Anda di halaman 1dari 20

Laporan Praktikum ke-2 Rabu, 4 September 2019

Mata Kuliah: Perencanaan Dasar Ekowisata

PERENCANAAN KAWASAN NON ALAMI BERDASARKAN


PENDEKATAN DEMAND
Studi Kasus: Museum Air Tawar Taman Mini Indonesia Indah

Disusun Oleh:
Kelas A/Praktikum 2
Dimas Firliantoro J3B917156

Dosen:
Bedi Mulyana, SHut, MPar, MoT

Asisten Dosen:
Alvionita Ritawati, SHut
Imas Masyitoh, AMd

PROGRAM STUDI EKOWISATA


SEKOLAH VOKASI
INSTITUT PERTANIAN
BOGOR
2019
DAFTAR ISI

DAFTAR TABEL 2
DAFTAR GAMBAR 3
I. PENDAHULUAN 4
1.1.Latar Belakang 4
1.2.Tujuan 5
II. TINJAUAN PUSTAKA 6
2.1.Perencanaan 6
2.2. Kawasan Non Alami 6
III. KONDISI UMUM 8
IV. METODE PRAKTIKUM 10
4.1. Lokasi dan Waktu 10
4.2. Alat dan Bahan 10
4.3. Prosedur Pengerjaan Praktikum 10
V. HASIL DAN PEMBAHASAN 11
5.1. Karakteristik Pengunjung/Wisatawan 11
5.2. Penilaian Pengunjung terhadap Kawasan Wisata 13
5.3. Penilaian Pengunjung terhadap Daya Tarik dan Atraksi Wisata 14
5.4. Penilaian Pengunjung terhadap Fasilitas pada Kawasan atau Objek Wisata 14
5.5. Perencanaan Wisata 15
5.6. Sketsa Wisata 16
VI. KESIMPULAN 17
DAFTAR PUSTAKA 18
LAMPIRAN 19
DAFTAR TABE

Tabel 1. Alat dan Bahan 10


Tabel 2. Karakteristik Responden 11
Tabel 3. Grafik Penilaian Pengunjung 13
Tabel 4. Penilaian Daya Tarik 14
Tabel 5. Penilaian Fasilitas 15
DAFTAR GAMBA

Gambar 1. Museum Air Tawar Taman Mini Indonesia Indah 9


Gambar 2. Responden 18
I. PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Kawasan non alami merupakan suatu lanskap alami yang telah


