Anda di halaman 1dari 15

BAB 4

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Pada bab ini akan menguraikan hasil penelitian dan pembahasan tentang

Hubungan frekuensi mencuci wajah dengan kejadian timbulnya acne vulgaris

pada remaja putra umur 16-17 tahun di SMK Kreatif Chasbullah Bahrul Ulum

Kabupaten Jombang Tahun 2019.

4.1 Hasil Penelitian


4.1.1 Gambaran Umum Lokasi Penelitian

Lokasi Penelitian ini adalah di SMK Kreatif Chasbullah Bahrul

Ulum Kapupaten Jombang yang terletak di JL.KH Wahab Hasbullah

IV/70 Tambakrejo Jombang Jawa Timur Kode Pos 61451 Email:

smkkreatif 90@gmail.com Telp.0321(876018). SMK Kreatif

Chasbullah Bahrul Ulum Kapupaten Jombang berdiri pada tanggal 19

Mei 2017 dan memiliki SK Pendirian sekolah 188.4/3079.4/101.3/2017.

Dan Izin Oprasional 421.5/3339.4/101.3/.Adapun batas wilayah sebagai

berikut :

Utara : Berbatasan dengan jalan raya

Selatan : Berbatasan dengan pondok pesantren Hasbullah

Barat : Berbatasan dengan rumah penduduk

Timur : Berbatasan dengan rumah penduduk

Visi SMK Kreatif Chasbullah “Sekolah unggulan,karimah kreatif dan

kompetitif”.

39
40

Jumlah seluruh siswa yang ada di SMK Kreatif Chasbullah

sebanyak 148 siswa, .sedangkan jumlah pegawai dan guru tetap di

SMK Kreatif Chasbullah sebanyak 16 orang, sarana dan prasarana yang

ada di SMK Kreatif Chasbullah terdiri dari ruang kelas, ruang

laboratorium, ruang perpustakaan, ruang kepala sekolah, ruang

administrasi, ruang guru, ruang uks, ruang osis, ruang musholla, kamar

mandi/WC, gudang dan kantin.Kegiatan belajar mengajar dilaksanakan

setiap hari sabtu – kamis.

4.1.2 Data Umum

a. Karakteristik responden berdasarkan Usia reponden

Tabel 4.1 Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Usia


Responden Di SMK Kreatif Chasbullah Tambakberas
Jombang Tanggal 05 Juli 2019.
Usia Responden Frekuensi (n) Persentase (%)
16 Tahun 23 53,5
17 Tahun 20 46,5

Jumlah 43 100
Sumber : Data primer penelitian tahun 2019
Berdasarkan tabel 4.1 diatas dapat diketahui bahwa sebagian
besar responden berusia 16 tahun yaitu sebanyak 23 responden
(53,5%) sedangkan hampir setengahnya responden berusia 17 tahun
sebanyak 20 responden (46,5%).
41

b. Karakteristik responden berdasarkan Kelas responden

Tabel 4.2 Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Kelas


Responden Di SMK Kreatif Chasbullah Tambakberas
Jombang Tanggal 05 Juli 2019.
Kelas Frekuensi (n) Persentase (%)
1 3 7
2 12 27,9
3 28 65,1
Jumlah 43 100
Sumber : Data primer penelitian tahun 2019
Berdasarkan tabel 4.2 diatas dapat diketahui bahwa sebagian

besar responden kelas 3 yaitu sebanyak 28 responden (65,1%).

sedangkan hampir setengahnya responden kelas 2 yaitu sebanyak 12

responden (27,9%) dan sebagian kecil responden kelas 1 sebanyak 3

responden (7%).

c. Karakteristik responden berdasarkan mencuci wajah secara teratur

Tabel 4.3 Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Mencuci Wajah Secara


Teratur Di SMK Kreatif Chasbullah Tambakberas Jombang Tanggal
Mencuci Wajah Secara Frekuensi (n) Persentase (%)
Teratur
Ya 39 90,7
Tidak 4 9,3
Jumlah 43 100

05 Juli 2019.
Sumber : Data primer penelitian tahun 2019
Berdasarkan tabel 4.3 diatas dapat diketahui bahwa hampir

seluruhnya responden mencuci wajah secara teratur yaitu sebanyak

39 responden (90,7%). Sedangkan sebagian kecil responden mencuci

wajah tidak secara teratur yaitu sebanyak 4 responden (9,3%).


