Anda di halaman 1dari 12

Percobaan 12

I. Judul : Identifikasi Gugus Fungsi


II. Hari/tanggal :
III. Tujuan :
1. Untuk mengenal sifat fisis dan kimia alcohol, aldehida, keton, asam
karboksilat, halide, senyawa nitro dan ester
2. Untuk melakukan uji yang khas untuk gugus fungsi

IV. Pertanyaan Prapraktek :


1. Bagaimana membedakan alcohol dengan hidrokarbon?
Jawab :

Alcohol                                               Hidrokarbon

 Mudah larut dalam air                   Tersusun atas atom karbon

  Titik didih relative tinggi               Membentuk senyawa kovalen

  Bereaksi dengan logam Na            Titik didih rendah

2. Mengapa alcohol mempunyai sifat di antara hidrokarbon dan air?


Jawab :

Karena gugus fungsi alcohol mengandung satu gugus oH dan air, atom H
diganti oleh gugus alkil misalnya O2H5OH

3. a. bagaimana cara membuat ester di laboratorium?


b. bagaimana cara membaut asam karboksilat di laboratorium?
Jawab :
a. Pembuatan ester

Ester dibuat dengan mereaksikan asam karboksilat dengan alcohol dengan


sedikit asam sulfat dekat

b. Pembuatan asam karboksilat


Oksidasi alcohol primer dengan oksidasi oksidator kuat.

4. Tulislah rumus molekul aldehida yang terbentuk dari oksidasi alcohol


Jawab :

Oksidasi alcohol primer

                                                        O

                                                       ǁ

CH3 – OH + Ca2O    H – C – H + H2O

               Methanol

  Rumus molekul CH2O

5. Bagaimana membedakan asam organic dari basa organik?


Jawab :

Basa organic mengandung gugus fungsi NH2 dan PH nya tinggi sedangkan


asam organic bereaksi cepat dengan NaF1CO2 menghasilkan  gas CO2 dan
PH rendah.

6. Tulislah rumus molekul asam yang terbentuk dari oksidasi etanol.


Jawab :

V. Landasan Teori
Banyak senyawa organik yang mengandung satu atom atau gugus atom
yang mensubtitusikan hydrogen atau karbon dari senyawa hidrokarbon.
Atom atau gugus atom tersebut dinamakan gugus fungsi. Setiap gugus
fungsi punya seperangkat sifat khusus.
Alcohol merupakan senyawa hidrokarbon dengan satu atom H
disubtitusikan oleh satu gugus OH. Alcohol juga bisa kita anggap berasal
dari air, H-OH, dengan atom H diganti oleh gugus alkil. Misalnya,
C2H5OH yang bisa dianggap berasal dari H-OH dengan diganti oleh gugs
C2H5 (etil). (Tim Kimia Dasar,2016). Sitronelal memiliki dua gugus fungsi
yaitu gugus aldehida dan gugus alkena. Transformasi sitronelal menjadi
turunannya ditentukan oleh kereaktifan kedua gugus fungsi tersebut.
Permasalahan muncul jika transformasi melibatkan gugus alkena dengan
mempertahankan gugus aldehida. Dalam suasana asam sitronelal memiliki
kecenderungan untuk mengalami reaksi intramolekular menjadi isomer
isopulegol. Untuk itu perlu dilakukan perlindungan gugus (protecting
groups) aldehida.
( Cahyono,2013).
Metode perlindungan gugus fungsi aldehida umumnya dilakukan dengan
pembentukan asetal dan enamina. Asetal dibentuk oleh reaksi antara
gugus karbonil dengan alkohol pada kondisi anhidrat dengan adanya
katalis asam. (Iwasaki et al, 2002). Katalis asam yang umum digunakan
adalah gas asam klorida, gas asam sulfat, BF3.OEt2 atau p-toluena
sulfonat. Ketal atau asetal stabil pada pH 4-12. Pembentukan asetal
sitronelal dengan suatu alkohol dituliskan pada Gambar 1. Karena
pembentukan asetal merupakan reaksi kesetimbangan, maka penambahan
pendehidrasi untuk mengikat air dari sistem akan meningkatkan
pembentukan asetal.
VI. Alat dan Bahan
6.1. Alat
1. Tabung reaksi
2. Rak tabung reaksi
3. Gelas ukur 10 ml
4. Gelas kimia 250 ml
5. Lampu spiritus, kaki tiga kasa
6. Botol semprot
7. Pipet tetes
8. Lap kasar
6.2. Bahan
1. Sikloheksena
2. Larutan kalium permanganate 1 %
3. Fenol pekat 5%
4. NaOH
5. HCl pekat
6. Etanol
7. Besi (III) klorida 0,2 M
8. Reagan benedidt
9. Formaldehid
10. Aseton
11. Asam asetat
12. Benzene
13. Aquades
14. Korek api
15. Tissue
16. Label

