Anda di halaman 1dari 9

JURNAL HUKUM MEDIA BHAKTI, Vol.3, No.1, Juni 2019, pp.

79~87
ISSN: 2580-3298 (cetak) 2580-7277 (online)
DOI: 10.32501/jhmb.v3i1.49  79

KEPASTIAN HUKUM TRANSPLANTASI ORGAN YANG


MENCERMINKAN NILAI KEMANUSIAAN

Fauziah Rachmawati
Institut Ilmu Kesehatan Kediri
e-mail: rachmafauziah@yahoo.co.id

Abstrak
Kesehatan merupakan salah satu kebutuhan pokok manusia disamping sandang, pangan dan papan. Salah
satu kesehatan yang perlu dijaga pada umumnya adalahorgan manusia. Perkembangan terapi di dunia
kedokteran yang digunakan untuk melakukan perawatan yaitu transplantasi organ. Transplantasi organ
adalah tindakan medis untuk memindahkan organ dan atau jaringan tubuh manusia kepada tubuh manusia
lain atau tubuhnya sendiri. Tujuan transplantasi organ dan/atau jaringan tubuh adalah untuk kemanusiaan
dan dilarang untuk dikomersilkan. Metode penelitian yang digunakan dengan menggunakan jenis
penelitian normatif. Transplantasi orang bertujuan untuk nilai kemanusiaan tidak diperbolehkan untuk
melakukan tindakan komersil pada tranplantasi organ. Hasil dari penelitian ini regulasi mengenai
transplantasi organ belum memberikan kepastian hukum bagi pendonor dan resipien. Sehingga harus
adanya peraturan yang jelas mencerminkan nilai kemanusiaan dan peraturan memberikan kepastian
hukum bagi pendonor dan resipien.

Kata Kunci: Transplantasi Organ, Kepastian Hukum, Kemanusiaan

A. PENDAHULUAN organ dan atau jaringan tubuh manusia


kepada tubuh manusia lain atau
Manusia adalah makhluk yang tubuhnya sendiri. Transplantasi
membutuhkan kesehatan baik kesehatan merupakan terapi pengganti yang
rohani maupun kesehatan jasmani. merupakan upaya terbaik untuk
Kesehatan jasmani merupakan suatu hal menolong pasien yang mengalami
yang berharga. Kesehatan merupakan kegagalan organ tubuhnya dengan organ
salah satu kebutuhan pokok manusia tubuh diri sendiri atau organ tubuh
disamping sandang, pangan dan papan. orang lain. Disamping pertimbangan
Tanpa hidup sehat, hidup manusia medis dan kesehatan, transplantasi juga
menjadi tanpa artinya, dalam keadaan mempertimbangkan dari segi non
sakit manusia tidak mungkin dapat medis, yakni agama, budaya, hukum,
melakukan kegiatan sehari-hari.(1) kepercayaan dan lain sebagainya.(3)
Kemajuan ilmu kedokteran Sejak kesuksesan transplantasi
semakin lama semakin berkembang yang pertama kali berupa ginjal dari
yaitu dalam hal pengobatan maupun donor kepada pasien gagal ginjal tahun
perawatan. Perawatan dengan cara 1954, perkembangan dibidang
transplantasi organ merupakan salah transplantasi maju pesat. Kemajuan
satu contoh perkembangan pengobatan ilmu dan teknologi memungkinkan
maupun perawatan dalam ilmu pengawetan organ, penemuan obat-
kedokteran.(2) Transplantasi organ obatan anti penolakan yang semakin
merupakan pengobatan dan perawatan baik sehingga berbagai organ dan
terakhir yang dilakukan oleh jaringan dapat di transplantasikan.(4)
masyarakat untuk memulihkan Transplantasi organ diharapkan tidak
kesehatan. Transplantasi adalah hanya membuat orang yang sakit
tindakan medis untuk memindahkan menjadi sehat kembali tetapi melahirkan

