Anda di halaman 1dari 13

BAB I

PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Dalam pertanian, tanah diartikan lebih khusus yaitu sebagai media tumbuhnya tanaman
darat. Definisi ilmiahnya tanah adalah kumpulan dari benda alam diperukaan bumi yang
tersusun dalam horizon-horison, terdiri dari campuran bahan mineral, bahan organik, air
dan udara, dan merupakan media untuk tumbuhnya tanaman.
Pemahaman tanah dalam hubungannya dengan pertumbuhan tanaman tingkat tinggi
untuk mendapatkan produksi pertanian seekonomis mungkin disebut edapologi
(edaphos = bahan tanah subur). Dalam hal ini dipelajari sifat-sifat tanah dan pengaruhnya
terhadap pertumbuhan tanaman, serta usaha-usaha yang perlu dilakukan
untuk memperbaiki sifat – sifat tanah bagi pertumbuhan tanaman. Kajian edapologi
meliputi kesuburan tanah, konservasi tanah dan air, agrohidrologi, pupuk dan pemupukan,
ekologi tanah dan bioteknologi tanah.
Tanah sangat dibutuhkan oleh petani yang menggantungkan hidupnya dari hasil panen.
Jika tanah di lingkungan petani subur, maka akan sangat cocok untuk di tanami berbagai
tanaman. Hasil pertanian tersebut bisa digunakan untuk memenuhi penghidupan sendiri
ataupun bisa dijual sebagai salah satu komoditi pertanian. Dan tanaman merupakan hasil
yg ditanam di dalam tanah di mana hasilnya dapat bernilai ekonomis dan membantu
ekosistem tanaman sekitarnya.
Tanah mempunyai arti penting bagi tanaman. Tanah mampu mendukung kehidupan
dimana tumbuhan menyediakan makanan dan oksigen kemudian menyerap karbon
dioksida dan nitrogen. Tanah yang dikehendaki tanaman adalah tanah yang subur. Tanah
yang subur adalah tanah yang mampu untuk menyediakan unsur hara yang cocok, dalam
jumlah yang cukup serta dalam keseimbangan yang tepat dan lingkungan yang sesuai
untuk pertumbuhan suatu spesies tanaman. Masing-masing komponen tanah seperti
ukuran partikel penyusun tanah, sumber bahan organik tanah, iklim, dan sumber air
berperan penting dalam menunjang fungsi tanah sebagai media tumbuh, sehingga
variabilitas keempat komponen tanah ini akan berdampak terhadap variabilitas fungsi
tanah sebagai media tumbuh.

1.2 Rumusan Masalah


1. Apa Pengertian dari tanah ?
2. Apa saja struktur dari tanah ?
3. Apa saja fungsi dari tanah ?
4. Bagaimana hubungan tanah dengan tanaman ?
5. Apa saja Jenis-jenis dari tanah ?

1.3 Tujuan
1. Untuk mengetahui pengertian dari tanah
2. Untuk mengetahui struktur dari tanah
3. Untuk mengetahui fungsi dari tanah

1
4. Untuk mengetahui bagaimana hubungan tanah dengan tanaman
5. Untuk mengetahui apa saja jenis-jenis dari tanah

BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Tanah

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (Departemen Pendidikan Kebudayaan,


1994) tanah dapat diartikan :