memperoleh pengaruh oleh campur tangan manusia dengan berbagai
kegiatan demi menunjang kehidupan manusia sehingga memaksa melakukan
perubahan terhadap lanskap alami. Lanskap non alami disebut juga dengan
lanskap semi alami. Lanskap ini berupa pedesaan dan pertanian tersebar di
antara pusat-pusat kota dan infrastruktur yang relevan antara lain high ways,
jembatan-jembatan, bendungan-bendungan(dykes), tiang-tiang listrik dll.
Kawasan wisata non alami adalah suatu kawasan yang mempunyai luas
tertentu yang sengaja dibangun dan disediakan untuk kegiatan pariwisata
atau jasa wisata.
Penawaran dan permintaan dalam konteks pariwisata merupakan
aspek yang sangat penting untuk diperhatikan oleh mereka yang merupakan
pemangku kepentingan (stakeholder) pariwisata. Kedua aspek tersebut saling
berkaitan dan karena itu, akan berdampak pada kemampuan destinasi untuk
mampu menarik wisatawan berkunjung. Permintaan dan penawaran
merupakan dua istilah yang saling mempengaruhi satu sama lain. Ketika
mengunjungi destinasi wisata, wisatawan mengharapkan pengalaman positif
sehingga penawaran dan permintaan menjadi salah satu faktor penentu dalam
memberikan kesan positif tersebut
Secara ekonomi, Permintaan atau demand dapat didefinisikan sebagai
jumlah keseluruhan dari barang dan jasa yang ingin dibeli atau diminta oleh
konsumen, atau individu dalam waktu tertentu pada berbagai macam tingkat
harga. Permintaan wisata dapat digambarkan sebagai kelompok heterogen
orang orang yang sedang berusaha bepergian setelah terdorong motivasi oleh
motivasi tertentu. Ada setumpuk keinginan, kebutuhan, cita rasa, kesukaan
yang sedang berbaur dalam diri seseorang. Atau juga dikatakan sebagai
motivasi dari wisatawan untuk melakukan perjalanan tempat tujuan (Wahab,
1996:143). Sebagaimana halnya dengan permintaan (demand) atas produk
barang dan jasa pada umumnya, permintaan atas produk pariwisata pun
dipengaruhi berbagai faktor, serta terbagi menjadi permintaan potensial
(potential demand) dan permintaan aktual (actual demand).
Pengembangan pariwisata sangat ditentukan oleh seberapa besar
potensi supply dan demand. Potensi supply memberikan gambaran seberapa
besar daya tarik obyek wisata yang dimiliki oleh suatu Daerah Tujuan Wisata
(DTW). Sedangkan potensi demand memberikan gambaran seberapa besar
potensi wisatawan yang datang dari Daerah Asal Wisatawan (DAW).
Dunia Air Tawar adalah sarana rekreasi yang menyajikan peragaan
koleksinya bertemakan 'Indonesia dan Dunia Air Tawar'. Taman yang berisi
keanekaragaman hayati air tawar dengan menyajikan simulasi dan replica
ekosistem dari lahan basah asli ini dibangun sejak tahun 1992 dan
diresmikan pada tanggal 20 April 1994. Taman yang didominasi dengan
berbagai bentuk akuarium ini juga menjadi sarana rekreasi, pendidikan,
penelitian, konservasi alam, dan atraksi. Taman ini terletak di sebelah selatan
kawasan TMII, diapit oleh Museum Serangga dan Taman Bunga Keong
Emas. Bangunan gedung peraga didominasi warna hijau air terdiri atas dua
lantai seluas 5.500m persegi di tepi danau buatan yang menyatu dan
membentuk lingkaran air tawar.

