Anda di halaman 1dari 8

PROPOSAL

PERMOHONAN BANTUAN PENGADAAN PERALATAN MESIN PENGOLAHAN


KOPI DAN BUDIDAYA KOPI DI KABUPATEN MANDAILING NATAL (MADINA)
PROVINSI SUMATERA UTARA
PROPOSAL

PERMOHONAN BANTUAN PENGADAAN PERALATAN MESIN PENGOLAHAN


KOPI DAN BUDIDAYA KOPI DI KABUPATEN MANDAILING NATAL (MADINA)
PROVINSI SUMATERA UTARA

A. LATAR BELAKANG

Kopi merupakan salah satu komoditas unggulan dalam subsector perkebunan di Indonesia
karena memiliki peluang besar yang baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Sebagian besar
produksi kopi di Indonesia merupakan komoditas perkebunan yang dijual kepasar dunia. Menurut
International Coffee Organization (ICO) komsumsi kopi meningkat dari tahun ke tahun, sehingga
peningkatan produksi kopi di Indonesia memiliki peluang besar untuk mengekspor kopi ke negara-
negara pengomsumsi kopi utama dunia seperti : Uni Eropa, Amerika Serikat dan Jepang. Biji kopi
Indonesia juga dipasok ke berbagai penjual kopi (Coffee Shop) seperti : usaha roaster local,
starbucks, dan lainnya yang berlokasi di Indonesia maupun yang berada di luar negeri. Bagi sebagian
besar negara-negara berkembang, kopi memegang peranan penting dalam menunjang
perekonomiannya, baik sebagai penghasil devisa diluar minyak dan gas maupun sebagai mata
pencaharian rakyat. Saat ini Indonesia tergolong negara produsen kopi terbesar keempat setelah
Brazil, Vietnam dan Colombia.

Kabupaten Mandailing Natal (Madina) merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Sumatera
Utara yang dikenal sebagai daerah penghasil kopi arabika dan robusta terbaik di dunia. Hal ini
didukung oleh letak geografis, suhu dan curah hujan yang sesuai untuk pertumbuhannya. Kopi
arabika dari Kab. Mandailing Natal (Madina) telah dikenal cukup lama di pasaran internasional
dengan nama Mandheling Coffee dengan cita rasa yang sangat khas.

Pengelolaan kebun kopi di Kab. Mandailing Natal (Madina) sejauh ini masih dilakukan oleh
masyarakat melalui pola semi tradisional dan umumnya dilakukan dengan cara intensif yaitu melalui
pembukaan lahan dan penggunaan sarana produksi (saprodi) kimia dalam pemeliharaan serta
perawatannya. Kondisi ini nyatanya memberikan tanggapan balik yang tidak menguntungkan untuk
produktifitas kopi dan keberlanjutan perdagangannya di masa sekarang dan yang akan datang,
karena praktek ini telah memberikan kontribusi positif kepada kenaikan suhu lokal dan global akibat
semakin berkurangnya kawasan hutan, terjadinya resistensi dan berkembangnya hama penyakit,
rusaknya sifat fisik tanah, menurunnya kesuburan tanah dan berkurangnya kualitas air sehat akibat
residu saprodi kimia. Meningkatnya kesadaran konsumen terhadap pola hidup sehat, berwawasan
lingkungan dan isu perubahan iklim merupakan satu tantangan dan trend baru bagi penyediaan
produk yang ramah lingkungan. Dari segi perubahan iklim, kopi dengan pohon peneduh dapat
menjadi alternatif untuk mitigasi terhadap perubahan iklim yang produktif.

Dalam rentang waktu 10 (sepuluh) tahun upaya pengembangan kembali kopi mandailing sudah
menunjukkan peningkatan produksi dan volume daging dimana semula yaitu sekitar tahun 2006 dan
tahun sebelumnya, kopi mandailing hamper sulit ditemukan di seluruh kecamatan penghasil kopi.
Pada tahun 2020 ini jika direview ulang kopi mandailing telah mendapatkan beberapa capaian
tingkat nasional seperti :
1. Mendapatkan Sertifikat Indikasi Geografis dari Kementrian Hukum dan HAM RI sebagai
pengakuan negara terhadap keberadaan Kopi Mandailing yang berasal dari wilayah ID Kab.
Mandailing Natal (Madina).
2. Sertifikat MURI dalam kategori Peminum Kopi Mandailing dengan gelas tempurung terbanyak
di Indonesia.

Perkembangan kopi mandailing masih dihadapkan dalam beberapa hambatan besar terutama jumlah
produksi yang rendah karena luas areal yang masih kecil dan produksi rata-rata yang rendah. Jika
dibandingkan dengan tingginya permintaan terhadap Kopi Mandailing dari dalam negeri dan luar
negeri.

