Anda di halaman 1dari 16

PENTINGNYA PEMERIKSAAN KEHAMILAN

PKMD AKADEMI KEBIDANAN BANGKA BELITUNG 2015


A. Tujuan Pelayanan kehamilan
1. Menjaga agar ibu sehat selama masa kehamilan, persalinan dan
nifas serta mengusahakan bayi yang dilahirkan sehat.
2. Memantau kemungkinan adanya risiko-risiko kehamilan, dan
merencanakan penatalaksanaan yang optimal terhadap
kehamilan risiko tinggi.
3. Menurunkan kesakitan dan kematian ibu dan bayi.

B. Jadwal kunjungan asuhan kehamilan


Dalam bahasa program kesehatan ibu dan anak, kunjungan
kehamilan ini diberi kode angka K yang merupakan singkatan dari
kunjungan. Pemeriksaan antenatal yang lengkap adalah K1, K2,
K3 dan K4. Hal ini berarti, minimal dilakukan sekali kunjungan
antenatal hingga usia kehamilan 28 minggu, sekali kunjungan
antenatal selama kehamilan 28-36 minggu dan sebanyak dua kali
kunjungan antenatal pada usia kehamilan diatas 36 minggu.
Ada 6 alasan penting untuk mendapatkan asuhan antenatal,
yaitu:
1. Membangun rasa saling percaya antara klien dan petugas
kesehatan
2. Mengupayakan terwujudnya kondisi terbaik bagi ibu dan bayi
yang dikandungnya
3. Memperoleh informasi dasar tentang kesehatan ibu dan
kehamilannya
4. Mengidentifikasi dan menatalaksana kehamilan risiko tinggi
5. Memberikan pendidikan kesehatan yang diperlukan dalam
menjaga kualitas kehamilan
6. Menghindarkan gangguan kesehatan selama kehamilan yang
akan membahayakan keselamatan ibu hamil dan bayi yang
dikandungnya.

C. Fungsi K1 – K4
1. Fungsi k1
a. Menjalin hubungan saling percaya antara petugas kesehatan
dan ibu hamil
b. mendeteksi komplikasi-komplikasi/masalah yang dapat
diobati sebelum mengancam jiwa ibu
c. Melakukan tindakan pencegahan seperti tetanus neonatorum,
anemia karena kurangnya suplemen penambah darah (Fe)
d. Memulai mempersiapkan kelahiran dan memberikan
pendidikan. Asuhan itu penting untuk menjamin bahwa
proses alamiah dari kelahiran berjalan normal dan tetap
demikian seterusnya.
e. Mendorong untuk berperilaku yang sehat (gizi, latihan dan
kebersihan, istirahat dan sebagainya) bertujuan untuk
mendeteksi dan mewaspadai.
f. Mengidentifikasi faktor risiko dengan mendapatkan riwayat
detail kebidanan masa lalu dan sekarang, riwayat obstetrik,
medis, dan pribadi serta keluarga.
g. Memberi kesempatan pada ibu dan keluarganya menyatakan
dan mendiskusikan adanya kekhawatiran tentang kehamilan
saat ini dan kehilangan kehamilan yang lalu, persalinan,
kelahiran atau puerperium.

2. Fungsi K2
a. Sama seperti K2 , ditambah kewaspadaan khusus mengenai
adanya gejala-gejala preeklampsia dengan memantau
tekanan darah, adanya pembengkakan disekitar tubuh ibu
hamil, periksa untuk mengetahui kandungan protein dalam
urine)
b. Mengulang perencanaan persalinan
3. Fungsi K3 dan K4
a. Sama seperti k 1 dan k2 ditambah mendeteksi letak bayi
yang tidak normal, atau kondisi lain yang memerlukan
kelahiran dirumah sakit.
b. Memantapkan persalinan dan mengenali tanda-tanda
persalinan.
Pertumbuhan janin setiap bulannya

(Sukarni, Icesmi. 2013. Kehamilan, Persalinan, dan


Nifas,Yogyakarta: Nuha Medika)
1. 0-4 minggu
 Janin memiliki panjang tubuh kurang lebih 2 mm.
 Munculnya cikal bakal otak dan sum-sum tulang belakang
sederhana.
 Tanda-tanda wajah akan terbentuk.

