Anda di halaman 1dari 7

RANGKUMAN PERSPEKTIF PENDIDIKAN SD

MODUL 7
KOMPETENSI GURU SEKOLAH DASAR

KEGIATAN BELAJAR 1. PROFIL KOMPETENSI GURU SEKOLAH DASAR


A.    Landasan Pengembangan Kompetensi Guru SD
1. Apa yang dimaksud dengan kompetensi
Kompetensi dapat disamakan dengan suatu tindakan cerdas dan bertanggung jawab yang ditunjukkan
oleh seseorang sebagai bukti bahawa ia memang kompeten dalam bidang tersebut. Tindakan cerdas
dan bertanggung jawab tersebut hanya dapat ditunjukkan oleh seseorang jika ia memiliki ilmu atau
pengetahuan yang mantap, keterampilan yang memadai serta sikap yang memungkinkan yang
menunjukkan tidakan tersebut secara cerdas.
2. Proses Pengembangan Standar Kompetensi
Dengan pesatnya perkembangan diberbagai bidang guru dituntut untuk mampu menghasilkan lulusan
yang mampu bersaing dan mampu menghadapi berbagai tantangan. Sebagaimana halnya sdnegan
standar kompetensi dibidang profesi lainnya, standar kompetensi guru SD di kembangkan dengan
mengacu kepada hal-hal berikut.
1. Ketetapan perundang-undangan yang terkait dengan guru SD seperti UU No.20/2003 tentang
Sistem Pendidikan Nasional, UU No. 14/2005 tentang Guru dan Dosen, dan PP No.15/2005
tentang Standar Nasional Pendidikan
2. Tugas pokok dan fungsi (tupoksi) guru SD.
3. Berbagai asumsi dan landasan program berupa pernyataan-pernyataan yang dianggap benar
berdasarkan dugaan ahli, penelitian, dan nilai-nilai yang dianut oleh bangsa Indonesia
4. Kompetensi guru SD ynag sudah pernah ada seperti 10 kompetensi guru lulusan SPG

B.     Profil Kompetensi Guru SD


Dalam SKGK-SD/MI, Standar kompetensi dirumuskan dalam 4 rumpun kompetensi yaitu:
1. Kemampuan mengenal peserta didik secara mendalam
2. Penguasaan bidang studi
3. Kemampuan penyelenggaraan pembelajaran yang mendidik
4. Kemampuan mengembangkan kemampuan professional secra berkelanjutan
Sementara itu, dalam Permen No. 16/2007, Standar Kompetensi Guru SD/MI dorumuskan
menjadi 24 kompetensi inti yang dikelompokkan berdasarkan kompetensi agen pemeblajaranyang
terdapat dalam peraturan Pemerintah No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (PP
No.19/2005, tentang SNP). Kompetensi sebagai agen pembelajaran terdiri dari:
1. Kompetensi Pedagogik
2. Kompetensi Kepribadian
3. Kompetensi Profesional
4. Kompetensi Sosial
Pengelompokan kompetensi dalam permen No. 16/2007 yang mengambil PP No. 19/2005
tampaknya lebih mengacu pada teori bukan pada tugas-tugas nyata seorag guru di  lapangan. Standar
kompetensi guru SD/MI terdapat dalan dua dokumen yaitu bukuStandar Kompetensi guru kelas SD/MI
lulusan S1 PGSD Tahun 2006 dan Peraturan Menteri Pendiidkan Nasional No. 16/2007.
Dari dua dokumen tersebut dapat diidentifikasi standar kompetensi guru kelas SD/MI lulusan S1
PGSD, yang terdiri dari 30 kompetensi. Ke 30 kompetensi itu yang merupakan integrasi dari
kompetensi yang terdapat dalam kedua dokumen tersebut.
Semua komopetensi guru SD tercermin secara integrative dalam kinerja guru, baik ketika
merencanakan dan melaksanakan pembelajaran, mauoun ketika menilai proses dan hasil belajar siswa.
Kompetensi lulusan s1 PGSD mempunyai kelebihan dibandingkan kompetensi lulusan D II PGSD.
Kelebihan tersebut antara lain terletak pada kemampuan memoerbaiki pembelajaran melalui PTK,
kemampuan berperan serta dalam kegiatan pendidikan ditingkat lokal, regional, nasional, dan global,
kemampuan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi baik untuk kepentingan pembelajaran
maupun untutk mengembangkan wawasan.
C.    Indikator Penguasaan Kompetensi Guru SD
Penguasaan kompetensi harus diakses dengan prosedur dan instrument yang sesuai dengan
hakikat kompetensi. Penguasaan akademik yang merupakan kawasan kognitif dapat diakses dengantes,
baik tes objektif maupun tes uraian. Ketrampilan dapat diakses melalui pengamatan unjuk kerja seperti
pidato, menunjukkan ketrampilan dasar mengajar, sedangka sikap dan nilai harus di akses melalui
pengamatan dalam kontek otentik akhirnya, unjuk kerja professional seperti kemampuan mengajar
diakses melalui pengamatan dengan menggunakan instrument seperti APKG.
Contoh-contoh indicator penguasaan kompetensi dapat dijadikan acuan oleh mahasiswa/Guru
SD untuk menilai statusnya dalam penguasaan kompetensi tertentu. Pengetahuan mengenai kompetensi,
asesmen kompetensi, dan indicator dapat dimanfaatkan oleh para guru SD ketika melaksanakan tugas
sebagai seorang guru ketika mengembangkan indicator keberhasilan dan melakukan asesmen
penguasaan kompetensi.