Diterima 15 April 2019; Direvisi 18 April 2019; Disetujui 20 Mei 2019


80  ISSN: 2580-3298

harapan untuk hidup yang lebih lama. keuntungan dengan cara menjual
Perkembangan transplantasi organ organnya.
tubuh manusia kini tidak hanya organ Salah satu kasus jual beli organ
jantung manusia, namun juga terjadi pada 17 Januari 2016 di
perkembangan cangkok hati, ginjal dan Bandung, Bareskrim Mabes Polri
beberapa organ lain termasuk jaringan mengungkap sindikat perdagangan
tubuh manusia seperti jaringan otot organ tubuh manusia. Tiga tersangka
maupun syaraf. bernama Yana Priatna alias Amang,
Menurut Pasal 64 ayat (1) UU No Dedi Supriadi alias Oman Rahman, dan
36 tahun 2009 tentang Kesehatan Kwok Herry Susanto alias Herry telah
mengatur mengenai penyembuhan diamankan aparat karena terbukti
penyakit dan pemulihan kesehatan melakukan transplantasi ginjal yang
dapat dilakukan melalui transplantasi melanggar peraturan. Pelaku
organ dan/atau jaringan tubuh, implan mengiming-imingi uang Rp. 70 juta s/d
obat dan/atau alat kesehatan, bedah Rp. 90 juta untuk tiap donor.
plastik dan rekonstruksi, serta Sasarannya ialah masyarakat dengan
penggunaan sel punca. Berdasarkan kondisi ekonomi bawah.
pasal tersebut maka transplantasi organ Terjadinya jual beli organ
merupakan salah satu cara merupakan kelemahan tidak adanya
penyembuhan penyakit dan pemulihan regulasi yang jelas mengenai
kesehatan yang diperbolehkan untuk transplantasi organ serta tidak jelasnya
dilakukan khususnya di Indonesia. pengawasan mengenai transplantasi
Transplatasi organ dapat berasal dari organ. Sehingga terjadi penyalahgunaan
Pendonor hidup atau Pendonor mati tujuan dari transplantasi organ tersebut
batang otak. Transplantasi organ dari seperti digunakan untuk mendapatkan
pendonor hidup, pendonor hanya dapat keuntungan pribadi. Regulasi mengenai
memberikan salah satu ginjal, sebagaian transplantasi organ dari seseorang yang
organ hati, pankreas atau paru-parunya. hidup maupun yang telah meninggal
Transplantasi organ akan menjadi melarang seseorang untuk mendapatkan
masalah apabila dilakukan dengan cara keuntungan dari donor yang dilakukan,
yang tidak sesuai dengan prosedur. karena tujuan dari transplantasi organ
Menurut WHO yang di kutip dari adalah untuk kemanusiaan.
Kompas.com 21 Maret 2017, Organisasi Menurut Pasal 28 H ayat (1) UUD
Kesehatan Dunia (WHO) menyebut, NRI Tahun 1945 menyatakan bahwa
ketersediaan donor organ yang sedikit setiap orang berhak hidup sejahtera
merupakan masalah universal. Kondisi lahir dan batin, bertempat tinggal, dan
ini membuat sebagian pihak melakukan mendapatkan lingkungan hidup yang
transaksi komersil, yang tentunya baik dan sehat serta berhak memperoleh
melanggar peraturan, untuk pelayanan kesehatan. Berdasarkan pasal
mendapatkan organ. Adanya transaksi tersebut pemerintah mempunyai
komersil terjadi karena transplantasi kewajiban untuk memenuhi hak atas
organ merupakan pengobatan dan kesehatan tersebut. Kewajiban
perawatan terakhir yang dilakukan oleh Pemerintah untuk memenuhi hak atas
masyarakat untuk memulihkan kesehatan sebagai hak asasi manusia
kesehatan. Kurangnya ketersediaan juga memiliki Landasan Yuridis
donor organ dimanfaatkan pihak lain Internasional dalam Pasal 2 ayat (1)
untuk mendapatkan penghasilan atau Konvensi Hak Ekonomi, Sosial dan
Budaya yang ditetapkan oleh Majelis

JHMB Vol. 3, No. 1, Juni 2019 : 79-87


JHMB ISSN: 2580-3298  81

Umum PBB 2200 A (XXI) tanggal 16 Kesehatan (selanjutnya disebut UU No.


