Anda di halaman 1dari 19

SAMPUL

Tugas Kelompok III

MAKALAH

“ATMOSFIR DAN AIR MEMPENGARUHI EKOLOGI TUMBUHAN ”

Disusun Dalam Memenuhi Salah Satu Tugas

Mata Kuliah: EKOLOGI TUMBUHAN

Dosen Pengampuh: AYATUS SA’ADAH, M.Pd.

Disusun Oleh:

MAHMUDAH NIM: 1301140333

PURWATI NIM: 1301140336

RISMA NUR AINA ASTUTI NIM: 1301140338

PROGRAM STUDI TADRIS BIOLOGI

JURUSAN PENDIDIKAN MIPA

FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI PALANGKA RAYA

TAHUN 2015
KATA PENGANTAR
Assalamualaikum Wr.Wb.

Puji dan syukur penulis panjatkan kepada kehadirat allah SWT, karena atas limpahan
rahmat dan karunia-Nya lah kami dapat menyelesaian makalah yang amat sederhana ini,
meskipun sangat jauh dari kata sempurna. Shalawat serta salam tak lupa kami haturkan
kepada junjuungan kita Nabi Besar Muhammad SAW, keluarga, sahabat, serta kita umat
beliau hingga akhir zaman.

Tujuan dalam pembuatan makalah ini antara lain untuk memenuhi salah satu tugas
mata kuliah“EKOLOGI TUMBUHAN ”. Selain itu juga untuk menambah ilmu, dan
wawasan bagi para pembaca tentang “ATMOSFIR DAN AIR MEMPENGARUHI
EKOLOGI TUMBUHAN”.

Akhirnya, penulis berharap semoga makalah yang sederhana ini berguna bagi
pembaca. Kritik dan saran yang membangun selalu penulis harapkan demi perbaian makalah
ini. Segala sesuatu yang benar itu datangnya dari Allah, dan apabila ada salah atau
kekurangan itu datangnya dari penulis sendri. Semoga bermanfaat

Wasalamu’alaikum Wr.Wb

Palangkaraya, September 2015

PENYUSUN
DAFTAR ISI
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Ekologi merupakan salah satu ilmu dasar bagi ilmu lingkungan. Kata
ekologi berasal dari Bahasa Yunani, yaitu oikos yang berarti habitat atau tempat
tinggal, dan logos yang berarti ilmu atau kajian. Secara umum ekologi diartikan
sebagai ilmu yang mempelajari interaksi anatara makhluk hidup dengan
lingkungannya. Pembahasan ekologi tidak lepas dari Komponen-komponen yang
ada di dalam lingkungan hidup. Ekosistem merupakan satuan fungsional dasar
dalam ekologi, mengingat bahwa di dalamnya tercakup organisme dan
lingkungan abiotik yang satu terhadap yang lain saling mempengaruhi. Berbagai
komponen penyusunnya, yaitu faktor abiotik dan biotik. Faktor abiotik antara
lain suhu, air, kelembapan, cahaya, dan topografi, sedangkan faktor biotik adalah
makhluk hidup yang terdiri dari manusia, hewan, tumbuhan, dan mikroba.
Ekologi juga berhubungan erat dengan tingkatan-tingkatan organisasi makhluk
hidup, yaitu populasi, komunitas, dan ekosistem yang saling mempengaruhi dan
merupakan suatu sistem yang menunjukkan kesatuan.

Satu kelompok penting dari faktor-faktor lingkungan abiotik membentuk


cuaca. Benda hidup dan mati dipengaruhi oleh hujan, salju, suhu yang panas atau
dingin, penguapan air, kelembapan, angin, dan sejumlah kondisi-kondisi cuaca
lainnya. Setiap tahun banyak tumbuhan dan tanaman yang mati yang disebabkan
oleh kondisi cuaca. Manusia membangun rumah dan menggunakan pakaian
untuk melindungi tubuh mereka dari iklim yang keras. Mereka mempelajari
cuaca dengan tujuan untuk mengetahui cara mengaturnya.

