Anda di halaman 1dari 4

1.

Capaian N/D yang untuk setahun mencapai target yaitu

86,4% , sedangkan target yang harus dicapai adalah 93,52 %

Analisa swot n/d Strenght Weakness


rendah 1. Adanya Program 1.Pengetahuan orang tua
Pemerintah rendah
 MP Asi 2. Perilaku orang tua
 Pemberian 3. Merubah pola asuh
penyuluhan PMT 4.Kurangnya kesadaran
 Program Asi masyarakat terkait
Ekslusif program pemerintah
 Kadarzi
 Posyandu
 Pendidikan gizi
 Pemberian Vit A
2. lembaga yang berkaitan
seperti DINKES,
PKK,ketahanan
pangan,bappeda,pemda dll
-
Opportunity -pendampingan pemberian -mengembalikan fungsi
Keinginan orang tua asupan gizi posyandu dan
Memilki anak yang -lebihmengoptimalkan pelayanan mengoptimalkan
sehat meja 4 posyandu pengetahuan kader
Adanya program -mengoptimalkan surveilans -meningkatkan
pemerintah untuk masyarakat kemampuan dan
meningkatkan gizi -mewujudkan keluarga sadar gizi keterampiran SDM
balita melalui advokasi puskesmas
-kondisi ekonomi yang -pemberian suplementasi gizi -menggalang kerja sama
semakin sulit -pemberian MP ASI bagi balita lintas sektor ,seperti
-tuntutan wanita yang gakin peningkatan daya beli
bekerja -memberikan binaan terhadap masyarakat dengan
-infeksi ispa keluarga balita ketersediaan pangan
- yang
terjangkau,perbaikan
pola asuh keluarga

2. Capaian BGM/D yang untuk setahun mencapai target yaitu

4,8% , sedangkan target yang harus dicapai adalah <0,5 %

Analisa swot n/d Strenght Weakness


rendah 2. Adanya Program 1.Pengetahuan orang tua
Pemerintah rendah
 MP Asi 2. Perilaku orang tua
 Pemberian 3. Merubah pola asuh
penyuluhan PMT 4.Kurangnya kesadaran
 Program Asi masyarakat terkait
Ekslusif program pemerintah
 Kadarzi
 Posyandu
 Pendidikan gizi
 Pemberian Vit A
2. lembaga yang berkaitan
seperti DINKES,
PKK,ketahanan
pangan,bappeda,pemda dll
-
Opportunity -pendampingan pemberian -mengembalikan fungsi
Keinginan orang tua asupan gizi posyandu dan
Memilki anak yang -lebih mengoptimalkan mengoptimalkan
sehat pelayanan meja 4 posyandu pengetahuan kader
Adanya program -mengoptimalkan surveilans -meningkatkan
pemerintah untuk masyarakat kemampuan dan
meningkatkan gizi -mewujudkan keluarga sadar gizi keterampiran SDM
balita melalui advokasi puskesmas
-kondisi ekonomi yang -pemberian suplementasi gizi -menggalang kerja sama
semakin sulit -pemberian MP ASI bagi balita lintas sektor ,seperti
-tuntutan wanita yang gakin peningkatan daya beli
bekerja -memberikan binaan terhadap masyarakat dengan
-infeksi ispa keluarga balita ketersediaan pangan
-peningkatan resiko -Rujukan ke bagian gizi dan anak yang
perubahan status gizi terjangkau,perbaikan
dari BGMgizi buruk pola asuh keluarga

3. Capaian Bumil Kek yang dapat PMT yaitu 81,31 %, dimana

pevalensinya lebih rendah dari anggka target yaitu 95%

Analisis swot bumil KEK Strenght Weakness


yang dapat PMT -adanya program -Pengetahuan kader belum
pemerintah optimal
-Yaitu pemberian PMT -kurangya kesadaran bumil
-Pendidikan Gizi pada untuk pemeriksaan
kelas ibu hamil -peran lintas sektor kurang
-KADARZI 1.