1.2. Tujuan

Praktikum “Perencanaan Kawasan Non Alami Berdasarkan


Pendekatan Demand” memiliki beberapa tujuan. Tujuan tersebut diantaranya
sebagai berikut:
1. Mengidentifikasi karakteristik wisatawan yang berkunjung.
2. Mengidentifikasi motivasi pengunjung pada kawasan atau objek wisata.
3. Mengidentifikasi aktivitas dan preferensi pengunjung pada kawasan atau
4. objek wisata..
5. Merancang program wisata berdasarkan pendekatan demand.
6. Merancang sketsa kawasan wisata Meseum Air Tawar.
II. TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Perencanaan
Perencanaan merupakan langkah utama yang mengawali seluruh rangkaian
kegiatan dari suatu organisasi kerja yang mempunyai fungsi meletakkan titik tolak
dari kegiatan organisasi selanjutnya, serta mengarahkan semua sumber, sarana,
proses serta program berdasarkan kebijaksanaan yang ditentukan untuk mencapai
tujuan dari suatu organisasi. Menurut Prof. Dr. Sondang P Siagian dalam bukunya
Filsafat Administrasi mendefinisikan perencanaan sebagai keseluruhan proses
pemikiran dan penentuan secara matang dari pada hal-hal yang akan dikerjakan
dimasa yang akan datang dalam rangka pencapaian tujuan yang telah ditentukan.
Aspek perencanaan kepariwisataan terdiri atas unsur wisatawan, unsur
aksesbilitas (transportasi), unsur atraksi dan unsur informasi. Unsur wisatawan
yang menggambarkan karakteristik wisatawan, pola budaya dan aktivitas yang
dilakukan akan terbentuk apabila unsur informasi yang ada dapat diterima.
Sumber informasi biasanya berasal dari guide atau informasi yang bersifat
langsung. Karakteristik wisatawan akan memberikan pengaruh terhadap
kebutuhan unsur transportasi baik transportasi dari dan ke atraksi wisata maupun
aksesbilitas di dalam atraksi wisata. Unsur atraksi lebih mengikat terhadap service
yang diberikan kepada wisatawan. Atraksi yang baik akan memberikan informasi
yang tepat kepada wisatawan untuk datang. Kondisi aksesbilitas yang baik akan
mampu memberikan manfaat yang signifikan terhadap kunjungan wisatawan.
2.2. Kawasan Non Alami
Kawasan non alami merupakan suatu lanskap alami yang telah
memperoleh pengaruh oleh campur tangan manusia dengan berbagai kegiatan
demi menunjang kehidupan manusia sehingga memaksa melakukan perubahan
terhadap lanskap alami. Lanskap non alami disebut juga dengan lanskap semi
alami. Lanskap ini berupa pedesaan dan pertanian tersebar di antara pusat-pusat
kota dan infrastruktur yang relevan antara lain high ways, jembatan-jembatan,
bendungan-bendungan(dykes), tiang-tiang listrik dll. Kawasan wisata non alami
adalah suatu kawasan yang mempunyai luas tertentu yang sengaja dibangun dan
disediakan untuk kegiatan pariwisata atau jasa wisata.
2.3. Demand
Secara ekonomi, Permintaan atau demand dapat didefinisikan sebagai
jumlah keseluruhan dari barang dan jasa yang ingin dibeli atau diminta oleh
konsumen, atau individu dalam waktu tertentu pada berbagai macam tingkat
harga. Permintaan wisata dapat digambarkan sebagai kelompok heterogen orang
orang yang sedang berusaha bepergian setelah terdorong motivasi oleh motivasi
tertentu. Ada setumpuk keinginan, kebutuhan, cita rasa, kesukaan yang sedang
berbaur dalam diri seseorang. Atau juga dikatakan sebagai motivasi dari
wisatawan untuk melakukan perjalanan tempat tujuan (Wahab, 1996:143).
Sebagaimana halnya dengan permintaan (demand) atas produk barang dan jasa
pada umumnya, permintaan atas produk pariwisata pun dipengaruhi berbagai
faktor, serta terbagi menjadi permintaan potensial (potential demand) dan
permintaan aktual (actual demand).
III. KONDISI UMUM
Dunia Air Tawar adalah sarana rekreasi yang menyajikan peragaan
koleksinya bertemakan 'Indonesia dan Dunia Air Tawar'. Taman yang berisi
keanekaragaman hayati air tawar dengan menyajikan simulasi dan replica
ekosistem dari lahan basah asli ini dibangun sejak tahun 1992 dan diresmikan
pada tanggal 20 April 1994. Taman yang didominasi dengan berbagai bentuk
akuarium ini juga menjadi sarana rekreasi, pendidikan, penelitian, konservasi
alam, dan atraksi.
Taman ini terletak di sebelah selatan kawasan TMII, diapit oleh Museum
Serangga dan Taman BUnga Keong Emas. Bangunan gedung peraga didominasi
warna hijau air terdiri atas dua lantai seluas 5.500 m persegi di tepi danau buatan
yang menyatu dan membentuk lingkaran air tawar. Dunia air tawar di TMII ini
merupakan taman biota air tawar terbesar dan terlengkap ke dua di dunia serta
terbesar di Asia, menyimpan 6.000 ekor 126 spesies, terdiri atas berbagai jenis,
ukuran, asalnya baik dari berbagai perairan di Indonesia maupun belahan dunia
lain, meliputi tanaman air, reptilian, crustacean, dan ikan. Taman Akuarium ini
dilengkapi museum, perpustakaan, auditorium, akuarium Nusantara, Pojok
Reptilia, Lororng Gurame, dan ruang karantina yang dibangun di bagian belakang
untuk pengembangbiakan koleksi dan menampung hasil dari petani yang dapat
diperjualbelikan kepada pengunjung, masyarakat umum, penampung ikan, dan
eksportir.
Taman Akuarium Air Tawar juga membuka kesempatan bagi para
mahasiswa dan masyarakat umum untuk melakukan penelitian dan observasi
berkait dengan pengembangan ilmu pengetahuan dan peluang bisnis ikan hias.
Beberapa koleksi intimewa yang berasal dari dunia air tawar asli Indonesia antara
lain Arwana / Siluk (scleropages formosus), hiu gergaji (pristis microdon), tapah
(wallago Leeri), ikan sumpit,ikan buntal yang dapat menggelembung seperti
balon, dan lain-lain. Selain itu, terdapat juga koleksi jenis ikan tamu yang
mempesona antara lain arapaima (arapaima gigas), piranha (serrasaimus) dari
sungai Amazon di Amerika Selataan, ikan buta, ikan kupu-kupu, ikan chinese
high fin (myxocyprinus asiaticus asiaticus) dari sungai Yangtze-Cina, serta
kelompok ikan kecil guppy, molly, dan platy. Untuk menarik pengunjung,
pengelola taman ini menyediakan fasilitas spa ikan (fish spa) dan bioskop 3D.
pengunjung dapat merendam kedua belah kakinya di dalam bak air berukuran
sekitar 12 m persegi, kemudian ikan-ikan kecil yang ada di bak tersebut akan
segera berkumpul di seluruh kaki dan menggigit kaki. Gigitan ikan-ikan kecil ini
tidak terasa sakit, hanya agak geli-geli sedikit dan seperti diestrum, efeknya akan
membantuk pengelupasan kulir mati, sehingga kulit menjadi bersih dan terasa
halus.
Gambar 1. Museum Air Tawar Taman Mini Indonesia Indah
Sumber: https://www.tribunnewswiki.com/2019/07/05/taman-mini-indonesia-indah.
IV. METODE PRAKTIKUM
IV.1. Lokasi dan Waktu