Atmosfer adalah lapisan gas yang mengelilingi bumi yang tertahan oleh
gravitasi bumi. Atmosfer melindungi kehidupan di bumi dengan menyerap
radiasi ultraviolet, menghangatkan bumi, dan mereduksi suhu ekstrim antara
siang dan malam. Atmosfer juga merupakan faktor abiotik yang sangat penting
bagi kehidupan di bumi. Karena tanpa udara, maka manusia, hewan dan tumbuh-
tumbuhan tidak dapat hidup. Udara untuk kehidupan sehari-hari terdapat di
atmosfer. Atmosfer juga berfungsi sebagai payung atau pelindung kehidupan di
bumi dari radiasi matahari yang kuat pada siang hari dan mencegah hilangnya
panas ke ruang angkasa pada malam hari. Atmosfer juga merupakan penghambat
bagi benda-benda angkasa yang bergerak melaluinya sehingga sebagian meteor
yang melalui atmosfer akan menjadi panas dan hancur sebelum mencapai
permukaan bumi.

Air juga tidak kalah penting dengan atmosfer. Air merupakan salah satu
faktor abiotik yang sangat berguna bagi kehidupan makhluk hidup yang ada di
bumi. Tanpa air semua makhluk hidup yang ada dibumi ini tidak bisa hidup. Dari
sudut pandang biologi, air memiliki sifat-sifat yang penting untuk adanya
kehidupan. Air dapat memunculkan reaksi yang dapat membuat senyawa organic
untuk melakukan replikasi. Semua makhluk hidup yang diketahui memiliki
ketergantungan terhadap air. Air juga merupakan zat pelarut yang penting untuk
makhluk hidup dan penting dalam proses metabolisme. Air juga dibutuhkan
dalam fotosintesis dan respirasi. Fotosintesis menggunakan cahaya matahari
untuk memisahkan atom hidroden dengan oksigen. Hidrogen akan digunakan
untuk membentuk glukosa dan oksigen akan dilepas ke udara.

B. Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud Atmosfir?
2. Bagaimana struktur atmosfer?
3. Bagaimana pengaruh angin terhadap tumbuhan?
4. Bagaimana proses penyerbukan dan penyebaran tumbuhan dengan bantuan
angin?
5. Bagaimana fungsi air bagi tumbuhan?
C. Tujuan penulisan
1. Untuk mengetahui pengertian Atmosfir.
2. Untuk mengetahui stratifikasi atmosfer.
3. Untuk mengetahui pengaruh angin terhadap tumbuhan.
4. Untuk mengetahui proses penyerbukan dan penyebaran tumbuhan dengan
bantuan angin.
5. Untuk mengetahui fungsi air terhadap tumbuhan.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Atmosfir
Atmosfer adalah lapisan gas yang melingkupi sebuah planet, termasuk bumi,
dari permukaan planet tersebut sampai jauh di luar angkasa. Di bumi, atmosfer
terdapat dari ketinggian 0 km di atas permukaan tanah, sampai dengan sekitar
560 km dari atas permukaan bumi. Atmosfer tersusun atas beberapa lapisan, yang
dinamai menurut fenomena yang terjadi di lapisan tersebut. Transisi antara
lapisan yang satu dengan yang lain berlangsung bertahap. Studi tentang atmosfer
mula-mula dilakukan untuk memecahkan masalah cuaca, fenomena pembiasan
sinar matahari saat terbit dan tenggelam, serta kelap-kelipnya bintang. Dengan
peralatan yang sensitif yang dipasang di wahana luar angkasa, kita dapat
memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang atmosfer berikut fenomena-
fenomena yang terjadi di dalamnya.1