KEGIATAN BELAJAR 2. FORUM PENINGKATAN PROFESIONALITAS GURU


A.    Peningkatan Profesionalitas Guru
Kompetensi pengingkatan profesionalitas secara berkelanjutan dapat dijabarkan menjadi
beberapa kompetensi, salah satu diantaranya adalah mampu memperbaiki pembelajaran melalui
Penelitian Tindakan Kelas (PTK).
Berbagai kegiatan dapat dilakukan untuk meningkatkan profesionalitas dalam hal ini, jabaran
kompetensi dapat dijadikan acuan untuk mengembangkan pengalamn belajar atau kegiatan yang dapat
dilakukan oleh guru beberapa diantaranya adalah sebagai berikut :
1. Melakukan refleksi
2. Berkolaborasi dengan teman sejawat
3. Mengomunikasikan hasil-hasil PTK melalui berbagai media
4. Mengikuti perkembangan dunia pendidikan
5. Mengikuti berbagai kegiatan ilmiah
6. Berperan serta dalam berbagai kegiatan pendidikan
7. Mengikuti perkembangan ilmu dalam 5 mata pelajaran SD
8. Mengikuti berbagai kegiatan guru
B.     Berbagai Wadah Profesionalitas Guru
Ada berbagai wadah atau forum yang meyediakan kesempatan bagi guru untuk mengembangkan
profesionalitas seperti KKG, LPMP, Klinik Pembelajaran, LPTK, PGRI, Kursus-Kursus.
1. Kelompok Kerja Guru (KKG)
Kelompok Kerja Guru merupakan forum bagi guru SD untuk mengikuti berbagai kegiatan dan untuk
meningkatkan profesionalitas guru. Kegiatan kkg seyogyanya tidak hanya menyangkut kegiatan
yang berkaitan dengan pengembangan perangkat pembelajarn, tetapi juga kegiatan yang berkaitan
dengan kemampuan guru dalam melaksanakan pembelajaran dan perluasan wawasan. KKG
bertujuan untuk meningkatkan profesionalisme guru melalui arena bertukar pikiran pengalaman dan
informasi sehingga para guru dapat berkembang menjadi guru yang profesional yang mampu
meningkatkan kreativitas dan efektivitas dalam mengelola pembelajaran sehingga mampu
menemukan atau menciptakan inovasi dalam pembelajaran.

2. Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP)


lembaga penjaminan mutu pendidikan merupakan lembaga yang berkedudukan di tingkat provinsi
dan berfungsi untuk membantu Pemerintah Daerah dalam bentuk supervisi bimbingan, arahan, saran
dan bantuan teknis kepada satuan pendidikan dasar dan menengah serta pendidikan nonformal dalam
berbagai upaya penjaminan mutu satuan pendidikan untuk mencapai standar nasional
pendidikan. dalam menjalankan fungsinya LPMP menyelenggarakan berbagai kegiatan
pengembangan dan pelatihan yang dapat dimanfaatkan oleh guru SD untuk mengembangkan
profesionalitas

3. Klinik Pembelajaran (KP)


Klinik pembelajaran KB merupakan forum berbagi masalah gagasan pengalaman antara para guru
calon guru dan dosen lptk kegiatan berbagi pengalaman ini dilakukan melalui komunikasi dijalan
sebentar klinik pembelajaran dan melalui komunikasi online yang terbuka bagi semua guru.

4. Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK)


lembaga pendidikan tenaga kependidikan LPTK menyediakan program Sarjana (S1), Pascasarjana
(S2), serta program Doktor (S3) bagi para guru untuk meningkatkan kualifikasi akademik di
samping itu LPTK juga mempunyai fasilitas dan dosen yang dapat membantu guru SD
meningkatkan profesionalitasnya.

5. Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI)


Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) merupakan organisasi profesi yang memperjuangkan
hak kesejahteraan serta peningkatan profesionalitas para anggotanya dalam hal ini berbagai kegiatan
yang diselenggarakan oleh PGRI dapat diikuti oleh para guru untuk meningkatkan profesionalitas.

6. Kursus-Kursus
Sebagai seorang guru yang diharapkan mempunyai akses yang luas ke sekedar informasi tentu Anda
diharapkan menguasai teknologi informasi dan komunikasi tersebut jika ada guru yang memang
belum melek teknologi seyogyanya guru tersebut mengikuti kursus computer, sehingga dapat
menggunakan keterampilan yang diperoleh untuk mengakses berbagai informasi dan
mengkomunikasikannya. Tidak diragukan lagi bahwa penguasaan keterampilan komputer akan
membantu guru untuk meningkatkan profesionalitas nya melalui informasi yang dapat diakses dari
internet.
PERSPEKTIF PENDIDIKAN SD

MODUL 8

KURIKULUM SEKOLAH DASAR

A. KEDUDUKAN KURIKULUM DALAM PENDIDIKAN


Pendidikan di sekolah dikenal dengan istilah pendidikan formal karena semua aspek dalam
pendidikan di sekolah ditata secara formal. Menurut Sukmadinata (2005: 2) salah satu karakteristik
pendidikan formal adalah bahwa pendidikan di sekolah memiliki rancangan pendidikan atau kurikulum
tertulis.
Dengan adanya rancangan atau kurikulum secara tertulis pendidikan di sekolah berlangsung
secara terencana, sistematis, dan lebih didasari karakteristik pendidikan formal tersebut menunjukkan
bahwa kurikulum merupakan syarat mutlak bagi terjadinya pendidikan di sekolah
Kurikulum merupakan panduan yang memberikan jawaban atas pertanyaan untuk apa
pendidikan dilakukan apa yang disampaikan dalam proses pendidikan bagaimana pendidikan akan
dilaksanakan serta Bagaimana mengukur hasil dan proses pendidikan
Hal ini sesuai dengan pengertian kurikulum yang tercantum dalam Undang-Undang Nomor 20
Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 1 Butir 19 yang menyatakan bahwa kurikulum
merupakan seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara
yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan
pendidikan tertentu.

