fokus tujuan jangka
panjang pemilik usaha yaitu yang pertama bisa memasarkan produk kami ke beberapa
supermarket yang ada di luar kota yang dimana sampai sekarang masih di area karisidenan
kediri. Yang kedua yaitu memiliki kendaraan dan kurir pribadi untuk mengirim beberapa
pesanan ke luar kota dengan mudah tanpa mamakai jasa pengiriman. Yang ketiga yaitu
membuat kedai-kedai telur asin supaya produk yang kami hasilkan lebih bisa dikenal oleh
orang banyak.