Anda di halaman 1dari 7

PEMROGAMAN LANJUT

“3 TEKNOLOGI ANDROID TERBARU”

Chusnun Nidhom
D3 PJJ Teknik Informatika 2018
2103187019

POLITEKNIK ELEKTRONIKA NEGERI SURABAYA


3 TEKNOLOGI ANDROID TERBARU

1. Android Q atau Android 10


Sistem operasi terbaru dari android ini
dirilis 3 September 2019 dan memang tak
lagi menggunakan makanan seperti yang
sudah-sudah. Android 10 atau Android Q
kini menjadi penerus seri android 9.0 Pie
yang secara resmi sudah dirilis sejak 13
maret 2019 lalu.
Awalnya Android 10 hanya hanya
dapat dinikmati pada perangkat smartphone
Google Pixle series saja, namun sekarang
sudah ada beberapa ponsel samsung yang kebagian Android 10.
Berikut beberapa kelebihan & kekurangan Android 10 :
Kelebihan Android 10
• Sistem operasi Android 10 menghadirkan fitur dark mode, pengguna
bisa mengatur tingkat kegelapan di smartphone Android. Meskipun
pada generasi sebelumnya sudah hadir, namun belum sempurna.
Untuk Android 10 ini menggunakan elemen putih dan abu gelap
seperti notifikasi dan menu.
• Jika dulu hanya bisa melakukan Swipe ke kanan, sekarang pengguna
sudah bisa melakukan swipe ke kiri.
• Android 10 menghadirkan banyak opasi di bagian notifikasi sehingga
Anda bisa memilih bentuk notifikasi di setiap aplikasi.
• Agar terlihat lebih berwarna, untuk sistem Android terbaru ini hadir
dengan beberapa pilihan tema yang lebih menari. Tidak hanya tema
saja, tapi juga warna background, ikon dan jenis huruf yang
digunakan.
• Akses sistem yang lebih cepat, misalnya untuk mengaktifkan WiFi.
Pengguna bisa berbagi nama dan password WiFi kepada orang
terdekat dengan menggunakan barcode. Cocok untuk kalian yang suka
berburu WiFi dimana saja.

Kekurangan Android 10 :
• Sistem masih berstatus beta, sehingga masih banyak bug yang hadir.
Misalnya pada pemutaran video masih menampilkan ikon pause,
fordward dan backward. Tidak perlu khawatir, karena Android 10 atau
Android Q ini masih terus dilakukan perbaikan untuk menutupi celah-
celah bug yang masih ada.
• Bagi yang sudah upgrade maka akan mendapatkan fitur kamera bawaan,
yakni Snapdragon Camera. Menurut sebagian orang, kamera masih jauh
dari kata sempuran daripada kamera bawaan smartphone sendiri.
Terutama dari fitur zoom yang hasilnya terkadang masih buruk dan agak
blur dengan sendirinya meskipun 1080p.
• Beberapa orang beranggapan bahwa kekurangan Android 10 juga dilihat
dari kemampuannya yang hanya untuk memenuhi kebutuhan pengguna
dari segi aktivitasnya saja, tapi belum membuktikan jika teknologinya
sudah berkembang pesat atau belum.
• Pengguna Pixel juga mengeluh dengan berbagai masalah termasuk
konektivitas, pengurasan baterai yang tidak normal, lag UI, masalah
suara dan banyak lagi.

