Anda di halaman 1dari 9

Nama : Ekirayanti

NIM : 105731127417
Kelas : Akuntansi F 2017
Matkul : Akuntansi Keuangan Lanjutan II
Dosen : Nurul Fuada S.ST., M.Si

BAB 13 PELAPORAN SEGMEN DAN INTERIM


TUGAS ke 4 AKUNTANSI KEUANGAN LANJUTAN 2

1. PELAPORAN SEGMEN (Bobot 35%)


PT. ASSYIFA mempunyai 5 segmen operasi, data pada segmen tersebut adalah sebagai berikut :
Segmen Pendapatan (Rp) Laba/Rugi Segmen (Rp) Aset (Rp)
Segmen A Rp 40,000,000 Rp (6,500,000) Rp 30,000,000
Segmen B Rp 85,000,000 Rp 22,000,000 Rp 41,000,000
Segmen C Rp 53,000,000 Rp (4,000,000) Rp 52,000,000
Segmen D Rp 120,000,000 Rp 30,000,000 Rp 102,000,000
Segmen E Rp 180,000,000 Rp 38,000,000 Rp 312,000,000

Dimasukkan dalam pendapatan segmen B sebesar Rp 85.000.000 adalah penjualan sebesar Rp 25.000.000 ke Segmen C.
Diminta :
a. Identifikasi segmen mana yang dilaporkan melalui uji signifikasi 10 persen
b. Buatlah uji pendapatan konsolidasi 75 persen
Jawabannya :

a. Identifikasi segmen mana yang dilaporkan melalui uji signifikasi 10 persen


Uji signifikansi spesifik PT Induk dan entitas anaknya harus digunakan untuk menentukan segmen operasi
dilaporkan secara terpisah sebagai berikut.
1. Uji Pendapatan 10 Persen
Uji pendapatan 10 persen diterapkan sebagai berikut :
Segmen Pendapatan Segmen (Rp) Persentase Pendapatan Gabungan dari Rp 478.000.000 Segmen Dilaporkan
Segmen A Rp 40,000,000 8% Tidak
Segmen B Rp 85,000,000 18% Ya
Segmen C Rp 53,000,000 11% Ya
Segmen D Rp 120,000,000 25% Ya
Segmen E Rp 180,000,000 38% Ya
Total Rp 478,000,000 100%

Uji pendapatan menunjukkan bahwa segmen operasi berikut dilaporkan terpisah yaitu : Segmen B, Segmen C, Segmen D,
dan Segmen E.

2. Uji Laba/Rugi 10 Persen


Oleh karena kedua segmen mempunyai rugi operasi selama tahun berjalan, maka dibuat tabulasi terpisah, sebagai berikut.
Segmen Laba Segmen Rugi Segmen
Segmen A Rp (6,500,000)
Segmen B Rp 22,000,000
Segmen C Rp (4,000,000)
Segmen D Rp 30,000,000
Segmen E Rp 38,000,000
Total Rp 90,000,000 Rp (10,500,000)
Total absolut sebesar adalah Rp 90.000.000 dari laba. Jumlah ini akan menjadi penyebut untuk pengujian laba atau rugi operasi 10
persen. Oleh karena pengujian ini berdasarkan pada jumlah absolut, maka semua bilangan diperlakukan sebagai jumlah positif.
Data pengujian Laba/Rugi adalah sebagai berikut :

Segmen Laba/Rugi Segmen (Rp) Persentase Jumlah Uji dari Rp 90.000.000 Segmen Dilaporkan
Segmen A Rp (6,500,000) -7% Tidak
Segmen B Rp 22,000,000 24% Ya
Segmen C Rp (4,000,000) -4% Tidak
Segmen D Rp 30,000,000 33% Ya
Segmen E Rp 38,000,000 42% Ya

Uji Laba/Rugi menunjukkan bahwa segmen operasi berikut dilaporkan terpisah yaitu : Segmen B, Segmen D, dan Segmen E.

3. Uji Aset 10 Persen


Aturan signifikansi 10 persen diterapkan ke aset segmen sebagai berikut :
Segmen Aset Segmen (Rp) Persentase Jumlah Uji dari Rp 537.000.000 Segmen Dilaporkan
Segmen A Rp 30,000,000 6% Tidak
Segmen B Rp 41,000,000 8% Tidak
Segmen C Rp 52,000,000 10% Ya
Segmen D Rp 102,000,000 19% Ya
Segmen E Rp 312,000,000 58% Ya
Total Rp 537,000,000 100%

Uji Aset menunjukkan bahwa segmen operasi berikut dilaporkan terpisah yaitu : Segmen C, Segmen D, dan Segmen E.
Ikhtisar Segmen Industri Dilaporkan Uji 10 Persen
Segmen Uji Pendapatan Uji Laba/Rugi Uji Aset
Segmen A Tidak Tidak Tidak
Segmen B Ya Ya Tidak
Segmen C Ya Tidak Ya
Segmen D Ya Ya Ya
Segmen E Ya Ya Ya

b. Buatlah uji pendapatan konsolidasi 75 persen


Setelah menentukan segmen mana yang dilaporkan berdasarkan salah satu dari tiga uji 10 persen, perusahaan harus
menerapkan uji komprehensif. Uji komprehensif adalah uji pendapatan konsolidasi 75 persen. Total pendapatan dari sumber
eksternal oleh semua segmen operasi dilaporkan secara terpisah setidaknya harus sama dengan 75 persen dari total pendapatan
konsolidasian. Perusahaan pelapor harus mengidentifikasi segmen operasi tambahan sebagai yang dilaporkan sampai uji ini
terpenuhi. PT Induk dan PT Anak dengan tiga segmen dilaporkan, menghitung pengujian 75 persen sebagai berikut :