Observasi lapang praktikum “Perencanaan Kawasan Non Alami


Berdasarkan Pendekatan Demand” dilaksanakan pada hari Jumat, 30 Agustus
2019 di Museum Air Tawar Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur pada
pukul 09.00-17.00 WIB.
IV.2. Alat dan Bahan

Praktikum “Perencanaan Kawasan Non Alami Berdasarkan Pendekatan


Demand” membutuhkan alat dan bahan untuk menunjang pelaksanaan kegiatan
pengambilan data. Adapun alat dan bahan yang digunakan adalah sebagai
berikut.

Tabel 1. Alat dan Bahan


No. Alat dan Bahan Fungsi

1. Buku panduan praktikum Sebagai pedoman pelaksanaan praktikum

2. Alat Tulis Sebagai media pencatatan data yang telah diperoleh

Sebagai media dalam mengolah data dan membuat


2. Notebook
laporan

3. Internet Sebagai media studi litelatur

4. Kamera Sebagai media dalam pengambilan gambar

5. Flasdisk Sebagai media penyimpanan data dan laporan

6. Printer Sebagai media dalam mencetak laporan

IV.3. Prosedur Pengerjaan Praktikum

Praktikum Perencanaan Kawasan Non Alami berdasarkan Pendekatan


Demand diselesaikan dengan menggunakan prosedur pengerjaan praktikum.
Prosedur awal pengerjaan ialah dengan menentukan lokasi praktikum.
Pelaksanaan kegiatan praktikum dilaksanakan pada hari Sabtu, 30 Agustus 2019
pada pukul 09.00-17.00 WIB. Pengambilan data dilakukan dengan
mewawancarai dua puluh responden dengan masing-masing anggota sebanyak
lima responden, mendata fasilitas, dan daya tarik wisata. Proses pengerjaan
laporan diawali dengan merekap seluruh data yang didapatkan dan membuat
laporan praktikum, membuat rancangan program, membuat sketsa kawasan
wisata Museum Air Tawar, dan selanjutnya membuat PowerPoint berdasarkan
hasil yang didapat lalu mempresentasikannya di depan kelas.
V. HASIL DAN PEMBAHASAN