1. Permukaan bumi atau lapisan bumi yang di atas sekali.


2. Keadaan bumi di suatu tempat.
3. Permukaan bumi yang diberi batas.

Pengertian Tanah Menurut Para Ahli

1. E. Saifudin Sarief (1986)


Pengertian Tanah menurut E. Saifudin Sarief adalah benda alami yang terdapat di
permukaan bumi yang tersusun dari bahan-bahan mineral sebagai hasil pelapukan
batuan dan bahan organik “pelapukan sisa tumbuhan dan hewan” yang merupakan
medium pertumbuhan tanaan dengan sifat-sifat tertentu yang terjadi akibat gabungan
dari faktor-faktor alami, iklim, bahan induk, jasad hidup, bentuk wilayah dan lamanya
waktu pembentukan.
2. Jacob S. Joffe (1949)
Pengertian Tanah menurut Jacob S. Joffe adalah benda alam yang tersusun atas
horison-horison yang terdiri dari bahan-bahan kimia mineral dan bahan organisk
biasayanya tidak padu dan mempunyai tebal yang dapat dibedakan dalam hal
morfologi fisik, kimia dan biologinya.
3. Alfred Mistscherlich (1920)
Pengertian Tanah menurut Alfred Mistscherlich adalah campuran bahan padat
yang berupa pertikel-pertikel kecil air dan udara yang mengandung hara dan dapat
menumbuhkan tumbuh-tumbuhan.

2.2 Struktur Tanah


Struktur tanah dapat diartikan bangun atau bentuk alami dari beberapa agregat primer
yang merupakan satu kesatuan bentuk tertentu yang dibatasi oleh bidang- bidang.
Kenyataan di alam-alam bangun/ bentuk tanah dapat dibedakan menjadi empat tipe,
yaitu :
a) Pipih – Agregat pipih tipis, berlapis-lapis secara horizontal, yaitu bangun tanah
yang berlapis-lapis ukuran horisontal lebih besar dari ukuran vertikal.
b) Prismatik atau kolom – Berbentuk pilar-pilar vertikal, dengan sisi enam. Ukuran
vertikal lebih besar dari ukuran horisontal.

2
c) Blok- Blok tanah berbentuk kubus mencapai diameter 10 cm. Ukuran vertikal dan
horisontal hampir sama dapat seperti kubus atau bulat.
d) Kebulat-bulatan berbentuk butir/ ukuran ke segala arah sama, dapat berupa kersai
atau remah. Struktur tanah mempengaruhi banyak sedikitnya aliran air dan
pergantian udara di dalamnya serta kedalaman perakaran dan kemampuan tanah
untuk dapat memberikan unsur baranya kepada tanaman.

2.3 Fungsi Tanah


Tanah berperan sebagai tempat tumbuh tanaman. Tanah mampu menyediakan air dan
berbagai unsur baik mikro maupun makro. Tanah juga mampu menyediakan oksigen (O 2)
bagi pertumbuhan tanaman. Tanah menopang berdirinya tanaman. Akar harus tumbuh
dengan baik agar dapat menyerap berbagai unsur yang terkandung di dalam tanah, serta
agar dapat menopang tanaman dengan baik. Tanah berperan sebagai tempat hidup
organisme dan mikroorganisme, termasuk manusia di dalamnya. Tanah juga sebagai
tempat hidup berbagai macam vegetasi yang hidup di atasnya. Tanah dapat menjadi
penyangga atau buffer system. Artinya, apabila terdapat senyawa-senyawa yang sifatnya
meracun atau zat pencemar di dalam tanah, maka tanah secara otomatis akan menyaring
atau menetralisir bahan atau senyawa tersebut.

Fungsi Tanah bagi Tanaman

Tanah merupakan sumber daya alam yang penting dan dibutuhkan oleh semua
makhluk hidup. Tanpa adanya tanah, tidak akan ada kehidupan di muka Bumi, khususnya
di daratan. Tanah juga merupakan media yang sangat baik untuk menanam tanaman atau
tumbuhan. yang berbeda- beda juga akan mempengaruhi kesuburan tanaman yang
ditanam. Namun meski demikian, tanah tetap merupakan media tanam yang sangat baik,
tentu saja dengan mencampurnya dengan beberapa bahan yang dapat menyuburkan
tanaman, seperti pupuk organik, dan lain sebagainya. Selain menjadi media tanam yang
baik, masih ada lagi fungsi atau manfaat yang dimiliki oleh tanah. Berikut ini merupakan
manfaat atau fungsi tanah bagi tanaman/ tumbuhan sebagai media tanam:

1. Tempat tumbuh dan berkembangnya perakaran Fungsi atau manfaat dari tanah bagi
tanaman yang pertama adalah tanah sebagai tempat tumbuh dan tembat
berkembangnya perakaran. Dalam fungsi ini, tanah yang mempunyai dua peranan
utama, yakni sebagai penyokong tegak tumbuhnya trubus atau bagian atas tanaman,
dan sebagai penyerap zat- zat yang dibutuhkan oleh tanaman.
2. Penyedia kebutuhan primer tanaman. Tidak hanya manusia saja yang belajar
kebutuhan dan mempunyai kebutuhan primer. Namun semua makhluk hidup juga
mempunyai kebutuhan primernya masing- masing, tak terkecuali tanaman. Tanah
merupakan media yang menyediakan kebutuhan primer dari tanaman untuk dapat
melaksanakan aktivitas metabolismenya, baik selama pertumbuhan maupun untuk
berproduksi. Beberapa kebutuhan primer dari tumbuhan yang disediakan oleh tanah,
meliputi air, serta unsur- unsur hara lainnya.

3
3. Penyedia kebutuhan sekunder tanaman. Selain mempunyai kebutuhan primer, ternyata
tumbuhan juga mempunyai kebutuhan sekunder. Kebutuhan sekunder dari tanaman
atau tumbuhan ini dengan tujuan agar tanaman tersebut bisa melakukan aktivitasnya
secara optimum. Beberapa bahan yang menunjang aktivitas tanaman agar berjalan
optimum antara lain zat- zat aditif yang diproduksi oleh biota, terutama oleh
mikroflora tanah seperti:
a. zat- zat pemacu tumbuh (hormone, vitamin dan asam- asam organik khas),
b. antiboitik dan juga toksin yang berguna sebagai anti penyakit tanaman yang ada di
dalam tanah, serta
c. senyawa atau enzim yang berguna dalam penyediaan kebutuhan primer atau
transformasi zat- zat toksin eksternal seperti pestisida dan limbah industri yang
berbahaya.
4. Sebagai habitat biota tanah. Fungsi tanah sebagai habitat biota tanah ini baik yang
bersifat positif karena terlibat langsung maupun tidak langsung dalam penyediaan
kebutuhan primer dan sekunder tanaman tersebut, maupun yang bersifat negatif
karena merupakan hama penyakit pada tanaman.

2.4 Jenis-jenis Tanah


Tanah terbentuk melalui proses alami dan berlangsung sangat lama. Selain itu
terdapat hubungan antara perkembangan lapisan tanah dan perkembangan tumbuh-
tumbuhan, hewan, manusia. Jenis tanah memiliki perbedaan antara satu tempat dengan
tempat lainnya.

 Tanah Aluvial
Tanah aluvial merupakan jenis tanah yang terjadi karena endapan lumpur biasanya
yang terbawa karena aliran sungai. Tanah ini biasanya ditemukan dibagian hilir
karena dibawa dari hulu. Tanah ini biasanya bewarna coklat hingga kelabu.
Karakteristik : Tanah ini sangat cocok untuk pertanian baik pertanian padi maupun
palawija seperti jagung, tembakau dan jenis tanaman lainnya karena teksturnya yang
lembut dan mudah digarap sehingga tidak perlu membutuhkan kerja yang keras untuk
mencangkulnya.

4
 Tanah Andosol
Tanah andosol merupakan salah satu jenis tanah vulkanik dimana terbentuk
karena adanya proses vulkanisme pada gunung berapi. Tanah ini sangat subur dan
baik untuk tanaman.
Karakteristik : Warna dari tanah andosol coklat keabu-an. Tanah ini sangat kaya
dengan mineral, unsure hara, air dan mineral sehingga sangat baik untuk tanaman.
Tanah ini sangat cocok untuk segala jenis tanaman yang ada di dunia. persebaran
tanah andosol biasanya terdapat di daerah yang dekat dengan gunung berapi.

 Tanah Entisol
Tanah entisol merupakan saudara dari tanah andosol namun biasaya merupakan
pelapukan dari material yang dikeluarkan oleh letusan gunung berapi seperti debu,
pasir, lahar, dan lapili.
Karakteristik : Tanah ini juga sangat subur dan merupakan tipe tanah yang masih
muda. Tanah ini biasanya ditemukan tidak jauh dari area gunung berapi bisa berupa
permukaan tanah tipis yang belum memiliki lapisan tanah dan berupa gundukan pasir
seperti yang ada di pantai parangteritis Jogjakarta.

