Anda di halaman 1dari 10

8-31.

Gambarkan beberapa aktivitas pemasaran, keuangan dan akuntansi, R&D, serta SIM saat
sebuah rantai restoran kecil dapat dilakukan untuk memperluas ke negara bagian sekitarnya.
Jawab :
A. Sifat Alami Dari Implementasi Strategi
Faktanya, untuk setiap strategi yang telah direncanakan, implementasi yang baik atas strategi
tersebut hanya menghasilkan keberhasilan sekitar 10 persen atau kurang. Hal ini
dikarenakan kegagalan dalam melakukan segmentasi pasar yang baik, terlalu
memperhatikan kebijakan akuisisi baru, dan tertinggal jauh dari dari para pesaing dalam
litbang.
Implementasi strategi berpengaruh secara langsung terhadap kehidupan manajer pabrik,
manajer divisi-divisi, manajerdepartemen-departemen, manajer penjualan, manajer produk,
manajer proyek, manajer personalia, manajer staf, supervisor, dan seluruh karyawan. Pada
situasi tertentu, seorang individu mungkin sama sekali tidak terlibat langsung dalam proses
perumusan stategi dan tidak menghargainya, memahami, atau bahkan menerima pekerjaan
dan pemikiran yang berasal dari perumusan strategi tersebut. Bahkan mungkin juga terjadi
penolakan dibagian tertentu. Manajer dan karyawan yang tidak memahami bisnis dan tidak
berkomitmen terhadap bisnis mungkin berusaha menggagalkan upaya implementasi strategi
dengan harapan organisasi tetap akan menggunakan cara lama.

B. Isu-Isu Pemasaran
Ada beberapa contoh dari keputusan pemasaran yang mungkin membutuhkan kebijakan :
1. Menggunakan dealer atau kombinasi saluran yang eksklusif dalam distribusi.
2. Menggunakan iklan TV yang banyak, sedikit, atau tidak menggunakan sama sekali.
3. Membatasi (tidak membatasi) kontribusi atas bisnis yang telah dilakukan dari satu
konsumen.
4. Menjadi pemimpin dalam penetapan harga atau menjadi pengikut.
5. Menawarkan garansi yang lengkap atau terbatas.
6. Memberikan penghargaan pada tenaga penjual berdasarkan gaji langsung, atau
kombinasi gaji atau komisi.
7. Melakukan iklan secara online atau tidak.
Isu pemasaran yang meningkatkan kepedulian pada konsumen di saat ini merupakan
kelanjutan dari apa yang dilakukan perusahaan untuk mengikuti pergerakan seseorang di
internet, bahkan mampu mengidentifikasi seseorang berdasarkan nama dan alamat e-mail.
Dua variable yang yang penting dan sentral bagi implementasi strategis: segmentasi pasar
dan positioning produk. Segmantasi pasar dan positioning produk menjadi kontribusi
pemasaran paling penting pada manajemen strategis.

1. Segmen Pasar
Segmentasi pasar (market segmentation) secara lusa digunakan untuk menerapkan
strategi. Segmentasi pasar adalah variable yang penting dalam implementasi strategi
karena setidaknya tiga alas an utama. Pertama, strategi seperti pengembangan pasar,
pengembanagn produk, penetrasi pasar, dan diversifikasi membutuhkan peningkatan
penjualan melalui adanya pasar dan produk baru. Untuk menerapakn strategi- strategi ini
dengan sukses, dibutuhkan pendekatan segmentasi pasar yang baru atau yang telah
diperbaiki. Kedua, degmentasi pasar memungkinkan perusahaan untuk beroperasi
dengan sumber daya yang terbatas karena produksi missal, distribusi massal dan iklan
missal tidak diperlukan. Segmentasi pasar memungkinkan perusahaan kecil untuk
bersaing lebih baik dengan perusahaan besar dengan memaksimalkan laba per unit dan
penjualan per segmen. Terakhir, keputusan segmentasi pasar secara langsung
mempengaruhi variable bauran pemasaran; produk, distribusi, promosi, dan harga.