V.1. Karakteristik Pengunjung/Wisatawan

Responden yang didapatkan merupakan wisatawan yang berkunjung ke


destinasi Museum Air Tawar Taman Mini Indonesia Indah. Data responden yang
diambil terdiri dari aspek jenis kelamin, status pernikahan, umur dan pekerjaan
(Tabel 2). Keseluruhan aspek responden tersebut memiliki pengaruh yang saling
berkaitan dengan satu sama lain. Hal tersebut menjadi hubungan sebab akibat
mengapa responden mengunjungi destinasi wisata ini.
No. Karakteristik Pengunjung Responden Presentase (%)
1. Jenis Kelamin
a) Laki-laki 12 60%
b) Perempuan 8 40%
2. Umur
a) 13-24 tahun 9 45%
b) 25-42 tahun 11 55%
3. Status Pernikahan
a) Menikah 9 45%
b) Belum Menikah 11 55%
4. Pekerjaan
a) Pelajar 4 20%
b) PNS 10 50%
c) Swasta 6 30%
5. Pendidikan terakhir
a) SD - -
b) SMP - -
c) SMA 4 20%
d) Diploma 3 (D3) 7 35%
e) Strata Sarjana (S1) 9 45%
6. Pendapatan per bulan
a) < Rp. 500.000 2 10%
b) Rp. 500.000 – Rp. 1.000.000 2 10%
c) Rp. 1.000.000 – Rp. 3.000.000 16 80%

Tabel 2. Karakteristik Responden


a. Jenis Kelamin
Identifikasi karakteristik responden yang pertama yaitu berdasarkan jenis
kelamin. Jenis kelamin merupakan salah satu unsur penting untuk
mengidentifikasi
karakteristik pengunjung. Berdasarkan hasil penyebaran kuesioner terhadap 20
responden, pengunjung yang mendominasi di Taman Mini Indonesia Indah adalah
pengunjung dengan jenis kelamin laki-laki. Pengunjung yang berjenis kelamin
laki-laki sebanyak 60% lebih banyak dibandingkan dengan pengunjung berjenis
kelamin perempuan sebesar 40%. Perbedaan jumlah ini dipengaruhi oleh objek
wisata Museum Air Tawar Taman Mini Indonesia Indah yang memang
merupakan salah satu objek wisata minat khusus.
b. Umur
Umur menggambarkan range pengunjung yang mendominasi. Dominasi
ini didasari dengan tujuan dan motivasi tertentu. Dalam hal ini pengunjung
dengan umur 25-42 tahun lebih mendominasi kunjungan dengan persentase
sebesar 55% atau 11 orang responden. Sedangkan pada range umur 13-24 tahun
persentase sebesar 45% atau sembilan orang responden. Hal tersebut dikarenakan
objek wisata alam seperti Museum Air Tawar Taman Mini Indonesia Indah ini
lebih banyak didatangi orangtua yang membawa anaknya.
c. Status Pernikahan
Berdasarkan status pernikahan, pengunjung yang datang ke Museum Air
Tawar Taman Mini Indonesia Indah mayoritas berstatus belum menikah. Alasan
yang mendasari pengunjung yang memiliki status belum menikah lebih banyak
dari status menikah, karena seorang yang memiliki status belum menikah lebih
bebas dalam berkegiatan dibandingkan orang dengan status menikah yang masih
banyak memiliki kewajiban atas dirinya dan keluarganya. Selain itu, pengunjung
dengan status belum menikah biasanya mengunjungi objek wisata secara
rombongan, sehingga jumlahnya menjadi lebih banyak dibandingkan pengunjung
dengan status menikah yang mengunjungi suatu objek wisata bersama pasangan
atau keluarganya.
d. Pekerjaan
Responden yang mengunjungi Museum Air Tawar Taman Mini Indonesia
Indah didominasi oleh PNS dengan persentase 50% atau 10 orang, di peringkat
kedua adalah pegawai swasta dengan persentase 30% atau enam orang dan
sisanya adalah pelajar dengan persentase 20% atau empat orang. Alasan yang
mendasari kunjungan dari PNS berada dijumlah tertinggi karena PNS
memerlukan waktu untuk ber rekreasi, mengunjungi tempat-tempat alami untuk
refreshing. Sementara untuk pelajar memiliki persentase yang sedikit karena
umumnya memiliki kesibukan dengan tugas dihari tersebut.
e. Pendidikan
Sama seperti faktor karakteristik pengunjung yang lain, pendidikan juga
memiliki keterkaitan sebab akibat wisatawan mengunjungi Museum Air Tawar
Taman Mini Indonesia Indah ini. Rata-rata pendidikan terakhir responden yang
mengunjungi destinasi wisata ini adalah pengunjung dengan pendidikan terakhir
Sarjana 45% atau sembilan orang pengunjung, dan 35% atau tujuh orang dengan
pendidikan terakhir D3, dan 20% atau empat orang dengan pendidikan terakhir
SMA. Hal ini dikarenakan seseorang yang memiliki tingkat pendidikan setara
Sarjana merupakan pengunjung yang memiliki pekerjaan sebagai PNS yang
mendominasi kunjungan.