 Tanah Grumusol
Tanah grumusol terbentuk dari pelapukan batuan kapur dan tuffa vulkanik.
Kandungan organic di dalamnya rendah karena dari batuan kapur jadi dapat
disimpulkan tanah ini tidak subur dan tidak cocok untuk ditanami tanaman.

5
Karakteristik : Tekstur tanahnya kering dan mudah pecah terutama saat musim
kemarau dan memiliki warna hitam. Ph yang dimiliki netral hingga alkalis. Tanah ini
biasanya berada di permukaan yang tidak lebih dari 300 meter dari permukaan laut
dan memiliki bentuk topografi datar hingga bergelombang. Perubahan suhu pada
daerah yang terdapat tanah grumusol sangat nyata ketika panas dan hujan.

 Tanah Humus
Tanah humus merupakan tanah yang terbentuk dari pelapukan tumbuh-tumbuhan.
Mengandung banyak unsur hara dan mineral dan sangat subur.
Karakteristik : Tanah Humus sangat baik untuk melakukan cocok tanam karena
kandungannya yang sangat subur dan baik untuk tanaman. Tanah ini memiliki unsur
hara dan mineral yang banyak karena pelapukkan tumbuhan hingga warnanya agak
kehitam hitaman.

 Tanah Inseptisol
Tanah Inseptisol terbentuk dari batuan sedimen atau metamorf dengan warna agak
kecoklatan dan kehitaman serta campuran yang agak keabu-abuan. Tanah ini juga
dapat menopang pembentukan hutan yang asri.
Karakteristik : Ciri-ciri tanah ini adalah adanya horizon kambik dimana horizon
ini kurang dari 25% dari horizon selanjutnya jadi sangatlah unik. Tanah ini cocok
untuk perkebunan seperti perkebunan kelapa sawit.Serta untuk berbagai lahan
perkebunan lainnya seperti karet.

6
 Tanah Laterit
Tanah laterit memiliki warna merah bata karena mengandung banyak zat besi dan
alumunium. Di indonesia sendiri tanah ini sepertinya cukup fimiliar di berbagai
daerah, terutama di daerah desa dan perkampungan.
Karakteristik : Tanah laterit termasuk dalam jajaran tanah yang sudah tua
sehingga tidak cocok untuk ditanami tumbuhan apapun dan karena kandungan yang
ada di dalamnya pula.

 Tanah Latosol
Tanah Latosol Jenis tanah ini juga salah satu yang terdapat di Indonesia, tanah ini
terbentuk dari pelapukan batuan sedimen dan metamorf.
Karakteristik : Ciri-ciri dari tanah latosol adalah warnanya yang merah hingga
kuning, teksturnya lempung dan memiliki solum horizon. Persebaran tanah litosol ini
berada di daerah yang memiliki curah hujan tinggi dan kelembapan yang tinggi pula
serta pada ketinggian berkisar pada 300-1000 meter dari permukaan laut. Tanah
latosol tidak terlalu subur karena mengandung zat besi dan alumunium.

 Tanah Litosol
Tanah litosol merupakan tanah yang baru mengalami perkembangan dan
merupakan tanah yang masih muda. Terbentuk dari adanya perubahan iklim, topografi
dan adanya vulkanisme.

7
Karakteristik : Untuk mengembangkan tanah ini harus dilakukan dengan cara
menanam pohon supaya mendapatkan mineral dan unsur hara yang cukup. tekstur
tanah litosol bermacam-macam ada yang lembut, bebatuan bahkan berpasir.

 Tanah Kapur
Tanah kapur Seperti dengan namanya tanah kapur berasal dari batuan kapur yang
mengalami pelapukan.
Karakteristik : Karena terbentuk dari tanah kapur maka bisa disimpulkan bahwa
tanah ini tidak subur dan tidak bisa ditanami tanaman yang membutuhkan banyak air.
Namun jika ditanami oleh pohon yang kuat dan tahan lama seperti pohon jati dan
pohon keras lainnya.