Pada saat ini Kopi Mandailing yang produktif seluas 1.780 Ha dan yang belum menghasilkan
seluas 881 Ha. Dengan produktifitas rata-rata 750 kg/ha/tahun. Angka ini masih jauh dari harapan
dimana idealnya luas areal pertanaman kopi mandailing minimal 10.000 ha dengan produktifitas
rata-rata 1.500 kg/ha/tahun sehingga didapatkan 15.000 ton/tahun. Kondisi ini dapat dimaklumi
karena kondisi tofografi Kab. Mandailing Natal (Madina) dengan rentangan attitude yang beragam
menyebabkan tidak semua daerah bisa ditanami kopi mandailing. Hanya daerah tertentu yang
memiliki kesesuaian agroklimat dan tidak berada dalam kawasan hutan yang dapat ditanami kopi
arabika mandailing.

Kendala selanjutnya adalah penanganan pasca panen, mutu dan peningkatan nilai tambah.
Sebagian besar produksi kopi di Kab. Mandailing Natal (Madina) di jula ke kota-kota di Indonesia
dalam bentuk kopi gabah Hard Skin (HS)/kulit tanduk kadar air 25-30% dengan harga pada kisaran
Rp. 28.000,- - Rp. 32.000,- tergantung mutu kopinya yang menjadi pendapatan bagi petani.
Pengetahuan proses pasca panen telah dilakukan beberapa IKM dengan kapasitas yang sedikit.
Proses ini mengubah kopi gabah menjadi barang setengah jadi yaitu kopi beras/green bean. Nilai
ekonomi green memberikan keuntungan hingga 25%. Gabah 2,5 kg dengan modal Rp. 32.000,- per
kg akan menghasilkan green bean 1 kg dengan harga Rp. 100.000,-. Keuntungan hingga Rp. 20.000,-
per kg. Keuntungan ini akan berdampak pada penyerapan tenaga kerja dan meningkatkan putaran
uang masuk ke Kab. Mandailing Natal (Madina) yang memberikan kesejahteraan bagi anggota
KUB, tenaga kerja dan petani. Target produksi yang akan dikerjakan adalah adalah 5 ton per bulan.
Produksi akan terus ditingkatkan terus menerus setiap tahunnya.

B. TUJUAN DAN MANFAAT KEGIATAN

Adapun maksud pengajuan proposal ini adalah untuk mengupayakan adanya bantuan berupa
Pengadaan Peralatan Mesin Pengolahan Kopi dan Budidaya Kopi kepada kelompok petani kopi
yang ada di Kab. Mandailing Natal (Madina) yang telah memiliki sarana bangunan dan lahan
sehingga mampu menjalankan usaha pada sektor pasca panen dan pengolahan kopi.

Tujuan dari pengajuan proposal ini adalah :


1. Para kelompok tani kopi yang ada di Kab. Mandailing Natal (Madina) mampu menghasilkan
dan memproduksi kopi dengan kualitas yang mampu bersaing di pasaran internasional.
2. Bertambahnya penyerapan tenaga kerja di sekitar tempat produksi.
3. Berperan aktif dapat mendukung upaya pemerintah dalam pengembangan ekonomi kreatif
termasuk pemberdayaan generasi muda dan pertumbuhan entrepreuneur baru.
4. Memberi kesejahteraan bagi para petani kopi yang ada di Kab. Mandailing Natal (Madina).
C. LOKASI KEGIATAN

Berada di Kabupaten Mandailing Natal, dengan persebaran kelompok petani kopi antara lain :

No Kecamatan Desa Nama Poktan Jumlah Luas


Petani Areal
(Orang) (ha)
1 Puncak Sori Merapi 1. Sibanggor Julu Mitra Tani 58 18,35
2. Huta Lombang Jaya Bersama 31 11,13
3. Hutanamale Bahagia 49 26,60
4. Huta Tinggi Pingin Maju 51 19,05
5. Hutabaringin Julu Melati Jaya 52 18,05
6. Hutabaringin Jae Tani Jaya 57 24,66
Jumlah 298 117,86
2 Batang Natal 1. Sopo Tinjak Bina Sejahtera 58 47,20
2. Aek Nangali Lembah Tor Sanduduk 25 20,00
3. Hatupangan Bersama Maju 18 9,75
Sinar Maju 14 10,50
4. Ampung Julu Sinar Tani 18 13,00
5. Bulu Soma Permata Belantara 23 16,75
Jumlah 156 117,20
3 Kotanopan 1. Pagar Gunung Sinar Baru 0 45,00
Jumlah 0 45,00
4 Tambangan 1. Pastab Julu Jaya Tani 37 24,50
2. Angin Barat Sukses Sejahtera 20 10,00
Jumlah 57 34,50
5 Panyabungan Selatan 1. Roburan Dolok Matumona 29 16,50
2. Pagaran Galaga Konservasi 29 15,00
Jumlah 58 31,50
6 Ulu Pungkut 1. Simpang Banyak Julu Satahi I 79 114,00
2. Simpang Banyak Jae Satahi II 51 38,20
3. Habinsaran Harapan Baru I 18 11,75
4. Hutagodang Maju Bersama 102 78,19
5. Alahan Kae Subur Tani 92 45,00
6. Hutapadang Aek Siondop I 26 18,25
Aek Jarung I 25 13,50
Aek Jarung II 71 23,75
7. Simpang Duhu Dolok Usaha Bersama I 13 6,66
8. Simpang Duhu Lombang Berkah Maju I 15 7,00
9. Muara Saladi Harapan 12 5,20
10. Patahajang Maju Bersama 57 31,50
Jumlah 561 393,00
7 Panyabungan Timur 1. Pagur Semoga Jaya 147 52,20
Pagur Mandailing 25 8,75
Sejahtera
Jumlah 172 60,95