Desember 1966, bahwa setiap Negara 36/2009), Peraturan Menteri Kesehatan
Pihak pada Kovenan ini, berjanji untuk Nomor 38 Tahun 2016 tentang
mengambil langkah-langkah, baik Penyelenggaraan Transplantasi Organ
secara individual maupun melalui (selanjutnya disebut Permenkes No.
bantuan dan kerjasama internasional, 38/2016), dan Peraturan Pemerintah No
khususnya dibidang ekonomi dan teknis 18 Tahun 1981 tentang Bedah Mayar
sepanjang tersedia sumber dayanya, Klinis dan Bedah Mayat Anatomis serta
untuk secara progresif mencapai Transplantasi Alat atau Jaringan Tubuh
perwujudan penuh dari hak-hak yang Manusia (selanjutnya disebut PP No.
diakui oleh Kovenan ini dengan cara- 18/1981).
cara yang sesuai, termasuk dengan Tujuan transplantasi organ dan/atau
pengambilan langkah-langkah legislatif. jaringan tubuh adalah untuk
Pasal 28 I ayat (4) UUD 1945 kemanusiaan dan dilarang untuk
menyatakan bahwa perlindungan, dikomersilkan. Berdasarkan undang-
pemajuan, penegakan, dan pemenuhan undang yang ada, Negara mengatur
hak asasi manusia adalah tanggung larangan memperjualbelikan organ
jawab negara, terutama pemerintah. dan/atau jaringan tubuh dengan dalih
Kewajiban pemerintah ini juga apapun.
ditegaskan dalam Pasal 8 Undang- Kemanusiaan menurut Kamus
Undang No. 39 Tahun 1999 tentang Besar Bahasa Indonesia berarti sifat-
Hak Asasi Manusia. Sejalan dengan hal sifat manusia. Berkaitan dengan hak dan
tersebut, Pasal 7 Undang-Undang No. kewajiban seseorang, dalam
36 Tahun 2009 tentang Kesehatan transplantasi organ resipien, pendonor,
menyatakan bahwa pemerintah bertugas tenaga kesehatan dan rumah sakit
menyelenggarakan upaya kesehatan memiliki hak dan kewajiban masing-
yang merata dan terjangkau oleh masing. Seorang tenaga kesehatan
masyarakat. Pasal 9 Undang-Undang dalam melakukan kewajibannya harus
No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan memiliki keahlian khusus yang
menyatakan bahwa pemerintah memenuhi persyaratan dan perizinan
bertanggung jawab untuk meningkatkan berdasarkan peraturan perundang-
derajat kesehatan masyarakat. undangan. Hal tersebut merupakan asas
Kewajiban pemerintah untuk legalitas seorang tenaga kesehatan.
meningkatkan derajat kesehatan Asas legalitas seorang tenaga
masyarakat salah satunya dengan kesehatan yang melakukan transplantasi
membuat regulasi yang berkaitan organ tercermin pada Pasal 65 ayat (1)
dengan kesehatan dalam hal ini adalah UU No 36 tahun 2009 tentang
regulasi transplantasi organ. Kesehatan bahwa Transplantasi organ
Pengaturan transplantasi organ dan/atau jaringan tubuh hanya dapat
bertujuan untuk memberikan dilakukan oleh tenaga kesehatan yang
perlindungan dan kepastian hukum bagi mempunyai keahlian dan kewenangan
pendonor, resipien, rumah sakit untuk itu dan dilakukan di fasilitas
penyelenggara transplantasi organ, dan pelayanan kesehatan tertentu.
tenaga kesehatan pemberi transplantasi Pengambilan organ dan/atau jaringan
organ. tubuh dari pendonor harus
Regulasi transplantasi organ yang memperhatikan kesehatan pendonor
ada di Indonesia antara lain Undang- yang bersangkutan dan mendapat
Undang No 36 Tahun 2009 tentang persetujuan pendonor dan/atau ahli

Kepastian Hukum Transpalantasi Organ Yang… (Fauziah R.)