2. 4-8 minggu
 Panjang 2,1-2,5 cm, berat 1 gram.
 Jantung janin mulai berdetak (belum bisa didengar).
 Semua organ tubuh mulai terbentuk.
 Muncul tulang-tulang belakang wajah, mata, kaki dan tangan.
3. 8-12 minggu
 Panjang 7-9 cm, berat 12-15 gram.
 Ukuran kepala lebih besar dari badan.
 Otak berkembang dengan pesat.
 Memiliki dagu, hidung, dan kelopak mata yang jelas.
 Dapat menendang dengan lembut.
4. 12-16 minggu
 Panjang 14-17 cm, berat 100 gram.
 Paru-paru mulai berkembang.
 Detak jantung mulai terdengar melalui USG.
 Wajah mulai dapat menunjukkan ekspresi tertentu.
 Alis dan bulu mata mulai tumbuh.
 Dapat memutar kepalanya dan membuka mulut.
 Rambutnya mulai tumbuh kasar dan berwarna.
5. 16-20 minggu
 Berat 300 gram.
 Janin mulai bereaksi terhadap suara ibu.
 Akar-akar gigi tetap telah muncul di belakang gigi susu.
 Tubuh ditumbuhi rambut halus yang disebut lanugo.
 Janin bisa menghisap jempol.
 Ujung indera pengecap mulai berkembang (dapat
membedakan rasa manis dan pahit).
 Sidik jari mulai tampak.
6. 20-24 minggu
 Berat 600 gram.
 Besar tubuh sudah sebanding dengan badannya.
 Alat kelamin mulai terbentuk.
 Cuping hidung mulai terbuka.
 Mulai melakukan gerakan pernafasan tetapi belum bernafas
melalui hidung (janin mendapatkan oksigen melalui ibu).
 Tulang mulai mengeras.
 Janin memiliki waktu tertentu untuk tidur.
7. 24-28 minggu
 Berat 1050 gram, panjang 37 cm.
 Lemak dibawah kulit mulai menumpuk.
 Rambut di kepala mulai bertumbuhan.
 Kelopak mata membuka dan otaknya mulai aktif.
 Janin dapat mendengar suara.
 Ini merupakan masa bagi janin mempersiapkan diri
menghadapi hari kelahirannya.
8. 28-36 minggu
 Berat 2500 gram, panjang 47 cm.
 Gerakan mulai terbatas karena ruang yang semakin sempit.
 Mata mulai berkedip bila melihat cahaya melalui dinding
perut ibunya.
 Kepalanya mulai mengarah ke bawah.
 Paru-paru belum sempurna.
9. 38 minggu
 Berat >2500 gram, panjang 50 cm.
 Kepala sudah berada pada rongga panggul.
 Rambut-rambut di sekujur tubuh mulai menghilang.
 Ususnya berisi tinja (mekonium) dan akan dikeluarkan
setelah kelahirannya.
 Janin telah mempersiapkan diri untuk dilahirkan ke dunia.
TANDA BAHAYA KEHAMILAN

(http://biancacalista.blogspot.com)
1. Trimester pertama (3 bulan awal kehamilan)
 Perdarahan dari jalan lahir disertai nyeri.
 Mual muntah berlebihan
 Sakit kepala yang hebat.
 Nyeri perut hebat.
 Selaput kelopak mata pucat
 Demam tinggi

2. Trimester kedua (3-6 bulan kehamilan)


 Bengkak pada wajah, kaki dan tangan.
 Keluar air ketuban sebelum waktunya.
 Perdarahan hebat.
 Pusing yang hebat.
 Gerakan bayi berkurang.

3. Trimester ketiga (6-9 bulan kehamilan)


 Pengelihatan kabur, menjadi kabur atau berbayang.
 Gerakan janin sangat kurang/tidak ada sama sekali
 Kejang.
 Demam tinggi.
 Bengkak pada wajah, kaki, dan tangan.
KEBUTUHAN IBU HAMIL
1. Gizi
 Karbohidrat (nasi, umbi-umbian)
 Lemak (kuning telur, daging)
 Protein (kacang-kacangan, ikan, putih telur)
 Vitamin (buah-buahan)
 Mineral (kalsium, zat besi, fofsor)

CONTOH menu makanan dalam sehari bagi ibu hamil

Bahan makanan Porsi hidangan Jenis hidangan


sehari
Nasi 5+1 porsi Makan pagi : nasi
Sayuran 3 mangkuk
1,5 porsi (150 gram)
Buah 4 potong
Tempe 3 potong dengan ikan/ daging
Daging 3 potong 1 potong sedang (40
Susu 2 gelas
Minyak 5 sendok teh gram), sayur 1
Gula 2 sendok makan mangkok dan buah
1 potong sedang.
Makan selingan :
susu 1 gelas dan
buah 1 potong
sedang.
Makn siang : nasi 3
porsi (300 gram),
dengan lauk, sayur
dan buah sama
dengan pagi.
Selingan : susu 1
gelas dan buah 1
potong sedang.
Makan malam : nasi
2,5 porsi (250 gram)
dengan lauk, sayur
dan buah sama
dengan pagi/siang.
Selingan : susu 1
gelas.

2. Olahraga ringan.
3. Dukungan keluarga.
4. Kesehatan ibu dan dan janin.
5. Pelayanan kesehatan.
6. Kebutuhan religius.