B. PRINSIP-PRINSIP DASAR DALAM MENGEMBANGKAN KURIKULUM


Agar kurikulum yang dikembangkan benar-benar membantu peserta didik dalam mencapai
tujuan pendidikan pengembangan kurikulum hendaknya memperhatikan prinsip-prinsip pengembangan
kurikulum. Secara umum, terdapat beberapa prinsip yang harus kita perhatikan dalam mengembangkan
kurikulum, Sukmadinata mengemukakan empat prinsip pengembangan kurikulum yaitu relevansi,
fleksibilitas, efisiensi, efektivitas, dan prinsip berkesinambungan.

1. Prinsip Relevansi
Prinsip relevansi sesuai dengan arti katanya prinsip ini menuntut kurikulum sesuai dengan tuntutan
dan kebutuhan perkembangan peserta didik dan perkembangan masyarakat berkenaan dengan
tuntutan dan kebutuhan perkembangan peserta didik kurikulum SD dituntut untuk sesuai dengan
tugas perkembangan peserta didik usia SD serta sesuai dengan proses belajar peserta didik SD
sementara itu berkenaan dengan tuntutan dan kebutuhan perkembangan masyarakat kurikulum juga
harus mampu mempersiapkan peserta didik untuk dapat mengikuti dan beradaptasi dengan
perkembangan masyarakat.
2. Prinsip Efektivitas
Prinsip efektivitas prinsip efektivitas dalam pengembangan kurikulum mengacu pada sejauh mana
kurikulum yang dirancang dapat diimplementasikan atau dilaksanakan dan dicapai di sekolah.
3. Prinsip Efisiensi
Makna efisiensi secara umum makna efisiensi berkenaan dengan penggunaan sumber daya dalam
rangka pencapaian tujuan dan menerapkan prinsip ini dalam pengembangan kurikulum kurikulum
yang dirancang dapat dilaksanakan dengan lancar dan optimal.
4. Prinsip Fleksibilitas
Prinsip fleksibilitas penerapan prinsip fleksibilitas dalam pengembangan kurikulum menurut
kurikulum dapat disesuaikan dengan kondisi dan situasi sekolah tempat kurikulum
diimplementasikan.
5. Prinsip berkesinambungan
Prinsip berkesinambungan prinsip ini didasarkan pada pandangan bahwa perkembangan dan proses
belajar anak berlangsung secara berkesinambungan. Oleh karena itu kurikulum yang
dikembangkan neneknya berkesinambungan antara 1 tingkatan kelas dengan kelas berikutnya
antara suatu jenjang pendidikan dengan jenjang pendidikan berikutnya.

C. STANDAR KOMPETENSI LULUSAN DAN KARAKTERISTIK MATA PELAJARAN SD


Tujuan pendidikan dasar adalah meletakkan dasar kecerdasan pengetahuan kepribadian akhlak
mulia dan keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lanjut. Khusus untuk jenjang
Sekolah Dasar sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional nomor 23 Tahun 2006 tentang
standar kompetensi kelulusan pada satuan pendidikan dasar dan menengah setelah menyelesaikan
pendidikan di jenjang SD siswa.
Berkenaan dengan penguasaan peserta didik terhadap standar kompetensi lulusan dan penekanan
pada tahun dengan kemampuan dan kegemaran membaca dan menulis, kecakapan berhitung, serta
kemampuan berkomunikasi, maka kurikulum dan pembelajaran dikembangkan di SD  hendaknya
ditekankan pada pembentukan hal-hal berikut.
1. Kemelekwacaan (literacy)
2. Kemampuan berkomunikasi
3. Kemampuan memecahkan masalah (problem solving)
4. Kemampuan bernalar (reasoning)

Standar kompetensi lulusan SD tersebut dikuasai peserta didik melalui pembelajaran berbagai
mata pelajara. Oleh karena itu standar kompetensi lulusan tersebut kemudian dijabarkan ke dalam
standar kompetensi lulusan mata pelajaran. Guru SD merupakan guru kelas yang mempunyai tugas
utama mengajar 5 mata pelajaran yaitu mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan, Bahasa Indonesia,
Matematika, Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), dan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS).