82  ISSN: 2580-3298

waris atau keluarganya. Sehingga keragua-raguan (multi tafsir) dan logis


tenaga kesehatan yang melakukan dalam arti ia menjadi suatu sistem
transplantasi organ harus memenuhi norma dengan norma lain sehingga
persyaratan dan perizinan yang diatur tidak berbenturan atau menimbulkan
dalam perundang-undangan.(5) konflik norma.
Kaitannya dengan transplantasi Kepastian hukum mengandung dua
organ, dokter harus memiliki keahlian pengertian, yaitu pertama, adanya
dan keterampilan sebagai pengemban aturan yang bersifat umum membuat
profesi ilmu kedokteran yang tidak individu mengetahui perbuatan apa
dimiliki oleh pasien, maka pasien yang boleh atau tidak boleh dilakukan
memberikan kepercayaan kepada dokter dan kedua, berupa keamanan hukum
untuk menolong dirinya. Dalam hal ini, bagi individu dari kesewenangan
berdasarkan itikat baiknya maka dokter pemerintah karena dengan adanya
berkewajiban memberikan pertolongan aturan yang bersifat umum itu individu
profesional yang bermutu dan dapat mengetahui apa saja yang boleh
bermartabat berdasarkan pada niat, dibebankan atau dilakukan oleh Negara
kesungguhan dan tanggung jawab. terhadap individu. Kepastian hukum
Sehingga asas itikad baik ini diterapkan bukan hanya berupa pasal dalam
dalam pelaksanaan kewajiban dokter undang-undang, melainkan juga adanya
baik mematuhi standart profesinya konsistensi dalam putusan hakim antara
maupun menghormati hak pasien.(5) putusan hakim yang satu dengan
Menurut Philipus M. Hadjon putusan hakim yang lainnya untuk
berpendapat bahwa Perlindungan kasus serupa yang telah diputuskan.(7)
Hukum adalah perlindungan akan Terkait dengan regulasi
harkat dan martabat, serta pengakuan transplantasi organ, kepastian hukum
terhadap hak-hak asasi manusia yang akan dapat terwujud apabila peraturan
dimiliki oleh subyek hukum tersebut dibuat dan diundangkan secara
berdasarkan ketentuan hukum dari pasti karena mengatur secara jelas dan
kesewenangan. Sedangkan menurut logis. Namun regulasi trasnplantasi
Soetjipto Raharjo, perlindungan hukum organ yang ada belum memberikan
adalah adanya upaya melindungi kejelasan dan perlindungan hukum bagi
kepentingan seseorang dengan cara pihak-pihak yang berkaitan yaitu
mengalokasikan suatu kekuasaan pendonor, resipien, rumah sakit
kepadanya untuk bertindak dalam penyelenggara transplantasi organ, dan
kepentingannya tersebut. Selanjutnya tenaga kesehatan pemberi pelayanan
dikemukakan pula bahwa salah satu transplantasi organ.
sifat dan sekaligus merupakan tujuan
dari hukum adalah memberikan B. PERMASALAHAN
perlindungan (pengayoman) kepada
masyarakat. Oleh karena itu, Memperhatikan uraian pada latar
perlindungan hukum terhadap belakang masalah sebagaimana
masyarakat tersebut harus diwujudkan diuraikan diatas, permasalahan dalam
dalam bentuk adanya kepastian penelitian ini adalah Apakah urgensi
hukum.(6) Kepastian hukum secara regulasi tentang transplantasi organ?
normatif adalah ketika suatu peraturan Dan bagaimanakah model pengaturan
dibuat dan diundangkan secara pasti transplantasi organ yang mencerminkan
karena mengatur secara jelas dan logis. nilai kemanusiaan dan keadilan sosial?.
Jelas dalam arti tidak menimbulkan