Atmosfer bertindak sebagai pelindung kehidupan di bumi dari radiasi


matahari yang kuat pada siang hari dan mencegah hilangnya panas keruang
angkasa pada malam hari. Sebagian meteor-meteor yang melalui atmosfer akan
menjadi panas dan hancur sebelum mencapai permukaan bumi. Atmosfer dapat
bersifat kompresibel (dapat dimampatkan), sehingga lapisan atmosfer lebih padat
dari pada lapisan diatasnya, akibatnya tekanan udara berkurang dengan
ketinggian. Lapisan atmosfer merupakan campuran dari gas-gas yang tidak
tampak dan tidak berwarna. Empat gas yaitu oksigen, nitrogen, argon dan karbon
dioksida meliputi hampir 100% dari volume udara kering. Gas lain seperti neon,
helium, methane, Krypton, Hydrogen, Xenon dan kurang stabil termasuk Ozone
dan Radon juga terdapat didalam atmosfer dalam jumlah yang sangat kecil.

1
http://imamfauzirohman.blogspot.co.id/2012/01/lingkungan-biotik-dan-abiotik-atmosfer.htm (di
akses pada Senin, 05 Oktober 12015, pukul 11.00 Wib)
Tanpa udara, maka manusia, hewan dan tumbuh-tumbuhan tidak dapat hidup.
Udara untuk kehidupan sehari-hari terdapat di atmosfer.2

Atmosfer yang sehat sangat diperlukan kaerena atmosfer berfungsi sebagai:


1. Selimut pelndung yang memelihara kehidupan dibumi .
2. Sumber CO2 yang diperlukan dalam proses fotosintesis.
3. Sumber O2 yang diperlukan untuk pernapasan.
4. Pemberi nitrogen yang diperlukan dan dapat diikat atau fiksasi oleh tumbuh-
tumbuhan dan industry ammonia.
5. Komponen dasar siklus hidrologis, dalam hal ini admosfir mentransfer air
dan lautan dan kedaratan.
6. Pelindung utama karena atmosfir ini menyerap radiasi elektro magnetic dari
sinar matahari . Juga menyerap banyak sinar kosmik dari angkasa luar
sehingga dapat melindungi benda-benda atau makluk hidup.
7. Atmosfir penting dalam menjaga keseimbangan dari bumi.

D. Struktur Atmosfir
Struktur atmosfir terdiri dari lima lapisan; ketinngian masing-masing
lapisan sukar ditentukan namun secara garis besar dapat ditentukan sebagai:
Troposfer : 0-10 km, Stratosfer : 10-40 km Mesosfer : 40-70 km, Termosfer : 70-
400 km, dan Ekosfer : 400 km keatas.
Troposfer, berada diporsi paling bawah dari Atmosfer Bumi. Troposfer
mengandung kira-kira 80% massa atmosfer dan 99% uap air dan aerosol. Rata-
rata kedalaman dari atmosfer kira-kira 17 km (11 mi) pada lintang tengah.
Stratosfer, merupakan lapisan kedua dari atmosfer bumi, dibawah troposfer,
dan diatas mesosfer. Batas dari Troposfer dan Stratosfer adalah Tropopause.
Stratosfer terletak diantara ketinggian 10 km (6 mi) dan 50 km (30 mi) diatas
permukaan pada lintang tengah, ketika di kutub berada pada ketinggian  sekitar 8

2
Djamal Irwan Zoer’raini, Prinsip-prinsip Ekologi dan Organisasi,Ekosistem,Komunitas Dan
Lingkungan.Jakarta.Bumi Aksara.2007. Hal.123
km (5 mi). Mesosfer merupakan lapisan atmosfer bumi yang jauh diatas
stratosfer dan jauh dibawah termosfer. Di mesosfer suhu menurun sesuai dengan
kenaikan tinggi. Batas atas mesosfer adalah mesopause, yang mana dapat
menjadi sangat dingin secara alami terjadi di bumi dengan suhu dibawah 130 K.
Thermosfer merupakan lapisan terbesar dari atmosfer bumi, jauh diatas
mesosfer dan jauh dibawah exosfer. Pada lapisan ini, radiasi ultraviolet
menyebabkan ionisasi. International Space Station telah stabil mengorbit pada
bagian tengah thermosfer, diantara 320 hingga 380 kilometer (200 hingga 240
mi). Eksosfer merupakan lapisan paling atas dari atmosfer bumi. Pada eksosfer,
molekul naik cukup cepat untuk mencapai kecepatan lepas (escape velocity)
dapat lepas ke luar angkasa dengan sedikit peluang untuk tubrukan; jika molekul
itu bergerak dengan kecepatan dibawah kecepatan lepas, maka tidak akan bisa
keluar karenagaya gravitasi.

