Anda di halaman 1dari 4

TUGAS MATKUL PEREKONOMIAN INDONESIA

Nama : Lilis Komariah

Nim : 4282111100226

Kelas : 18 C

1. Perdagangan internasional bisa memberikan keuntungan sekaligus menciptakan ancaman bagi


perekonomian suatu negara. Untuk melindungi diri, maka suatu negara biasanya menerapkan
suatu kebijakan yang bisa menguntungkan, setidaknya bagi negara itu sendiri.
Berikan contoh kebijakan yang menguntungkan dan merugikan bagi perekonomian khususnya
perdagangan international.

Jawaban
1. Kebijakan Perdagangan Bebas (Politik Free Trade)
Tidak ada larangan bagi siapapun dalam melakukan perdagangan bebas ke negara lain.
Pemerintah telah menerbitkan kebijakan tersebut yang didukung pihak-pihak yang berkaitan.
Kebijakan ini dikeluarkan dengan alasan bahwa jika sebuah negara menjalankan perdagangan
internasional secara berkelanjutan. Maka, produksi barang tersebut terindikasi sangat unggul. 

2. Kebijakan Tarif Perdagangan dan Bea Cukai


Pada saat menjalankan perdagangan internasional ke negara lain, tentu saja wajib ada bea
masuk. Produksi barang ekspor dan impor akan mendapat jaminan keamanan dengan adanya
kebijakan tersebut. 
Ketika suatu negara telah memberi izin barang masuk dengan bea cukai, maka barang tersebut
sudah sah menjadi barang legal. Hingga saat ini, kebijakan ini dijalankan secara berkelanjutan.

3. Kebijakan Premi 
Sebuah bonus atau disebut premi bakal diberikan kepada produsen yang telah berhasil
mencapai target penjualan dari negara. Dengan demikian sangat wajar jika kebijakan ini
dinilai cukup fantastis. 
Hasil pendapatan untuk sebagian unit pada komoditas yang akan diekspor, bakal dibayar
oleh negara. Target capaian untuk penjualan ini biasanya cuma diketahui oleh pihak yang
menjalankan perdagangan internasional. 

4. Kebijakan Kuota (Jatah)


Produksi barang yang diekspor ke luar negeri dan diimpor ke dalam negeri merupakan
cakupan dari perdagangan internasional. Pemerintah akan menyeleksi komoditas yang akan
masuk ke dalam negeri. Dengan demikian, tidak semua komoditas bisa masuk ke dalam
negeri dengan bebas. Seleksi tersebut memiliki sebuah tujuan untuk membatasi jatah atau
kuota. 
Hal itu dimaksudkan agar komoditas yang keluar dan masuk ke negara lebih seimbang dan
tertata. Secara umum, jatah ditentukan untuk beberapa contoh barang atau produk. Seperti
buah kentang, beras organik, kayu gaharu, bawang merah, produk baja dan besi, scrap besi,
serta beberapa barang lainnya yangs sejenis. 

5. Kebijakan Perdagangan Autarki


Kebijakan politik autarki adalah kebijakan perdagangan yang mengutamakan untuk
mencegah kontrol yang dilakukan oleh negara lain. Maka dapat dikatakan bahwa kebijakan
perdagangan internasional tersebut sangat kontradiktif dengan politik free trade atau
perdagangan bebas. 
Hal ini terjadi karena pengaruh dari perdagangan internasional yang mengharuskan tunduk
terhadap keyakinan sendiri. Dengan memperhatikan masalah serta situasi ekonomi, politik,
dan militer. 

6. Kebijakan Impor Ke Dalam Negeri


Kebijakan perdagangan internasional lebih menitikberatkan tentang larangan. Negara tidak
memperbolehkan menjalankan impor demi melangsungkan perdagangan dengan suatu
alasan. Alasan tersebut adalah adanya penurunan kuota impor barang.
Sementara itu harga komoditas mengalami peningkatan yang sangat tinggi. Produksi
komoditas mengalami peningkatan, serta jumlah barang mengalami penurunan. Dengan
demikian, larangan-larangan yang dilakukan pemerintah tentu saja untuk kebaikan bersama.

7. Kebijakan Subsidi
Harus diketahui jika Kebijakan subsidi adalah pembatasan oleh pemerintah demi menutupi
harga barang produksi. Kebijakan tersebut memberikan akibat dari perdagangan
internasional. Akibat atau dampak dari kebijakan tersebut adalah harga barang tetap, tidak
naik dan tidak turun.
Selain itu, produksi barang impor di dalam negeri mengalami peningkatan. Impor barang ke
dalam negeri menjadi turun, serta jumlah komoditas pada pasar tetap. Tentu saja kebijakan
subsidi yang dijalankan pemerintah dilakukan untuk melindungi produksi barang supaya
tetap.

8. Kebijakan Dalam Larangan Pembatasan Impor Dan Ekspor


Secara umum, sebuah negara tidak sepakat dengan penjualan produk dari negara tertentu.
Karena suatu negara tidak memerlukan produk tersebut, sehingga pemerintah mengeluarkan
kebijakan larangan ekspor. Kebijakan larangan ekspor ini telah dijalankan sejak lama.
Dengan demikian, proses perdagangan menjadi cukup lancar. 

9. Kebijakan Politik Perlindungan


Negara mengeluarkan kebijakan tersebut secara langsung demi menjalankan perlindungan
usaha dan industri pada sebuah negara yang menjadi pihak importir. Perlindungan ini
dimaksudkan demi memperluas lapangan pekerjaan. 
Selain itu juga bertujuan untuk menjadikan produksi dalam negeri lebih optimal.
Mengupayakan tradisi dalam perdagangan dan menjaga perdagangan internasional agar
tetap stabil serta tidak mengalami krisis.

10. Kebijakan Dumping 


Kebijakan perdagangan internasional dumping dikeluarkan oleh negara sebagai diskriminasi
harga. Penjualan barang yang dijalankan oleh seluruh produsen lebih murah jika di dalam
negeri. 
Tentu saja tidak sama apabila penjualan ke luar negeri, karena barang dapat ditentukan jauh
lebih mahal. Hal tersebut memberikan pengaruh pada kurva permintaan yang lebih inelastis.
Yaitu suatu kondisi di mana konsumen menjadi kurang peka dengan harga yang berubah. 
Itulah 10 kebijakan perdagangan internasional yang perlu kamu ketahui. Di bawah ini
merupakan hal-hal tambahan yang berkaitan dengan kebijakan perdagangan. Mengingat
kebijakan tersebut sangat krusial.