JHMB Vol. 3, No. 1, Juni 2019 : 79-87


JHMB ISSN: 2580-3298  83

No. 38/2016), dan Peraturan Pemerintah


C. METODE No 18 Tahun 1981 tentang Bedah
Mayar Klinis dan Bedah Mayat
Penelitian ini menggunakan metode Anatomis serta Transplantasi Alat atau
penelitian normatif. Penelitian hukum Jaringan Tubuh Manusia (selanjutnya
yang dilakukan dengan cara meneliti disebut PP No. 18/1981) serta peraturan
bahan pustaka atau data sekunder perundang-undangan lain yang
belaka, dapat dinamakan penelitian berhubungan dengan transplantasi
hukum normatif atau penelitian hukum organ.
kepustakaan. Penelitian ini akan Transplantasi organ dan jaringan
membahas mengenai kepastian hukum tubuh manusia umumnya didapat dari
terapi transplantasi organ yang keluarga dekat karena kesamaan
mencerminkan nilai kemanusiaan. golongan darah dan kesamaan sifat dan
Penelitian ini juga menggunakan karakter antibodi/kekebalan tubuh serta
pendekatan undang-undang (statute masalah etika dan kemanusiaan.(8)
approach) dan pendekatan konseptual Dokter dalam menjalankan
(conceptual approach). Penelitian profesinya juga harus memperhatikan
hukum normatif ini meneliti bahan Kode Etik Kedokteran. Kode etik
pustaka dan data sekunder berupa bahan kedokteran yang ada di Indonesia diatur
hukum primer, bahan hukum sekunder dalam Kode Etik Kedokteran Indonesia
dan bahan hukum tersier. Cara berdasarkan Surat Keputusan Pengurus
mengumpulkan data dalam penelitian Besar Ikatan Dokter Indonesia No.
ini dengan menggunakan studi pustaka 221/PB/A.4/04/2002 tentang Penerapan
dan wawancara. Analisis data dengan Kode Etik Kedokteran Indonesia. Kode
menggunakan metode analisis kualitatif. Etik Kedokteran Indonesia mengatur
mengenai Kewajiban Umum;
D. PEMBAHASAN Kewajiban Dokter Terhadap Pasien;
Kewajiban Dokter Terhadap Teman
1. Regulasi Transplantasi Organ Sejawatnya; Kewajiban Dokter
Terhadap Diri Sendiri.
Setiap orang yang menderita Kode etik kedokteran Indonesia
kerusakan organ membutuhkan apabila dikaitkan dengan transplantasi
perwatan kesehatan, dan pemulihan organ maka setiap dokter yang ikut serta
kesehatan. Dewasa ini perawatan dan dalam melakukan transplantasi
pemulihan kesehatan terkait dengan organ/menjalankan profesi
kerusakan organ dapat dilakukan kedokterannya wajib berpegang teguh
dengan transplantasi organ. Beberapa pada Kode etik kedokteran Indonesia.
negara maju seperti Negara Cina Transplantasi dipandang dari sudut etika
memperbolehkan melakukan harus dipertimbangkan dari 4 prinsip
transplantasi organ, Negara Indonesia dasar Biomedikal etik yaitu: Pertama,
juga memperbolehkan melakukan Respect for autonomy berarti bahwa
transplantasi organ yang diatur dalam mendonorkan organ merupakan
Undang- Undang No 36 Tahun 2009 perbuatan mulia. Kedua, Non Malficient
tentang Kesehatan (selanjutnya disebut berarti bahwa Setiap operasi
UU No. 36/2009), Peraturan Menteri transplantasi yang dijalankan selalu
Kesehatan Nomor 38 Tahun 2016 mengandung risiko. Ketiga, Benefience
tentang Penyelenggaraan Transplantasi berarti bahwa Prinsip berbuat kebaikan
Organ (selanjutnya disebut Permenkes mengandung arti bahwa kita harus

Kepastian Hukum Transpalantasi Organ Yang… (Fauziah R.)