2. Positioning Produk
Setelah pemasar menetapkan segmentasi sehingga perusahaan dapat membidik
kelompok konsumen tertntu, langkah selanjutnya adalah menemukan ekspektasi dan
keinginan konsumen. Positioning merupakan pengembangan skema representasi yang
mencerminkan produk atau jasa anda dibandingkan dengan pesaing dalam dimensi yang
penting bagi kesuksesan dalam industry.

Langkah- langkah berikut ini dibutuhkan dalam positioning produk :


a. Pilih criteria kunci yang secara efektif membedakan produk atau jasa dalam
industry.
b. Gambarkan diagram peta positioning-produk dua-dimensi dengan kriteria yang
spesifik disetiap sumbunya.
c. Tetapkan produk dan jasa pesaing sebagai resultan matriks empat kuadrat.
d. Identifikasi area-area dalam peta positioning dimana produk dan jasa perusahaan
harus paling kompetitif dipasar yang ada. Lihatlah area yang belum terisi (relung
pasar atau niche).
e. Kembangkan rencana pemasaran untuk menentukan posisi produk atau jasa
perusahaan secara tepat.

Beberapa aturan dalam menggunakan positioning produk sebagai alat implementasi


strategi adalah berikut:
a. Lihatlah pada area yang belum terisi atau relung yang masih kosong (vacan
niche). Peluang terbaik bias jadi adalah segmen yang belum terlayani.
b. Jangan menetapakn segmen secara tumpang-tindih. Keuntungan apapun dari
perpotongan tersebut (misalnya, target pasar yang lebih besar) akan terhapus
oleh kegagalan memuaskan satu segmen. Dalam pengertian teori keputusan,
maksudnya disini adalah untuk menghindari suboptimasi akibat mencoba
melayani lebih dari satu fungsi objektif.
c. Jangan melayani dua segen dengan satu strategi yang sama. Biasanya, suatu
strategi yang berhasil untuk satu segmen tidak bias begitu saja diterapkan pada
segmen lain.
d. Jangan memosisikan diri ditengah-tengah peta. Tengah biasanya menunjukkan
strategi yang digunakan tidak dijalankan dengan jelas untuk membedakan
karakteristik yang ada. Aturan ini bervariasi mengikuti jumlah pesaing. Sebagai
contoh, ketika ahnya ada dua pesaing, seperti dalam pemilihan presiden amerika
serikat, tengah menjadi posisi strategis yang diharap-harapkan.

Strategi positioning produk yang efektif memenuhi dua kriteria: (1) secara unik
membedakan perusahaan dalam persaingan tersebut, dan (2) membawa konsumen untuk
mengharapkan pelayanan yang sedikit berbeda dari yang akan atau bias diberikan
konsumen. Perusahaan seharusnya tidak membuat ekspektasi yang melebihi ekspektasi
yang bisa atau akan diberikan. Hal ini adalah tantangan yang konstan bagi pemasar.

C. Isu-Isu Keuangan atau Akuntansi


1. Mendapatkan Modal Untuk Implementasi Strategis

Implementasi strategi yang sukses terkadang memerlukan tambahan modal. disamping


laba bersih dari operasi dan penjualan asset, dua sumber dasar perolehan modal bagi
suatu organisasi adalah pinjaman dan setoran modal. Menentukan kombinasi yang tepat
antara pinjaman dengan modal disetor dalam struktur modal perusahaan adalah vital bagi
kesuksesan implementasi strategi.
Analisis Laba per Saham atau Laba Sebelum Bunga dan Pajak (Earnings per
share/earnings before interest and taxes-EPS/EBIT analysis0 adalah tehnik yang paling
banyak digunakan dalam menentukan apakah pinjaman, saham, atau kombinasi
keduanya merupakan alternative terbaik untuk memperoleh modal bagi implementasi
strategis. Tehnik ini meliputi pemeriksaan dampak yang ditimbulkan pendanaan dari
pinjaman dengan saham terhadap laba per saham dibawah berbagai asumsi begitu juga
dengan EBIT.

