Anda di halaman 1dari 1

BAB IV

KESIMPULAN

Situs sangiran mengungkapkan pertanyaan dunia tentang misteri


kehidupan manusia purba dari pleiosen sampe akhir pliestosen tengah. Sangiran
adalah situs paleo-antropologi di daerah Jawa Tengah, tepatnya di daerah sragen
dan karanganyar yang Memiliki luas 56 km2 . Berdasarkan penelitian geologis,
situs Sangiran merupakan kawasan yang tersingkap lapisan tanahnya akibat proses
orogenesa (pengangkatan dan penurunan permukaan tanah) dan kekuatan getaran
di bawah permukaan bumi (endogen) maupun di atas permukaan bumi (eksogen).
Aliran Sungai Cemoro yang melintasi wilayah tersebut juga mengakibatkan
terkikisnya kubah Sangiran menjadi lembah yang besar yang dikelilingi oleh
tebing-tebing terjal dan pinggiran-pinggiran yang landai. Beberapa aktifitas alam
di atas mengakibatkan tersingkapnya lapisan tanah/formasi
periode pleistocen yang susunannya terbentuk pada tingkat-
tingkat pleistocen bawah (lapisan Pucangan), pleistocen tengah (lapisan Kabuh),
dan pleistocen atas (lapisan Notopuro)
Manusia purba bisa sampai ke daerah sangiran tidak lepas dari proses
glasialisasi dengan terbentuknya jembatan darat, jembatan darat tersebut terbentuk
akibat penurunan muka air laut hingga kedalamam 100m sehingga laut jawa, laut
cina selatan dan laut Sumatra yang kedalamannya kurang dari 100m menjadi
daratan. sehingga memudahkan manusia purba yang asalnya dari benua afrika
untuk bermigrasi dan beradaptasi. Manusia purba bermigrasi akibat suhu yang
ekstrim di tempat asalnya, sehingga sampai ke daerah sangiran Jawa Tengah.
Disini tempat yg sangat cocok untuk manusia purba dimana banyaknya makan
dan aliran air serta iklim yang sesuain untuk hidup dan berkembang.

26