84  ISSN: 2580-3298

berbuat baik kepada orang lain, ditransplantasikan. Organ khusus yang


terutama apabila tidak mengandung dapat di transplantasikan ditujukan
risiko bagi pemberi kebijakan. Keempat, untuk organ yang solid yaitu jantung,
Justice berarti bahwa prinsip keadilan paru-paru, ginjal, hati, pankreas, dan
dalam donasi dan transplantasi organ usus. Sementara itu, bagian tubuh lain
lebih relevan terhadap alokasi organ, yang dapat ditransplantasikan
yang menyangkut kepada perlakuan membutuhkan prosedur khusus yaitu
yang adil, sama dan sesuai dengan kulit, kornea dan sumsum tulang
kebutuhan pasien yang tidak belakang. Beberapa hal lain yang perlu
(3)
terpengaruhi oleh faktor lain. diperhatikan dalam tindakan
Berdasarkan 4 prinsip dasar transplantasi adalah penentuan saat mati
biomedikal etik tersebut, maka orang akan diambil organnya yang akan
transplantasi organ diharapkan dapat dilakukan oleh dua orang dokter yang
terwujud sesuai dengan tujuan awalnya tidak ada sangkutpaut medik dengan
yaitu untuk kemanusiaan. Transplantasi dokter yang akan melakukan
organ akan sesuai dengan tujuan transplantasi. Ini berkaitan dengan
awalnya apabila regulasi yang ada yang keberhasilan transplantasi karena
mengatur mengenai transplantasi jelas bertambah segarnya organ atau jaringan
dan tenaga kesehatan dalam hal ini bertambah baik hasilnya.(9,10)
dokter yang melakukan transplantasi Nilai-nilai Pancasila merupakan
berpegang teguh pada kode etik landasan dasar dan motivasi untuk
kedokteran dan regulasi transplantasi semua perbuatan baik dalam kehidupan
organ. berbangsa dan bernegara. Dalam
Adanya regulasi transplantasi organ kehidupan bernegara, suatu peraturan
bertujuan untuk memberikan perundang-undangan yang berlaku di
perlindungan dan kepastian hukum bagi Indonesia harus mencerminkan nilai-
pendonor, resipien, rumah sakit nilai Pancasila.(11) Maka dengan
penyelenggara transplantasi organ, dan tercerminnya nilai-nilai pancasila dalam
tenaga kesehatan pemberi pelayanan peraturan perundang-undangan yang
transplantasi organ. berlaku diharapkan segala peraturan
yang ada dijiwai oleh nilai-nilai
2. Nilai Kemanusiaan pada Pancasila.
Trasplantasi Organ dalam Nilai kemanusiaan merupakan
Perspektif Hukum Progresif unsur dari sila kedua Pancasila. Nilai
kemanusiaan lebih menekankan pada
Transplantasi merupakan perlakuan seseorang individu kepada
pemindahan suatu jaringan atau organ individu atau masyarakat lainnya.
manusia tertentu dari suatu tempat Setiap orang harus menghormati dan
ketempat yang lain pada tubuhnya menghargai orang lain sebagai sesama
sendiri atau tubuh orang lain dengan manusia dan berlaku adil tanpa melihat
persyaratan kondisi tertentu.(9) suku, agama, ras, ataupun perbedaan
Berdasarkan Permenkes Nomor 38 lainnya. Nilai-nilai Kemanusiaan yang
tahun 2016 tentang Penyelenggaraan Adil dan Beradab antara lain:(12,13)
Transplantasi Organ, transplantasi organ a. kecintaan terhadap sesama manusia
adalah pemindahan organ dari pendonor sesuai dengan prinsip bahwa
ke resipien guna penyembuhan dan kemanusiaan adalah satu adanya;
pemulihan masalah kesehatan resipien. b. kejujuran;
Tidak semua organ dapat c. kesamaan derajat;