42

d. Karakteristik responden berdasarkan frekuensi mencuci wajah secara

teratur.

Tabel 4.4 Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Frekuwensi


mencuci wajah Di SMK Kreatif Chasbullah
Tambakberas Jombang Tanggal 05 Juli 2019.
Frekuensi Mencuci Frekuensi (n) Persentase (%)
Wajah
< 3x sehari 30 69,8
>3x sehari 13 30,2
Jumlah 43 100
Sumber : Data primer penelitian tahun 2019
Berdasarkan tabel 4.4 diatas dapat diketahui bahwa sebagian

besar responden mencuci wajah kurang dari 3 kali sehari yaitu

sebanyak 30 responden (69,8%). Sedangkan hampir setengahnya

responden mencuci wajah lebih dari 3 kali sehari yaitu sebanayak 13

responden (30,2%).

e. Karakteristik responden berdasarkan waktu mencuci wajah.

Tabel 4.5 Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Waktu


Mencuci Wajah Di SMK Kreatif Chasbullah
Tambakberas Jombang Tanggal 05 Juli 2019.
Waktu Mencuci Wajah Frekuensi (n) Persentase (%)
Saat mandi 15 34,9
Saat wudhu 9 20,9
Pagi siang malam 19 44,2
Jumlah 43 100
Sumber : Data primer penelitian tahun 2019
Berdasarkan tabel 4.5 diatas dapat diketahui bahwa hampir

setengahnya responden mencuci wajah pada waktu pagi, siang,

malam yaitu sebanyak 19 responden (44,2%). Sedangkan hampir

setengahnya responden mencuci wajah pada saat mandi yaitu


43

sebanyak 15 responden (34,9%) dan sebagian kecil responden

mencuci wajah saat wudhu yaitu sebanyak 9 responden (20,9%).

f. Karakteristik responden berdasarkan cara mencuci wajah.

Tabel 4.6 Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Cara


Mencuci Wajah Di SMK Kreatif Chasbullah
Tambakberas Jombang Tanggal 05 Juli 2019.
Cara Mencuci Wajah Frekuensi (n) Persentase (%)
Menggunakan sabun 22 51,2
wajah
Menggunakan air saja 21 48,8
Jumlah 43 100
Sumber : Data primer penelitian tahun 2019
Berdasarkan tabel 4.6 diatas dapat diketahui bahwa sebagian

besar responden mencuci wajah dengan menggunakan sabun wajah

yaitu sebanyak 22 responden (51,2%). Sedangkan hampir

setengahnya responden mencuci wajah dengan menggunakan air saja

yaitu sebanyak 21 responden (48,8%).

g. Karakteristik responden berdasarkan lama mencuci wajah.

Tabel 4.7 Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Lama


Mencuci Wajah Di SMK Kreatif Chasbullah
Tambakberas Jombang Tanggal 05 Juli 2019.
Lama Mencuci Wajah Frekuensi (n) Persentase (%)
1-2 menit 21 48,8
3-5 menit 15 34,9
>5 menit 7 16,3
Jumlah 43 100
Sumber : Data primer penelitian tahun 2019
Berdasarkan tabel 4.7 diatas dapat diketahui bahwa hampir

setengahnya responden mencuci wajah selama 1-2 menit yaitu

sebanyak 21 responden (48,8%). Sedangkan hampir setengahnya

responden mencuci wajah selama 3-5 menit yaitu sebanyak 15


44

responden (34,9%) dan sebagian kecil responden mencuci wajah

lebih dari 5 menit yaitu sebanyak 7 responden (16,3%).