Penjualan ke konsumen non-afiliasi oleh segmen dilaporkan :


Segmen B Rp 60,000,000
Segmen C Rp 53,000,000
Segmen D Rp 120,000,000
Segmen E Rp 180,000,000
Total segmen dilaporkan Rp 413,000,000
Pendapatan Konsolidasi Rp 453,000,000
Persentase segmen dilaporkan dari pendapatan konsolidasi
(Rp 413.000.000 ÷ Rp 453.000.000) 91%

Oleh karena presentase tersebut sama dengan atau lebih besar dari 75%, maka tidak ada lagi segmen operasi yang harus dilaporkan
terpisah. Jika persentase tersebut kurang dari 75%, maka diperlukan segmen operasi tambahan untuk dipergunakan sebagai segmen dilaporkan
sampai
uji 75% tersebut terpenuhi.

PT INDUK DAN PT ANAK


Kertas Kerja Pengungkapan Segmental (dalam ribuan rupiah)
Segmen Operasi
POS
Segmen A Segmen B Segmen C Segmen D Segmen E
Pendapatan :
Penjualan ke pelanggan non- afiliasi Rp 40,000,000 Rp 60,000,000 Rp 53,000,000 Rp 120,000,000 Rp 180,000,000
Penjualan antarsegmen Rp 25,000,000
Total Pendapatan : Rp 40,000,000 Rp 85,000,000 Rp 53,000,000 Rp 120,000,000 Rp 180,000,000
Gabungan Eliminasi Antarsegmen Konsolidasi
Rp 453,000,000 Rp 453,000,000
Rp 25,000,000 Rp (25,000,000) Rp -
Rp 478,000,000 Rp (25,000,000) Rp 453,000,000
2. Silahkan berikan penjelasan yang anda ketahui terkait pelaporan segmen dan interim !

Jawabannya :

Berbagai komponen perusahaan besar pasti mempunyai tingkat keuntungan, tingkatan dan jenis, serta kesempatan pertumbuhan
yang berbeda. Nah, permasalahan utama akuntan yaitu bagaimana mengungkapkan informasi yang diperlukan untuk mencerminkan
perbedaan - perbedaan tersebut.
Oleh karena itu, pada bab 13 pelaporan segmen dan interim mengacu pada pengungkapan tambahan pendapatan, keuntungan,
aset, dan informasi lainnya untuk segmen-segmen yang dipilih dari suatu perusahaan serta pengungkapan operasi luar negerinya serta
laporan interim suatu entitas.
Tujuan dari pelaporan segmen adalah untuk menetapkan prinsip-prinsip pelaporan informasi keuangan berdasarkan segmen, yakni
informasi tentang berbagai jenis produk/jasa yang dihasilkan perusahaan dan berbagai wilayah geografis operasi perusahaan dalam
rangka membantu pengguna laporan keuangan dalam memahami kinerja masa lalu perusahaan tersebut, menilai risiko dan imbalan
perusahaan, serta menilai perusahaan secara keseluruhan secara lebih baik.
Pengungkapan terpisah tersebut haruskan untuk segmen yang memenuhi paling tidak satu dari pengujian berikut :
Pengujian "10% signifikansi" :
1. Uji Pendapatan. Dimana segmen operasi yang dilaporkan, termasuk penjualan kepada pelanggan eksternal dan penjualan atau
transfer antar segmen (pendapatan gabungan/total), ialah 10% atau lebih dari pendapatan gabungan, internal dan eksternal
dari semua segmen operasi.
2. Uji Laba/Rugi. Pengujian ini digunakan untuk menentukan apakah laba atau rugi segmen sama dengan/lebih besar 10% nilai
absolut dari laba/rugi operasi gabungan yang mana saja yang lebih besar. Jika terdapat segmen melaporkan rugi operasi selama
tahun berjalan, maka diperlukan perhitungan terpisah. Oleh karena pengujian laba/rugi ini berdasarkan pada jumlah absolut, maka
semua angka diperlakukan sebagai angka positif.
3. Uji Aset merupakan pengujian terakhir untuk menentukan apakah segmen dilaporkan terpisah adalah uji aset 10%. Pos -pos yang
membentuk setiap aset segmen ditentukan oleh manajemen.
Setelah menentukan segmen mana yang dilaporkan berdasarkan salah satu dari tiga uji 10 persen, perusahaan harus menerapkan
uji komprehensif. Uji komprehensif adalah uji pendapatan konsolidasi 75 persen. Total pendapatan dari sumber eksternal oleh semua
segmen operasi dilaporkan secara terpisah setidaknya harus sama dengan 75 persen dari total pendapatan konsolidasian. Perusahaan
pelapor harus mengidentifikasi segmen operasi tambahan sebagai yang dilaporkan sampai uji ini terpenuhi.
Jika presentase tersebut sama dengan atau lebih besar dari 75%, maka tidak ada lagi segmen operasi yang harus dilaporkan
terpisah. Jika persentase tersebut kurang dari 75%, maka diperlukan segmen operasi tambahan untuk dipergunakan sebagai segmen dilaporkan
sampai
uji 75% tersebut terpenuhi.
Pada uji pendapatan konsolidasi 75%, penjualan antarsegmen harus di eliminasi (eliminasi antarsegmen) untuk menentukan
pendapatan konsolidasi entitas serta untuk membedakan penjualan ke pelanggan non afiliasi dengan penjualan antarsegmen.

Anda mungkin juga menyukai