Analisis EPS/EBIT adalah alat yang berharga untuk membuat keputusan mengenai
pembiayaan modal yang yang diperlukan untuk implementasi strategi, namun beberapa
perhatian perlu diberikan saat menggunakan tehnik ini. Pertama, laba mungkin akan lebih
tinggi pada alternative saham atau utang ketika tingkat EPS lebih rendah. Contohnya,
hanya dilihat pada nilai laba setelah pajak (earnings after taxes-EAT) di table 8-3, anda
dapat melihat saham biasa merupakan pilihan terbaik, apapun kondisi ekonomi yang
terjadi. Jika misi brown company termasuk memaksimalkan laba, bertentangan dengan
memaksimalkan keuntungan pemegang saham atau beberapa criteria lain, maka saham
menjadi pilihan pembiayaan yang lebih baik dibanding untung.

2. Proyeksi Laporan Keuangan

Analisis proyeksi laporan keuangan (projected financial statement analysis) adalah teknik
utama dalam implementasi strategi karena memungkinkan organisasi untuk memriksa
hasil yang diharapkan dari berbagai tindakan dan pendekatan.
Terdapat enam tahap dalam membuat suatu analisis proyeksi keuangan:
a. Siapkan proyeksi keuangan sebelum neraca. Awalilah dengan memperkirakan
penjualan seakurat mungkin.
b. Gunakan metode persentase penjualan (percentage-of sales) untuk
memproyeksiakan harga pokok penjualan(cost of good sold-CGS) dan akun-akun
pengeluaran di laporan keuangan.
c. Hitunglah proyeksi laba bersih (net income-NI)
d. Kurangi laba bersih dengan dividen (dividend-DIV) yang akan dibayar untuk tahun
depan. Sisa laba ini diebut laba ditahan (retained earnings-RE). setiap tahun
perusahaan menambahkan laba ditahan (dari laporan laba rugi) ke laba ditahan
tahun sebelumnya di neraca. Oleh karena itu, jumlah laba ditahan dalam neraca
adalah jumlah kumulatif, bukan jumlah sebenarnya yang tersedia untuk
implementasi strategi! Dalam mebuat laporan proyeksi keunagan, jumlah laba
ditahan pada neraca biasanya cukup besar. Namun demikian, jumlahnya juga
bisa saja rendah atau bahkan negative jika perusahaan mengalami kerugian.
Satu-satunya cara bagi laba ditahan agar bisa turun dari satu tahun ketahun
lainya dalam neraca adalah:
 Jika perusahaan mengalami kerugian pada tahun tersebut atau,
 Jika perusahaan memiliki labah bersih positif pada tahun tersebut namun
harus membayar dividen lebih besar dari jumlah lab yang diperoleh.
e. Proyeksikan pos-pos dineraca, dimulai dari lab ditahan dan kemudian
memperkirakan modal pemegang saham, utang jangka panjang, utang jangka
pendek, total utang, total aktifa, aktifa tetap, dan aktifa lancar.
f. Tulislah catatan proyeksi pada laporan. Kapanpun terjadi perubahan dari tahun ke
tahun yang diproyeksikan, beri catatan yang perlu diberikan.