Adanya program -pendampingan oleh kader -Mengoptimalkan


pemerintah untuk bumil untuk pendistribusian pengetahuan kader
Adanya keinginan bumil PMT -Meningkatkan
terhadap bayi yang sehat Lebih meongptimalkan kemampuan bides dalam
anggaran untuk PMT menskining mensweaping
Bumil di Puskesmas bumil kek
LB.Alung -Mengajak masyarakat
-Mewujudkan masyarakat untuk sadar dan
sadar gizi khususnya ibu berpartisipasi memberikan
hamil informasi bumil baru

Anggaran PMT Sedikit Memberikan binaan Menggalang kerja sama


Dukungan keluarga yang terhadap keluagra bumil lintas sektor khususnya
rendah lembaga
masyarakat,walinagari

3.Analisa swot stunting

Analisa swot Strenght Weakness

Opportunity - -Adanya program yang - Minimnya pengetahuan dan


Keinginan orang tua melembaga dan sulitnya akses informasi tentang
Memilki anak yang sehat trencana berkaitan kesehatan pada saat hamil dan gizi
Adanya program dengan stunting yang anak.
pemerintah untuk diselenggarakan oleh - Sarana dan prasarana yang belum
meningkatkan gizi balita WHO, UNICEF, MDGs belum memadai khususnya sanitasi
-Melaksanakan program lingkungan, sumber air dan
dalam Millenium pemukiman yang layak.
Development - Kurangnya partisipasi masyarakat
Goals (MDGs) adalah dalam kegiatan posyandu.
menanggulangi - mengembalikan fungsi posyandu
kemiskinan dan kelaparan dan mengoptimalkan pengetahuan
yang menjadi akar kader
masalah gizi khususnya - meningkatkan kemampuan dan
stunting keterampiran SDM puskesmas

- - Adanya jaminan - Para stakeholder mulai dari - Dengan adanya program kesehatan
kesehatan BPJS pemerintah hingga yang mengupayakan setiap
untuk semua stakeholder di masyarakat masyarakat berhak untuk
memanfaatkan dan bekerja mendapatkan akses kesehatan sampai
masyarakat.
sama menyelesaikan ke negeri terpencil bahkan terisolir
- Adanya permasalahan anemia pada sekalipun sehingga dapat menjawab
pemberdayaan ibu hamil. Hal ini tidak kebutuhan masyarakat yang kurang
keluarga dan hanya berhenti dalam terpapar dengan dunia kesehatan
masyarakat dalam memperhatikan kesehatan
upaya peningkatan ibunya saja namun juga
kesehatan ibu hamil memperhatikan status
dan anak. kesehatan calon anak.
- Adanya kebijakan
dan program
pemerintah terkait
masalah stunting
- Tersedianya dana
dalam program
penanganan stunting
- Meningkatkan
kerjasamadengan
lembaga terkait
dalam mengurangi
prevalensi stunting
- Adanya tenaga gizi
di setiap puskesmas
sebagai jembatan
dalam pelaksanaan
program .
- Meningkatkan
kualitas pelayan dan
SDM kesehatan.

- Angka kematian ST WT
anak karena stunting Kebijakan dan program yang Banyak hal yang menjadi penyebab
belum turun dan dibuat dengan harapan dapat kematian ibu hamil salah satunya
menjadi salah satu menurunkan masalah anemia anemia. Oleh karena itu, pentingnya
indeks untuk pada ibu hamil sehingga pendidikan untuk masa depan, masa
mengukur derajat mampu meningkatkan angka depan tidak hanya terkai kita jadi apa
kesehatan derajat kesehatan dalam nantinya akan tetapi bagaimana kita
- Menurunnya kualitas cakupan angka kematian ibu. menjalani hidup yang berkualitas.
dan kuantitas SDM
- Terjadinya
penurunan IQ dan
kemampuan kognitif
-