 Tanah Organosol
Tanah Organosol Tanah organosol terbentuk dari pelapukan benda organic seperti
tumbuhan, gambut dan rawa. Biasanya terdapat di daerah yang memiliki iklim basah
dan memiliki curah hujan tinggi.
Karakteristik : Ketebalan dari tanah ini sangat minim hanya 0.5 mm saja dan
memiliki diferensiasi horizon yang jelas, kandungan organic di dalam tanah organosol
lebih dari 30% dengan tekstur lempung dan 20% untuk tanah yang berpasir.
Kandungan unsur hara rendah dan memiliki tingkat kelembapan rendah (PH 0,4) saja.

8
 Tanah Oxisol
Tanah oxisol merupakan tanah yang kaya akan zat besi dan alumunium oksida.
Tanah jenis ini juga sering kita temui di daerah tropis di Indonesia dari daerah desa
hingga perkotaan.
Karakteristik : Ciri-ciri dari tanah oxisol ini antara lain adalah memiliki solum
yang dangkal dan ketebalannya hanya kurang dari 1 meter saja. warnanya merah
hingga kuning dan memiliki tekstur halus seperti tanah liat.

 Tanah Padas
Tanah padas sebenarnya tidak juga bisa dibilang sebagai tanah karena sangat
keras hampir seperti dengan batuan.
Karakteristik : Hal ini dikarenakan kandungan air didalamnya hampir tidak ada
karena tanah padas sangat padat bahkan tidak ada air. Unsur hara yang ada di
dalamnya sangat rendah dan kandungan organiknya sangat rendah bahkan hampir
tidak ada. Tanah padas tidak cocok digunakan untuk bercocok tanam.

 Tanah Pasir
Tanah pasir Seperti dengan namanya tanah pasir merupakan pelapukan dari
batuan pasir. Tanah ini biasanya banyak di daerah sekitar pantai atau daerah
kepulauan.
Karakteristik : Tanah pasir tidak memiliki kandungan air dan mineral karena
teksturnya yang sangat lemah. Tanah pasir akan sangat mudah ditemukan di daerah

9
yang berpasir di Indonesia. Sebagai negara kepulauan, Indonesia adalah salah satu
negara dengan jumlah tanah pasir terluas di dunia. Jenis tanaman yag cocok untuk
tanah ini adalah umbi-umbian.

 Tanah Podsolik Merah Kuning


Tanah Podsolik tanah ini sangat mudah ditemukan di seluruh wilayah Indonesia
karena persebarannya yang hampir rata.
Karakteristik : Tanah ini bewarna merah hingga kuning dan kandungan organic
serta mineralnya akan sangat mudah mengalami pencucian oleh air hujan. Oleh
karena itu untuk menyuburkan tanah ini harus ditanami tumbuhan yang memberikan
zat organic untuk kesuburan tanah serta pupuk baik hayati maupun hewani.

 Tanah Liat
Tanah liat adalah jenis tanah yang terdiri dari campuran dari aluminium serta
silikat yang memiliki diameter tidak lebih dari 4 mikrometer. Tanah liat terbentuk dari
adanya proses pelapukan batuan silika yang dilakukan oleh asam karbonat dan
sebagian diantaranya dihasilkan dari aktivitas panas bumi.
Karakteristik : Tanah liat tersebar di sebagian besar wilayah Indonesia secara
merata. Biasanya digunakan untuk membuat kerajinan hingga keperluan lainnya.
Tanah liat biasanya memiliki warna abu abu pekat atau hampir mengarah ke warna
hitam, biasanya terdapat di bagian dalam tanah ataupun di bagian permukaan.