2. Ponsel Layar Lipat

Foldable phone
atau smartphone lipat
kini akan menjadi tren
baru pasar ponsel.
Vendor seperti ZTE,
Royole, Samsung,
Huawei, sudah merilis
ponsel lipat mereka.
Sedang Xiaomi dan LG
dikabarkan akan segera
merilis ponsel lipatnya
tahun 2019 ini.
Ponsel layar lipat
ZTE Axon M telah
dirilis pada akhir 2017
tahun lalu. Sedang
merek Royole mungkin terdengar asing di telinga orang Indonesia. Namun
versi FlexPai telah dirilis di CES 2019, di Las Vegas Januari lalu. Sedang
dua ponsel layar lipat yang baru dirilis adalah Huawei Mate X dan Samsung
Galaxy Fold.
Bagi pengguna smartphone normal dengan layar 5,5-6 inchi seperti
kita. Apa sih plus dan minus ponsel layar lipat? Berikut saya rangkum
beberapa plus dan minus ponsel layar lipat.
Kelebihan
Pertama, memiliki layar yang lebih lebar. ZTE Axon M sebenarnya
adalah 2 ponsel dijadikan satu. Digabungkan dengan sebuah engsel, ZTE
Axon M memiliki total luas layar 6,75 inchi.
Layar utama Huawei Mate X adalah 6,6 inchi. Sedang layar kedua
berukuran 6,4 inchi. Jika kedua layar dibuka akan menampilkan layar 8
inchi. Kedua layar akan berada di sebelah luar ponsel, bukan di dalam
seperti Galaxy Fold.
Galaxy Fold melipat mirip sebuah buku. Pada satu layar Galaxy Fold
berukuran 4,6 inchi. Jika dibuka akan menjadi 7,3 inchi. Sedang layar lipat
Royole FlexPai memiliki lebar 7,8 inchi jika dibuka kedua sisi.

Kedua, berisi spek dan fitur yang lebih tinggi dari smartphone biasa.
Dengan lebar layar hampir 8 inchi. Huawei Mate X memiliki spesifikasi
seperti layar OLED dan kecepatan recharge 30 menit (85%). Mate X juga
menjadi satu-satunya ponsel layar lipat dengan broadband 5G.
Sedang pada Galaxy Fold, kedua layar sudah memiliki baterai sendiri-
sendiri. Galaxy Fold dilengkapi RAM 12 GB dan kapasitas simpan 512 GB.
Sedang pada FlexPai, sudah berlayar AMOLED berpixel 1,440 dan
berprosesor 2,8 GHz Snapdragon.
Ketiga, memiliki dual fungsi yaitu sebagai ponsel atau tablet. Dengan
lebar layar lebih dari 7,5 inci pada ketiga rilisan diatas. Fungsi smartphone
tentu diperkaya dengan fitur-fitur ala tablet atau bahkan laptop atau PC.
Kabarnya, beberapa aplikasi akan bisa dijalankan baik pada satu layar
ataupun dua layar sekaligus. Sistem ini disebut Multi Display. Sedang OS
bawaan dari pabrikan seperti OS Water dari Royole sudah disesuaikan
dengan layar lipat.
Kekurangan
Pertama, potensi harga ponsel lipat yang lebih tinggi. Di tahun 2017
sendiri ZTE Axon M sudah dibanderol dengan harga 10 juta Rupiah lebih.
Berbeda tipis dengan harga iPhone XR, Google Pixel 3 dan Galaxy Note 9
pada waktu itu.
Untuk Huawei Mate X kabarnya akan dilepas ke pasar medio 2019
dengan harga hampir 37 juta Rupiah. Berbeda cukup signifikan dengan
Galaxy Fold yang dijual dengan kisaran harga hampir 28 juta Rupiah.
Sampai saat ini belum ada spek atau harga untuk ponsel lipat dari Xiaomi
ataupun LG.
Kedua, perbedaan kebiasaan menggunakan smartphone. Yang akan
terjadi adalah kebingungan antara kebiasaan menggunakan ponsel atau
tablet. Ponsel layar lipat sejatinya adalah tablet yang bisa dilipat ke dalam
(Galaxy Fold) atau ke luar (Mate X).
Bagi yang tidak terbiasa menggunakan tablet, tentu jarang membuka
kedua layar. Namun bagi penikmat gim, video, atau aplikasi office work
tentu layar lebih lebar akan memberi manfaat lebih.
Ketiga, ketebalan ponsel lipat dan daya tahan baterai akan menjadi
hambatan. Huawei Mate X kabarnya hanya berukuran 11 mm jika dilipat.
Namun jika dikantongi dalam celana, tentu tidak setebal iPhone XR yang
hanya 8 mm tebalnya. Apalagi tebal ZTE Axon M (12,2 mm) dan Galaxy
Fold (17 mm).
Daya tahan baterai menjalan dua layar sekaligus tentu akan berkurang.
Walau layar Galaxy Fold akan dilengkapi baterai masing-masing.
Dampaknya adalah tebal layar yang membengkak.