4.1.3 Data khusus

a. Frekuensi Mencuci Wajah

Tabel 4.8 Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Frekuwensi


Mencuci Wajah Di SMK Kreatif Chasbullah
Tambakberas Jombang Tanggal 05 Juli 2019.
Frekuensi mencuci Frekuensi (n) Persentase (%)
wajah
< 3x sehari 30 69,8
> 3x sehari 13 30,2

Jumlah 43 100
Sumber : Data primer penelitian tahun 2019
Berdasarkan tabel 4.8 diatas dapat diketahui bahwa sebagian

besar responden mencuci wajah kurang dari 3 kali sehari yaitu

sebanyak 30 responden (69,8%). Sedangkan hampir setengahnya

responden mencuci wajah lebih dari 3 kali sehari yaitu sebanyak 13

responden (30,2%).

b. Kejadian Acne Vulgaris

Tabel 4.9 Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Kejadian


acne Mencuci Wajah Di SMK Kreatif Chasbullah
Tambakberas Jombang Tanggal 05 Juli 2019.
Kejadian acne Frekuensi (n) Persentase (%)
Ringan 3 7,0
Sedang 24 55,8
Berat 16 37,2
Jumlah 43 100
Sumber : Data primer penelitian tahun 2019
45

Berdasarkan tabel 4.9 diatas dapat diketahui bahwa sebagian

besar responden mengalami kejadian acne vulgaris sedang yaitu

sebanyak 24 responden (55,8%).

Sedangkan hampir setengahnya responden mengalami kejadian

acne vulgaris berat yaitu sebanyak 16 responden (37,2%) dan

sebagian kecil responden mengalami kejadian acne vulgaris ringan

yaitu sebanyak 3 responden (7,0%).

c. Tabulasi silang frekuensi mencuci wajah dengan kejadian acne

vulgaris (cross tab)

Tabel 4.10 Tabulasi silang frekuensi mencuci wajah dengan kejadian

acne vulgaris

Kejadian acne vulgaris < 3× Sehari ≥ 3× Sehari


Frekuensi % Frekuensi %
Ringan 2 (4,6%) 1 (2,3%)
Sedang 16 (37,2%) 8 (18,6%)
Berat 12 (27,9%) 4 (9,3%)
Jumlah 30 (69,7%) 13 (30,3)

Berdasarkan tabel 4.10 dapat diketahuai bahwa kejadian acne

vulgaris ringan dengan frekuensi mencuci wajah kurang dari 3 kali

sehari yaitu sebanyak 2 responden (4,6%) sedangkan yang mencuci

wajah lebih dari 3 kali yaitu sebanyak 1 responden (2,3%).

Sedangkan kejadian acne vulgaris sedang dengan frekuensi mencuci

wajah kurang dari 3 kali sehari yaitu sebanyak 16 responden (37,2%)

sedangkan yang mencuci wajah lebih dari 3 kali sehari yaitu

sebanyak 8 responden ( 18,6%). Dan kejadian acne vulgaris berat


46

dengan frekuensi mencuci wajah kurang dari 3 kali sehari yaitu

sebanyak 12 responden (27,9%) sedangkan yang mencuci wajah

lebih dari 3 kali sehari sebanyak 4 responden (9,3%).

d. Hubungan frekuensi mencuci wajah dengan kejadian timbulnya acne

vulgaris pada remaja putra umur 16-17 tahun di SMK kreataif

chasbullah Bahrul Ulum Jombang Kabupaten Jombang.