10
2.5 Hubungan Tanah dengan Tumbuhan
1) Peranan Tanah Sebagai Sumber Nutrisi
Tanah merupakan bagian yang tidak dapat terpisah dari kehidupan tumbuhan
karena tanah merupakan media bagi tumbuhan yang hidup diatasnya, Tanah
diperlukan tumbuhan sebagai tempat hidup (habitat) dimana tumbuhan tersebut
ditanam.Namun yang tak kalah penting adalah unsur hara yang terkandung dalam
tanah yang diperlukan tumbuhan sebagai nutrisi untuk pertumbuhannya.Untuk
memenuhi kebutuhan nutrisinya, tumbuhan menyerap unsur hara yang terkandung di
dalam tanah.
Tumbuhan memerlukan kombinasi yang tepat dari berbagai nutrisi untuk tumbuh,
berkembang, dan bereproduksi.Ketika tumbuhan mengalami malnutrisi, tumbuhan
menunjukkan gejala-gejala tidak sehat.Nutrisi yang terlalu sedikit atau yang terlalu
banyak dapat menimbulkan masalah.
2) Sebagai Media Bertanam
Sebagai media bertanam, penyusun tanah terbagi menjadi tiga fase, yaitu padat,
cair, dan gas. Ketiga fase penyusun tanah tersebut akan mempengaruhi pasokan hara
untuk tanaman. Fase padat sendiri akan berpengaruh terhadap cadangan hara utama,
seperti partikel anorganik yang mengandung kation K, Na, Ca, Mg, Mn, Zn, dan Cu,
sedangkan partikel organik adalah sumber utama N dan sebagian P dan S.
Pada fase cair penyusun tanah yang berupa larutan tanah memiliki peran dalam
transport hara dalam bentuk ion ke arah akar tanaman yang juga terkandung oksigen
dan karbon dioksida. Terakhir adalah fase gas, yaitu berpengaruh dalam pertukaran
gas antara akar tanaman dan organisme tanah seperti bakteri, fungi, dan hewan
dengan atmosfer sehingga mendapat oksigen dan melepas karbon dioksida hasil
respirasi
3) Kuantitas dan Intensitas Hara
Dalam ilmu kesuburan tanah terdapat istilah yang disebut daya sangga tanah,
artinya bagaimana kemampuan tanah untuk mempertahankan kadar hara dalam
larutan tanah. Daya sangga tanah juga dapat diartikan kapasitas fase padat untuk
mengisi kembali hara dalam larutan yang diserap oleh akar tanaman. Contohnya,
apabila terdapat suatu ion dalam tanah yang ternetralkan oleh pengapuran maka
komponen padat tanah akan melepaskan hara untuk menggantikan ion yang telah
ternetralisir tersebut.
Dalam konteks ini dapat ditarik kesimpulan juga jika ketersediaan hara bagi
tanaman tidak hanya bergantung kepada konsentrasi hara di dalam larutan tanah,
tetapi penting juga memperhatikan kapasitas tanah untuk menjaga konsentrasi hara di

11
dalam larutan tanah. Semua komponen padat tanah memiliki kemampuan untuk
menyediakan kembali ion ke dalam larutan tanah.

BAB III

PENUTUP

KESIMPULAN

Tanah adalah lapisan permukaan bumi yang secara fisik berfungsi sebagai tempat
tumbuh & berkembangnya perakaran penopang tegak tumbuhnya tanaman dan menyuplai
kebutuhan air dan udara; secara kimiawi berfungsi sebagai gudang dan penyuplai hara
atau nutrisi (senyawa organik dan anorganik sederhana dan unsur-unsur esensial seperti:
N, P, K, Ca, Mg, S, Cu, Zn, Fe, Mn, B, Cl); dan secara biologi berfungsi sebagai habitat
biota (organisme) yang berpartisipasi aktif dalam penyediaan hara tersebut dan zat-zat
aditif (pemacu tumbuh, proteksi) bagi tanaman, yang ketiganya secara integral mampu
menunjang produktivitas tanah untuk menghasilkan biomass dan produksi baik tanaman
pangan, tanaman obat-obatan, industri perkebunan, maupun kehutanan.

12
DAFTAR PUSTAKA

http://agribusinesspreneur.com/2016/03/hubungan-tanaman-dan-tanah.html

https://www.amuzigi.com/2018/04/15-jenis-jenis-tanah-beserta-ciri-ciri.html

https://www.academia.edu/22088124/HUBUNGAN-ANTARA-AIR-DAN-TANAH-DENGAN-
TUMBUHAN

13