VII. Prosedur Kerja

1. Alkohol

Tabung reaksi
- dilarutkan 0,5 ml alcohol ke dalam 5 ml air

- ditambahkan 5 ml NaOH 10%

- digoyang tabung, diteteskan I2/KI 10% sampai jelas wrna coklat

- dipanaskan di dalam penangas air

- ditambkankan lagi KI sapai warna coklat tua bertahan selama 2 menit

- dibiarkan

- ditambahkan beberapa tetes NaOH 10%

- diisi dengan aquades

- dibiarkan selama 10 menit


Hasil

B. Oksidasi Alkohol

Tabung
reaksi

 Dituangkan 2 ml K2Cr2O7 0,1 M


 Ditambahkan 1 ml H2SO4 pekat
 Diaduk lalu dinginkan
 Ditambahkan 2 ml alcohol
 Diperhatikan warna dan bau yang timbul

Hasil

1. Aldehida dan Keton

Tabung
rekasi
 Dimasukkan 1 ml aldehida dan 3 ml NaHSO3 40%
 Ditambahkan 1 atau 2 tetes alcohol, digoyangkan tabung
 Jika terbentuk senyawa padar, ditambahkan 3 ml air suling

Hasil

 Diulangi dengan menggunakan keton

Hasil

2. Asam dan Basa


A. Keasaman

Tabung
reaksi

 Dimasukkan 1 ml air suling


 Ditambahkan 0,1 g (bila padat) atau 1,2 ml (bila larutan) asam organic
 Diuji pH dengan kertas lakmus

Hasil
B. Dekarboksilasi

Tabung
reaksi

 Dimasukkan 0,1 gr atau 0,2 ml asam salisilat


 Ditambahlan 2 ml NaHCO3 10%
 Diperhatikan gas CO2 yang timbul

Hasil

C. Oksidasi

Tabung
reaksi
 Dituangkan KmnO4
 Ditambahkan 1 ml etanol
 Diperhatikan perubahan warna dan bandingkan baru yang timbul

Hasil

3. Senyawa Nitro

Tabung
reaksi

 Dimasukkan 10 gr snyawa nitrobenzene


 Dicampurkan dengan 1,5 ml Fe(NH4)2(SO4)2 15%
 Ditambahkan 1 ml KOH 15% diaduk kuat-kuat
 Diperhatkan warna endapan yang terjadi setelah 1 menit

Hasil

4. Ester

Tabung
reaksi

 Dimasukkan 75 mm asam salisat


 Di tambahkan 5 tetes H2SO4 dan 3 tetes air
 Ditambahkan 3 atau 4 tetes menatol setelah 1,5 menit
 Dsitempatkan tabung reaksi pada suhu berkisar 60˚C selama 20-30 menit

Hasil
VIII. Data Pengamatan
IX. Pembahasan
1. Alcohol
X. Diskusi
XI. Pertanyaan Pasca Praktikum

1.        Tuliskan rumus molekul propanol dan isopropanol!

-          Propanol                : CH3 – CH2 – CH2 – OH                   C3H4OH

-           Isopropanol           : CH3 – CH – CH3                              C3H7OH

  OH

2.        Ester apa yang dikaitkan dengan bau yang khas dari :

a)      Nanas             b) Jeruk           c) Anggur

Jawab :

a)      Nanas   : Buhi Buhrat

  Rumus : C3H7OOC4Ho

b)      Jeruk               : Etiletanoat (ehl asetot)

  Rumus : CH3 – C – O – C2H5

                                     ǁ

                            O

c)      Anggur           : H2N – C6H4 – C – O – CH3

    ǁ
  O

3.        Bagaimana anda dapat membedakan

a.       CH3 NH2 (metil amina) dengan CH3OH (metanol)