V.2. Penilaian Pengunjung terhadap Kawasan Wisata

Berdasarkan hasil rekapitulasi yang tertera Tabel 3, dapat disimpulkan


bahwa wisatawan merasa agak puas dengan kawasan museum air tawar,
dibandingkan dengan kawasan-kawasan lainnya. Hal ini dikarenakan, kawasan
museum air tawar memiliki daya tarik berupa ikan besar dan aquascape yang
indah dan menenangkan. Pemandangan yang indah tersebut dapat dijadikan
sebagai sarana objek berswafoto. Danau yang ada di depan museum, justru
memiliki penilaian agak puas dengan rekapitulasi nilai 5. Hal ini dikarenakan
pemandangan yang didapatkan jauh lebih bagus ketika di museum air tawar.

Tabel 3. Grafik Penilaian Pengunjung

Penilaian Kawasan Wisata


7

5
Penilaian
4

1
Museum Air Tawar Danau

Keterangan : 1. Sangat tidak puas, 2. Tidak puas, 3. Agak tidak puas, 4. Biasa
saja, 5. Agak puas, 6. Puas, 7. Sangat puas
V.3. Penilaian Pengunjung terhadap Daya Tarik dan Atraksi Wisata

Hasil rekapitulasi data menyimpulkan bahwa rata-rata wisatawan puas


dengan daya tarik yang ditawarkan di Museum Air Tawar Taman Mini Indonesia
Indah. Hal ini ditunjukkan pada Tabel.4 yang menyatakan bahwa objek ikan besar
memiliki penilaian puas dan sangat puas. Objek ikan kecil memiliki memiliki nilai
agak puas pada objek kolam ikan dan sangat puas pada objek Exodile, Sedangkan
pada objek kura-kura mendapat nilai puas. Kepuasan para wisatawan diakibatkan
oleh ketertarikan wisatawan akan daya Tarik tersebut. Salah salu contohnya
adalah, banyak wisatawan ingin melihat langsung Giant ArapaimaI di Museum
Air Tawar Taman Mini Indonesia Indah karenaukurannya yang besar.