Gambar struktur atmosfir bumi.

E. Pengaruh Angin Terhadap Tumbuhan


Secara umum angin berfungsi dalam mengangkut udara dingin atau
hangat, menggerakkan awan dan kabut, mencampurkan udara sehingga
perubahan suhu tidak terlalu mencolok, dan mempengaruhi tumbuhan secara
langsung maupun tidak langsung.
Angin merupakan unsur penting bagi tanaman, karena angin dapat
mengatur penguapan/temperatur, membantu penyerbukan, membawa uap air,
membawa gas – gas yang sangat dibutuhkan oleh tanaman. Hal – hal tersebut
ditinjau dari segi keuntungannya, tetapi dari segi kerugiannya adalah tanaman
bisa terbakar karena angin (bijinya tidak bisa menjadi murni sehingga tanaman
perlu diisolasi), dapat menyebarluaskan gulma, membawa serangga tertentu
kemana – mana, angin yang kencang dapat merebahkan tanaman. Salah satu
jalan untuk mengatasi pengaruh buruk angin, ialah dengan jalan menanam pohon
penahan angin yang dapat menjamin perlindungan sejauh 15 – 20 kali tinggi
pohon pelindung. Angin juga berfungsi untuk mengangkut udara dingin dan
hangat, menggerakkan awan dan kabut, mencampurkan udara sehingga
perubahan suhu tidak terlalu mencolok, mempengaruhi tumbuhan secara
langsung maupun tidak langsung.

F. Penyerbukan dan Penyebaran Tumbuhan dengan Bantuan Angin


Angin sangat membantu dalam proses penyebaran tumbuhan dan juga
membantu dalam proses penyerbukan atau pembuahan beberapa jenis tumbuhan,
sehingga proses regenerasi tumbuhan dapat berlangsung. Bahkan ada pula
tumbuhan tertentu yang penyebaran benihnya di lakukan oleh angin. Tumbuhan
yang penyebarannya di bantu oleh angin secara biologis disebut enemikor.

Ciri-ciri tumbuhan yang penyerbukannya dibantu oleh angin ialah:

a. bunganya tidak bermahkota


b. serbuk sarinya bergantungan kedudukannya
c. serbuk sarinya banyak dan ringan
d. kepala putiknya besar.
Contohnya: rumput, tebu, dan alang-alang
G. Fungsi Air bagi Tumbuhan
Air merupakan sumber kehidupan yang tidak dapat tergantikan oleh apa
pun juga. Tanpa air seluruh organisme tidak akan dapat hidup. Didalam sel, air
diperlukan sebagai pelarut unsur hara sehingga dapat digunakan untuk
mengangkutnya, selain itu air diperlukan juga sebagai substrat atau reaktan untuk
berbagai reaksi biokimia misalnya proses fotosintesis. Air juga dapat
menyebabkan terbentuknya enzim dalam tiga dimensi sehingga dapat digunakan
untuk aktivitas katalisnya. Bagi tumbuhan, air mempunyai peranan yang penting
karena dapat melarutkan dan membawa makanan yang diperlukan bagi tumbuhan
dari dalam tanah. Air terdapat dalam berbagai bentuk, misalnya uap air, es,
cairan dan salju. 3
Semua organisme sebagian besar tersusun dari air dan peredaran sumber
daya esensial tersebut memiliki implikasi dalam kehidupan. Samudra dunia
menyusun sebagian besar perairan bumi. Dalam siklus air, air bergerak melalui
atmosfir, samudra, dan reservoir lingkungan didarat4
Air menutupi hampir 71% permukaan bumi. Terdapat 1,4 triliun
kilometer kubik (330 juta mil³) tersedia di bumi. Air sebagian besar terdapat di
laut (air asin) dan pada lapisan-lapisan es (di kutub dan puncak-puncak gunung),
akan tetapi juga dapat hadir sebagai awan, hujan, sungai, muka air tawar, danau,
uap air, dan lautan es. Air dalam obyek-obyek tersebut bergerak mengikuti suatu
siklus air, yaitu: melalui penguapan, hujan, dan aliran air di atas permukaan tanah
(runoff, meliputi mata air, sungai, muara) menuju laut.
a. Sifat air
Menurut Benyamin Lakitan (2001) dan Hefni Effendi (2003) air
memiliki karakteristik yang khas yang tidak dimiliki oleh senyawa kimia
yang lain, yaitu:

3
Sutiman, Sardjono, Pengantar Ekologi. Jakarta: Rajawali.1986. hal 105
4
Cecie Starr, Dkk, Biologi: Kesatuan Dan Keanekaragaman Makhluk Hidup. Jakarta: Salemba
Teknika. 2013, hal 470.
1) Berbentuk cair pada suhu ruang. Semakin besar ukuran molekul suatu
senyawa maka pada suhu ruang senyawa tersebut akan cenderung
berbentuk cair. Sebaliknya jika ukurannya kecil maka akan cenderung
berbentuk gas.`Air yang berat molekulnya sebesar 18 gr/mol berbentuk
cair dalam suhu ruang karena adanya ikatan hidrogen yang antara
molekul-molekul air, sehingga tiap molekul air akan tidak mudah
terlepas dan berubah bentuk menjadi gas.
2) Perubahan suhu air berlangsung lambat sehingga air memiliki sifat
sebagai penyimpan panas yang baik. Sifat ini memungkinkan air tidak
menjadi panas ataupun dingin dalam seketika. Perubahan suhu yang
lambat ini mencegah terjadinya stress pada makhluk hidup akibat
perubahan suhu yang mendadak dan juga memelihara suhu bumi agar
sesuai dengan makhuk hidup.
3) Adanya gaya adhesi dan kohesi. Air bersifat polar sehingga gaya tarik
menarik antara molekul air dengan molekul lainnya (misalnya dengan
protein dan polisakarida penyusun dinding sel) akan mudah terjadi.
Adhesi merupakan daya tarik menarik antara molekul air yang berbeda.
Kohesi adalah daya tarik menarik antara molekul yang sama. Adanya
kohesi dan adhesi ini menyebabkan air dapat diangkut ke seluruh tubuh
tumbuhan melalui jaringan xilem. Selain itu juga menyebabkan adanya
tegangan permukaan yang tinggi, ini memungkinkan air mampu
membasahi suatu bahan secara baik.
4) Air merupakan satu-satunya senyawa yang meregang ketika membeku.
Ini berarti es memiliki kerapatan atau densitas (massa/volume) yang
lebih rendah dibandingkan air. Dengan demikian es akan mengapung di
atas air. Sifat ini mengakibatkan air permukaan yang berada di daerah
beriklim dingin hanya membeku dipermukaan saja sehingga organisme
akuatik masih bisa bertahan hidup.
b. Siklus air (water cycle)

Karakteristik air dalam proses siklusnya secara fisik memperlihatkan


berbagai fase, mulai dari bentuk uap air di udara sampai air dalam tanah.
Secara meteorologis, air merupakan unsur pokok paling penting dalam
atmosfer bumi. Air terdapat sampai pada ketinggian 12.000 hingga 14.000
meter. Bila seluruh uap air berkondensasi (atau mengembun) menjadi cairan,
maka seluruh permukaan bumi akan tertutup dengan curah hujan kira-kira
sebanyak 2,5 cm. Air terdapat di atmosfer dalam tiga bentuk yaitu dalam
bentuk uap yang tak kasat mata, dalam bentuk butir cairan dan hablur es.
Kedua bentuk yang terakhir merupakan curahan yang kelihatan, yakni hujan,
hujan es, dan salju.