3. Anggaran Keuangan

Anggaran keuangan atau financial bugget adalah dokumen yang memperlihatkan secara
detail bagaimana dan bisa diperoleh dan dibelanjakan untuk suatu priode tertentu,
biasanya anggaran yang dipakai adalah anggaran tahunan. Ada bbebrapa bentuk
anggaran yang dipakai seperti: anggaran kas,anggaran oprasi, anggaran penjualan,
anggaran lab,anggaran pabrik, anggaran modal, anggaran pengeluaran,anggaran divisi,
anggaran variable, anggaran fleksibel, dan anggaran tetap. Anggaran keuangan memiliki
keterbatasan. Pertama, program yang telah dianggarakan, dapat menjadi begitu detail
dimana mereka menjadi terlalu kaku dan terlalu mahal. Kedua, anggaran keuangan bisa
menjadi subtitusi bagi tujuan. Ketiga, anggaran dapat menyembunyikan inefisensi jika
didasarkan pada prosedur daripada evaluasi priodik dari suatu kondistertentu. Terakhir,
anggaran terkadang digunakan sebagai instrument bagi tirani akibat rasa frustasi,
ketidaksukaan, ketidakadilan, dan tinggkat keluar masuk karyawan yang tinggi.

4. Mengevaluasi Nilai dari suatu Bisnis

Mengevaluasi nilai dari suatu bisnis (worth of a business) adalah hal yang penting bagi
implementasi strategi karena strategi yang integrative, intensif, dan diverifikasi biasanya
diterapkan dengan mengambil alih lain. Diverifikasi biasanya diterapkan dengan
mengambil alih perusahaan lain. Strategi lainnya, seperti pengunduran diri, atau divest,
mungkin bisa mengakibatkan terjualnyasatu divisi dalam organisasi atau perusahaan itu
sendiri. Untuk menentukan nilai bisnisdapat dikelompokkan kedalam 3 pendekatan utama:
apa yang dimiliki perusahaan, atau apa yang diberikan perusahaan ke pasar. Pendekatan
pertama adalah menentukan nilai bersih atau modal pemegang saham. Pendekatan
kedua adalah dengan mengukur nilai suatu perusahaan muncul dari keyakinan bahwa
nilai dari bisnis apapun harus didasarkan pada manfaat masa depan yang bisa diperoleh
pemiliknya berupa laba bersih. Dan pendekatan ketiga adalah membiarkan pasar
menentukan nilai bisnis berdasarkan nilai harga jual, metode rasio harga terhadap laba,
dan metode saham yang beredar.

5. Menentukan Apakah Perlu Go Public


Menjadi perusahaan publik, berarti menjual sebagian kepemilikan perusahaan ke
oranglain dengan tujuan untuk memperoleh tambhana modal, konsekuensinya, hal
tersebut mengurangi kendali pemilik atau perusahaan. Menjadi perusahaan publik tidak
disarankan bagi perusahaan yang penjualannya kurang dari $10 juta karena biaya awal
untuk melakukannya sangat tinggi.

E. Isu – Isu Penelitian dan Pengembangan ( LITBANG)

Personel penelitian dan pengembangan – litbang, memainkan bagian yang tidak terpisahkan
dari  implementasi strategi. Individu-individu tersebut pada umumnya dihargai karerna bisa
mengembangkan produk baru dan meningkatkan produk lama sehingga memungkinkan
implementasi strategi menjdai lebih efektif.

Penilitian menyarankan bahwa organisasi yang paling berhasil menggunakan litbang sebagai
penghubung  antara peluang eksternal dengan kekuatan internal dan kemudian
mengkaitkannya dengan tujuan.

Kebijakan litbang yang dirumuskan dengan baik daapat meraih peluang pasar dengan
kemampuan internal yang dimiliki. Kebijakan litbang dapat meningkatkan usaha impelmentasi
strategi dalam hal :

1. Menekankan peningkatan produk atau proses.


2. Menekankan pada riset dasar atau terapan.
3. Menjadi pemimpin atau pengikut dalam litbang.
4. Mengembangkan tipe proses robotic atau manual.
5. Mengalokasikan jumlah uang yang tinggi, rata-rata, atau rendah untuk litbang.
6. Menjalankan litbang sendiri atau mengontrakkan ke luar.
7. Menggunakan peneliti dari universitas atau peneliti swasta.