Tabel 4. Penilaian Daya Tarik


Lama Penilaian
No Daya Tarik Aktifitas
Aktifitas 1 2 3 4 5 6 7
Ikan Besar
Giant Berfoto dan mengamati
1 20 menit √
Arapaiama ikan
Arwana Berfoto dan mengamati
2 10 menit √
Merah ikan
Ikan Kecil
Mengamati dan
1 Piranha 5 menit √
mempelajarinya
Mengamati dan
2 Exodile 5 menit √
mempelajarinya
Mengamati dan
3 Kolam ikan 5 menit √
mempelajarinya
Kura-Kura
Labi-labi Mengamati serta
1 10 menit √
Albino berfoto
Keterangan: 1. Sangat tidak puas, 2. Tidak puas, 3. Agak tidak puas, 4. Biasa saja,
5. Agak puas, 6. Puas, 7. Sangat puas.
V.4. Penilaian Pengunjung terhadap Fasilitas pada Kawasan atau Objek
Wisata
Gerbang masuk, Loket tiket, Tempat parkir dan yang lainnya memiliki
penilaian yang memuaskan menurut banyak wisatawan yang berwisata di Museum
Air Tawar. Mereka menilai, tempat parkir sudah cukup luas sehinga tidak terjadi
penumpukan kendaraan dan pengunjung tidak perlu membayar biaya parkir.
Dari sekian banyak nya fasilitas, hanya fasilitas eskalator saja yang
mendapat penilaian tidak puas dari pengunjung. Eskalator yang terdapat pada
Museum Air Tawar ini mendapat nilai tidak uas dikarenakan tidak dapat
digunakan lagi, padahal fasilitas ini cukup membantu jika dapat digunakan oleh
pengunjung yang ingin naik ke lantai dua tanpa harus menaiki tangga.
Tabel 5. Penilaian Fasilitas
Tingkat Kepuasan
No. Fasilitas Wisata
1 2 3 4 5 6 7
1. Gerbang masuk √
2. Loket tiket √
3. Tempat parkir √
4. Kursi √
5. Toilet √
6. Mushola √
7. Kantin √
8. Toko aksesoris √
9. Tempat sampah √
10. Jembatan √
11. Eskalator √
V.5. Perencanaan Wisata
Perencanaan wisata yang dibuat berlokasi di kawasan Museum Air Tawar
Terdapat program wisata harian. Program wisata yang dirancang bernama
“Menyelam Di Museum!”. Kegiatan ini memiliki sasaran anak- anak dengan usia
dibawah 10 tahun. Pemilihan usia ini bwekaitan dengan tingginya minat anak-
anak dalam menangkap pengetahuan baru terutama yang berkaitan dengan
satwa.kegiatan yang dilakukan berupa keliling museum dan menonton film
tentang keanekaragaman ikan air tawar. Berikut itinerary dari perencanaan
program wisata yang sudah dirancang.
Tabel 6 Itinerary Program Harian
No Program Waktu Aktivitas
1 Berkumpul 10.00 Peserta berkumpul di titik kumpul yang
berlokasi di pintu gerbang Museum Air
Tawar
2 Pembukaan 10.00-10.15 Panitia memperkenalkan diri dan
panitia memberikan informasi
mengenai susunan acara dan peraturan
yang harus peserta patuhi selama
program berlangsung
3 Berdoa 10.15-10.20 Berdoa sebelum menuju museum
4 Menuju museum 10.20-10.25 Berjalan kaki dari parkiran menuju
pintu masuk museum dan dihitung
jumlah peserta yang masuk ke museum
untuk nantinya dikenai biaya tiket
masuk
5 Berkeliling 10.25-11.25 Peserta berkeliling melihat koleksi
museum didampingi guide yang akan
menjelaskan deskripsi terkait koleksi
yang ada di museum.
6 Menonton film 11.25-12.00 Peserta menonton film terkait dengan
keanekaragaman ikan air tawar dan
kaitannya dengan kehidupan manusia
sehari-hari
7 Istirahat 12.00-12.30 Peserta beristirahat di luar museum
untuk makan, sholat, ataupun buang air
kecil.
8 Pembagian souvenir 12.30-12.45 Sebelum penutupan panitia
membagikan souvenir yang mencirikan
Museum Air Tawar
9 Penutupan 12.45-12.55 Panitia menyampaikan terimakasih dan
permintaan maaf jika ada pelayanan
yang masih kurang.
V.6.Sketsa Wisata
Sketsa wisata dibuat untuk mempermudah membuat perencanaan wisata.
Sketsa wisata yang dibuat terdiri dari peta lokasi, objek yang terdapat di sekitar
kawasan, fasilitas yang tersedia, dan jalur yang digunakan oleh peserta selama
program berlangsung.