Siklus air adalah mekanisme transformasi (pergerakan) air yang


selalu terjadi setiap saat. Dalam proses transformasi biasanya desertai
dengan perubahan wujud, sifat dan mutu ataupun air tetap dalam kondisi
awal.5 Secara garis besar transformasi itu dapat berupa evaporasi, transpirasi,
kondensasi, presipitasi dan perkolasi.

Ketika terjadi hujan, airnya akan turun ke permukaan bumi. Air ini
sebagian akan mengalir ke permukaan bumi menuju ke daerah yang lebih
rendah dan bermuara di laut atau di danau. Sebagian lagi akan terserap oleh
bumi dan mengalir di dalam tanah atau tersimpan di dalam tanah sebagai air
tanah.

Siklus air ini digerakkan oleh matahari. Panas yang dipancarkan oleh
matahari akan membuat air laut, air permukaan dan daratan menguap,
bahkan air dari makhluk hidup pun ikut mengalaminya (evaporasi dan
transpirasi). Ketika uap air mendingin dan menjadi mampat terbentuklah
awan yang kemudian digerakkan oleh angin.
5
M. Tersiawan,. Air Hujan Sebagai Air Bersih. Jakarta : PT Musi Perkasa Utama. 2005
Angin ini akan membawa gumpalan-gumpalan awan ke daerah yang
memiliki tekanan temperatur yang lebih rendah. Jika awan yang dibawa oleh
angin ini melalui daerah pegunungan, maka gerakannya akan terhalang dan
didorong untuk naik lebih tinggi lagi. Karena temperatur akan semakin
rendah apabila semakin tinggi dari permukaan laut, maka awan yang
mengandung uap air tadi mencapai titik embunnya dan terbentuklah butiran-
butiran air yang kemudian jatuh kembali ke bumi sebagai air hujan
(presipitasi).

Air hujan ini akan mengalir lagi di permukaan bumi, ke daerah yang
lebih rendah, dan sebagian diserap oleh bumi (perkolasi). Kemudian terus
menuju ke laut atau ke danau dan apabila terkena sinar matahari akan
menguap ke udara dan membentuk awan. Awan akan berkumpul dan
kemudian dibawa oleh angin dan mengembun dan berubah menjadi hujan.
Begitulah seterusnya siklus dari air yang berulang secara bergantian. Adapun
proses siklus hidrologi dapat dilihat pada gambar dibawah ini:
c. Peran air bagi tumbuhan
Menurut Rai (1998), air memiliki beberapa peranan penting bagi
tumbuhan yaitu antara lain :

 Struktur Tumbuhan. Air merupakan bagian terbesar pembentukan jaringan


dari semua makhluk hidup. Antara 40% sampai 60% dari berat segar
pohon tersusun atas air. Cairan yang mengisi sel memiliki peran dalam
menjaga substansi tetap dalam keadaan yang tepat untuk menjalankan
fungsi metabolisme.
 Sebagai Penunjang. Tumbuhan memerlukan air untuk menunjang
jaringan-jaringan yang tidak berkayu. Apabila sel-sel jaringan tersebut
memiliki cukup air, maka sel-sel tersebut akan berada dalam keadaan
kokoh. Air yang ada dalam sel tumbuhan tersebut nantinya akan
menghasilkan suatu tekanan yang disebut tekanan turgor. Dengan adanya
tekanan turgor tersebut akan menyebabkan sel mengembang dan apabila
jumlah air tidak memadai akan menyebabkan terjadinya proses
plasmolisis.
 Alat Angkut. Air di perlukan oleh tumbuhan sebagai alat untuk
mengangkut materi dan nutrisi di sekitar tubuhnya,
dan menyalurkan materi dan nutrisi tersebut ke bagian tumbuhan lainnya
sebagai substansi yang terlarut dalam air.
 Pendinginan. Tumbuhan akan mengalami proses transpirasi, akibat dari
proses transpirasi tersebut akan menyebabkan tumbuhan kehilangan air.
Hilangnya sebagian air dari tumbuhan akan mendinginkan tubuh
tumbuhan tersebut dan menjaga tumbuhan dari pemanasan yang
berlebihan sehingga suhu tanaman menjadi konstan.
 Pelarut dan medium reaksi biokimia
 Memberikan turgor bagi sel (penting untuk pembelahan sel dan
pembesaran sel)6