1. Mata Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan


Secara umum peran utama Pendidikan Kewarganegaraan (PKN) adalah memperkuat dasar-
dasar kewarganegaraan Indonesia dalam konteks negara kesatuan Republik Indonesia (NKRI)
dan sekaligus menyiapkan warga negara yang menjadi warga negara global yang siap bersaing
dan bekerja sama namun tetap berpijak pada ke-indonesiaan.
2. Mata Pelajaran Bahasa Indonesia
Mata pelajaran Bahasa Indonesia pada dasarnya diarahkan untuk mengembangkan kemampuan
peserta didik dalam menggunakan Bahasa Indonesia sebagai alat komunikasi baik secara
formal maupun informal.
3. Mata Pelajaran Matematika
Pada dasarnya konsep-konsep matematika adalah relasi-relasi. Mempelajari matematika berarti
belajar menemukan atau mengkonstruksi relasi itu, merumuskannya, menentukan hubungan
antara konsep-konsep itu, menyusunnya dalam suatu struktur, mengembangkannya, dan
menggunakannya dalam penyelesaian masalah.
4. Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)
IPA adalah pengetahuan tentang gejala alam yang dapat mengidentifikasikan sebagai: cara
berpikir untuk memahami alam semesta, cara melakukan investigasi, dan ilmu pengetahuan
yang dihasilkan dari penyelidikan.
5. Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)
IPS memiliki kekhasan dibandingkan dengan mata pelajaran lain sebagai pendidikan disiplin
ilmu yakni kajian yang bersifat terpadu, interdisipliner, multidimensional, bahkan cross
disipliner.
KEGIATAN BELAJAR 2. KARAKTERISTIK MATA PELAJARAN DI SEKOLAH DASAR

A. Hakikat KTSP
Kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) merupakan kurikulum yang bersifat
desentralistik karena dikembangkan oleh satuan pendidikan. Meskipun ktsp bersifat desentralistik,
kurikulum yang dikembangkan satuan pendidikan harus mengacu pada standar kompetensi lulusan dan
standar isi yang telah ditetapkan secara nasional oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP).
KTSP terdiri atas dari tujuan pendidikan tingkat satuan pendidikan, struktur dan muatan
kurikulum tingkat satuan pendidikan, kalender pendidikan, dan silabus.
1. Tujuan Pendidikan SD
Tujuan pendidikan dasar adalah meletakkan dasar kecerdasan pengetahuan kepribadian, akhlak
mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut.
2. Struktur Dan Muatan Kurikulum SD
Struktur kurikulum merupakan pola dan susunan mata pelajaran yang harus ditempuh peserta didik
dalam kegiatan pembelajaran. Aspek-aspek yang harus tercantum dalam struktur dan muatan
kurikulum mencakup Mata Pelajaran, Muatan Lokal, Pengembangan Diri, Pengaturan Beban
Belajar, Ketuntasan Belajar, Kenaikan Kelas dan Kelulusan, Pendidikan Kecakapan Hidup, serta
Pendidikan Berbasis Keunggulan Lokal dan Global.
3. kalender pendidikan SD
Kalender pendidikan adalah pengaturan waktu untuk kegiatan pembelajaran peserta didik selama
satu tahun ajaran yang mencakup permulaan tahun pelajaran, minggu efektif belajar, waktu
pembelajaran efektif, dan hari libur.
4. Silabus
Silabus adalah rencana pembelajaran pada suatu dan atau kelompok ada pelajaran atau tema
tertentu yang mencakup standar kompetensi kompetensi dasar, materi pokok atau pembelajaran,
kegiatan pembelajaran, indicator, penilaian, alokasi waktu, dan sumber/bahan/alat belajar.