Dari data diatas, ada 3 kelompok tani yang kita ajukan saat ini (label kuning) yaitu :
1. Kelompok Maju Bersama Desa Hutagodang Kec, Ulu Pungkut
2. Kelompok Usaha Bersama I Desa Simpang Duhu Dolok Kec. Ulu Pungkut
3. Kelompok Berkah Maju I Desa Simpang Duhu Lombang Kec. Ulu Pungkut
D. PROFIL LEMBAGA

Nama Lembaga : Kelompok Tani Kopi Mandailing (masing-masing kelompok menyesuaikan)


Pendirian : Sesuaikan dengan akta masing-masing kelompok tani kopi
Alamat : Sesuaikan dengan akta masing-masing kelompok tani kopi
Kontak : 0812-6937-3251
Kepengurusan : Terlampir

E. JUMLAH CALON PENERIMA BANTUAN

Bantuan akan diberikan kepada masyarakat kelompok petani kopi di Kabupaten Mandailing Natal
(Madina) Provinsi Sumatera Utara.

F. KEBUTUHAN

Kebutuhan kegiatan adalah sebagai berikut :


1. Sarana/prasarana peralatan mesin pengolahan kopi dan Green house pengering kopi.
2. Budidaya pertanian kopi seperti : Pengolahan lahan (land clearing), Bibit Kopi, Bibit Pohon
Pelindung, Pupuk, Kompos dan Alsintan (alat pelobang tanah dan kultivator).

G. RINCIAN ANGGARAN BIAYA (RAB)

Rincian Anggaran dan Biaya (RAB) kegiatan ini adalah Rp. 2,096,100,000,- (Dua Milyar Sembilan
Puluh Enam Juta Seratus Ribu Rupiah), dengan rincian sebagaimana terlampir.

H. SUMBER DANA KEGIATAN

Sumber dana kegiatan ini berasal dari bantuan Bank Indonesia.

I. PIC Contact :

Sondang Magdalena Pane : HP/WA 0812-6937-3251

J. PENUTUP

Demikian proposal permohonan bantuan ini kami buat. Atas kerjasama yang baik selama ini
diucapkan terima kasih.

Medan, 29 April 2020


Hormat Kami,

CC: Arsip
Nomor : 011/Mandheiling-Coffee/2020 Medan, 29 April 2020
Lampiran : 1 (satu) berkas
Hal : Proposal Permohonan Bantuan Pengadaan Peralatan Mesin Pengolahan Kopi dan
Budidaya Kopi di Kab. Mandailing Natal (Madina)
Kepada Yth.
Pimpinan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sibolga
cq. Ibu Suti Masniari Nst
Jl. Kapten Maruli Sitorus No. 8, Simaremare, Sibooga Utara, Kota Sibolga

Dengan Hormat,
Kopi merupakan salah satu komoditas unggulan dalam subsector perkebunan di Indonesia karena
memiliki peluang besar yang baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Sebagian besar produksi kopi
di Indonesia merupakan komoditas perkebunan yang dijual kepasar dunia. Menurut International Coffee
Organization (ICO) komsumsi kopi meningkat dari tahun ke tahun, sehingga peningkatan produksi kopi
di Indonesia memiliki peluang besar untuk mengekspor kopi ke negara-negara pengomsumsi kopi utama
dunia seperti : Uni Eropa, Amerika Serikat dan Jepang. Biji kopi Indonesia juga dipasok ke berbagai
penjual kopi (Coffee Shop) seperti : usaha roaster local, starbucks, dan lainnya yang berlokasi di
Indonesia maupun yang berada di luar negeri. Bagi sebagian besar negara-negara berkembang, kopi
memegang peranan penting dalam menunjang perekonomiannya, baik sebagai penghasil devisa diluar
minyak dan gas maupun sebagai mata pencaharian rakyat. Saat ini Indonesia tergolong negara produsen
kopi terbesar keempat setelah Brazil, Vietnam dan Colombia.