3. Dompet Digital
Di era digital seperti saat
ini kian marak pembayaran
melalui dompet digital atau QR
Payment. Tentu pembayaran
melalui dompet digital sangat
mudah, praktis, dan lebih efisien
ketimbang pembayaran tunai,
karena begitu mudahnya
pembayaran sehingga orang
berbondong-bondong
menggunakan dompet digital.
Beberapa dompet digital yang sering digunakan diantaranya yaitu OVO,
DANA, Gopay, Sakuku, LinkAja, dan dompet-domper digital lainya.
Memang dompet digital memiliki beberapa kelebihan tetapi juga memiliki
kekurangan, jdai sebelum kita memakai dompet digital kita harus
mempelajari dulu kelebihan maupun kekurangan dari dompet digital agar
kita lebih tahu bagaimana caranya menggunakan dompet digital dengan
sebaik mungkin. Pada artikel kali ini saya akan membahas mengenai
kelebihan dan kekurangan menggunakan dompet digital, berikut ini
informasinya.
Kelebihan
- Dompet digital sangat praktis digunakan karena kita dapat menggunakan
dompet digital dimanapun dan kapanpun saya kita membutuhkan uang.
Proses transaksi berjalan lebih cepat hanya dengan scan kode QR maka
pembayaran langsung berhasil tanpa kita harus merogoh saku kita untuk
melakukan pembayaran. Dengan menggunakan dompet digital kita jadi lebih
menghemat waktu kita dalam proses transaksi maupun checkout.
- Keamanan di dalam dompet digital tidak diragukan lagi karena tingkat
keamanan yang dihadirkan cukup tinggi. Pengguna dompet digital tidak
usah merasa gelisah kehilangan uang mereka karena sistem keamanan di
dalam dompet digital sudah terjamin dan dilindungi oleh kata sandi atau
PIN. Saat melakukan pembayaran kita tidak usah mengungkapkan informasi
detail kartu kredit atau debit kita.
- Menggunakan Dompet digital juga memberikan keuntungan bagi kita yaitu
mendapatkan promo, diskon, atau cashback dari pihak penyedia dompet
digital yang telah bekerjasama dengan merchant tertentu. Hal ini sangat
menguntungkan bagi kita disamping mudah digunakan kita juga bisa
menikmati promo yang diberikan oleh dompet digital pada kita sehingga
bisa membeli barang dengan harga cukup murah dari merchant-merchant
tertentu.
- Jika kita melakukan pembayaran dengan dompet digital maka pembayaran
tersebut akan sesuai dengan nominal harga. Biasanya kita kalau belanja
dengan menggunakan uang tunai tentu kita pernah merasakan harga
dibulatkan ke angka terdekat ataupun kembalian tidak sesuai dengan
nominal dan bahkan diganti dengan permen saja. Beda dengan dompet
digital karena pembayaran akan sesuai dengan nominal harga dan uang
kembalian pun sesuai.

Kekurangan
- Merchant yang bekerjasama dengan dompet digital masih terbatas. Tidak
semua toko melayani pembayaran atau transaksi dengan dompet digital dan
masih menggunakan uang tunai. Dompet digital hanya bisa dipakai pada
merchant-merchant yang telah bekerjasama dengan pihak dompet digital
tersebut. Jadi dompet digital belum sepenuhnya mendukung semua jenis
transaksi.
- Jumlah maksimum saldo di dalam dompet digital masih terbatas.
Maksudnya dompet digital tidak bisa menyimpan saldo hingga puluhan juta
biasanya dompet digital memiliki saldo maksimum 2 juta rupiah untuk
dompet digital yang belum terverifikasi dan 10 juta rupiah untuk dompet
yang sudah terverifikasi.
- Adanya biaya administrasi di dalam dompet digital. Bila kita ingin top up
atau menarik uang kita dari dompet digital pasti kita dibebankan biaya
layanan atau administrasi yang lumayan. Jadi dompet digital belum bebas
dari biaya layanan dan administrasi.