-          Gugus amina                     - alkohol/gugushidroksil

-          CH3 – NH2                        - CH3 - OH

b.      C2H6 (etana) dengan f – C4H9OH (t-butanol)

-          Hidrokarbon                                       - Alkohol

-          Tidak bereaksi dengan Na                             - Bereaksi dengan Na

-          Tak bereaksi dengan Pcl5 dan Pcl3    - bereaksi dengan Pcl5 dan Pcl3

H        H                                                          CH3

                H  - C   -  C  -  H                                         CH3  -  C   -  CH3

                        H         H                                                         OH

c.       CH3CHO (etanal) dengan CH3CH2OH (etanol)

-          Aldehida                                             - Alkohol

-          Tak bereaksi dengan S2 dan NaOH    - Bereaksi dengan I2 dan NaOH

-          Bereaksi dengan fehung dan tallen     - tak bereaksi dengan fehung dan
tallen

d.      CH3CooH (asam asetat) dengan CH3 – CH3 (etana)

-          Asam karboksilat, membentuk ester  - Berwujud gas

-          Diuji dengan lakmus bersifat asam   - hidrokarbon/alkana

-          Bereaksi dengan alkohol                   - Tidak bereaksi dengan alkohol

e.       CH3CH2Cl (ehl klonde) dengan CH3 – CH2 – CH3 (propanol)


-          Alkil halida                       - Alkana

-          Halo alkana                       - Hid

f.       CH3CH2CHO (propanol) dengan CH3CH2CH2Cl (propid klorida)

-          Bereaksi dengan fehung dan kollen          - Tidak bereaksi dengan


fehung dan kollen

-          Dapat direduksi                                        - Tidak dapat direduksi

4.        Asam asetat dapat dibuat dengan mengoksidasi etanol dengan ion


permanganate dalam suasana asam. Tuliskan reaksi reduksi yang terjadi!

Jawab:

                                                                O

                                                                 ǁ

     CH3 – CH2 – OH                    CH2 – C – OH+

XII. Kesimpulan

1)         1.   Sifat fisis alcohol

 Pada suhu biasa, alcohol bersuhu rendah akan berwujud cair.


 Apabila pada suhu tinggi, alcohol akan mempunyai titik didih dan titik
leleh yang tinggi juga.

2.      Sifat kimia aldehida, Aldehida adalah senyawa polar

3.      Sifat fisis aldehida, Mempunyai senyawa monelektrolil

4.      Sifat fisis dan kimia keton

 Memiliki titik didih dan titik leleh lebih rendah dan alcohol (fisis)
 Memiliki sifat adisi (kimia)

5.      Sifat fisis dan kimia asam karboksilat

 Pada suhu kamar terbentuk zat cair yang encer (fisis)


 Asam karboksilat bersifat polar (kimia)

6.      Sifat fisis dan kimia ester

 Ester merupakan senyawa non elektrout (sifat fisis


 Ester pada suhu rendah mempunyai sedikit kepolaran, tetapi pada
suhu tinggi bersifat hamper non polar (sifat kimia)

2)    Dari identifikasi dapat dilakukan untuk membedakan gugus fungsi yang


satu dengan yang lainnya, sehingga dapat menentukan cirri khas dari gugus
fungsi tersebut.

 Dengan uji iodoform dapat membedakan alcohol primer, sekunder dan


tersier.
 Asam organic dapat diperoleh dengan mengoksidasi alcohol atau aldehida
dengan bahan pengoksidasi kuat (KMnO4).
 Ester dapat dibentuk dan reaksi asam organic dan anorganik dengan
alcohol.
 Metal salisilat yang terkandung dalam minyak gandapura dibuat dengan
esterifikasi metana dengan asam salisilat
XIII. Daftar Pustaka

Cahyani,2013,” Sintesis Dimetil Asetat Sitronelal dengan Katalis Gas HCl”,

Jurnal MIPA, 36(1): 44-50.

Iwasaki H, Kitayama M & Onishi T, 2002, Process for producing acetals. European

Patent Specification, Jakarta : Erlangga

Tim Kimia Dasar, 2016, Penuntun Praktikum Kimia Dasar, Jambi : Universitas
Jambi.