Ada 3 pendekatan yang dilakukan dalam litbang, yaitu:

a. Menjadi perusahaan pertama yang memasarkan suatu produk dengan teknologi


baru.
b. Menjadi peniru yang inovatif dari sebuah produk yang sukses, sehingga
meminimalkan risiko, dan biaya awal.
c. Menjadi produsen berbiaya rendah dengan cara memproduksi produk yang serupa
secara missal namun lebih murah dari produk yang baru-baru ini ditawarkan
perusahaan lain.

F. Isu – Isu Sistem Informasi Manajemen (SIM)

Perusahaan yang mengumpulkan, dan mengevaluasi informasi eksternal dan internal secara
efektif dapat memperoleh keunggulan kompetitif dari perushaan lain. Di berbagai industry,
informasi menjadi factor yang paling penting dalam membedakan perusahaan yang berhasil
dengan perusahaan yang tidak berhasil. Proses manajemen strategis difasilitasi dengan baik
di perusahaan yang memiliki sistem informasi yang efektif. Banyak perusahaan yang memiliki
pendekatan baru untuk sistem informasi, yang bisa menyatukan pengetahuan teknis dari ahli
computer dengan visi dari manajemen senior.

8-32. Apakah pengaruh yang dialami perdagangan elektronik pada usaha-usaha perusahaan untuk
membuat segmentasi pasar ?
Jawab :
Perkembangan teknologi dan informasi yang begitu pesatnya telah memberikan kemudahan
bagi pelaku pelaku ekonomi seperti produsen, distributor dan konsumen.Produsen dapat
menggunakan teknologi untuk memperbanyak produski dengan waktu yang relatif cepat dengan
biaya yang terjangkau.Distributor dapat menyalurkan barang dari produsen ke konsumen
dengan penggunaan teknologi, sehingga dapat mempercepat waktu pendistribusian dan
jangkauan distribusi yang lebih jauh dan merata. Konsumen sebagai pengguna barang juga
mendapatkan kemudahan dengan adanya perkembangan teknologi dan informasi, konsumen
sebagai pengguna barang makin mudah untuk mencari barang yang diinginkan dengan berbagai
pilihan produsen dan cara pembayaran yang diinginkan.
E-commerce adalah model ekonomi baru yang memiliki pasar sangat luar biasa. Diperkirakan
lewat e-commerce pasar akan sangat menakjubkan. Beberapa ramalan mengatakan, jika kita
saat ini memiliki perusahaan dengan omset miliaran rupiah tidak masuk dalam e-
commercedalam waktu sepuluh tahun yang akan datang perusahaan kita akan gulung tikar.
Sehingga tidak mengherankan jika perusahaan di dunia, termasuk Indonesia, ramai-ramai
membuka situsnya di internet.

E-commerce termasuk didalamnya periklanan secara eketronik akan memangkas biaya promosi
serta memudahkan pembeli-pembeli potensi untuk melihat-lihat produk sesuka hati tanpa takut
merusak produk yang bersangkutan atau menjengkelkan penjual yang tidak sabar. Dalam hal ini,
perusahaan-perusahaan penjual juga dapat mengurangi perantara-perantara penjualan yang
pada gilirannya akan membuat harga barang atau jasa bisa ditekan serendah mungkin. Hal ini
juga sangat menguntungkan dari sudut pandang pembeli.Menyangkut hadirnya perantara-
perantara ini, tidak semua perantara bertindak kurang menguntungka.Ada beberapa kasus
dimana peran para perantara justru diperlukan.