Tabel 4.11 Uji satatistik Spearman’s Hubungan frekuensi mencuci wajah dengan
kejadian timbulnya acne vulgaris pada remaja putra umur 16-17 tahun
di SMK kreataif chasbullah Bahrul Ulum Kabupaten Jombang.
P Value α Correlation Coefisien
0,001 0,05 -0,507
Sumber : Data Primer 2019

Berdasarkan hasil uji stastistik Spearman’s dengan

menggunakan SPSS For Windows versi 16.00 di peroleh hasil yaitu

nilai singnifikan 0,001 dengan nilai α = 0,05, sehingga hipotesis di

terima. Hal ini menunjukkan bahawa terdapat hubungan frekuensi

mencuci wajah dengan kejadian timbulnya acne vulgaris pada

remaja putra umur 16-17 tahun di SMK kreataif chasbullah Bahrul

Ulum Kabupaten Jombang.

4.2 Pembahasan
4.2.1 Frekuensi Mencuci Wajah
Berdasarkan tabel 4.8 Frekuensi Mencuci Wajah dari 43

responden sebagian besar yang mencuci wajah < 3x sehari sebanyak

30 responden (69.8%) sedangkan yang mencuci wajah ≥3x sehari

sebanyak 13 responden (30,2%).


47

Sesuai dengan pendapat Mumpuni (2010). Kebersihan kulit

wajah yang tidak baik salah satunya seperti kurangnya frekuensi

mencuci muka dapat menyebabkan produksi minyak, kotoran atau

debu, dan keringat yang menempel di wajah dapat menutup serta

menyumbat pori – pori sehingga mempermudah terbentuknya acne

vulgaris, Acne vulgaris biasanya sering dialami remaja pada masa

pubertas yaitu antara usia 14-19 tahun yang disebabakan oleh

perubahan hormon.

Acne vulgaris dapat timbul jika kebersihan kulit yang dilakukan

tidak terlalu baik hal ini disebabkan karena dengan rendahnya

melakukan kebersihan kulit maka pori-pori wajah dapat tersumbat

serta produksi minyak menjadi lebih banyak, kebersihan kulit wajah

menjadi salah satu cara untuk mengurangi serta menekan terjadinya

acne vulgaris yaitu dengan kebiasaan membersihkan wajah secara

teratur, jenis pembersih wajah yang sesuai dengan keadaan kulit serta

frekuensi membersihkan wajah secara benar, salah satu kebersihan

kulit wajah yang dapat menjadi solusi menekan terjadinya acne

vulgaris yaitu frekuensi mencuci wajah, karena dengan frekuensi

mencuci wajah yang benar dan teratur (tiga kali/ hari) dapat

menormalkan produksi minyak serta menghilangkan kotoran yang

menempel pada wajah (Wasitaatmadja, 2010).


48

Kebanyakan responden diketahui yang mengalami kurangnya

frekuensi mencuci wajah karena disebabkan responden kurangnya

merawat diri terutama dalam pembersihan wajah. Oleh karena itu

dengan kurangnya frekuensi mencuci wajah dapat menyebabkan

terjadinya acne vulgaris pada remaja.

4.2.2 Kejadian Acne Vulgaris


Berdasarkan tabel 4.9 fakta penelitian tabulasi data kuisioner

dari 43 responden sebagian besar mengalami kejadian acne vulgaris

yang sedang sebanyak 24 responden (55,8%), sedangkan sebagian

kecil mengalami kejadian acne vulgaris yang ringan sebanyak 3

responden (7,0%) dan hampir setengahnya mengalami kejadian acne

vulgaris yang berat sebanyak 16 responden (37,2%).

Dalam penelitian ini ada beberapa faktor yang mempengaruhi

timbulnya acne vulgaris yaitu yang pertama tentang keteraturan

mencuci wajah yang hampir seluruhnya responden (90,7%) mencuci

wajah tidak teratur dan sebagian besar responden (69,8%) mencuci

wajah kurang dari 3 kali sehari serta hampir setengahnya responden

(48,8%) mencuci wajah dengan mengunakan air saja.