B. Latar Belakang KTSP


Pengembangan kurikulum oleh satuan pendidikan atau KTSP merupakan realisasi dari kebijakan
pemerintah dengan diberlakukannya UU No 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang
berkenaan dengan wewenang pengembangan pengelolaan dan pelaksanaan pendidikan.
Landasan filosofis dan teoritis yang melatarbelakangi perkembangan KTSP adalah:
1. Kurikulum harus dimulai dari lingkungan terdekat
2. Kurikulum harus mampu melayani pencapaian tujuan pendidikan nasional dan satuan pendidikan,
serta
3. Proses pengembangan kurikulum harus bersifat fleksibel.

C. Prosedur Pengembangan KTSP


Langkah pertama yang harus dilakukan dalam penyusunan KTSP adalah analisis konteks yang
mencakup kegiatan berikut.
1. Mengidentifikasi standar isi dan standar kompetensi lulusan sebagai acuan dalam penyusunan
KTSP
2. Menganalisis kondisi yang ada di satuan pendidikan yang meliputi peserta didik pendidik dan
tenaga kependidikan sarana dan prasarana biaya serta program-program
3. Menganalisis peluang dan tantangan yang ada di masyarakat serta lingkungan sekitar, komite
sekolah, dewan pendidikan, dinas pendidikan, asosiasi profesi dunia industri dan dunia kerja,
sumber daya alam serta sosial budaya.

Hasil analisis konteks tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam kemampuan yang harus dimiliki
peserta didik serta strategi dan implementasi kurikulum. Langkah berikutnya adalah menyusun silabus
silabus merupakan rencana pembelajaran pada suatu dan atau kelompok mata pelajaran atau tema
tertentu silabus disusun untuk seluruh alokasi waktu yang disediakan untuk mata pelajaran atau tema
telah na penyelenggaraan pendidikan di tingkat satuan pendidikan.

Menurut BSNP pengembangan silabus hendak memperhatikan berbagai prinsip berikut.

1. Ilmiah
2. Relevan
3. Sistematis
4. Konsisten
5. Memadai
6. Aktual dan kontekstual
7. Flexible
8. Menyeluruh

Berdasarkan Peraturan Mendiknas Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi, pelaksanaan
kurikulum di sekolah hendaknya memperhatikan prinsip-prinsip berikut.

1. Pelaksanaan kurikulum didasarkan pada potensi perkembangan dan kondisi peserta didik.
2. Kurikulum dilaksanakan dengan menegakkan kelima pilar belajar.
3. Pelaksanaan kurikulum mungkinkan peserta didik mendapat pelayanan bersifat perbaikan,
pengayaan, dan/atau percepatan.
4. Kurikulum dimaksudkan dalam suasana hubungan peserta didik dan pendidik yang saling menerima
dan menghargai, akrab, terbuka, dan hangat dengan prinsip Ing Ngarso Sung Tuladha, Ing Madya
Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani.
5. Kurikulum dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan multi strategi dan multimedia
6. Kurikulum dilaksanakan dengan mendayagunakan kondisi alam sosial dan budaya kurikulum yang
mencakup seluruh komponen kompetensi mata pelajaran muatan lokal dan pengembangan diri
diselenggarakan dengan keseimbangan keterkaitan dan kesinambungan yang cocok dan memakai
antar kelas dan jenis serta bidang pendidikan.

D. Pihak-Pihak yang Terlibat dalam Pengembangan KTSP


Pihak-pihak yang terlibat dalam pengembangan KTSP pada SD adalah
1. Tim penyusun yang terdiri atas guru, konselor, dan kepala sekolah
2. Komite sekolah
3. Narasumber (ahli kurikulum dan pembelajaran)
4. Dinas pendidikan
5. Serta pihak lain yang terkait.

Anda mungkin juga menyukai