Pertumbuhan konsumen lewat internet terjadi sekitar 800 persen per tahun sampai 2002, dan
pertumbuhan tersebut naik berkali-kali lipat per tahun 2016. Menurut survey IDC sekitar 1 Milyar
orang akan terkoneksi internet dalam beberapa tahun ke depan. Hal ini menandakan bahwa
peluang e-commerce sebagai salah satu alat memajukan pertumbuhan ekonomi akan semakin
meningkat.Usaha atau perusahaan yang masuk kedalam e-commerce yang notabene berbasis
global, marketnya juga ikut mengglobal, artinya pasar e-commerce tidak lagi dibatasi oleh
geografis.Semua orang yang telah terhubung dengan internet merupakan target pasar seluruh
usaha atau perusahaan di dunia. Melakukan aktivititas perdagangan melalui e-commerce bagi
perusahaan akan sangat menguntungkan. Ini merupakan fenomena digital ekonomi yang
mengurangi peranan intermediasi.Lewat e-commerce konsumen menemukan akses langsung ke
produsen, sehingga biaya otomatis dapat ditekan. Pemanfaatan e-commerce dalam bisnis
mengakibatkan proses bisnis berlangsung cepat. Order cycle sebuah bisnis yang tadinya
memakan waktu 30 hari, waktunya akan menjadi pendek. Proses yang cepat ini tentu akan
meningkatkan pendapatan.

E-commerce euphoria yang ada saat ini merupakan hasil perkembangan e-commerce yang
sejatinya sudah dilakukan beberapa perusahaan atau usaha mandiri sejak tahun 90-an. Internet
yang mulai digunakan secara luas oleh masyarakat Indonesia tahun 1995 terlalu lama hanya
difungsikan untuk melihat informasi yang tidak bisa diperoleh secara bebas dan murah maupun
gratis, terutama pada pemerintahan Soeharto. Setelah Soeharto lengser, dan memasuki era
presiden Habibie yang perhatian kepada kebebasan pers serta kebebasan mendapat informasi,
ternyata fungsi internet itu juga tetap tidak berubah. Memang harus harus diakui bahwa sejumlah
situs internet yang menyajikan breaking news mulai menarik pemasang iklan. Juga harus diakui
pula bahwa sejumlah pengusaha baru yang terinspirasi dengan sukses yang diraih para
pengusaha digital di ngeara maju sudah mulai membuat net companies. Namun demikian
kesadaran secara luas bahwa intenet merupakan medium bisnis baru, baru muncul di awal
tahun 2000. Selain karena kondisi sosial poliyik yang sudah cukup stabil, yang kemudian
memicu bangkitnya kembali optimism masyarakat domestic terhadap masa depan ekonomi
Indonesia, orang Indonesia mulai kembali memperhatikan dunia luar pada awal tahun 2000.
Berhubung e-commerce di berbagai penjuru dunia sedang mencapai puncaknya, banyak orang
Indonesia yang baru tersadar bahwa internet menjanjikan peluang bisnis yang luar biasa.

Gambar Perkembangan pasar e-commerce di Indonesia

Pertumbuhan pesat pangsa pasar e-commerce di Indonesia memang sudah tidak bisa diragukan
lagi. Dengan jumlah pengguna internet yang mencapai angka 82 juta orang atau sekitar 30%
dari total penduduk di Indonesia, pasar e-commerce menjadi tambang emas yang sangat
menggoda bagi sebagian orang yang bisa melihat potensi ke depannya. Pertumbuhan ini
didukung dengan data dari Menkominfo  yang menyebutkan bahwa nilai transaksi e-commerce
pada tahun 2013 mencapai angka Rp130 triliun.
Ini merupakan angka yang sangat fantastis mengingat bahwa hanya sekitar 7% dari pengguna
internet di Indonesia yang pernah belanja secara online, ini berdasarkan data dari McKinsey.
Dibandingkan dengan China yang sudah mencapai 30%, Indonesia memang masih tertinggal
jauh, tapi perlu anda ingat bahwa jumlah ini akan terus naik seiring dengan bertumbuhnya
penggunaan smartphone, penetrasi internet di Indonesia, penggunaan kartu debit dan kredit,
dan tingkat kepercayaan konsumen untuk berbelanja secara online. Jika kita melihat Indonesia
sebagai Negara kepulauan yang sangat luas, e-commerce adalah pasar yang berpotensi
tumbuh sangat besar di Indonesia.