Penelitian yang dilakukan oleh Hertanto (2013) mengatakan

dalam penelitiannya yang berjudul hubungan antara kebersihan wajah

dengan kejadian acne vulgaris pada siswa SMA Negeri 3 Klaten

menyatakan bahwa membersihkan wajah memiliki keterkaitan dengan

kejadian acne vulgaris, yang berarti terdapat hubungan antara derajat

kebersihan wajah dengan kejadian acne vulgaris.


49

Dengan melihat jurnal dan penelitian maupun teori tentang

kejadian acne vulgaris sebagian besar yang di temui di SMK kreatif

chasbullah kebanyakan siswa mengalami acne vulgaris yang

kemungkinan besar berhubungan erat dengan frekuensi mencuci

wajah yang kurang bersih.

4.2.3 Tabulasi silang frekuensi mencuci wajah dengan kejadian acne


vulgaris
Berdasarkan tabel 4.10 dapat diketahui bahwa kejadian acne

vulgaris ringan dengan frekuensi mencuci wajah kurang dari 3 kali

sehari yaitu sebanyak 2 responden (4,6%) sedangkan yang mencuci

wajah lebih dari 3 kali sehari yaitu sebanyak 1 responden (2,3%).

Sedangkan kejadian acne vulgaris sedang dengan frekuensi mencuci

wajah kurang dari 3 kali sehari yaitu sebanyak 16 responden (37,2%)

sedangkan yang mencuci wajah lebih dari 3 kali sehari yaitu

sebanyak 8 responden (18,6%). Dan kejadian acne vulgaris berat

dengan frekuensi mencuci wajah kurang dari 3 kali sehari yaitu

sebanyak 12 responden (27,9%) sedangkan yang mencuci wajah

lebih dari 3 kali sehari sebanyak 4 responden (9,3%).

Berdasarkan hasil tabulasi silang dapat disimpulkan bahwa

responden dengan frekuensi mencuci wajah kurang dari 3x sehari

lebih sering mengalami kejadian acne vulgaris dibandingkan dengan

responden yang fekuensi mencuci wajahnya lebih dari 3x sehari, yaitu

sebanyak 2 : 1 responden yang mengalami acne vulgaris ringan dan


50

16 : 3 responden yang mengalami acne vulgaris sedang serta 12 : 4

responden yang mengalami acne vulgaris berat.

4.2.4 Hubungan frekuensi mencuci wajah dengan kejadian timbulnya acne


vulgaris
Berdasarkan tabel 4.11 berdasarkan pada hasil penelitian bahwa

sebagian besar yang mencuci wajah < 3x sehari sebanyak 30

responden (69.8%) sedangkan yang mencuci wajah >3x sehari

sebanyak 13 responden (30,2%). Hal ini memiliki hubungan antara

kurangnya frekuensi mencuci wajah terhadap kejadian acne vulgaris

pada siswa SMK Kreatif Chasbullah.

Menurut Kurniawati (2014), membersihkan wajah secara teratur

dan benar dengan pembersih yang tepat sangatlah penting, apalagi

yang memiliki problem kulit berminyak dan berjerawat. Kebersihan

adalah praktek menjaga diri sendiri dan lingkungan seseorang untuk

mencegah timbulnya penyakit. Akibatnya, kebersihan kulit meliputi

pembersihan kulit dan juga menjaga kebersihan kulit dapat dilakukan

oleh setiap orang seperti mandi dan mencuci wajah tiga kali sehari.

Berdasarkan hasil uji stastistik Spearman’s dengan

menggunakan SPSS For Windows versi 16.00 diperoleh hasil yaitu

nilai singnifikan 0,001 dengan nilai α = 0,05, sehingga hipotesis di

terima. Hal ini menunjukkan bahawa terdapat hubungan frekuensi

mencuci wajah dengan kejadian timbulnya acne vulgaris.