Kabupaten Mandailing Natal (Madina) merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Sumatera Utara
yang dikenal sebagai daerah penghasil kopi arabika dan robusta terbaik di dunia. Hal ini didukung oleh
letak geografis, suhu dan curah hujan yang sesuai untuk pertumbuhannya. Kopi arabika dari Kab.
Mandailing Natal (Madina) telah dikenal cukup lama di pasaran internasional dengan nama Mandheling
Coffee dengan cita rasa yang sangat khas.
Dalam rentang waktu 10 (sepuluh) tahun upaya pengembangan kembali kopi mandailing sudah
menunjukkan peningkatan produksi dan volume daging dimana semula yaitu sekitar tahun 2006 dan
tahun sebelumnya, kopi mandailing hamper sulit ditemukan di seluruh kecamatan penghasil kopi. Pada
tahun 2020 ini jika direview ulang kopi mandailing telah mendapatkan beberapa capaian tingkat
nasional seperti :
1. Mendapatkan Sertifikat Indikasi Geografis dari Kementrian Hukum dan HAM RI sebagai
pengakuan negara terhadap keberadaan Kopi Mandailing yang berasal dari wilayah ID Kab.
Mandailing Natal (Madina).
2. Sertifikat MURI dalam kategori Peminum Kopi Mandailing dengan gelas tempurung terbanyak di
Indonesia.

Sekaitan dengan hal diatas, kami berharap kepada Pimpinan Kantor Perwakilan Bank Indonesia di
Sibolga bersedia membantu para petani kopi di Kab. Mandailing Natal (Madina). Apabila ada
pertanyaan dan hal lain yang diperlukan, dapat dihubungi Sondang M. Pane, ST, M.Eng sebagai PIC
pada No HP/WA 0812-6937-3251.
Demikian permohonan ini kami sampaikan dan sebagai bahan pertimbangan turut kami lampirkan
proposal permohanan bantuan. Atas perhatian dan kerjasamanya diucapkan terima kasih.

Hormat Kami,

CC: Arsip
Lampiran I
RENCANA ANGGARAN BIAYA

PERMOHONAN BANTUAN PENGADAAN PERALATAN MESIN PENGOLAHAN


KOPI DAN BUDIDAYA KOPI DI KABUPATEN MANDAILING NATAL (MADINA)
PROVINSI SUMATERA UTARA

Jumlah
Prioritas Kelompok/ Perkiraan
Proyek/Keg Anggota Kebutuhan
No Program Lokasi Penerima Biaya
Usaha (orang) Sarana/Prasarana
*) Manfaat (Rp)
**)
III BINA Bercocok Desa 1 Kelompok 10 Pengolahan Lahan 100,000,000
BUDIDAYA tanam Hutagodang Tani Kopi (Land Clearing)
KOPI Kecamatan Maju
Ulu Bersama Bibit 100,000,000
Pungkut Bibit pohon 12,500,000
Kab. pelindung
Mandailing Pupuk 36,200,000
Natal
Kompos 50,000,000
Alsintan (alat 150,000,000
pelobang tanh dan
kultivator)
Green house 250,000,000
pengeringan kopi
Sub Total 698,700,000

2 Kelompok 10 Pengolahan Lahan 100,000,000


Tani Kopi (Land Clearing)
Usaha Bibit 100,000,000
Bersama I
Bibit pohon 12,500,000
pelindung
Pupuk 36,200,000
Kompos 50,000,000
Alsintan (alat 150,000,000
pelobang tanh dan
kultivator)
Green house 250,000,000
pengeringan kopi
Sub Total 698,700,000
Jumlah
Prioritas Kelompok/ Perkiraan
Proyek/Keg Anggota Kebutuhan
No Program Lokasi Penerima Biaya
Usaha (orang) Sarana/Prasarana
*) Manfaat (Rp)
**)
3 Kelompok 10 Pengolahan Lahan 100,000,000
Tani Kopi (Land Clearing)
Berkah Bibit 100,000,000
Maju I
Bibit pohon 12,500,000
pelindung
Pupuk 36,200,000
Kompos 50,000,000
Alsintan (alat 150,000,000
pelobang tanh dan
kultivator)
Green house 250,000,000
pengeringan kopi
Sub Total 698,700,000

TOTAL 2,096,100,000

Terbilang : Dua Milyar Sembilan Puluh Enam Juta Seratus Ribu Rupiah.

*) Lihat lampiran mengenai Prioritas Program Sesuai Arah PSBI 2020 (Lampiran 1).
**) Jumlah anggota Kelompok/Penerima anfaat minimal 10 (sepuluh) orang.

Medan, 29 April 2020


Hormat Kami,