JHMB Vol. 3, No. 1, Juni 2019 : 79-87


JHMB ISSN: 2580-3298  85

d. keadilan; dn membantu meringankan beban


e. keadaban. penderitaan manusia lainnya dan
membantu menyelamatkan nyawa
Apabila dilihat dari praktik tukang manusia lainnya bukan merupakan
gigi aspek kemanusian harus ada untuk perbuatan yang dilarang agama
pendonor dan resipien sehingga dalam manapun dan bukan merupakan
melakukan transplantasi organ lebih perbuatan yang melanggar peraturan
hati-hati berlandaskan nilai perundang-undangan di negara
kemanusiaan. Pendonor mendapatkan manapun, tetapi merupakan perbuatan
organ donor yang sesuai dengan organ yang mulia dan terpuji.
yang diinginkan. Resipien dalam Syarat untuk melakukan perawatan
memberikan organ kepada pendonor donor organ antara lain memiliki DNA,
juga memperoleh hak asuransi secara golongan darah, jenis antigen yang
jelas. cocok antara donor dan resipien; tidak
Hukum diciptakan manusia bukan terjadi reaksi penolakan antigen dan
hanya untuk kepastian, tetapi juga untuk antibodi oleh resipien; harus dipastikan
kebahagiaan dan kesejaheraan.(14) apakah sirkulasi, perfusi dan
Hukum yang diciptakan tersebut juga metabolisme organ masih berjalan
harus memperhatikan nilai dengan baik dan belum mengalami
kemanusiaan, dimana hak setiap orang kematian (nekrosis); perlu adanya saksi
diakui dan dilindungi dengan yang disahkan secara hukum bahwa
memperhatikan hak orang lain juga. organ seseorang atau keluarganya
Hak atas tubuh dalam konsep didonorkan pada keluarga lain agar
kemanusiaan menekankan kepada kemudian hari tidak ada masalah
keberadaan manusia sebagai individu hukum.(17)
yang mempunyai nilai moral, etika dan Dua hal penting yang menunjang
kesusilaan yang menghargai dirinya tingkat keberhasilan transplantasi organ
sendiri sebagai makhluk ciptaan Tuhan yaitu adaptasi pendonor untuk
Yang Maha Esa. Pemikiran hak atas menyesuaikan diri terhadap kekurangan
tubuh bukan hanya bentuk perlindungan jaringan maupun organ secara psikis
tetapi juga bentuk kepastian hukum bagi maupun psikologis; dan adaptasi
pendonor dan pasien (penerima resipien untuk dapat menerima dan
donor).(15) menolak organ yang baru pada
Aspek yuridis yang sangat penting tubuhnya untuk mengganti organ tubuh
pada donor yang diberikan izin secara yang sudah tidak berfungsi lagi.(17)
sukarela adalah persetujuan yang Bagi pendonor masih mendapatkan
diberikan tidak ada tekanan dalam hak berupa asuransi kesehatan dan
bentuk fisik maupun psikis dan asuransi kematian namun tidak
persetujuan tersebut dibuat dalam dijelaskan jangka waktu asuransi
bentuk tertulis. Hal tersebut sangat tersebut. Kemudian berdasarkan
penting bagi dokter, resipien dan regulasi yang ada resipien yang
pendonor. Konsekuensi dari izin dari mendapatkan donor organ juga
pendonor yang sukarela adalah menanggung berbagai biaya, seperti
pendonor tersebut mempunyai hak biaya perawatan pendonor, biaya
untuk mencabut persetujuan yang telah asuransi kesehatan, biaya asuransi
diberikan.(16) kematian dan sebagainya. Kemudian
Donor organ untuk transplantasi yang menjadi permasalahan selanjutnya
organ sepanjang bertujuan untuk adalah bagaimana dengan resipien yang

Kepastian Hukum Transpalantasi Organ Yang… (Fauziah R.)


86  ISSN: 2580-3298

tidak mempunyai biaya tetapi


membutuhkan transplantasi organ agar E. PENUTUP
dapat mempertahankan kehidupannya.
Kemudian kelemahan yang lain adalah Regulasi transplantasi organ
belum transparannya tempat untuk bertujuan untuk memberikan
mendapatkan donor organ. Sistem perlindungan dan kepastian hukum bagi
informasi transplantasi organ yang pendonor, resipien, rumah sakit
belum jelas ada atau tidaknya juga penyelenggara transplantasi organ, dan
menjadi kendala seseorang yang ingin tenaga kesehatan pemberi pelayanan
mendonorkan maupun mencari donor transplantasi organ.
organ. Regulasi yang ada juga tidak Perawatan transplantasi organ yang
memberikan kejelasan mengenai siapa dilakukan oleh pendonor dan resipien
saja tenaga kesehatan yang dapat harus berdasarkan nilai kemanusiaan
melakukan transplantasi organ bagi dari sehingga dalam melakukan transplantasi
pendonor hidup maupun pendonor mati dokter agar lebih berhati hati dalam
batang otak. Regulasi yang ada tidak melakukan perawatan transplantasi
menyebutkan secara standar operasional organ.
prosedur bagi tenaga kesehatan yang Dokter dalam melakukan
akan melakukan transplantasi organ. transplantasi organ sebaiknya dokter
Terhadap beberapa kekurangan yang sesuai dengan kompetensinya.
mengenai regulasi transplantasi organ Pendonor dalam memperoleh organ
yang telah ada maka perlu dilakukan donor sebaiknya sesuai dengan organ
perubahan dan pengembangan regulasi yang diinginkan dan resipien dalam
transplantasi organ untuk mewujudkan memberikan organ seharusnya
perlindungan hukum dan kepastian memperoleh asuransi secara jelas
hukum bagi semua pihak yang terkait sehingga perlu diperjelas lagi mengenai
dengan transplantasi organ. regulasi tentang transplatasi organ.