51

Selain itu Mumpuni (2010), juga menyatakan bahwa kebersihan

kulit wajah yang tidak baik salah satunya seperti kurangnya frekuensi

mencuci muka dapat menyebabkan produksi minyak, kotoran atau

debu, dan keringat yang menempel di wajah dapat menutup dan

menyumbat pori-pori sehingga mempermudah terbentuknya acne

vulgaris.

Penelitian yang dilakukan oleh Marezzy Thiara (2014)

mengatakan dalam penelitiannya yang berjudul hubungan frekuwensi

mencuci wajah terhadap timbulnya acne vulgaris pada mahasiswi

angkatan 2012 fakultas kedokteran universitas syiah kuala banda aceh

menyatakan bahwa frekuwensi membersihkan wajah memiliki

hubungan terhadap timbulnya acne vulgaris dengan nilai p = 0,001

(p<005) dengan demilian Ho ditolak dan Ha diterima, yang berarti

terdapat frekuensi membersihkan wajah terhadap timbulnya acne

vulgaris Hal ini sesuai dengan fakta penelitian yang dilakukan oleh

peneliti, sehingga peneliti menyimpulkan bahwa frekuensi mencuci

wajah memiliki keterkaitan atau hubungan dengan terjadinya acne

vulgaris.

Berdasarkan penelitian lain yang dilakukan oleh Hertanto

(2013), juga mengatakan bahwa frekuensi membersihkan wajah

memiliki keterkaitan atau hubungan dengan terjadinya acne vulgaris,

hal ini sesuai dengan penelitiannya yang berjudul hubungan antara

kebersihan wajah dengan kejadian acne vulgaris pada siswa SMA


52

Negeri 3 Klaten menyatakan bahwa membersihkan wajah memiliki

keterkaitan dengan kejadian acne vulgaris dengan nilai p = 0,002

(p<005) dengan demikian Ho ditolak dan Ha diterima, yang berarti

terdapat hubungan antara derajat kebersihan wajah dengan kejadian

acne vulgaris.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Latifah (2016), juga

mengatakan bahwa frekuensi mencuci wajah memiliki keterkaitan

atau hubungan dengan terjadinya acne vugaris hal ini sesuai

penelitianya yang berjudul hubungan stres dan membersihkan wajah

terhadap kejadian acne vulgaris pada mahasiswa fakultas kedokteran

universitas lampung menyatakan bahwa frekuensi mencuci wajah

memiliki keterkaitan atau hubungan dengan terjadinya acne vulgaris

dengan nilai p = 0,001 (p<005) dengan nilai Ho ditolak dan Ha

diterima, yang berarti terdapat hubungan antara stres dan

membersihkan wajah terhadap acne vulgaris.

Penelitian yang dilakukan oleh kurniawati (2014) mengatakan

dalam penelitiannya yang berjudul hubungan kebersihan kulit wajah

terhadap kejadian acne vulgaris pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran

Universitas Diponegoro Semarang menyatakan bahwa hubungan

kebersihan kulit wajah terhadap kejadian acne vulgaris dengan nilai p

= 0,001 (p <005) dengan demikian Ho di tolak dan Ha diterima yang


53

berarti terdapat hubungan antara kebersihan kulit wajah terhadap

kejadian acne vulgaris.

Berdasarkan penelitian yang lain yang dilakukan oleh

Rahmawati (2012) mengatakan dalam penelitianya yang berjudul

hubungan perawatan kulit wajah dengan timbulnya acne vulgaris pada

siswi SMA di Semarang menyatakan bahwa perawatan kulit wajah

dengan timbulnya acne vulgaris memiliki keterkaitan atau hubungan

dengan terjadinya acne vulgaris dengan nilai p = 0,001 (p <005)

dengan demikian Ho ditolak dan Ha diterima yang berarti memiliki

keterkaitan atau hubungan terjadinya acne vulgaris.