6
http://ekotumb0709.blogspot.co.id/2011/03/pengaruh-air-pada-ekologi-tumbuhan_27.html (diakses
ada tanggal 13 Oktober 2015, waktu: 12.26 WIB)
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Atmosfer adalah lapisan gas yang melingkupi sebuah planet, termasuk
bumi, dari permukaan planet tersebut sampai jauh di luar angkasa. Di bumi,
atmosfer terdapat dari ketinggian 0 km di atas permukaan tanah, sampai dengan
sekitar 560 km dari atas permukaan bumi.

Struktur atmosfir terdiri dari lima lapisan; ketinngian masing-masing


lapisan sukar ditentukan namun secara garis besar dapat ditentukan sebagai:
Troposfer : 0-10 km, Stratosfer : 10-40 km Mesosfer : 40-70 km, Termosfer : 70-
400 km, dan Ekosfer : 400 km keatas.

Pengaruh angin terhadap tumbuhan adalah tanaman bisa terbakar karena


angin (bijinya tidak bisa menjadi murni sehingga tanaman perlu diisolasi), dapat
menyebarluaskan gulma, membawa serangga tertentu kemana – mana, angin
yang kencang dapat merebahkan tanaman.

Angin sangat membantu dalam proses penyebaran tumbuhan dan juga


membantu dalam proses penyerbukan atau pembuahan beberapa jenis tumbuhan,
sehingga proses regenerasi tumbuhan dapat berlangsung.

Menurut Rai (1998), air memiliki beberapa peranan penting bagi


tumbuhan yaitu antara lain : Struktur Tumbuhan, Sebagai Penunjang, Alat
Angkut, Pendinginan, Pelarut dan medium reaksi biokimia, Memberikan turgor
bagi sel (penting untuk pembelahan sel dan pembesaran sel).
H. Saran
Semoga makalah yang kami buat secara sederhana ini dapat membantu
pengetahuan teman-teman dalam memahami materi tentang Atmosfir dan air
dapat mempengaruhi ekologi tumbuhan. Kritik dan saran sangat kami perlukan
untuk kesempurnaan makalah kami. Atas perhatiannya kami ucapkan terimakasih.
DAFTAR PUSTAKA
Cecie Starr, Dkk, Biologi: Kesatuan Dan Keanekaragaman Makhluk Hidup. Jakarta:
Salemba Teknika. 2013.
Djamal Irwan Zoer’raini, Prinsip-prinsip Ekologi dan Organisasi, Ekosistem,
Komunitas Dan Lingkungan.Jakarta.Bumi Aksara. 2007.
M. Tersiawan,  Air Hujan Sebagai Air Bersih. Jakarta : PT Musi Perkasa Utama.
2005
Sutiman, Sardjono, Pengantar Ekologi. Jakarta: Rajawali.1986.

http://imamfauzirohman.blogspot.co.id/2012/01/lingkungan-biotik-dan-abiotik-
atmosfer.htm (di akses pada Senin, 05 Oktober 12015, pukul 11.00 Wib)
http://ekotumb0709.blogspot.co.id/2011/03/pengaruh-air-pada-ekologi-
tumbuhan_27.html (diakses ada tanggal 13 Oktober 2015, waktu: 12.26 WIB)