Gambar 2 Sketsa Lokasi Program Wisata


Sumber: http://www.resourcefulindonesian.com/images-of-jakarta.html
Sketsa yang dibuat menyesuaikan dengan jalur yang terdapat di kawasan
Taman Mini Indonesia Indah. Pengunjung yang mengikuti program wisata akan
memulai kegiatan di pintu gerbang dan dilanjutkan dengan memasuki kawasa
TMII. Pengunjung akan melewati beberapa objek wisata yang terdapat di kawasan
TMII seperti Tugu Api Pancasila dan Museum Telekomunikasi. Fasilitas juga
tersebar di beberapa titik di jalur yang dilewati oleh pengunjung. Fasilita synag
tersedia tersebut terdiri dari parkiran, ATM Center, dan Minimarket.
VI. KESIMPULAN

Berdasarkan hasil praktikum Perencanaan Kawasan Non Alami Berdasarkan


Pendekatan Demand tersebut dapat ditarik kesimpulan, yaitu sebagai berikut:
1.Supply wisata adalah segala sesuatu baik barang ataupun jasa yang
ditawarkan kepada pengunjung pada suatu kawasan wisata. Berbicara mengenai
penawaran wisata maka akan berkaitan dengan apa dan berapa banyak yang
ditawarkan, kepada siapa tawaran itu ditawarkan dan kapan waktu penawaran
tersebut diberikan. Penilaian terhadap kualitas supply bermanfaat sebagai tolak
ukur evaluasi suatu kawasan untuk lebih meningkatkan pelayanannya kepada
pengunjung.
2. Pada kawasan wisata non alami seperti Museum Air Tawar Taman
Mini Indonesia Indah, penawaran yang ditawarkan hanya berupa daya tarik non
alami yang dipadukan dengan objek alami yaitu aquarium yang berisi ikan dan
hiasan aquascape yang menyerupai habitat asinya, serta fasilitas pendukung seperti
tempat parkir, kursi, toilet, mushola, kantin, toko aksesoris
3. Pengunjung merasa puas terhadap daya tarik dan fasilitas yang
ditawarkan oleh Museum Air Tawar Taman Mini Indonesia Indah, karena dapat
menjadi sarana objek swafoto yang sangat aestetik dan instagrameble.
DAFTAR PUSTAKA

Ade Sanjaya. 2015. Pengetian Identifikasi Definisi Menurut Para Ahli.


http://www.landasanteori.com/2015/08/pengetian-identifikasi-definisi-
menurut.html. [Diakses pada : Kamis, 29 Agustus 2019, 10.11 WIB]
Harjoso, 2010. Alamsyah, 2009. Koenjtaraningrat, 1987. Definisi Identifikasi
Menurut Para Ahli.http://www.landasanteori.com/2015/08/pengetian-
identifikasi-definisi-menurut-ahli.html [Diakses pada: Kamis, 29 Agustus
2019, 11.01 WIB]
Rakhman A. 2010. Definisi Pengukuran Dan Penilaian Menurut Para Ahli.
https://mahasiswaupiserang.com/2010/09/27/definisi-pengukuran-dan-
penilaian-menurut-para-ahli/. [Diakses pada: Kamis, 29 Agustus 2019,
14.42 WIB].
LAMPIRAN

Gambar 3. Responden
Sumber: Dokumentasi Pribadi