DAFTAR PUSTAKA
1. Sofyan Lubis., Muhammad Harry. 2008. 7. Peter Mahmud Marzuki. 2008.
Konsumen & Pasien dalam Hukum Pengantar Ilmu Hukum. Kencana,
Indonesia. Liberty, Yogyakarta, hlm. 37. Jakarta, hlm. 157-158.
2. Reggy Lintang. 2013. Aspek Hukum 8. Saptaning Ruju Paminto. 2017.
Terhadap Pemanfaatan Organ Tubuh Dehumanisasi Penjualan Organ Tubuh
Manusia Untuk Kelangsungan Hidup. Manusia berdasarkan Hukum Positif.
Jurnal Lex Et Societatis, Edisi No. 5 Vol. Jurnal Wawasan Yuridika, Edisi No. 2
1. Vol. 1,hlm. 177.
3. Soekidjo, Notoatmojo. 2010. Etika dan 9. Triwibowo, Cecep. 2014. Etika dan
Hukum Kesehatan. Rineka Cipta, Hukum Kesehatan. Sorowajan Baru,
Jakarta, hlm 92-93. Yogyakarta, hlm 183.
4. Liliana, Teresa. 2003. Nilai Etika 10. Hanifah, Jusuf. 2014. Etika Kedokteran
Transplantasi Organ. Universitas dan Hukum Kesehatan, EGC, Jakarta,
Kristen Maranatha. hlm 157.
5. Hatta, Moh, 2013. Hukum Kesehatan 11. Aminullah. 2016. Implementasi Nilai-
dan Sengketa Medik, Liberty, Nilai Pancasila dalam Kehidupan
Yogyakarta, hlm 231. Bermasyarakat. Jurnal Ilmiah IKIP
6. Soetjipto Raharjo. 1983. Permasalahan Mataram, Edisi No. 1 Vol. 3, hlm. 621.
Hukum di Indonesia. Alumni, Bandung, 12. Dodik Kariadi dan Wasis Suprapto.
hlm 121. 2017. Membangun Kepemimpinan
Berbasis Nilai-Nilai Pancasila Dalam
Perspektif Masyarakat Multikultural.

JHMB Vol. 3, No. 1, Juni 2019 : 79-87


JHMB ISSN: 2580-3298  87

Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan, 15. Hwian Christianto, 2011. Konsep Hak
Edisi No. 2 Vol. 5, hlm 91. Seseorang atas Tubuh dalam
13. Ambiro Puji Asmaroni. 2016. Transplantasi Orga Berdasarkan Nilai
Implementasi Nilai-Nilai Pancasila bagi Kemanusiaan. Jurnal Mimbar Hukum,
Siswa di Era Globalisasi. Jurnal Edisi No. 1 Vol. 23, hlm. 31.
Pancasila dan Kewarganegaraan, Edisi 16. Melinda Veronica Simbolon. 2013.
No. 2 Vol. 4, hlm 444. Transplantasi Organ Tubuh Terpidana
14. Mukhidin. 2014. Hukum Progresif Mati. Jurnal Lex et Societatis, Edisi No.
Sebagai Solusi Hukum yang 1 Vol. 1, hlm. 144.
Mensejahterakan Rakyat. Jurnal 17. Cecep Triwibowo. 2014. Etika dan
Pembaharuan Hukum, Edisi No. 3 Vol. Hukum Kesehatan. Sorowajan Baru,
1, hlm. 269. Yogyakarta, hlm. 183.

Kepastian Hukum Transpalantasi Organ Yang… (Fauziah R.)